BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah memperhitungkan dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2022.
Hal itu disampaikan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setdaprov, Subhan Noor Yaumil, dalam rapat paripurna DPRD Kalsel, Rabu (14/9).
“Dampak kenaikan harga BBM telah diperhitungkan pada APBD Perubahan 2022 dengan mengalokasikan melalui anggaran belanja tidak terduga yang akan disalurkan kepada SKPD pengampu pengendali inflasi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang diharapkan mampu menekan tingkat inflasi di Kalsel,” katanya.
Langkah ini, lanjut Gubernur, sekaligus menindaklanjuti peraturan Kementerian Keuangan Nomor 134/PMK 07/2022 Tentang Belanja Wajib Dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun 2022.
Suasana Rapat Paripurna DPRD Kalsel
Sementara itu, menurut Gubernur, kebijakan makro untuk pemulihan ekonomi serta meningkatkan daya beli masyarakat Kalsel antara lain diarahkan melalui penyediaan infrastruktur pangan, penyediaan dan penyaluran pangan pokok dalam rangka stabilasi dan pasokan harga pangan.
“Pengembangan usaha kecil dengan orientasi peningkatan skala usaha menjadi usaha menengah, peningkatan produksi dan pengolahan, pemasaran, SDM serta desain dan teknologi,” jelasnya.
Selain itu, juga penurunan desa rawan pangan termasuk peningkatan komoditas pangan yang aman konsumsi.
Gubernur berharap APBD Perubahan 2022 mampu menjawab berbagai persoalan daerah di Kalsel. Harapan-harapan itu bisa diwujudkan dengan keberadaan, saling sinergi dan kolaborasi yang telah terangkai dengan baik dalam pembahasan Rancangan APBD Perubahan 2022.
Untuk diketahui, rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kalsel Muhammad Syaripuddin tersebut beragendakan pemandangan Fraksi-fraksi DPRD Kalsel yang diantaranya menanyakan terkait respon Pemprov Kalsel terhadap dampak kenaikan harga BBM, termasuk kemungkinan besar meningkatnya inflasi di Kalsel. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Bank Kalsel kembali membuktikan reputasinya sebagai salah satu Bank Pembangunan Daerah terbaik di Indonesia. Di kesempatan kali ini, Bank Kalsel berhasil menerima penghargaan Top Digital Corporate Brand Award 2022 Special Achievement for BUMN, Subsidiary BUMN and BUMD, oleh Suara Pemerintah dan Tras n Co atas keberhasilan dalam meningkatkan aktivitas Corporate Brand di Ranah Digital.
Penentuan Top Digital Corporate Brand Award 2022 ini dilakukan dengan metode desk survey yang mengacu kepada media digital/internet berdasarkan 3 parameter penilaian digital. Yaitu Search Engine Aspect, Social Media dan Website Aspect.
Penghargaan tersebut diterima oleh Shah Rizky Kurniawan selaku Plt. Kepala Divisi Seketaris Perusahaan Bank Kalsel, mewakili Direktur Utama Bank Kalsel secara daring via Zoom Meeting, pada Kamis (15/9). Dalam kesempatan tersebut, Rizky mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, atas apresiasi yang diberikan Suara Pemerintah dan Tras n Co kepada Bank Kalsel, sebagai Top Digital Corporate Brand Award 2022 Special Achievement for BUMN, Subsidiary BUMN and BUMD.
“Alhamdulillah sepanjang tahun 2021 dan 2022, performa Bank Kalsel sangat baik. Ini semua berkah dari kerja keras semua insan di Bank Kalsel. Raihan ini menunjukkan bahwa Bank Kalsel berhasil meningkatkan aktivitas corporate brand di ranah digital secara positif,” terang Rizky.
Lebih lanjut, Rizky berharap penghargaan ini dapat menjadi stimulus bagi perusahaan untuk mengoptimalkan aktivitas corporate brand di ranah digital sehingga mampu berkontribusi positif bagi perusahaan.
“Penghargaan ini membuat kami semakin bersemangat untuk lebih meningkatkan aktivitas corporate brand di ranah digital menjadi lebih baik lagi, sehingga mampu memberikan sumbangsih terbaik pada perekonomian Indonesia khususnya Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (ADV-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor menekankan pentingnya pemutakhiran data, sebagai bagian dari upaya mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Hal itu disampaikan Paman Birin, sapaan Gubernur Kalsel saat menghadiri kegiatan Pemutakhiran Data Hasil Tindak Lanjut Pemeriksaan APIP se-Kalimantan Selatan Tahun 2022 disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin, pada Kamis (15/9).
Gubernur Kalsel saat menghadiri pemutakhiran data hasil pemeriksaan APIP
Dalam kegiatan itu, tampak hadir Asisten Deputi Pengaduan Masyarakat, Deputi Bidang Hubungan Kelembagaan dan Kemasyarakatan Kementerian Sekretariat Negara, Ricky Syailendra.
Selain itu juga, hadir jajaran Itjen Kemendagri, BPK Perwakilan Provinsi Kalsel, Kepala SKPD, dan Inspektorat kabupaten/ kota se-Kalsel.
Perlu diketahui, Pemerintah Provinsi Kalsel meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut. Tahun 2022 ini, 8 kabupaten kota di Kalsel juga memperoleh predikat WTP.
Untuk terus meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan daerah, Paman Birin pun menyebut pentingnya kegiatan pemutakhiran data.
“Kita harus memandang seluruh proses dalam memperoleh opini WTP ini, termasuk melakukan pemutakhiran data hingga percepatan penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan,” tegas Paman Birin.
Menurutnya, Pemprov Kalsel terus berupaya mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel dalam menyajikan laporan keuangannya.
Sementara itu, Ricky Syailendra juga mengungkapkan urgensi dari kegiatan pemutakhiran data.
“Pemutakhiran data menjadi dasar pengambilan kebijakan kedepannya terkait berbagai isu yang sangat penting bagi pembangunan Kalimantan Selatan, yang akan turut berkontribusi pada pembangunan nasional,” terangnya.
Inspektur Provinsi Kalsel Akhmad Fydayeen menjelaskan, tujuan kegiatan hari ini adalah percepatan penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan, termasuk temuan hasil pemeriksaan BPK RI untuk meminimalkan risiko-risiko munculnya aduan dari masyarakat yang berakhir pada APH.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU) Penguatan Focal Point Penanganan Pengaduan Masyarakat dengan Inspektur 13 kabupaten kota, disaksikan Gubernur Sahbirin Noor. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalsel mendorong Kabupaten/kota Layak Anak (KLA) agar turut berpartisipasi dalam menekan kasus pelecehan seksual yang masih marak terjadi.
Kabid Pemenuhan Hak Anak DPPPA Kalsel, Andrian Anwary mengungkapkan, maraknya kasus pelecehan seksual hingga kekerasan fisik terhadap anak masih menjadi perhatian. Tentu yang harus ditekannya adalah pola asuh, pendidikan (edukasi) dan keberadaan lingkungan.
Kabid Pemenuhan Hak Anak DPPPA Kalsel, Andrian Anwari (kiri) didampingi Kasi Hak Pemenuhan Pendidikan dan Pengasuhan DPPPA Kalsel, Rahmawaty (kanan)
“Selain keluarga, diharapkan peran masyarakat juga tidak kalah penting sebenarnya,” ucapnya, kepada Abdi Persada FM, Senin (12/9) kemarin.
Sebagai langkah kongkrit, ia menerangkan, telah bekerjasama dengan berbagai instansi untuk memerangi masalah tersebut dengan membentuk Satuan Tugas Kabupaten/kota Layak Anak (KLA) di setiap wilayah di Kalimantan Selatan.
“Jadi, kita ada lintas sektor untuk membantu masalah ini mulai dari Polda, Kemenag, Kejaksaan hingga Kemenkum HAM dan lain-lain agar masalahnya dapat tuntas,” paparnya.
Terbaru ramai di beritakan, sempat terjadi pelecehan seksual di Kabupaten Banjar. Meski belum menetapkan tersangka atas kasus dugaan terhadap anak perempuan berusia 11 tahun warga Kecamatan Martapura. Namun, proses penyelidikan aparat kepolisian tetap berjalan.
Kasat Reskrim Polres Banjar, Iptu Fransiskus Manaan juga belum bisa mengungkapkan secara lebih jauh. Tetapi, dirinya berjanji akan segera menyelesaikan penyelidikan ini.
Kasat Reskrim Polres Banjar, Iptu Fransiskus Manaan, saat dikonfirmasi sejumlah awak media soal kelanjutan kasus pelecehan seksual anak
“Kami secepatnya akan mengungkap kasus ini dan memberikan kepastian hukum,” ujarnya.
Meski belum dapat disangkakan sebagai tersangka pelaku tindak asusila. Sebagai terlapor, ia bersama jajaran Satreskrim Polres Banjar juga masih menyelidiki motif serta dugaan kuat atas kejadian yang menimpa anak ini.
“Seluruhnya masih dalam proses ya,” ujarnya lagi.
Sebelumnya, diceritakan pelaku pelecehan yang merupakan tetangganya setelah berhasil menggauli korban. Ia dan sang istri sempat melarikan diri. Hingga akhirnya menyerahkan diri dan bersedia memberikan keterangan atas kejadian.
“Sementara sedang berjalan dan korban sudah kami lakukan pemeriksaan,” tutup Fransiskus. (RHS/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar rapat paripurna dengan agenda pengambilan keputusan terhadap 4 (empat) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi Kalsel, Rabu (14/9).
Suasana Rapat Paripurna DPRD Kalsel
Empat Raperda tersebut yakni Raperda Tentang Penyelenggaraan Kerja Sama Daerah, Raperda Tentang Pengelolaan Jasa Lingkungan Hidup, Raperda Tentang Perubahan Bentuk Hukum Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Kalsel Menjadi Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Kalsel dan Raperda Tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemprov Kalsel Kepada Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Kalsel.
Dalam sambutannya pada rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyampaikan dari hasil pembahasan bersama terhadap 4 (empat) Raperda tersebut, pada prinsipnya DPRD Kalsel telah menyatakan dapat menyetujui Raperda dimaksud untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Terhadap 4 (empat) Raperda dimaksud, kami menyampaikan harapan-harapan yaitu dengan ditetapkannya kebijakan daerah melalui Perda tentang Penyelenggaraan Kerjasama Daerah, maka hal ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat, serta mengoptimalkan potensi daerah Kalsel, didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas pelayanan yang saling menguntungkan, ” katanya.
Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini berharap Perda Tentang Pengelolaan Jasa Lingkungan Hidup bisa menjadi landasan yuridis guna mewujudkan perlindungan dan pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan melalui pemanfaatan potensi jasa lingkungan hidup secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya.
“Serta meningkatkan kepedulian para pihak untuk tetap menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup,” jelasnya.
Sementara dengan perubahan bentuk hukum Bank Pembangunan Daerah Kalsel dari Perseroan Terbatas (PT) menjadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) ini, selain untuk memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah juga dilandasi pada tujuan untuk menambah pendapatan daerah.
“Diharapkan dapat meningkatkan performa perusahaan dan pengelolaannya dilakukan secara mandiri termasuk penentuan tarif sepanjang tidak melanggar batas yang ditentukan dalam ketentuan peraturan perundangundangan, termasuk juga dalam hal pengelolaan aset,” terangnya.
Selanjutnya, melalui penambahan penyertaan modal pemerintah daerah kepada PT Bank Pembangunan Daerah Kalsel diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah dan pertumbuhan ekonomi, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah Kalsel.
“Melalui Raperda ini diharapkan sebagai bagian dari upaya penguatan struktur, ketahanan, dan daya saing bagi perseroan terbatas bank pembangunan daerah kalimantan selatan yang mampu menghadapi tantangan, dan tuntutan inovasi produk serta layanan berbasis teknologi yang mampu menjawab tantangan ekonomi global, sehingga pada akhirnya dapat mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Dewi Damayanti berupaya meningkatkan pemahaman terhadap Pancasila dan Wawasan Kebangsaan terhadap siswa-siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kali ini sasarannya adalah SMK Negeri 4 Banjarmasin.
Hal ini dilakukan mengingat, wawasan kebangsaan dinilainya sangat penting untuk membentengi para generasi muda dari pengaruh negatif informasi yang tidak benar yang bertujuan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
“Siswa-siswa yang mengikuti sosialisasi ini dari Kelas 10 dimana mereka baru memasuki jenjang sekolah menengah atas yang tentunya sudah memiliki dasar-dasar Wawasan Kebangsaan dari SD maupun SMP. Sehingga yang ingin kita terapkan adalah bagaimana mereka bisa mengimplementasikannya di era digital saat ini,” katanya kepada wartawan, Selasa (13/9).
Menurut Dewi, derasnya arus globalisasi di era digitalisasi saat ini membuat semua informasi sangat mudah diakses melalui media sosial. Dengan kekuatan pemahaman wawasan kebangsaan diharapkan para siswa dapat memfilter pengaruh-pengaruh dari luar yang berdampak negatif.
“Sebagai warga negara yang berwawasan kebangsaan yang baik, mereka harus fokus ke depan. Jangan sampai mereka tergoda dengan hal-hal negatif. Selain itu, ketika lulus sekolah nanti, mereka akan terjun ke dunia kerja. Karenanya, perlu penguatan wawasan kebangsaan sehingga bisa lebih baik lagi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 4 Banjarmasin, Syafruddin Noor menyambut baik sosialisasi Wasbang yang dilakukan Anggota Dewan Kalsel Dewi Damayanti. Dengan adanya kegiatan ini, menurutnya, sangat membantu penambahan dan penguatan wawasan kebangsaan para siswa.
“Di sekolah, wawasan kebangsaan terintegrasi dengan P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Dengan adanya sosialisasi ini, menjadikannya sinkron sehingga menambahkan dan menguatkan pemahaman siswa kami,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Tim Balogo Taman Budaya 1 berhasil keluar sebagai juara 1, pada festival olahraga tradisional Balogo 2022, antar ASN dan Tenaga Kontrak SKPD dilingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Foto bersama dengan para juara
Festival Balogo dilaksanakan di Halaman Kantor Gubernur Lama, di Kota Banjarmasin, digelar selama dua hari pada 13 dan 14 September 2022.
Plt Kabag Pembudayaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Budiono mengatakan, saat ini untuk festival olahraga tradisional yang mereka laksanakan, dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional di tahun 2022 ini, telah selesai dilaksanakan.
“Pada babak final berhasil diraih oleh 9 tim Balogo,” ucapnya.
Dan, lanjut Budiono, ditetapkan sebagai juara 1 dari Tim Balogo Taman Budaya 1, kemudian juara 2 berhasil direbut Tim Balogo RS Ansyari Saleh, Tim Balogo PLDPI 1 juara 3. Sedangkan, juara 4 berhasil diraih Disdikbud, Dikmen juara 5, Taman Budaya 2 juara 6, perpustakaan juara 7, Sekwan Keuangan juara 8, serta Satpol PP menempati posisi ke 9.
“Para pemenang ini berhak mendapat tropy serta hadiah uang tunai,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan mengharapkan, kepada para atlet Balogo SKPD, untuk terus berlatih.
“Kepada seluruh atlet Balogo SKPD dilingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan mereka,” tutur Budiono.
Hal ini menurutnya, Festival Olahraga Tradisional Balogo antar SKPD dan Pegawai Kontrak lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, akan dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya.
“Oleh karena itu atlet Balogo SKPD dilingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan, untuk saat terus meningkat kemampuan mereka, agar dapat meraih prestasi yang maksimal,” ucapnya.
Selain itu, lanjut Budiono, olahraga tradisional Balogo ini juga dipertandingkan pada Fornas. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendukung penyertaan modal Bank Kalsel, ditetapkan dengan gelaran Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Selatan pada Rabu (14/9) di Ruang Rapat Paripurna H. Mansyah Addrian, Gedung DPRD Provinsi Kalsel.
Penandatanganan persetujuan penyertaan modal Bank Kalsel
Kegiatan dipimpin langsung Ketua DPRD Prov. Kalsel Supian HK, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel M. Syaripuddin, dan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dengan dihadiri para anggota dewan beserta tamu undangan lainnya.
Pada kesempatan ini, Sahbirin Noor menuturkan, bahwa pada prinsipnya DPRD Provinsi Kalsel telah menyatakan dapat menyetujui RAPERDA dimaksud untuk diproses lebih lanjut, sesuai ketentuan perundang-undangan.
“Oleh karena itu, diharapkan RAPERDA ini sebagai upaya penguatan struktur, ketahanan dan daya saing bagi PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan, agar mampu menghadapi tantangan dan tuntutan inovasi produk serta layanan berbasis teknologi yang mampu menjawab tantangan ekonomi global. Sehingga pada akhirnya dapat mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional,” terangnya.
Lebih lanjut, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini menjelaskan, bahwa perubahan bentuk hukum Bank Kalsel dari Perseroan Terbatas (PT) menjadi Perseroan Daerah (PERSERODA), berlandaskan pada tujuan untuk menambah pendapatan daerah.
“Karena dapat memperoleh tambahan modal dari sektor swasta yang relatif besar melalui penerbitan saham maupun obligasi, dapat meningkatkan perusahaan dan pengelolaannya dilakukan secara mandiri termasuk penentuan tarif sepanjang tidak melanggar batas yang ditentukan ketentuan perundang-undangan,” jelasnya.
Dalam momen yang sama, Direktur Utama dan Direktur Bisnis Bank Kalsel, Hanawijaya dan Fachrudin, serta Komisaris Bank Kalsel, Rizal Akbar Sarupi, turut berhadir secara langsung menyaksikan penetapan komitmen Pemprov Kalsel terhadap penyertaan modal Bank Kalsel, sekaligus mendengarkan penyampaian putusan RAPERDA tersebut.
Menyikapi hal yang telah disampaikan, Hanawijaya bersyukur atas ditetapkannya penyertaan modal Bank Kalsel yang tentunya selama ini merupakan hal yang sangat dinantikan.
“Salah satu hal yang menjadi momok bagi kami adalah upaya memenuhi ketentuan OJK untuk pemenuhan modal inti minimum. Tentunya hal ini semakin menambah optimisme kami untuk pemenuhan MIM sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Terima kasih banyak atas peran serta seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap penyertaan permodalan ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, Hanawijaya merincikan penyertaan modal yang telah ditetapkan, dimana secara keseluruhan total penyertaan modal yang dilakukan adalah sebesar Rp291.153.950.000,- meliputi dana tunai maupun tanah dan bangunan.
“Penyertaan modal terbagi dalam 2 bentuk. Yang pertama, bentuk dana tunai sebesar Rp155.886.750.000, yang realisasi dibagi dalam 3 tahun APBD dari tahun 2022 – 2024. Yang kedua, dalam bentuk tanah dan bangunan, total senilai Rp135.267.200.000,-. Atas hal ini, sesuai PERDA No.5 tahun 2017 tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kepada PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan, jumlah penyertaan modal Pemprov Kalsel saat ini Rp365.692.366.034, sehingga dengan tambahan penyertaan modal tersebut, total keseluruhan modal Pemprov Kalsel menjadi Rp656.846.316.034,” bebernya.
Saat ini, posisi Modal Inti Bank Kalsel per 31 Agustus 2022 tercatat mencapai sebesar Rp2 triliun, menunjukkan progres yang positif dibandingkan tahun sebelumnya. Komitmen yang ditunjukkan Pemprov Kalsel tentunya patut disyukuri, dan menjadi angin segar yang menambah optimisme Bank Kalsel mewujudkan kewajiban pemenuhan Modal Inti Minimum yang ditetapkan regulator.
“Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemprov Kalsel atas komitmen dan dukungan yang diberikan kepada Bank Kalsel. Tak terkecuali juga DPRD Provinsi Kalsel, khususnya Ketua dan Komisi II DPRD Provinsi Kalsel maupun Panitia Khusus Permodalan yang telah berkontribusi besar terhadap penyusunan RAPERDA ini. Besarnya dukungan ini akan kami tindaklanjuti dengan komitmen memberikan layanan terbaik, sebagaimana tagline kami Setia Melayani, Melaju Bersama,” pungkas Hanawijaya. (ADV-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel mendorong agar terwujudnya Kabupaten/kota Layak Anak (KLA). Namun, saat ini masih terdapat satu wilayah yang belum menerima predikat tersebut yakni Kabupaten Kotabaru.
Saat berlangsungnya Rakoor RDA KLA ditingkat Provinsi yang diikuti sejumlah instansi dari berbagai bidang
Asisten bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Subhan Noor Yaumi, mengatakan, melalui rapat koordinasi (rakoor) yang digelar bersama dengan berbagai unsur ditingkat provinsi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi agar Kabupaten Kotabaru bisa mendapat predikat sebagai Kota Layak Anak (KLA).
“Mudah-mudahan dengan adanya rakoor ini bisa mendorong agar setidaknya Kotabaru bisa menyendang predikat KLA,” ujarnya usai membuka secara resmi Rakoor Rencana Aksi Daerah (RAD) Satuan Tugas Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) ditingkat provinsi tahun 2022 yang digelar di aula H Maksid Setdaprov Kalsel, Selasa (13/9).
Selain menyamaratakan persepsi, ia berkeinginan, agar instansi pengampu yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Kalsel dapat merumuskan serta dapat memecahkan bersama apa masalah yang terjadi sehingga wilayah ini tidak bisa menyandang predikat Kota Layak Anak (KLA).
“Semoga setelah adanya ini Kotabaru bisa mendapat predikat KLA,” harapnya.
Sementara itu, Kepala DPPPA Provinsi Kalsel melalui Kabid Pemenuhan Hak Anak, Andrian Anwary, memaparkan, saat ini pihaknya terus mendorong agar setiap wilayah mampu mempertahankan predikatnya.
“Secara tekhnis dan kedinasan kita sudah melakukan mengintervensi kabupaten/kota tak hanya Kotabaru. Tetapi, dalam berjalan ini mungkin ada beberapa kendala atau indikator-indikator yang belum terpenuhi,” ungkapnya.
Soal Kabupaten Kotabaru belum menyandang Kota Layak Anak, hal ini akan dirumuskan pihaknya bersama unsur penting agar daerah tersebut mampu serata dengan wilayah lain.
“Dengan keberadaan ini, membantu kita untuk mengukur dan memetakan sebagai Provinsi Layak Anak agar nantinya dapat disusul oleh kabupaten/kota dan mudah-mudahan Kotabaru bisa mendapat predikat KLA,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)
BANJARMASIN – Para mahasiswa yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya mahasiswa Universitas Islam Kalimantan (Uniska) agar bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, jangan jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang), tetapi jadilah mahasiswa yang aktif berorganisasi, rajin membaca buku, dan membiasakan diri untuk selalu berdiskusi.
Gubernur Kalsel saat menghadiri pengenalan mahasiswa baru Uniska
Pesan itulah yang disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, pada Pekan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Univesitas Islam Kalimantan (PKK-MB Uniska) Tahun 2022 di Gedung Sultan Suriansyah, pada Selasa (13/9) pagi.
Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini mengatakan, mahasiswa yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya seluruh mahasiswa Uniska, untuk terus menjadi insan yang berilmu, memiliki akhlak yang mulia, dan terus menjadi roda penggerak perubahan di Banua ke arah yang lebih baik kedepannya.
“Begitulah gambaran mahasiswa yang sebenarnya yakni mahasiswa yang sukses dalam akademik, dan sukses berorganisasi,” kata Paman Birin yang semasa kuliah aktif sebagai anggota Resimen Mahasiswa Uniska.
Paman Birin menuturkan, salah satu tujuan merajut pendidikan di universitas adalah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), karena peningkatan kualitas SDM adalah salah satu syarat mutlak dalam pembangunan bangsa.
“Untuk itu, mahasiswa patut berbangga dan bersyukur karena Uniska adalah kampus swasta terbesar di Kalsel yang merupakan kebanggaan rakyat Banua,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Paman Birin juga menyampaikan masa-masa dirinya berkuliah di Uniska di tahun 90-an dimana kampus Uniska masih berlokasi di belakang RS Islam.
“Alhamdulillah, sekarang banyak perubahan dan kampus kita tercinta ini sudah memiliki gedung sendiri,” katanya
Paman Birin berharap, para mahasiswa dapat bersungguh-sungguh menuntut ilmu dan selalu patuh kepada orang tua.
“Karena dua hal itu adalah kunci kesuksesan generasi yang diharapkan akan menjadi generasi berkualitas dan berdaya saing dan saat lulus dapat menjadi generasi yang tangguh serta terampil yang siap beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ucap Paman Birin.
Sementara itu, Rektor Uniska, Prof Abdul Malik dalam sambutannya mengungkapkan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan dan mempersiapkan mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa.
“Kegiatan ini diisi dengan berbagai kegiatan yang terkait dengan penanaman wawasan kebangsaan, cinta tanah air, bela negara dan mempelajari hal yang dapat menjadi bekal untuk mendukung keberhasilan mereka nanti,” katanya.
Pada tahun ajaran 2022/2023 ini, ada ribuan mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan PKK-Maba yang dilaksanakan secara langsung setelah 2 tahun masa pandemi.
“Alhamdulillah tahun ini bisa menggelar secara langsung dan Insya Allah akan berlangsung selama 4 hari dari 13 hingga 16 September 2022,” pungkasnya. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)