PHI ke 94, UPPD Banjarmasin I Beri Penghargaan Kepada Karyawan Terbaik

BANJARMASIN – Unit Pelayanan dan Pendapatan Daerah (UPPD) Banjarmasin I menggelar apel pagi sekaligus Peringatan Hari Ibu (PHI) ke 94 di halaman kantor UPPD Banjarmasin I, Kamis (22/12). Acara tersebut dipimpin oleh Kepala UPPD Banjarmasin I, Anni Hanisyah dan diikuti seluruh jajaran dan pegawainya.

Penyerahan Buket Bunga Dari Perwakilan Pegawai Kepada Kepala UPPD Banjarmasin I, Anni Hanisyah (kiri)

Kepala UPPD Banjarmasin I, Anni Hanisyah mengajak agar PHI ke 94 itu dijadikan momen untuk mengingat kembali perjuangan dan pengorbanan seorang ibu ketika menjalani perannya dalam membangun peradaban bangsa.

“Pada PHI ini, saya ingin mengingatkan kembali bagaimana pengorbanan seorang ibu dalam berjuang mendidik anak-anak mereka,” katanya kepada wartawan.

Oleh karena itu, Anni mengimbau kepada seluruh pegawainya untuk menghormati dan berbakti kepada kedua orang tuanya, khususnya ibu.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan pemberian penghargaan kepada karyawan terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja dan loyalitas mereka. Anni berharap hal ini bisa memberikan motivasi kepada karyawan yang lainnya untuk memberikan pelayanan terbaik di UPPD Banjarmasin I.

“Pemberian penghargaan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun,” jelasnya.

Adapun karyawan UPPD Banjarmasin I yang mendapatkan penghargaan yaitu pegawai ASN terbaik, Puti Saptiya Damayanti, Tenaga Honorer Terbaik, Hendra Widiawan Tenaga Keamanan Terbaik, Wawan dan Tenaga Kebersihan Khairil. Mereka mendapatkan piagam penghargaan dan uang tunai.

Pemberian Hadiah Kepada Warga Yang Membayar Pajak

Acara PHI ke 94 ini, selain berjalan tertib dan khidmat, juga berlangsung secara meriah dengan diisi berbagai macam kegiatan, diantaranya donor darah, tukar kado antar pegawai, makan bersama dan pemberian hadiah kepada warga yang datang membayar pajak di UPPD Banjarmasin I. (NRH/RDM/RH)

Jelang Nataru dan Libur Sekolah, Dispar Kalsel Imbau Jaga Keindahan Destinasi Wisata

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, mengimbau seluruh pengunjung menjaga keindahan dan kebersihan seluruh destinasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, kepada Abdi Persada FM pada Rabu (21/12) sore mengatakan, saat ini sudah memasuki masa liburan sekolah, dan akan berjalan selama dua pekan kedepan, bahkan menjelang Natal dan Tahun Baru 2023, sehingga berdampak dengan banyaknya destinasi wisata yang dikunjungi.

“Kami imbau para pengunjung, dapat terus mengutamakan keindahan, kebersihan dan protokol kesehatan, meski pandemi mulai melandai,” katanya

Syarifuddin menjelaskan, Kalimantan Selatan memiliki berbagai destinasi wisata yang beragam, mulai dari pariwisata alam, kuliner, dan wisata religi serta buatan, yang tersebar di tiga belas Kabupaten dan Kota. Hal itu tidak kalah bersaing dengan Provinsi besar lain di Indonesia.

“Pariwisata bangkit, perekonomian akan semakin maju di Banua,” jelas mantan Pjs Bupati Kotabaru ini.

Syarifuddin menambahkan, untuk semakin meningkatkan kunjungan wisatawan, baik lokal, luar daerah dan mancanegara. Selain Duta Pariwisata Kalimantan Selatan, pihaknya menggunakan media sosial dalam rangka mempromosikan destinasi wisata, karena sekarang zaman digital.

“Peran media massa baik elektronik, online, serta cetak, juga sangat besar dalam promosi destinasi wisata,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Gelar Mukerda, MUI Kalsel Bahas Masalah Keagamaan dan Umat

BANJARMASIN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) mulai 21 – 22 Desember 2022, disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin. Pembukaan Mukerda dilakukan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yang diwakili Staf Ahli Gubernur bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Sulkan, pada Rabu (21/12) sore.

Suasana pembukaan Mukernas MUI Kalsel

Gubernur Sahbirin Noor dalam sambutan tertulisnya menyebutkan, penguatan peran MUI harus senantiasa dilakukan agar organisasi ini bisa lebih banyak lagi memberikan kontribusi kepentingan masyarakat terutama umat Islam.

Apalagi tantangan yang dihadapi umat Islam akhir-akhir ini cukup kompleks dan beragam. Tentu saja hal ini membuat tugas dan peran MUI ke depan semakin bertambah berat.

Namun diingatkan, tugas dan peran yang semakin bertambah berat tersebut tidak perlu membuat lemah, tapi sebaliknya membuat semakin bersemangat untuk menjawab dan menyelesaikannya, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat akan eksistensi MUI.

“Pemerintah siap bergandengan tangan dengan MUI untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi saat ini,” ungkap Paman Birin.

Lebih lanjut disebutkan, MUI sebagai wadah tempat berkumpulnya para ulama dan intelektual muslim, memiliki arti sangat penting bagi Pemerintah Provinsi Kalsel yakni mitra untuk membantu pemerintah melaksanakan kegiatan pembangunan khususnya dalam bidang keagamaan.

Agama tak bisa dipisahkan dari negara, agama merupakan aspek fundamental yang tumbuh dan mengakar dalam kehidupan manusia. Agama menjadi sumber inspirasi dan pedoman bagi masyarakat dalam bersikap dan berperilaku hampir di semua gerak dan perjalanan kehidupan manusia.

Disebutkan juga, dalam satu dekade terakhir di Indonesia banyak persoalan yang muncul ke permukaan, memiliki keterkaitan atau hubungan dengan masalah-masalah agama.

Pemerintah dalam hal ini tidak bisa berdiam diri dan berlepas tangan karena persoalan itu menyebabkan masyarakat banyak yang notabene adalah tanggung jawab dan peran pemerintah di dalamnya untuk ikut terlibat penanganannya.

Sehubungan dengan itu pemerintah memerlukan bantuan dan kerjasama dan berbagai pihak, termasuk MUI dan ormas-ormas keagamaan lainnya sehingga berbagai persoalan bisa diselesaikan dengan baik dan optimal.

Sementara itu, Ketua MUI Kalsel, KH Husin Nafarin dalam sambutannya berharap, peserta yang terlibat, mengikuti jalannya kegiatan dengan serius dan bisa memberikan sumbang pikiran yang berguna bagi kemaslahatan umat.

Ketua MUI Kalsel

“Yang dibahas macam-macam, semua bidang di komisi-komisi MUI,” ujarnya kepada wartawan usai pembukaan Mukernas.

Turut diundang sebagai pemateri, dari pengurus Baznas Kalsel, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Kalsel, dan pihak pengelola keuangan haji, yang selanjutnya akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan MUI. (RIW/RDM/RH)

BLAS Festival, Paman Birin: Bentuk Kontribusi Membangun SDM Untuk Banua

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira menghadiri sekaligus membuka Being Impactful As Sociopreneur (BLAS) Festival 2022 di Wetland Square Banjarmasin pada Rabu (21/12).

Suasana BLAS di Banjarmasin

Turut hadir, Ketua umum Hasnur Center Nila Susanti Sulaiman, Eksekutif Direktor Yayasan Hasnur Center, Zulfikar Alimuddin, Mantan Rektor ULM, Sutarto Hadi, anggota DPRD Kalsel Hasanuddin Murad, dan undangan lainnya.

Gubernur mengapresiasi penyelenggaraan BLAS Festival yang diselanggarakan Hasnur Center yang dinilai sebagai bentuk kontribusi aktif dalam membangun SDM di Banua.

BLAS Festival diakui mampu menjembatani para pemuda dalam mengembangkan kompetensi diri, meningkatkan keahlian di bidang wirausaha, mengasah jiwa kompetitif, serta memperluas wawasan seputar skill yang relevan dengan zaman sekarang.

Event ini diyakini dapat menumbuhkan literasi kewirausahaan di kalangan generasi muda, bagaimana membangun karakter positif seorang wirausaha, menyiapkan strategi untuk bersaing di era global, dan skill apa saja yang dibutuhkan untuk menunjang kesuksesan dalam berwirausaha.

Motivasi dan brainstorming akan menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri bagi mereka yang baru hendak terjun ke dunia usaha. Sementara bagi mereka yang telah menjalankan kegiatan usaha, terutama di sektor UMKM, literasi dan pengalaman dari ahli sedikitnya dapat membantu mengelevasi performa dan daya juang mereka.

“Saya juga mendukung rangkaian gelaran BLAS yang dapat menumbuhkan literasi di dunia kerja,” ujar gubernur.

Tenaga kerja yang profesional dan berdaya saing memiliki mindset dan karakter yang kompetitif, adaptif, namun juga mengedepankan nilai-nilai humanis. Tenaga kerja profesional memiliki peran penting dalam pembangunan daerah maupun pembangunan nasional.

Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, banyak skill- skill baru yang dibutuhkan sesuai dengan relevansi kebutuhan dunia industri. Hal itu kiranya dapat dibedah lebih jauh dan diedukasikan kepada calon angkatan kerja di Kalsel.

Sementara itu, Eksekutif Direktor Yayasan Hasnur Center, Zulfikar Alimuddin menyebutkan, BLAS Festival turut mendorong pelaku UMKM di Kota Banjarmasin.

Event ini ujar Zulfikar, direncanakan jadi agenda tahunan dan membawa misi kegiatan ke tingkat nasional. Festival ini dirangkai dengan kegiatan edukasi yang berlangsung 19 – 21 Desember, kemudian kegiatan profesional berupa expo dan job fair yang melibatkan puluhan perusahaan, dan interpreneur yang melibatkan para pelaku UMKM di Kota Banjarmasin. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Hari Kedua Workshop Excellent Broadcaster : LPPL Harus Menyebarluaskan Informasi Hingga ke Desa

SEMARANG – Workshop Excellent Broadcaster, dengan tema “Menjadi Praktisi Radio yang Adaktif di Era Digital” yang digelar Persatuan Radio TV Publik Daerah Seluruh Indonesia (INDONESIAPERSADA.ID) memasuki hari kedua, Rabu (21/12)

Kepala RRI DIY Yogyakarta, Nazwin Achmad, saat memberikan materi mengenai Program Penyaran Radio menyampaikan, ide serta kreatifitas harus di implementasikan kedalam sebuah konten yang baik. Agar masyarakat pun dapat meniru, dan bijak dalam bermedia.

“Program hendaknya mudah ditangkap dan dimengerti. Karena hal ini menjadi wadah yang solutif dari pertanyaan publik, sehingga terciptanya respon balik dari masyarakat atau pendengar, ” ucapnya.

Sementara pada materi Peran LPPL dalam turut menciptakan ketahanan nasional, tenaga profesional Lembaga Pertahanan Nasional RI, Dwi Hernuningsih menyampaikan, keberagaman budaya yang ada di Indonesia dapat menjadi sumber konten program yang tidak ada habisnya.

“Buatlah program yang dapat menjadi ketahanan nasional di daerah, isu yang menarik, dengan nilai jual dan diminati pendengar,” ujarnya.

Dwi juga mengungkapkan, setiap orang punya kuasa atas media berbasis digital. Namun struktur masyarakat Indonesia masih ada yang belum melek teknologi, membuat LPPL hendaknya membangun konten inklusif (kesetaraan/adil) dengan cara menyebarluaskan informasi di beragam lini.

Seluruh LPPL se-Indonesia peserta workshop yang didukung oleh Pemprov Jateng, LPP RRI, dan PT PLN (Persero) ini juga diharapkan dapat menjangkau partisipasi publik, untuk terlibat dalam penyebarluasan informasi sampai ketingkat desa, sehingga tercipta rasa memiliki terhadap LPPL di daerahnya. (EPS/RDM/RH)

South Borneo Open Karate Championship Paman Birin Cup 2022, Resmi Digelar

BANJARBARU – South Borneo Open Karate Championship Paman Birin Cup 2022 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), resmi digelar di GOR Rudy Resnawan, Banjarbaru.

Kejuaraan ini diselenggarakan mulai 21 – 23 Desember 2022, dan diikuti oleh 1.300 lebih atlet dari Kalsel, Kaltim dan Kalteng.

Pembukaan kejuaraan karate piala paman birin ditandai dengan pemukulan Gong Oleh Gubernur Kalsel, Sahbirn Noor diwakili oleh Plt Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Subhan Noor Yaumil didampingi Forkopimda Kalsel, Kadispora Kalsel Hermansyah serta Wakil Walikota Banjarbaru Wartono, di GOR Rudy Resnawan, Rabu (21/12).

Plt Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Subhan Nor Yaumil (tengah) saat memukul gong tanda dimulainya pertandingan

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Kalsel mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk melihat bakat maupun kemampuan para atlet,  yang mana pada ajang ini mereka dituntut berkompetensi menjadi yang terbaik.

“Melalui kejuaraan ini dapat dijadikan wahana untuk pencarian bibit karate yang berprestasi yang diharapkan dapat menjadi generasi penerus para karateka di banua,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya kejuaraan ini para atlet mendapatkan pengalaman serta dapat membentuk karakter dan mental yang kuat sehingga mampu menjadi pribadi yang sprotif dan berkualitas.

“Oleh karena itu, sekarang dan kedepan Pemprov Kalsel terus mengupayakan kemajuan olahraga di banua, pembinaan dan kompetisi yang berjenjang sehingga melahirkan atlet yang berpotensial khususnya cabang olahraga karate,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris FORKI Kalsel sekaligus Kadispora Kalsel, Hermansyah menambahkan kegiatan South Borneo Open Karate Championship Paman Birin Cup diikuti 1356 atlet, 67 pelatih dan 23 official serta 38 Kontigen.

“Ini membuktikan bahwa kegiatan ini mendapatkan antusias yang sangat besar dari seluruh keluarga besar FORKI Kalsel,” ungkapnya.

Untuk diketahui Kegiatan juga dirangkai dengan pengalungan mendali dan penyerahan sertifikat juara Pra Pemula Perorangan Putera yang dilakukan oleh Plt Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Subhan Noor Yaumil dan Kadispora Kalsel Hermansyah. (SYA/RDM/RH)

Bakesbangpol Kalsel Umumkan Pemenang Lomba Video Animasi Sadar Politik Bagi Pemilih Muda

BANJARMASIN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengumumkan pemenang Lomba Video Animasi Sadar Politik Bagi Pemilih Muda bertempat di Siring Menara Pandang, Rabu (21/12).

Suasana Pengumuman Pemenang Lomba Video Animasi

Kepala Bakesbangpol Kalsel diwakili Sekretaris-nya, Hasanuddin menyampaikan bahwa video animasi ini nantinya akan digunakan sebagai media edukasi bagi para pemilih muda yang akan disebarluaskan melalui media sosial maupun juga ke sekolah-sekolah.

“Kita ingin mengedukasi masyarakat, khususnya pemilih pemula dengan media kekinian dan menyenangkan sehingga lomba video animasi ini digelar. Diharapkan sosialisasi melalui video ini, anak-anak muda lebih mudah menyerap dan dapat meningkatkan kesadaran politik mereka,” kata Hasanuddin didampingi Kabid Politik, Ida Saptika Dewi, kepada wartawan.

Hasanuddin mengungkapkan ada 13 video animasi yang ikut lomba yang dilaksanakan pada 14 November hingga 18 Desember 2022 lalu. Setelah itu dilakukan penjurian dengan beberapa kriteria dan ketentuan sehingga terpilih tiga video yang menjadi pemenangnya.

Sementara Juara I lomba video animasi, Muhammad Fikri Assidiqi mengaku senang dan berharap agar video yang dibuatnya bisa mengedukasi para pemilih pemula terkait Pemilu 2024 mendatang.

“Ini pertama kali saya bikin video animasi dan lumayan sulit. Masih meraba-raba bagaimana proses pembuatannya. Kalau ide, saya mencari fakta baru dan ketemu tentang asal usul tinta ungu,” terang mahasiswa jurusan Manajemen ini.

Untuk Juara I, Fikri mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp7 juta dan piagam penghargaan. Juara 2, Fiersa Fiswa mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp4 juta dan piagam penghargaan serta Juara 3 perwakilan Multi Media SMKN 1 Gambut mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp2,5 juta dan piagam penghargaan.

Rencananya tiga video animasi ini akan disebarluaskan melalui media sosial pada bulan Januari 2023 mendatang. (NRH/RDM/RH)

Masyarakat di Kalsel Diminta Hindari Penghapusan Data Kepemilikan Ranmor

BANJARMASIN – Masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) diminta untuk menghindari penghapusan data kepemilikan kendaraan bermotor (ranmor).

Hal itu disampaikan, Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Suripno Sumas kepada wartawan, usai melaksanakan sosialisasi Undang Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas, Selasa (20/12).

“Karena sesuai Pasal 74 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 bagi ranmor yang habis masa berlaku pajak kendaraan bermotor (PKB)-nya ditambah dua tahun tanpa menyelesaikan pengurusan atau pendaftaran ulang akan dihapus dari data kepemilikan sehingga dinyatakan bodong,” katanya.

Menurut Suripno, dengan mendaftarkan ulang kendaraan bermotor dan menyelesaikan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) maka hal itu juga membantu pemerintah daerah dalam hal pendapatan. Lantaran berdasarkan data Badan Keuangan Daerah Kalsel bahwa hingga tahun 2022 ini, PKB yang belum dibayar lebih dari Rp1 triliun.

“Padahal PKB salah satu sumber pendapatan asli daerah untuk pembiayaan pembangunan,” jelasnya.

Sementara, Pamin 3 SiSTNK Subdit Regident Direktorat Lalulintas Polda Kalsel, Ipda Nova Anggraeni sebagai narasumber dalam sosialisasi tersebut mengungkapkan berdasarkan data di tahun 2022 ini, ada 45,99 persen atau sekitar 239.070 wajib pajak di Banjarmasin yang belum membayar PKB.

“Banyak faktor yang menyebabkan warga tidak membayar pajak, tetapi yang lebih dominan adalah kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. Padahal pajak ini digunakan untuk kepentingan kita bersama dan pembangunan di Banua,” tambahnya.

Suasana Sosper UU 22/2017 oleh Anggota DPRD Kalsel, Suripno Sumas

Oleh karena itu, Polda Kalsel gencar melakukan sosialisasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 pasal 74 kepada masyarakat di Kalsel. Diharapkan para peserta sosialisasi dapat mengetahui dan menyebarluaskan ke orang-orang disekitarnya tempat tinggal mereka.

“Kita sudah lakukan sosialisasi dan informasi kepada masyarakat, seperti kegiatan kali ini bekerjasama dengan anggota DPRD Kalsel yang mengundang Ketua RT dan Ketua RW di kota Banjarmasin,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

176 Bintara Lulusan SPN Polda Kalsel Gelombang II TA 2022 Dilantik dan Diambil Sumpah

BANJARBARU – Sebanyak 176 Bintara lulusan Pendidikan dan Pembentukan (Diktuk) Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), dilantik dan diambil sumpah oleh Wakapolda Kalsel Mohamad Agung Budijono, di lapangan Pramasatwika SPN Polda Kalsel, pada Rabu (21/12).

Wakapolda Kalsel, Mohamad Agung Budijono (kanan) saat melakukan pengambilan sumpah kepada Bintara

Dalam amanat Kalemdiklat Polri, Rycko Amelza Dahniel, yang dibacakan oleh Wakapolda Kalsel Mohamad Agung Budijono, mengucapkan selamat kepada para Bintara Remaja Polri yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan pembentukan Bintara Polri Golongan II (dua) tahun anggaran 2022 ini.

Wakapolda Kalsel, Mohamad Agung Budijono saat membacakan sambutan Kalemdiklat Polri

Dengan berakhirnya program pendidikan selama 5 bulan di Sepolwan, Pusdik Brimob, Pusdik Sabhara, Pusdik Binmas, Pusdik Polair Lemdiklat Polri dan seluruh SPN Polda ini, maka Polri telah berhasil menambah personil golongan pangkat Bintara sebanyak 10.507 orang, terdiri dari 10.004 polisi laki laki dan 503 polisi wanita.

“Dari jumlah tersebut, maka sebanyak 9.407 (orang) akan melaksanakan tugas sebagai Bintara polisi tugas umum, 500 Bintara Brimob, dan 100 Bintara Polair,” paparnya.

Dengan program pendidikan yang terbilang singkat, Rycko berharap lulusan Bintara terus mengasah kemampuannya dalam menjaga keamanan negara, serta melayani dan mengayomi rakyat dengan sepenuh hati.

Ia juga berpesan agar lulusan Bintara ini dapat kembali mengharumkan citra kepolisian. Meski diakuinya, Polri telah melakukan 3 strategi untuk mengembalikan kepercayaan publik, yakni melalui optimalisasi literasi di area publik, optimalisasi manajemen media untuk menjelaskan kinerja dan zero penyimpangan personel.

“Ini penting karena suka tidak suka saat ini Indonesia mengandung paham demokrasi yang mana seluruh kekuasaan di tangan rakyat, rakyat pemegang kekuasaan tertinggi di negara ini,” bebernya.

Oleh sebab itu, Ia menegaskan, agar Bintara maupun anggota kepolisian lainnya untuk tidak melanggar sumpah yang telah diucapkan ketika memasuki dunia kepolisian.

“Jika ada pelanggaran, maka tidak hanya hukum dan pidana yang akan diberikan, tetapi juga sanksi disiplin, kode etik dan sanksi moral,” tegasnya. (SYA/RDM/RH)

Raperda Pajak Daerah DPRD Banjarmasin, Batal Menarik Pajak Online

BANJARMASIN – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Pajak Daerah di DPRD Banjarmasin, batal melakukan penarikan pajak online.

Suasana Rapat Pansus Raperda Pajak Daerah, di ruang Komisi II DPRD Banjarmasin

Ketua Pansus Raperda tersebut, Bambang Yanto Permono, usai rapat pada Rabu (21/12) menjelaskan, sebelumnya sempat dibahas bersama anggota rencana penarikan pajak online, yaitu bagi warga yang ingin melakukan pemesanan makanan secara online, akan dikenakan pajak 10 persen, untuk penarikan bekerjasama dengan Bank Kalsel.

Ketua Pansus Raperda Pajak Daerah DPRD Banjarmasin, Bambang Yanto Permono

“Setelah sempat dibahas beberapa kali, anggota pansus sepakat dibatalkan, karena tidak ada regulasi khusus yang mengatur,” katanya

Disampaikan Bambang, dalam pembahasan ini telah dilakukan finalisasi dan untuk penarikan pajak daerah, bagi karaoke keluarga dan karaoke umum, dalam aturannya akan disamakan sebesar 40 persen. Hal itu bertujuan untuk menambah pendapatan Asli Daerah bagi kota seribu sungai.

“Raperda ini merupakan usulan dari Pemko, semoga menambah PAD,” ucapnya

Lebih lanjut Bambang menambahkan, item pajak daerah sekarang menyesuaikan dengan Undang Undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah menjadi lima item, diantaranya pajak makan dan minum, hiburan, restoran serta rumah makan.

“Kami berharap setelah finalisasi, dapat segera disahkan melalui rapur,” pungkasnya

Untuk diketahui, rapat panitia khusus finalisasi Raperda Pajak Daerah DPRD Banjarmasin, berlangsung di ruang Komisi II Dewan Banjarmasin, dipimpin Ketua Bambang Yanto Permono, didampingi Wakilnya Awan Subarkah, dengan anggota Gusti Yasni Iqbal, Mathari, Abdul Gais, Syarifah Sakinah, Ismail Ibrahim, Abdurrasyid Ridha, dan Rahman Nanang Riduan, dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga Pariwisata Iwan Fitriady, Perwakilan Bakueda, Dinas Perhubungan, dan Bagian Hukum. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version