PPATK Hadiahi Bank Kalsel Predikat Atas Pengukuran FIR On ML/TF 2022

BANJARMASIN – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengadakan Diseminasi Financial Integrity Review and Rating on Money Laundering/Terrorism Financing (FIR on ML/TF) untuk mengukur tingkat efektivitas dan evaluasi integritas sistem keuangan Indonesia dari perspektif rezim APU PPT, yang bertujuan menjaga integritas sistem keuangan Indonesia.

Kegiatan dihadiri Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, Deputi Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan PPATK, Pejabat eselon I dan II di lingkungan PPATK, Perwakilan Lembaga Lembaga Pengawas dan Pengatur, Perwakilan Lembaga Penegak Hukum, Tim Ahli dan Akademisi dari Universitas Sumatera Utara, Universitas Sriwijaya, Universitas Padjajaran, Universitas Airlangga, Universitas Udayana, Universitas Jember, Universitas Airlangga, Politeknik Statistik STIS, Kroll Indonesia, Direktur Kepatuhan Penyedia Jasa Keuangan (Bank, Non-Bank,) dan Direktur PBJ.

Hasil pengukuran FIR on ML/TF merupakan hasil evaluasi atas tingkat komitmen Pihak Pelapor dalam mendukung penelusuran transaksi keuangan terkait indikasi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT), tingkat implementasi tata kelola pelaporan APU PPT, dan tingkat kepatuhan Pihak Pelapor terhadap kewajiban pelaporan bagi Bank Umum dan BPR, Penyedia Jasa Keuangan Non Bank, serta Penyedia Barang dan/atau Jasa.

Melalui hasil pengukuran ini, diharapkan dapat menjadi saran perbaikan dalam rangka mendukung kondisi penguatan integritas keuangan, memberikan kontribusi untuk kesejahteraan dan keamanan negara serta keberlanjutan stabilitas keuangan terutama dalam menciptakan iklim investasi yang baik.

Pada kegiatan Diseminasi Penilaian Financing Integrity Rating (FIR) yang dilaksanakan pada 14 Desember 2022 di Jakarta, tersebut, Bank Kalsel berhasil meraih Piagam Penghargaan dengan Predikat A atau Sangat Baik atas pengukuran FIR on ML/TF yang dilakukan PPATK pada September – Oktober 2022.

Hal ini mencerminkan tingkat komitmen dalam mendukung PPATK dan Aparat Penegak Hukum untuk melakukan penelusuran transaksi keuangan terkait indikasi TPPU/TPPT, tingkat implementasi tata kelola pelaporan APU PPT sesuaiketentuan LPP dan pedoman pelaporan PPATK dan tingkat kepatuhan terhadap kewajiban pelaporan APUPPT kepada PPATK serta kualitas formil dan materil atas keseluruhan laporan yang disampaikan.

Piagam Penghargaan diterima Direktur Utama Bank Kalsel yang dalam hal ini diwakili Kepala Bagian APU dan PPT Divisi Manajemen Risiko Bank Kalsel, Gessy Mayriris Pasaribu.

Menanggapi raihan tersebut, Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya, menyampaikan apresiasinya terhadap PPATK atas penilaian yang telah diberikan, serta berkomitmen untuk senantiasa menjaga integritas seluruh insan Bank Kalsel dari risiko TPPU/TPPT.

“Saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas Piagam Penghargaan yang telah diberikan PPATK dengan mengganjar Predikat A atau Sangat Baik pada pengukuran FIR on ML/TF. Penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh Insan Bank Kalsel yang senantiasa menjaga integritasnya menghindari transaksi keuangan menyangkut TPPU/TPPT. Bank Kalsel berkomitmen untuk mempertahankan maupun meningkatkan indikator penilaiain FIR on ML/TF menjadi lebih baik lagi di masa akan datang, sehingga berkontribusi dalam menjaga dan memperkuat integritas sektor keuangan Indonesia dari risiko TPPU & TPPT,” pungkas Hanawijaya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Ikuti Perkembangan Zaman, INDONESIAPERSADA.ID Gelar Workshop Excellent Broadcaster

SEMARANG – Persatuan Radio TV Publik Daerah Seluruh Indonesia (INDONESIA PERSADA.ID) menggelar kegiatan Workshop Excellent Broadcaster di salah satu hotel di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (20/12).

Direktur Utama RRI Hendrasmo saat membuka kegiatan ini mengatakan, rata-rata orang Indonesia berselancar di dunia maya selama 8 jam 36 menit.

“Sebuah hasil survei We Are Sosial mengungkap fakta mengejutkan ini. Dari waktu 24 jam dalam sehari, orang Indonesia hanya mendengarkan radio konvensional secara intens selama 37 menit saja. Walaupun waktu paling sedikit mendengarkan radio daripada media lain, namun tingkat kepercayaan terhadap informasi radio memegang poin tertinggi dibanding media lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekjen Indonesia Persada.id Rita Zulkarnaen menyampaikan, sesuai perkembangan zaman, pola kehidupan masyarakat sedikit demi sedikit mulai berubah ke arah modern digitalisasi.

“Salah satu perubahan dalam kehidupan masyarakat terlihat dari penerimaan informasi melalui pesan text. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa pengaruh besar terhadap industri media, khususnya bagi radio dan televisi konvensional,” ujarnya.

Dengan adanya tantangan tersebut menurut Rita, sebanyak 30 LPPL se-Indonesia yang tergabung dalam persatuan radio tv seluruh Indonesia (Persada.id) dikumpulkan dalam kegiatan ini.

Workshop yang rencananya digelar selama 3 (tiga) hari ini didukung oleh Pemprov Jateng, LPP RRI, dan PT PLN (Persero) ini mengajak kepada seluruh peserta untuk berkolaborasi meningkatkan kapasitas, agar lembaga dapat lebih optimal dalam menyajikan informasi. (EPS/RDM/RH)

Basarnas Banjarmasin Siaga SAR Khusus Natal 2022 dan Tahun Baru 2023

BANJARBARU – Menjelang libur natal 2022 dan tahun baru 2023 (nataru), Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin melaksanakan siaga SAR khusus nataru.

Kegiatan siaga SAR khusus tersebut dilaksanakan sejak tanggal 19 Desember – 3 Januari 2023.

Senin (19/12) pagi, tim menggelar apel Gelar Pasukan, yang dilaksanakan di Lapangan Avignam Kantor Basarnas Banjarmasin.

Apel ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin, Al Amrad dan diikuti oleh seluruh personil.

Dalam sambutannya, Al Amrad menyebutkan, siaga SAR khusus ini dimaksudkan untuk mendukung kegiatan pengaturan dan pengendalian transportasi selama periode natal 2022 dan tahun baru 2023. Hal ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang akan melaksanakan mudik ataupun liburan.

“Agar seluruh personil melaksanakan siaga SAR khusus tetap pada prinsip yaitu quick response of SAR dalam respon setiap bentuk kedaruratan secara profesional, sinergi dan militan,” ujarnya.

Kantor Basarnas Banjarmasin sendiri menurutnya, mensiagakan sekitar 83 personil yang tersebar di Kantor Basarnas Banjarmasin, 1 Pos SAR dan 2 unit siaga SAR, yakni di pos SAR Kotabaru, Unit Siaga SAR Tabalong dan Unit Siaga SAR Batulicin.

“Tingkatkan kesiapan personil alut dan peralatan agar kecepatan waktu tanggap dan waktu tempuh dapat tercapai secara maksimal, sehingga semakin banyak korban yang bisa diselamatkan apabila dibutuhkan saat operasi SAR,” tutur Al Amrad.

Untuk alut yang disiapkan, dijelaskannya antara lain berupa Kapal RB 207 Banjarmasin, Kapal RB 306 Banjarmasin, Kapal 12 Meter KN 407, RIB 01 dan 02, peralatan penyelamatan di air, peralatan penyelamatan pada kecelakaan kendaraan, peralatan penyelamatan di gunung hutan dan peralatan penyelamatan di reruntuhan.

“Nantinya tim yang melaksanakan siaga SAR khusus akan mobile ke tempat-tempat wisata dan titik-titik jalur arus mudik seperti bandara dan pelabuhan, serta Posko Posko Gabungan,” tutup Al Amrad. (SAR.BJM-RDM/RH)

Menuju Zona Putih, Pemprov Kalsel Gelar Rakor Penanganan PMK

BANJARBARU – Pertengahan tahun 2022 lalu, penyakit mulut dan kuku pada ternak, sempat menyebar di Indonesia, yang berawal dari provinsi Jawa Timur. Penyakit ini cepat menyebar termasuk di Kalimantan Selatan, mengingat provinsi Jawa Timur merupakan pemasok ternak sapi terbesar di Indonesia. Menyikapi hal ini, Kementrian Pertanian pun bertindak cepat dengan memberikan vaksin PMK ke seluruh Indonesia, dengan keutamaan pada daerah-daerah yang terkena penyakit ternak ini. Provinsi Kalimantan Selatan sendiri, mendapatkan jatah vaksin PMK ini sejak akhir Juni 2022.

“Hingga 17 Desember 2022, vaksinasi PMK di Kalsel mencapai 81.581 dosis atau 70,83 persen dari total vaksin yang telah didistribusikan ke kabupaten/kota, sebanyak 115.150 dosis”, ujar Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar, saat memberikan sambutan saat rapat koordinasi penanganan PMK di ruang Aberani Sulaiman Setdaprov Kalsel, pada Senin (19/12).

Roy mengatakan, Upaya pengendalian PMK dilaksanakan melalui satgas penanganan penyakit kuku dan mulut, dengan langkah penanganan antara lain, pembuatan surveilans percepatan vaksinasi, pengendalian lalu lintas hewan rentan PMK, kecepatan pendataan dan penandaan hewan rentan PMK, dan monitoring serta koordinasi dan evaluasi langkah-langkah yang secara konsisten dengan satgas kabupaten/kota di Kalsel. Hasilnya, Kalsel berhasil masuk ke wilayah nol laporan kasus (area zero reported case).

“Bahkan berkat kerja keras ini, Kalsel mendapat penghargaan dari Menteri Pertanian, sebagai provinsi dengan tingkat vaksinasi penyakit mulut dan kuku terbaik,” tambahnya.

Terakhir Roy menyampaikan, catatan yang perlu dilakukan pada 2023. Yakni menyusun strategi vaksinasi dan jadwal pelaksanaan di level kabupaten/kota terutama pada sapi, peningkatan sistem biosecurity dan unit peternakan dan pengolahan produk atau hewan, pengawasan lalu lintas hewan rentan PMK, dan peningkatan komunikasi dan edukasi pada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, drh Suparmi, kepada wartawan usai acara mengatakan, tujuan rakor ini adalah untuk meningkatkan koordinasi dalam penanggulangan dan pengendalian penyakit PMK, evaluasi penanganan PMK di tingkat kabupaten/kota dan provinsi, sehingga diketahui permasalahannya dan ditetapkan langkah – langkah pemecahan masalah.

“Output yang diharapkan adalah, penanganan PMK di Kalsel lebih efisien dan dapat terkendali, dan Kalsel menuju zona putih dapat terwujud, serta terwujudnya harmonisasi kebijakan penanggulangan dan pengendalian PMK,” harapnya. (RIW/RDM/RH)

Tinjau Pasar Raya TPID 2, Ini Komitmen Sekdaprov Kalsel

BANJARMASIN – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalimantan Selatan Roy Rizali Anwar, didampingi Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian, Biro Perekonomian Provinsi, Agus Salim, melakukan peninjauan kegiatan Pasar Raya TPID 2 di halaman Kantor Gubernur Kalsel di Banjarmasin pada Minggu (18/12).

Turut melakukan peninjauan kegiatan dalam rangka pengendalian inflasi ini, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalsel Wahyu Pratama, dan Kepala Bulog Divisi Regional Kalsel, Muhammad Imron Rosyadi.

Pasar Raya yang didalamnya ada pasar murah ini, adalah upaya Pemprov Kalsel untuk mengendalikan inflasi sebagaimana yang terus diharapkan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin.

Pasar Raya kedua yang diselenggarakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel ini, menyediakan sejumlah bahan pokok bersubsidi sehingga harga komoditas yang ditawarkan menjadi lebih murah.

Sekdaprov Kalsel (baju hitam) saat meninjau Pasar Raya TPID 2

Contohnya beras premium isi 5 kilogram cuma Rp40.000, dan langsung diserbu antrean warga, yang sudah berkumpul sejak pagi. Selain itu ada awang merah dengan harga Rp20.000 per kilogram, sayur mayur hingga ikan yang jauh lebih murah dibanding harga pedagang di pasar.

Selain menyaksikan antusias masyarakat berbelanja di area pasar raya, Sekdaprov juga berdialog dengan pengunjung dan pedagang.

Beberapa hal penting yang menjadi perhatian Sekdaprov didiskusikan dengan Kepala Bulog Divre Kalsel dan Kepala Kantor Perwakilan BI Kalsel di area Pasar Raya, yang diselenggarakan 16 – 18 Desember 2022 itu.

“Saya lihat, beras yang saat itu menjadi perhatian banyak masyarakat, dan ini perlu ditindaklanjuti dengan serius. Kalo perlu diselanggarakan penjualan khusus beras beberapa kali lagi di penghujung tahun ini agar bisa membantu masyarakat, ” ujarnya.

Sebelumnya, kegiatan serupa juga berlangsung di halaman Kantor Gubernur Kalsel di Banjarmasin ini, pada 18 – 20 November 2022 lalu. (RIW-BIROADPIM/RDM/RH)

Bank Kalsel Raih Penghargaan GCG and Risk Management

BANJARMASIN – Bank Kalsel raih apresiasi bergengsi pada event yang diselenggarakan Majalah Economic Review, atas keberhasilan dalam menerapkan manajemen risiko yang baik, penerapan IT Governance and Resource yang memadai, dalam penerapan prinsip dan penerapan tata kelola.

Dua penghargaan yang diterima Bank Kalsel

Pada kesempatan ini, Bank Kalsel berhasil memperoleh anugerah penghargaan 3rd The Best GCG Management -VII-2022 (Kategori : Asset Rp15 hingga Rp20 trilyun) dan 3rd The Best Indonesia Enteprise Risk Management-V-2022 (Kategori : Asset Rp15 hingga Rp20 trilyun).

Ajang tersebut diselenggarakan Majalah Economic Review bekerjasama dengan Indonesia Asia Institute, Indonesia Leaders Foundation, Perempuan Pemimpin Indonesia, Ideku Group dan didukung dewan juri independen dan profesional dari IPMI International Business, Perbanas Institute dan Universitas Pertamina.

Raihan ini menegaskan penerapan prinsip tata kelola perusahaan dan manajemen risiko yang baik oleh Bank Kalsel, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dewan juri menilai kinerja tata kelola perusahaan dan manajemen risiko berdasarkan data publik yang diperoleh dari website, Laporan Tahunan 2021 dan info publik lainnya.

Penilaian dilakukan kepada 1.000 perusahaan publik Tbk dan non Tbk, dimana penyaringan diawali dari kinerja keuangan, Tata Kelola Perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG) dan Risk Management Process per Desember 2021.

Penghargaan diterima oleh Suriadi selaku Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel, mewakili Direktur Utama Bank Kalsel secara daring akhir pekan tadi.

Dalam kesempatan tersebut, Suriadi mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas apresiasi yang diberikan.

“Mewakili manajemen dan seluruh insan Bank Kalsel, mengucapkan terimakasih yang sebesar- besarnya atas penghargaan yang diberikan oleh Economic Review dan Dewan Juri atas penghargaan yang diberikan. Semoga melalui raihan ini, menjadikan kami semakin bersemangat dalam bekerja untuk memberikan kinerja dan layanan terbaik bagi masyarakat,” tutur Suriadi.

Ia menambahkan, penghargaan ini tidak lepas dari dukungan seluruh pemegang saham dan nasabah setia Bank Kalsel.

“Kami harap penghargaan ini dapat memacu seluruh insan Bank Kalsel untuk meningkatkan kinerja, tata kelola perusahaan dan penerapan manajemen risiko yang lebih baik lagi sehingga membuat prestasi Bank Kalsel semakin baik lagi di tengah transformasi digital yang kami lakukan untuk nasabah setia,” pungkas Suriadi. (ADV-RIW/RDM/RH)

Wakil Rakyat Kalsel Inginkan Budaya Banua dan Kearifan Lokal Terus Lestari

BANJARMASIN – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rachmah Norlias menginginkan Budaya Banua dan Kearifan Lokal terus lestari.

Untuk itu, ia gencar melaksanakan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2017 tentang Budaya Banua dan Kearifan Lokal. Kali ini sosialisasi bertempat di Aula Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel, Senin (19/12).

“Diharapkan melalui sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman tentang budaya dan kearifan lokal sehingga terus melekat di kehidupan kita sehari-hari,” katanya kepada wartawan.

Dalam kesempatan itu, Rachmah juga berharap semua pihak bisa melakukan inovasi dan berkreasi dalam rangka turut serta melestarikan budaya Banjar dan kearifan lokal.

“Misalnya di Dispersip Kalsel bisa menyediakan pakaian adat Banjar untuk dipinjamkan atau disewakan kepada pengunjung perpustakaan yang ingin berfoto karena bentuk kantor Dispersip ini sudah serupa rumah Banjar. Mudah-mudahan saran ini bisa diterima,” harapnya.

Sementara, Kepala Bidang Pembinaan dan Pelayanan Perpustakaan Dispersip Kalsel, Wildan Akhyar mengungkapkan pihaknya terus berinovasi dalam pelayanan perpustakaan.

Salah satunya dengan membuat ruang layanan “Local Content” yang menyediakan buku-buku yang ditulis oleh penulis-penulis lokal yang isi bukunya tentang Kalsel.

“Kedepan, kita mencoba mengeksplor hal-hal lain yang berbau budaya lokal, apakah nanti pakaian khas Banjar atau pakaian pengantin Banjar,” jelasnya.

Menurut Wildan, usulan itu akan ditelaah lagi sehingga konteks perpustakaan sekarang dimana perpustakaan sebagai pusat kegiatan menyediakan banyak hal dan terutama mengedepankan budaya lokal bisa terlaksana dengan baik. (NRH/RDM/RH)

Legislator Kalsel Dorong Penguatan Wasbang Terhadap Generasi Muda

BANJARMASIN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Suripno Sumas kembali mengundang generasi muda dalam sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang). Lantaran, menurutnya, generasi muda sebagai generasi bangsa penerus perjuangan cita-cita bangsa perlu lebih mengerti dan menguatkan pemahaman mereka tentang nilai-nilai Ideologi Pancasila dan wasbang.

“Oleh karena itu melalui sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wasbang dapat memantapkan pemahaman terhadap Ideologi Pancasila dan Wasbang,” katanya kepada wartawan, Sabtu (17/12).

Suripno berharap, saat ini yang terpenting adalah penghayatan dan pengamalan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sehari-hari sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terus terjaga.

Pada sosialisasi kali ini, Suripno menghadirkan narasumber yaitu mantan Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Kalsel, Fatimah Adam dan Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalsel Muhammad Yusuf.

Dalam sosialisasi tersebut, Fatimah Adam lebih banyak mengenalkan anak-anak muda binaannya yang dianggap sukses dan diharapkan bisa sebagai motivator, inisiator dan katalisator untuk generasi muda lainnya.

Suasana Sosialisasi Wawasan Kebangsaan oleh Anggota DPRD Kalsel, Suripno Sumas

Fatimah menyontohkan seorang anak muda yang dianggap sukses berwirausaha, Hendry dengan bermodal kerja keras dan kejujuran mendapatkan kepercayaan sebagai agen LPG di Banjarmasin dan Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Karena kejujuran selain sebagai implementasi dari Ideologi Pancasila dan Wasbang, juga modal utama dalam kehidupan,” terang Fatimah. (NRH/RDM/RH)

Sosper Pajak Daerah, Paman Yani Ajak Warga Tanbu Manfaatkan Sisa Waktu Relaksasi

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mengajak warga di Bumi Bersujud Tanah Bumbu untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan dari program diskon dan penghapusan denda pajak kendaraan bermotor (PKB) yang beberapa hari lagi akan berakhir.

“Ayo manfaatkan sisa waktunya, mumpung ini merupakan kebijakan baik dari kepala daerah untuk meringankan beban warga selama masa atau proses pemulihan ekonomi,” ujarnya kepada awak media, usai menggelar kegiatan sosialisasi perda soal pajak daerah Kalsel, di Desa Bersujud, Simpang Empat, Tanah Bumbu, Senin (19/12) siang.

Warga Desa Bersujud sangat antusias mendengarkan paparan terkait Pajak Daerah Provinsi Kalsel

Adanya kebijakan itu, adalah sebagai bentuk perhatian atas kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang saat ini masih terjadi. Apalagi, inflasi turut mempengaruhi di masa pemulihan.

“Kita tak bisa memungkiri ada juga kenaikan lain selain BBM. Contoh, sejumlah harga bahan pokok (pangan). Nah, yang akhirnya dikeluarkanlah kebijakan dari kepala daerah untuk membantu warganya di Kalsel. Tentu saja, kami berterima kasih kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atas pemberian bantuannya ini,” tutur legislator yang membidangi ekonomi dan keuangan.

Selama penerapan diskon dan penghapusan, politisi partai berlambang beringin (Golkar) yang akrab disapa Paman Yani itu juga turut memberikan apresiasi karena dari hasil dia melakukan monitoring penerimaan di UPPD Batulicin meningkat drastis dengan angka realisasi 96 persen.

“Akhir Desember 2022 sudah pasti 100 persen. Bahkan lebih dan semoga tercapai sesuai harapan kita semua. Tentu tak hanya di Tanbu saja melainkan kabupaten/kota lain juga demikian artinya berhasil merealisasikan target kasda,” harapnya.

Sementara itu, perwakilan Badan Keuangan Daerah Kalsel, Andi Sada, menuturkan, dari hasil laporan yang diterima pendapatan PKB di Kotabaru pun juga mengalami gerakan positif sama halnya seperti UPPD Samsat Batulicin, Tanah Bumbu dengan capaian realisasi menyetuh angka 96 persen.

“Dengan adanya program relaksasi ini masyarakat terus berdatangan untuk melakukan pembayaran. Alhamdulillah, juga berhasil tercapai dengan baik. Kita harapkan animo masyarakat terhadap diskon juga dapat memberikan peran positif,” tuturnya.

Senada dengan Paman Yani, ia berharap dari rangkaian program itu bisa memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) yang sekaligus dapat membantu meringankan beban perekonomian masyarakat menuju pemulihan pasca tingginya penyebaran COVID-19.

“Jadi, manfaatkan sebaik-baik program ini yang hanya tinggal beberapa hari lagi. Tepatnya berakhir pada 24 Desember 2022,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

3.941 TK PTK Setara SMA di Kalsel Jalani Seleksi Akhir Perpanjangan Kontrak

BANJARBARU – Sebanyaak 3.941 Tenaga Kontrak (TK) Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) setara SMA sederajat di Kalimantan Selatan (Kalsel), mengikuti seleksi tahap terakhir sebagai salah satu persyaratan untuk perpanjangan kontrak tahun 2023.

Ribuan tenaga kontrak tersebut terdiri dari 1.545 orang PTK SMK, 2.052 orang PTK SMA, dan 344 orang PTK Pendidikan Khusus (Diksus).

Salah seorang peserta saat mengisi lembar soal evaluasi perpanjangan kontrak TK PTK Disdikbud Kalsel

Seleksi berupa wawancara ini rutin dilaksanakan setiap menjelang tutup tahun di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel. Di tahun 2022 seleksi digelar mulai 19 – 27 Desember 2022.

Melalui Kepala Bidang PTK, Fahrudinoor, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Muhammadun mengatakan, setiap harinya ada 805 PTK yang menjalani proses seleksi ini mulai jam 8 pagi hingga 4 sore.

Kepala Bidang PTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Fahrudinoor

“Ini adalah proses evaluasi untuk meningkatkan kinerja mereka (TK PTK), untuk kelanjutan masa perpanjangan kontrak tahun 2023 mendatang,” ujarnya.

Tahapan seleksi dimulai dari verifikasi data oleh sekolah. Data tersebut selanjutnya divalidasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel hingga pada tahap terakhir yakni proses wawancara.

“Kita lakukan wawancara ini untuk melihat sejauh mana komitmen mereka terhadap masa kontrak,” beber Fahrudinoor.

Selain itu, lanjut Fahrudinoor, pada tahap terakhir ini pihaknya juga ingin melihat kinerja TK PTK selama menjalankan tugas di sekolah masing-masing, sekaligus memetakan kebutuhan PTK di setiap sekolah.

“Jadi kalau di satu sekolah ada kekurangan PTK sedangkan di sekolah lain ada kelebihan, maka akan kita lakukan pemerataan,” paparnya.

Dengan proses seleksi ini, dunia pendidikan di Kalsel diharapkan menjadi lebih berkualitas. Terutama dalam menciptakan pelajar yang berkompeten dan mampu bersaing di era globalisasi saat ini. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version