HUT ke 22 LPPL Abdi Persada FM, Paman Birin Ingin Suara Banua Terdengar ke Seluruh Dunia

BANJARBARU – Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Abdi Persada FM merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 22, di Aula Dinas Kominfo Kalsel, Jumat (30/12) pagi.

Hadir pada kegiatan ini Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Wakil Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar, Forkopimda Kalsel, Kepala SKPD lingkup Pemprov, perwakilan Pemko Banjarbaru, pendengar setia LPPL Abdi Persada FM (Insan Persada), serta tamu undangan lainnya.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengungkapkan, usia 22 tahun LPPL Abdi Persada FM ini sama dengan usia karirnya sebagai pegawai negeri.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

“Jadi dulu saya mengawalinya dari kesehatan, lalu ke Pemko Banjarmasin, hingga sampai sekarang sebagai Gubernur,” ungkap Paman Birin (sapaan akrab).

Paman Birin mengapresiasi seluruh pencapaian LPPL Abdi Persada FM. Ia berharap lembaga radio kebanggaan masyarakat Banua ini dapat terdengar hingga ke seluruh dunia.

“Karena saya sendiri baru saja di lantik sebagai ketua masyarakat Banjar se dunia, jadi saya ingin agar suara banua terdengar ke seluruh warga Banjar di mana saja berada,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur LPPL Abdi Persada FM, Ibnu Min Haji mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan lembaga yang sudah beberapa kali mendapat penghargaan tingkat nasional ini.

Direktur LPPL Abdi Persada FM Ibnu Min Haji saat memberikan sambutan

“Ini semua tidak lepas dari kerja keras seluruh direksi, staf, dan tentunya dukungan dari seluruh pihak terutama Gubernur Kalimantan Selatan,” ungkap Ibe (sapaan akrab).

LPPL Abdi Persada FM sendiri sampai saat ini terus melakukan inovasi. Tidak hanya dapat didengarkan melalui frekuensi radio, tetapi juga bisa diakses melalui website, kanal youtube, serta media sosial facebook dan instagram.

“Kita juga sudah tergabung di lembaga penyiaran publik nasional IndonesiaPersada.id dan bukan hanya itu, rencananya suara kita akan tersiar hingga ke negeri jiran Malaysia,” bebernya.

Ibe berharap di tahun 2023 mendatang, jangkauan siaran LPPL Abdi Persada FM dapat lebih meluas hingga ke seluruh daerah.

“Karena Kalsel sebentar lagi jadi pintu gerbang IKN, jadi 26 program siaran yang kita miliki saya harap dapat terdengar ke seluruh penjuru tanah air,” harapnya. (SYA/RDM/RH)

Sekwan Kalsel Ikuti Lomba Pertanaman Cabai Antar SKPD Pemprov Kalsel

BANJARMASIN – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengikuti lomba pertanaman cabai antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel.

Tanaman Cabai di Polybag di Halaman Sekretariat DPRD Kalsel

Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini menyampaikan, hal ini sesuai dengan surat edaran Gubernur Kalsel yang diterima Sekwan, agar mengikuti kegiatan tersebut sebagai partisipasi dalam pengendalian inflasi yang saat ini sedang terjadi di Indonesia, termasuk Kalsel.

Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini

“Dalam perlombaan ini, kami merawat sebanyak 50 polybag cabai. Karena tanaman ini diikutkan lomba, maka selalu dipantau oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel,” katanya, di ruang kerjanya, Kamis (29/12).

Jaini mengungkapkan, untuk penilaian sendiri dibagi menjadi dua tahap, yakni tahap pertama pada 19 hingga 23 Desember 2022 dan tahap kedua 20 Februari hingga 10 Maret 2023.

“Ada sekitar 38 SKPD lingkup Pemprov Kalsel, termasuk Sekretariat Dewan yang mengikuti lomba ini,” jelasnya.

Ditambahkan Jaini, pihaknya juga akan mensosialisasikan kepada para pegawai di lingkup Sekwan Kalsel agar menanam cabai di pekarangan rumah mereka masing-masing sebagai salah satu cara penanggulangan inflasi di Kalsel. (NRH/RIW/RH)

Kalsel Terbanyak Daftarkan Desa Proklim di Indonesia

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel memberikan penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim), Sasangga Banua, dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat se Kalsel di halaman kantor DLH Kalsel, di Banjarbaru, Kamis (29/12).

Proklim merupakan program prioritas nasional, untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, dalam melakukan penguatan dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca.

Gubernur Kalsel melalui Plt Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Subhan Nor Yaumil berharap, program ini dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat loka sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

(ki-ka) Kepala DLH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana saat mendampingi penyerahan penghargaan oleh Asisten III Setdaprov Kalsel, Subhan Nor Yaumil

“Seperti kegiatan lainnya semisal Adiwiyata dan Adipura, Proklim merupakan aksi dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup dimana masyarakat berperan sebagai ujung tombak,” ungkapnya.

Sasaran program, papar Gubernur, yakni meningkatkan kesejahetraan masyarakat dengan menggali potensi yang ada didaerahnya melalui aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

“Semoga penghargaan yang diterima meningkatkan kesadaran kita untuk lebih peka lagi terhadap lingkungan dan bisa menerapkan perilaku ramah lingkungan di kehidupan kita,” harapnya.

Kalsel sendiri diakui Kepala DLH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, berhasil memperoleh raihan tertinggi pada Proklim. Setidaknya ada 100 lebih desa yang terdaftar pada sistem register nasional Pengendalian Perubahan Iklim (PPI).

Kepala DLH Kalsel Hanifah Dwi Nirwana, saat memberi keterangan kepada awak media

“Kita berhasil mendaftarkan 147 desa Proklim,” bebernya.

Diantara ratusan desa tersebut, Hanifah mengaku, 2 diantaranya berhasil dinobatkan sebagai Kampung Iklim Lestari, yakni Desa yang dapat mereplikasi Proklim ke 10 desa lainnya.

“Ini ada dua desa yakni desa Jaro dan desa Kambitin Raya keduanya dari Kabupaten Tabalong,” ungkapnya.

Penghargaan Sasangga Banua diberikan kepada penggiat dan pelaku yang berusaha melestarikan lingkungan hidup di Banua dengan kategori perorangan yang diterima Qosim dari Barabai, sementara kategori kelompok diterima bank sampah limbah dan kategori pemerintah diterima Pemerintah Kabupaten HSS.

Adapun 7 Proklim tropi utama terbagi di Kabupaten Banjar, Tabalong, Balangan, Tapin, Tanah Laut dan Kota Baru. Lima (5) kabupaten/kota juga mendapat penghargaan sebagai Pembina Proklim yakni Kota Banjarmasin, Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut dan Barito Kuala.

“Proklim sebenarnya program dari Kementrian LHK, kita berikan mereka penghargaan untuk memberikan semangat untuk terus melakukan aksi-aksi mitigasi dan pengendalian perubahan iklim,” terangnya.

Dengan adanya aksi Proklim ini, menurutnya, masyarakat dapat mengantisipasi bencana yang diakibatkan perubahan iklim, terbangunnya kesadaran lingkungan, dapat mengelola sampah dengan baik dan dari sisi ekologi dapat mengatasi persoalan pencemaran tanah, udara dan air.

“Dengan program ini banyak yang mereka dapatkan, mulai dari sisi ekonomi, ekologi hingga sosial,” tutupnya. (SYA/RIW/RH)

Tahun 2023 : Dispar Kalsel Siapkan Event Internasional

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, mempersiapkan berbagai event bertaraf Internasional, tahun 2023.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, baru – baru tadi mengatakan, setelah sukses menggelar event bersifat nasional di Kalimantan Selatan, selama tahun tahun 2022 tadi, seperti Tour de Loksado di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan pasar terapung di Kabupaten Banjar, maka tahun 2023 mendatang dipersiapkan event internasional.

“Event nanti diikuti beberapa negara, untuk memperkenalkan destinasi wisata di Banua,” katanya

Disampaikan Syarifuddin, rencananya event internasional yang akan digelar, diantaranya kompetisi Triathlon, yang menggabungkan 3 cabang olahraga sekaligus. Yakni renang, lari, dan bersepeda. Lomba ini digelar di Kabupaten Tanah Bumbu. Ia berharap banyak atlet mancanegara yang mengikutinya.

“Melalui event itu kami akan mengenalkan destinasi wisata, salah satunya Goa Liang Bangkai yang menjadi salah satu Geosite dari Geopark Meratus,” ucapnya

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, untuk Tour de Loksado, yang sebelumnya hanya bersifat nasional, juga direncanakan menjadi event Internasional, seiring dengan akan berakhirnya pandemi COVID-19, tentu akan banyak atlet yang ikut nanti.

“Kita targetkan tahun 2023 mendatang, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 20 ribu lebih dan Nusantara 5 ribu lebih, seperti tahun 2019 lalu,” tutup Syarifuddin. (NHF/RIW/RH)

DPRD Banjarmasin Sarankan Kantor Lurah Kelayan Timur, Dipindah

BANJARMASIN – DPRD Banjarmasin menyarankan, kantor Kelurahan Kelayan Timur Kecamatan Banjarmasin Selatan, sebaiknya dilakukan pemindahan.

Menurut Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, Aliansyah, kepada sejumlah wartawan, pada Rabu (28/12), dari penilaian selama ini untuk kantor Kelayan Timur masih kurang representatif, padahal sangat penting dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga sekitar.

Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, Aliansyah

“Letak kantor Kelurahan Kelayan Timur berada dalam gang, seharusnya di pinggir jalan,” ungkap Ali

Aliansyah menjelaskan, langkah Lurah Kelayan Timur saat ini bisa mengusulkan untuk pemindahahan ke lahan representatif, karena masih banyak lahan milik Pemerintah Kota dan sangat tepat dijadikan bangunan baru, sehingga masyarakat mendapat mendapatkan pelayanan secara maksimal.

“Kami siap dukung melalui APBD Kota,” jelasnya

Sementara itu, Lurah Kelayan Timur, Ihda Azemi, mengakui, memang untuk kondisi kantor tidak terlalu besar, setiap kegiatan kalau mengumpulkan warga yang banyak, biasanya menggunakan ruangan Dewan Kelurahan.

Lurah Kelayan Timur, Ihda Azemi

“Kita akan usulkan untuk pemindahan di tempat yang lebih luas,” tutupnya.

Untuk diketahui, kantor Lurah Kelayan Timur, berlokasi di Jalan Kelayan B, Gang Balai Desa RT 11-12, Kecamatan Banjarmasin Selatan. (NHF/RDM/RH)

Komisi III DPRD Kalsel Monitoring “Long Storage” Pengendali Banjir Barito Kuala

BARITO KUALA – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menyambangi pembangunan “Long Storage”, Selasa (27/12).

Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan dalam rangka monitoring pembangunan yang berlokasi sangat strategis di daerah Kalimantan Selatan, bertepatan di Desa Ulu Benteng Kabupaten Batola.

Suasana pemantauan Komisi III DPRD Kalsel ke Long Storage di Batola

Setelah melakukan monitoring, proyek yang terpantau dalam pengerjaan secara umum yang hampir rampung mencapai 8 persen ini, menyisakan sedikit detail kecil yang belum terealisasikan, namun secara garis besar proyek ini sudah berjalan dengan baik.

Konsep pembuatan Long Storage ini pun jadi perhatian khusus Komisi III DPRD Kalsel, karena memiliki berbagai fungsi, diantaranya untuk menampung volume air ketika terjadi debit maksimum di sungai, serta sebagai penyediaan air ketika air di sungai tidak berjalan dengan baik, seperti terjadinya pengeringan air sungai yang disebabkan oleh cuaca dan mencegah terjadinya bahaya kebakaran hutan.

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Hasanuddin Murad menyampaikan, proyek ini sangat besar manfaatnya bagi masyarakat Batola. Bukan hanya untuk pengendalian air saja, lanjutnya, tetapi dapat digunakan apabila keadaan air di Batola sedang meluap dan dapat dikendalikan dengan adanya Long Storage ini sehingga luapan sungai dapat tereduksi.

“Semoga dengan adanya Long Storage masyarakat dapat memanfaatkan sekaligus memelihara dengan baik dan benar karena ini sangat banyak manfaat nya bukan hanya untuk pengendalian air saja tetapi ketika masyarakat kesulitan dalam menggunakan air agar dapat dialirkan kembali ke sungai-sungai di daerah tersebut sehingga juga dapat berfungsi sebagai penyalur atau distribusi air,” jelasnya.

Hasanuddin menambahkan bahwa proyek ini memang memakai dana APBN yang diberikan langsung oleh Kementrian PUPR, tetapi secara fungsional kemitraan kerja Komisi III DPRD Kalsel masih memiliki hubungan dan tanggung jawab terhadap proyek tersebut dan terus melakukan pemantauan. (HUMASDPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)

Tingkatkan Kualitas SDM, FKPPI Kalsel Gelar Diklat Kader Organisasi

BANJARBARU – Forum Komunikasi Putra/Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar pendidikan dan latihan (diklat) kepada kader organisasi tingkat madya tahun 2022, di Rindam VI/Mulawarman, Banjarbaru, Rabu (28/12).

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, diwakili Asisten I Setdaprov Kalsel Nurul Fajar Desira, dalam sambutannya mengatakan, pengembangan maupun peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), merupakan modal utama dalam menghadapi era globalisasi saat ini.

Asisten I Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira (putih), saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel

“Jika tidak, maka kita tidak bisa bersaing atau bahkan tertinggal jauh,” ujarnya.

Dalam mengembangkan diri sebagai SDM yang berkualitas dan berdaya saing, Gubernur juga mengingatkan setiap individu agar tidak lupa membekali diri dengan wawasan kebangsaan.

“Jangan sampai kemampuan maupun keahlian yang kita miliki, justru merugikan bagi bangsa dan negara,” imbuhnya.

Jika hal itu dapat diwujudkan, maka menurutnya, berbagai hal negatif yang mampu memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa seperti hoax, radikalisme hingga penyalahgunaan dan peredaran narkoba, tidak akan tumbuh subur.

“Jika hal tersebut pun masih ada, maka kita harus menjadi garda terdepan untuk menangkal dan melawannya,” tegasnya.

Di tempat sama, Ketua Pelaksana Diklat Rusdiansyah, menyebut kegiatan ini digelar rutin setiap tahun untuk membekali seluruh anggota FKPPI dengan jiwa korsa (daya juang) seperti yang dimiliki oleh orang tua maupun pendahulunya.

Ketua Pelaksana Diklat FKPPI Kalsel, Rusdiansyah (tengah), saat memberikan keterangan kepada wartawan

“Makanya kita rutin menggelar diklat ini setiap tahun. Dan ini merupakan diklat yang ketiga kalinya,” tuturnya.

Peserta diklat berjumlah 40 orang yang berasal dari FKPPI Kabupaten/Kota di Kalsel. Mereka akan mengikuti pelatihan selama 3 hari, yakni dari 28 – 30 Desember 2022 mendatang.

“Rinciannya ada 19 putra dan 21 putri,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Pertama di Indonesia, Santri Bantu Kendalikan Inflasi Kalsel

BANJAR – Sebanyak 1200 santri dari Ponpes Tahfidz dan Ilmu Al-Qur’an Darussalam Martapura, turut membantu pengendalian inflasi di Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui penanaman bibit pangan dan hortikultura. Penanaman dilaksanakan di kawasan Alam Roh 24, Kabupaten Banjar, pada Rabu (28/12).

Keterlibatan para santri dalam mengendalikan inflasi ini merupakan pertama kalinya di Indonesia.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, memimpin gerakan penanaman, diikuti oleh ribuan santri, Forkopimpda Kalsel, Alim Ulama serta Kepala SKPD dan 300 ASN lingkup Pemprov.

Paman Birin (sapaan akrab gubernur) mengatakan, gerakan menanam bibit pangan yang dilakukan oleh santri dan alim ulama ini menjadi momentum untuk membantu ketahanan pangan. Sehingga Kalsel dapat menjadi daerah yang mandiri di sektor pangan.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan

“Dengan melakukan penanaman bahan pangan dan hortikultura secara bertahap, Kalsel pada akhirnya tidak lagi ketergantungan bahan pangan dari provinsi lain,” ujarnya.

Jika bahan pangan hasil daerah tercukupi, menurutnya, Kalsel akan dapat mengendalikan inflasi di sektor pangan secara efektif.

“Untuk itu mari kita gelorakan semangat menanam, menanam dan menanam untuk terbentuknya ketahanan pangan,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel Syamsir Rahman, mengatakan ada 2500 bibit yang disiapkan pada kegiatan ini. Diantaranya bibit cabe, jeruk, pepaya, mangga dan padi.
“Jadi selain dengan menggelar pasar murah, membagikan beras dan lain sebagainya, ini juga jadi salah satu cara kita untuk mengendalikan inflasi di Banua,” bebernya.

Kepala Dinas TPH Kalsel, Syamsir Rahman

Syamsir mengaku, setelah penanaman ini nantinya santri akan kembali diajak untuk melakukan pengecekan terhadap bibit yang telah ditanam.

“Jika ada bibit yang rusak, akan langsung kita ganti saat itu juga,” tutupnya.

Dengan banyaknya bibit yang ditanam pada kegiatan ini, rencananya kawasan Alam Roh 24, Kabupaten Banjar, akan dijadikan sebagai kawasan wisata tanaman pangan dan hortikultura Kalsel. (SYA/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin : Masih Ada Jembatan Titian Kurang Layak di Kota Ini

BANJARMASIN – Kalangan legislatif menilai, saat ini masih ada jembatan titian dinilai kurang layak

Kepada Abdi Persada FM, Sekretaris Komisi III DPRD Banjarmasin, Taufik Husin, pada Selasa (27/12) menjelaskan, saat ini banyak terdapat jembatan titian di wilayah Alalak, Kecamatan Banjarmasin Utara kondisinya dinilai kurang layak, sehingga harus segera diperbaiki, karena merupakan jembatan kecil, sebagai penghubung yang cukup panjang dan hanya bisa dilalui pejalan kaki atau kendaraan roda dua antar satu rumah ke rumah lain.

“Kami ingin jembatan titian dapat prioritas diperbaiki,” pintanya

Taufik menjelaskan, jembatan titian itu kebanyakan sudah berusia belasan tahun, dan kondisi lantainya lapuk karena dari kayu ulin, maka perlu dilakukan renovasi total, untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sekitar.

“Pembangunan infrastruktur yang dilakukan masih belum optimal untuk di pinggir kota,” katanya.

Lebih lanjut Taufik menambahkan, aspirasi warga ini akan terus diperjuangkan, karena sangat penting sebagai akses utama, bagi pemukiman padat penduduk yang berada di atas bantaran Sungai, sehingga kalau tidak layak,tentu sangat membahayakan bagi penggunanya yang melintas di jembatan titian tersebut.

“Jembatan titian itu merupakan akses jalan cukup vital, karena dimanfaatkan warga dalam kegiatan sehari-hari,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Dispersip Kalsel Serahkan Hibah Buku Perpusnas RI Kepada Tiga Komunitas Literasi

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mendorong peningkatkan minat baca masyarakat, salah satunya dengan memberikan bantuan buku.

Melalui Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia, pihaknya menyerahkan ratusan eksemplar buku kepada tiga komunitas, yaitu Arkalitera, Kampung Buku Banjarmasin, dan Pojok Baca Polairud.

Pendiri Kampung Buku Banjarmasin Hajriansyah, menyampaikan terima kasih atas hibah buku ini untuk menunjang perpustakaan miliknya.

“Terima kasih pada Perpusnas. Kami memang mengajukan permohonan buku ini kepada Dispersip Kalsel beberapa waktu lalu, hingga langsung dimintakan pada Perpusnas oleh Kepala Dispersip Kalsel Hj. Nurliani Dardie,” ungkapnya melalui siaran pers Dispersip Kalsel, Selasa (27/12).

Hajri pun berkomitmen untuk ikut membantu peningkatan akses baca dan memajukan literasi di Kalsel, lewat Kampung Buku Banjarmasin yang didirikannya sejak 2018.

“Ini bakal menambah akses bacaan baru bagi kalangan pengunjung Kampung Buku, semoga memberi semangat baru,” harapnya.

Sementara itu, pengurus Arkalitera Musa Bastara, juga mengucapkan terima kasih atas pemberian hibah ini.

Penyerahan Hibah Buku Perpusnas RI melalui Dispersip Kalsel kepada Komunitas Literasi

“Selanjutnya bakal kami buktikan, bahwa buku itu berguna dalam menunjang kegiatan dari komunitas Arkalitera,” pungkasnya. (HUMASDISPERSIPKALSEL-NRH/RDM/RH)

Exit mobile version