19 Mei 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Pertama di Indonesia, Santri Bantu Kendalikan Inflasi Kalsel

2 min read

Santri saat menanam bibit tanaman pangan dan hortikultura

BANJAR – Sebanyak 1200 santri dari Ponpes Tahfidz dan Ilmu Al-Qur’an Darussalam Martapura, turut membantu pengendalian inflasi di Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui penanaman bibit pangan dan hortikultura. Penanaman dilaksanakan di kawasan Alam Roh 24, Kabupaten Banjar, pada Rabu (28/12).

Keterlibatan para santri dalam mengendalikan inflasi ini merupakan pertama kalinya di Indonesia.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, memimpin gerakan penanaman, diikuti oleh ribuan santri, Forkopimpda Kalsel, Alim Ulama serta Kepala SKPD dan 300 ASN lingkup Pemprov.

Paman Birin (sapaan akrab gubernur) mengatakan, gerakan menanam bibit pangan yang dilakukan oleh santri dan alim ulama ini menjadi momentum untuk membantu ketahanan pangan. Sehingga Kalsel dapat menjadi daerah yang mandiri di sektor pangan.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan

“Dengan melakukan penanaman bahan pangan dan hortikultura secara bertahap, Kalsel pada akhirnya tidak lagi ketergantungan bahan pangan dari provinsi lain,” ujarnya.

Jika bahan pangan hasil daerah tercukupi, menurutnya, Kalsel akan dapat mengendalikan inflasi di sektor pangan secara efektif.

“Untuk itu mari kita gelorakan semangat menanam, menanam dan menanam untuk terbentuknya ketahanan pangan,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel Syamsir Rahman, mengatakan ada 2500 bibit yang disiapkan pada kegiatan ini. Diantaranya bibit cabe, jeruk, pepaya, mangga dan padi.
“Jadi selain dengan menggelar pasar murah, membagikan beras dan lain sebagainya, ini juga jadi salah satu cara kita untuk mengendalikan inflasi di Banua,” bebernya.

Kepala Dinas TPH Kalsel, Syamsir Rahman

Syamsir mengaku, setelah penanaman ini nantinya santri akan kembali diajak untuk melakukan pengecekan terhadap bibit yang telah ditanam.

“Jika ada bibit yang rusak, akan langsung kita ganti saat itu juga,” tutupnya.

Dengan banyaknya bibit yang ditanam pada kegiatan ini, rencananya kawasan Alam Roh 24, Kabupaten Banjar, akan dijadikan sebagai kawasan wisata tanaman pangan dan hortikultura Kalsel. (SYA/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.