Gubernur Kalsel Terus Dukung Perkembangan Inovasi Pemko Banjarbaru

BANJARBARU – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang diwakili Sekda Provinsi Kalimantan Selatan Roy Rizali Anwar, menghadiri peringatan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Banjarbaru, Sabtu (20/4) malam. Selain dihadiri Sekda Provinsi Kalsel, juga dihadiri langsung oleh Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin, Ketua DPRD Kota Banjarbaru Fadliansyah, Forkopimda, serta Kepala SKPD Kota Banjarbaru.

Walikota banjarbaru bersama ketua TP PKK Kota Banjarbaru

Puncak peringatan hari jadi kota Banjarbaru ini, dimeriahkan sejumlah penyanyi, diantaranya Fatin Shidqia Lubis. Dimana masyarakat dari Kota Banjarbaru maupun luar daerah, memadati kawasan lapangan Dr. Murjani Kota Banjarbaru.

Acara HUT yang ke 25 Kota Banjarbaru ini, juga dirangkai Kegiatan SKPD Kota Banjarbaru, diantaranya lomba ternak kambing, pasar murah yang diselenggarakan sebanyak 15 kali, lomba mini soccer antar kelurahan se Kota Banjarbaru Utara, Pemeriksaan kesehatan gratis, kontes ikan koi nasional, kegiatan trail adventure, serta lomba billiard dan volli antar kelurahan.

Dalam sambutannya, Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin menyampaikan, berbagai perkembangan inovasi untuk masyarakat Banjarbaru terus dilakukan, hal ini ditujukan, untuk meningkatkan capaian pembangunan dan prestasi terus dilakukan.

“Kebersamaan kita ini tentunya akan menjadi semangat dan inspirasi bagi kami dalam melanjutkan cita – cita pembangunan daerah untuk mewujudkan banjarbaru yang maju, agamis, dan sejahtera,” ungkap Aditya.

Hari jadi ke 25 Pemerintah Kota Banjarbaru, mengusung tema membangun ibu kota bersama, Banjarbaru juara. Tema ini menjadi penyemangat untuk menyempurnakan Kota Banjarbaru, baik sebagai ibu kota Provinsi Kalsel, juga sebagai gerbang ibu kota negara.

“Hari jadi ke 25 tahun ini menjadi momen penting karena masuk dalam pembangunan jangka panjang ke 2,” Sahut Aditya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang diwakili Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengucapkan selamat HUT ke 25 bagi Pemerintah Kota Banjarbaru. Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Banjarbaru, dalam mendukung pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan menuju pusat Pemerintahan.

Dalam perjalanan seperempat abad, Banjarbaru telah mengukir berbagai capaian pembangunan yang patut dibanggakan. saat ini Kota Banjarbaru mengemban peran strategis sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan. Keberadaan Kota Banjarbaru sangat penting dalam mendukung pembangunan Kalimantan Selatan. Sebagai pusat pemerintahan, Banjarbaru dituntut untuk dapat menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, baik di sektor pendidikan, kesehatan, dan lainnya.

“Tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, Kota Banjarbaru juga memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai sektor pembangunan,” ucap Roy.

Roy melanjutkan, Banjarbaru sangat berpotensi untuk meningkatkan sektor industri jasa dan perdagangan yang dapat berkembang pesat.
tata kelola dan kualitas pendidikan di kota ini juga telah melahirkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, yang tentu saja berkontribusi dalam memajukan daerah kita. pariwisata pun tumbuh seiring kemajuan infrastruktur yang memadai seperti transportasi, perhotelan, dan fasilitas pendukung lainnya.

“Banjarbaru terus berkembang menjadi simpul transportasi terpadu di Kalimantan Selatan. kota ini menghubungkan jaringan transportasi darat yang menghubungkan bandara, pelabuhan di banjarmasin, serta jalan bebas hambatan yang saat ini sedang dibangun,” tutup Roy.

Untuk diketahui, pada puncak peringatan hari jadi kota Banjarbaru ini, juga dimeriahkan sejumlah penyanyi, diantaranya Fatin Shidqia Lubis. Dimana masyarakat dari Kota Banjarbaru maupun luar daerah, memadati kawasan lapangan Murjani Kota Banjarbaru dan pada Minggu (21/4) malam, Pemerintah Kota Banjarbaru akan kembali menghadirkan sejumlah artis ibu kota, untuk memeriahkan hari jadi ke 25 Pemerintah Kota Banjarbaru. (MRF/RDM/RH)

Distribusi Air di Banjarbaru Terhambat, BPAM Banjarbakula : Perkiraan 5 Hari Lagi Selesai Perbaikan

BANJARBARU – Perbaikan kebocoran pipa transmisi GRP milik Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula diperkirakan rampung dalam 5 hari mendatang.

Kepala BPAM Banjarbakula, Muhammad Berty Nakir mengatakan terlambatnya penangangan dikarenakan sulitnya mendapatkan aksesoris yang diperlukan untuk memperbaiki pipa berdiameter 1200 milimeter tersebut.

Kepala BPAM Banjarbakula Muhammad Berty Nakir

“Jadi memang kita siasati dengan membuat duplikatnya dengan 3 vendor yang kemungkinan bisa memproduksi,” kata Berty, Rabu (17/4).

Salah satu dari tiga vendor tersebut, lanjut Berty, saat ini sudah selesai menduplikasi dan dijadwalkan untuk memasangkan aksesoris pada esok hari.

“Tim teknis di lapangan juga sudah melaksanakan pembukaan titik kebocoran pipa untuk melakukan identifikasi secara visual. Insyaallah 5 hari lagi sudah bisa diuji coba pengoperasian intakenya,” ungkapnya.

Diketahui kebocoran pipa di Sungai Landas, Desa Mandikapau, Kabupaten Banjar itu terjadi sejak Senin 8 April 2024. Akibatnya aliran air bersih ke masyarakat di Banjarbaru dan sekitarnya menjadi terhambat.

Tim teknis pelaksana melakukan pengkondisian jalur limpasan ke badan air terdekat

Sejak saat itu, demi tetap memberikan pelayanan kepada pelanggan, BPAM Banjarbakula bersama PTAM Intan Banjar berinisiatif membuka kembali pintu intake air baku milik PTAM Intan Banjar yang mengakses dari jaringan irigasi Riam Kanan.

Selain itu dilakukan juga berbagai upaya lain seperti penyediaan armada truck tangki berjumlah 9 unit serta dengan memanfaatkan aset pompa submersible di BPAM Banjarbakula dan PTAM Intan Banjar yang diperkirakan mampu menghisap kurang lebih 120 liter perdetik dari saluran irigasi terdekat.(SYA/RDM/APR)

Gelar Musrenbangtan 2025, Pemprov Kalsel Tekankan Soal Penyangga Pangan IKN

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) Tingkat Provinsi tahun 2025 untuk merumuskan langkah – langkah strategis dalam peningkatan pertanian di Kaimantan Selatan.

Musrenbangtan ini dibuka Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar, dan diagendakan akan dilaksanakan selama 3 hari, mulai Rabu (17/4) hingga Jum’at (19/4).

Roy Rizali Anwar menyampaikan, kegiatan musrenbangtan sangat penting karena menentukan strategi dalam menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan. Musrenbangtan juga bertujuan menyamakan arah dan haluan dalam agenda perencanaan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan di Provinsi Kalimantan Selatan. hal ini sekaligus menjadi upaya sinergi perencanaan antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota, melalui APBD dan APBN tahun anggaran 2025.

“Dalam pembahasan ini nanti kita perlu merumuskan langkah-langkah strategis dalam memitigasi dampak dari perubahan iklim. seperti antisipasi dampak dari musim kemarau maupun kekeringan ekstrim el nino, hingga menjaga ketersediaan air,” ungkap Roy.

Isu strategis yang senantiasa perlu mendapat perhatian bersama, ialah tantangan perubahan iklim. pengaruh iklim yang tidak diantisipasi dengan baik, akan mengancam sektor pertanian, hingga akhirnya mengganggu ketahanan nasional. Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor pun mengajak jajaran Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Kota, dan seluruh pemangku kepentingan dari lintas sektor untuk menguatkan komitmen dan sinergi dalam mencapai prioritas pembangunan pertanian di kalimantan selatan.

“Saya menekankan agar kita tetap fokus mempertahankan surplus produksi padi, mempertahankan swasembada beras di daerah yang telah mencapainya, dan melakukan pemetaan wilayah-wilayah pertanian yang perlu dioptimalkan dengan lebih intens,” lanjut Roy.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel Syamsir Rahman

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman menyampaikan, Kalsel menajdi salah satu provinsi yang menjadi penyangga pangan di Indonesia menjadi salah satu tantangan untuk kita.

“Dimana kita menjadi salah satu provinsi penyangga produksi pangan Nasional di urutan 12 dri 38 provinsi se Indonesia dan kita menjadi salah satu provinsi untuk ditunjuk Kementerian Pertanian RI untuk program – program seperti optimalisasi lahan rawa, tumpang sisik,” ucap Syamsir.

Untuk itu, ia menerangkan untuk produksi pangan merupakan urusan wajib bagi kita sekarang.

“Karena sesuai dengan arahan Pak Menteri dan Paman Birin bahwa Kalsel harus tetap menjadi penyuplai pangan nasional, apalagi Ibukota Negara berpindah ke Pulau Kalimantan,” tutupnya. (MRF/RDM/APR)

Sambut Ramadhan 1445 H, Kapolres Banjarbaru Imbau Untuk Jaga Keamanan dan Ketertiban

BANJARBARU – Kepolisian Resort (Polres) Banjarbaru, mengimbau masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban agar tercipta ketenangan dan kedamaian selama Ramadhan 1445 Hijriah/2024 M.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas di lingkungan masing-masing agar terwujud ketenangan dan kedamaian selama bulan Ramadhan,” ujar Kapolres Banjarbaru, AKBP Dody Harza Kusumah, Senin (11/3). 

Menurut Kapolres, pihaknya melarang dilakukan konvoi atau arak-arakan kendaraan saat menjelang sahur, kebut-kebutan, balapan liar, dan berkendara dengan memakai knalpot yang tidak sesuai standar.

Ia mengingatkan, masyarakat untuk tidak bermain petasan atau bahan peledak lainnya yang dapat mengganggu ketertiban umum dan membahayakan diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya. 

“Larangan konvoi, kebut-kebutan dan balapan liar guna mencegah terjadi lakalantas dan gangguan di jalan raya, serta imbauan bahan peledak untuk ketenangan dan kenyamanan selama bulan Ramadhan,” ucapnya.

Kapolres Bnajarbaru ini juga mengimbau agar menghindari pertemuan, nongkrong, atau berkumpul yang bisa berujung terjadinya tawuran atau perkelahian khususnya bagi para remaja untuk mencegah konflik di masyarakat.

Bukan hanya itu, iamengimbau penting meningkatkan iman dan taqwa serta menghindari kegiatan yang tidak bermanfaat dan mengurangi nilai puasa sebagai bentuk pengingat guna memperkokoh spiritualitas dan kesalehan selama Bulan Ramadhan.

“Masyarakat juga diimbau menjaga toleransi dan menghargai antarumat beragama juga saling memelihara keharmonisan umat beragama yang menjadi kunci menciptakan situasi kamtibmas kondusif di bulan suci Ramadhan,” ujarnya lagi.

Terakhir, pihaknya meminta masyarakat selalu waspada terhadap segala jenis kejahatan, memastikan rumah terkunci, dan aman saat ditinggalkan sebagai langkah preventif untuk mengurangi potensi tindak kriminal selama Ramadhan. 

Tak lupa, diakhir ia juga mengucapkan Selamat menunaikan ibadah puasa bagi umat muslimin yang saat ini menunaikan ibadah puasanya. (RDM/RH)

Gelar Rakor, Pemprov Kalsel Upayakan Kesejahteraan Masyarakat Desa

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalsel, menggelar rapat koordinasi dan forum konsultasi publik, pemberdayaan masyarakat dan desa tahun 2024.

Rakor tersebut dilaksanakan di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru, Rabu (6/4), dan dibuka oleh Kepala Dinas PMD Provinsi Kalsel Faried Fakhmansyah, yang diwakili Sekretarisnya, Raden Mas Ernato Surya Jaya.

Kasubag Perencanaan dan Pelaporan, Dinas PMD Provinsi Kalsel Tutuk Munikah

Kepala Dinas PMD Provinsi Kalsel, melalui Kasubag Perencanaan dan Pelaporan Tutuk Munikah menyampaikan, agenda ini merupakan forum silaturahmi antara jajaran aparatur Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Provinsi Kalimantan Selatan dengan jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Kabupaten/Kota Se-kalimantan Selatan dan SKPD di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, agar terbangun soliditas dan sinergitas dalam mewujudkan rencana program dan kegiatan antara Pemerintah Provinsi dengan Kabupaten yang tertuang dalam rencana kerja, selain itu juga untuk mendukung pencapaian target pembangunan Nasional.

“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas sinkronisasi dan sinergitas pada proses penyusunan program dan kegiatan di tahun berikutnya,” ungkap Tutuk.

Dinas PMD Provinsi Kalsel berperan memfasilitasi masyarakat melalui pengembangan berbagai program pembangunan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat agar terciptanya peningkatkan kemajuan dan kemandirian masyarakat di dalam proses mensejahterakan masyarakat dan menurunkan kemiskinan.

“Dari Rakor ini, diharapkan dapat terbangun soliditas dan sinergitas,” lanjutnya

Target tersebut menurutnya, tergambarkan dalam komitmen nasional melalui Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs). Yang menjadi indikator kinerja utama dengan keselarasan tujuan antara program dan kegiatan Kementerian, PMD Provinsi dan Kabupaten serta dukungan stakholder lainnya.

“Berbagai hasil perkembangan kemandirian desa diukur melalui Indeks Desa Membangun (IDM) dan selama tiga tahun terakhir, nilai IDM provinsi kalimantan selatan terus meningkat,” ungkap Tutuk.

Untuk diketahui, tahun 2021 lalu nilai IDM Provinsi Kalsel sebesar 0,6472 berada pada status Berkembang dan tidak ada satu kabupaten yang berada pada status maju serta semua berada pada status berkembang, sedangkan tahun 2022 nilai IDM naik menjadi 0,7105 berada pada status Maju dan terdapat tujuh kabupaten dengan IDM status Maju serta empat kabupaten dengan IDM status Berkembang dan tahun 2023 nilai IDM naik menjadi 0,7480 berada pada status Maju maka seluruh kabupaten di Provinsi Kalsel status Maju.

Tidak hanya itu, berbagai prestasi juga banyak diraih dan tidak terlepas dukungan dari Dinas PMD Kabupaten/Kota. Prestasi tersebut diantaranya, Bhumandala Award Tahun 2023 atas Keberhasilan dalam Penetapan Batas Desa dan kelurahan, BUMDesa bersama Surya Maju Abadi di Tapin, sebagai Juara I Nasional BUMDesa Inspiratif kategori BUMDesa bersama Cepat Tumbuh serta Penghargaan Penyaluran Dana Desa Tercepat Nasional. (MRF/RDM/APR)

Pemprov Kalsel Siap Verifikasi Perizinan Galian C, Ini Syaratnya

BANJARBARU – Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen menerima setiap perizinan pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).

Syarat yang harus dipenuhi yaitu setiap pelaku usaha tambang MBLB atau galian C harus terlebih dahulu mendapatkan rekomendasi dari Pemkab/Pemko sesuai wilayah rencana tambang.

Kepala Dinas ESDM Kalsel, Isharwanto melalui Kepala Seksi Pengusahaan Minerba, Endarto menjelaskan, rekomendasi yang dimaksud yakni persyaratan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) setempat.

Sejumlah petugas dari Dinas ESDM Kalsel saat mengevaluasi wilayah tambang galian C

“Kuncinya adalah selama perizinan permohonan dari kabupaten/kota sesuai dengan persyaratan maka akan terverifikasi,” jelasnya, Selasa (5/3).

Sebaliknya, lanjut Endarto, jika tidak terverifikasi maka setiap kegiatan penambangan akan bersifat ilegal

“Kalau sudah tindakan ilegal seperti itu bukan ranah kami. Tetapi wewenang penegak hukum dan pemerintahan daerahnya,” katanya.

Menurut Endarto, tindakan yang melanggar hukum tersebut sudah seharusnya menjadi perhatian dari Pemkab/Pemko setempat.

“Pelaku bisa saja sebenarnya ingin mengurus izinnya tetapi terkendala. Sebab itu perlu jadi perhatian bagaimana agar pelaku mendapat hak izin sesuai dengan peraturan wilayah yang diperbolehkan,” pungkasnya.(SYA/RDM/APR)

Jelang Ramadhan, Pemprov Kalsel Siap Turunkan Inflasi

BANJARBARU – Tim Pengendali Inflasi Nasional (TPIN) terus berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan khususnya dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Idul Fitri tahun 2024 disetiap Daerah.

Dalam arahannya melalui Zoom Meeting yang diikuti seluruh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menargetkan angka inflasi pemerintah pusat tahun 2024, yang dulunya diangka 2,75% menjadi 2,5 persen. Hal ini merupakan bagian dari kesiapan pemerintah dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) untuk memantau pasokan harga pangan yang baik serta situasi geopolitik.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Adi Santoso menyampaikan, pemprov selalu siap melaksanakan apa yang menjadi arahan dari Tim Pengendali Inflasi Nasional (TPIN) untuk dilaksanakan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalsel.

Pemprov Kalsel bersama TPID Kalsel ikuti Rakoor Inflasi, Senin (4/5).

“Dalam hal ini kami bersama TPID Kalsel akan siap untuk melakukan pemantauan harga,” ucap Adi Santoso, usai menghadiri Rakoor Pengendalian Inflasi secara virtual, di Command Center Setdaprov Kalsel, Senin (4/3) tadi.

Adi Santoso menambahkan, pemantauan harga penting dilakukan secara rutin, untuk mengontrol dan menjaga pasokan pangan, dan pencanangan gerakan menanam untuk komoditas pertanian tertentu.

“Selanjutnya melaksanakan operasi pasar, sidak ke pasar untuk mengantisipasi adanya oknum penimbunan, spekulan, dan lain sebagainya,” lanjut Adi.

Adi menambahkan, pihaknya juga akan mengkoordinasikan kelancaran pemasokan di daerah, merealisasi terkait dengan biaya tidak terduga untuk mendukung pengendalian inflasi daerah, dan memberikan bantuan terkait dengan trasnportasi di daerah, utamanya transportasi bahan kebutuhan pangan untuk menjelang ramadan dan idulfiti. (MRF/RDM/APR)

Sambut Ramadhan, PRA dan PRM Sungai Besar Gelar Tarhib Ramadhan 1445 H

BANJARBARU – Dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sungai Besar Banjarbaru menggelar Tarhib Ramadhan 1445 Hijriyah di Mushola Shilatul Arham, Sungai Besar, Kota Banjarbaru, Minggu (3/3).

Suasana Tarhib Ramadhan 1445 H, yang dilaksanakan PRA dan PRM Sungai Besar Banjarbaru

Dalam rangkaian acara tersebut PRA dan PRM juga melakukan Tabligh kemudian dilanjutkan dengan Pembagian Hadiah kepada Peserta yang sebelumnya mengikuti lomba, serta Launching Kebun Pekarangan dan membagikan Paket Sayuran ditambah Sembako gratis kepada masyarakat sekitar Sungai Besar.

Wakil Ketua Unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Banjarbaru, Hardiono dalam memberikan sambutan

Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan tersebut, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarbaru, Hardiono mengajak keluarga besar Muhammadiyah dan masyarakat umum Kota Banjarbaru mengisi waktu di bulan Ramadan dengan berbagai amal kebaikan dan juga kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami sangat apresiasi dengan PRA dan PRM serta menyambut antusias kegiatan seperti ini, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarbaru akan terus mendukung kegiatan seperti ini, diharapkan kegiatan ini terus berlanjut selain kegiatan yang berkaitan dengan Agama, kegiatan ini juga kegiatan Sosial terlihat dari rangkaian acara tersebut,” katanya.

Senada dengan yang disampaikan oleh Hardiono, Ketua MUI Kalsel Sukarni mengingatkan kepada jamaah agar terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan dimulai dari menjelang hingga bulan ramadhan terlebih lagi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari diluar diluar bulan ramadhan pada bulan-bulan berikutnya.

 “Mari kita persiapkan diri kita untuk menghadapi bulan ramadhan,” imbuhnya.

ia berharap Allah selalu memberikan rahmat dan kekuatan bagi ummat muslim yang akan menjalankan ibadah puasa.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Tarhib Ramadhan, Muhammad Muttaqim mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud kegembiraan dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

“PRA dan PRM Sungai Besar Banjarbaru bersuka cita menyambut Ramadhan dengan mengadakan Tarhib Ramadhan yang mengundang penceramah Ustadz Sukarni yang saat ini menjabat sebagai Ketua MUI Kalsel dan juga Akademisi UIN Antasari Banjarmasin,” ucap Muttaqim.

Ia menjelaskan Selain itu kegiatan ini juga sekaligus Launching Kebun Pekarangan dengan tujuan mengajak kepada masyarakat agar menjaga lingkungan dan juga menjadikan masyarakat produktif dalam memanfaatkan pekarangan

“Alhamdulillah, Kurang lebih 200 Orang yang hadir pada acara kali ini, Dengan kegiatan ini mudah-mudahan kita dapat mempererat tali silaturahmi ukhuwah islamiyah bagi PRA dan PRM serta masyarakat Sungai Besar,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Baru Dibuka, Pendaftaran Pasar Wadai Banjarbaru Sudah Terisi 70 Persen

BANJARBARU – Event tahunan Pasar Wadai di momen bulan Ramadan di Kota Banjarbaru kembali digelar. Di tahun 2024 ini tajuknya yakni Banjarbaru Ramadhan Festival 2024 Pasar Wadai JUARA dengan tagline Spread the Joy of Ramadhan.

Rencananya, event yang dipersembahkan Pemerintah Kota Banjarbaru melalui oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disbporabudpar) ini bakal dilaksanakan selama 26 hari Ramadan.

Jika mengacu pada perkiraan awal bulan Ramadan, Banjarbaru Ramadhan Festival 2024 (BRF24) kemungkinan besar dimulai dari 12 Maret – 6 April 2024.

Adapun, untuk jam operasional dimulai dari sekira pukul 16.00 WITA – 22.00 WITA. Akan tetapi di jeda Salat Magrib dan Isya hingga Tarawih, aktivitas ditangguhkan dengan tujuan menjaga kekhusyuan masyarakat yang ingin beribadah.

Dijelaskan oleh Kepala Disporabudpar Kota Banjarbaru, A Yani Makkie, event BRF24 Pasar Wadai JUARA mengambil lokasi di Lapangan Murjani Banjarbaru. Lokasi strategis dan ramai di Kota berjuluk Idaman ini.

Selain event utamanya yakni Pasar Wadai, BRF24 ujar Yani juga akan dipenuhi dengan berbagai lomba, pentas dan festival Islami maupun seni budaya.

Konsep ini sendiri diakui merupakan permintaan langsung Wali Kota Banjarbaru, HM Aditya Mufti Ariffin, yang menempatkan konsep Agamis sebagaimana visi Banjarbaru “JUARA” (akronim Maju, Agamis dan Sejahtera).

“Tahun ini konsepnya juga banyak melibatkan anak-anak atau pelajar. Dari tadarus Al Quran, Tahfidz Quran, Dai Cilik, Habsyi, berbuka bersama anak yatim piatu dan banyak aktivitas islami lainnya. Semua ini merupakan masukan dari bapak Wali Kota,” katanya.

Di tahun ini, BRF24 pastinya akan melibatkan UMKM binaan dari program RT Mandiri. Dimana program RT Mandiri sendiri merupakan salah satu program unggulan Pemko Banjarbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota, Aditya.

“Total ada sekitar 20 stand untuk UMKM binaan RT Mandiri yang merupakan perwakilan dari 20 kelurahan di Kota Banjarbaru. Untuk stand RT Mandiri ini bersifat gratis,” katanya.

Dilanjutnya, BRF24 kali ini juga akan menerapkan kebijakan dan penyesuaian baru untuk tata letak ataupun zonasi para pedagang. Hal ini kata Yani sebagai upaya untuk terus menjaga dan menggalakan nilai-nilai budaya Pasar Wadai secara turun temurun.

“Berdasarkan konsep dari pihak pelaksana EO (Event Organizer), layout atau tata letak dibagi berbagai kategori, lebih dari separo stand jenis jualannya adalah wadai/takjil dan masakan banjar yang memang selalu dinanti saat bulan Ramadan,” sambungnya.

Ia sendiri berharap bahwa keinginan dan upaya ini bisa disambut baik dan kooperatif oleh para pedagang Pasar Wadai. Hal ini katanya juga sebagaimana arahan dan harapan pimpinan.

Sementara itu, Event Director Serikart Organizer, Muhammad Rifani selaku pelaksana event BRF24 menambahkan jika tata letak zonasi stand atau pedagang event BRF24 terbagi menjadi lima kategori dasar.

Zonasinya sendiri terbagi pedagang wadai atau takjil. Zonasi masakan banjar ringan. Zonasi masakan banjar basah dan masakan nusantara. Serta zonasi UMKM kuliner dan non kuliner yang cenderung jenis dagangannya lebih bisa variatif.

“Sesuai arahan dan atensi dari Pemko Banjarbaru, komposisi zonasi atau jenis jualannya diharapkan bisa memenuhi 70 persen kuliner masakan banjar atau nusantara dan 30 persen untuk kategori reguler,” paparnya.

Di tahun ini, untuk jenis stand kata Rifani juga terbagi menjadi tiga tipe. Dari jenis booth terbuka ukuran 2×2 meter, lalu tenda kerucut dengan tirai di semua sisi ukuran 3×3 meter serta tenda kerucut dengan tirai di semua sisi ukuran 5×5 meter.

“Untuk fasilitasnya berupa meja dan kursi, plang nama beserta pajak reklamenya. Pedagang juga mendapat apron, masker, sarung tangan, topi masak, sajadah, lanyard dan ID Card serta daya listrik selama 26 hari di jam operasional, termasuk jasa kebersihan area dan keamanan area,” sebutnya.

Untuk fasilitas umum atau pengunjung, tahun ini kata Rifani juga akan disediakan laman resmi atau website khusus BRF24. Isinya berupa informasi pedagang dan juga aktivitas atau kegiatan-kegiatannya.

Kemudian, di area lapangan Murjani, selain toilet. Pihaknya turut menyediakan musala dengan pembatas jemaah pria dan wanita. Termasuk juga fasilitas wudu yang dibuat terpisah antara pria dan wanita.

“Kita juga menempatkan satu ruangan Laktasi untuk ibu-ibu menyusui yang nanti berkunjung ke area event,” timpanya.

Adapun, tingkat keterisian stand pedagang. Sejak pendaftaran stand atau tenant dibuka pada Kamis (22/2) kemarin. Saat ini kurang lebih dua hari dibuka diketahui sudah ada sekitar 65-70 persen yang terisi.

“Total keseluruhan stand atau tenant yang kita sediakan untuk khusus pedagang ada 226 yang terbagi menjadi lima kategori. Dari pembaharuan data tim kita pada Jumat (23/2) malam, yang belum terisi ada sekitar 40 stand dari 226 stand,. Angka ini sangat dinamis, jadi bisa saja segera berubah” katanya.

Terakhir, terkait informasi sewa stand pada event BRF24 ini, calon atau kandidat pedagang katanya bisa mengunjungi offisial akun sosial media Instagram event yakni @bjbramadhanfest24. Partisipan stand atau tenant pastinya juga terbuka untuk umum.

“Di sana sudah tertera admin atau narahubung sesuai kategorinya, jadi calon pedagang bisa menghubungi narahubung yang linier dengan jenis usahanya,” informasinya. (RILIS-RDM/RH)

Satu-Satu di Kalimantan, Wali Kota ADITYA Terima Penghargaan PWI 2024 dari Presiden Jokowi

BANJARBARU – Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-78, Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin menerima penghargaan sekaligus menjadi satu-satunya kepala daerah di Kalimantan yang meraih penghargaan dari PWI tahun 2024.

Puncak Penghargaan Hari Pers Nasional (HPN) ke- 78, dihadiri secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo di Ancol Jakarta, Selasa (20/2) sore.

Wali Kota Aditya meraih penghargaan atas komitmennya memajukan sektor UMKM di Ibukota Kalimantan Selatan. Peran Aditya dalam mendorong UMKM dapat terlihat dari berbagai inovasinya, serta dukungan luar biasa sang istri Vivi Zubedi yang berhasil membawa produk UMKM Kota Banjarbaru melejit ke kancah internasional.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengatakan, jurnalisme berkualitas menjadi perhatian penting pemerintah. Salah satunya setelah melalui perdebatan panjang, Jokowi akhirnya menandatangi Perpres publisher right.

“Saya berpesan Pers terus menjaga demokrasi, beritakan fakta bukan mengada-ada atau asumsi saja. Pesan kedua, perusahaan Pers juga harus berfikir ke depan, adaptif dalam menjawab tantangan zaman, serta harus bisa mandiri,” ungkapnya.

Walikota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin mengaku bersyukur atas diraihnya Penghargaan Anugerah PWI ini.

“Terimakasih kami terhadap PWI dengan anugerah PWI 2024 bidang pemberdayagunaan UMKM ini. Tentunya penghargaan ini menjadi vitamin motivasi kami, agar lebih menghidupkan lagi perekonomian kota Banjarbaru. Serta menjadi simbol kolaborasi dengan insan pers,” ungkapnya.

Aditya mengaku, penghargaan ini juga menjadi penyemangat kami untuk bisa berbuat lebih dan UMKM Banjarbaru bisa naik kelas ke depannya.

Pihaknya selaku pemerintah daerah, akan selalu membuka akses seluas-luasnya untuk para pelaku UMKM. Agar lebih kreatif dan menghasilkan produk-produk unggulan.

Untuk diketahui, Anugerah PWI Pusat ini juga diberikan kepada kepada lima bupati dan Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Semarang. Seperti Bupati Jember (Jatim) Hendy Siswanto untuk Anugerah PWI bidang kebudayaan, Bupati Tapanuli Selatan (Sumut) Dolly Putra Parlindungan Pasaribu menerima Anugerah PWI bidang Lingkungan Hidup.

Juga Bupati Simalungun Sumut Radiapoh Hasiholan Sinaga (bidang kebudayaan), Bupati Serang Banten Hj Ratu Tatu Chasanah (bidang kebudayaan) dan Bupati Bandung Jabar Dadang Supriatna (bidang kebudayaan), serta Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Semarang, penerima Anugerah PWI bidang pendidikan. (Diskominfo.Bjb-RDM/RH)

Exit mobile version