LPPL Abdi Persada FM Siap Jalin Kerja Sama dengan Densus 88, Perkuat Edukasi Pencegahan Radikalisme

Banjarbaru – Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Abdi Persada FM, menjalin kerja sama dengan Satgaswil Kalimantan Selatan Densus 88 Antiteror Polri, dalam upaya memperkuat edukasi dan literasi masyarakat terkait pencegahan paham radikalisme dan intoleransi.

Rencana kerja sama tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Kepala Unit (Kanit) Pencegahan Satgaswil Kalimantan Selatan Densus 88 Antiteror Polri, Alim Sumartono dengan Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani.

Alim Sumartono mengatakan, media memiliki peran strategis menyampaikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait bahaya radikalisme, intoleransi, dan penyebaran paham yang bertentangan dengan ideologi negara.

Menurutnya, pendekatan pencegahan melalui edukasi dan literasi publik menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di era digital yang ditandai dengan cepatnya arus informasi.

“Media menjadi mitra penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi serta mampu menangkal paham – paham yang berpotensi memecah persatuan,” ujarnya, saat bertandang ke kantor LPPL Abdi Persada FM di Banjarbaru, Selasa (26/5).

Ia menjelaskan, kerja sama yang direncanakan nantinya dapat diwujudkan melalui berbagai program siaran edukatif, dialog interaktif, kampanye literasi digital, hingga penyebarluasan informasi mengenai pentingnya menjaga persatuan dan toleransi di tengah masyarakat.

Sementara itu, Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani menyambut baik rencana kerja sama tersebut, dan menilai kolaborasi antara media publik dan aparat penegak hukum sangat penting dalam memperkuat edukasi masyarakat.

Menurutnya, sebagai media publik daerah, LPPL Abdi Persada FM memiliki tanggung jawab menghadirkan siaran yang tidak hanya informatif dan menghibur, tetapi juga memberikan nilai edukasi bagi masyarakat.

“Kami siap mendukung program-program edukasi yang bertujuan meningkatkan literasi masyarakat, khususnya terkait pencegahan radikalisme, intoleransi, dan penyalahgunaan media digital,” katanya.

Syarifah menambahkan, pihaknya juga akan menyampaikan rencana kerja sama tersebut kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan sebagai bentuk koordinasi dan dukungan terhadap penguatan program edukasi publik di daerah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, media, dan aparat penegak hukum sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan dan persatuan di Banua.

“Melalui siaran radio yang menjangkau masyarakat luas, pesan-pesan edukasi diharapkan dapat lebih mudah diterima masyarakat hingga ke berbagai daerah di Kalimantan Selatan,” lanjutnya.

Kerja sama tersebut juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan media massa dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, damai, dan kondusif.

“Selain itu, kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah preventif dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk penyebaran paham radikal yang kini berkembang melalui berbagai platform digital dan media sosial,” tutup Syarifah. (MRF/RIW/EYN)

Meriahkan HLUN 2026, PPRSLU Budi Sejahtera Gelar Beragam Lomba untuk Lansia

Banjarbaru – Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026, akan dilaksanakan di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera pada Sabtu (30/5) mendatang. Berbagai persiapan pun mulai dimatangkan, termasuk rangkaian kegiatan hiburan dan perlombaan bagi para lansia.

Kepala PPRSLU Budi Sejahtera Provinsi Kalimantan Selatan, Hairun Nisa mengatakan, peringatan HLUN tahun ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memberikan kebahagiaan dan penghormatan kepada para lanjut usia.

Kepada PPRSLU Budi Sejahtera Kalsel, Hairun Nisa, saat diwawancara.

“Insya Allah kegiatan nantinya akan dihadiri langsung Gubernur Kalimantan Selatan bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan,” Kata Nisa, Senin (25/5).

Menjelang pelaksanaan HLUN, PPRSLU Budi Sejahtera juga menggelar berbagai perlombaan, seperti fun catwalk, lomba mewarnai, hingga tebak gambar tokoh dan pahlawan. Kegiatan tersebut disambut antusias para penghuni panti.

“Alhamdulillah para lansia sangat antusias mengikuti seluruh kegiatan. Kami ingin mereka merasa senang, tetap percaya diri, dan terus aktif dalam berbagai aktivitas sosial,” ucapnya.

Ia menyebut, Gubernur Muhidin dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Fathul Jannah Muhidin dijadwalkan turut menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba yang diikuti para lansia di lingkungan panti.

Menurutnya, rangkaian perlombaan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan suasana yang menyenangkan sekaligus meningkatkan semangat kebersamaan antar penghuni panti.

Suasana Lomba di PPRSLU Budi Sejahtera Kalsel dalam rangka menyambut HLUN 2026.

Bahkan, sejumlah lansia tampak percaya diri saat tampil di ajang fun catwalk. Keceriaan para peserta pun menjadi warna tersendiri dalam menyambut Hari Lanjut Usia Nasional tahun ini.

“Melalui kegiatan ini kami berharap para lansia tetap merasa dihargai, diperhatikan, dan memiliki ruang untuk mengekspresikan diri,” tambahnya.

Nisa juga berharap peringatan Hari Lanjut Usia Nasional dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan para lansia, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih ramah dan mendukung bagi lanjut usia di Kalimantan Selatan.

“Kami ingin Hari Lanjut Usia Nasional ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa para lansia tetap memiliki peran penting dan harus mendapatkan perhatian, kasih sayang, serta penghormatan dari lingkungan sekitar,” tutupnya. (BDR/RIW/EYN)

Efesiensi Anggaran, DPRD Banjarbaru Minta Formasi CPNS 2026 Tepat Sasaran

Banjarbaru – DPRD Kota Banjarbaru menyoroti usulan kebutuhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru yang mencapai 267 formasi. Usulan tersebut dinilai penting untuk menjaga pelayanan publik tetap berjalan optimal, terutama dalam mengisi kekosongan pegawai akibat pensiun.

Ketua Komisi I DPRD Banjarbaru, Ririk Sumari Restuningtyas mengatakan, berdasarkan data dari BKPSDM Banjarbaru, formasi CPNS yang diusulkan terdiri dari 83 tenaga teknis, 122 tenaga guru, dan 44 tenaga kesehatan.

Selain itu, terdapat pula usulan formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), yakni 14 formasi guru dan 4 formasi tenaga kesehatan.

Ketua Komisi I DPRD Banjarbaru, Ririk Sumari, saat diwawancara.

Menurut Ririk, seluruh formasi tersebut telah disusun berdasarkan kebutuhan riil pemerintah daerah, khususnya untuk menggantikan ASN yang telah maupun akan memasuki purna tugas atau pensiun.

“Formasi yang diusulkan ini memang disiapkan untuk memastikan tidak terjadi kekosongan jabatan pelayanan publik ketika ada pegawai pensiun. Jadi kebutuhan ASN tetap bisa terpenuhi sesuai kondisi di lapangan,” ucap Ririk belum lama ini.

Ia menilai, usulan formasi yang diajukan BKPSDM sudah melalui perhitungan matang di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan pemerintah.

Ririk menambahkan, pelaksanaan seleksi nantinya juga akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Meski tahapan pendaftaran dilakukan secara daring, proses seleksi hingga pelatihan CPNS tetap memerlukan dukungan anggaran yang cukup besar.

“BKPSDM tentu harus menyusun strategi pelaksanaan yang efektif karena masih menunggu apakah seluruh 267 formasi ini nantinya disetujui oleh Kementerian PAN-RB atau tidak,” katanya.

Ia mengungkapkan, apabila seluruh usulan formasi disetujui pemerintah pusat, maka Pemko Banjarbaru diperkirakan harus menyiapkan anggaran hampir Rp1 miliar untuk mendukung tahapan seleksi dan pelatihan CPNS.

Karena itu, DPRD Banjarbaru turut mendorong agar pelaksanaan pelatihan CPNS dapat dilakukan secara bertahap apabila kondisi anggaran belum memungkinkan dilaksanakan sekaligus.

“Kami menyarankan jika seluruh formasi diterima, pelatihannya bisa dilakukan bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. Yang terpenting proses rekrutmen tetap berjalan dan kebutuhan pegawai bisa terpenuhi,” tutupnya. (BDR/RIW/EYN)

Perkuat Pengembangan BUMDes, DPMD Kalsel Siapkan Pelatihan Pemasaran Digital

Banjarbaru – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Selatan, akan menggelar pelatihan pemasaran berbasis teknologi bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), sebagai upaya meningkatkan daya saing usaha desa di era digital.

Program tersebut disampaikan Kepala Seksi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa DPMD Provinsi Kalimantan Selatan, Indah Novita Purnamasari, Senin (25/5).

Kepala Seksi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa DPMD Provinsi Kalimantan Selatan, Indah Novita Purnamasari.

Indah menjelaskan, perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi saat ini menuntut pengelola BUMDesa mampu beradaptasi, khususnya dalam memasarkan produk dan mengembangkan usaha desa secara lebih modern dan efektif.

Menurutnya, selama ini masih banyak produk unggulan desa yang memiliki kualitas baik, namun belum maksimal dalam pemasaran karena keterbatasan pemanfaatan teknologi digital.

“Pemanfaatan teknologi saat ini menjadi hal yang sangat penting agar produk-produk desa mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga regional bahkan nasional,” ujarnya.

Ia mengatakan, pelatihan tersebut nantinya akan difokuskan pada penguatan kemampuan pengelola BUMDesa, memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran usaha.

Materi yang diberikan meliputi strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, pengelolaan konten promosi, hingga pengembangan jaringan pemasaran berbasis teknologi informasi.

Selain itu, para pengelola BUMDesa juga akan diberikan pemahaman mengenai pentingnya inovasi usaha dan peningkatan kualitas pelayanan agar usaha desa mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Perkembangan teknologi digital saat ini memberikan peluang besar bagi desa untuk memperkenalkan potensi dan produk unggulannya kepada masyarakat yang lebih luas,” lanjutnya.

Karena itu, DPMD Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia di desa agar lebih siap menghadapi perkembangan zaman dan perubahan pola pemasaran yang kini semakin berbasis digital.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi desa melalui pengembangan BUMDesa yang profesional, mandiri, dan adaptif terhadap teknologi.

“BUMDesa harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Dengan pemanfaatan teknologi yang baik, peluang usaha desa akan semakin berkembang dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa,” tutup Indah. (MRF/RIW/EYN)

Pangdam XXII/Tambun Bungai Lepas 314 Prajurit Muda, Perkuat Ketahanan dan Pembangunan Wilayah Kalimantan

Banjarbaru – Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI Angkatan Darat Gelombang I Tahun Anggaran 2026, menjadi momen bersejarah bagi penguatan pertahanan negara. Sebanyak 17.000 mantan siswa dari seluruh Indonesia resmi dilantik menjadi Prajurit Dua (Prada) usai menempuh pendidikan militer dasar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 314 orang merupakan lulusan terbaik yang dididik di Markas Komando Resimen Induk Kodam (Mako Rindam) XXII/Tambun Bungai, dan kini siap bertugas memperkuat keamanan serta pembangunan di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Jum’at (22/5).

Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin menegaskan, bahwa kelulusan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah strategis menyiapkan ribuan prajurit muda yang tangguh.

Menurutnya, keberadaan personel tambahan ini sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan geografis wilayah Kalimantan yang luas, berkarakteristik hutan lebat, aliran sungai, dan daerah pedalaman yang membutuhkan kehadiran negara.

“Momen ini sangat penting. Kita baru saja melepas 314 putra terbaik asuhan Rindam XXII/Tambun Bungai, bagian dari 17.000 prajurit baru se-Indonesia. Mereka disiapkan memiliki kesiapan fisik, mental, dan kemampuan teritorial yang mumpuni. Wilayah Kalimantan menuntut prajurit yang tidak hanya kuat bertempur, tetapi juga adaptif dan memahami betul karakter sosial budaya masyarakat setempat,” ujar Mayjen TNI Zainul Arifin.

Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan menjadi fokus utama penempatan para lulusan ini. Langkah ini merupakan wujud nyata kebijakan Kementerian Pertahanan untuk memperkuat peran TNI AD, di mana prajurit tidak hanya bertugas menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga mendorong percepatan pembangunan di daerah terpencil, perbatasan, dan kawasan rawan bencana.

Pangdam XXII/Tambun Bungai menekankan, 314 Tamtama remaja lulusan Rindam XXII/Tambun Bungai ini, telah dibekali materi lebih dari sekadar kemampuan tempur dasar. Mereka secara khusus ditempa dan disiapkan menjadi penguat satuan teritorial dengan peran strategis sebagai motor penggerak pembangunan daerah.

“Mereka akan bersinergi penuh dengan pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur fisik, sekaligus memperkokoh ketahanan wilayah dan semangat juang masyarakat. Inilah definisi sesungguhnya: prajurit pembangun sekaligus pelindung rakyat,” ungkap Mayjen TNI Zainul Arifin.

Peran ini dinilai sangat krusial karena menjembatani keberadaan militer dengan kebutuhan nyata warga, terutama di wilayah yang akses pembangunannya belum merata.

Kehadiran 314 prajurit baru ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan serta memperkuat rasa aman masyarakat di seluruh penjuru Kalimantan.

Kepada seluruh prajurit lulusan Rindam XXII/Tambun Bungai yang akan segera ditempatkan, Mayjen TNI Zainul Arifin menyampaikan pesan mendalam dan arahan yang tegas.

Para prajurit diingatkan untuk senantiasa menjaga kehormatan seragam, memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman utama dalam bertindak.

“Kalian adalah wajah TNI di mata masyarakat. Saat terjun ke Batalyon Teritorial Pembangunan, jadilah solusi atas setiap kesulitan yang dihadapi rakyat di tempat tugas masing-masing,” tegasnya.

Pangdam juga mengimbau agar para prajurit memanfaatkan kemajuan teknologi dan inovasi untuk mendukung pelaksanaan tugas, serta harus cepat beradaptasi dengan kearifan lokal dan senantiasa menghargai budaya setempat.

“Buktikan bahwa TNI AD selalu hadir bersama rakyat, berakar di bumi pertiwi, dan berjuang demi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Mayjen TNI Zainul Arifin.

Kelulusan 17.000 prajurit baru secara nasional dan penempatan khusus 314 orang di wilayah Kodam XXII/Tambun Bungai, menjadi bukti nyata transformasi TNI Angkatan Darat yang modern.

Kini, TNI hadir tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan yang tangguh, tetapi juga mitra setia masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan wilayah Kalimantan. (Penrem-RIW/EPS)

Ketinggalan Barang di Bandara BDJ, Begini Cara Lapornya

Banjarbaru – Ketika di bandara, kadang penumpang yang terburu-buru naik pesawat, ada yang tidak sadar meninggalkan barangnya di dalam bandara. Situasi ini tentu membuat tidak nyaman.
Tetapi kabar baiknya, barang yang hilang atau tertinggal masih dapat ditemukan kembali melalui prosedur resmi yang telah disiapkan pengelola Bandara di Regional VI.

Yakni di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman – BPN, Bandara Syamsudin Noor – BDJ, Bandara Supadio – PNK dan Bandara Tjilik Riwut – PKY yakni LOFIA “Lost & Found InJourney Airports”

“Diharapkan aplikasi ini, memudahkan penumpang yang sudah melanjutkan perjalanan dari bandara tinggal melapor melalui aplikasi Lofia yang tersedia Google Play Store” kata Minggus E.T Gandeguai, CEO Regional VI PT Angkasa Pura Indonesia

Pesawat Udara menjadi salah satu transportasi publik yang banyak diandalkan untuk perjalanan jarak jauh, oleh karena itu, CEO PT Angkasa Pura Airport Kantor Regional VI, terus mengimbau penumpang agar memerhatikan barang bawaan saat di Bandara, demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Berikut cara melapor kehilangan barang melalui aplikasi LOFIA,

  1. Pengguna Jasa dapat mengunduh aplikasi di Google Play Store, kemudian masuk menggunakan alamat email dan kata sandi yang telah terdaftar. Tersedia juga opsi masuk praktis melalui akun Google.
  2. Di halaman awal tersedia informasi Recently Found dimana bagian ini menampilkan barang-barang yang baru saja ditemukan petugas di bandara. Jika barang tersebut milik pengguna jasa, maka dapat mengklaim dengan menunjukkan bukti kepemilikan, seperti deskripsi ciri khusus yang hanya diketahui pemilik atau unggah foto bukti kepemilikan (misal: foto saat memakai barang tersebut atau kuitansi pembelian).
  3. Jika pengguna jasa kehilangan barang, yang tidak muncul di Recently Found Dapat membuat laporan melalui ikon (+) di menu aplikasi. Tinggal mengisi nama, email, kemudian isi detail barang jika ada foto untuk diupload dengan detail waktu dan lokasi. Pengguna jasa dapat memantau proses melalui aplikasi ini.

Selain itu, jika penumpang masih berada di bandara, datang langsung ke Customer Service dan akan dibantu untuk dibuatkan laporan.

“Kami informasikan jika barang tidak segera diambil dalam waktu tertentu, petugas akan memindahkannya ke tempat penyimpanan. Proses ini dilakukan guna memastikan barang tetap aman hingga pemilik datang menjemput,” tambah Minggus.

Barang temuan disimpan maksimal satu minggu di bandara sebelum dipindahkan ke tempat penyimpanan.
Barang berupa makanan hanya disimpan selama satu hari sebelum dimusnahkan.

Barang lain yang tidak diambil dalam kurun waktu satu bulan akan disumbangkan atau dimusnahkan.

Regional CEO VI juga mengingatkan bahwa prosedur pengambilan barang mengikuti aturan yang berlaku. Meskipun layanan pelaporan barang ini tersedia, penumpang tetap diimbau untuk selalu memastikan barang bawaannya aman saat di bandara. (AngkasaPura-RIW/EPS)

Cetak Tenaga Kerja Profesional, Puluhan Peserta Ikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi BLK Kalsel

Banjarbaru – Delapan puluh (80) peserta se-Kalimantan Selatan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan bagi Pencari Kerja Berbasis Kompetensi Institusional APBD Tahun 2026, yang digelar Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Kamis (21/5).

Pelatihan yang dibuka Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, diwakili Plh. Sekretaris Daerah Subhan Nor Yaumil ini, menghadirkan sejumlah program kejuruan, di antaranya tata rias kecantikan, menjahit pakaian sesuai style, digital marketing, desain grafis muda, hingga plate welder 4G-UP PF atau teknik pengelasan.

Ket : Plh. Sekda Provinsi Kalsel, Subhan Nor Yaumil saat membuka kegiatan pelatihan

Subhan mengatakan, pelatihan berbasis kompetensi memiliki peran strategis untuk menjawab tantangan dunia kerja yang terus berkembang di tengah kemajuan teknologi dan persaingan kerja yang semakin ketat.

“Program pelatihan berbasis kompetensi ini merupakan investasi untuk mencetak tenaga kerja yang unggul, produktif, dan mampu bersaing, baik di tingkat regional maupun nasional,” ujar Subhan.

Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2026, tingkat pengangguran terbuka di Kalimantan Selatan berada pada angka 3,80%, yang menunjukkan kondisi ketenagakerjaan daerah terus bergerak ke arah positif.

Meski demikian, Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak cepat berpuas diri karena tantangan dunia kerja ke depan akan semakin dinamis, terutama menghadapi transformasi teknologi, perkembangan industri, dan perubahan kebutuhan pasar kerja.

“Pelatihan vokasi seperti ini menjadi salah satu solusi strategis untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus membuka peluang kerja dan peluang usaha baru bagi masyarakat,” katanya.

Ket : Suasana pembukaan pelatihan berbasis kompetensi institusional di BLK Tahun 2026

Subhan berharap program pelatihan serupa, dapat dilaksanakan berkelanjutan, untuk membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan keterampilan masyarakat sesuai kebutuhan dunia industri.

“Kemampuan teknis seperti pengelasan dan yang lainnya dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi tenaga kerja lokal apabila terus dikembangkan melalui pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar,” jelasnya.

Kepada para peserta, Subhan berpesan, agar mengikuti seluruh proses pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membangun karakter kerja yang profesional.

“Jangan pernah cepat puas, karena dunia kerja terus berkembang dan membutuhkan sumber daya manusia yang mau belajar sepanjang hayat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BLK Provinsi Kalsel, Fatmasari Said menjelaskan, pelatihan akan berlangsung selama 43 hari. Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan mengikuti program pemagangan sebelum terjun ke dunia usaha, perusahaan, maupun membuka usaha mandiri.

“Harapannya para peserta dapat direkrut oleh perusahaan sesuai kebutuhan industri, ataupun mampu membuka peluang usaha secara mandiri setelah mengikuti pelatihan ini,” ujar Fatmasari.

Ia menambahkan, seluruh peserta telah melalui proses seleksi ketat. Dari ribuan pendaftar dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan, hanya 80 orang yang dinyatakan lolos mengikuti pelatihan tersebut.

“Melalui pelatihan berbasis kompetensi ini, diharapkan lahir tenaga kerja yang terampil, siap bersaing, serta mampu menciptakan peluang usaha baru yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan menekan angka pengangguran di Kalimantan Selatan,” tutupnya. (BDR/RIW/EPS)

Gelar GPM Jelang Iduladha, Upaya DPKP Jaga Stabilitas Harga Pangan

Banjarbaru – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Gerakan Pangan Murah, dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, mulai Rabu (20/5) hingga Kamis (21/5) tersebut, berlangsung di Kios Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Kepala Dinas PKP Kalsel (Kiri) bersama Sekretaris Dinas PKP Kalsel (Kanan)

Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau dibanding harga pasar,l. Diantaranya beras, gula pasir, minyak goreng, telur, bawang merah, bawang putih, hingga sejumlah komoditas pangan lainnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman mengatakan, gerakan pangan murah diselenggarakan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, sekaligus menjaga kestabilan pasokan pangan di tengah meningkatnya permintaan menjelang Hari Raya Iduladha.

Menurutnya, jelang hari besar keagamaan biasanya terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat yang berdampak terhadap kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan langkah antisipasi melalui operasi pasar dan gerakan pangan murah.

“Program ini dilaksanakan untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibanding harga pasar,” ujarnya.

Syamsir menambahkan, gerakan pangan murah juga merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, agar pemerintah daerah terus hadir menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan nasional.

Antusias masyarakat dalam memanfaatkan Gerakan Pangan Murah (GPM)

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen menjaga inflasi daerah tetap terkendali melalui berbagai program stabilisasi pangan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Selain membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih murah, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga distribusi dan ketersediaan pasokan pangan di pasaran agar tetap aman dan terkendali,” lanjutnya.

Masyarakat yang datang terlihat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli kebutuhan pokok dalam jumlah cukup banyak, terutama komoditas yang mengalami kenaikan harga di pasar, menjelang Hari Raya Iduladha.

Syamsir berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala, khususnya menjelang hari besar keagamaan dan momentum tertentu yang berpotensi memicu kenaikan harga pangan.

“Melalui gerakan pangan murah ini, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus mampu menekan laju inflasi dari sektor pangan di Banua,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/EPS)

Pemprov Kalsel Ajak Masyarakat Liburan di Banua

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong masyarakat untuk lebih mengenal dan mengunjungi destinasi wisata lokal yang tersebar di berbagai daerah di Banua.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin mengatakan, Kalimantan Selatan memiliki banyak potensi wisata yang tidak kalah menarik dibanding daerah lain di Indonesia, termasuk destinasi yang berada di sekitar ibu kota provinsi.

Sekda Kalsel Muhammad Syarifuddin (tengah) mengimbau masyarakat kunjungi wisata lokal

Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata daerah juga membutuhkan dukungan masyarakat dengan meningkatkan kunjungan ke objek – objek wisata lokal.

“Kita ingin masyarakat lebih mengenal destinasi wisata yang ada di seputar daerah kita sendiri. Tidak perlu jauh-jauh ke Pulau Jawa, karena di Kalimantan Selatan sudah banyak destinasi wisata yang cukup baik, indah, dan sangat menjanjikan,” ujar Syarifuddin belum lama tadi.

Ia menilai berbagai destinasi wisata di Banjarbaru, Kabupaten Banjar, hingga daerah lainnya di Kalsel memiliki potensi besar untuk menjadi pilihan utama masyarakat dalam menghabiskan waktu liburan maupun bersantai bersama keluarga.

Selain menawarkan panorama alam dan suasana yang nyaman, keberadaan destinasi wisata lokal juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, khususnya pelaku usaha mikro dan sektor ekonomi kreatif.

“Banyak destinasi wisata kita di sekitar ibu kota provinsi, di Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan daerah lainnya. Jadi kita berharap masyarakat Kalimantan Selatan bisa mengunjungi destinasi wisata yang ada di daerah sendiri,” katanya. (SYA/RIW/EPS)

Eksplorasi di Tanah Bumbu, UPTD Kebun Raya Banua Temukan Puluhan Spesialis Endemik

Banjarbaru – UPTD Kebun Raya Banua berhasil menemukan sebanyak 56 spesies tumbuhan endemik, dalam kegiatan eksplorasi di kawasan sekitar Gua Liang Bangkai, Desa Dukuhrejo, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu.

Eksplorasi sebagai upaya konservasi tumbuhan khas dan endemik Kalimantan Selatan yang kini mulai jarang ditemukan di habitat aslinya.

Ket : Kegiatan eksplorasi tumbuhan UPTD Kebun Raya Banua di Kabupaten Tanah Bumbu

Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Rahmat Maidiyanto melalui Kepala Seksi Penelitian dan Konservasi Tumbuhan Exsitu, Muhammad Ferza Listyannoor mengatakan, kawasan sekitar Gua Liang Bangkai dipilih karena memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang cukup tinggi.

Menurut Ferza, kegiatan tersebut menjadi bagian dari fungsi Kebun Raya sebagai lembaga konservasi untuk menyelamatkan berbagai jenis tumbuhan khas daerah agar tetap lestari dan dapat dikenal generasi mendatang.

“Pelaksanaan eksplorasi yang dilaksanakan pada 21-25 April ini merupakan bagian dari fungsi Kebun Raya sebagai lembaga konservasi. Kami berupaya mencari dan menyelamatkan tanaman-tanaman khas Kalimantan Selatan yang keberadaannya mulai langka agar tetap dapat dikenal oleh generasi mendatang,” ujarnya, Selasa (19/5).

Ia menjelaskan, jenis tumbuhan yang ditemukan didominasi tanaman anggrek, begonia, serta berbagai tanaman hias dan keladi-keladian khas hutan Kalimantan.

Seluruh tumbuhan hasil eksplorasi nantinya akan dibawa ke Kebun Raya Banua untuk dibudidayakan dan menjalani perawatan intensif di kawasan konservasi exsitu.

Ferza menuturkan, proses adaptasi menjadi tantangan tersendiri karena tidak semua tumbuhan yang diambil dari habitat alami dapat langsung tumbuh dengan baik di lingkungan baru.

“Tumbuhan yang dibawa ke Kebun Raya belum tentu langsung bisa hidup. Karena itu perlu perawatan khusus agar dapat beradaptasi. Jika berhasil tumbuh, nantinya tanaman tersebut bisa menjadi koleksi konservasi sekaligus dibagikan untuk kepentingan edukasi maupun pelestarian,” jelasnya.

Selain melakukan penyelamatan tumbuhan dari alam, eksplorasi tahun ini juga disertai upaya pengembalian bibit tanaman langka ke habitat asalnya.

Salah satunya dilakukan terhadap jenis meranti-merantian yang sebelumnya telah dikembangkan di Kebun Raya Banua dan kini dibawa kembali ke Kabupaten Tanah Bumbu untuk mendukung pelestarian di daerah asalnya.

“Sekarang tanaman meranti sudah semakin jarang ditemukan. Jadi ada timbal balik dalam kegiatan ini, bukan hanya Kebun Raya yang mendapatkan manfaat, tetapi masyarakat dan lingkungan di daerah juga merasakan dampaknya,” katanya.

Kegiatan eksplorasi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan tumbuhan khas Kalimantan Selatan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati daerah. (BDR/RIW/EPS)

Exit mobile version