TPPS Kalsel Siap Terjun ke Desa, Guna Tekan Angka Stunting

BANJARBARU – Berdasarkan data BKKBN, Kalimantan Selatan merupakan salah satu dari 12 provinsi prioritas yang memiliki prevalensi stunting tertinggi di Indonesia tahun 2022 ini.

Merujuk pada Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, 5 wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) termasuk dalam 76 kabupaten/kota berkategori “merah”. Diantaranya Kabupaten Banjar, Tapin, Barito Kuala, Balangan, dan Tanah Laut.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Ariadi Noor mengatakan, pihaknya bersama dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kalsel sudah memberikan gambaran ke kabupaten/kota terkait kondisi stunting di wilayah mereka.

Dari hasil pemetaan tersebut tersebut diakuinya, TPPS Kalsel akan terjun langsung ke kabupaten/kota untuk mengevaluasi komitmen Pemerintah Daerah masing-masing dalam menekan angka stunting, dilanjutkan dengan pengecekan langsung ke desa-desa untuk melihat langsung keperluan ibu hamil dan balita dalam melengkapi kebutuhan asupan gizi.

“Pemerintah daerah kami minta untuk mengumpulkan data nama dan alamat ibu hamil dan balita, selanjutnya akan dikunjungi oleh TPPS provinsi dengan skala prioritas,” ucapnya Ariadi, Selasa (7/6).

Selain itu, lanjut Ariadi, pihaknya juga akan menjadikan daerah yang angka stuntingnya rendah sebagai contoh inovasi dalam menekan angka stunting untuk daerah lain.

“Kita akan melihat upaya apa yang telah mereka lakukan dalam menekan stunting, lalu akan kita kaji tiru, sehingga tim kita dapat lebih fokus dalam mencegah stunting di Kalsel,” terangnya.

Langkah lainnya, beber Ariadi, Wagub Kalsel, Muhidin, selaku Ketua TPPS Kalsel menginginkan keterlibatan pihak swasta dalam mencegah stunting di Kalsel melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

“Misalnya ada yang memberikan CSR ke desa atau kecamatan sehingga bisa dinikmati langsung oleh masyarakat, seperti memberikan susu formula atau makanan tambahan,” bebernya.

Menurut Ariadi, keterlibatan tokoh masyarakat dan pemuka agama juga sangat berpengaruh terhadap penekanan stunting. Karena  selain akibat asupan gizi yang tidak tercukupi, stunting juga diakibatkan oleh pernikahan di usia muda yang cenderung terjadi di wilayah pelosok.

“Jika kita lihat, angka kemiskinan Kalsel ini terbaik se Indonesia, jadi stunting bisa saja diakibatkan oleh pernikahan di usia muda. Makanya kita libatkan pemuka agama untuk mensosialisasikan ini,” tutupnya.(SYA/RDM/RH)

Bank Kalsel Berikan Beasiswa Kepada Mahasiswa UNISKA MAB

BANJARMASIN – Sebagai bentuk perhatian dalam bidang pendidikan sekaligus implementasi atas upaya pencapaian tujuan nasional, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang – Undang Dasar 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) memberikan bantuan beasiswa kepada 92 (sembilan puluh dua) mahasiswa Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB).

Seremonial dilakukan di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Pusat Bank Kalsel, pada Selasa (7/6). Secara simbolis, bantuan diserahkan Direktur UPZ Bank Kalsel, M. Fajri Muhtadi kepada perwakilan mahasiswa UNISKA MAB, Nina Khairina Fadillah, dengan didampingi Kepala Divisi Usaha Syariah Bank Kalsel, Muhammad, dan Pembina Yayasan UNISKA MAB, Rahmi Hayati Tadjuddinnor. Turut menyaksikan Sekretaris Yayasan, Maskur Sariman beserta jajaran Wakil Rektor UNISKA MAB, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan, Suriadi beserta jajaran staf Divisi Usaha Syariah dan UPZ Bank Kalsel.

Direktur UPZ Bank Kalsel, M. Fajri Muhtadi, dalam sambutannya menyampaikan, bantuan beasiswa yang diberikan merupakan salah satu upaya meningkatkan sumber daya manusia yang handal dan siap pakai, untuk terjun ke masyarakat atau pemerintahan.

“Saat ini jenjang pendidikan yang harus dilewati sangatlah panjang dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, semoga bantuan beasiswa ini dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan para penerima beasiswa, sehingga nantinya melahirkan penerus bangsa yang unggul. Sebagai informasi, para penerima beasiswa ini telah dipilih atas dasar kesesuaian dengan 8 (delapan) asnaf sehingga layak menerima bantuan beasiswa,” terang Fajri.

Selanjutnya, Muhammad Zainul selaku Wakil Rektor I yang bertindak mewakili Rektor UNISKA MAB, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi, dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian yang ditunjukkan Bank Kalsel melalui UPZnya, dalam memberikan beasiswa kepada anak didiknya yang membutuhkan.

“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada Bank Kalsel melalui UPZnya atas bantuan beasiswa yang diberikan. Kami harap ini dapat memacu pada mahasiswa penerima beasiswa untuk semakin meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri, sehingga nantinya menjadi individu yang mampu berkontribusi untuk masyarakat, bangsa dan negara. Kami juga mengharapkan kerjasama antara Bank Kalsel dengan UNISKA MAB yang telah terjalin baik selama ini, dapat terus dilakukan dan ditingkatkan,” tutur Zainul.

Pada kesempatan yang sama, Nina Khairina Fadillah, mahasiswi semester 6 FKIP Pendidikan Bahasa Inggris UNISKA MAB, yang bertindak sebagai perwakilan mahasiswa penerima beasiswa, tidak dapat menyembunyikan kebahagiaan dan rasa syukurnya atas beasiswa yang diterima.

“Saya sebagai perwakilan mahasiswa penerima beasiswa UPZ Bank Kalsel sangat berterima kasih kepada Bank Kalsel dan UNISKA MAB atas bantuan beasiswa ini. Semoga hal ini dapat menjadi amal jariyah bagi pihak Bank Kalsel dan UNISKA MAB, dan bantuan ini dapat kami gunakan sebaik-baiknya. Berkah selalu untuk kita semua, maju terus Bank Kalsel dan UNISKA MAB,” pungkasnya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Dispar Kalsel, Minta Pemkab dan Pemko Terus Angkat Potensi Desa

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan meminta kepada seluruh Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk terus mengangkat potensi desa di daerah masing-masing.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, baru-baru tadi, mengatakan, saat ini desa wisata di Kalimantan Selatan memiliki potensi dan keindahan alam yang bagus, dari data sementara ada sekitar 100 desa wisata, sehingga Pemerintah Kabupaten dan Kota setempat, harus meangkatnya agar semua potensi bisa dikenal tidak hanya penduduk lokal, luar daerah juga mancanegara.

“Kita tidak perlu berwisata ke jauh tempat, karena alam sendiri sudah memberikan cukup banyak kelebihan,” pintanya.

Syarifuddin menyampaikan, pihaknya akan selalu berupaya untuk mengembangkan destinasi wisata, terutama berbasis desa wisata. Ia berharap ke depan Pemerintah Kabupaten dan Kota, dapat mempetakan desa wisata unggulan untuk bisa dikembangkan bersama, karena mereka lebih mengetahui potensi yang dimiliki daerahnya.

“Tahun 2023 mendatang, diupayakan akan banyak lagi diusulkan persiapan ADWI,” katanya.

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, dalam pengembangan desa wisata, pihaknya siap memberikan dukungan fasilitasi untuk mengembangkan potensi, supaya lebih banyak desa wisata yang mewakili hingga ke tingkat nasional.

“Kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno, pekan lalu, tentu semakin menambah kemajuan pariwisata di Kalsel,” tutup mantan Pjs Bupati Kotabaru itu. (NHF/RDM/RH)

Supian HK Sosialisasi Wasbang Kepada Mahasiswa UMB

BATOLA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Supian HK melaksanakan sosialisasi Pembinaan Ideologis Pancasila dan Wawasan Kebangsaan kepada mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin ahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) di kampus UMB Jalan Gubernur Sarkawi, Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, Senin (6/6).

Menurut Supian HK, wawasan kebangsaan sangatlah penting diberikan kepada masyarakat khususnya generasi muda sebagai salah satu metode untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, kesadaran membela tanah air demi menjaga persatuan dan kesatuan negara Republik Indonesia.

“Saya mengingatkan kepada generasi penerus agar jangan cepat termakan issue-issue negatif yang bisa memecah belah negara kita. NKRI adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Ketua DPRD Kalsel, Puar Junaidi yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa wawasan kebangsaan dapat dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, hingga skala yang lebih besar seperti Negara.

Dijelaskan Puar, nilai-nilai dalam empat konsensus dasar mencakup Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, NKRI, dan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Dalam semboyan itu, ia menekankan pada aspek persatuan dan kesatuan dalam setiap perbedaan yang ada.

“Setiap agama, aliran, dan pemikiran tertentu selalu memiliki makna dan tujuan yang sama, sebabnya persatuan merupakan hal yang mutlak dalam keberagaman yang ada,” jelasnya.

Oleh karena itu, Puar mengajak peserta untuk menjalin persatuan dan kesatuan bangsa serta menanamkan atas kesadaran pribadi.

“Jangan mudah terhasut oleh kelompok-kelompok radikal yang ingin memaksakan negara indonesia ini menjadi negara khilafah,” tambahnya.

Sementara, Tokoh Pemuda, Tajudinnor yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan ini menyampaikan dengan pendidikan Pancasila akan dapat meningkatkan akhlak mulia dan pembangunan karakter bangsa. Sebagai ideologi dan dasar negara Pancasila mempunyai fungsi sebagai acuan dalam mempersatukan Indonesia.

“Wawasan Kebangsaan yang kuat, rukun bersatu, berdaya saing tinggi, sejahtera, terjaganya sejarah kebangsaan indonesia dan cinta NKRI meningkatkan kualitas penangkal paham-paham radikal demi lestarinya Bangsa”, pungkasnya. (DPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Ajak Seluruh Kalangan Wujudkan Keberlanjutan Pengelolaan Lingkungan

BANJARBARU – Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk menguatkan komitmen dalam mewujudkan keberlanjutkan pengelolaan lingkungan yang bersih, asri, dan nyaman.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, di halaman kantor Setdaprov Kalsel, Selasa (7/6) pagi mengatakan, efek pemanasan global dan kerusakan lingkungan, baik pada ekosistem darat maupun laut harus segera menjadi perhatian bersama. Karena menurutnya, segala tindakan yang dilakukan saat ini akan berpengaruh terhadap kualitas lingkungan dimasa yang akan datang.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, saat memberikan sambutan pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

“Untuk itu kita harus melakukan upaya kolektif agar kondisi lingkungan Kalsel dapat terjaga,” ucap Gubernur.

Sahbirin mengungkapkan, ada 6 pilar pembangunan lingkungan yang harus dipenuhi untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Meliputi air bersih dan sanitasi layak, kota dan pemukiman yang berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim serta daratan.

“Ini harus menjadi perhatian dalam landasan pembangunan di Kalsel,” tegasnya.

Upaya pengelolaan lingkungan diakui Sahbirin, terus menjadi prioritas Pemprov Kalsel. Terbukti capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kalsel tahun 2021 terus menunjukkan perbaikan.

Meski begitu lanjut Sahbirin, Pemprov maupun Pemkab/ko masih perlu melakukan upaya pemulihan lingkungan khususnya pasca banjir tahun 2021 lalu.

“Perlu dilakukan evaluasi terkait kinerja pembangunan berkelanjutan khususnya bidang lingkungan di Kalsel,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana pelestarian dan perlindungan lingkungan harus menjadi perhatian semua kalangan termasuk pelaku usaha.

“Sejatinya apa yang kita nikmati di bumi ini hanya titipan, kita hanya minjam ke anak cucu kita, jadi kita harus mengembalikannya dalam kondisi baik bahkan lebih baik,” ucapnya.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini diharapkannya, menjadi momen bagi seluruh kalangan untuk bergerak dan bersatu padu bersama dalam melakukan upaya-upaya perlindungan terhadap lingkungan hidup.

“Secara fisik kita masih mempunyai banyak PR mengenai lingkungan hidup, sehingga momen (peringatan) ini diharpkan mampu merefleksi kita semua dalam melakukan upaya pelestarian lingkungan,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Tanbu Raih Medali Emas Terbanyak Pada Kejurprov Catur

BANJARMASIN – Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) berhasil meraih medali emas terbanyak pada ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur, yang digelar di kota Banjarmasin, Minggu (5/6).

Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Selatan Sutarto Hadi mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada para peraih medali, pada Kejurprov Catur kali ini.

Ketua Percasi Kalsel Sutarto Hadi

“Pada Kejurprov kali ini, prestasi yang diraih oleh Kabupaten Tanah Bumbu patut diberi apresiasi,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan, usai menutup secara resmi Kejurprov Catur tersebut.

Menurut Sutarto, pembinaan yang dilakukan oleh Kabupaten Tanah Bumbu untuk atlet junior sangat baik. Sehingga, terbukti mereka mampu meraih medali emas untuk junior putra dan putri.

Pada Kejurprov Catur di Kota Banjarmasin ini, kontingen Tanah Bumbu berhasil mengumpulkan 4 emas dari kategori Veteran, Junior Putri B, Junior Putri C, dan Junior Putra A.

“Maka dengan hasil tersebut, Kabupaten Tanah Bumbu berhasil meraih medali emas terbanyak,” ucapnya.

Untuk peraih medali emas, lanjut Sutarto, akan diberangkatkan ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur di Jakarta mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Sutarto juga mengajak atlet peraih medali perunggu atau peringkat kedua, melalui KONI masing masing daerah, agar dapat mengirimkan atlet mereka mengikuti ke Kejurnas Catur tersebut.

“Kejurprov Catur di Kota Banjarmasin, digelar sebagai ajang menyeleksi atlet untuk mengikuti Kejuaraan Nasional. Namun, bagi atlet daerah peraih medali perunggu dapat difasilitasi KONI masing masing melalui Percasi Kalimantan Selatan dapat mengikuti kejuaraan nasional tersebut,” tuturnya.

Sehingga, lanjut Sutarto, dengan mengikuti agenda-agenda nasional tersebut, atlet catur Kalimantan Selatan dapat menambah jam terbang serta dapat meningkatkan kualitas permainan atlet. (SRI/RDM/RH)

Golkar Terus Perkuat Konsolidasi Sambut Pemilu 2024

BANJARMASIN – Partai Golongan Karya (Golkar) terus memperkuat konsolidasi dalam rangka menyambut Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024 mendatang. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung kepada wartawan, disela acara Temu Kader DPP Golkar dengan Keluarga Besar Golkar Kalsel di aula kantor DPD Partai Golkar Kalsel, Minggu (5/6).

Doli menjelaskan partai Golkar harus mempersiapkan diri secara matang dalam menghadapi Pemilu Tahun 2024 mendatang. Pasalnya, Pemilu Tahun 2024 itu dinilai penting karena pada tahun tersebut adalah tahun pertama kali tiga jenis Pemilu dilangsungkan dalam satu tahun yang sama yaitu Pilpres, Pileg dan Pilkada.

Selain itu, lanjut Doli, pada 2024 nanti, partai Golkar akan berumur 60 tahun dan menjadikan Golkar sebagai partai tertua di Indonesia. Bahkan mungkin menjadi salah satu partai tertua di dunia.

“Hal ini tentu harus dijadikan momen untuk menempatkan Golkar tidak hanya sebagai partai tertua, namun juga parpol yang dewasa dan diterima rakyat karena dianggap dapat memperjuangkan aspirasi mereka,” katanya kepada wartawan.

Untuk mencapai target-target tersebut, menurut Doli, seluruh internal partai Golkar harus mempersiapkan diri. Salah satunya, dengan memanfaatkan rapat-rapat konsolidasi dan melakukan penguatan fungsionaris yaitu memetakan kader-kader terbaiknya untuk duduk di posisi-posisi politik pada Pemilu 2024 mendatang.

Terkait terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yakni Partai Golkar, PAN dan PPP di tingkat pusat, menurut Doli, juga menjadi bagian yang dikonsolidasikan pada pertemuan nanti. Ia juga mengungkapkan pihaknya sudah menyusun agenda kerja KIB termasuk agenda kerja bersama sampai ke tingkat dan jajaran partai paling bawah.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kalsel, Sahbirin Noor menyatakan konsolidasi partai merupakan agenda rutin internal sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2024.

“Pertama membahas persiapan Partai Golkar sendiri, yang kedua ada pencerahan dari DPP partai,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)

Guru SMAN 1 Banjarmasin Dibekali Perda Pendidikan

BANJARMASIN – Puluhan guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Banjarmasin dibekali Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan oleh Anggota DPRD Kalimantan Selatan, Haryanto, Jum’at (4/6) lalu.

Pembekalan Perda itu diberikan, menyusul di tahun ajaran baru mendatang, sekolah ini sudah menerapkan kurikulum Merdeka dimana proses pembelajaran nantinya akan memfokuskan para siswa pada minat dan bakatnya di satu mata pelajaran.

Dalam kegiatan ini, Legislator dari Fraksi PKS ini menghadirkan Pelatih Ahli Program Sekolah Penggerak, Khairani untuk menjelaskan secara detil tentang pengimplementasian kurikulum Merdeka. Pasalnya masih banyak tenaga pendidik di Kalsel yang belum mengetahui lebih terperinci tentang kurikulum pengganti K-13 ini.

Anggota Komisi I DPRD Kalsel ini berharap setelah mengimplementasikan kurikulum merdeka, nantinya akan lahir generasi penerus yang memiliki kompetensi di berbagai bidang. Sementara, Perda yang ia sosialisasikan diharapkan menjadi acuan para guru untuk tetap memperhatikan dasar-dasar tentang penyelenggaraan pendidikan di sekolah di tengah proses penyesuaian pergantian kurikulum.

“Jadi dalam beberapa kesempatan kami fokus untuk perda pendidikan karena ini temanya pendidikan sehingga kami banyak kerjasama dengan pihak sekolah. Mengingat pendidikan ini menjadi sentral aktifitas kita. Mudah-mudahan dengan sosialisasi ini semakin semangat tenaga pendidik untuk mengemban amanah. Apalagi sekarang lagi gencar-gencarnya sekolah penggerak,” jelasnya kepada wartawan.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Banjarmasin, Fery Setyawan Amadhy menyambut baik kegiatan sosialisasi Perda Penyelenggaraan Pendidikan dan pemaparan mengenai Kurikulum Merdeka. Terlebih di SMAN 1 akan menerapkan kurikulum tersebut pada Tahun Ajaran Baru Bulan Juli 2022.

“Sekolah kami akan menerapkan kurikulum merdeka tahun ajaran baru Juli 2022. Jadi mau tidak mau, kita harus siap untuk itu,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)

Lewat Soswabang, Yani Helmi Tanamkan Sikap Toleransi di SMKN 1 Simpang Empat

TANAH BUMBU – Generasi muda di Kabupaten Tanah Bumbu diminta berperan aktif dalam menjaga toleransi antar umat beragama. Mengingat daerah ini juga memiliki banyak keunikan suku, budaya, ras dan agama. Sehingga, kunci utama terjaganya kerukunan dan kesatuan adalah tidak mudah terprovokasi paham radikalisme.

Paparan ini pun diungkapkan Anggota DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi saat pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di SMK Negeri 1 Simpang Empat Tanah Bumbu, Senin (6/6) siang, bersama peserta didik dan tenaga kependidikan.

Pemaparan penguatan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

“Wawasan kebangsaan ini harus terus digelorakan tidak hanya tokoh masyarakat saja melainkan kepada generasi muda kita yang merupakan calon penerus bangsa,” ujarnya.

Dihadapan lebih dari puluhan peserta didik, tenaga pendidik dan tokoh masyarakat, dia tak hentinya menanamkan nilai pancasila yang diharapkan bisa dipahami dan diamalkan secara baik.

“Dengan tujuan sosialisasi ini selain membuka wawasan mereka juga dapat mengedukasi untuk memahami dan mengenal bagaimana negara kita bisa berdiri kokoh tinggal generasi muda saat ini mampu mengaplikasiannya,” tegas politisi dari Fraksi Partai Golkar di DPRD Kalsel.

Selain menjaga stabilitas keamanan negara, ia juga mengharapkan, penggunaan media sosial dapat dimanfaatkan secara bijak dan mampu menyaring informasi agar tak termakan isu hoax yang dapat menumbuhkan paham radikalisme.

“Tujuannya adalah merawat Indonesia, menjaga kesatuan, cinta tanah air dan banyak hal yang bisa diaplikasikan termasuk tidak mudah terpengaruh akan hadirnya pemikiran yang dapat menyebabkan implementasi radikalisme tumbuh,” bebernya.

Ditegaskan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, isi kegiatan dari pembinaan ini tentu telah menyesuaikam dengan format implementasi empat pilar kebangsaan yakni UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Yang terpenting bagaimana kita mengaplikasikan toleransi antar umat beragama dan ini masuk dalam landasan dasar Pancasila yakni berbeda-beda tapi tetap satu jua artinya jaga kesatuan negara ini dengan keberagaman suku, etnik serta budaya di daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kalsel Ariadi Noor mengaku cukup berpengaruh terhadap arah pembangunan khususnya di daerah. Mengingat, cinta tanah air merupakan kontribusi perwujudan dalam memberikan perubahan positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ini adalah modal dasar dalam membangun negara agar dapat berdiri kokoh yang tentu menguatkan jiwa patriotisme generasi muda berdaya saing tinggi serta berkualitas,” imbuhnya.

Disamping itu, menurutnya, kunci utama membangun suatu daerah agar mampu terus berkembang dengan baik tentu salah satu dasarnya adalah memahami peran penting dalam menjaga kedaulatan suatu negara itu sendiri.

“Mulai dari level pendidikan memang harus ditanamkan adanya wawasan kebangsaan ini yang mana kita akan menghadapi kesiapan menuju Ibu Kota Negara (IKN) baru dan siap menjadi trigger (pemicu) partisipasi dalam mendukung arah pembangunan itu sendiri,” harapnya.

Senada juga disampaikan Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdikbud Kalsel Fahruddin Noor yang mendukung secara penuh pelaksanaan tersebut sebagai bentuk membangun karakter kuat agar pondasi mencegah terjadinya bibit radikalisme mudah tak terjadi.

“Harapannya tentu bisa dipahami serta dapat diimplementasi dengan sebaik-baiknya oleh peserta didik dan guru bahkan dapat mengamalkan landasan UUD 1945, Pancasilia, NKRI. Selain itu, sebagai bentuk menjaga persatuan dan kesatuan salah satunya adalah Bhineka Tunggal Ika,” ungkap mantan Sekban Balitbangda Kalsel.

Peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

Dilokasi yang sama, Pengawas SMK Tanah Bumbu Agus Harry Multito mengapresiasi penyelenggaraan sosialisasi ini mengingat keberadaannya sangat diperlukan oleh generasi muda agar tidak mudah terprovokasi dan terdiskriminasi terhadap isu yang mengakibatkan perpecahan.

“Saya katakan kegiatannya sangat bagus sekali terutama membangun karakter. Seperti kita ketahui saja remaja SMA/SMK banyak pengaruhnya di luar apalagi zamannya digital saat ini. Lebih bagus lagi ke depannya, Soswasbang bisa digelar satu persatu di satuan pendidikan di tanbu mengingat materi yang disampaikan bermanfaat terutama bagi generasi muda sekarang,” paparnya. (RHS/RDM/RH)

Dukung Percepatan Angka Harapan Hidup, Yani Helmi Minta Fasyankes Dimanfaatkan

TANAH BUMBU – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat usia angka harapan hidup di Kalimantan Selatan berada pada 68,83 persen. Sejalan dengan itu, layanan kesehatan kepada masyarakat terus digalakkan dan menjadi skala prioritas pemerintah daerah. Tujuannya agar capaian setiap tahun mampu mengalami peningkatan.

Peserta kegiatan sosialisasi Perda Nomor 8 Tahun 2012 oleh anggota DPRD Kalsel M Yani Helmi

Paparan ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi perda Nomor 8 Tahun 2012 tentang pola tarif layanan pada Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum yang diadakan anggota DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi di Desa Sarigadung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (3/6) petang.

“Harapan kami adalah sosialisasi ini dapat dimengerti lebih jauh oleh masyarakat dan bisa diaplikasikan sebaik-baiknya,” ujar Yani Helmi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.

Agar capaian angka terus mengalami peningkatan, tutur Paman Yani (sapaan akrab), selain memaksimalkan hak mendapat layanan kesehatan sesuai amanat Undang-Undang dari negara tentu perda ini telah memiliki turunan lainnya yaitu Peraturan Gubernur (Pergub).

“Sehingga implementasinya berjalan baik. Pemberlakuan kebijakan tarifnya itu kepala daerah yang mengatur sedangkan Perdanya kami dari DPRD di Provinsi Kalsel,” paparnya.

Kendati begitu, ia menegaskan selain RSUD Ulin dan RSUD Muhammad Ansari Saleh (MAS) Banjarmasin yang memiliki layanan umum, fasilitas seperti yang dimiliki Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum tak kalah lengkap.

“Untuk memenuhi hak dalam mendapat kesehatan agar usia harapan hidup di Kalsel mampu mengalami penambahan secara positif setiap tahunnya masyarakat juga bisa memaksimalkan layanan yang kami dimiliki,” ungkapnya.

Melalui komitmen pemerintah, politisi Partai Golkar itu menerangkan, layanan tersebut juga sama seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) lainnya yang ternyata sering digunakan oleh masyarakat luar seperti Kalimantan Tengah.

“RSJ Sambang Lihum ini tak hanya melayani ODGJ saja, umum juga ada seperti melayani proses melahirkan. Bahkan, rumah sakit tersebut telah memiliki fasilitas jantung, gigi dan mulut tentu semuanya terpenuhi,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kalsel Ariadi Noor memaparkan seiring adanya fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) yang dimiliki Pemprov tentu juga berpengaruh besar terhadap penambahan angka usia harapan hidup di Kalsel.

Kepala Bappeda Kalsel Ariadi Noor saat memaparkan angka harapan hidup atas keberhasilan fasyankes milik Pemprov Kalsel

“Ini merupakan salah satu skala prioritas pemerintah dalam merealisasikan angka usia harapan hidup di Kalsel dengan mengedepankan jaminan kesehatan. Tidak hanya pendidikan sebagai kerangka menambahkan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melainkan ini menjadi titik fokus kami sebagai bentuk pemenuhan strategis,” paparnya.

Dengan adanya fasyankes yang disediakan Pemprov Kalsel, lanjut Ariadi, tentu tak menjadi masalah lagi soal peningkatan indeks kebutuhan primer bagi masyarakat.

“Jelas, ini juga akan berpengaruh terhadap IPM yang berhubungan dengan realisasi angka usia harapan hidup di Kalsel,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Kabag Keuangan RSJ Sambang Lihum Indra Nurul Huda membeberkan sebagai pemenuhan hak atas kesehatan sesuai Undang-Undang negara yang sekaligus bentuk keseriusan pemerintah merealisasikan penambahan angka usia harapan hidup di Kalsel, pihaknya pun saat ini tak hanya menerapkan program pelayanan ODGJ saja.

“Selain menangani gangguan jiwa yang berat, kami juga melayani untuk rehabilitasi narkotika (Nafza). Selain itu, RSJ Sambang Lihum melayani perkembangan kejiwaan anak, jelasnya.

Untuk diketahui, 2021 hingga sekarang angka usia harapan hidup di kabupaten/kota di Kalsel meliputi Tanah Laut (69,59), Kotabaru (69,32), Banjar (67,41), Batola (66,27), Tapin (70,57), HSS (66,12), HST (66,20), HSU (64,10), Tabalong (70,57), Tanbu (70,45), Balangan (67,85). Sedangkan, Banjarmasin (71,29) dan Banjarbaru (72,10).

Akan tetapi, secara rata-rata Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi menerangkan bahwa angka usia harapan hidup di Kalsel telah berhasil tumbuh sebesar 68,83 persen. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version