Pemprov Tekankan Adopsi Digital Untuk Menjaga Kestabilan Inflasi

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel, guna menindaklanjuti sasaran inflasi tahun 2022-2024, di Idham Chalid Setda Prov Kalsel, Kamis (20/1).

Dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Prov Kalsel, Syaiful Azhari, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor menyampaikan, ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi sampai saat ini masih menjadi fokus utama dalam sentra kebijakan dalam pengendalian inflasi nasional.

“Seiring dengan dengan arahan Presiden RI dalam Rakornas pengendalian inflasi tahun 2021, kita tentu harus mendorong peran UMKM Pangan melalui komputerisasi dan digitalisasi, untuk mendukung pemulihan ekonomi dan stabilitas harga pangan,” ucapnya.

Dengan mendorong adopsi digital, menurutnya dapat mengakselarasi perbaikan struktural untuk menjaga stabilitas inflasi Kalsel.

“Kita bisa lakukan beberapa strategi seperti digital farming, food estate, korporasi petani, model bisnis kerjasama antar daerah, dan digitalisasi UMKM,” jelasnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Prov Kalsel, Roy Rizali Anwar, mengatakan, dalam kegiatan ini pihaknya juga melakukan penilaian terhadap komoditas unggulan setiap daerah di provinsi ini.

“Kita lihat apa saja yang menjadi prioritas dan unggulan di setiap daerah, karena juga akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Roy mengakui pihaknya akan menyusun strategi agar stabilitas ekonomi Kalsel dapat terjaga dengan baik.

“Kita akan libatkan seluruh stakeholder terkait, kemudian kita akan fokus menangani daerah yang memiliki potensi terjadi inflasi,”  pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, TPID Kalsel dapat menyusun peta jalan (roadmap) pengendali inflasi yang disinergikan dengan dokumen perencanaan daerah untuk tingkat inflasi Kalsel yang stabil. (SYA/RDM/RH)

Disdag Kalsel Monitoring Minyak Goreng di Ritel Modern

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, melakukan monitoring ke beberapa ritel modern, diantaranya Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani, saat monitoring di ritel modern

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani, kepada Abdi Persada FM, Rabu petang (19/1) menjelaskan, monitoring dilakukan untuk mengetahui di ritel modern yang telah mendapat kebijakan pemerintah pusat, terkait diberikan subsidi harga khususnya minyak goreng, hasil di lapangan hampir semuanya sudah melaksanakan, yaitu perliternya Rp14.000 berlaku semua merk.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani

“Disaat monitoring, kita langsung laporkan kepada Menteri Perdagangan melalui zoom, bahwa di Kalsel sudah memberlakukan,” katanya

Birhasani meminta, Kementerian Perdagangan dapat segera mendorong para produsen untuk secepatnya menyalurkan hingga ke pasar-pasar tradisional, melalui distributor dan suplayernya, agar harga minyak goreng menyesuaikan dengan ketentuan tersebut.

“Menteri menjawab, untuk pasar tradisional diberi waktu satu minggu, yaitu 14.000 rupiah perliter,” jelasnya

Lebih lanjut Birhasani menambahkan, saat ini tidak semua kabupaten, kecamatan dan desa di Kalimantan Selatan memiliki ritel modern, maka pemprov Kalsel bekerjasama dengan kabupaten/kota, didukung produsen minyak lokal tetap melaksanakan Operasi Pasar tahap 2.

“Kita gelar OP mulai Kamis 20 Januari, se Kalsel dengan menggelontorkan lebih dari 20.000 liter minyak goreng seharga Rp14.000 perliter,” tutup Birhasani. (NHF/RDM/RH)

Kejar Target Vaksinasi Anak, Kapolda Kalsel Sambangi Polresta Banjarmasin

BANJARMASIN – Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rikwnato didampingi beberapa Pejabat Utama Polda Kalsel, meninjau langsung pelaksanaan Vaksinasi Serentak yang digelar di Polresta Banjarmasin, Rabu (19/1).

Vaksinasi Serentak seluruh Indonesia ini dipimpin oleh Kapolri dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia melalui sarana video conference.

Dijelaskan Kapolda Kalsel, vaksinasi yang digelar hari ini merupakan lanjutkan dari kegiatan sebelumnya yang dimotori oleh Polri bekerjasama dengan TNI dan Pemerintah Daerah.

Suasana Vaksinasi Serentak di Polresta Banjarmasin

Untuk vaksinasi kepada anak berusia 6 – 11 tahun, Polda Kalsel menargetkan sebanyak 440.853 orang. Sejak dimulainya kegiatan ini hingga saat ini vaksinasi telah tercapai sebanyak 11,53 persen, sehingga masih banyak lagi yang perlu divaksinasi.

Berbagai rencana aksi pun telah dimiliki Polda Kalsel dan Polres Jajaran untuk pelaksanaan kegiatan vaksinasi kepada anak usia 6 – 11 tahun, sebagai upaya tercapainya target 100 persen yang ditetapkan oleh Pemerintah sampai Maret 2022.

“Kami berharap, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi bekerjasama untuk pengadaan vaksin yang baik dan lancar, agar tidak terjadi hambatan dalam pelaksanaan vaksinasi,” terang Kapolda Kalsel.

Menurut Kapolda Kalsel, vaksinasi dengan sasaran anak-anak ini sangat diharapkan dan di tunggu-tunggu oleh para orang tua terutama mereka yang anak-anaknya telah mengadakan sekolah tatap muka. Untuk itu, kesempatan inilah yang dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam mempercepat vaksinasi.

Kapolda dalam keterangannya juga menyampaikan, bahwa pelaksanaan vaksinasi kepada anak usia 6 – 11 tahun di Kalimantan Selatan sampai saat ini masih tidak ada kendala.

Di daerah hukum Polresta Banjarmasin hari ini, sebanyak 1.000 anak divaksin begitu juga dengan Polres-Polres Jajaran Polda Kalsel lainnya. Untuk itu pada hari ini ditargetkan sebanyak 10.000 anak tervaksin di Kalimantan Selatan.

Selain meninjau pelaksanaan vaksinasi, Kapolda Kalsel juga berkesempatan membagikan bingkisan kepada anak-anak yang sudah divaksin. Dalam kegiatan ini turut hadir Karo Ops Polda Kalsel, Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kabid TIK Polda Kalsel, Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Asisten 1 Pemko Banjarmasin, Kapolresta Banjarmasin, Kasdim 1007 Banjarmasin, serta Pejabat Utama Polresta Banjarmasin. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)

Hingga 16 Januari, Tempat Tidur Pasien COVID-19 di RSUD Ansari Saleh Hanya Terisi 4 Persen

BANJARMASIN – Kasus COVID-19 di Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan tren melandai hingga saat ini. Landainya penyebaran COVID-19 di Kalsel juga tampak dari menurunnya tren tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR).

Direktur RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh, Izaak Zoelkarnain Akbar mengatakan sejak Desember 2021 lalu, pasien COVID-19 yang dirawat di RSUD Ansari Saleh sudah jauh menurun jumlahnya. Meskipun ada beberapa pasien suspect yang dirawat, namun hasilnya terkonfirmasi negatif setelah dilakukan tes PCR.

“Kita mengucapkan syukur karena sebetulnya sejak Desember tahun lalu, trennya sudah jauh menurun. Jadi yang Desember rata-rata hanya satu pasien. Kadang-kadang nol. Termasuk di Januari 2022, juga tidak ada pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19. Memang ada beberapa pasien suspect, namun setelah dilakukan tes PCR, hasilnya negatif,” jelasnya kepada wartawan, Senin (17/1).

Izaak menambahkan, pihaknya menyediakan sekitar 200an tempat tidur di kamar isolasi pasien COVID-19, tetapi untuk sementara ini hanya 25 tempat tidur yang digunakan dan ruangan lainnya ditutup. Namun peralatan dan petugasnya tetap disiagakan jika diperlukan sewaktu-waktu.

“Untuk kamar yang digunakan ada di ruang Kumala lantai 1 dimana perawat dan peralatannya sudah lengkap. Sedangkan ruangan lain yang dilockdown tetap ada peralatan lengkap tetapi perawatnya dialihkan ke ruangan non COVID-19. Namun jika sewaktu-waktu diperlukan, mereka bisa digeser ke ruangan COVID-19,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi SDM dan Mutu Medik RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh, Maimunah mengungkapkan hingga per 16 Januari 2022, dari 25 tempat tidur yang disediakan hanya terisi satu pasien suspect.

“Pasien suspect tersebut sudah dilakukan tes swab dan yang hasilnya negatif,” katanya.

Untuk diketahui, dari Maret 2020 hingga 16 Januari 2022, jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh sebanyak 4.461 orang yang terdiri dari pasien suspect dan probable sebanyak 2031 orang dan pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 2430 orang. Adapun pasien COVID-19 meninggal sekitar 789 orang. (NRH/RDM/RH)

Pangkas Antrian Pasien, RSUD Ansari Saleh Sediakan Dua Mesin APM

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moch. Ansari Saleh menyediakan dua buah mesin Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) pada tahun 2022 ini.

Humas RSUD dr H. Moch. Ansari Saleh, Apriani Hidayat mengatakan penyediaan dua mesin APM ini dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan untuk memudahkan pasien mendaftar ke Poliklinik secara langsung tanpa harus ikut mengantri ke bagian pendaftaran.

“Jadi untuk mesin ini bisa digunakan dengan memasukkan nomor rekam medik dan nomor KTP. Di aplikasi ini nanti ada petunjuknya mau ke poliklinik mana. Kemudian nanti keluar struknya dan lakukan pembayaran di kasir. Pasien masuk poli dikenakan biaya senilai Rp50 ribu untuk rujukan, dan tanpa rujukan Rp60 ribu. Setelah itu pasien bisa mendatangi poliklinik yang dituju,” jelasnya.

Hidayat menambahkan untuk sementara ini pasien yang bisa mendaftar secara mandiri adalah pasien umum yang telah pernah berobat dan memiliki nomor rekam medik. Sedangkan untuk pasien Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) akan dikoordinasikan terlebih dahulu, karena APM ini baru saja difungsikan.

“Dengan adanya mesin APM, proses pendaftaran pasien akan lebih efisien, dan mengurangi potensi terjadinya kerumunan,” harapnya.

Dua mesin APM ditempatkan di gedung rawat jalan sehingga sangat mudah terlihat oleh pengunjung. (NRH/RDM/RH)

Nilai-Nilai Kebangsaan Perlu Dikenalkan Sejak Dini Kepada Para Pelajar

BATOLA – Nilai-nilai kebangsaan dinilai perlu dikenalkan kepada para pelajar di provinsi Kalimantan Selatan. Hal ini penting karena mereka sebagai generasi muda dan penerus bangsa yang akan memimpin Indonesia termasuk Kalsel di masa depan.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kalsel, Syarifah Rugayah kepada wartawan di sela kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Selasa (18/1).

Meskipun menurut Syarifah, nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan itu telah diketahui dan diterapkan dalam kehidupan, namun menurutnya tidak ada salahnya untuk terus disosialisasikan agar terus mengakar.

Suasana Sosbang Anggota DPRD Kalsel, Syarifah Rugayah

“Jika kita terus sosialisasikan maka para pelajar ini akan terus ingat dan terdorong untuk menerapkannya. Sehingga mereka dapat terhindar dari hal-hal negatif seperti tawuran dan narkoba,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi Kalsel, Muhammad HS memberikan apresiasi terhadap sosialisasi yang dilakukan Anggota DPRD Kalsel ini. Ia berharap pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan terus disosialisasikan kepada para pelajar.

“Para pelajar ini perlu dibekali wawasan kebangsaan, apalagi kader-kader kami berbasis umur 13 sampai 27 tahun,” katanya.

Untuk diketahui, sosialisasi yang menghadirkan Widyaiswara Ahli Madya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pemprov Kalsel, Ratna Rosana diikuti oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di tingkat Provinsi Kalsel dan Kabupaten Batola. (NRH/RDM/RH)

Letkol Kav Gagang Prawardhana, Resmi Menjabat Sebagai Dandim 1002/HST

BANJARMASIN – Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Komadan Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah, dari Letnan Kolonel Inf M. Ishak H. Baharuddin kepada Letnan Kolonel Kav Gagang Prawardhana dan sekaligus Acara Tradisi Korem 101/Antasari di Aula Korem 101/Antasari, Rabu (19/1).

Suasana sertijab Dandim 1002/HST

Pada saat yang sama, juga dilaksanakan sertijab pengurus lama ke pengurus baru Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXV Dim 1002 Koorcab Rem 101 PD VI/Mulawarman.

Danrem 101/Antasari dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Letnan Kolonel Inf M. Ishak H. Baharuddin yang menempati jabatan barunya sebagai Waaster Kasdam VI/Mulawarman, beserta istri, atas segala dedikasi, loyalitas dan pengabdian selama menjabat di jajaran Korem 101/Antasari. Danrem juga memuji kesuksesannya dalam penanganan bencana banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan berhasil melaksanakan percepatan serbuan vaksinasi hingga mencapai lebih dari 70 persen. Selain itu juga mendapatkan juara 3 pelaksanaan TMMD ke-112 Tahun 2021 untuk kategori Media Cetak/Online, dan beberapa prestasi lainnya.

“Dimanapun bertugas tetap berkomitmen untuk berbuat yang terbaik, serta senantiasa tetap menjaga hubungan komunikasi dan semangat kebersamaan yang telah terjalin baik selama ini dan pengalaman yang telah diperoleh di satuan ini, hendaknya dapat dijadikan sebagai kontribusi dalam pelaksanaan tugas dan jabatan baru yang diemban,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut Danrem 101/Antasari juga menekankan kepada pejabat yang baru untuk segera memahami situasi dan kondisi daerah, serta dapat berbaur dengan adat istiadat setempat.

‘Ciptakan kondusivitas wilayah yang aman agar masyarakat dapat beraktivitas dengan baik, tingkatkan terus laju pembangunan sarana dan prasarana yang ada di daerah dengan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan dalam rangka mengoptimalkan kemanunggalan TNI-Rakyat,” jelasnya.

Lebih lanjut Danrem 101/Antasari juga mengatakan, semangat kemauan, dedikasi, dan inovasi serta kreativitas para Dansat sungguh sangat luar biasa dalam mencapai target vaksinasi 70 persen.

“Salut, bangga, dan hormat saya kepada para Dansat. Terima kasih sudah menunjukkan jati diri sebagai prajurit Mulawarman, Kesatria Antasari yang Gawi Manuntung Waja Sampai Kaputing,” pungkasnya.

Acara sertijab ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan dihadiri oleh Kasrem 101/Antasari, para Kasi Korem 101/Antasari, para Dandim dan Danyon Jajaran Korem 101/Antasari, Dan/Ka Balak Aju Jajaran Korem 101/Antasari, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 101 PD VI/Mulawarman. (PENREM-RIW/RDM/RH)

Ikut Kompetisi Sepakbola Antar Wartawan Piala Walikota Solo 2022, Paman Birin, Anies dan Gibran Bakal Tanding Bersama Ganjar

JAKARTA – Turnamen Sepakbola Antar Wartawan  Se-Indonesia bakal digelar untuk memperebutkan Piala Walikota Solo 2022.  Kegiatan akan digelar pada 12 hingga 20 Februari 2022 di kota Solo, dan dipastikan diikuti oleh delapan tim wartawan daerah.

Kedelapan tim tersebut merupakan tim wartawan tuan rumah Solo, SIWO PWI Jakarta, SIWO PWI Yogyakarta, SIWO PWI Jateng, SIWO PWI Jatim, SIWO PWI Kalsel, SIWO PWI Riau dan SIWO PWI Jawa Barat.

Namun yang bakal menjadi titik perhatian pada acara pembukaan, bakal diramaikan eksibisi tanding sepakbola antar para tokoh nasional.

Turnamen ini nantinya akan diselingi pertandingan eksibisi antara tim Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo melawan Tim Walikota Solo, Gibran Rakabuming yang menurut rencana akan digelar di Stadion Sriwedari pada 12 Februari pukul 16.00 WIB.

Laga eksibisi tersebut juga bakal diperkuat sejumlah tokoh nasional dan sepakbola, seperti Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi, Rully Nere, Hery Kiswanto, Ferril Raymond Hattu, Agung Setiabudi, Achmad Muhariyah dan eks timnas lainnya.

Selain laga eksibisi, juga akan digelar seminar nasional Sport Tourism dengan pembicara Kemenparekraf, Sandiaga Uno, Menpora Zainudin Amali, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming, yang diadakan pagi hari, 12 Februari 2022.

Ketua Panpel Pusat Turnamen Sepakbola Antarwartawan Se-Indonesia, Erwiyantoro mengatakan, turnamen yang mengambil tema Sepakbola Untuk Persahabatan tersebut diperkirakan akan menyedot perhatian masyarakat tanah air.

“Turnamen bukan hanya ajang silahturahmi para wartawan namun juga dijadikan ajang pertemuan tokoh nasional serta legenda pesepakbola tanah air,” ungkap Erwiyantoro.

Menyinggung kepersertaan sejumlah tokoh pada laga eksibisi nanti, diakui Erwiyantoro, pihaknya telah mengirim surat permohonan mengikuti laga eksibisi tersebut.

“Kami sudah melayangkan surat permohonan menjadi peserta laga eksibisi tersebut kepada yang bersangkutan, sebut saja Erick Thohir, Raffi Achmad dan lainnya. Kami berharap permintaan kami ini mendapat tanggapan positif yang bersangkutan. Yang sudah memastikan main ya itu tadi, Ganjar Pranowo dan Mas Walikota, Gibran,” jelas Erwiyantoro.

Secara terpisah Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie saat dikonfirmasi, mengaku bangga dengan Paman Birin masuk daftar kepala daerah untuk ikut dalam pertandingan persahabatan dengan para tokoh nasional.

“Kita bangga tentunya sebagai warga Banua, karena Paman Birin diajak silaturahmi dengan para tokoh nasional lainnya di turnamen antar wartawan Piala Walikota Solo. Ini bukti bahwa Paman Birin diakui kepeduliannya di bidang olahraga sehingga diundang dalam tanding eksibisi dengan tokoh nasional,” kata Helmie pada Rabu (19/1).

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengucapkan terima kasih dan salam hormat dengan panitia yang memilih dirinya masuk dalam daftar pemain di laga persahabatan Piala Wali Kota Solo 2022.

“Ini merupakan sebuah kehormatan dan  bagi kami masyarakat Kalimantan Selatan. Insya Allah saya akan hadir dan ikut dalam pertandingan sepakbola persahabatan bersama tokoh nasional itu,” ucap Paman Birin. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Diskominfo Kalsel Sosialisasikan Pergub Satu Data

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berupaya untuk mendukung terbangunnya sistem statistik Nasional, dimana ketersediaan data yang berkualitas, mudah di akses dan digunakan dapat terwujud.

Ditunjuk sebagai pengelola data seluruh SKPD di provinsi ini, Diskominfo prov Kalsel menggelar sosialisasi Pergub Kalsel Nomor 078 Tahun 2021 tentang Satu Data di Aula Iberani Sulaiman Setda Prov Kalsel, Rabu (19/1) pagi.

Dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III Administrasi Umum Setda Prov Kalsel, Adi Santoso, Sekda Prov Kalsel, Roy Rizali Anwar, menyampaikan Pergub ini merupakan wujud komitmen untuk mendorong keterbukaan dan transparansi data demi pembangunan yang berkualitas.

(ki-ka), Asisten III Administrasi Umum Setda Prov Kalsel, Adi Santoso, didampingi Kabid Informasi Publik dan Statistik Diskominfo Kalsel, Syarifah Norhani

“Hadirnya Pergub ini harus diiringi dengan upaya teknis bagaimana nantinya di lapangan. Untuk itu, setelah tersosialisasinya Pergub ini, saya harapkan pemangku kepentingan yang hadir disini dapat menindaklanjuti langkah selanjutnya, serta memahami kontribusi dan tugasnya dalam penyelenggaraan Kalsel Satu Data,” harapnya.

Kendala perencanaan pembangunan terutama di daerah sering tidak tepat sasaran, dikarenakan belum sepenuhnya berlandaskan padata data dan informasi yang tepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Belum adanya tata kelola data dan informasi daerah, membuat data-data mikro yang seharusnya dimiliki masing-masing SKPD belum belum lengkap dan update. Dan tentu ini menjadi hambatan ketika Intervensi pembangunan diperlukan,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Informasi Publik dan Statistik Diskominfo Prov Kalsel, Syarifah Norhani, menyebutkan, masih setengah dari total SKPD di Provinsi ini yang telah menyetorkan data kepada pihaknya.

“Dangan adanya payung hukum ini, kita akan berikan lagi pemahaman betapa pentingnya saat ini data diperlukan. Karena Diskominfo di tunjuk sebagai pengelola data, maka seluruh SKPD wajib menyetorkan datanya,” jelasnya.

Penyetoran data yang akurat, menurutnya akan memudahkan penyaluran bantuan agar dapat tersalurkan dengan baik.

“Dengan ada data yang akurat, pengambilan keputusan dan perencanaan pembangunan juga akan tersusun dengan baik,” pungkasnya.

Melalui sosialisasi pergub ini, diharapkan arah konsep Kalsel Satu Data dapat mengakomodir segala kebutuhan data pembangunan Kalsel dan menemukan solusi terkait hambatan ketersediaan data-data pembangunan daerah. (SYA/RDM/RH)

Tangkal Radikalisme, Yani Helmi Sosialisasikan Ideologi Pancasila dan Wasbang di Kotabaru

KOTABARU – Paham radikalisme kini mulai menyusupi di semua lini masyarakat terlebih generasi muda. Untuk menghilangkan ancaman itu, perlu didukung dengan materi khusus pembinaan sebagai anti pemicu tumbuhnya arogansi tersebut. 

Selain dihadiri masyarakat Stagen, Kotabaru, kegiatan ini juga banyak diikuti peserta didik dari tingkat SMA

Agar mampu terwujud, anggota DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, menyelenggarakan  Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Desa Stagen, Pulau Laut Utara, Kotabaru, Selasa (18/1) siang.

Anggota DPRD Kalsel, M. Yani Helmi saat diwawancarai oleh sejumlah wartawan, di Desa Stagen, Pulau Laut Utara, Kotabaru

“Tentu saja ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama generasi millenial yang juga ikut dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Bagaimana kita cinta terhadap negara, keanekaragaman dan bahkan sukunya semuanya lengkap disini,” ujar anggota dewan yang akrab disapa Paman Yani itu.

Sebagai bagian dari perwakilan rakyat daerah ditingkat Kalsel, hal ini pun menjadi kewajibannya untuk mengingatkan agar tidak terjerumus di jalan yang salah. Bahkan bertolak belakang dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 serta asas Pancasila.

“Tidak lupa tadi juga masyarakat dan siswa yang ikut juga dibekali sosialisasi tentang bahaya adanya radikalisme. Perlu kita ulang kembali, pemahaman kecintaan terhadap NKRI perlu ditanam bahkan digelorakan lagi. Tujuannya, agar generasi muda khususnya di Kotabaru ini tidak mudah terprovokasi yang dengan mudah memecah belah,” ucap anggota DPRD Kalsel Dapil VI Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu dari Komisi II membidangi Ekonomi dan Keuangan itu.

Selain menekan radikalisme yang menjadi ancaman, Paman Yani menginginkan setiap genarasi muda sebagai kaum milenial ini tentu harus memiliki sikap cinta tanah air bahkan hal tersebut telah dituangkan di dalam empat pilar berbangsa dan bernegara.

“Paham radikalisme harus benar-benar diwaspadai. Maka dari itu, kami beri pemahaman secara baik melalui sosialisasi yang diselenggarakan. Tentu saja, diharapkan generasi milenial yang tangguh dalam mengisi kemerdekaan dengan banyak memberikan manfaat untuk banua Kalsel khususnya bagi negera kita Indonesia,” ucapnya.

Wakil Ketua Fraksi dari Partai Golkar di DPRD Kalsel itu juga menyoroti perkembangan media sosial di zaman ini yang diakui sangat mudah menyebarluaskan informasi hoax.

“Sekarang sudah banyak informasi media sosial dan itu kita dituntut harus bijak dalam penggunaanya bahkan harus dipilah dulu tidak semuanya benar perlu di telaah. Akan tetapi, bagaimana cara memfilternya dengan baik dan cerdas agar tidak terpengaruh,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kabid Politik Bakesbangpol Kalsel, Indra Nurul Huda, mengakui, bahwa materi tentang pemahaman ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan sangat penting disosialiasikan. Terlebih generasi muda diharapkan mampu menelaah secara lebih mensalam agar tidak mudah terprovokasi terhadap radikalisme saat ini.

“Penting sekali adanya wawasan kebangsaan ini untuk membuka pemikiran apalagi khususnya bagi generasi muda yang ikut kegiatan tadi, kita akui penting sekali karena ini merupakan pendidikan yang sebelumnya ada di satuan pendidikan (sekolah) dengan tujuan selain memperkaya ilmu pengetahuan kewarganegaraan juga mampu memperkuat ideologi serta memperkokoh satu kesatuan berbangsa dan bernegara,” paparnya.

Ditempat yang sama, Kapolsek Pulau Laut Utara, Iptu Danu Pratikno, menyampaikan, indikasi terhadap paham radikaliame sudah mulai masuk di Kotabaru. Untuk mengantisipasinya, disarankan generasi muda dapat lebih cerdas dalam memilah informasi supaya tidak terjerumus hal negatif yang tentu dapat menyebabkan perpecahan.

“Dengan adanya Sosialisasi ini kami pun mengharapkan radikalisme mampu ditekan dan diantisipasi sehingga membuat kita lebih waspada. Selain itu, informasi apapun yang memicu pergerakan yang bersifat radikal dan mencurigakan bisa difilter atau disaring terlebih dahulu,” harapnya.

Untuk diketakui, kegiatan ini selain dihadiri masyarakat umum juga diikuti sejumlah siswa/siswi tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tak jauh dari kegiatan penyelenggaraan Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan itu. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version