ASN Pemprov Kalsel, Diharapkan Jadi Teladan Prokes

BANJARBARU – Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan diharapkan menjadi contoh di masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan COVID-19, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat agar turut serta dalam suksesi vaksinasi.

Suasana apel gabungan awal bulan Senin (6/12)

Hal ini diungkapkan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, pada apel gabungan awal bulan, di halaman Setdaprov Kalsel, Senin (6/12).

Paman Birin sapaan akrab Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyampaikan, saat ini masih saja ada masyarakat yang meragukan tentang keamanan, kehalalan dan manfaat vaksin.

“Padahal vaksinasi telah terbukti menurunkan dan mengendalikan COVID-19 dalam waktu yang relatif singkat. Tentu dengan izin Allah SWT,” ujar Paman Birin dalam amanatnya saat menjadi pembina apel gabungan.

Selain itu, Paman Birin juga mengingatkan kepada para pejabat dan ASN lingkup Pemprov Kalsel mengenai fokus anggaran pada 2022 mendatang, yakni untuk pemulihan ekonomi, kesehatan serta dampak sosial dari pandemi yang dirasakan di tengah masyarakat.

“Situasi pandemi ini memang menjadi barometer kita dalam mengambil keputusan dan kebijakan diberbagai kegiatan pemerintahan. Baik penyusunan program dan anggaran maupun yang berkaitan dengan aktifivas kehidupan masyarakat,” paparnya.

Sebagai bentuk kewaspadaan tinggi terhadap ancaman gelombang COVID-19 atau varian lainnya, yang mungkin saja kembali mewabah di Kalsel, Paman Birin memastikan untuk tetap membatasi kegiatan di masyarakat.

“Oleh karena itu, saya mengharapkan agar seluruh ASN dapat menyusun sebaik-baiknya program yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi, kesehatan dan dampak sosial dari pandemi COVID-19,” tegasnya.

Perlu diketahui, apel gabungan awal bulan kali ini hanya diikuti oleh pejabat serta PNS di lingkungan Pemprov Kalsel, yang bertujuan agar Prokes tetap dapat dijalankan secara maksimal. (ASC/RIW/RH)

Legislator Perempuan, Ajak Masyarakat Sosialisasikan Perda Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

BANJAR – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih terjadi di provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapatkan perhatian dari Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel Hj. Syarifah Rugayah.

Menurut data simfoni PPA tahun 2021, hingga Agustus 2021 terjadi 126 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kalsel. Sedangkan, sampai bulan September 2021 terjadi peningkatan menjadi 186 kasus, yang didominasi kekerasan terhadap perempuan.

“Meningkatnya kasus kekerasan tersebut sudah semestinya menjadi perhatian dan mendorong semua pihak termasuk Dewan untuk bersinergi melindungi perempuan dan anak,” katanya kepada wartawan, Senin (6/12).

Oleh karena itu, Syarifah Rugayah kembali melaksanakan sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang diikuti oleh para guru hingga orangtua bertempat di TK/PAUD ADZKIA Kecamatan Martapura pada Jum’at (3/12).

“Kita sangat mengharapkan kepada seluruh peserta sosper untuk menyosialisasikan perda ini, karena sekarang banyak kita temui kekerasan terhadap perempuan dan anak,” jelasnya.

Diungkapkan Syarifah Rugayah, bahwa setiap perempuan dan anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang secara wajar serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“Perlakuan diskriminatif dan kekerasan terhadap perempuan dan anak akan berdampak terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang,” ucapnya.

Sehingga, perda ini dinilai penting untuk menjamin terselenggaranya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kalsel.

Dalam sosper kali ini, Srikandi DPRD Kalsel dari Fraksi Golkar ini mengajak pengamat permasalahan perempuan dan anak, Husnul Hatimah sebagai nara sumber. (NRH/RIW/RH)

Selasa Besok, Ria Enes dan Suzan Hadir di Perpustakaan Anak PalNam

BANJARMASIN – Pendidik sekaligus pendongeng, Ria Enes akan hadir di aula kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di Jalan Ahmad Yani kilometer 6 pada Selasa (7/12).

“Sebenarnya sudah lama kami berencana melaksanakan ini, namun karena pandemi, sehingga tahun lalu hanya melalui webinar dan Alhamdulillah tahun ini bisa segera terwujud,” kata Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani, melalui rilisnya, Senin (6/12).

Kedatangan Ria Enes bersama boneka Suzannya itu, akan menghibur di Perpustakaan Anak PalNam dan sekaligus mengajak para orang tua untuk mengembangkan karakter anak melalui budaya bercerita.

“Kita agendakan Kak Ria mengisi acara seharian penuh. Sekira jam 09.00 WITA, Kak Ria akan menghibur anak-anak dengan dongeng. Kemudian dilanjutkan dengan Meet and Greet sekira jam 14.00 WITA,” jelasnya.

Dalam acara Meet and Greet tersebut akan dihadiri Tim Penggerak PKK Kalsel, Dharma Wanita Persatuan Kalsel, Bhayangkari Polda, Persit Rem 101 Antasari, Gatriwara, Jalasenastri, Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia dan lainnya.

Nurliani menambahkan, hadirnya nara sumber nasional ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dispersip, untuk terus meningkatkan minat baca dan literasi di Banua. Kegiatan seperti ini, tentunya akan terus digaungkan, dengan tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan. (HUMASDISPERSIPKALSEL-NRH/RIW/RH)

779 Calon ASN, Ikuti Seleksi Kompetensi Bidang Lingkup Pemprov Kalsel

BANJARBARU – Bertempat di titik lokasi (tilok) Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, sebanyak 779 peserta yang sebelumnya dinyatakan lulus tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), kembali mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CASN Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2021. Seleksi digelar selama 2 hari mulai Senin (6/12) hingga Selasa (7/12). 

Kepala Sub Bidang Pengadaan dan Pemberhentian BKD Provinsi Kalsel, Hendra Saputra menyampaikan, pelaksanaan SKB terbagi menjadi empat sesi untuk hari pertama, dan dua sesi untuk hari kedua, yang masing-masing diikuti 100 peserta.

Kepala Sub Bidang Pengadaan dan Pemberhentian BKD Provinsi Kalsel, Hendra Saputra

“SKB tahun ini dilaksanakan mulai dari tanggal 6-7 Desember, untuk titik lokasi (tilok) Idham Chalid khusus peserta CASN lingkup Pemprov Kalsel, yakni sebanyak 779 peserta yang mengikuti seleksi,” ucap Hendra.

Hendra Saputra menambahkan, untuk teknis pelaksanaan tahapan SKB masih sama dengan pelaksanaan SKD sebelumnya, yang mewajibkan peserta melakukan pengecekan suhu di pos pertama, kemudian registrasi awal, sebelum dapat mengikuti CAT SKB.

“Bagi peserta yang terkonfirmasi positif COVID-19, telah diminta untuk melaporkan kepada panitia sehari sebelum pelaksanaan SKB melalui email, untuk dilaporkan ke BKN dan dijadwalkan ulang,” lanjut Hendra.

Dilanjutkan Hendra Saputra, untuk sesi pertama di hari pertama pelaksanaan SKB di tilok Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel belum ada yang terkonfirmasi positif, namun bagi mereka yang sesi berikutnya apabila terkonfirmasi positif diharapkan segera melapor kepada panitia. (MRF/RIW/RH)

Roosters, Rajai Kejuaraan Bola Basket Sunday Morning Cup 2021

BANJARMASIN – Klub Basket Roosters berhasil meraih juara 1 pada Kejuaraan Bola Basket Sunday Morning Cup 2021, setelah mengalahkan Klub Bola Basket Sunday Morning, pada babak final, Minggu (5/12) malam.

Penyerahan hadiah juara 1

Kemenangan Roosters ini setelah pada babak final berhasil mengalahkan klub basket Sunday Morning dengan score kemenangan 63 – 48.

Pada babak semifinal sebelumnya Sunday Morning berhasil mengalahkan The Police dengan score 78 – 72 dan Roosters mengalahkan Rongqing dengan score 44 – 40. Sedangkan, juara 3 berhasil dimenangkan oleh The Police setelah mengalahkan Rongqing.

Perwakilan Sunday Morning Cup Ahmad Fauzi mengatakan, melihat antusiasme peserta dan penonton, maka Kejuaraan Bola Basket Sunday Morning Cup ini, akan dijadikan agenda tahunan.

“Kejuaraan bola basket yang kami selenggarakan ini, untuk mendukung Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan olahraga basket di Banua,” ucapnya.

Sementara itu, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi terhadap malam final Kejuaraan Bola Basket Sunday Morning Cup 2021.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya memberikan apresiasi dan dukungan terhadap antusiasnya para pemain dan penonton pada malam final Kejuaraan Bola Basket Sunday Morning Cup 2021.

“Pada malam final ini, talenta talenta muda atlet bola basket di Banua sangat luar biasa,” ucapnya.

Hermansyah mengatakan, keseruan pada malam final tersebut menggugah Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, untuk menggelar Kejuaraan Bola Basket di Provinsi Kalimantan Selatan, yang akan diselenggarakan secara berjenjang.

“Melihat keseruan malam final ini, kami akan menyelenggarakan kejuaraan bola basket di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Hermansyah. (SRI/RIW/RH)

Paman Birin Pimpin Latihan Karateka Sabuk Hitam

BANJAR – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor,  memimpin secara langsung latihan ilmu bela diri karate  sabuk hitam di Kiram Park, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, pada Minggu (5/12) pagi

Latihan karate ini digelar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) sebagai salah satu program strategis untuk mempersiapkan atlet karateka pada kejuaraan berskala nasional maupun internasional.

Tujuan lainnya, dalam rangka konsolidasi organisasi dan menumbuhkan spirit karateka di bumi Lambung Mangkurat.

“Kita berharap FORKI ke depan lebih baik lagi, terutama dalam mempersiapkan atlet kita menghadapi kejuaraan nasional maupun dunia di masa mendatang,” tutur Sahbirin Noor sebelum memulai latihan.

Dikatakan Paman Birin, melalui latihan bersama paling tidak mampu menyiapkan laboratorium latihan mereka dulu, agar dapat latihan sebaik-baiknya untuk persiapan tampil sesuai event ke depan

Terkait PON 2024, Paman Birin menyebut soal persiapan sejak awal, yakni menggencarkan latihan yang dimanajemeni dengan baik.

“Di arena 2024 PON, kita sudah minta siapkan untuk bertempur di event itu. Karena maju dengan persiapan, maka kita akan tampil  prima hingga mampu menjadi juara. Ini karena lancar kaji karena diulang. Hari ini kita butuh latihan. Latihan pun perlu dimanajemeni dengan baik, mulai dari pelatihannya yang andal dan kesiapan atletnya sendiri,” tegas Gubernur.

Sementara itu, Ketua FORKI Banjarmasin Johansyah Muchlis, mengatakan, kehadiran Paman Birin mampu meningkatkan semangat kebersamaan dan persatuan karateka Kalsel.

“Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Paman Birin, kita makin semangat untuk meningkatkan prestasi karateka Banua semakin maju,” tutur Johansyah.

Menurut pria yang berkarier di Kejaksaan ini, kegiatan karate tanpa disadari dapat membantu masyarakat maupun pemerintah.

“Hampir 75 persen perkara di pengadilan menyangkut narkoba. Dengan olahraga karate, harapannya dapat membina adik-adik kita terhindar dari pergaulan bebas khususnya narkoba,” pungkasnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Gowes Korpri, Paman Birin Berharap ASN Lebih Produktif

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Dr (HC) H Sahbirin Noor lepas peserta gowes dalam rangka peringati HUT Korpri ke 50, di siring Nol Kilometer, Jl Jenderal Sudirman Banjarmasin, Minggu (5/12) pagi.

Para goweser menempuh jarak 17 Kilometer sekaligus menikmati udara pagi di dalam kota Banjarmasin.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengatakan, gowes mempunyai banyak manfaat, selain mendapatkan kebugaran kegiatan ini juga dapat merekatkan silaturahmi dan meningkatkan persaudaraan.

“Kami berharap dengan badan dan jiwa yang sehat ASN akan lebih produktif lagi dalam bekerja. Jika produktif maka daya saing daerah akan semakin meningkat,” ujarnya.

Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut membantu ikhtiar dalam meningkatkan kualitas hidup sehat masyarakat.

Sedangkan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel Hermansyah mengatakan, gowes ini dilaksanakan untuk menjaga kebugaran ASN di tengah Pandemi COVID 19.

“Pada pelaksanaan gowes ini tetap menaati protokol kesehatan yang ketat. Tiap SKPD lingkup Pemprov Kalsel dibatasi hanya mengikutsertaan 7 ASN,” jelasnya.

Peringatan Hari Jadi Korpri yang jatuh pada 29 November 2021, di lingkungan Pemprov Kalsel digelar beragam jenis lomba lomba. Salah satunya lomba yang digagas Dinas Pemuda dan Olahraga Kalsel melalui berbagai even.

Bahkan kado terindah HUT Korpri ke 50, bagi Provinsi Kalsel adalah Kalsel dinobatkan sebagai Juara Umum MTQ Korpri 2021. (BIROADPIM/SRI/RDM/RH)

Lantik Direktur Utama, Paman Birin Minta Bank Kalsel Beradaptasi dengan Dunia Digital

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor secara resmi melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya, pada Sabtu (4/12) di Mahligai Pancasila, Banjarmasin.

Gubernur dalam sambutannya mengatakan, saat ini dan ke depan, persaingan dunia perbankan pasti lebih ketat lagi, seiring  dengan berkembangnya digitalisasi dalam berbagai layanan perbankan.

Sekarang ini, hampir seluruh perbankan memberikan layanan melalui sistem digital. Jika ingin transfer, maka  tidak perlu lagi datang ke bank, cukup melalui mobile banking, termasuk untuk pembayaran air, listrik dan lain-lain.

“Karena itu, saya minta kepada direktur utama, dan seluruh jajaran Bank Kalsel, agar tidak ketinggalan untuk beradaptasi dalam memanfaatkan sistem  digital,” pesannya.

Dikatakan, saat ini, Bank Kalsel memang sudah punya akses pelayanan dengan basis digital.

Tetapi, upaya untuk memperbaiki dan menyempurnakan pelayanan, hendaknya selalu menjadi motivasi bagi seluruh kalangan Bank Kalsel.

Bagaimanapun, bisnis perbankan sesungguhnya juga bisnis pelayanan. semakin baik pelayanan di Bank Kalsel, maka bank kebanggaan urang Banua ini, akan semakin eksis dan sukses.

“Semoga, pelayanan terbaik dari Bank Kalsel, hadir di bawah kepemimpinan saudara Hanawijaya,” doa Paman Birin.

Potensi dan peluang bagi Bank Kalsel untuk berkembang lebih besar, sangat terbuka lebar.

Di antara potensi dan peluang itu, dapat diwujudkan melalui produk keuangan syariah dari Bank Kalsel.

Sebagai daerah dengan mayoritas penduduk beragama Islam, maka produk jasa keuangan syariah akan menjadi pilihan masyarakat, karena selaras dengan tatanan muamalah dalam agama Islam.

Ini akan menambah berkah dan kebaikan dalam membangun masyarakat yang agamis dan menumbuhkan perekonomian daerah yang Islami.

Saat ini produk jasa keuangan syariah bukan hanya perbankan syariah, tetapi juga sudah berkembang ke industri keuangan non-bank syariah seperti asuransi syariah, dana pensiun syariah, perusahaan pembiayaan syariah lainnya.

Gubernur Kalsel  berharap, produk syariah dari Bank Kalsel juga dapat meningkatkan upaya pengembangan pasar dengan dukungan pada sektor riil seperti  industri fashion, kesehatan, dan pariwisata syariah.

“Saya tekankan sekali lagi pesan utama kepada direktur utama dan seluruh jajaran Bank Kalsel, agar terus berinovasi dalam upaya digitalisasi pelayanan perbankan. Maksimalkan potensi kesyariahan dari produk jasa keuangan Bank Kalsel, dengan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, tentang layanan syariah di Bank Kalsel,” ujarnya.

Bank Kalsel juga  diminta membuat manajemen terbaik dilingkungannya, baik dari aspek pelayanan, pemasaran, peningkatan SDM termasuk kehadiran Bank Kalsel untuk mendukung pengembangan UMKM  serta mendorong pergerakan perekonomian daerah.

Hanawijaya  yang lahir pada 3 Desember 1963 ini, adalah alumni Institut Pertanian Bogor dan S-2 Jurusan Ilmu Manajeman Internasional Universitas Prasetya Mulya 1999. Hanawijaya pernah menjabat sebagai Direktur Bisnis Ritel dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng (2018-2017), kemudian Direktur Pembiayaan Mikro Kecil Bank Syariah Mandiri (2010-2014).

Ia juga sempat menjabat Direktur Pembiayaan Konsumen, Komersial Cabang dan Pengembangan Produk Bank Syariah Mandiri (2007-2010) dan Direktur Kepatuhan Manajeman Resiko, Produk dan IT Bank Syariah Mandiri 2005-2007.

Terkait harapan gubernur terhadap Bank Kalsel di era digital, Hanawijaya mengakui banyak tantangan yang harus dilewati Bank Kalsel untuk bertransformasi menjadi bank digital, sehingga mau tidak mau pihaknya harus mempercepat proses digitalisasi Bank Kalsel mengejar ketinggalan dan menjadi bank terdepan dalam digital banking.

“Bank ini adalah bank Banua, pendapatan terbaik adalah untuk masyarakat Kalsel. Mari manfaatkan Bank Kalsel sebagai tempat  penyimpanan hingga investasi,” imbaunya.  (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Hanawijaya Resmi Jabat Posisi Direktur Utama Bank Kalsel

BANJARMASIN – Berdasarkan surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-173/D.03/2021 tanggal 12 November 2021 tentang Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan, Hanawijaya, Selaku Calon Direktur Utama Membawahi Unit Usaha Syariah PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan, serta hasil RUPS Luar Biasa sebagaimana termuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Sirkular Pemegang Saham PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan Nomor 25 Tanggal 30 November 2021, menyetujui dan mengesahkan pengangkatan Hanawijaya sebagai Direktur Utama, Membawahi Unit Usaha Syariah Bank Kalsel terhitung sejak 1 Desember 2021 sampai 1 Desember 2026. Atas hal tersebut, maka I Gusti Ketut Prasetya selaku Direktur Kepatuhan Bank Kalsel dengan ini dibebaskan atas tugas sebagai Plt. Direktur Utama Bank Kalsel.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor dengan disaksikan seluruh Pemegang Saham Bank Kalsel, Pejabat dan Tamu Undangan, serta seluruh Pejabat Eksekutif dan Karyawan/ti Bank Kalsel, di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Sabtu (4/12).

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin tersebut berpesan kepada Pejabat yang dilantik, agar dapat mengemban jabatan sebagai Direktur Utama dengan sebaik-baiknya, secara profesional dan bertanggungjawab.

“Selamat dan sukses kepada Hanawijaya, selaku Direktur Utama Bank Kalsel. Semoga amanah dan jabatan ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, bekerja secara profesional serta menjunjung tinggi tanggungjawab dalam menunaikan tugas dan kewenangan yang diamanahkan dalam jabatan ini,” pesan Gubernur.

Pada kesempatan yang sama, Paman Birin juga berharap agar Bank Kalsel tidak ketinggalan dalam beradaptasi dengan memanfaatkan sistem digital.

“Bank Kalsel agar terus berinovasi dalam upaya digitalisasi pelayanan perbankan. Maksimalkan potensi syariah dan produk jasa Bank Kalsel dengan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Semoga layanan terbaik Bank Kalsel hadir dari kepemimpinan Hanawijaya sebagai Dirut Bank Kalsel,” harapnya.

Selanjutnya, Hanawijaya yang telah resmi menjabat sebagai Direktur Utama Bank Kalsel menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh Pemegang Saham yang telah mempercayakan dirinya untuk didapuk sebagai pimpinan di bank kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan tersebut.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Seluruh Pemegang Saham yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin Bank Kalsel. Ini merupakan amanah yang akan saya jawab dengan komitmen memberikan yang terbaik bagi kemajuan bank yang kita banggakan. Tentunya saya tidak bisa sendiri, perlu kerjasama dengan seluruh pihak agar visi kita menjadi bank yang kuat, kompetitif dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional dapat tercapai,” ujar Hana.

Bank Kalsel berkomitmen untuk selalu memberikan layanan terbaik kepada nasabah dan seluruh masyarakat Kalimantan Selatan, sebagaimana tagline Setia Melayani, Melaju Bersama. Dengan kepemimpinan baru, Bank Kalsel optimis akan semakin tumbuh dan berkembang seiring dengan kemajuan masyarakat Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/RDM/RH)

Tanbu dan HST Akan Dibangunkan Bendungan Sebagai Upaya Pengurangan Dampak Banjir

BANJARBARU – Pembangunan bendungan kusat yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.Saat ini persiapan tengah dilakukan terutama penyiapan lahan untuk proyek tersebut

Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar mengatakan, disetujuinya pembangunan Bendungan Kusan diketahui setelah mereka berdiskusi dengan Bappenas dan Direktur Bendungan pada Kementerian PUPR.

“Dalam diskusi itu, rencana pembangunan Bendungan sangat direspons oleh pemerintah pusat,” katanya, saat mengikuti giat di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel belum lama ini.

Zairullah berujar, dalam pembangunan ini, Pemkab Tanah Bumbu mempunyai tanggungjawab terkait pembebasan lahannya.

“Ketika lahan siap, maka pembangunan bendungan langsung menjadi program prioritas nasional,” ujarnya.

Saat ini ungkapnya, pembebasan lahan sedang dilakukan. Luasnya mencapai 22 ribu hektare untuk menampung 2,3 juta kubik air.

“Jadi nanti lahan yang dibebaskan digenangi air, seperti Waduk Riam Kanan,” terangnya.

Dia menuturkan, lokasi rencana waduk berada di Kecamatan Teluk Kepayang. Ada enam desa yang terdampak dengan pembangunan.

“Sedangkan rumahnya, ada 122 KK yang kena dampak. Itu sudah disiapkan rumah pengganti untuk relokasi,” tuturnya.

Dirinya berharap, pembebasan lahan berjalan lancar. Sehingga pembangunan waduk dapat segera dilaksanakan.

“Kalau waduk selesai dibangun, maka pengairan untuk pertanian dan perikanan akan lebih baik,” ujarnya.

Di samping itu, Zairullah menyebut, di waduk nantinya akan dibangun tenaga listrik berkapasitas 42 MW yang bisa menyuplai kelistrikan di ibu kota negara baru di Penajam Paser Utara, Kaltim.

Pembangunan bendungan baru sendiri menjadi prioritas Pemprov Kalsel untuk penanganan banjir di Kalsel.

Ditambahkan Kepala Bappeda Kalsel Nurul Fajar Desira, selain Bendungan Kusan, juga ada bendungan Riam Kiwa yang kini dalam proses pembebasan lahan dan telah disetujui pusat untuk dilakukan pengerjaan fisik pada 2022.

Untuk Bendungan Kusan lanjutnya, pihaknya bersama Bupati Tanah Bumbu telah mengajukan pengusulan ke pemerintah pusat agar bisa menjadi program prioritas nasional.

“Sekarang masih dalam tahap pembebasan lahan dan kita di Pemprov Kalsel juga akan bantu pembebasan itu,” katanya.

Selain bendungan Kusan, Bendungan Pancur Hanau di HST terang Fajar juga akan dikawal hingga dapat dibangun oleh pemerintah pusat seperti bendungan Tapin sebelumnya.

Bendungan Pancur Hanau yang direncanakan dibangun pemerintah berada di empat desa yaitu Desa Alat, Datar Ajab, Hinas Kanan dan Murung B.

Dengan pembangunan dua bendungan tersebut maka pengurangan dampak banjir di Tanah Bumbu dan HST diharapkan dapat terwujud. (ASC/RDM/RH)

Exit mobile version