BANJARMASIN – Sejak dua pekan terakhir, harga cabai di Kalimantan Selatan mengalami kenaikan di pasaran. Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani, kepada Abdi Persada FM pada Senin (20/12) mengatakan, kondisi ini terjadi akibat banjir rob yang diperparah curah hujan tinggi, menyebabkan sebagian wilayah pertanian cabai di Kalsel terendam banjir. Dampaknya, terjadi kenaikan harga di pasaran. Untuk di Kalsel l, pemasok cabai biasanya berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah, sedangkan dari luar daerah yaitu pulau Jawa dan Sulawesi.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani
“Tingginya harga cabai ini secara nasional, disebabkan musim hujan yang panjang, dan berakibat rusaknya tanaman, karena kandungan air yang tinggi membuat cepat busuk, baik di pohon maupun saat penyimpanan,” ucap Birhasani.
Birhasani menyampaikan, untuk harga cabai besar atau cabai merah sebelumnya hanya Rp45.000 per kilogram, naik menjadi Rp70.000 per kilogram, cabai tiung yang sebelumnya Rp40.000, harganya melonjak dua kali lipat menjadi Rp80.000 per kilogram, sedangkan cabai taji yang sebelumnya Rp50.000 per kilogram, kini menjadi Rp90.000 per kilogram.
“Harga cabai rawit sebelumnya 80 ribu rupiah, naik menjadi 125 ribu rupiah per kilogram, hanya cabai hijau keriting yang tidak mengalami kenaikan, yaitu dikisaran 25 ribu hingga 30 ribu rupiah per kilogram,” katanya.
Sementara itu, salah satu penjual ayam lalapan di Jalan Pekapuran A Banjarmasin Timur Rima mengakui, naiknya harga cabai, membuatnya kesulitan menjual masakan. Karena biasanya ciri khas masakan yang Ia jua, adalah dari sambal yang pedas. Sebelum harga cabai naik, pembelian satu kilogram cabai rawit dicampur cabai besar atau cabai merah, cukup untuk memenuhi 100 pelanggan.
“Sekarang harga cabai naik, tidak mungkin mengurangi porsi sambal, akan membuat sepi nanti jualan,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel menggelar Kejuaraan Paman Birin Shooting Competition, di Kiram Park, Kabupaten Banjar, pada Minggu (19/12).
Foto bersama Kejuaraan Paman Birin Shooting Competition
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, digelarnya Kejuaraan Paman Birin Shooting Competition ini, merupakan ajang pengembangan talenta atlet menembak.
“Pemerintah Kalsel melalui Dinas Pemuda dan Olahraganya akan terus mengembangkan olahraga menembak di Banua ini,” ungkap Hermansyah.
Jadi lanjutnya, kegiatan Shooting Competition ini sangat bermanfaat untuk penjaringan bibit-bibit atlet menembak di Kalsel.
“Untuk itu, kegiatan seperti ini nantinya akan diagendakan setiap tahunnya. Karena olahraga menembak menjadi cabang unggulan di Kalsel yang telah menghasilkan beberapa mendali pada saat PON maupun kejurnas,” ucapnya.
Menurut Hermansyah, Dispora Kalsel melihat adanya talenta khusus pada cabang menembak, sehingga diharapkan dapat mengharumkan nama Provinsi Kalsel di ajang nasional hingga internasional.
Sementara itu, ketua Panitia Kejuaraan Paman Birin Shooting Competition Irfan mengatakan, pihaknya berterimakasih atas dukungannya yang diberikan oleh Gubernur Provinsi Kalsel Sahbirin Noor serta Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel.
“Kami mengucapkan terimakasih atas dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalsel,” ucapnya.
Pada Kejuaraan Paman Birin Shooting Competition ini, diikuti 150 atlet menembak yang ada di berbagai Provinsi di Indonesia seperti DKI Jakarta, Banten, Jateng, Jabar, Jatim, Kaltim serta Kalteng. (SRI/RIW/RH)
BANJARBARU – Wakapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono, S.I.K., M.Si. berkunjung ke Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), Kota Banjarbaru, pada Senin (20/12)
Kedatangan Wakapolda Kalsel didampingi beberapa Pejabat Utama di SPN Polda Kalsel tersebut disambut langsung oleh Kepala SPN Polda Kalsel Kombes Pol Restika P. Nainggolan, S.I.K. beserta Waka SPN Polda Kalsel, dan para siswa Diktukba Polri TA.2021 SPN Polda Kalsel.
Kunjungan orang nomor dua di Polda Kalsel tersebut, dalam rangka memberikan pembekalan kepada siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri TA.2021.
Dalam arahannya, Wakapolda Kalsel memberikan penekanan kepada 523 siswa Diktukba Polri, agar selalu meningkatkan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan dalam bertugas nantinya.
“Bagi siswa Diktukba Polri yang saat ini melaksanakan pendidikan di SPN Polda Kalsel jadilah anggota Polri yang melayani, melindungi, mengayomi masyarakat, dengan mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas serta memahami peraturan yang ada di masyarakat,” terang Wakapolda Kalsel di Lapangan Hitam SPN Polda Kalsel.
Wakapolda mengimbau para siswa bilamana nanti sudah menjadi anggota Polri harus belajar dengan cepat dan beradaptasi dengan tugas di lapangan dengan menjaga sikap dan perilaku serta harus menjaga nama baik Polri karena saat ini selalu diawasi oleh siapapun.
“Jaga diri dengan baik, karena kalau sudah terjadi pelanggaran dan melakukan hal yang menyimpang akan berpengaruh kepada pribadi, keluarga dan institusi,” pesan Wakapolda.
Lebih lanjut disampaikan Wakapolda Kalsel, apabila terjadi pelanggaran dan perbuatan tercela akan ada kode etik hingga Sidang peradilan umum, maka daripada itu selaku pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat anggota Polri harus menanamkan iman kepada Allah SWT sehingga bisa terhindar dari perbuatan yang menyimpang dan bisa menjaga nama baik Polri dan angkatan.
Selanjutnya, bagi 523 siswa SPN Polda Kalsel yang nantinya akan dilantik, harus siap untuk ditempatkan dimana saja di seluruh Indonesia serta buat rencana kerja dan rencana hidup mulai dari sekarang.
“Saya berharap siswa angkatan 2021 SPN Polda Kalsel mempunyai warna sendiri untuk bisa memberikan prestasi yang baik dan membawa nama harum Polri dan kesatuan siswa berdinas nanti, jangan menjadi beban bagi masyarakat, namun sebaliknya harus melayani masyarakat dengan baik,” ucap Wakapolda. (Bidhumaspoldakalsel-RIW/RH)
BANJARMASIN – Korem 101/Antasari merayakan hari ulang tahun ke-60 secara sederhana pada Senin (20/12).
Pemberian piagam penghargaan kepada prajurit berprestasi juga diberikan oleh Danrem 101/Antasari, atas prestasi prajurit sebagai Juara 1 Lomba Binaraga Kelas 70 Kilogram Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, Penghargaan kepada Prajurit Purna Tugas, dan Pemberian pemenang hadiah Lomba Dalam Rangka HUT ke-60 Korem 101/Antasari.
Danrem 101/Ant memberikan sambutan saat peringatan HUT ke-60 Korem 101/Antasari
Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah mengucapkan selamat ulang tahun Korem 101/Antasari. Ia berharap, di usia ke-60 ini, Korem 101/Antasari beserta jajaran dapat lebih optimal dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diamanatkan oleh Bangsa dan Negara, khususnya dalam membina pertahanan negara di daerah, sehingga dapat mewujudkan stabilitas wilayah yang kondusif bagi kepentingan pembangunan nasional di wilayah Kalimantan Selatan.
“Kita perlu menyadari bahwa memeringati hari ulang tahun satuan yang diselenggarakan hari ini, hendaknya jangan dimaknai sekadar kegiatan seremonial dan rutinitas tahunan atau sekadar mempertahankan tradisi satuan, akan tetapi peringatan ini hendaknya dimaknai sebagai wahana untuk instrospeksi diri terhadap pelaksanaan tugas serta untuk memperkuat komitmen dan tekad pengabdian yang terbaik bagi bangsa dan negara,” ucapnya.
Syukuran ini, menurut Danrem, dapat juga dijadikan sebagai sarana introspeksi diri, agar tidak cepat merasa puas terhadap keberhasilan yang diperoleh selama ini.
“Pencapaian ini juga kita jadikan sebagai tolak ukur untuk kita tingkatkan di masa yang akan datang,” jelasnya.
Memeriahkan hari ulang tahun, terdapat doorprize 2 sepeda motor dan berbagai macam hadiah yang diundi untuk seluruh peserta acara yang terpilih.
Acara ini dihadiri oleh Kasrem 101/Antasari, Para Kasi Kasrem 101/Antasari, Para Dandim & Danyonif Jajaran Korem 101/Antasari, Persit KCK Koorcabrem101 PD VI/Mulawarman. (Penrem-RIW/RH)
BANJARMASIN – Korem 101/Antasari menggelar acara serah terima jabatan Kasi Ops Kasrem 101/Antasari pada Senin (20/12).
Kasi Ops Kasrem 101/Antasari saat ini dijabat oleh Kolonel Inf Romas Herlandes, S.E., M.Si., M.M., yang sebelumnya sebagai Dandim 0410/Bandar Lampung Korem 043/Gatam Kodam II/Sriwijaya.
Pejabat lama Kolonel Inf Leonardus Kunto Wibisono saat ini mendapat jabatan baru sebagai Pamen Ahli Bidang Jemen Sishanneg Sahli Pangdam V/Brawijaya.
Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama, atas segala dedikasi, loyalitas dan pengabdian selama menjabat di Korem 101/Antasari.
“Jadikan tugas sebagai wahana mengembangkan kepemimpinan dan manajerial. Berbuatlah yang terbaik, berani, tulus dan ikhlas, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi kelancaran tugas pokok TNI AD,” ucapnya.
Sedangkan pejabat baru, diharapkan selain dapat melanjutkan program yang telah dicanangkan oleh pejabat sebelumnya, juga dapat terus mengembangkan serta mencari terobosan baru dalam upaya untuk meningkatkann kualitas pelaksanaan tugas Korem 101/Antasari.
“Saya yakin dan percaya pejabat baru akan dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan Korem 101/Antasari,” jelasnya.
Acara ini dihadiri oleh Kasrem 101/Antasari, Para Kasi Kasrem 101/Antasari, Para Dandim & Danyonif Jajaran Korem 101/Antasari, Persit KCK Koorcabrem101 PD VI/Mulawarman. (Penrem-RIW/RH)
BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengharapkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), meningkatkan kinerja dalam upaya menjaga kerukunan umat beragama di Provinsi Kalsel. Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rachmah Norlias kepada wartawan, Senin (20/12).
Oleh karena itu, Komisi I DPRD Kalsel bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalsel mendampingi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) berdialog dengan FKUB Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di Kantor Badan Kesbangpol Kalteng pada Jum’at (17/12) lalu.
“Kunjungan ini dalam rangka silaturahmi dan berdialog terkait kerukunan umat beragama yang ada di Kalteng karena FKUB Kalteng ini masuk 5 besar dalam skor indeks kerukunan umat beragama seluruh Indonesia,” kata Rachmah.
Ia juga berharap Pemerintah Daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Kalsel mendukung kinerja FKUB dalam menjaga kerukunan umat beragama di Provinsi Kalsel.
“Karena skor indeks demokrasi ini tidak hanya FKUB yang memegang peran tapi juga dari Pemerintah Daerah, sampai sejauh mana untuk menyiapkan anggaran dalam rangka kegiatan-kegiatan untuk mendukung pelaksanaan program-program kegiatan FKUB di Kalsel,” jelas Rachmah. (NRH/RIW/RH)
BANJARBARU – LPPL Abdi Persada FM provinsi Kalimantan Selatan berhasil meraih peringkat pertama sebagai Radio Host Terbaik di Indonesia. Predikat ini didapat melalui ajang bergengsi Anugerah Indonesia Persada.ID Award II tahun 2021, yang digelar pada Sabtu (18/12) secara virtual.
Radio kebanggan Banua ini sebelumnya juga meraih predikat yang sama dengan menempati posisi terbaik kedua pada anugerah Indonesia Persada.Id award pertama 2020.
“Kami mengucapkan terimakasih atas kepercayaannya, setelah sebelumnya menjadi terbaik kedua,” ujar Direktur LPPL Abdi Persada FM Ibnu Min Haji saat host mempersilakan menyampaikan rasa bangganya secara virtual dalam acara tersebut
Ibe (sapaan akrabnya) berujar, gelaran untuk memberikan penghargaan tertinggi kepada insan dan seluruh Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) di seluruh Indonesia ini, memang menjadi perhatian serius bagi Radio yang akan berulang tahun ke-21 ini.
“Sebagai radio host terbaik, tentu ini menjadi bagian dari tanggungjawab yang terus kami jaga,” tuturnya.
Sesuai dengan tagline HUT Abdi Persada FM ke-21 yaitu -Menjadi inspirasi yang berinovasi- menjadi gambaran nyata atas predikat ini, karena berinovasi seakan menjadi bagian dari proses pencapaian. Terlebih sebelumnya, Abdi Persada FM juga berhasil mendapatkan predikat sebagai radio yang bisa dilihat pada anugerah Indonesia award pertama.
“Kami memastikan untuk terus menjaga kesolidan tim dalam bekerjasama. Tentu dengan tujuan menyiarkan lebih baik,” terangnya yang mengaku senang, karena keberhasilan ini juga menjadi kado terindah pada HUT Abdi Persada FM yang ke-21 tahun 2021 ini.
Diketahui, anugerah Indonesia Persada.Id Awards kedua 2021 ini digelar secara virtual dan dibuka oleh Ketua Umum Persatuan Radio TV Publik Daerah Seluruh Indonesia (Indonesia Persada.Id), Ganjar Pranowo.
Berbeda dengan tahun lalu, yang hanya terdapat tiga kategori, gelaran Indonesia Persada.id Awards kedua 2021 kali ini menghadirkan enam kategori untuk diperlombakan, yakni Reportase Terbaik, Radio Host Terbaik, Presenter Terbaik, Iklan Layanan Masyarakat Terbaik, Talkshow Terbaik dan LPPL Terbaik. (ASC/RDM/RH)
RIAU – Sebanyak 18 Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Indonesia meraih predikat Terbaik di ajang penghargaan INDONESIAPERSADA.ID AWARD II TAHUN 2021. Pemberian Award dilakukan secara _virtual zoom_ dari Kota Tembilahan, Ibukota Kabupaten Indragiri Hilir Riau, Sabtu (18/12) siang dan disiarkan _live Youtube_ Gemilang TV, LPPL TV milik Pemkab Indragiri Hilir dan Youtube LPPL Radio Sasaraina FM Kepulauan Mentawai Sumatera Barat. Acara dihadiri daring oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai Ketua Umum Persatuan Radio TV Publik Daerah Seluruh Indonesia (INDONESIAPERSADA.ID) yang sedang berada di Yogyakarta.
Penghargaan terbagi dalam enam Kategori, dengan masing – masing ditetapkan sebagai Terbaik I, II dan III dengan hadiah uang pembinaan total senilai Rp103,5 juta. Meliputi Reportase Terbaik, Presenter Terbaik, Radio Host Terbaik, ILM Terbaik, Talkshow Terbaik, dan Kelembagaan LPPL Terbaik. Untuk tiga kategori pertama sama dengan yang dilombakan tahun 2020 lalu, sedangkan tiga kategori yang lain baru dilombakan pada tahun 2021 ini.
“Hadirnya Mas Ganjar diharapkan dapat menjadi _spirit_ bagi teman – teman LPPL untuk dapat lebih maju dan termotivasi dalam program acara dan kelembagaannya,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Indragiri Hilir Trio Beni Putra selaku Wakil Sekjen 2 INDONESIAPERSADA.ID sebagai Tuan Rumah saat menyampaikan Laporan Pelaksanaan Kegiatan.
Pada kesempatan itu, Ketua Umum hadir dalam segmen khusus “Mas Ganjar Jadi Penyiar” memandu dialog interaktif dengan bintang tamu Astri Megatari. Sosok ini dikenal sebagai _public speaker_ dengan pengalaman jadi Putri Jawa Barat dan Finalis Putri Indonesia Tahun 2008, serta berpengalaman beberapa tahun sebagai jurnalis dan presenter televisi. Saat masuk ke segmen tersebut, Mas Ganjar dipandu duet host Rini Dwi Masmuda dari LPPL Radio Abdi Persada FM Provinsi Kalimantan Selatan dan Wahyu Riyadi dari LPPL Radio Gema Bungo FM Jambi.
Sebelum memberi kesempatan Mas Ganjar Jadi Penyiar, host Wahyu terlebih dulu menanyakan bagaimana caranya agar LPPL bisa menjadi _trending topic_ seperti Ketua Umum?
“Jangan memberi suguhan yang berat – berat kepada pendengar. LPPL harus bisa mengemas bagaimana sajian acara yang berat itu menjadi hal – hal receh yang lebih gampang diterima pendengar dalam kehidupan sehari – hari. Materi boleh berat, tapi mengemasnya harus menjadi sesuatu yang ringan dan mengena. Seperti yang saya alami, kalau memberikan sambutan, tidak lagi disebutkan semuanya satu – satu. Tapi cukup satu atau dua saja, kemudian dikemas dengan kalimat yang sederhana tapi tetap sopan. Sehingga tidak membosankan dan pesan yang kita sampaikan mengena,” terang Mas Ganjar panjang lebar.
Hal tersebut dibuktikan Mas Ganjar saat memandu dialog interaktif dengan Astri Megatari. Berlangsung sangat cair, hidup, menarik, dan pesan yang ingin disampaikan dapat dicerna dengan seksama. Salah satunya, tergali bahwa sosok Astri yang identik dengan dunia putri – putrian, ternyata penyuka mata pelajaran Matematika. Usut punya usut, di dunia lomba kecantikan seperti Putri Indonesia, unsur _brain_ (kecerdasan – _red_) juga menjadi pertimbangan. Juga ketahuan bahwa orang tua Astri Megatari sangat nge – fans dengan Astri Ivo aktris Indonesia dekade tahun 1980 – an.
Terkait strategi _branding_ LPPL agar semakin mendapatkan perhatian pendengar, Astri Megatari mengatakan, sebagai salah satu jenis media massa maka LPPL harus adaptif dengan perkembangan era digital.
“LPPL harus bisa tampil milenial, agar tidak ditinggalkan oleh mayoritas masyarakat, agar bisa diterima oleh semua segmen pendengar karena radio publik target pendengarnya umumnya bersifat general,” kata Astri.
Mengakhiri sessi Mas Ganjar Jadi Penyiar, Ketua Umum secara khusus memberikan apresiasi dukungan semangat pada seluruh Pengurus INDONESIAPERSADA.ID dan Anggota, atas terselenggaranya INDONESIAPERSADA.ID AWARD II TAHUN 2021. Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Ketua Umum kepada Bupati Indragiri Hilir HM Wardan, yang berhalangan hadir karena harus berada di tengah – tengah warga Suku Laut di Desa Panglima Raja Kecamatan Concong yang rumahnya menjadi korban banjir rob.
Mas Ganjar juga mengucapkan selamat kepada LPPL yang dinobatkan sebagai yang Terbaik untuk masing – masing kategori. Adapun untuk Dewan Juri adalah A.A.I Prihandari Satvikadewi, M.Med.Kom dosen Untag Surabaya, Achmad Abdul Basith, S.Ikom, M.Ikom dosen Unpad yang saat ini terpilih sebagai Komisioner KPID Jabar, Dwi Hernuningsih Dewas RRI Periode 2015 – 2021, Ervan Wahzudin News Producer Kompas TV, Latief Siregar Wapimred iNews TV, dan Yohana Elizabeth Hardjadinata seorang Strategic Business Development Director sebagai Ketua Yayasan Bentang Merah Putih mitra Ditjen Polpum Kemendagri dalam penyebarluasan nilai – nilai Pancasila dan Nasionalisme.
Berdasarkan hasil penilaian Juri, untuk Kategori Reportase Terbaik berturut – turut Terbaik 1, 2, dan 3 adalah Zain Arifah (LPPL Radio Gemilang FM Indragiri Hilir Riau) – Haries Bram (LPPL Radio Sonata FM Kota Bandung Jabar) – Elisa Anwiyana (LPPL Radio Gema Randik FM Musi Banyuasin Sumsel).
Kategori Presenter Terbaik 1, 2, dan 3 adalah Tya Ariesta (LPPL Radio Gagakrimang FM Blora Jateng), Destiny Azizah (LPPL Radio Suara Banjar FM Kalsel), Ari Amrizal (LPPL Radio Swara Kampar FM Riau).
Kategori Radio Host Terbaik 1, 2, dan 3 adalah LPPL Radio Abdi Persada FM Provinsi Kalimantan Selatan, LPPL Radio Suara Ngawi FM Jatim, LPPL Radio Sasaraina FM Kepulauan Mentawai Sumbar.
Kategori Talkshow Terbaik 1, 2, dan 3 adalah Magelang FM Kota Magelang Jateng (Bincang Sehat Keluarga), LPPL Radio Dimensi Baru FM Lampung Selatan Lampung (Pendidik Masa Pandemi), LPPL Radio Gema Bungo FM Jambi (Memahami Covid-19)
Kategori ILM Terbaik 1, 2, dan 3 adalah LPPL Radio Buana Asri FM Sragen Jateng (ILM Pakai Masker), LPPL Radio Purbasora Pass FM Tasikmalaya Jabar (ILM Pakai Masker), LPPL Radio Suara Tabalong FM Kalsel (ILM Gerakan Vaksinasi).
Kategori Kelembagaan LPPL Terbaik 1, 2, dan 3 adalah LPPL Radio Slawi FM Kabupaten Tegal Jawa Tengah, LPPL Radio Suara Pasuruan Jawa Timur, LPPL Radio Publik Kota Denpasar Bali.
Pelaksanaan _awarding_ yang dipandu duet MC Zain Arifah dan Ratna Dewi dari LPPL Radio Gemilang FM Indragiri Hilir Riau, juga membacakan dua _nominee_ dan pemenang Lomba Desain Logo dan Merchandise INDONESIAPERSADA.ID. _Nominee_ dan pemenang Lomba Desain ini dipilih langsung oleh Ketua Umum.
Pemenang Lomba Desain Merchandise Mug adalah Hamzah Hafiz dan Muhammad Taukhid untuk Merchandise Kaos. Sedangkan untuk dua _nominee_ Lomba Desain Kaos adalah Hamzah Hafiz dan Prisma Devi Madania. Menelusuri data yang dikirim pemenang, Hamzah Hafiz adalah seorang _Graphic Designer_ di Padang Sumbar. Kemudian Muhammad Taukhid adalah desainer grafis beralamat di Sleman Yogyakarta. (INDONESIAPERSADA.ID/RDM/RH)
BANJARBARU – Pembalakan liar di hutan Kalimantan Selatan masih marak terjadi meski patroli rutin terus dilakukan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan.
Proses pengangkutan hasil temuan kayu ilegal
Terbukti dalam bulan ini saja, sedikitnya lima kali kasus temuan berhasil diungkap Dinas Kehutanan melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Banua ini.
“Temuan kayu dengan berbagai jenis terdapat di lima KPH. KPH Kusan Tanbu, KPH Kandangan HSS, KPH Tala, dan KPH Sengayam Kotabaru sebanyak dua kali,” ujar Kasi Pengamanan Hutan Dishut Kalsel, Haris Setiawan, Kamis (16/12).
Haris menyampaikan, temuan kayu dengan jenis rimba campuran ini yang pertama ditemukan oleh tim dari KPH Kusan di wilayahnya pada 6 Desember lalu dengan bentuk bulat sebanyak 7,12 kubik dan 3,15 meter kubik lainnya berupa kayu olahan.
“Untuk temuan dari lokasi lainnya masih dalam penghitungan karena baru saja di kirim kesini (Banjarbaru). Adapun untuk Sengayam, masih diamankan disana,” kata Haris.
Ia menyebut, dari semua hasil temuan tersebut, mempunyai satu kesamaan, yakni terdapat tumpukan kayu dalam posisi siap angkut.
“Jadi tidak kita temukan pelaku maupun alat lainnya,” sebutnya.
Pembalakan liar ini tutur Haris, merupakan aktifitas melanggar hukum. Sehingga tidak bisa dijadikan mata pencaharian karena dapat merusak lingkungan dan hutan.
“Kita tidak habis pikir ya, kenapa mereka (pelaku) tidak memikirkan dampak yang ditimbulkan, padahal ini sudah jelas merusak lingkungan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PKSDAE pada Dishut Kalsel Pantja Satata mengungkapkan, hingga akhir tahun ini, pihaknya sudah berhasil mengamankan lebih dari 240 kubik kayu ilegal hasil temuan.
“240 kubik sudah proses lelang. Temuan yang baru masih dihitung dan akan kita lakukan proses lanjutan,” paparnya.
Pantja menduga, masih maraknya pembalakan liar ini disebabkan karena adanya penadah yang terus siap menampung.
“Industri kayu, kalau beli kayu secara resmi mahal. Jadi sangat mungkin mereka mengambil dari hasil pembalakan liar ini,” ucapnya.
Namum secara pasti, Pantja menyebut pihaknya terus melakukan patroli disemua wilayah di Banua ini. (ASC/RDM/RH)
BANJARBARU – Sekretaris Daerah prov Kalsel, Roy Rizali Anwar, didampingi Kepala Dinas Kesehatan prov Kalsel, Muslim, nampak serius saat mendengarkan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui virtual, di Command Center Setdaprov Kalsel, Kamis (16/12).
Bagaimana tidak, arahan dari orang nomor satu di Indonesia ini terkait masuknya varian baru COVID-19, Omicron, yang telah tersebar di 88 Negara termasuk Indonesia.
Diketahui, jumlah kasus Omicron di dunia naik 3 kali lipat dalam 3 hari.
“Saya ingatkan, jangan lengah, cek oksigen dan ketersediaan obat obatan di Rumah Sakit,” ucapnya dalam tayangan virtual yang diikuti oleh seluruh Kepala Daerah, Kapolda, serta Pangdam se-Indonesia.
Dalam arahan tersebut Jokowi juga menekankan 3 hal penting untuk menghadapi varian baru ini. Diantaranya memastikan protokol kesehatan, penguatan testing dan tracing, serta percepatan vaksinasi.
“Lakukan pengawasan, kontrol lapangan, terutama di tempat yang interaksi antar masyarakatnya tinggi,” tegasnya.
Jokowi mengungkapkan, tren laju suntikan vaksin dalam 6 minggu terakhir sangat menurun. Bahkan masih terdapat 20 provinsi termasuk Kalsel, belum dapat menembus target capaian vaksin Nasional di angka 70 persen.
“Saya minta sekali lagi, Pangdam, Kapolda, Pemerintah Daerah, menggerakkan lagi percepatan vaksinasi ini. Karena ini akan sangat membantu untuk memproteksi rakyat kita dari COVID-19,” pesannya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan prov Kalsel, Muslim, menyebut, pihaknya akan menyiapkan segala hal terkait fasilitas pelayanan rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan prov Kalsel, Muslim
“Kita akan kembali siapkan tempat tidur untuk pasien COVID-19, ketersediaan oksigen dan obat obatan, serta tempat Isoter (isolasi terpusat),” ungkapnya.
Menanggapi progres capaian vaksinasi yang belum dapat mencapai target Nasional, Muslim mengungkapkan, bahwa di provinsi ini terjadi peningkatan pelaksanaan vaksinasi dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.
“Contohnya Kabupaten Banjar, kalau di lihat progres, di bandingkan 2 hari yang lalu, saat ini sudah mengalami peningkatan sebesar 1,6 persen perharinya,” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)