BANJARBARU – Melihat kasus COVID-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang berangsur melandai, membuat SMA/SMK meminta agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kembali digelar 100 persen.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar mengatakan, pelaksanaan PTM masih harus dievaluasi sesuai dengan perkembangan kasus COVID-19 di daerah.
“Kita akan koordinasikan dulu ke Disdikbud Kalsel serta Satgas COVID-19 di Kabupaten Kota terkait pelaksanaan PTM ini,” ucapnya Senin (7/3).
Berdasarkan data yang didapatnya dari Dinas Kesehatan Kalsel, Roy membenarkan bahwa kasus COVID-19 sudah mulai menurun dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Kendati demikian, Roy mengaku saat ini Pemprov Kalsel masih berfokus pada pemaksimalan vaksinasi kedua dan kepada lansia.
“Sekarang kita masih fokus menggenjot vaksinasi dulu,” ungkapnya.
Demi percepatan vaksinasi, Roy mengungkapkan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bahkan rela langsung ke desa-desa untuk memantau pelaksanaan vaksinasi sekaligus menyapa warga.
“Pada tahap awal ini intinya percepatan vaksinasi menjadi prioritas kita,” tutupnya.
Seperti diketahui, sejak kasus COVID-19 di banua ini kembali meningkat, SMA/SMK/SLB kembali di minta menggelar pelaksanaan PTM secara terbatas dengan kapasitas 50 persen. (SYA/RDM/RH)
BANJARMASIN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syaripuddin, kepada Abdi Persada FM pada Selasa (8/3) mengatakan, saat ini untuk memajukan karya seni, maka teknologi digital harus mampu digunakan secara maksimal, terutama oleh para seniman. Momen peringatan Musik Nasional bukan hanya seremonial saja, namun lebih menjadikan setiap pergelaran dapat semakin maju terdepan.
“Medsos berperan besar, mengenalkan karya para seniman,” katanya
Disampaikan Syaripuddin, peran dari legislatif Provinsi Kalimantan Selatan untuk memajukan karya seni daerah, tentunya terus didukung dalam anggaran. Selain itu dengan dimilikinya Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2017 tentang Budaya Banua dan Kearifan Lokal, yang isinya menjadikan generasi muda untuk lebih mengenal budaya sendiri dan menyukainya.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syaripuddin
“Kita sangatlah mengapresiasi pelaku seni terus berkarya, meski masih dalam suasana pandemi COVID-19,” ucap bang Dhin (sapaan akrabnya)
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah, Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (DPD PAPPRI) Kalimantan Selatan, Dino Sirajuddin menyampaikan, dengan diperingatinya Hari Musik Nasional ini, merupakan simbol kebangkitan musik daerah hingga ke tingkat nasional. Ia berharap dapat membuat seluruh lapisan masyarakat lebih mencintai dan menghargai karya musik terutama daerah masing-masing.
Ketua DPD PAPPRI Kalsel, Dino Sirajuddin
“Sekarang ini pelaku seni lebih mudah promosi dalam berkarya, terbantu dengan media sosial dan warga dapat menilai langsung hasilnya, sehingga haruslah memanfaatkan kecanggihan teknologi itu,” tutup Dino. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Taman Budaya dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, memperingati Hari Musik Nasional, melalui pergelaran seni dan budaya, selama dua hari yaitu 8 – 9 Maret 2022.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya, Disdikbud Provinsi Kalsel, Suharyanti kepada Abdi Persada FM pada Selasa (8/3) menjelaskan, pergelaran ini akan tampil enam group musik, yaitu Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kalsel, JEF Banjar, grup musik Banjarbakula Enterprise, Pandaz Music, jurusan musik dari SMKN 4 Banjarmasin dan Orkes Melayu Sinar Bahagia.
“Pergelaran dilaksanaka di panggung terbuka Taman Budaya Kalsel, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya
Suharyanti menjelaskan, dalam pergelaran itu selain bisa disaksikan secara langsung, juga dapat ditonton melalui laman Youtube Taman Budaya Kalsel pada jam 20.30 WITA. Dan, Ia sangat mengapresiasi para seniman daerah, terutama pencipta lagu banjar yang terus memberikan karya terbaik, meski masih dalam suasana pandemi COVID-19.
“Kami terus membina kesenian daerah, agar makin maju hingga ke tingkat nasional,” jelasnya
Yanti (sapaan akrabnya) menambahkan, dengan diluncurkannya sebanyak 12 Album Musik Lagu Banjar pada bulan Januari 2022 tadi, berjudul ‘Balahindang Dindang Banua’ sebagai upaya memajukan kesenian musik daerah, baik yang tradisi maupun modern.
“Kita sarankan setiap event, lagu banjar menjadi prioritas untuk ditampilkan,” tutupnya
Untuk diketahui, setiap tanggal 9 Maret diperingati Hari Musik Nasional, untuk mengingat hari lahir Wage Rudolf (WR) Soepratman, yaitu pencipta lagu Indonesia Raya. Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2013, disahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, telah disebutkan Hari Musik Nasional bukanlah hari libur. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, memberikan penghargaan bagi pelaku usaha menengah (UKM), yang mampu mengekspor produknya.
salah satu pelaku UKM Sarigading Abdi, saat menerima penghargaan dari Kepala Dinas Perdagangan Kalsel
Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani, pada Senin (7/3) mengatakan, pihaknya memberikan piagam penghargaan kepada dua sosok anak muda, karena telah mampu melakukan ekspor secara kontinyu dan konsisten yaitu kepada Muhammad Mahfud sebagai pelaku UKM produk minuman teh Gaharu dan Abdi sebagai pelaku UKM Sarigading yang selama ini juga aktif melakukan perdagangan antar provinsi serta dalam dan lua negeri.
“Kami beri penghargaan ini pekan kemarin, ia berharap mereka semakin memajukan produk usahanya,” pinta Birhasani.
Disampaikan Birhasani, pemberian penghargaan kepada pelaku usaha menengah ini, dari hasil penilaian keaktifan mereka menjaga ketersediaan bahan pokok, dan turut berpartisipasi dalam kegiatan pasar murah. Ia berharap dapat menjadi motivasi dan spirit bagi regenerasi muda di tiga belas kabupaten dan kota, terutama yang sudah aktif dalam menjalankan usahanya.
“Kami nilai pelaku usaha yang paling lama ikut berpatisipasi dalam kegiatan pasmur, baik dari jumlah atau komoditas barang,” jelasnya
Sementara itu, salah satu pelaku UKM Sarigading Abdi menyampaikan, pihaknya sangat berterima kasih telah diberikan penghargaan dari Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, dan siap untuk semakin memajukan usahanya menjadi lebih baik serta besar lagi.
“Kita selama ini juga ikut aktif dalam kegiatan temu bisnis yang digelar Disdag Kalsel, manfaatnya mudah dalam setiap mempromosikan produk,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)
BANJARBARU– Penanganan stunting menjadi perhatian khusus di setiap daerah terutama di Kalsel. Ditahun 2024, Pemprov Kalsel menargetkan angka stunting di provinsi ini dapat mencapai 12 persen.
Diketahui, Kalsel saat ini masih berada dalam 10 besar tertinggi kasus stunting se Indonesia dengan jumlah presentase sebesar 30 persen.
Terpilih sebagai ketua pencegahan stunting Kalsel, Wagub Kalsel Muhidin berencana melaksanakan rapat penurunan stunting pada pertengahan tahun mendatang dengan menghadirkan seluruh perwakilan Kabupaten Kota se Kalsel yang terlibat dalam pencegahan ini.
“Kita akan pastikan penanganan stunting ini dapat menyasar keseluruh Kabupaten Kota se Kalsel,” ucap Muhidin dalam sambutannya pada kegiatan Coffee Morning di Setdaprov Kalsel, pada Senin (7/3).
Sementara itu Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar menekankan pentingnya kolaborasi dan gotong royong seluruh stakeholder dalam meminimalkan kasus stunting.
Sekda Kalsel, Roy Rizali Anwar
Pencegahan stunting menurutnya penting dilakukan sedini mungkin untuk membebaskan setiap anak dari risiko terhambatnya perkembangan otak yang menyebabkan tingkat kecerdasan anak tidak maksimal.
“Kita masih menyusun strategi dan pembiayaannya nanti seperti apa,” ucap Roy.
Beberapa upaya yang telah dan sedang dikerjakan dalam penanganan stunting di kalimantan selatan, dijelaskannya, antara lain denganmelakukan monev surveilans gizi melalui aplikasi EPPGBM setiap triwulan untuk mengetahui secara langsung hasil entry pengukuran berat badan, panjang badan/tinggi badan balita melalui pengukuran di tingkat posyandu.
Lalu melalui monitoring evaluasi kinerja Kabupaten Kota oleh tim KP2S provinsi, menindak lanjuti tahapan-tahapan aksi integrasi konvergensi yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Kota, meningkatkan kapasitas petugas di tingkat puskesmas dan jajarannya untuk optimalisasi pelaksanaan surveilans gizi, serta pemantapan kinerja KP2S Kabupaten Kota. (SYA/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengelola Perpustakaan SMA/Sederajat Tahun 2022 selama dua hari yaitu 7 dan 8 Maret 2022 di salah satu hotel berbintang. Kegiatan ini diikuti sekitar 90 orang pengelola perpustakaan SMA/Sederajat dari 13 Kabupaten/Kota di Kalsel.
Dalam sambutannya pada acara pembukaan kegiatan, Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie yang diwakili Sekretarisnya, Muhammad Ramadhan menyatakan rasa syukurnya bahwa ditahun 2022 ini, Kalsel diberi kesempatan untuk melaksanakan bimbingan teknis untuk pengelola perpustakaan sekolah.
Sekretaris Dispersip Kalsel, M. Ramadhan (kanan) didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan Dispersip Kalsel, Wildan Akhyar (kiri).
“Hal ini berkat dukungan dari Perpustakaan Nasional RI sehingga melalui Bimtek ini, para pengelola perpustakaan sekolah di Kalsel akan mendapatkan tambahan wawasan, ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pengelolaan perpustakaannya dengan baik,” katanya, Senin (7/3).
Dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan Pasal 23 disebutkan bahwa setiap sekolah/madrasah menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan standar nasional pendidikan. Salah satu komponen standar untuk pengelolaan perpustakaan sekolah yang harus dipenuhi adalah tenaga pengelola perpustakaan sekolah yang terdiri atas pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan dan kepala perpustakaan memiliki tugas pokok, kualifikasi, atau kompetensi.
“Seorang pustakawan memiliki kualifikasi akademik minimal Diploma II dalam bidang perpustakaan. Jika yang bersangkutan bukan berlatar belakang ilmu perpustakaan maka diharuskan mengikuti pendidikan dan pelatihan bidang perpustakaan. Salah satu pelatihan dimaksud adalah seperti yang kita laksanakan pada hari ini,” jelas Ramadhan.
Seorang pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan, lanjut Ramadhan, harus memiliki kompetensi profesional mencakup aspek pengetahuan, keahlian, dan sikap kerja. Aspek pengetahuan adalah pengetahuan tentang ilmu perpustakaan dan informasi, termasuk keahlian dalam pekerjaan-pekerjaan teknis pengelolaan perpustakaan, dan sikap kerja dalam melayani para pemustaka yang datang perpustakaan.
Ditambahkan Ramadhan, tugas Pemerintah Daerah dalam hal ini Dispersip Kalsel berdasarkan UU tersebut yaitu menetapkan kebijakan daerah dalam pembinaan dan pengembangan perpustakaan di wilayah masing-masing. Selain itu, mengatur, mengawasi dan mengevaluasi penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan di wilayah masing-masing serta mengalihmediakan naskah kuno yang dimiliki oleh masyarakat di wilayah masing-masing untuk dilestarikan dan didayagunakan.
“Salah satu tugas pembinaan tersebut adalah melaksanakan pembinaan terhadap para pustakawan dan tenaga perpustakaan, terutama pada hari ini untuk para pengelola perpustakaan sekolah di Kalsel,” tambahnya .
Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI, Adriati selaku narasumber kegiatan, mengharapkan melalui kegiatan pelatihan ini, para peserta mendapatkan wawasan terkait pengelolaan perpustakaan. Sehingga setelah kegiatan ini, mereka dapat menyiapkan perpustakaan sekolah masing-masing agar mendapatkan akreditasi untuk memastikan perpustakaan itu dikelola secara tertib, teratur dan profesional.
Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI, Adriati
“Sesuai data yang saya ketahui, dari 4 ribuan sekolah di Kalsel, baru 92 perpustakaan sekolah yang terakreditasi. Mudah-mudahan dengan adanya Bimtek ini, pengelola perpustakaan SMA/sederajat bisa menyiapkan perpustakaannya untuk diakreditasi,” harapnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemprov Kalsel menggelar coffee morning di ruang rapat Iberani Sulaiman Setdaprov Kalsel, Senin (7/3).
Dipimpin Wakil Gubernur Muhidin, Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar serta Asisten I Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Nurul Fajar Desira, kegiatan bulanan ini membahas tentang persiapan konferensi W20 (Women 20), pelaksanaan vaksin, pendorong perekonomian di Kalsel, serta kompetensi inovasi pelayanan publik (KIPP).
Dalam paparannya Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar meminta seluruh SKPD dapat segera menentukan sektor dan program yang berpotensi tinggi untuk meningkatkan perekonomian provinsi ini.
“Sehingga dalam penyusunan renstra (rencana strategis) masing-masing SKPD dapat terakomodir. Baik dari penyesuaian anggaran, sumber dana, serta target capaiannya,” ucap Roy.
Selama ini menurut Roy, sumber perekonomian di Kalsel masih dipengaruhi oleh sektor pertambangan batubara dan perkebunan sawit.
Untuk batubara sendiri Roy meminta agar SKPD dapat merancang pengembangan seperti industri hilirisasinya yang tentu dapat lebih meningkatkan pendapatan Kalsel. Sedangkan dalam hal perkebunan Roy meminta agar SKPD dapat meningkatkan hasil produktifitas setiap hektarenya.
“Kita harus perhatikan bibit dan pupuk yang dipakai oleh kebun sawit rakyat agar hasil produksinya dapat meningkat,” pintanya.
Selain peningkatan ekonomi, Roy juga membahas tentang pencegahan stunting serta pemaksimalan vaksinasi kepada lansia terutama vaksin kedua dan booster (ketiga).
Sementara itu Wagub Kalsel Muhidin meminta agar seluruh SKPD dapat melaporkan hasil capaian setiap bulannya secara transparan kepada Sekda Kalsel. (SYA/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel sebentar lagi akan mengadakan perhelatan kegiatan Musabawah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXIX tahun 2022 pada Oktober mendatang. Persiapan pun telah dilakukan lingkup SKPD Provinsi Kalsel dibidang-bidang yang telah ditentukan, salah satu SKPD yang bersiap yakni Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalsel, yang berkoordinasi bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalsel dibidang persiapan Trofi, Cinderamata dan Souvenir, dan pada Rabu (9/3) mendatang, Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel Raudhatul Jannah Istri Gubernur Kalsel Sahbirin Noor akan mengumumkan Desain kain sasirangan yang terpilih untuk dijadikan sebagai Souvenir MTQ Nasional 2022.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel Mahyuni, kepada Abdi Persada FM, pada Senin (7/3).
Mahyuni menyampaikan bahwa Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel Raudhatul Jannah menginginkan Souvenir Kain sasirangan pada ajang MTQ Nasional ke XXIX tahun 2022 nantinya harus benar-benar desain yang baru dan menunjukkan kualitas yang benar-benar elegan.
“Hari rabu nanti Ibu Raudhatul Jannah selaku Istri Gubernur Kalsel akan mengumumkan desain terpilih, 9 maestro desain sasirangan nantinya semua diundang,” ungkap Mahyuni.
Mahyuni menambahkan, terkait harga kain sasirangan yang akan menjadi cinderamata pada ajang MTQ Nasional XXIX tahun 2022 nanti, para maestro kain sasirangan menganggarkan harga kurang lebih Rp. 200.000 perkainnya, dikarenakan kualitas desain dan kestabilan warna yang menjadi penentu harga produk kain sasirangan.
“Ada 1 hal yang menjadi diskusi kami bersama Dekranasda Provinsi Kalsel, di E-Catalog local kita harga sasirangan kurang lebih Rp. 125.000, dan para Maestro kain sasirangan tidak bisa bisa menjual kain sasirangan dengan harga itu, karena mereka menjual kualitas Desain, Bahan, dan Warna,” tutup Mahyuni. (MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Kurang lebih satu bulan lagi, Ramadhan akan kembali tiba. Namun sayangnya, jelang bulan suci bagi kaum Muslimin ini, sejumlah harga barang kebutuhan masyarakat justru mengalami peningkatan. Sebut saja gas elpiji non subsidi, untuk wilayah provinsi Kalimantan Selatan, kenaikan harga mencapai Rp94.000 untuk tabung Bright Gas 5,5 kilogram, dan Rp197.000 untuk tabung Bright Gas 12 kilogram.
Barang kebutuhan lainnya, yang seringkali mengalami kenaikan bahkan mungkin kelangkaan jelang Ramadhan, adalah daging. Baik daging ayam maupun daging sapi. Karena alasan itulah, maka Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, meminta seluruh jajaran SKPD terkait, memastikan kondisi stok dan harga, untuk memastikan seluruhnya tersedia saat Ramadhan, dan harga pun masih dapat terjangkau.
Akhir pekan lalu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi bersama tim, melaksanakan monitoring ketersediaan dan harga daging sapi serta ayam ras, ke sejumlah pasar tradisional dan modern di 3 kabupaten/kota.
Kepala Disbunak Kalsel monitoring stok dan harga daging di pasar
Yakni di kota Banjarmasin dilakukan di pasar Sentra Antasari, Kuripan, dan 2 pasar modern. Sedangkan di kota Banjarbaru, monitoring dilakukan di pasar Bauntung serta satu pasar modern Hypermart, dan di kabupaten Banjar digelar di pasar Sekumpul serta pasar Batuah.
“Monitoring ini dilaksanakan, untuk mengetahui ketersediaan dan kemungkinan terjadinya kenaikan harga daging sapi dan ayam ras di Provinsi Kalimantan Selatan, akibat terjadinya kenaikan harga daging sapi di pulau Jawa,” jelas Suparmi.
Pada pasar tradisional, harga ayam daging segar terpantau sebesar Rp.135.000 per kilogram. Sedangkan harga daging ayam ras Rp.55.000 per 2 kilogram. Sementara pada pasar modern, harga daging sapi beku dibanderol Rp.133.000 per kilogram, dan untuk ayam beku Rp.55.000 per 2 kilogram.
“Kebutuhan dan ketersediaan daging sapi dan ayam ras pada pasar tradisional serta modern, kami nilai cukup, dengan harga yang relatif stabil dan terjangkau daya belinya oleh masyarakat konsumen,” tambahnya.
Kondisi ini menjadi indikasi, bahwa kenaikan harga daging sapi di pulau Jawa belum terlalu berdampak pada kenaikan harga daging sapi dan ayam ras di Provinsi Kalsel. Stok daging sapi dan daging ayam ras, juga cukup tersedia dengan kenaikan harga yang tidak terlalu signifikan. Meski begitu, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi, akan tetap rutin memonitoring kondisi ini, untuk memastikan stok dan harga di masyarakat, terutama jelang dan selama Ramadhan tahun ini. (RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengharapkan pengembangan dan pelestarian budaya asli Banua di Anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta. Harapan itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Syaifuddin kepada wartawan, melalui pesan singkatnya, Senin (7/3).
Menurutnya, provinsi Kalsel sebagai pintu gerbang Ibukota Negara yang baru nantinya bisa terus mempromosikan kebudayaan Banjar sehingga menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kalimantan Selatan.
“Tentu ini menjadi sebuah kesempatan untuk terus melestarikan budaya juga mempromosikan budaya kita sehingga sektor-sektor perekonomian di Kalimantan Selatan bisa lebih berkembang,” kata Politisi Partai Gerindra itu.
Selain itu, Lutfi juga mengharapkan agar pemurnian kebudayaan di Kalsel dapat dilakukan dan ini tentu memerlukan kerjasama seluruh pihak seperti para seniman, budayawan dan juga mungkin stakeholder seperti Persatuan Keluarga Banjar yang ada di seluruh dunia dan juga para pemuda yang ada dalam Persatuan Mahasiswa Kalimantan Selatan (PMKS).
“Saya mengharapkan ada sebuah urun rembuk yang tentunya bisa memberikan manfaat buat Kalimantan Selatan,” katanya.
Suasana Pertemuan Komisi IV DPRD Kalsel ke Badan Penghubung Provinsi Kalsel di TMII Anjungan Kalsel
Untuk diketahui, Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel bertandang ke Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Selatan terkait program kerja pengembangan Budaya Banjar di TMII Anjungan Kalimantan Selatan, Jum’at (4/3) lalu. Rombongan Dewan disambut oleh Kepala Badan Penghubung Provinsi Kalsel, Akhmad Zakhrani beserta jajarannya.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, seorang Budayawan sekaligus Ketua dan Inisiator Wantilan Budaya Banjar Dayak Meratus, Muhammad Husni Thamrin untuk mempresentasikan Historiografi Banjar yaitu pencatatan sejarah dalam bentuk cerita seni rupa dimana Historiografi itu sendiri mengangkat tokoh-tokoh penting yang ada di Kalimantan Selatan juga ciri-ciri bangunan masa lalu sampai sekarang. (NRH/RDM/SA)