600 UMKM Asal Banua Siap Ramaikan GBBI Warna Warni Kalsel di Siring 0 Kilometer

BANJARMASIN – Provinsi Kalimantan Selatan menjadi tuan rumah pelaksanaan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI) pada Juli 2022, yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), selaku Campaign Manager, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan GBBI Juli 2022 ini, mengusung tema “Jelajahi Warna-Warni Kalimantan Selatan” dan diselenggarakan pada 22 sampai 24 Juli 2022, di Taman Siring 0 Kilometer Banjarmasin.

GBBI adalah Gerakan Nasional yang bertujuan agar masyarakat Indonesia mencintai dan menggunakan karya anak bangsa, utamanya produk atau jasa dari UMKM lokal, demi mendorong penguatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan UMKM termasuk industri kecil dan menengah.

“Adapun target yang ingin dicapai dari even GBBI di Banjarmasin ini, antara lain peningkatan jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, termasuk Pelaku Ekonomi Kreatif yang masuk dalam ekosistem digital. Kita juga menginginkan adanya peningkatan jumlah penjualan atau transaksi pembelian produk lokal, peningkatan daya beli masyarakat, perluasan pasar, akses permodalan, pelatihan, pendataan, dan percepatan siklus ekonomi lokal melalui belanja produk lokal,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Subarkah saat media briefing GBBI Warna Warni Kalimantan Selatan, disalah satu restoran di Banjarmasin, pada Rabu (20/7).

Penyelenggaraan GBBI Warna Warni Kalimantan Selatan di kawasan Siring 0 Kilometer ini, memamerkan produk – produk UMKM unggulan Kalimantan Selatan, baik di bidang fesyen dan aksesoris, home decoration, dan makanan dan minuman.

“Setidaknya ada 600 UMKM binaan Kementrian Kelautan dan Perikanan, Bank Indonesia, pemerintah provinsi Kalsel dan pemerintah 13 kabupaten/kota di Kalsel, yang akan mengikuti acara ini. Dimana 67 diantaranya akan memamerkan produknya di tenda utama, di halaman kantor Gubernur di kawasan yang sama,” ujar Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan, Erwin Dwiyana, yang juga hadir pada media briefing tersebut.

Selain pameran, acara yang berlangsung 3 hari tersebut, juga mengumpulkan para investor, yang dibungkus dalam kegiatan bincang santai. Kegiatan yang dinisiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan didukung oleh KPw BI Provinsi Kalimantan Selatan ini, akan mengundang pejabat di tingkat Kementerian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Bank Indonesia serta pelaku usaha potensial investor di Kalimantan Selatan untuk membahas mengenai potensi investasi di Kalimantan Selatan, khususnya dalam kaitannya dengan upaya pengembangan UMKM.

Tidak lupa, acara ini juga menyajikan hiburan kepada masyarakat, mulai dari peragaan busana, hingga pertunjukan musik dari sejumlah artis ibukota. Yakni penyanyi Fathur pada 22 Juli 2022, grup band Repvblik pada 23 Juli 2022, dan Aria Dinata (Ex-Vokalis Samson) pada 24 Juli 2022.
(RIW/RDM/RH)

DWP Kalsel Peringati Hari Anak Nasional Bersama Dengan Anak Disabilitas

BANJARMASIN – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalsel memperingati, Hari Anak Nasional 2022, di Gelanggang Remaja Olahraga (GOR) Hasanuddin HM, Rabu (20/7). Acara ini mengundang anak anak berkebutuhan khusus serta dihadiri Perwakilan Dharma Wanita Persatuan dari 13 Kabupaten/Kota di Kalsel.

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Selatan Aminatus Alifah Roy Rijali Anwar mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Dispora Kalimantan Selatan, serta Bank Kalsel, yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Selatan.

Ketua DWP Kalsel Aminatus Alifah Roy Rijali Anwar

“Kami berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Pemprov Kalsel, Dispora Kalsel, serta Bank Kalsel,” ucapnya, kepada sejumlah wartawan.

Kegiatan ini, lanjutnya, merupakan rangkaian dari Peringatan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan serta Hari Anak Nasional Tahun 2022.

“Pada saat ini kami mengundang anak anak berkebutuhan khusus, sebagai wujud cinta terhadap sesama, dan sebagai bentuk dukungan terhadap anak anak tersebut,” ucapnya.

Peringatan Hari Anak Nasional ini dihadiri seluruh perwakilan Dharma Wanita Persatuan dari 13 kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Di tempat yang sama, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Gowes Sepeda, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, pihaknya kembali melaksanakan kegiatan gowes sepeda mingguan, namun untuk saat ini dilaksanakan bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Selatan, dalam rangkaian kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional di Tahun 2022.

“Tujuan dari gowes sepeda ini untuk bersama sama berolahraga, dalam rangka menjaga kebugaran tubuh,” ucapnya.

Gowes sepeda ini juga diikuti oleh anak anak yang tergabung dalam SoIna Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Rakor Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi ASN

BANJARBARU – Bekerjasama dengan Satgaswil Kalsel Densus 88, Pemprov Kalsel menggelar rapat koordinasi (rakor) Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah provinsi di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, di Banjarbaru, Rabu (20/7) pagi.

Kepala Satgaswil Kalsel Densus 88, Surya Putra, saat memberikan materi tentang pencegahan Radikalisme dan Intoleransi

Melalui Asisten 1 Pemerintahan dan Kesra, Nurul Fajar Desira, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor menyampaikan, paham Radikalisme dan Intoleransi harus terus dilawan agar tidak tumbuh dan berkembang dalam kehidupan bangsa.

Suasana rakor pencegahan Radikalisme dan Intoleransi bagi ASN lingku Pemprov Kalsel

Radikalisme dan Intoleransi menurutnya juga akan sangat mengganggu dan mengancam keamanan, ketertiban, menimbulkan rasa takut masyarakat secara luas serta mampu menimbulkan perpecahan dan permusuhan.

“Paham ini bisa muncul di berbagai lingkungan dan lapisan masyarakat tanpa kecuali di kalangan kita ASN,” ucapnya.

Di berbagai media pemberitaan disebutkan Fajar Desira, cukup sering tersiar ASN yang terpapar paham menyimpang tersebut. Oleh karena itu lanjutnya, pencegahan Radikalisme dan Intoleransi ini sangat perlu digaungkan, sebelum informasinya sudah tersebar luas.

“Mari kita galakkan anti propaganda, anti radikalisme, pada pendidikan formal dan keluarga,” serunya.

Disamping itu, ungkap Fajar Desira, peningkatan efektifitas, keterpaduan dan sinergi dalam pencegahan Radikalisme dan Intoleransi ini, melalui kewaspadaan dini yang melibatkan semua unsur atas semua lapisan masyarakat.

“Baik di tingkat provinsi, kabupaten kota, kecamatan, hingga kelurahan desa termasuk di lingkungan kita,” ungkapnya.

Kalsel sendiri beber Fajar Desira, bukan termasuk provinsi yang tinggi dalam tindak Radikalisme dan Intoleransi ini. Hal tersebut menurutnya, terlihat dari sejarah yang menujukkan warga Kalsel yang hidup secara heterogen, alias mampu berdampingan dengan suku, ras, dan agama yang berbeda.

“Kita bersyukur selama ini kita mampu hidup dengan tentram dan damai meskipun ada beberapa kasus yang belum masuk kategori mengancam,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Lingkup Pemprov Kalsel Resmi Dilantik

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor, melantik Pejabat Pimpinan Tinggi  Pratama di lingkungan Pemprov Kalsel di Ruang Aberani Sulaiman Setdaprov Kalsel, Selasa (19/7).

Dalam sambutannya Sahbrin berharap, dengan dilantiknya ketiga pejabat tersebut dalam jabatan struktural pemerintah provinsi, kinerja pembangunan dan pemerintahan daerah dapat berjalan semakin baik ke depan.

“Pelantikan ini dilaksanakan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kebutuhan organisasi untuk mencapai tujuan bersama, mengingat tantangan pembangunan kedepan makin besar,” ucap Paman Birin sapaan akrabnya.

Terlebih, lanjut Paman Birin, Pemprov Kalsel dalam periode ini periode ini menargetkan perluasan dan peningkatan akses layanan publik bagi seluruh warga Kalsel.

Suasana pelantikan dan pengambilan sumpah Pejabat Tinggi Pratama lingkup Pemprov Kalsel

Sehingga Pejabat Tinggi Pratama yang baru dilantik dituntut menjadi seorang ASN dan pejabat yang kompeten, berwawasan tinggi, berpikir dinamis, serta mampu beradaptasi secara cepat terhadap lingkungan kerja.

“Tetap berpegang teguh pada ajaran agama, nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku, perilaku yang jujur dan bersih sesuai prinsip kebenaran. Jaga integritas, komitmen, dan dedikasi saudara-saudara sekalian selaku aparatur sipil negara sesuai sumpah jabatan. Laksanakan tugas dan kewajiban sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggungjawab,” pesan Paman Birin.

Adapun tiga orang Pejabat Pimpinan Tinggi  Pratama yakni Subhan Nor Yaumil jabatan lama Analis Sistem Informasi Biro Kesejahteraan Rakyat, jabatan baru Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kalsel, Kemudian Suria Fadliansyah jabatan lama, Kepala Bagian Protokol Biro Administrasi Pimpinan, jabatan baru Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, dan Galuh Tantri Narindra jabatan lama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar, jabatan baru Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Kalsel. (SYA/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Lantik Rizal Akbar Sarupi Sebagai Komisaris Bank Kalsel

BANJARMASIN – Bank Kalsel kembali memperkuat posisinya sebagai pemegang peran sentral dan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta akselerasi pembangunan daerah, dengan ditetapkannya Rizal Akbar Sarupi sebagai Komisaris Bank Kalsel, terhitung sejak 25 Mei 2022 – 24 Mei 2027.

Hanya saja, prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, baru dilakukan pada Selasa (19/7) di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Pelantikan ini disaksikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Jajaran Forkopimda Kalsel, Kepala SKPD Kalsel, Jajaran Dewan Komisaris, Direksi, Kepala Divisi maupun Kepala Kantor Cabang Bank Kalsel, serta para tamu undangan baik dari kalangan BUMN/D, media, dan instansi lainnya.

Dalam sambutannya, Paman Birin (sapaan khas Gubernur Kalsel), mengucapkan selamat atas jabatan Komisaris yang disematkan kepada Rizal Akbar Sarupi, sekaligus berpesan untuk senantiasa menjalankan tugas dengan sebaik – baiknya, berkomitmen dan menjunjung profesionalitas.

“Semoga Saudara Rizal Akbar Sarupi dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, berkomitmen dan profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab pengawasan yang melekat dalam jabatan Dewan Komisaris. Semoga Saudara mampu membawa Bank Kalsel menjadi lebih maju dan lebih unggul dalam menghadapi persaingan dunia perbankan,” terang Sahbirin Noor.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur juga memberikan apresiasi kepada jajaran manajemen Bank Kalsel yang senantiasa menjaga kinerjanya berjalan dengan baik.

“Terima kasih dan apresiasi kepada jajaran manajemen yang selama ini telah menjaga performa Bank Kalsel tetap berjalan baik. Tetap jaga koridor kebijakan dan pelaksanaan tugas dengan penuh tanggungjawab. Terus pelihara kekompakan dan kebersamaan, Insya Allah Bank Kalsel akan semakin maju, semakin berkembang dan tampil di barisan terdepan dalam bisnis perbankan, penggerak perekonomian dan pembangunan daerah,” tutupnya.

Sementara itu usai pelantikan, kepada wartawan, Rizal Akbar Sarupi yang telah resmi menjabat sebagai Komisaris Bank Kalsel, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pemegang saham atas kepercayaan yang diberikan.

“Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Pemegang Saham yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjalankan fungsi pengawasan kepada Bank Kalsel sebagai perpanjangan tangan dari Pemegang Saham. Saya berkomitmen menjalankan tugas dengan profesional dan penuh tanggung jawab, memberikan yang terbaik bagi kemajuan Bank Kalsel,” pungkas Rizal.
(RIW-ADV/RDM/RH)

Bank Kalsel Sosialisasikan One Step Payroll dan Readycash, Kepada Bendaharawan di Pemkab Banjar

BANJARBARU – Dalam rangka memberikan layanan prima dan kemudahan bagi nasabahnya, Bank Kalsel terus menerus melakukan inovasi secara digital terutama dalam hal pembayaran gaji ASN.

One Step Payroll merupakan suatu inovasi layanan dari Bank Kalsel untuk pembayaran gaji ASN secara otomatis setiap bulannya berbasis aplikasi.

Suasana saat sosialisasi produk Bank Kalsel

Pada kesempatan ini, Bank Kalsel Kantor Pusat melalui Bank Kalsel Cabang Martapura, menggelar Sosialisasi One Step Payroll dan Ready Cash kepada Bendaharawan di pemerintah kabupaten Banjar, disalah satu hotel berbintang di Banjarbaru, belum lama tadi.

Sosialisasi dihadiri Bupati Banjar Saidi Mansyur, Direktur Bisnis Bank Kalsel Fachrudin, Kepala Bank Kalsel Cabang Martapura, dan seluruh bendahara pengeluaran maupun bendahara penerimaan seluruh SKPD pada kabupaten Banjar.

Saidi Mansyur dalam sambutannya menyampaikan, bahwa One Step Payroll dilaksanakan sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan zaman yang saat ini berfokus pada digitalisasi.

“One Step Payroll merupakan perwujudan digitalisasi berupa layanan pembayaran gaji secara otomatis yang bisa diterima setiap tanggal 1, meskipun hari libur. Kedepannya semua pekerjaan kita lambat laun akan beralih secara digital, maka diharapkan sosialisasi ini bisa diikuti dengan baik tahapan demi tahapannya oleh para bendaharawan di tiap SKPD,” terang Saidi.

Pada kesempatan yang sama, disampaikan oleh Direktur Bisnis Bank Kalsel Fachrudin, bahwa telah ada 5 SKPD Kabupaten Banjar yang mulai menggunakan One Step Payroll per 1 Juli lalu bersamaan dengan Pemprov Kalsel.

“Saya berharap dukungan semua pihak agar One Step Payroll dapat dimanfaatkan sebaik – baiknya,” terang Fachrudin.

Selain One Step Payroll, pada kesempatan ini Bank Kalsel juga mensosialisasikan fasilitasi terbaru yaitu Ready Cash. Sebagai layanan pemberian kredit/pembiayaan multiguna berbasis digital yang diakses melalui aplikasi Aksel by Bank Kalsel, sehingga ASN dapat melakukan pinjaman kapan saja dan dimana saja. (ADV-RIW/RDM/RH)

Direktorat Intelkam Polda Kalsel Bersilaturahmi Dengan Kelompok Khilafatul Musliman Kemas’ulan Ansharullah Tapin

TAPIN – Dalam rangka cipta kamtibmas Polda Kalsel melalui Direktorat Intelkam bersilaturahimi dengan Kelompok Khilafatul Muslimin Kemas’ulan Ansharullah Tapin, baru-baru tadi.

Silaturahmi tersebut dipimpin langsung Panit 1 Subdit 4 it Intelkam AKP M Shodiq, dengan di dampingi Kapolsek Tapin Selatan dan personel Bhabinkamtibmas, diterima oleh pimpinan kelompok Khilafatul Muslimin Kemas’ulan Ansharullah Kabupaten Tapin Ahmad Junaidi.

AKP M Shodik mengucapkan terimakasih telah diterima dan disambut dengan baik, sehingga pihaknya menyampaikan beberapa pesan Kamtibmas kepada kelompok tersebut.

“Diantaranya agar Kelompok Khilafatul Muslimin Kemas’ulan Ansharullah Kabupaten Tapin dapat bekerjasama dengan Polri dalam menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu Pengikut Khilafatul Muslimin Muhammad Abdul Aziz mengucapkan terimakasih atas kunjungan rekan-rekan dari Polda Kalsel dan pihaknya siap mendukung cipta kamtibmas yang kondusif tersebut.

Kegiatan ditutup dengan doa yang di pimpin Ahmad Junaidi, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dan penyerahan bantuan dari Polda Kalsel kepada kelompok Khilafatul Muslimin Kemas’ulan Ansharullah Kabupaten Tapin. (POLDA.KALSEL/SRI/RDM/RH)

Lagi, Diskominfo Provinsi Kalsel Gelar Vaksinasi COVID-19

BANJARBARU – Untuk mendukung Program Pemerintah dalam meningkatkan capaian vaksinasi COVID-19, terlebih khusus agar meningkatkan Heard Imunity masyarakat di Banua Kalimantan Selatan (Kalsel), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel menjalin kerjasama bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalsel, untuk melaksanakan vaksinasi COVID-19. Vaksinasi ini digelar di Kantor Diskominfo Provinsi Kalsel, yang ditujukan kepada para karyawan dan karyawati lingkup Kantor Diskominfo, pada Selasa (19/7).

Karyawan Diskominfo kalsel saat vaksinasi COVID-19

Saat memantau jalannya vaksinasi COVID-19, Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel Muhammad Muslim menyampaikan, tujuan diadakannya vaksinasi lingkup karyawan dan karyawati Diskominfo, yakni untuk mempercepat peningkatan Heard Imunity, serta upaya untuk meningkatkan daya tahan terhadap COVID-19.

“Utamanya adalah mempercepat peningkatan heard imunity terutama lingkup Diskominfo,” ungkap Muslim.

Ditambahkan Muslim, vaksinasi yang dilaksanakan dikantor Diskominfo Provinsi Kalsel bukan hanya menyasar orang yang belum bervaksin booster, namun juga diperuntukkan bagi yang ingin bervaksin dosis kedua.

“Jadi seluruh karyawan dan karyawati Diskominfo mengikuti vaksinasi ini, sehingga yang belum vaksinasi baik dosis kedua dan booster dapat melaksanakan vaksinasi,” lanjut Muslim.

Muslim mengungkapkan, vaksinasi COVID-19 yang pihaknya laksanakan merupakan arahan dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, dalam upaya pencegahan COVID-19 dan meningkatkan daya tahan menjadi hal utama supaya kita bisa beraktivitas yang lebih nyaman. (MRF/RDM/RH)

Deteksi Kekayaan Pribadi, NPWP Bakal Jadi Satu Dalam NIK e-KTP

BANJARBARU – Pemerintah melalui Dirjen Dukcapil dan Dirjen Pajak sepakat telah menetapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai pengganti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Bahkan, kesepakatan ini bakal direalisasikan pada 2023 mendatang yang berlaku di seluruh Indonesia termasuk Kalsel. Proses itu pun mulai memasuki tahap integrasi data kependudukan.

Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (Dukcapil dan KB) Kalsel Zulkipli mengatakan saat ini Kemendagri beserta Kemenkeu RI sedang berupaya agar penerapan realisasi tersebut bisa diterapkan.

Kepala Dinas Dukcapil dan KB Provinsi Kalsel Zulkipli

“Dan ini sudah masuk didalam perencanaan dari Dirjen Dukcapil dan Dirjen Pajak. Tujuannya agar memudahkan karena cukup dengan KTP saja transaksi pelaporan bisa dilakukan,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, baru-baru tadi.

Sebagaimana diatur didalam pasal 2 ayat (10) UU KUP, Kementerian Dalam Negeri perlu memberikan data kependudukan dan data balik kepada Kementerian Keuangan RI yang selanjutnya diintergrasikan melalui perpajakan.

“Kemendagri dan Kemenkeu RI terus mengkomunkasikan ini dan tentu program tersebut merupakan komitmen secara bersama antara kedua belah pihak,” bebernya.

Hal ini juga diperkuat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2021 yang pada dasarnya NIK dan atau NPWP dalam layanan publik harus didorong pelaksanaannya baik pengumpulan hingga pemutakhiran data kependudukan agar basis perpajakan berjalan berkelanjutan.

“Arahnya memang kesana, tetapi, masih dalam proses di kementerian,” ungkap Kadisdukcapil dan KB Provinsi Kalsel Zulkipli.

Dirinya menilai keberadaan satu data yang terintegrasi melalui NIK dari e-KTP ini tentu dapat memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi pelaporan perpajakan.

“Tentu harta kekayaannya apabila bertambah itu mudah terlihat karena melalui transaksi yang dilakukan secara pribadi,” jelasnya.

Zulkipli mengungkapkan, NPWP yang terintegrasi melalui NIK akan terbaca secara otomatis besaran pajak yang dikenakan nantinya apabila program satu data ini berhasil terealisasi.

“Contohnya, saat kita membeli rumah dan perabotan lainnya bahkan mobil kadang tidak terlaporkan tetapi dengan terintegrasi NIK ini akan ketahuan karena setiap bertransaksi pasti menggunakan KTP,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Bangun Sinergitas, Pemprov Kalsel Dukung Gerakan 1000 Startup

BANJARBARU – Distrupsi teknologi digital saat ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah dalam merubah dinamika dunia usaha melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Tidak dapat dipungkiri, situasi pandemi yang berjalan kurang lebih dua tahun ini secara tidak langsung ikut memacu perkembangan dunia usaha yang bergerak secara digital.

Hal ini disampaikan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Syaiful Azhari, dalam Focus Group Discussion (FGD) Ecosystem Connect Gerakan Nasional 1000 Startup Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diselenggarakan oleh Dirjen Aplikasi Informatika Kementrian Kominfo RI di Aula Dinas PMPTSP Kalsel, Senin (18/7) siang.

Suasana FGD Ecosystem Connect Gerakan Nasional 1000 Startup

Syaiful mengungkapkan, banyaknya perusahaan-perusahaan Multi Nasional yang semakin tumbuh dan kuat bukan karena memiliki aset fisik seperti tanah dan bangunan, namun menguasai aset terpenting saat ini yaitu kekuatan data. Kekuatan data ini lah menurutnya yang membuat amazon, google, youtube, facebook dan lain lain menjadi raksasa.

“Bahkan di Indonesia kita juga memiliki gojek, tokopedia, traveloka, bukalapak dan sebagainya. Mereka inilah contoh dari berhasilnya ekosistem digital yang dibangun pemerintah dan dunia usaha dalam menhadapi tantangan dan peluang ditengah distrupsi teknologi dan industri,” ucapnya.

Untuk itu lanjutnya, perlu ditanamkan penguasaan data dan infomasi melalui ekosistem digital, serta penguasaan teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana lalu lintas data.

“Kita perlu memiliki ekosistem digital yang memungkinkan tumbuh dan menjamurnya enterpreneur muda. Mereka yg mau bergerak dan memenuhi startup ekonomi digital yang memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini,” lanjutnya.

Syaiful juga berharap peluang digital ekonomi di daerah dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pelaku usaha, UMKM, serta investor. Mengingat Kalteng dan Kalsel selaku dua provinsi penyangga Ibu Kota Negara (IKN) tentu sangat berpeluang untuk memanfaatkan momentum ini dalam memajukan potensi dan sumber daya yang dimiliki oleh daerah masing-masing.

“Untuk itu kami Pemprov Kalsel terus bekerja dan mendorong peningkatan sarana dan prasarana internet, baik dalam segi kualitan maupun kuantitas. Hal ini penting demi tumbuhnya ekosistem digital daerah kita yang tersebar merata,” bebernya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhammad Muslim, mengaku akan membangun sinergitas antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk meningkatkan jumlah enterpreneur muda di Kalsel.

“Kita dorong pemerintah pusat untuk mampu mencapai target seribu startup karena sangat baik bagi dunia usaha digital kita,” ucapnya.

Menurut Muslim, Kalsel termasuk kategori baik dalam pemenuhan sarana dan prasarana internet. Hal ini terbukti dari jumlah blank spot yang hanya 9 persen dari luas wilayah provinsi ini.

“Kota Banjarmasin bahkan jumlah blank spotnya sudah nol, sedangkan kota Banjarbaru hanya satu sampai dua titik,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version