Gandeng 2 Rumah Sakit Gelar Baksos, Paman Yani Pastikan Pemprov Kalsel Hadir Hingga Pelosok

KOTABARU – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat di wilayah pesisir. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Selatan Muhammad Yani Helmi menggelar Bakti Sosial (Baksos) berupa Sunatan massal dan pengobatan gratis, penyuluhan kesehatan gigi pada anak serta sikat gigi bersama di Kabupaten Kotabaru, Sabtu (23/7).

Pelaksanaan Baksos ini bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin dalam rangka memperingati hari jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke-72 dan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-77.

Tiga tempat yakni di SDN Sarang Tiung, SDN Gedambaan serta Pantai Gedambaan Kecamatan Pulau laut Utara kabupaten Kotabaru menjadi sasaran pelaksanaan Baksos ini.

“Penyuluhan kesehatan gigi ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Karena dapat memberikan edukasi kepada anak-anak untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut,” ujar Paman Yani -sapaan akrabnya Muhammad Yani Helmi- usai membuka kegiatan Baksos di titik pertama.

Kerusakan gigi menurut Paman Yani, telah banyak menjadi penyebab terhentinya cita-cita anak-anak di Banua. Sebut saja keinginan untuk menjadi seorang polisi, tentara atau profesi lainnya harus terhenti hanya karena kerusakan pada gigi.

“Kalau SDM atau skill anak Banua dijamin bersaing,” ucapnya.

Senada dengan Yani Helmi, Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, drg. Teguh Hadianto menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat.

“Bidang kami tentu ingin memberikan pelayanan berupa menyehatkan gigi dan mulut masyarakat,” katanya.

Teguh menegaskan akan pentingnya untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai investasi jangka panjang dari sisi kesehatan.

“Kesehatan Gigi dan Mulut merupakan cerminan kesehatan tubuh. Karena apabila kesehatan gigi dan mulut jelek, otomatis kesehatannya juga jelek. Karena makanan akan melewati mulut,” tegasnya.

Kebahagiaan semakin nampak di wajah Paman Yani saat dimulainya aksi bakti sosial berupa sunatan massal. Ia menyebut kegiatan ini akan menjadi sejarah bagi anak-anak yang tidak lama lagi akan beranjak dewasa. Sehingga sangat diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kita minta Pemprov Kalsel memikirkan untuk melaksanakan kegiatan ini secara berkelanjutan. Kalau diperlukan dukungan dari Komisi II DPRD Kalsel. Kami siap membantu,” paparnya.

Terlaksananya kegiatan ini juga ujar Paman Yani, membuktikan Pemprov Kalsel tidak hanya terpusat di kota saja, tetapi hingga pelosok. Karena kegiatan ini sudah sering dilaksanakan dan menjadi komitmen oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Sementara itu, Kepala Bidang Keperawatan RSUD Ulin Banjarmasin, Muhammad Aini mengaku sangat mendukung kegiatan ini, terbukti pihaknya menurunkan banyak personel, yakni 2 orang dokter. Apoteker 1 orang. Tenaga Paramedis Kamar operasi 8 orang. Tenaga kedaruratan 4 orang serta staf lainnya.

“Sebagai bagian dari Pemprov Kalsel yang selalu memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Maka kami juga ambil bagian untuk memberikan pelayanan kesehatan hingga kabupaten yang berada di pelosok di Kalsel,” ucapnya.

Baksos dengan tema Saijaan (Semufakat, Satu Hati dan Seiya Sekata) ini kemudian dilanjutkan di SDN Gedambaan. Dalam kegiatan ini Paman Yani berharap agar edukasi ini dapat dipahami dengan baik sedini mungkin.

Untuk diketahui kegiatan sunatan massal ini diikuti sebanyak 118 peserta di sekitar Pantai Gedambaan. 76 orang peserta pengobatan gratis serta ratusan siswa-siswi di dua sekolah yang mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan gigi pada anak serta sikat gigi bersama.

Selain memberikan pelayanan berupa Baksos, Paman Yani juga membagikan bingkisan serta uang tunai untuk para peserta. (ASC-TIM/RDM/RH)

Tim Sepakbola Kotabaru Berhasil Melaju ke Babak Semifinal Popda

BANJARMASIN – Pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Provinsi Kalsel di Kota Banjarmasin, pada cabang olahraga sepakbola, saat ini memasuki babak semifinal, dan tim sepakbola Kotabaru berhasil melaju ke babak tersebut.

Ketua Kontingen Popda Kotabaru Kamaruddin mengatakan, pihaknya bersyukur saat ini tim sepakbola mereka, dapat melaju ke babak semifinal.

“Kami tidak menyangka tim sepakbola pelajar Kotabaru dapat masuk ke babak semifinal. Mengingat, tim lawan menampilkan permainan yang bagus,” ungkapnya.

Kamaruddin mengaku, untuk menghadapi babak semifinal tersebut, pihaknya akan memaksimalkan permainan timnya.

“Tentu kami berharap tim. Sepakbola Kotabaru dapat kembali melaju ke babak final,” ucapnya.

Sementara itu, pada cabang olahraga Sepak Takraw hanya diikuti sebanyak 11 daerah di Provinsi Kalimantan Selatan.

Sepak Takraw Popda Tingkat Provinsi di Banjarmasin

Seperti yang disampaikan, Anggota Kepengurusan Persatuan Sepak Takraw Kalimantan Selatan Zainal Abidin.

“Pada kejuaraan sepak takraw pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, hanya diikuti 11 kabupaten/kota,” ucapnya.

Dua daerah tersebut, lanjutnya, yaitu, Kabupaten Batola dan Tabalong

Pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah tingkat Provinsi, sepak takraw mempertandingkan nomer tim dengan sistem gugur. (SRI/RDM/RH)

Komisi II DPRD Kalsel Gali Aset Pemprov Untuk Tingkatkan PAD

BANJARMASIN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berupaya menggali aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo kepada wartawan, Kamis (21/7).

“Salah satunya dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) terkait Aset Pemprov Kalsel pada Rabu (20/7),” katanya.

Dalam rapat tersebut, lanjut Imam, pihaknya berfokus pada aset-aset apa saja yang bisa dikelola dan berpotensi menjadi peluang untuk meningkatkan PAD.

Suasana rapat Komisi II DPRD Kalsel dan Bakeuda Kalsel

“Kita ingin agar Bidang Aset bisa memberikan gambaran mengenai aset atau barang milik daerah apa saja yang bisa kita jadikan pendapatan, baik dikerjasamakan ataupun dikelola sendiri untuk meningkatkan PAD,” katanya.

Sebelumnya, dalam rapat tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi menambahkan agar bidang aset lebih jeli lagi untuk membedakan aset mana saja yang bisa menghasilkan pendapatan maupun tidak.

Untuk diketahui, rapat bersama Komisi II DPRD Kalsel dihadiri Kepala Bagian Aset Bakeuda Kalsel Kusnan Amin. (NRH/RDM/RH)

Pansus Mulai Bahas Raperda Pengendalian Banjir di Kalsel

BANJARMASIN – Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase dan Pengendalian Banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Ketua Pansus Raperda tersebut, Agus Mulia Husin mengatakan pihaknya menggelar rapat pembahasan yang dihadiri diantaranya Biro Hukum Provinsi Kalsel, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR), Balai Wilayah Sungai Kalimantan Selatan, serta Tenaga Ahli, Rabu (20/7).

Menurut Agus, Raperda inisiatif Komisi III tersebut dilatarbelakangi peristiwa banjir yang melanda sebagian besar wilayah Kalsel pada tahun 2021 yang lalu yang merupakan fenomena yang sangat mungkin terulang kembali.

“Bahkan beberapa daerah di Kalsel, seperti Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Kotabaru, hampir setiap tahun menghadapi masalah banjir,” katanya kepada wartawan, Kamis (21/7).

Selain faktor alam, banjir yang melanda Kalsel juga akibat pertumbuhan penduduk dan pengembangan wilayah yang cenderung kurang terkendali. Kondisi ini tampaknya berkaitan pula dengan pola penanganan banjir yang umumnya masih bersifat parsial sehingga tidak menyelesaikan permasalahan banjir dan genangan secara tuntas.

“Oleh karena itu, guna mendapatkan pola penanganan banjir yang komprehensif dipandang perlu dilakukan penyusunan Raperda tersebut sebagai payung hukum penanganan banjir di Kalsel sesuai dengan asas otonomi dan tugas pembantuan,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Agus juga mengajak untuk bersama-sama bagaimana penyelenggaraan sistem drainase dan pengendalian banjir di Kalsel bisa berjalan dengan baik.

“Bagaimana kita bersama-sama untuk mengatasi masalah banjir, mudah-mudahan kita bisa ikat dalam payung hukum supaya peran serta Provinsi terhadap wilayah Kabupaten Kota itu bisa jalan bersama-sama,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Gali Potensi Wisata, Mahasiswa Toraja Kunjungi Kalsel

BANJARMASIN – Puluhan mahasiswa Toraja menggelar pertemuan nasional yang difasilitasi DPRD Kalimantan Selatan yang bertempat di aula kantor DPRD Kalsel, Kamis (21/7). Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan wisata lokal di kota Banjarmasin hingga Minggu (25/7).

Rombongan mahasiswa Toraja tersebut disambut Ketua DPRD Kalsel, Supian HK didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini beserta jajarannya dan Staf Ahli DPRD Kalsel, Puar Junaidi.

Suasana Pembukaan acara pertemuan nasional mahasiswa Toraja Indonesia dan perjalanan wisata lokal di kota Banjarmasin.

Ketua Rombongan Pengurus Mahasiswa Toraja Agustinus Tambing mengatakan, saat ini wisata Toraja sedang berbenah diri dalam wisata Nasional. Sehingga perlu menggali masukan untuk perbandingan, terutama menyangkut kondisi wilayah yangmana potensi wisata di Toraja adalah pegunungan. Sementara di daerah Kalimantan khususnya Kalsel ini identik dengan sungai sebagai potensi wisatanya.

“Kebanyakan wisata di Toraja merupakan daerah pegunungan sementara kalsel merupakan identik dengan sungainya,” katanya.

Perbedaan kondisi alam inilah lanjut dia, yang menjadi acuan para mahasiswa Toraja melakukan perjalanannya ke Kalsel.

Sementara, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, memberikan apresiasi adanya kunjungan mahasiswa dari Pulau Sulawesi ini. Kegiatan ini, menurutnya, sebagai wujud memperkuat silaturahmi serta mengenal wisata dan kesenian khas Kalsel.

Adanya kuniungan tersebut, merupakan salah satu kebanggaan bagi Kalsel dimana provinsi lain mengenal lebih jauh budaya dan wisata yang ada di kalsel.

“Ini merupakan kebanggaan karena wisata Kalsel bisa dikenal luas hingga ke provinsi lain,”ucapnya.

Rencananya, rombongan akan mengunjungi sejumlah wisata yang berada dikalsel seperti Pasar Terapung, Pulau Kembang, Pantai Batakan. (NRH/RDM/RH)

Satgas Distribusikan 43.000 Dosis Vaksin PMK Tahap II

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah mendistribusikan vaksin PMK dan peralatan pendukungnya ke 13 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan, pada Kamis (21/7).

Kementrian Pertanian RI telah mengirimkan bantuan vaksin PMK tahap II sebanyak 43.000 dosis untuk wilayah Kalimantan Selatan, yang diterima pada Rabu (20/7) di Balai Veteriner Banjarbaru. Selain bantuan vaksin, Kalimantan Selatan juga mendapatkan 600 botol obat hewan, untuk penanganan PMK dan juga sarana pendukung vaksinasi berupa syringe sebanyak 27.000 buah.

Sesuai arahan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, Tim Disbunnak bergerak cepat mendistribusikan 43.000 dosis vaksin PMK, ke seluruh Kabupaten/ Kota dengan rincian Kota Banjarmasin 100 dosis, Kota Banjarbaru 1.000 dosis, Kabupaten Banjar 6.000 dosis, Tapin 4.000 dosis, HSS 2.000 dosis, HST 3.000 dosis, HSU 1.000 dosis, Balangan 1.000 dosis, Tabalong 1.500 dosis, Tanah Laut 13.400 dosis, Tanah Bumbu 6.000 dosis, Kotabaru 2.500 dosis, dan Barito Kuala 1.500 dosis.

Selain vaksin PMK juga di distribusikan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, berupa hazmat, disinfektan dan handsanitizer untuk mendukung pelaksanaan kegiatan vaksinasi tahap II, yang secara serentak akan dilaksanakan mulai 25 Juli 2022 sampai dengan 7 Agustus 2022 di wilayah Kalimantan Selatan.

Langkah cepat yang diambil Satgas Penanganan PMK Kalsel ini, merupakan wujud aksi pemerintah daerah dalam melindungi ternak ternak masyarakat melalui peningkatan kekebalan terhadap virus PMK, hal ini sesuai dengan arahan Paman Birin, agar vaksinasi PMK tahap kedua dapat direalisasikan 100 persen secara cepat, tepat dan maksimal sebagai upaya percepatan pembebasan Kalsel dari PMK, seiring dengan langkah langkah lainnya yang dilakukan oleh Satgas Penanganan PMK Kalsel, agar Kalsel segera menjadi Zona Hijau.

Tentunya hal ini perlu komitmen dari semua kepala daerah yang ditindaklanjuti dengan gerak cepat semua jajaran Satgas Penanganan PMK Kabupaten/ Kota.

Kadisbunnak, Suparmi, pada saat pengarahan melalui Zoom Meeting meminta Kabupaten / Kota yang telah menerima vaksin agar segera melaksanakan vaksinasi pada HRP untuk vaksinasi ulang sesuai dengan waktu pelaksanaan vaksinasi tahap I yaitu 25 hingga 30 Juli. Sedangkan vaksinasi pada target HRP baru sesuai komitmen masing- masing Kabupaten/ Kota dan melaporkan seluruh kegiatan vaksinasi melalui Sistem Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) paling lambat pada 10 Agustus 2022.

“Selain itu dengan memperketat pengawasan lalu lintas HRP antar Kabupaten/Kota, meningkatkan daya tahan tubuh HRP dengan pemberian obat-obatan dan vitamin, memperketat biosekuriti pada lokus lokus HRP melalui desinfeksi secara rutin mengingat sejak 14 Juli sudah tidak ada lagi penambahan kasus baru atau nol kasus,” tutupnya. (DISBUNNAK-RIW/RDM/RH)

Peringati Hari Anak Nasional, Kak Kempho Hidupkan Budaya Bercerita Kepada Anak

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menghadirkan Juru Kisah Nasional, Kempho Antaka atau lebih akrab disapa Kak Kempho dalam rangka menghidupkan kembali budaya bercerita kepada anak usia dini, sekaligus memperingati Hari Anak Nasional.

Dengan teknik visual story telling, Kempho Antaka berhasil menghibur puluhan anak PAUD dan orang tua yang hadir di Kids Library Dispersip Kalsel, Rabu (20/7).

Suasana Acara Dispersip Kalsel bersama Juru Kisah Nasional, Kempho Antaka

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan, selain menghidupkan budaya bercerita, melalui kegiatan ini pihaknya ingin mengenalkan perpustakaan kepada anak sejak usia dini.

“Pada kesempatan ini kami ingin menghidupkan kembali budaya bercerita, untuk bisa mendekatkan hubungan emosional anak dan orang tua. Selain itu kami juga ingin memperkenalkan perpustakaan kepada anak-anak meskipun mereka belum lancar membaca,” katanya.

Nurliani juga bersyukur atas antusias dari anak-anak, orang tua dan pengurus PAUD yang berhadir pada kegiatan tersebut. Menurutnya, hal ini merupakan bukti bahwa tingkat kesadaran masyarakat Kalsel terhadap keberadaan perpustakaan sudah semakin meningkat.

Sementara itu, Juru Kisah Nasional, Kempho Antaka mengatakan, melalui kegiatan ini dirinya ingin mengajak orang tua dan masyarakat untuk melindungi dan memberikan perhatian kepada anak-anak, agar mereka menjadi generasi yang saleh dan gembira.

“Melalui visual story telling ini, saya ingin menyampaikan kepada orang tua dan masyarakat untuk menyelamatkan anak-anak mereka dengan cara saling melindungi dan memberikan perhatian lebih, apalagi saat ini banyak berita tentang eksploitasi dan pelecehan seksual terhadap anak-anak,” jelasnya.

Pada kesempatan ini juga, Kempho turut memberikan apresiasi kepada Dispersip Kalsel yang konsisten dalam melaksanakan kegiatan mendongeng bagi anak-anak, dalam rangka membudidayakan bercerita kepada anak usia dini. (NRH/RDM/RH)

Popda Tingkat Provinsi Kalsel, Mulai Digelar

BANJARMASIN – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan mulai digelar di Kota Banjarmasin, diikuti oleh 13 Kabupaten/Kota di Provinsi ini.

Cabor sepak takraw pada Popda tingkat provinsi di Kota Banjarmasin

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, saat ini telah digelar pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kota Banjarmasin.

Kadispora Kalsel Hermansyah (Kacamata hitam)

“Gelaran Popda di Kalsel sudah digelar,” ucap Hermansyah, kepada sejumlah wartawan.

Menurut Hermansyah, pada Popda tahun ini yang dipertandingkan hanya 8 cabang olahraga. Seperti, arahan Kementerian Pemuda dan Olahraga, yaitu, sepakbola, sepak takraw, tenis lapangan, bulu tangkis, voli, basket, pencak silat, serta tinju.

Hermansyah mengatakan, ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) merupakan seleksi, para atlet untuk mengikuti, Pra Pekan Olahraga Pelajaran Nasional (Pra Popnas) Zona 3, yang akan diselenggarakan di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Saat ini Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan juga mempersiapkan, untuk pelaksanaan pra Popnas di Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Hermansyah, pada ajang Popda ini merupakan seleksi bagi para atlet. Agar dapat mengikuti Pra Popnas tersebut.

“Pada Pra Popnas di Provinsi Kalimantan Selatan Mendatang, akan diikuti oleh 8 daerah di Tanah Air, yaitu Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Jawa Timur, Bali, Banten, serta Jogjakarta,” ujarnya.

Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin, akan berlangsung sejak 21 – 27 Juli 2022 mendatang. (SRI/RDM/RH)

Raih Penghargaan Kalpataru Tahun 2022, Gubernur Kalsel Apresiasi Yayasan SBI

BANJARBARU – Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) berhasil meraih penghargaan Kalpataru tahun 2022, dalam kategori Penyelamat Lingkungan Hidup.

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, di Jakarta, Rabu (20/7).

Ketua Yayasan SBI, Amalia Rezeki (kanan), saat menerima penghargaan Kalpataru dari Wakil Menteri LHK, Alue Dohong (kiri)

Melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup provinsi Kalimantan Selatan, Hanifah Dwi Nirwana, Sahbirin mengaku bangga atas pencapaian yang telah diraih oleh yayasan yang telah berdiri sejak 2012 lalu tersebut.

“Bapak Gubernur mengucapkan selamat atas diraihnya penghargaan Kalpataru yang didapatkan oleh Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia,” ucapnya.

Yayasan SBI lanjut Hanifah, terpilih dari 184 usulan oleh 18 provinsi, yang terdiri dari 63 kategori perintis, 25 kategori pengabdi, 57 kategori penyelamat, dan 39 kategori pembina.

“Sahabat Bekantan Indonesia adalah salah satu dari tiga penerima penghargaan Kalpataru kategori penyelamat lingkungan hidup pada tahun ini, dari 25 usulan di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Hanifah menuturkan, sejak 2012 lalu Yayasan SBI telah memberikan perhatian serius pada program perlindungan dan pelestarian Bekantan sebagai hewan endemik Kalsel yang kawasan konservasinya hampir punah.

Pemprov Kalsel sendiri diakuinya, sebelumnya juga telah memberikan penghargaan “Sasangga Banua” kepada Pimpinan Yayasan SBI, sebagai pejuang lingkungan kategori perorangan, atas kepedulian, komitmen, prakarsa dan motivasi yang secara terus menerus untuk lingkungan.

“Selain itu SBI juga mendapatkan berbagai penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri atas kiprah konservasi yang dilakukan,” tuturnya.

Hanifah menambahkan, Gubernur Kalsel juga mengajak seluruh masyarakat, untuk ikut memberikan perhatian dan berpartisipasi nyata dalam pelestarian lingkungan hidup Banua.

“Mulai dari diri sendiri, dari hal kecil, mulai sekarang juga,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Disdikbud Kalsel Gelar SMAS

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Seniman Mengajar Anak Sekolah (SMAS) yang berlokasi di halaman SMKN 4 Banjarmasin, Rabu (20/7).

Suasana kegiatan SMAS yang juga digelar MPLS SMKN 4 Banjarmasin

Disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Muhammadun, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Raudati Hildayati, program ini dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, sebelumnya bernama Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Tahun 2022 dilanjutkan dengan nama Seniman Mengajar Anak Sekolah (SMAS). Tujuannya untuk menjadikan kalangan pelajar dapat semakin menanamkan rasa kecintaan dan wawasan lebih luas tentang karya seni.

Foto bersama Kabid Kebudayaan, Kasi Kesenian, Kepala Bidang SMK Disdikbud Kalsel, dan Kepala SMKN 4 Banjarmasin

“Program ini dari Disdikbud Kalsel melalui bidang kebudayaan seksi kesenian, bekerjasama dengan SMKN 4 Banjarmasin, ke depan kami upayakan semua sekolah,” ucapnya

Disampaikan Raudati, dengan adanya Seniman Mengajar Anak Sekolah ini, para siswa-siswi dapat menyerap ilmunya, sehingga tumbuh minat dan bakat di bidang seni, baik teater, tari dan lukis. Apalagi pembelajaran bidang seni, diberikan saat di luar jam pelajaran sekolah.

“Kesenian di Kalsel harus terus berkembang sebagai warisan budaya bagi regenerasi,” ucap Helda (sapaan akrabnya)

Ditambahkan Kepala Seksi Kesenian Bidang Kebudayaan, Disdikbud Kalsel Sunjaya Adhiarso, dalam kegiatan SMAS ini, materi yang diberikan kepada kalangan pelajar, berupa pertunjukan kesenian khas Banjar yaitu seni teater Japin Carita, yang merupakan hasil kolaborasi para seniman dengan para peserta didik.

“Dengan SMAS ini dapat membangun siswa-siswi lebih berkarakter kreatif dan inovatif,” tutupnya

Untuk diketahui, program Seniman Mengajar Anak Sekolah ini, diapresiasi Kepala Bidang SMK Disdikbud Kalsel Syamsuri, Kepala SMKN 4 Syafrudin Noor dan seluruh Dewan Guru di SMKN 4 Banjarmasin. Kegiatan itu juga digelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2022 – 2023, diikuti ratusan pelajar, menampilkan band musik dari Jurusan Seni Musik di SMKN 4 Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version