TPAS Regional Banjarbakula Atur Strategi Tingkatkan PAD

BANJARBARU – Realisasi pendapatan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Regional Banjarbakula tahun 2022 mencapai Rp2,36 miliar.

Pintu gerbang masuk TPAS Regional Banjarbakula

Kepala TPAS Regional Banjarbakula, Sarwani, mengatakan hampir seluruh pendapatan berasal dari tarif pembuangan sampah yang diterapkan sejak awal tahun 2022 lalu terhadap 5 kabupaten/kota yang tergabung dalam Kawasan Strategis Provinsi (KSP) Banjarbakula, yakni Kota Banjarbaru dan Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Tanah Laut serta Barito Kuala.

Kepala TPAS Regional Banjarbakula, Sarwani

“Khusus Kota Banjarbaru kita pasang tarif 40 ribu Rupiah, sedangkan yang lainnya kita kenakan tarif 65 ribu Rupiah pertonnya,” ungkapnya, Kamis (5/1).

Dijelaskannya, dari 5 wilayah tersebut, Kota Banjarbaru menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan total kiriman sampah mencapai 24 ribu ton atau senilai Rp 972 juta.

“Yang paling rendah yakni Kabupaten Tanah Laut dengan jumlah kiriman 719 ton, sekitar 46 juta Rupiah,” bebernya.

Kurangnya kiriman sampah dari beberapa wilayah, diakuinya, disebabkan oleh beberapa faktor. Terutama di bidang operasional, seperti jumlah armada pengangkut yang belum mencukupi hingga kenaikan BBM yang tidak terduga.

“Mungkin karena Pemda setempat belum mengaggarkan di tahun 2022 lalu, kiriman sampah ke tempat kami meningkatnya sejak 3 bulan menjelang tutup tahun kemarin,” ujarnya.

Minimnya pengiriman tentu akan berdampak pada menurunnya pendapatan TPAS Regional Banjarbakula.

Menyiasati hal itu, Sarwani menyebut, pihaknya akan memberikan kelonggaran kepada 5 kabupaten/kota KSP Banjarbakula, dengan mempersilakan pembayaran iuran paling lambat bulan Maret 2023.

“Jadi dari Januari ini, kita persilakan mereka untuk mengirimkan sampahnya dulu, nanti baru diakumulasikan dan pembayarannya paling lambat kita minta bulan Maret,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, TPAS Regional Banjarbakula juga akan meningkatkan sarana dan prasarana agar target PAD Tahun 2023 dapat tercapai.

“Kita juga akan menambah jam operasional mulai dari jam 7 pagi hingga 5 sore, agar tidak hanya pendapatan yang meningkat, tetapi sampah di tempat kita ini juga benar-benar terkelola dengan baik,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

2023, Diskominfo Kalsel Akan Gencar Sosialisasii LAPOR! Paman

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan terus gencar sosialisasi aplikasi pengaduan masyarakat terhadap kinerja pemerintah (LAPOR! Paman) di tahun 2023 ini. Berbagai pendekatan terhadap masyarakat telah dilakukan Kominfo Kalsel untuk mensosialisasikan aplikasi LAPOR! Paman di tahun 2022 yang lalu, yakni salah satu nya kegiatan dengan menyusur sungai untuk mengedukasi penduduk pinggiran sungai tentang penggunaan aplikasi, serta menggandeng aktivis masyarakat banua.

Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhammad Muslim pada Rabu (4/1) sore menyampaikan, 2023 ini sosialisasi akan dilaksanakan pada sektor yang belum dilaksanakan pada tahun 2022 lalu, seperti pada kelompok – kelompok Difabel (berkebutuhan khusus).

“Kita lebih banyak mensosialisasikan agar peranan Masyarakat di Banua Kalsel semakin meningkat untuk memberikan aspirasi, opini, dan tentu memberikan saran-saran terbaik,” ungkap Muslim.

Menurut Muslim, dengan adanya masukan dan saran dari masyarakat terhadap pembangunan – pembangunan Pemerintah Provinsi Kalsel, maka Masyarakat berperan penting dan terlibat dalam meningkatkan kinerja Pemerintah Provinsi Kalsel.

“Masyarakat juga dapat memberikan kritik dan saran, terkait perbaikan – perbaikan terhadap pembangunan yang dilakukan,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

Bank Kalsel dan BP TAPERA Tandatangani Kerjasama Penyaluran Kredit Perumahan Bagi MBR

BANJARMASIN – Dalam upaya ikut serta mendukung program dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Bank Kalsel tandatangani kerjasama dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP TAPERA), terkait penyaluran pembiayaan maupun Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera untuk tahun 2023. Kerjasama ini dilakukan guna memudahkan / memfasilitasi masyarakat untuk memiliki rumah dengan harga terjangkau.

Penandatanganan dilakukan di tuang pendopo, Kementrian PUPR Jakarta, akhir tahun 2022. Penandatanganan kerjasama antara Bank Kalsel dengan BP Tapera dilakukan secara daring oleh Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya, bersama Komisioner BP Tapera, Adi Setianto.
Penandatanganan juga dilakukan 22 bank penyalur lainnya yang terdiri dari 6 Bank BUMN dan 16 BPD.

Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya menyampaikan, kerjasama yang dilakukan ini merupakan komitmen Bank Kalsel kepada masyarakat Kalimantan Selatan, untuk memudahkan kepemilikan rumah dengan harga terjangkau melalui penyaluran Kredit / Pembiayaan Pemilikan Rumah Sejahtera, dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Tapera di tahun 2023.

“Melalui penandatanganan kerjasama ini, penyaluran KPR sejahtera FLPP dan Tapera tahun 2023, Bank Kalsel senantiasa terus mendukung pemerintah khususnya Kementrian PUPR untuk selalu memudahkan masyarakat Kalimantan Selatan memiliki rumah idaman dengan harga sesuai bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” pungkas Hanawijaya. (ADV-RIW/RDM/RH)

PAD BPAM Banjarbakula Tahun 2022 Tembus 109 Persen

BANJARBARU – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Balai Pengelola Air Minum (BPAM) Banjarbakula tahun 2022 melebihi target sebesar 109,15 persen.

Kepala BPAM Banjarbakula Muhammad Berty Nakir, mengungkapkan target PAD tahun 2022 sebesar Rp 17 miliar sementara realisasinya sebesar Rp 18,5 miliar.

“Jadi ada lebihan sekitar 1 miliar Rupiah (dari target), atau jika diakumulasikan capaian PAD kita sebesar 109,15 persen di tahun 2022,” ungkapnya, Rabu (4/1).

Berty menjelaskan, pendapatan BPAM Banjarbakula bersumber dari penjualan air bersih ke 3 Kabupaten/Kota yang tergabung dalam regional Banjarbakula.

“Sementara ini air bersih kita disalurkan ke Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, serta sebagian ke Kabupaten Tanah Laut,” bebernya.

Meski Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala juga tergabung dalam Kawasan Strategis Provinsi (KSP) ini, namun penyaluran air bersih dari BPAM Banjarbakula masih belum menjangkau daerah tersebut.

Hal itu diakui Berty, akibat belum adanya kecocokan harga dan jumlah pasokan ke dua wilayah tersebut terutama Banjarmasin.

“Kemarin kita sudah tawarkan kerjasama penyaluran air baku ke (Kota) Banjarmasin, tetapi belum ada kecocokan harga,” bebernya.

Kendati demikian, Berty menyebut pihaknya akan kembali mengajukan kerjasama ke PDAM Bandarmasih, agar penyaluran air dapat benar-benar mencakup ke seluruh wilayah yang tergabung dalam KSP Banjarbakula.

“Tahun (2023) ini kita akan kembali tawarkan, setidaknya kita minta harga sesuai dengan biaya listrik yang kita keluarkan,” ujarnya.

Berty berharap kerjasama tersebut akan membuahkan hasil yang manis. Apalagi target PAD tahun 2023 BPAM Banjarbakula mencapai Rp 20 miliar.

“Kalau kerjasama dengan kota Banjarmasin berhasil, kita optimis PAD tahun 2023 akan tercapai bahkan mungkin melebihi target,” imbuhnya.

BPAM Banjarbakula sendiri saat ini sudah memiliki 2 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) masing-masinh berkapasitas 250 dan 500 liter perdetik.

Bahkan, kini BPAM Banjarbakula juga memiliki 1 buah truk tangki yang siap menyalurkan air bersih langsung ke masyarakat.

“Kita tinggal menunggu revisi Pergub tarif untuk dapat mengoperasikan truk tangki itu, semoga bisa dapat dioperasikan,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Raperda Perubahan dan Susunan Perangkat Daerah di Kalsel Difinalisasi

BANJARMASIN – Panitia Khusus I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan rapat finalisasi pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Perda Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah di Kalsel.

Rapat dipimpin Ketua Pansus Raperda tersebut, Suripno Sumas didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin dan Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rachmah Norlias beserta Anggota Pansus di ruang Komisi I DPRD Kalsel, Rabu (4/1).

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Syaripudin mengatakan kegiatan ini sebagai tindaklanjut hasil fasilitasi dan evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap Raperda tersebut.

“Dalam Raperda tersebut diatur ada sembilan perangkat daerah lingkup Pemprov Kalsel yang mengalami perubahan tipologi, digabungkan atau berubah namanya,” katanya kepada wartawan.

Wakil rakyat yang akrab Bang Dhin ini menambahkan rencananya rapat paripurna pengambilan keputusan terhadap Raperda tersebut menjadi Perda dijadwalkan pada 11 Januari 2023 mendatang.

“Mudah-mudahan perubahan perangkat daerah ini sudah bisa jalan di akhir bulan ini,” harapnya.

Sementara, Kepala Biro Organisasi Setdaprov Kalsel, Galuh Tantri Narindra menjelaskan penataan perangkat daerah ini merupakan amanat peraturan yang dilandasi semangat pelaksanaan reformasi birokrasi dimana setiap pemerintah daerah harus melaksanakan evaluasi kelembagaan.

Suasana Rapat Pansus Raperda Tentang Perubahan dan Susunan Perangkat Daerah

“Penataan perangkat daerah ini tentunya bertujuan untuk peningkatan kinerja Pemprov Kalsel,” jelasnya.

Ada sembilan (9) perangkat daerah yang akan berubah tipe, digabungkan, dan berubah nama diantaranya Sekretariat DPRD yang sebelumnya tipe C naik menjadi tipe B, Inspektorat Daerah yang sebelumnya tipe B naik menjadi tipe A, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak naik menjadi tipe A serta berubah nama setelah penambahan urusan Keluarga Berencana sehingga menjadi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana.

Kemudian Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana sebelumnya tipe A diturunkan menjadi tipe B, karena pemisahan urusan keluarga berencana. Badan Keuangan Daerah digabung dengan Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah sehingga menjadi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah yang menjadi tipe B dan Badan Pendapatan Daerah.

Badan Kepegawaian Daerah sebelumnya tipe B naik menjadi tipe A, Dinas Ketahanan Pangan digabungkan dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura sehingga menjadi Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura bertipe A.

Selanjutnya Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah bersifat tetap dengan hanya perubahan nama yakni Badan Riset dan Inovasi Daerah yang bertipe B. (NRH/RDM/RH)

Wakil Rakyat Kalsel Dorong Tumbuh Kembang Ekonomi Kreatif di Banua

BANJARMASIN – Semangat memajukan ekonomi kreatif mendasari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui Panitia Khusus (Pansus) II untuk membuat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif.

Pembahasan terus dilakukan, hingga pada Selasa (3/1), Pansus II DPRD Kalsel melakukan finalisasi Raperda tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif tersebut, dengan menghadirkan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel, Biro Hukum Setda Provinsi Kalsel serta tenaga ahli.

Rapat Pansus Raperda Tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif

Ketua Pansus II DPRD Kalsel, Haryanto mengatakan bahwa hingga saat ini dari aspek regulasinya tidak ada kendala berarti karena pihaknya sudah membuat sesuai dengan acuan-acuan dari Kementerian terkait.

“Mudah-mudahan raperda ini rampung setelah tiga atau empat kali pertemuan lagi,” katanya dengan optimis sembari memohon kerja sama dan pro aktif dari pihak-pihak yang terlibat.

Haryanto menambahkan Raperda ini dibentuk oleh semangat memajukan ekonomi kreatif. Salah satunya adalah dalam upaya mengadvokasi para pelakunya.

“Oleh karena itu, kehadiran sebuah regulasi dalam bentuk Perda menjadi penting sebagai payung hukum,” jelasnya.

Ada total 16 sektor ekonomi kreatif yang termasuk dalam raperda tersebut. Di antaranya yakni, sektor arsitektur, aplikasi, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi/radio

“Mudah-mudahan dengan begitu pemerintah provinsi betul-betul memperhatikan ekonomi kreatif. Karena rata-rata dari mereka adalah pelaku UMKM. Oleh karena itu, UMKM yang juga sebagai pelaku kreatif, harus mendapatkan pengharggaan dalam bentuk advokasi dari pemerintah daerah,” harapnya. (NRH/RDM/RH)

Paman Birin Akhirnya Resmikan Jalan Tembus Mataraman-Sungai Ulin

BANJAR – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel akhirnya menuntaskan jalan tembus Mataraman-Sungai Ulin sepanjang 15 Kilometer. Bukti ini ditandai langsung Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang juga meresmikan Jembatan Mali-Mali di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Rabu (4/1) siang.

Gubernur Kalsel meresmikan jembatan Mali-Mali ditandai dengan pemotongan kembang pita di ruas jalan tembus Mataraman-Sungai Ulin

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengaku bersyukur karena keinginan masyarakat ingin mendapat jalan mulus akhirnya terealisasi. Bahkan, dua jembatan lainnya menuju akses ke Mataraman yakni Jingah Habang dan Mundam juga diselesaikan.

“Yang jelas, dengan keberadaan infrastruktur ini dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga sekitar. Sekaligus ini juga merupakan bentuk pemulihan,” ungkapnya.

Gubernur Kalsel bersama jajaran Forkopimda saat memantau lokasi jembatan dan jalan tembus Mataraman

Menurut Paman Birin (sapaan akrabnya), jalan tembus yang sudah bertahun-tahun dikerjakan hingga akhirnya berhasil rampung itu diharapkan infrastrukturnya mampu dijaga dengan baik sehingga bisa bermanfaaat.

“Ini juga tidak lepas dari hasil kerjasama dengan masyarakat sekitar,” beber orang nomor satu di Provinsi Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel Ahmad Solhan, menjelaskan, untuk lebar pengaspalan jalan tembus ini sekitar 7,5 meter melalui hasil kerjasama dengan berbagai stakeholder.

“Termasuk Balai Pelaksana Jalan Nasional beserta Satkernya bersama Pemkab Banjar,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, dengan adanya jalan ini tentu dapat menuntaskan permasalahan macet yang sering terjadi di Jalan Ahmad Yani di mulai dari Kota Banjarbaru hingga Kabupaten Banjar.

“Dapat bermanfaat khususnya bagi masyarakat yang ingin menuju banua enam,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, Kepala desa Sungai Arfat Mali-Mali Normarliansyah, menerangkan, dengan adanya akses jalan ini tentu semakin meringankan masyarakat menuju perkotaan baik ke Kota Banjarbaru maupun Martapura di Kabupaten Banjar.

“Akhirnya bisa terealisasi, kami berterima kasih sekali. Semoga semakin memperlancar perekonomian warga disini,” harapnya. (RHS/RDM/RH)

Paman Birin Kagumi Air Terjun Mandin Mangapan, Taman Bumi Meratus Yang Mempesona

BANJAR – Banua Kalimantan Selatan bagaikan selembar kain dari surga. Narasi inilah yang terkadang kita dengar dari seorang Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin yang disampaikan dalam berbagai sambutan pada setiap kegiatan.

Narasi tersebut memang benar adanya, jika melangkahkan kaki menuju ke kawasan tempat salah satu situs Geopark Meratus yang ada di Kabupaten Banjar yakni air terjun Mandin Mangapan.

Air terjun Mandin Mangapan yang mempunyai ketinggian kurang lebih 30 meter ini berada di hutan hujan tropis yang masih asri Gunung Ambilatau masuk wilayah Desa Paramasan Atas, Kecamatan Peramasan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan .

“Mandin itu ya air terjun. Karena setiap ada sungai di hulunya pasti ada Mandin,” jelas Sukron, warga yang mendampingi perjalanan Paman Birin di kawasan air terjun itu memang terlahir di daerah itu.

Dijelaskan lebih jauh oleh Sukron bahwa menikmati air yang jatuh dari ketinggian tersebut terkadang bisa termegap megap atau dalam pengertian bernapas pendek-pendek sambil membuka mulut.

Jadi menurut penjelasan salah satu tetuha yang asli Dayak Meratus tersebut itulah asal usul dan makna mengapa dinamakan “Mandin Mangapan”.

Untuk menuju obyek wisata ini beberapa jalan alternatif diantara nya bisa melalui jalan penghubung di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Tanah Bumbu.

“Inilah salah satu pesona Indonesia yang kita miliki, bagian dari banyak situs Geopark Meratus dan wajib untuk dijaga dan dilestarikan,” ujar Paman Birin sembari menikmati segarnya kucuran Air Terjun “Mandin Mangapan” setelah melalui perjalanan panjang bersama rombongan dari Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu pada Minggu, 1 Januari 2023.

“Selamat Tahun Baru, semoga di tahun Masehi yang baru, Banua kita selalu diberikan keselamatan untuk terus membangun sesuai visi misi kita, menjadikan Banua Kalsel yang semakin Maju dan Sejahtera sebagai Pintu Gerbang Ibu kota Negara,” ujar Paman Birin menutup kekaguman nya dari salah satu aset wisata Maha Karya Taman Bumi Geopark Meratus. (BIROADPIM/RDM/RH)

Kanwil Kemenag Kalsel Peringati Hari Amal Bakti ke 77

BANJARBARU – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan (Kemenag Kalsel) menggelar upacara peringatan Hari Amal Bakti Kementrian Agama ke 77, di Halaman Asrama Haji Banjarmasin, di Banjarbaru, Selasa (3/1).

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, bertugas sebagai pembina pada upacara tersebut.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor (coklat) saat menyematkan piagam Satya Lencana kepada salah satu penerima

“Semoga Kementrian Agama dalam pelaksanaan tugasnya, kewajibannya, pengabdiannya kepada rakyat semakin sukses di tahun 2023 ini,” ucap Paman Birin (sapaan akrab).

Paman Birin juga membacakan sambutan Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas.

Dalam sambutan tersebut, Menag menyebut, transformasi layanan umat yang digelorakan sejak tahun 2022 lalu secara bertahap sampai saat ini sudah mulai terwujud dan membuahkan hasil.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor (tengah) didampingi Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin (kiri) saat menyerahkan penghargaan Humas Terbaik Kemenag Tahun 2022

Hal itu menurutnya, terlihat dari birokrasinya lebih gencar dan responsive, serta transformasi digital juga sudah mulai berjalan.

Lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag pun diakuinya terus membuahkan prestasi mulai dari tingkat nasional hingga internasional. Bahkan di tahun 2022 lalu, Kemenag mendapat 22 macam penghargaan.

“Bukti bahwa Kemenag sudah mengalami perubahan dan diakui oleh Kementrian, lembaga serta publik,” akunya.

Pada peringatan ke 77 Hari Amal Bakti ini, Menag meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag mengingat dan menyadari pengabdian yang telah dilakukan kepada umat beragama.

“Pada peringatan hari ini saya meminta kepada seluruh ASN Kemenag untuk memperbaiki niat, pengabdian dan pelayanan kepada umat,” pintanya.

Peringatan Hari Amal Bakti ke 77 dirangkai dengan penyerahan penghargaan Satya Lencana kepada 28 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kemenag Kalsel yang dilakukan langsung oleh Paman Birin didampingi Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin.

Tak lupa, Paman Birin juga menyerahkan penghargaan Peringkat 1 Nasional kategori Humas Kemenag Terbaik Tahun 2022 kepada Kemenag Kalsel.

“Kami berterimakasih kepada rekan-rekan media, baik media cetak maupun elektronik atas penghargaan yang didapat,” ujar Tambrin.

Di tahun 2023 ini, Tambrin memastikan seluruh ASN Kemenag Kalsel mulai dari tenaga pendidik hingga Kanwil Kabupaten/Kota, dapat lebih memberikan rasa nyaman serta membuat kehadiran Kemenag selalu dirasakan oleh masyarakat Banua.

“Sekarang teman-teman Kemenag sudah melakukan program moderasi beragama yang intinya adalah bagaimana menjaga kebersamaan dan keberagaman dalam satu wadah NKRI,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Paman Birin: Situs Goa Liang Bangkai Salah Satu Pesona Geopark Meratus

TANAH BUMBU – Sumber Daya Alam terbarukan merupakan salah satu program skala prioritas yang saat ini tengah digalakkan oleh Pemerintah Kalsel di bawah kepemimpinan Paman Birin.

Pariwisata yang merupakan bagian dari program tersebut, menjadikan Geopark Meratus sebagai andalan ke depan dalam menjaga dan melestarikan Kekayaan Alam Maha Besar di Kalsel dan Indonesia.

Geopark atau Taman Bumi merupakan wilayah geografis tunggal yang menyatu, dimana situs geologi dan bentang alamnya dikelola secara holistik. Dimana komponen pengembangan Kawasan Geopark meliputi Pengembangan Masyarakat, Pembangunan Ekonomi dan Konservasi.

Dari sekian banyak situs yang dimiliki Geopark Meratus diantara nya, keberadaan situs Goa Liang Bangkai yang berada di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Memerlukan waktu kurang lebih satu jam perjalanan dari pusat kota Batulicin, situs Goa Liang Bangkai menawarkan pesona alam sangat menarik bagi wisatawan yang suka dengan suatu bentuk perjalanan wisata ke area alami.

Hal ini lah yang dilakukan Tim Geopark Meratus di penghujung tahun bersama Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar tepatnya Sabtu 31 Desember 2022.

Tempat yang menyimpan misteri kejadian alam beberapa ratus juta tahun yang lalu, akan ditemui banyak stalagnit2 di dinding goa, termasuk keberadaan karang yang menempel serta mahluk laut ( keong ) yang banyak tersebar.

Sensasi kotoran kelelawar yang banyak menggelantung di atas dinding sangat terasa dengan nuansa kelembaban sebuah goa.
Di kawasan ini pada sebuah goa yang lain pengunjung juga bisa mendapati kerangka manusia purba, dengan catatan se ijin petugas tempat tersebut karena kawasan ini betul2 dijjaga kelestarian nya.

“Kami ingin kawasan goa ini bisa terjaga keasrian nya, dan selalu kami awasi pengunjung yang datang agar tidak merusak nya baik flora maupun fauna yang ada,” jelas Kabayan, salah seorang petugas.

Kegiatan pengelolaan situs Goa Liang Bangkai inipun juga mendapat apresiasi dari Gubernur Kalsel Paman Birin yang juga terus mensosialisasikan pentingnya kita untuk menjaga kelestarian Maha Karya Taman Bumi atau Geopark Meratus yang sudah mendapat pengakuan secara Nasional dan saat ini tengah diperjuangkan ke tingkat Internasional atau Unesco.

“Kita saat ini tengah memperjuangkan 50 situs dari Geopark Meratus dari Unesco yang terbagi beberapa bagian seperti Intangible site, Cultural site, Infrastuktur site, Natural site, geological site dan socio economi,” jelas Paman Birin.

Apresiasi ini tentunya sebagai gambaran tentang seriusnya pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menjaga aset Taman Bumi sebagai energi yang terbarukan untuk kedepannya. (RILIS-RDM/RH)

Exit mobile version