BANJARBARU – Tim futsal SMA Negeri 2 Kotabaru berhasil menyabet gelar juara pada laga pertandingan yang dihelat di lapangan Pernando 2, Banjarbaru, Sabtu (18/2) sore, setelah menumbangkan SMA Negeri 2 Banjarbaru dengan skor 4-2.
Turnamen sepak bola jarak pendek 25 – 42 meter yang diselenggarakan STIE Pancasetia tersebut dikhususkan bagi pelajar SMA/SMK dan MA se Kalimantan Selatan dan memperebutkan piala bergilir.
Kepala SMA Negeri 2 Kotabaru, Abdul Gapur, saat dikonfirmasi, menuturkan, sangat bangga dengan hasil yang telah dicapai. Apalagi, kemenangan ini merupakan wujud semangat nyata oleh peserta didiknya.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan mitra kami Winmart. Serta arahan langsung pelatih didampingi alumni SMA Negeri 2 Kotabaru yaitu M Fauzan, M Dodi Anwari, Renaldi dan warga sekolah,” ucapnya.
Lanjut dia, torehan prestasi yang diraih tim futsal SMA Negeri 2 Kotabaru tak hanya sekali ini saja. Melainkan sudah beberapa kali menyabet gelar juara di daerah.
“Tingkat kabupaten sering juara 1 yakni di Kotabaru dan Tanah Bumbu. Ini juga sesuai dengan misi sekolah, berprestasi dibidang akademik dan no akademik,” ucapnya.
Dirinya membeberkan, sebagai bentuk apresiasi tentu bakal ada penghargaan yang diberikan pihaknya kepada tim futsal tersebut.
“Yang jelas, harapannya peserta didik tidak melihat dari jumlah nominalnya. Melainkan, perhatian serta dukungan lebih dari sekolah akan terus mengalir ,” bebernya.
Pada laga sebelumnya, SMA Negeri 2 Kotabaru juga berhasil menggagalkan SMK Negeri 1 Banjarmasin melaju ke pertandingan selajutnya di final. Bahkan, menorehkan skor 9 – 3.
Atas kemenangan itu, SMA Negeri 2 Kotabaru akhirnya melaju ke pertandingan berikutnya. Dibabak final pun, mereka semakin percaya diri dan tampil memukau. Hingga berhasil menjatuhkan lawannya di laga terakhir.
“Saya langsung menyaksikan keberhasilan yang didapatkan tim futsal kami. Sungguh, ini merupakan capaian luar biasa,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)
Kategori: Provinsi Kalsel
Satu Abad NU, Paman Birin : Jangan Lupakan Sejarah
BANJAR – Ribuan santri dan warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kalimantan Selatan (Kalsel), turut hadir pada puncak peringatan Hari Lahir ke 100 tahun (Satu Abad) NU di Kiram, Kabupaten Banjar, Sabtu (18/2).
Peringatan diawali dengan kirab santri bersama Gubernur Kalsel Sahbirin Noor serta warga NU yang dimulai di halaman Ponpes Tahfidz dan Ilmu Al-Quran Darussalam Martapura.
Kirab dengan kendaraan roda dua melewati Tugu Intan Banjarbaru, ke arah Jalan RO Ulin – Jalan Trikora – Jalan Mistar Cokrokusumo – Jalan Gunung Kupang, hingga finish di Kiram Park yang menjadi lokasi utama peringatan.
Dalam sambutannya Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor mengatakan, perjalanan panjang NU hingga mencapai usia yang ke 1 abad ini patut dihargai, karena menurutnya, berdirinya NU erat kaitannya dengan berdirinya NKRI.
“Jas Merah, Jangan Lupakan Sejarah. Kemerdekaan Indonesia juga tidak lepas dari peran serta pengorbanan para Ustadz, Kiai, Alim ulama,” ujarnya lantang.
Gubernur akrab disapa Paman Birin ini berharap, 1 abad hari lahir NU dapat lebih membuka pikiran warga NU dalam menghadapi zaman.
“Seperti kita tahu, narkoba banyak menyerang warga kita. Barang haram itu datang dari luar sana. Ini termasuk tugas Aswaja (Ahlusunnah Waljamaah) untuk membentengi,” imbuhnya.
Sementara itu, Pengurus Pengkaderan Aswaja Center Pesantren Tebuireng, Syukron Makmun dalam tausyiahnya mengaku tidak menyangka dengan sejarah berdirinya NU di Kalsel yang hanya selisih 2 tahun setelah didirkan pertama kalinya di Jombang, Jawa Timur pada tahun 1926 lalu.
“Sebab itu, kalau di daerah lain tema peringatannya yakni membangun melestarikan budaya, kalau disini (Kalsel) yakni menyambung sanat jejak juang Muasis NU,” paparnya.
Organisasi keagamaan yang memiliki cabang di seluruh Indonesia bahkan hingga di dunia ini, pun diakuinya, selalu melaksanakan tradisi yang tidak henti-hentinya.
“Mulai dari yasinan, tahlilan, haul dan lain sebagainya,” bebernya.
Tak heran, jumlah warga NU hingga saat ini bahkan sampai tidak bisa di data dengan detail karena begitu banyak pengikutnya.
Syukron berharap, organisasi ini dapat lebih meningkatkan pendidikan yang dinaungi agar paham arti mendalam dari NU itu sendiri.
“Ajarkan tentang Ahlussunah Wal Jamaah, baik sejarah, akidah maupun fiqihnya. Ajarkan tentang argumentasi amaliyah warga NU,” pintanya.
Untuk diketahui, puncak peringatan juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada keturunan ulama besar di Kalsel. Selain itu, Paman Birin juga mengadiahkan dua buah mobil operasional masing-masing kepada Ponpes Tahfidz dan Ilmu Al-Quran Darussalam serta Ponpes Darussalam Martapura, serta pemberian jaket Banser kepada Paman Birin oleh Kakanwil Kemenag Kalsel Muhammad Tambrin. (SYA/RDM/RH)
Kominfo Kalsel Gelar Isra Miraj dan Haul ke-18 Guru Sekumpul
BANJARBARU – Dalam rangka meningkatkan silaturahmi antar pegawai, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar peringatan Isra Miraj yang dirangkai dengan Haul ke-18 Guru Sekumpul, pada Jum’at (17/2). Acara ini diisi ceramah agama oleh alumnus Pondok Pesantren Dalwa Bangil Pasuruan, Ustadz Abdul Aziz Muslim, Dan dihadiri seluruh karyawan Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan.
Dengan adanya tema “Implementasi Sholat Akan Meningkatkan Kinerja dan Profesionalitas Yang Bertanggung Jawab”, Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim ingin kembali mengingatkan bahwa sholat memiliki manfaat yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Banyak hikmah yang bisa kita ambil dari ibadah sholat ini, seperti kepemimpinan, ketaatan, aturan, dan lain sebagainya,” ucap Muslim usai menghadiri peringatan Isra Miraj.
Muslim menambahkan, dirinya mengharapkan agar ASN di lingkup Diskominfo Provinsi Kalsel terus menjaga sholat dan memetik hikmah dari pelaksanaan sholat tersebut.
“Semoga ini menjadi penguat kita dalam meningkatkan kinerja dan profesionalitas kita dalam berkinerja sehari-hari,” tutup Muslim. (MRF/RDM/RH)
Peringati Isra Mi’raj, Wujud LPPL Abdi Persada Memuliakan Bulan Rajab
BANJARBARU – Isra Mi’raj adalah dua bagian perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW., dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah Muhammad mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam. Perjalanan spiritual ini, terjadi pada hari ke-27 dari bulan ke-7 kalender Hijriyah, atau Rajab.
Tepat pada 25 Rajab 1444 Hijriyah atau Kamis (16/2), LPPL Abdi Persada FM menggelar peringatan Isra Mi’raj sekaligus haul ke-18 Guru Sekumpul, di kantornya lantai 2 kantor Diskominfo Provinsi Kalsel.
Hadir pada acara ini Sekretaris bersama sejumlah kepala bidang Diskominfo Provinsi, Dewan Pengawas dan Direktur Utama Abdi Persada, seluruh crew Abdi Persada FM, dan sejumlah pendengar setia Abdi Persada FM.
Sekitar pukul 09.00 WITA, acara dimulai dengan lantunan Maulid Al Habsyi yang dibawakan grup Al-Muhibbin (Himpora IAID Martapura) binaan Syaukani Candrawinata. Kemudian dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, yang dibacakan Muhammad Sya’rani, dan saritilawah oleh Endah Sari.
Dalam sambutannya, Direktur Utama Abdi Persada FM, Ibnu Min Haji mengucapkan terima kasih kepada semua undangan dan Insan Persada (sebutan untuk pendengar setia Abdi Persada), yang sudah berhadir mengikuti peringatan Isra Mi’raj dan haul abah Guru Sekumpul.
“Semoga kita semua mendapatkan rahmat dari Allah SWT, dan dengan peringatan ini semakin meningkatkan iman dan takwa kita serta kecintaan pada Rasulullah,” ujarnya.
Sementara itu, tausiyah agama disampaikan Ustad Muhammad Rusdi, penyuluh agama Islam KUA Martapura Kota, sekaligus pengasuh majelis ta’lim dan sholawat Asyiqol Musthafa Keraton Martapura. Dimana dalam ceramahnya, Ustadz Muhammad Rusdi menyampaikan kemuliaan bulan Rajab.
“Salah satu alasannya adalah karena peristiwa Isra Mi’raj terjadi di bulan Rajab. Dimana pada peristiwa spiritual ini, Nabi Muhammad SAW. menerima perintah shalat lima waktu yang menjadi tiang agama,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)
BKKBN RI Apresiasi Angka Stunting di Kalsel Turun
BANJARMASIN – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional RI, mengapresiasi tingginya penurunan stunting di Kalimantan Selatan.
Hal itu disampaikan Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN RI, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, usai menghadiri rapat kerja daerah yang diselenggarakan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, pada Rabu (15/2).
Bonivasius mengatakan, saat ini Kalimantan Selatan termasuk 12 Provinsi yang prioritas fokus utama sasaran stunting, berdasarkan data SSGI tahun 2021 lalu, angka stunting sebesar 30 persen, sekarang mengalami penurunan sebesar menjadi 24, 6 persen. Ini artinya terjadi penurunan sebesar 5,4 persen, ia menilai peran bapak asuh sangat besar dalam menurunkan kasus stunting di Kalsel, juga adanya dapur sehat atasi stunting.
“Program Dashat adalah dalam bentuk pemberdayaan masyarakat, untuk memenuhi gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting, terutama dari keluarga kurang mampu,” katanya
Hal senada juga disampaikan, Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili Asisten Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira. Ia menjelaskan, pencapaian penurunan stunting di Kalsel, merupakan upaya dan kerja keras, baik Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota hingga ke tingkat desa. Bahkan dukungan kerjasama dan kolaborasi dengan Kementrian maupun lembaga non kementrian serta mitra kerja.
“BKKBN Kalsel harus terus gencar, menggelar sosialisasi rencana aksi nasional percepatan penurunan stunting hingga ke tingkat desa,” pinta Fajar
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Selatan Ramlan, mengatakan, pihaknya menggelar rapat kerja daerah, dengan Tema “Bergerak Meningkatkan Kolaborasi dan Sinergitas untuk Pencapaian Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Kalsel. Hal itu dimaksudkan dalam rangka meningkatkan kolaborasi dan sinergitas, para pemangku kepentingan baik di tingkat provinsi dan pemerintah Kabupaten/Kota, serta para mitra dalam percepatan pencapaian Sasaran Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Kalsel.
“Dengan Rakerda ini dapat dirumuskan kembali, strategi penurunan stunting tahun ini secara masif dan terarah,” tutupnya.
Untuk diketahui, BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Kerja Daerah, dibuka secara resmi Gubernur Kalimantan Selatan diwakili Asisten Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira, didampingi Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN RI, Kepala BKKBN Kalsel Ramlan, dihadiri Perwakilan Kepala Daerah di tiga belas Kabupaten dan Kota, unsur Forkopimda Kalsel, serta Satgas Stunting, bertempat di salah satu hotel berbintang Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)
Sesuaikan Dinamika Ketatanegaraan, Pemprov Kalsel Ajukan Raperda RTRWP 2023-2043
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengajukan pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kalsel Tahun 2023-2043.
Pengajuan itu dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin, Rabu (15/2).
Dalam sambutan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang dibacakan Sekretaris Daerah-nya, Roy Rizali Anwar, disebutkan memang pada saat ini Kalsel memiliki Perda Nomor 9 Tahun 2015 tentang RTRWP Tahun 2015-2035.
Namun dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang serta Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja yang memberikan amanat bahwa perairan pesisir menjadi materi muatan dalam RTRWP.
“Maka Perda Nomor 9 Tahun 2015 tentang RTRWP 2015-2035 dan Perda Nomor 13 Tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kalsel Tahun 2018-2038 perlu dilakukan perubahan agar dapat sejalan dengan dinamika ketatanegaraan saat ini,” jelasnya.
Selama ini, lanjut Gubernur, pelaksanaan Perda Nomor 9 Tahun 2015 sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal yang berpengaruh antara lain pengaruh kebijakan otonomi daerah kabupaten/kota, kebijakan regional dan kebijakan nasional. Sedangkan faktor internal yang berpengaruh antara lain peta dasar dalam pemetaan, kelengkapan data dan informasi, analisis dan rencana yang saling terkait, kualitas dan kuantitas sumber daya manusia.
“Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya Raperda tentang RTRWP Kalsel Tahun 2023-2043 ini dapat mengakomodir dinamika yang terjadi pada faktor internal dan eksternal tersebut,” tegasnya.
Ditambahkan Gubernur, Raperda Tentang RTRWP Kalsel Tahun 2023-2043 memiliki peran penting dalam mendukung provinsi Kalsel sebagai pintu gerbang ibukota negara dan dapat memberikan kepastian hukum dalam penyusunan kebijakan tata ruang provinsi Kalsel
“Sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan perkembangan di Kalsel dengan tetap memperhatikan keseimbangan kelestarian alam,” tuturnya.
Dengan hadirnya Raperda RTRWP Kalsel Tahun 2023-2043 ini dapat memberikan pedoman bagi kabupaten dan kota se Kalsel dalam membangun daerah untuk beberapa tahun ke depan sehingga dapat bersinergi dalam membangun Kalsel.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripudin mengatakan pihaknya menginginkan fasilitas umum milik Pemerintah Daerah di Kabupaten/Kota bisa dikeluarkan dari kawasan hutan dalam RTRWP. Sehingga Dewan berharap nantinya pembahasan RTRWP ini bisa lebih rinci dan teliti sehingga pembangunan di Kalsel tidak lagi termasuk di zona kawasan hutan.
“Itu sih inti yang ingin juga nanti kami sampaikan kepada Pansus Raperda RTRWP,” jelasnya. (NRH/RDM/RH)
Dukung Peningkatan Layanan PMI Kota Banjarmasin, Bank Kalsel Salurkan Blood Bank Refrigerator
BANJARMASIN – Bank Kalsel berikan bantuan 1 (satu) alat laboratorium berupa Blood Bank Refrigerator Tipe BL-520 kepada Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin. Secara simbolis, bantuan diserahkan Plt. Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, kepada Ketua UDD PMI Kota Banjarmasin, Rusdiansyah, di Bank Kalsel Kantor Pusat, Lantai 3, pada Rabu (15/2).
Turut mendampingi Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan, Suriadi, serta kepala Bagian Keberlanjutan Usaha dan Hukum Perusahaan, Shah Rizky Kurniawan, Sekretaris serta Kasubbag Keuangan & Bendahara UDD PMI Kota Banjarmasin, Djumino, dan Siti Tawaddudah.
Terpenuhinya permohonan bantuan PMI Kota Banjarmasin, dilatarbelakangi pada adanya kebijakan dari UDD Pusat PMI untuk pengembangan Fraksionasi Plasma di Indonesia. Atas hal ini, UDD Kota Banjarmasin juga diikutsertakan dalam program peningkatan mutu dan dibina serta difasilitasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui pengembangan sistem Good Manufacturing Practice (GMP) atau Cara Pembuatan Obat yang baik (CPOB).
“Atas kebijakan tersebut, perlu penambahan fasilitas untuk menunjang menjadi UUD yang bersertifikasi CPOB oleh BPOM,” ujar Rusdiansyah, Ketua UUD PMI Kota Banjarmasin.
Lebih lanjut Rusdiansyah menyampaikan, dengan terpenuhinya peralatan penunjang laboratorium yang diberikan Bank Kalsel ini, maka tercapailah standar mutu yang sesuai dengan tujuan penggunaan dan memenuhi persyaratan spesifikasi produk darah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan CSR Bank Kalsel kepada PMI Kota Banjarmasin. Semoga bantuan ini, dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami salut atas kebijakan Bank Kalsel yang selalu memberikan bantuan untuk kepentingan masyarakat, khususnya Kota Banjarmasin dan masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan secara keseluruhan. Semoga Bank Kalsel terus maju dan berkembang untuk memajukan Banua Kalimantan Selatan,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan, bahwa dukungan terhadap UDD PMI Kota Banjarmasin, merupakan perwujudan tanggungjawab sosial perusahan melalui program CSR Bank Kalsel yang diwujudkan atas dasar kesesuaian dalam Sustainable Development Goals (SDGs), pada fokus tujuan (3) Good Healthand Well-Being – Memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua untuk semua usia.
“Bantuan 1 (satu) unit Blood Bank Refrigerator atau tempat penyimpanan darah ini merupakan bentuk kepedulian Bank Kalsel dalam bidang kesehatan dan sosial kemasyarakatan, yang mana hal ini diharapkan mampu membantu meningkatkan kualitas mutu standar layanan UDD PMI Kota Banjarmasin terhadap masyarakat terkait kebutuhan penyediaan kebutuhan darah. Oleh sebab itu kami berharap, bantuan ini dapat dipergunakan secara optimal, sehingga dapat mengakomodir secara cepat dan maksimal seluruh kebutuhan masyarakat akan ketersediaan darah,” pungkas Fachrudin. (ADV-RIW/RDM/RH)
Pemprov Kalsel Dukung Komitmen Presiden Hapuskan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2024
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mendukung arahan Presiden Joko Widodo, untuk menghapus kemiskinan ekstrem di tanah air tahun 2024 mendatang.
Data Bappeda Kalsel menunjukkan, Persentase Penduduk Miskin (PPM) Kalsel tahun 2022 mencapai 4,49 persen. Jauh dari PPM Indonesia 9,54 persen. Dengan kata lain jumlah penduduk miskin di Kalsel terbilang sangat sedikit dibanding jumlah keseluruhan penduduk.
Meski begitu jumlah penduduk yang masuk dalam kategori miskin esktrem di Kalsel sebagian kecil masih ditemukan. Kepala Bappeda Kalsel, Ariadi Noor mengungkapkan, pihaknya sendiri berkomitmen untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem ini sejak beberapa tahun terakhir.
“Presiden sudah mengeluarkan Perpres tentang penghapusan kemiskinan ekstrem di tahun 2024, dan Kalsel juga harus mendukung upaya tersebut,” ungkapnya baru-baru tadi.
Ariadi memaparkan, suatu wilayah dikatakan masuk dalam kategori miskin esktrem jika masih ada penduduk yang rata-rata pendapatannya berkisar Rp 15.000 – Rp 30.000 perhari, dan mempunyai tempat tinggal yang layak.
“Demikian pula dengan teman-teman difabel atau yang berstatus janda. Sangat mengkhawatirkan karena mereka tidak punya kemampuan untuk memiliki mata pencaharian sendiri,” paparnya.
Bappeda Kalsel sendiri diakui Ariadi, sudah dan terus melakukan sinergitas bersama dengan SKPD lain untuk memberantas kemiskinan ekstrem ini.
“Karena kita ingin kemiskinan esktrem ini bisa kita hapus di Kalsel,” ujarnya.
Upaya lainnya, lanjut Ariadi, dengan mengurangi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang saat ini masih sebanyak 4,74 persen.
Tak hanya dengan penyediaan lapangan kerja yang cukup, menurutnya, kualitas para pekerja juga harus ditingkatkan terutama yang berijasah minimal Diploma III (D3).
“Kalau tidak salah tahun 2021 lalu, lulusan yang berijasah D3 hingga S1 masih 11 persen. Selebihnya yang bekerja di sektor formal itu 70 persennya didominasi oleh pekerja yang berpendidikan rendah,” tuturnya.
Dengan segala upaya tersebut, Ariadi optimis, akan berdampak pada peningkatan kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalsel.
“Saat ini IPM kita masih berkisar 71,84. Meski masih dibawah nasional tapi IPM kita terus menunjukkan kenaikan sejak 5 tahun terakhir,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)
Disdikbud Kalsel Gelar Monitoring Koordinasi Gali Cagar Budaya
BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar monitoring berkoordinasi dengan seluruh Kabupaten dan Kota, dalam rangka menggali Cagar Budaya.
Hal itu disampaikan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Raudati Hildayati, kepada Abdi Persada FM, melalui sambungan telepon pada Selasa (14/2).
Raudati mengatakan, untuk memaksimalkan penggalian objek yang diduga Cagar Budaya, pihaknya tahun 2023 ini, terus menerus menjalin koordinasi dengan seluruh kabupaten dan kota. Ia berharap dengan adanya Cagar Budaya di Kalimantan Selatan, dapat dilestikan sebagai warisan bagi generasi akan datang.
“Monitoring bersama Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Pemprov Kalsel, kita gelar selama tiga hari, ke Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu dan Tanat Laut, mulai dari 14 hingga 16 Februari 2023,” katanya
Disampaikan Raudati, sebelumnya pada pekan kemarin, digelar monitoring ke Banua Anam yaitu ke Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Balangan, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Utara (HSU), Tapin dan Tabalong. Pihaknya disambut Bupati, Sekretaris dan dari Kepala Bidang Kebudayaan setempat.
“Kita tunggu hasil monitoring di lapangan, pada bulan April mendatang,” ungkap Helda
Sementara itu, Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Pemprov Kalsel, Arry Risfansyah menambahkan, pihaknya menggelar monitoring dalam rangka menindaklanjuti surat dari Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI, terkait Kabupaten dan Kota, untuk mengikuti sertifikasi selaku Tim Ahli Cagar Budaya yang ada di Kabupaten dan Kotanya masing-masing.
Sedangkan surat dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, tentang usulan penetapan peringkat cagar budaya, untuk nanti ditetapkan menjadi Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB), baik dari peringkat Kabupaten/ Kota, dan juga dinaikkan menjadi peringkat Provinsi.
“Selama ini baru Pemprov, Kota Banjarmasin Kabupaten Banjar, dan Hulu Sungai Selatan, memiliki Tim Ahli Cagar Budaya Sertifikasi, dengan monitoring di Kabupaten dan Kota imi, akan ada yang diusulkan selaku TACB Sertifikasi,” tutup Arry. (NHF/RDM/RH)
KPU Kalsel Gelar Nonbar Peluncuran Kirab Pemilu 2024
BANJARMASIN – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Selatan menggelar nonton bareng Peluncuran Kirab Pemilu Tahun 2024, bertempat di Kantor KPU Kalsel.
Nonbar dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Sulkan, mewakili Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dan unsur Forkopimda Kalsel.
Plt Ketua KPU Kalsel, Siswandi Reya’an, dalam sambutannya saat membuka acara Nonbar Peluncuran Kirab Pemilu, pada Selasa (14/2) sore, mengatakan, menindaklanjuti Surat Edaran Ketua Komisi Pemilihan Umum Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kirab Pemilu Tahun 2024. Komisi Pemilihan Umum melaksanakan kegiatan Kirab Pemilu Tahun 2024 dengan tema “Pemilu Sebagai lntegrasi Bangsa”. Pelaksanaan peluncuran pada 8 (delapan) lokasi yaitu KPU RI, KPU Aceh, KPU Kota Batam, KPU Kalimantan Barat, KPU Provinsi Kalimantan Utara, KPU Kabupaten Pulau Morotai, KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan KPU Provinsi Papua
“Setelah ini nanti akan dilanjutkan keliling Indonesia termasuk ke Kalimantan Selatan,” katanya
Sementara itu, Komisioner KPU Kalsel Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Edy Ariansyah menjelaskan, peluncuran kirab pemilu tahun 2024, merupakan kesiapan dalam penyelenggaran pemilu di seluruh Kabupaten dan Kota, menuju satu tahun menjelang pemungutan suara.
“Kita akan berikan sosialisasi dan pendidikan pemilih, agar partisipasi masyarakat bisa semakin meningkat pada Pemilu nanti,” jelasnya
Edy menambahkan, kegiatan kirab Pemilu tahun 2024 juga sebagai salah satu akses informasi, tentang penyelenggaraan Pemilu, dapat dijadikan sebagai ruang komunikasi dan berkoordinasi, yang artinya meski “Berbeda-beda tetapi tetap satu”
“Kirab sebagai sarana untuk tercipta harmonisasi penyelenggara Pemilu,” tutupnya
Untuk diketahui, Nonton Bareng Peluncuran Kirab Pemilu Tahun 2024, juga dihadiri perwakilan Ketua Partai Politik, kalangan mahasiswa serta awak media. (NHF/RDM/RH)

