Tingkatkan Nilai IPLM, Dispersip Kotawaringin Barat Kaji Tiru ke Dispersip Kalsel

BANJARMASIN – Skor Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kalimantan Selatan yang menjadi peringkat pertama dari 34 provinsi se-Indonesia dalam dua tahun berturut-turut menarik perhatian berbagai pihak.

Suasana Kunjungan Dispersip Kotawaringin Barat ke Dispersip Kalsel

Salah satunya dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang kemudian bertandang ke Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (27/10).

Rombongan Dispersip Kotawaringin Barat yang dipimpin Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Aldrin A Tindan diterima oleh Kepala Dispersip Kalsel yang diwakili Plt Sekretaris, Endang Camsudin beserta jajarannya.

“Kami melaksanakan kegiatan kaji tiru terkait pengembangan pembinaan perpustakaan di Kalsel karena kami merasa perlu banyak menggali dari yang mempunyai pengalaman yang cukup banyak,” kata Aldrin kepada wartawan, di sela kegiatan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dispersip Kalsel, Endang Camsudin menekankan pentingnya meningkatkan minat baca dan pelayanan kepada masyarakat semakin membaik, khususnya bagi pengunjung perpustakaan.

“IPLM ini bukan tujuan akhir, tetapi kami ingin bagaimana pelayanan ini bisa dinikmati masyarakat. Kita terus tingkatkan pelayanan. Alhamdulillah kerja kami untuk mendekatkan pelayanan dan agar bisa dinikmati dengan nyaman oleh masyarakat juga menghasilkan nilai IPLM tertinggi di Indonesia,” jelasnya.

Selain berdiskusi seputar cara meningkatkan mutu pelayanan perpustakaan, rombongan Dispersip Kotawaringin Barat juga diajak berkeliling melihat langsung fasilitas, sarana dan prasarana Dispersip Kalsel, antara lain perpustakaan palnam, perpustakaan anak, mobil perpustakaan keliling serta gedung perpustakaan disabilitas. (NRH/RDM/RH)

City Tour Kafilah MTQ Nasional ke-29 Hasilkan Kemajuan Destinasi Wisata Banua

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, baru saja menggelar city tour bagi para kafilah Musabaqoh Tilawatil Qur’an Nasional ke 29, dan hasilnya memberikan dampak kemajuan dalam destinasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, di ruang kerjanya pada Kamis (27/10) sore menjelaskan, pelaksanaan city tour yang dimulai 16 – 18 Oktober 2022 lalu, dengan mengunjungi destinasi wisata unggulan baik di Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar, ternyata memberikan hasil yang sangat memuaskan, yaitu para kafilah selain kagum dengan destinasi, juga membeli berbagai produk khas Kalsel.

“Kita apresiasi peranan besar dari Pokdarwis yang sudah menyiapkan jauh hari, untuk menerima tamu dari luar provinsi terutama para kafilah MTQN,” ucapnya.

Syarifuddin menjelaskan, para kafilah yang melaksanakan city tour, sangat tertarik membeli berbagai macam kerajinan tangan yang terdapat di beberapa destinasi wisata untuk dijual, seperti kain sasirangan, tas purun, batu permata serta produk makanan ringan.

“Khas Kalsel ini menjadi daya tarik dan diminati mereka,” jelasnya

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, kegiatan city tour ini sebagai salah satu upaya untuk semakin memperkenalkan berbagai destinasi wisata baik religi, keindahan alam dan ragam budaya di Banua. Ia berharap mereka akan kembali mengunjungi ke Kalimantan Selatan.

“Ada sebanyak 2.343 peserta yang melaksanakan city tour, ini membuktikan provinsi lain begitu antusias berwisata,” tutup mantan Pjs Bupati Kotabaru.

Untuk diketahui, city tour destinasi wisata yang dikunjungi diantaranya, untuk Kota Banjarmasin, wisata religi ke Makam dan Mesjid Sultan Suriansyah, Mesjid Sabilal Muhtadin dan Mesjid yang terkenal di Kubah Basirih, kemudian pasar terapung di Siring Pierre Tendean. Sedangkan Kota Banjarbaru mengunjungi Kampung Purun, Pendulangan Intan Cempaka, Museum Lambung Mangkurat, dan Kebun Raya Banua di Komplek Perkantoran Sekretariat Daerah Kalsel, kemudian untuk Kabupaten Banjar, berkunjung ke Makam Guru Sekumpul, Datu Kelampaian, Taman Hutan Rakyat, Bukit Batu, serta Desa Wisata Tiwingan Lama. (NHF/RDM/RH)

Pimpin Yayasan Uma Kandung Banjarmasin Periode 2022-2027, Rachmah Siapkan Program Unggulan

BANJARMASIN – Sejak berdiri di tahun 1988 silam, Yayasan Uma Kandung Banjarmasin terus eksis menjadi sandaran para lansia dhuafa di Kota Banjarmasin.

Terkini, Jajaran Pengurus Yayasan Uma Kandung Banjarmasin Periode Tahun 2022-2027 dikukuhkan di salah satu hotel berbintang, Rabu (26/10).

Suasana Pengukuhan Pengurus Yayasan Uma Kandung Banjarmasin

Ketua Yayasan Uma Kandung Banjarmasin, Rachmah Norlias mengatakan dirinya akan melanjutkan program-program yang menjadi andalan dan identitas Yayasan Uma Kandung, diantaranya penyaluran paket bantuan kebutuhan dasar lansia dhuafa (Ladhu), santunan makanan siap saji kepada Ladhu, pemberian modal kerja/usaha untuk pengembangan Ladhu produktif dan yang lainnya.

Dimana saat ini, tak kurang dari 230 (Ladhu) yang dibina oleh Yayasan Uma Kandung Banjarmasin.

Sedangkan dalam pengembangannya, Ketua Komisi I DPRD Kalsel ini sudah menyusun program kerja baru yakni Program Menuju Khusnul Khatimah Bagi Lansia.

“Dengan program ini kami akan keliling jemput bola ke rumah-rumah lansia untuk melakukan pembimbingan agar mereka lebih siap dalam mempersiapkan diri supaya bisa meraih khusnul khatimah,” jelasnya.

Untuk diketahui, Yayasan Uma Kandung Banjarmasin diketuai oleh Rachmah Norlias, Sekretaris oleh Wardaniah Wardiman dan Bendahara oleh Naimah Fitriyanuarty.

Dalam melaksanakan tugasnya mereka juga dibantu oleh para Wakil Ketua, ketua-ketua serta anggota bidang termasuk Bidang Kesejahteraan Anak dan Remaja, Bidang Kesejahteraan Lanjut Usia dan Masyarakat lalu Bidang Usaha dan Keuangan.

Sementara para pembinanya yakni Sjahrizada Subarjo, Siti Farida Hasan Aman, Gusti (P) Rusdi Effendi AR, KH Husin Napari, Fathul Jannah dan Siti Wasilah. Sedangkan sebagai Pengawas yakni Marwiyah Zumbry dan Aep Ruhya. (NRH/RDM/RH)

Cegah Kanker Serviks di Kalsel, Pemprov Gelar Pemeriksaan IVA

BANJARBARU – Kanker serviks merupakan penyebab kematian tertinggi nomor dua pada perempuan Indonesia setelah kanker payudara. Berdasarkan data Sistem Informasi Penyakit Tidak Menular (SIPTM), tahun 2022 tercatat ada 43 perempuan Kalsel yang terdeteksi positif saat pemeriksaan serviks.

Atas dasar tersebut, Pemprov Kalsel menggelar aksi kampanye serta memfasilitasi pemeriksaan gratis Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) serentak se-Kalsel, Kamis (27/10).

Foto bersama kegiatan kampanye IVA di STAI Darussalam Martapura

Di Kabupaten Banjar, aksi kampanye dan pemeriksaan gratis dipusatkan di STAI Darussalam Martapura. Kegiatan dibuka oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kalsel, Raudatul Janah, diwakili Ketua Bidang IV, Supian Nuryani.

Dalam sambutan tertulisnya, Ketua TP PKK Kalsel meminta para perempuan agar tidak meremehkan keganasan kanker serviks. Apalagi kebanyakan penderita diakuinya, baru menyadari mengidap kanker ini ketika sudah memasuki stadium lanjut. Padahal, antisipasi dapat dilakukan dengan deteksi sejak dini.

“Siapa pun yang berada di usia reproduksi dan punya faktor risiko, berpotensi terinfeksi human papilloma virus,” ujarnya.

Selain dengan pola hidup sehat serta menghindari faktor penyebab kanker serviks. Tingkat keganasan kanker menurutnya bisa ditekan dengan melakukan penanganan yang cepat dan tepat.

“Tetap rutin lakukan pemeriksaan kanker serviks, minimal setiap dua tahun sekali,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kalsel, Syahriani Noor mengatakan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman ibu mengenai pencegahan kanker serviks dan kanker payudara.

“Pada hari ini kita melaksanakan pemeriksaan IVA Test bagi masyarakat dengan sasaran 1.000 orang terkhusus di STAI Darusalam ini sebanyak 400 orang lebih,” ujar Syahriani.

Selain itu, diakuinya pemerintah sudah melakukan pemeriksaan kepada 26 ribu perempuan di Kalsel, yang mana di tahun ini pemeriksaan kanker serviks ditargetkan dapat dilakukan kepada 286 ribu perempuan.

“Kita akan terus optimalkan capaian kita,” ungkapnya.

Syahriani menyebut ada sejumlah ciri-ciri kanker serviks yang muncul saat seseorang mengidap kanker serviks di tahap awal. Meskipun pada dasarnya, gejala akan muncul ketika penyakit ini sudah mulai berkembang ke tahap yang lebih serius.

“Misalnya volume menstruasi menjadi lebih banyak, sakit panggul dan pinggang, sering kelelahan dan hilang nafsu makan. Jika sudah ada gejala langsung lakukan pemeriksaan sejak dini,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Paman Birin Apresiasi Tradisi Baayun Maulid Yang Digelar di CBS Martapura

BANJAR – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor turut memberikan apresiasi dan dukungan terhadap penyelenggaraan tradisi baayun Maulid yang digelar Pemerintah Kabupaten Banjar, Rabu (26/10) siang, di Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura.

Suasana acara tradisi baayun Maulid di CBS Martapura, Kabupaten Banjar

“Saya turut bahagia selaku bagian dari Pemprov Kalsel, semoga ini bisa menjadi tradisi yang menguatkan tali silaturahmi dan dapat menjunjung tinggi nilai-nilai spritual yang Islami,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kalsel itu juga menaruh harapan besar agar tradisi yang diadopsi dari zaman nenek moyang terdahulu hendaknya tetap dipertahankan. Bahkan, harus tetap dilestarikan. Sehingga, warisan budaya ini tak hilang.

“Kebersamaan dalam kearifan lokal mesti harus tetap dipertahankan. Kebudayaan ini patut diapresiasi bahkan tentu memberikan kontribusi positif,” ucapnya.

Kegiatan yang dihelat di lokasi kebanggaan warga Kabupaten Banjar itu tak luput mendapat perhatian dari Gubernur yang akrab disapa Paman Birin. Di mana, ia turut ikut meramaikan penyelenggaraan tersebut dengan berpartisipasi mengayun dan memberikan ritual betapung tawar (red: banjar).

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Banjar, Nurgita Tyas, mengungkapkan melihat antusias warga yang mengikuti tradisi baayun Maulid di CBS Martapura itu diharapkan tahun depan dapat kembali diagendakan Pemkab Banjar.

Ketua TP PKK Kabupaten Banjar Nurgita Tyas saat ikut tradisi baayun Maulid

“Ini harapan saya loh, karena akar dari mempertahankan dalam tradisi tersebut peran pemda setempat adalah kuncinya,” ungkap istri dari Bupati Banjar Saidi Mansyur itu.

Selain menjunjung tinggi adat, tradisi, sekaligus kebudayaan di banua, dia menharapkan, pada momen keberkahan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, warga di Kabupaten Banjar diminta pula untuk tidak terlena dengan euforia yang ada.

“ Tidak lupa juga untuk kita terus bersholawat atas keberkahan yang diberikan ini,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Bank Kalsel Beri Perlengkapan Penanganan Bencana Kepada Dinsos Kalsel

BANJARMASIN – Dalam rangka peningkatan pelayanan kesejahteraan sosial kepada penyintas bencana yang terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya, maka diperlukan adanya perlengkapan penanganan kebencanaan guna mendukung pelayanan yang cepat dan terarah dalam penanggulangan bencana yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Hal itulah yang menjadi dasar bagi Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan (Dinsos Provinsi Kalsel) mengajak Bank Kalsel sebagai entitas bisnis daerah, untuk berkolaborasi, berpartisipasi dalam pelayanan masyarakat terkait penanganan dan penanggulangan bencana.

Bank Kalsel pun menyambut baik dengan memberikan dukungan perlengkapan penanganan bencana kepada Dinsos Provinsi Kalsel, dalam bentuk Pakaian Lapangan Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Tenda Kerucut, serta Meja dan Kursi Lipat untuk pelaksanaan Dapur Umum.

Suasana saat penyerahan bantuan

Penyerahan bantuan dilakukan saat momen Apel Pagi Pegawai di Kantor Dinsos Provinsi, oleh Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel, Suriadi, kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Dra. Hj. Siti Nuriyani, dengan disaksikan seluruh Pegawai Dinsos Provinsi Kalsel.

Dalam sambutannya, Suriadi selaku Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel menyampaikan komitmen Bank Kalsel sebagai entitas bisnis daerah, yang senantiasa mendukung program Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami tentunya berkewajiban mendukung program pemerintah, tak terkecuali Dinsos Provinsi Kalsel yang acapkali berkontribusi terhadap penanganan bencana daerah. Bantuan yang kami berikan, diharapkan dapat membantu aktivitas para Pegawai Dinas Sosial Provinsi, dalam penanganan dan penanggulangan bencana daerah. Semoga, hal ini dapat menjadi amal jariyah bagi kita dimasa akan datang,” tutur Suriadi.

Di kesempatan tersebut, Dra. Hj. Siti Nuriyani selaku Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, memberikan apresiasinya terhadap bantuan yang diberikan Bank Kalsel, yang mana bantuan tersebut tentunya akan dimanfaatkan untuk aktivitas penanganan dan penanggulangan bencana di Kalsel.

“Alhamdulillah, hari ini telah dilakukan serah terima bantuan dari Bank Kalsel dalam rangka kesiapsiagaan terhadap bencana, yang terdiri atas Tenda Kerucut, Pakaian Lapangan, Meja dan Kursi untuk pelaksanaan Dapur Umum. Saya atas nama Kepala Dinas Sosial mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan Bank Kalsel. Semoga membawa manfaat bagi kita semua dalam melayani masyarakat korban bencana,” tutup Siti Nuryani. (ADV-RIW/RDM/RH)

Pra Popnas Zona III Resmi Dibuka Paman Birin

BANJARMASIN – Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) secara resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin HM, Rabu Malam (26/10). Opening Ceremony tersebut berlangsung meriah dihibur langsung Band D’Masiv.

Kontingen Pra Popnas Zona III di Kalsel

Dalam sambutannya Gubernur Sahbirin Noor menyampaikan, ucapan selamat datang kepada seluruh kontingen Pra Popnas Zona III di Bumi Kalimantan Selatan Babus Salam.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh kontingen di Bumi Kalimantan Selatan Babus Salam,” ungkap Gubernur yang akrab disapa Paman Birin.

Dalam kesempatan tersebut, Paman Birin mengatakan, pentingnya pembinaan usia dini dan kalangan pelajar, dalam pembinaan olahraga. Untuk mencapai prestasi yang maksimal di masa depan.

“Saat ini, di belahan dunia berlomba melakukan pembinaan olahraga dengan teknolgi ilmu pengetahuan dalam mencapai prestasi,” ucap Paman Birin.

Menurut Paman Birin, dengan pencapaian prestasi olahraga, akan mengangkat kehormatan daerah maupun negara.

“Sudah semestinya pembinaan harua dilakukan secara berjenjang dengan kerja keras, dan disiplin,” ucapnya.

Sementara itu, Deputi Kemenpora Bayu Rahadian mengatakan, pihaknya merekomendasikan Kalsel sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) setelah Palembang-Bangka Belitung 2023.

Dengan alasan, lanjutnya, penyambutan, pelayanan dan fasilitas yang disiapkan sangat luar biasa dan berkualitas, oleh Provinsi Kalimantan Selatan.

Pada pelaksanaan Pra Popnas yang dilaksanakan lima zona ini, merupakan bagian pembinaan dan ajang seleksi menuju Popnas Palembang-Bangka Belitung 2023.

“Semoga kita bisa menghasilkan atlet potensial yang akan mengharumkan negara di masa mendatang,” ucapnya.

Sedangkan, Ketua DPRD Kalsel Sopin HK, menyambut gembira Kalsel direkomendasikan menjadi tuan rumah Popnas 2025.

“Sebenarnya kita sudah siap untuk melaksanakan Popnas di Kalsel yang telah ditunjang fasilitas yang memadai. Apalagi kita barus saja sukses menggelar MTQN,” ucapnya.

Seperti diketahui, intuk perhelatan Pra Popnas Zona III diikuti 7 Provinsi yaitu Kalsel, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Utara (Kaltara), DI Yogyakarta, Bali, Jawa Tengah (Jateng), dan Banten.

Sedangkan cabang olahraga yang dipertandingkan ada 8 cabor yaitu bola basket, bola voli, bulu tangkis, pencak silat, tenis, sepak bola, sepak takraw, dan tinju. (SRI/RDM/RH)

Yani Helmi Sosialisasikan Perda Pola Tarif Layanan RSJ Sambang Lihum ke Pelosok Desa Tanjung Semalantakan

KOTABARU – Desa Tanjung Semalantakan, Kecamatan Pamukan Selatan, Kabupaten Kotabaru, kembali menjadi lokasi dalam pelaksanaan Sosialisasi Perundang-undangan (Sosper). Kali ini terkait Pola Tarif Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit (RS) Jiwa Sambang Lihum yang telah disahkan ke dalam Peraturan Daerah (Perda) Pemprov Kalsel Nomor 8 Tahun 2012.

Antusias warga saat mengikuti kegiatan sosper yang digelar M Yani Helmi

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi menjelaskan, masih banyak warga pelosok yang rata-rata tinggal di pesisir tersebut belum mengetahui sepenuhnya keberadaan atas disahkannya Perda ini. Artinya, wajar bagi dirinya untuk mensosialisasikan itu sebagai bentuk edukasi.

“Nah, terkait tarif yang diberlakukan sebenarnya tidak mencekik. Perda ini dibuat untuk menata agar tak memberatkan rakyat tetapi sebaliknya jangan sampai juga membuat rumah sakit merugi,” ujarnya kepada awak media, Rabu (26/10) malam.

Sejak reses kemarin, menuju lokasi Desa Tanjung Semalantakan tentu memakan waktu yang melelahkan. Bahkan berpikir dua kali untuk ke sana. Namun, bermodal nekat dan keberanian, penyelenggaraan Sosper terkait pola tarif pelayanan RSJ Sambang Lihum diakui berjalan lancar.

“Alhamdulillah, kami berhasil sampai menuju Tanjung Semalantakan ini dan kebetulan posisinya sudah malam. Tetapi, tentu komitmen saya selaku anggota legislatif Perda ini harus disosialisasikan kepada masyarakat dan turunannya juga terdapat Pergub yang mengatur secara detail,” bebernya.

Tak hanya sedikit bercerita soal menuju lokasi, di tempat pelaksanaan, bebernya, bahwa penyelenggaraan layanan kesehatan di RSJ Sambang Lihum tak hanya menyembuhkan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) melainkan juga dapat merehabilitasi bagi yang kecanduan NAFZA.

“Seperti tadi dijelaskan memang RSJ Sambang Lihum juga melayani rehabilitasi narkoba. Selain itu, juga ada layanan bersalin semuanya juga ada di sini tak hanya mengurusi ODGJ saja. Inilah kelebihan fasilitas yang dimiliki mereka,” jelasnya.

Sedangkan, lanjut legislatif dari Dapil VI Kotabaru dan Tanah Bumbu itu, Perda yang berisikan pasal dan sebagainya merupakan upaya implementasi pihaknya dalam menerapkan pola layanan dan pengenaan tarif. Sehingga, dalam pelaksanaan tentu telah sesuai dengan payung hukum tersebut.

“Dalam kondisi apa pun RSJ Sambang Lihum selalu siap dan kita harapkan adalah pelayanan prima. Bahkan, masyarakat yang jauh akan tetap diakomodir oleh mereka,” paparnya.

Sementara itu, Kabag Keuangan RSJ Sambang Lihum, Indra Khusnul Huda, menyampaikan, penerapan yang dikenakan ke masyarakat murni telah mengacu dengan perda yang telah disahkan di DPRD Provinsi Kalsel. Terlebih, untuk memperkuat skala lingkupnya telah ada turunan dari Pergub.

“Secara rinci sudah diatur dalam turunannya tadi. Jadi layanan kami selain menyembuhkan ODGJ juga menerima pasien untuk melakukan rehabilitasi NAPZA. Selain itu, RSJ Sambang Lihum tak hanya mencakup Kalsel saja, daerah tetangga seperti Kaltim dan Kalteng sering kami layani,” bebernya.

Terkait penerapan pola pengenaan tarif layanan bagi yang ingin melakukan rehabilitasi atas dampak negatif NAPZA, ia menjelaskan, tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan melainkan masuk ke dalam jalur fasilitas kesehatan umum.

“Kalau layanan rehabilitasi narkoba memang tidak di back up oleh BPJS Kesehatan,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Tindaklanjuti Permasalahan Longsornya Jalan di Tanbu, DPRD Kalsel Akan Berkonsultasi ke Kementerian ESDM

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan melakukan konsultasi ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menindaklanjuti permasalahan longsornya ruas jalan nasional di kilometer 171 Desa Satui Barat Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalsel, Hasanuddin Murad, kepada wartawan, usai memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak-pihak terkait, termasuk dua perusahaan tambang, yakni PT Arutmin dan PT Mitra Jaya Abadi Bersama (MJAB serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Banjarmasin, Selasa (25/10).

Suasana RDP Komisi III DPRD Kalsel dengan Pihak-pihak Terkait

“Komisi III DPRD Kalsel rencananya akan ke Kementrian ESDM di Jakarta pada Jumat (27/10) bersama Balai Pelaksana Jalan Nasional dan Dinas ESDM Kalsel,” katanya.

Dalam kesempatan itu nantinya, lanjut Hasanuddin, pihaknya akan meminta Kementerian ESDM agar turun ke Kalsel melihat langsung lokasi longsor di jalan nasional KM 171 Kecamatan Satui, beberapa waktu lalu, karena ruas jalan nasional tersebut letaknya berdekatan dengan lokasi tambang batubara.

Hasanuddin mengungkapkan salah satu hasil RDP, pihaknya menilai keberadaan Inspektur Pertambangan ini kurang efektif melakukan pengawasan pertambangan, karena dengan melihat tupoksi mereka ternyata masih kurang maksimal.

“Mereka secara teori memahami, namun secara implementasinya, mereka kesulitan, karena berhadapan langsung dengan pemilik tambang yang mempunyai power dan diback up oknum-oknum tertentu,” jelasnya.

Oleh karena itu, Komisi III DPRD Kalsel mengharapkan Kementrian ESDM agar memberikan kewenangan ke daerah untuk dapat mengawasi aktivitas pertambangan yang ada di daerah yang telah diberikan izin sebagai wakilnya.

“Kewenangan perizinan itu kan di pusat, seharusnya pusat tegas mengawasi. Saya pesimis kalau hanya Inspektor Pertambangan yang mengawasi dan masih seperti ini, sehingga tidak menutup kemungkinan akan terulang lagi,” katanya.

Politisi Golkar itu juga mengungkapkan penjelasan dari PT Arutmin dan PT MJAB dalam RDP, aktivitas pertambangan mereka sudah sesuai ketentuan perundang-undangan yang secara legal perizinannya dikeluarkan dari Kementrian ESDM.

Mengutip penjelasan pihak perusahaan tambang, jelasnya, bahwa aktivitas pertambangan yang dilakukan berkisar sekitar 700 meter dari bahu jalan dan sudah sesuai ketentuan dan tidak boleh ada aktivitas, namun pada kenyataannya ada aktivitas pertambangan di konsesi PT Arutmin yang dilakukan perusahaan lain.

Ada pencurian dari perusahaan lain di area konsesi pertambangan milik PT Arutmin dan mereka sudah melaporkan ke pihak berwajib,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Dorong Kemandirian Petani Kelapa Sawit, Gubernur Kalsel Buka Workshop dan Exhibition Sentra Informasi Sawit Indonesia

BANJARMASIN – Saat ini dan di masa yang akan datang, perkebunan merupakan salah satu sektor yang mempunyai peranan penting dan strategis dalam pembangunan nasional.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor pada Workshop dan Exhibition Sentra Informasi Sawit Indonesia di salah satu hotel berbintang, Rabu (26/10).

Suasana Pembukaan Workshop dan Exhibition Sentra Informasi Sawit Indonesia

Menurut Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini sektor perkebunan memiliki peran penting dan strategis karena sektor perkebunan ini memiliki peran dalam peningkatan pendapatan, penyerapan tenaga kerja, penerimaan devisa, Produk Domestik Bruto (PDB), penyediaan bahan baku industri, pusat pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

“Oleh karena itu, percepatan pembangunan pada sektor perkebunan, dan mengintegrasikannya dengan sub sektor lain, sangat penting untuk dilakukan,” katanya.

Paman Birin berharap, kegiatan ini dapat memberikan manfaat, membangun dan meningkatkan sinergitas, koordinasi, komitmen, dan kerjasama antar pemerintah daerah dengan stakeholder demi terwujudnya perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, serta terwujudnya kemandirian ekonomi petani kelapa sawit.

Hal itu sebagaimana tema yang diangkat dalam kegiatan ini, yaitu ”Meningkatkan Kapasitas dan Kapabilitas Koperasi untuk Mendorong Kreatifitas Sektor UMKM, Demi Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Petani Kelapa Sawit”.

“Semoga melalui kegiatan ini, dapat memberikan manfaat, menyamakan persepsi, komitmen, untuk perwujudan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, dan kemandirian ekonomi petani kelapa sawit,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Sawit (Kopsa) Setara, KH. Suher mengatakan, Kopsa Setara terus memberikan kesempatan untuk seluruh elemen masyarakat yang mempunyai kepedulian terhadap pengembangan kelapa sawit yang berkelanjutan di Indonesia untuk bergabung menjadi anggota koperasi.

“Saat ini Kopsa Setara memiliki beberapa unit usaha dan terbaru Kopsa Setara menjadi distributor resmi dari Damimas Sejahtera,” katanya.

Ketua DPW APKASINDO Riau Periode 2019 – 2024 itu berharap, Kopsa Setara dapat menjangkau semua kalangan, memberikan dampak positif untuk petani sawit Indonesia.

“Semoga bertambah pula unit-unit usaha yang dijalankan oleh Kopsa,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, juga dilaksanakan syukuran HUT ke 1 Kopsa Setara dengan ditandai pemotongan tumpeng oleh Ketua Koperasi Sawit (Kopsa) Setara, KH Suher dan diberikan kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version