Gubernur Berpesan PT PAM Bandarmasih Dapat Memberikan Pelayanan Prima

BANJARMASIN – Pada Peringatan Hari Ulang Tahun PT Air Minum Bandarmasih ke 50, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor berperan agar dapat memberikan pelayanan terbaik, kepada pelanggan.

Pesan ini disampaikan Plt Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Kalsel Subhan Noor Yaumil mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menghadiri Syukuran HUT PT Air Minum Bandarmasih ke 50 Tahun 2023, di Aula Kantor PT PAM Bandarmasih, Kamis (9/3).

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Subhan meminta kepada PT Air Minum Bandarmasih di usia yang ke 50 ini, dapat meningkatkan pelayanan, yang saat ini sudah mencapai 99 persen.

Plt Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Subhan Noor Yaumil

“Kedepannya diharapkan untuk sisa satu persen tersebut, dapat terpenuhi,” ucapnya.

Sehingga, tidak adalagi warga di Kota Banjarmasin yang tidak mendapatkan layanan air bersih dari PT Air Minum Bandarmasih.

“Peningkatan pelayanan inilah, yang dapat terus dilakukan oleh PT Air Minum Bandarmasih. Demi kepentingan warga di Kota Banjarmasin,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi terhadap launching Aplikasi Bandarmasih Mobile. Diluncurkan bertepatan dengan Syukuran HUT PT Air Minum Bandarmasih ke 50.

“Aplikasi yang diluncurkan oleh PT Air Minum Bandarmasih merupakan pelayanan, yang diberikan untuk masyarakat,” ujarnya.

Karana aplikasi tersebut bertujuan, untuk mempermudah masyarakat dalam hal melakukan pembayaran, tagihan mereka.

“Aplikasi Bandarmasih Mobile juga dilengkapi fitur lainnya, seperti pengaduan gangguan serta lainnya,” ucap Gubernur. (SRI/RDM/RH)

Pasien Cuci Darah Gagal Ginjal di RSUD Ulin Sebanyak 300 Orang Per Bulan

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin Memperingati Hari Ginjal Sedunia Tahun 2023. Peringatan ini ditandai dengan pelepasan balon ke udara, di Halaman RSUD Ulin Banjarmasin, Kamis (9/3). Dipimpin langsung Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar.

Izzak menjelaskan, dilaksanakannya kegiatan ini sebagai pengingat, bahwa saat ini penderita ginjal semakin banyak.

“Tentunya Peringatan ini sebagai bentuk pengingat bagi kita semua,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Oleh karena itu, lanjut Izzak, masyarakat diimbau untuk dapat menjaga kesehatan ginjal, dengan mengkonsumsi makanan yang sehat.

“Saat ini pasien ginjal terus mengalami peningkatan, dan membuat anggaran pemerintah semakin membengkak, untuk membantu perawatan dari pasien ginjal tersebut,” jelas Izzak.

Karena itu, tambahnya, masyarakat diminta untuk bersama sama menjaga kesehatan ginjal tersebut.

“RSUD Ulin Banjarmasin terus memberikan sosialisasi serta pengetahuan kepada masyarakat bagaimana cara menjaga kesehatan ginjal,” tutur Izzak.

Sementara itu Kepala Instalasi Hemodialisis Enita Rahmawati mengatakan, saat ini jumlah pasien penyakit ginjal terus mengalami kenaikan di Provinsi Kalimantan Selatan.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar bersama Kepala Instalasi Hemodialisis Enita Rakhmawati

Bahkan, lanjutnya, untuk pasien gagal ginjal yang menjalani perawatan cuci darah di RSUD Ulin Banjarmasin cukup banyak.

“Kami menerima pasien cuci darah akibat gagal ginjal kurang lebih 300 orang,” ungkapnya.

Masing masing pasien tersebut menjalani cuci darah, sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu.

“Untuk usia penderita gagal ginjal dari usia anak anak hingga orang dewasa,” ucap Enita.

Pada peringatan Hari Ginjal Sedunia Tahun 2023 dibagikan bingkisan kepada pasien gagal ginjal yang sedang menjalani perawatan cuci darah di RSUD Ulin Banjarmasin. Bekerjasama dengan Darma Wanita serta TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RDM/RH)

Raih 2 Penghargaan Dari Pemprov Kalsel, MPP Banjarbaru Diganjar Predikat Terbaik

BANJARBARU – Pemko Banjarbaru menyabet dua kategori penghargaan Pelayanan Publik, Reformasi Birokrasi, dan SAKIP yang diberikan oleh Pemprov Kalimantan Selatan. Pemberian penghargaan itu berlangsung saat agenda Rakornis dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan, di Gedung Idham Chalid, Kamis (9/3).

Adapun dua kategori penghargaan yang diraih Pemko Banjarbaru ialah Penerapan Reformasi Birokrasi di Kalsel Tahun 2022 dengan torehan peringkat Terbaik 3, predikat B, nilai 66,14. Serta penghargaan dalam Pelayanan Publik dan MPP (Mal Pelayanan Publik) di Kalsel Tahun 2022 dengan predikat Terbaik 2.

Wali Kota Banjarbaru, M. Aditya Mufti Ariffin, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, Said Abdullah, menerima kedua plakat penghargaan yang diserahkan oleh Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata kualitas pelayanan publik di Kota Banjarbaru yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Termasuk membuktikan prosedur birokrasi di era kepemimpinan Aditya Mufti Ariffin yang semakin cepat, mudah dan mengurangi berbagai hambatan.

“Alhamdulillah, kita menerima 2 penghargaan sekaligus dari Pemprov Kalimantan Selatan. Insya Allah kita akan berusaha lebih meningkatkan lagi. Terutama capaian SAKIP sebagaimana arahan bapak Wali Kota, target kita meraih predikat B maupun A,” kata Said Abudllah.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, dalam sambutannya yang dibacakan Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar, menyampaikan apresiasi atas komitmen bupati/walikota dan jajarannya dalam menyelenggarakan pelayanan publik.

Tak sampai disitu Gubenur, ucap Roy juga mendorong agar seluruh kabupaten kota di Kalimantan Selatan memiliki MPP. Pasalnya ini sebagai salah satu upaya percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik di masing-masing daerah.

“MPP dapat memudahkan akses masyarakat terhadap layanan publik, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik, meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik, serta memberikan pelayanan yang ramah dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” jelas Roy

Seperti diketahui, selain di Kota Banjarbaru, hingga saat ini hanya terdapat 4 daerah di Kalsel yang telah memiliki MPP. Yaitu di Kabupaten Tabalong, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar.

MPP Banjarbaru sendiri terbilang paling unggul dengan andilnya membantu torehan prestasi Pemko Banjarbaru di kancah nasional. Salah satunya ialah predikat kepatuhan standar pelayanan publik tahun 2022 dari Ombudsman RI atas tingginya kualitas pelayanan publik. (MedCenBJB-RDM/RH)

Hadir di Tengah Korban Banjir, Paman Birin Bagikan Bantuan

BANJAR – Masyarakat terdampak banjir mendapatkan perhatian serius dari Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin.

Paman Birin bersama Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Kalimantan Selatan mengunjungi masyarakat di Desa Tajau Landung, Kabupaten Banjar, pada Kamis (9/3) subuh.

Pada kunjungan tersebut Paman Birin membagikan bantuan beras, ribuan nasi bungkus dan juga kue. Bahkan, Paman Birin dan Kepala SKPD menyempatkan diri ngopi bareng di rumah warga.

Turut hadir Sekretaris Daerah Roy Rizali Anwar, Asisten serta Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

Sekdaprov (tiga dari kanan) dan sejumlah kepala SKPD Pemprov Kalsel yang mendampingi penyerahan bantuan

Kedatangan Paman Birin pun menjadi magnet bagi warga, dari anak-anak sampai orang tua.Semua warga pun secara bergiliran mendapatkan bantuan.

Paman Birin mengatakan, bantuan ini wujud nyata perhatian Pemprov Kalsel terhadap masyarakat yang terdampak banjir.

Menurut Paman Birin, banjir yang melanda membuat aktvitas masyarakat menjadi terganggu.

“Kita berdoa agar banjir cepat surut dan warga bisa kembali bekerja seperti semua. Kita hadir di tengah-tengah masyarakat terdampak banjir,” terang Paman Birin.

Sementara itu, Plt Kadinsos Kalsel Muhammadun mengatakan, pihaknya menyiapkan 1.000 nasi bungkus untuk masyarakat melalui dapur umum.

“Kami menyiapkan 1.000 bungkus melalui dapur umum Dinsos Kalsel, SKPD lainya juga menyiapkan masing – masing,” katanya.

Makanan yang telah disiapkan kemudian di antar ke wilayah Desa Tajau Landung, Keliling Benteng, Telok Selong hingga ke wilayah sekitarnya.

Salah seorang warga Tajau Landung, Salapudin mengucapkan terima kasih kepada Paman Birin atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih Paman Birin, beliau sangat memperhatikan kami, dalam setengah bulan terakhir, Paman Birin sudah 3 kali mengunjungi desa kami,” katanya.

Menurutnya, banjir merendam rumah warga hingga sampai lutut orang dewasa. Namun seiring berjalanya waktu banjir mulai surut. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Investor Mulai Lirik Sektor Perkebunan dan Pertanian Kalsel

BANJARBARU – Potensi investasi Green Economy (Ekonomi Hijau) terutama sektor pertanian dan perkebunan di Kalimantan Selatan mulai membangkitkan minat investor.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Endri, mengungkapkan, cabai hiyung di Kabupaten Tapin menjadi sorotan calon investor, karena dinilai salah satu cabai terpedas di Indonesia.

Hal itu diakui Endri, terungkap saat pihaknya mengundang para investor dalam high level meeting di Jakarta belum lama tadi.

Permintaannya terbilang fantastis. Dalam sepekan, Kalsel ditantang mampu mengirimkan 100 ton cabai hiyung.

“Ini suatu potensi yang sangat menjanjikan. Kami akan mengecek ketersediaan disana (Tapin),” ucap Endri, Rabu (8/3).

Ketertarikan calon investor ini jelas sangat berpotensi bagi perkembangan ekonomi petani serta inflasi Kalsel. Di sisi lain, menurut Endri, Pemda setempat juga harus menyiapkan lahan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan itu.

“Karena sifat investasi ini berkelanjutan, makanya yang kita harus persiapkan mulai saat ini adalah ketersediaan lahan,” ungkapnya.

Ketertarikan investasi green economy juga berlaku di Kabupaten Banjar. Kepala DPMPTSP setempat, Yudi Andrea menyebut, perkebunan karet di kabupaten ini mulai dilirik oleh sejumlah investor.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Banjar, Yudi Andrea

“Kita tahu perkebunan karet di tempat kita memang menjanjikan, tetapi kita ingin disini dibangun industri hilirisasinya,” ucapnya.

Diketahui, realisasi investasi Kabupaten Banjar tahun 2022 sebesar Rp 2,372 Triliun. Jauh melampaui target sebesar Rp 1,428 Triliun.

Tingginya minat investasi sektor perkebunan di kabupaten Banjar, bahkan menjadikan sektor ini berada pada peringkat pertama penyumbang realisasi investasi terbesar di tahun itu.

“Pertama sektor perkebunan, lalu pertambangan Galian C, dan diurutan ketiga sektor perdagangan dan jasa,” terangnya.

Selain perkebunan, Yudi mengaku, di tahun ini pihaknya juga akan menawarkan investasi di sektor pariwisata.

“Kita punya Riam Kanan yang keindahannya tidak bisa dipungkiri. Kita juga setiap tahun ada haul. Ini peluang investasi yang seharusnya menjadi daya tarik investor,” bebernya. (SYA/RDM/RH)

Kakap Putih Kalsel Jadi Incaran Pembudidaya dan Pemasok ke Luar Negeri

KOTABARU – Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut Kotabaru tengah mendongkrak pengembangan komoditi kakap putih. Selain bisa bertahan di air asin dan payau, nilai ekonomi dari komoditi ini ternyata cukup menjanjikan bagi pembudidaya.

Bibit kakap putih yang dilakukan perbanyakan di keramba jaring apung di PBAPL Kotabaru

Terang saja, potensi pengembangan dari kakap putih untuk dibudayakan justru mulai diminati tak hanya Bumi Saijaan, Kotabaru saja. Melainkan, turut dikembangkan di daerah lain.

Kepala Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut Kotabaru, Akhmad Baihaki, mengakui jika daerah lain mulai menggeluti sektor ini. Dari 13 kabupaten/kota di Kalsel, Tanah Bumbu, Tanah Laut dan Barito Kuala mulai tertarik untuk pengembangan.

“Dengan adanya keberadaan dari balai ini tentu sudah banyak permintaan dari pembudidaya terutama dari tiga daerah yang disebutkan tadi,” ujarnya, kepada Abdi Persada FM, belum lama tadi.

Saking bernilai tinggi, Baihaki menerangkan, komoditi kakap putih ini digemari oleh sejumlah negara luar. Sehingga bibitnya pun mulai di ekspor.

“Tahun ini saja, sebelum memulai perbenihan sudah ada yang melakukan pemesan kakap putih. Bahkan, bisa dibilang pangsa pasarnya cukup bagus,” terangnya.

Dari pengalaman, ada beberapa pembudidaya yang berhasil mengembangkan ini. Beruntungnya lagi, komoditi tersebut langsung dikirim mereka.

“Peminatnya dari luar negeri makanya langsung di ekspor ke sana,” paparnya.

Selain itu, ia melanjutkan, khusus di Kabupaten Kotabaru harga ikan kakap per kilogramnya saja sudah mampu menyentuh Rp40 – Rp50 ribu.

“Namun, apabila sudah didistribusikan ke Banjarmasin harganya pun dapat mencapai Rp60 – Rp70 ribu per kilogramnya,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Gelar Pasmur, Kantor KADIN Kalsel Diserbu Warga

BANJARMASIN – Kurang lebih 15 hari lagi, muslim di seluruh dunia menjalani puasa Ramadhan. Berbagai persiapan dilakukan untuk menghadapi bulan suci tersebut. Termasuk pada ibu rumah tangga, yang mempersiapkan kebutuhan rumah tangga, selama Ramadhan.

Tak salah jika kemudian Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar pasar murah, menyambut kehadiran bulan Ramadhan 1444 Hijriah. Tepatnya pada Selasa (7/3) hingga Rabu (8/3), pasar murah ini digelar di halaman kantor KADIN Kalsel jalan Hasan Basri Banjarmasin. Beragam kebutuhan pokok dijual pada kegiatan ini. Mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, bumbu dapur, sirup dan juga kopi serta teh.

Karena lokasinya yang tepat di pinggir jalan raya, maka tidak heran, jika pasar murah ini mendapat perhatian dari warga sekitar maupun pengguna jalan yang melintas. Sejak jam 10.00 WITA, warga sudah berdatangan dan berdesakan membeli bahan kebutuhan pokok, dengan harga murah.

“Intinya kita ingin membantu masyarakat memenuhi kebutuhannya jelang Ramadhan, dan juga membantu pemerintah menekan angka inflasi”, jelas Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan KADIN Kalsel, Aftahuddin kepada wartawan pada Selasa (7/3).

Lebih lanjut Aftahuddin mengatakan, kegiatan serupa akan digelar di 9 titik lainnya di kota Banjarmasin, menjelang Ramadhan tahun ini.

“Kita fokuskan di kawasan yang berdekatan dengan pemukiman warga dengan penghasilan di bawah rata – rata. Nanti juga kegiatan pasar murah ini digelar di kota Banjarbaru,” ujarnya.

Stand beras di Pasmur KADIN Kalsel

Seluruh komoditas yang dijual pada gelaran pasar murah KADIN Kalsel ini, ditawarkan dengan harga miring. Contohnya beras medium seharga Rp45.000 per 5 kilogram, dan beras premium Rp65.000 per 5 kilogram. Bahkan dalam waktu kurang dari satu jam, beras medium yang dibawa Bulog Divre Kalsel, langsung habis terjual. (RIW/RDM/RH)

RSUD Ulin Banjarmasin Lulus Akreditasi Paripurna

BANJARMASIN – RSUD Ulin Banjarmasin dinyatakan lulus Akreditasi Paripurna dari Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Darma Husada.

Sertifikat Akreditasi Paripurna diserahkan langsung Direktur Utama LARS DHP Heru Ariyadi kepada Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, di Gedung Mahligai Pancasila, Selasa (7/3).

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar mengatakan, Perjuangan RSUD Ulin Banjarmasin untuk mendapatkan sertifikat Akreditasi Paripurna kali ini cukup berat.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar

“Mengingat, pada saat pandemi COVID-19, tidak semua pelayanan dilaksanakan secara maksimal, karena fokus dalam penanganan pasien COVID-19 tersebut,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Namun, lanjut Izzak, karena adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Dewan Pengawas RSUD Ulin Banjarmasin, serta seluruh karyawan yang telah bekerja maksimal. Sehingga, akreditasi Paripurna dapat kembali diraih RSUD Ulin Banjarmasin.

“Dengan dukungan semua pihak, maka RSUD Ulin Banjarmasin dapat meraih kembali Akreditasi Paripurna,” ujar Izzak.

Izzak berharap, RSUD Ulin Banjarmasin dapat terus memberikan pelayanan terbaik, kepada masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan serta daerah tetangga lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Izzak juga menyampaikan pesan dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, agar RSUD Ulin Banjarmasin tidak membeda beda pasien.

“Gubernur tidak pernah henti-hentinya mengingat, agar dalam pemberian pelayanan kesehatan tidak membedakan pasien, baik kaya ataupun kurang mampu,” ungkapnya.

Menurut Izzak, bahkan pasien kurang mampu serta tidak memiliki BPJS kesehatan tetap dilayani dengan baik.

“Karena Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan bantuan, untuk pengobatan warga kurang mampu tersebut. Sehingga seluruh warga di Provinsi Kalimantan Selatan mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin,” ucap Izzak. (SRI/RDM/RH)

Promosikan Cagar Budaya, Disdikbud Kalsel Kembali Gelar Jelajah CB

HULU SUNGAI TENGAH – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menggelar Jelajah Cagar Budaya (CB), dalam rangka mempromosikan Cagar Budaya di Kalsel.

Hal itu disampaikan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, melalui Kabid Kebudayaan, Raudati Hildayati, kepada Abdi Persada FM, melalui sambungan telepon, pada Selasa (7/3)

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati

Raudati mengatakan, Jelajah Cagar Budaya ini merupakan kegiatan rutin tahunan, yang digelar Bidang Kebudayaan dari Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel. Tahun 2023 dilaksanakan ke Kabupaten Hulu Sungai Tengah, diikuti lima Sekolah yaitu, SMAN 1, SMA 4, SMKN 1, SMKN 2 dan MAN 2, masing-masing satu sekolah terdiri 9 orang peserta baik siswa- siswi serta 1 guru pendamping.

“Kami ingin kalangan pelajar dapat semakin meningkatkan pemahaman tentang sejarah dan cagar budaya, agar membantu dalam mempromosikan, melestarikan, bahkan mencintai cagar budaya sendiri,” pintanya

Disampaikan Raudati, pelaksanaan Jelajah Cagar Budaya tahun 2023 ini, memang berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya, karena mengunjungi obyek Cagar Budaya yang bernuansa Islam, yaitu ke Masjid As Shulaha, kemudian Masjid Keramat Palajau, dan Masjid Al A’la di desa Jatuh, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

“Mendekati bulan Ramadhan, sangat tepat dikenalkan objek Cagar Budaya yaitu beberapa Masjid bersejarah,” katanya

Suasana Jelajah Cagar Budaya di Kab HST, di salah satu masjid

Sementara itu, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah menambahkan, dalam kegiatan Jelajah Cagar Budaya, kalangan pelajar diberikan materi tentang Kecagar Budayaan
yang disampaikan Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kalsel Nuralam, dilanjutkan dari Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Sakti Wiku Atmojo, memberikan materi Cagar Budaya Bernuansa Islam, serta Budayawan Kalsel, Sunarno, yang juga memperkenalkan dan memberikan informasi tentang topeng dan wayang.

“Setelah materi disampaikan, kalangan pelajar diajak berkunjung langsung, ke objek Cagar Budaya di Kabupaten HST,” tutupnya

Untuk diketahui, Jelajah Cagar Budaya ini digelar selama tiga hari mulai 6 – 8 Maret 2023, hari pertama persiapan, hari kedua pelaksanaan dan hari ketiga pengadministrasian. (NHF/RDM/RH)

Tanah Laut Jadi Penyumbang TKA Terbanyak di Kalsel

BANJARBARU – Jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kalsel dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Kabupaten Tanah Laut menjadi daerah penyumbang terbanyak atas imigran ini.

Kepala Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalsel, Akhmad Yurany, menyebutkan, meski tidak hapal berapa total keseluruhan TKA yang bekerja di Tanah Laut, namun ia memastikan ada hampir ratusan lebih pekerja asing resmi terlapor secara legal di sejumlah perusahaan.

“Kalau sesuai kewenangan kami di empat wilayah seperti Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Tapin. Memang terbanyak itu di Tanah Laut,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Senin (6/3) siang.

Dia mengungkapkan, hampir 100 TKA di Bumi Tuntung Pandang tercatat bekerja dilingkungan perusahaan. Namun, hal tersebut justru membuat banyak pekerjaan mereka tidak tetap.

“Hanya saja karyawan asing ini tidak memiliki kontrak yang permanen, sehingga, apabila pekerjaannya habis mereka balik ke negaranya. Setelah ada TKA ini kembali untuk bekerja,” bebernya.

Tercatat data Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalsel, dari 100 lebih perusahaan di empat daerah 70 persennya adalah diisi TKA yang berasal dari negara China dan India.

“Rata-rata mereka memang berasal dari dua negara ini. Itu pun merupakan data yang tercatat sejak tahun 2022 – 2023,” ungkap Yurany.

Selain itu, dirinya juga membeberkan daerah kedua yang terbanyak memiliki Tenaga Kerja Asing. Namun, tercatat resmi dan terverifikasi.

“Yang daerah kedua ada di Kabupaten Banjar dan itu juga lumanyan banyak. Ini sama juga seperti tala apabila pekerjaan habis balik lagi mereka ke negaranya dan sistem berlanjut,” ungkap dia

Kemudian, ia menjelaskan, daerah yang tercatat sedikit memiliki tenaga kerja asingnya berada di Kota Banjarbaru. Sedangkan, Tapin diketahui hingga kini masih belum melaporkan berapa total keseluruhan pegawai imigran luar negeri yang bekerja.

“Kalau di Banjarbaru, paling sedikit sekitar di bawah 10 orang. Untuk Tapin nanti akan coba kita telusuri dan tindaklanjuti,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version