WFH Dikecualikan, Satpol PP dan Damkar Kalsel Tetap Siaga Layani Masyarakat

Banjarbaru – Kebijakan penyesuaian sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui mekanisme Work From Home (WFH), tidak berlaku bagi jajaran Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Provinsi Kalimantan Selatan.

Sebagai garda terdepan dalam pelayanan ketenteraman, ketertiban umum, serta penanganan darurat, seluruh personel tetap menjalankan tugas dari kantor dan pos masing – masing.

Satpol-PP dan Damkar Kalsel tetap siaga melayani masyarakat.(foto : Satpol-PP dan Damkar Kalsel)

Kepala Satpol-PP dan Damkar, Dany Matera Saputra, melalui Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, Yudhiana Khusnan Kurniawan menjelaskan, bahwa kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Nomor 100.3.4.1/00652/ORG/2026 tentang Transformasi Budaya Kerja ASN.

“Satpol PP dan Damkar termasuk unit layanan yang dikecualikan dari WFH. Kami tetap bekerja dari kantor guna memastikan target kinerja tercapai dan pelayanan publik tetap berjalan optimal,” ujarnya, Jumat (17/4).

Meski tetap bekerja secara langsung, pihaknya tetap menerapkan prinsip efisiensi, terutama dalam penggunaan energi dan operasional. Selain itu, fasilitas transportasi bagi personel juga tetap disediakan dengan penyesuaian jumlah armada.

“Pengawasan dan pengendalian tetap dilakukan secara berjenjang oleh pimpinan agar pelaksanaan tugas berjalan maksimal,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran, Maulana Fatahillah menegaskan, bahwa Damkar tetap siaga penuh mengingat tuntutan respons cepat dalam kondisi darurat.

Personel operasional tetap berjaga di pos dengan sistem shift, termasuk melakukan pemeliharaan armada dan pengecekan peralatan.

Layanan penyelamatan seperti evakuasi hewan liar, pelepasan cincin, hingga penanganan sarang tawon juga tetap berjalan normal.

“Fungsi kami menuntut kehadiran langsung di lapangan. Karena itu, seluruh personel tetap bersiaga untuk merespon setiap laporan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga memastikan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi siap pakai, serta mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menghubungi layanan darurat jika membutuhkan bantuan.

“Kami tetap bersiaga di kantor dan pos untuk seluruh masyarakat. Mohon doa dan kerja sama agar Banua kita tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

Untuk layanan darurat Damkar Provinsi Kalimantan Selatan, masyarakat dapat menghubungi call center di nomor 0811-519-113. (SYA/RIW/EPS)

Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan, Perkuat Keamanan Pangan Melalui Sosialisasi Cemaran dan Penyakit Bawaan Pangan

Banjarmasin – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan, bekerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banjarmasin menyelenggarakan kegiatan sosialisasi, terkait cemaran pangan dan penyakit bawaan pangan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung penerapan standar kesehatan lingkungan dan keamanan pangan, di kawasan pelabuhan.

Sosialisasi ini menghadirkan Elfia N. Normayanti, selaku Ketua Tim Kerja III – Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Lingkungan dari Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banjarmasin, sebagai narasumber utama.

Kegiatan ini juga dihadiri para penjamah makanan, pengelola kantin, serta pihak terkait di lingkungan pelabuhan.

Acara dibuka secara resmi Yoga Arya Kuswanto, selaku Junior Manager HSSE yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pengelolaan higiene dan sanitasi pangan, sebagai bagian dari upaya pencegahan risiko kesehatan di area pelabuhan.

“Kegiatan ini menjadi langkah konkret kami dalam memastikan seluruh aktivitas penyediaan pangan di lingkungan pelabuhan memenuhi standar kesehatan dan keselamatan. Kami berharap seluruh penjamah makanan dapat menerapkan prinsip higiene dan sanitasi secara konsisten guna mencegah risiko penyakit bawaan pangan,” ujar Yoga Arya Kuswanto.

Dalam pemaparannya, Elfia N. Normayanti menjelaskan, bahwa cemaran pangan terdiri dari beberapa jenis, yaitu cemaran fisik, cemaran biologi, cemaran kimia, serta alergen.

“Penjamah pangan memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah terjadinya penyakit bawaan pangan. Dengan memahami jenis cemaran serta cara pencegahannya, diharapkan setiap individu yang terlibat dalam pengolahan pangan dapat menjaga keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat,” jelas Elfia N. Normayanti.

Dijelaskan, bahwa cemaran fisik merupakan benda asing yang tidak seharusnya terdapat dalam makanan, seperti rambut, logam, atau benda kecil lainnya, yang dapat menyebabkan cedera atau gangguan kesehatan bagi konsumen.

Cemaran biologi menjadi salah satu faktor utama penyebab penyakit bawaan pangan, yang berasal dari bakteri, virus, parasit, maupun mikroorganisme lainnya.

Selain cemaran fisik dan biologi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai cemaran kimia yang dapat berasal dari bahan alami maupun bahan kimia berbahaya, seperti formalin, boraks, dan logam berat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman serta menerapkan praktik higiene dan sanitasi pangan yang baik dalam aktivitas sehari-hari. (Pelindo-RIW/EPS)

Dorong Eliminasi TBC, Pemkab Banjar Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Banjarbaru – Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor, dalam rangka Hari Tuberkulosis (TBC) Sedunia Tahun 2026 tingkat Kabupaten Banjar, di salah satu hotel di Banjarbaru, Kamis (16/4).

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Banjar, Said Idrus Al Habsyi, yang menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menekan angka kasus TBC.

Suasana pertemuan peringatan Hari TBC Sedunia Pemkab Banjar

Dalam sambutannya, Said Idrus mengungkapkan, bahwa Indonesia saat ini menempati peringkat kedua di dunia dengan estimasi 1,06 juta kasus baru TBC dan angka kematian mencapai 125 ribu jiwa.

Sementara di Kabupaten Banjar, hingga Maret 2024 tercatat 237 kasus atau sekitar 25,23 persen dari target penemuan kasus.

“Penyakit Tuberkulosis masih menjadi tantangan besar. Meski berbagai upaya telah dilakukan, angka kasus masih cukup tinggi dan masih banyak yang belum terdeteksi,” ujarnya.

Ia menegaskan, penanganan TBC tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga masyarakat hingga sektor swasta.

Menurutnya, peran aktif semua pihak sangat diperlukan, terutama dalam meningkatkan penemuan kasus secara dini, mendukung skrining TBC, memperkuat peran kader, serta memastikan keberlanjutan pengobatan bagi pasien.

“Saya mengajak seluruh elemen untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap pencegahan serta penanggulangan TBC. Ini adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menghilangkan stigma terhadap penderita TBC, serta menciptakan lingkungan yang mendukung proses penyembuhan.

“Komitmen kita bersama sangat diperlukan untuk mencapai eliminasi TBC. Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah nyata menuju Kabupaten Banjar yang bebas Tuberkulosis,” tutupnya. (SYA/RIW/EPS)

Lepas 717 Jemaah Haji Banjarmasin, Ini Pesan Wali Kota Yamin

Banjarmasin – Wali Kota Muhammad Yamin diwakili Plt Sekdako – Dolly Syahbana, melepas jemaah haji Kota Banjarmasin, di Masjid Jami Sungai Jingah, pada Kamis (16/4).

Dolly Syahbana menyoroti antusiasme para jemaah, yang harus menunggu hingga puluhan tahun, untuk mendapatkan kesempatan berangkat ke Tanah Suci.

Ket foto : Plt Sekdako Banjarmasin Dolly Syahbana

“Alhamdulillah, pada tahun ini kurang lebih 717 jemaah dari Kota Banjarmasin mendapat panggilan menjadi tamu Allah,” ujarnya.

Ia juga menekankan, kesempatan menunaikan ibadah haji adalah nikmat luar biasa yang patut disyukuri, mengingat tidak semua yang berniat dapat berangkat.

Ada yang harus tertunda, berpindah jadwal, bahkan ada yang telah lebih dahulu dipanggil Allah SWT.

Pada kesempatan itu, Dolly juga menyoroti keberagaman usia jemaah tahun ini, mulai dari 17 tahun hingga 85 tahun. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa panggilan Allah tidak mengenal usia, melainkan diberikan kepada siapa saja yang telah dikehendaki-Nya.

Melalui pelaksanaan sholat hajat, Ia mengajak seluruh yang hadir untuk bersama – sama memohon doa agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, kekuatan, kemudahan, serta kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji, dan dapat kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

Di akhir sambutannya, Dolly Syahbana berpesan kepada seluruh calon jamaah agar senantiasa menjaga niat, memperkuat kesabaran, serta menjunjung tinggi kebersamaan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Jagalah hati tetap bersih, saling membantu, dan tunjukkan bahwa jamaah haji dari Kota Banjarmasin adalah jamaah yang berakhlak baik, tertib, serta saling menguatkan. Kami semua di sini akan terus mendoakan hingga Bapak dan Ibu kembali ke banua dalam keadaan selamat dan sehat wal afiat,” pesan Dolly.

Di kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah kota Banjarmasin, Ahmad Sya’rani menyebut, bahwa jemaah haji kota Banjarmasin dibagi dalam 6 kelompok terbang (kloter).

“Jadi ada beberapa kloter ini full warga Banjarmasin, dan ada juga beberapa dari kabupaten/kota di Kalsel. Bahkan ada juga yang jemaah kita ikut kloter dari Kalimantan Tengah,” jelas Sya’rani.

Jemaah haji Kota Banjarmasin mendapatkan jadwal keberangkatan kloter pertama, pada Jumat (24/4) dinihari. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

DPRD Kalsel Dorong Percepatan Fasilitas Jalan Bypass Banjarmasin–Batulicin, Perkuat Keselamatan dan Daya Saing Daerah

Banjarmasin – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis, khususnya pada ruas jalan bypass Banjarmasin-Batulicin, yang dinilai memiliki peran vital dalam mendukung konektivitas antarwilayah dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Selatan, Ahmad Sarwani, Kamis (16/4) mengatakan, keberadaan jalan bypass ini telah memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran distribusi logistik serta mobilitas masyarakat.

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Selatan, Ahmad Sarwani, saat di wancara

Namun demikian, optimalisasi fungsi jalan masih membutuhkan dukungan fasilitas penunjang yang memadai.

Salah satu aspek krusial yang menjadi sorotan adalah minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalur tersebut. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hari.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan serta laporan yang beredar di masyarakat, insiden kecelakaan masih kerap terjadi di beberapa titik yang minim pencahayaan.

“Percepatan pembangunan PJU harus menjadi prioritas. Selain meningkatkan keselamatan pengguna jalan, hal ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang berstandar pelayanan publik,” katanya.

Sarwani menyampaikan, selain penerangan, ketersediaan rambu – rambu lalu lintas juga menjadi perhatian penting.

DPRD menilai, masih terbatasnya rambu petunjuk dan peringatan di sepanjang jalur dapat membingungkan pengendara, khususnya bagi pengguna yang belum familiar dengan kondisi jalan.

Penataan rambu yang terintegrasi diharapkan mampu menciptakan sistem lalu lintas yang lebih tertib dan aman.

“Pendekatan yang inovatif dalam pengembangan infrastruktur jalan. Tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga integrasi teknologi seperti sistem penerangan pintar (smart lighting), pemantauan lalu lintas berbasis digital, hingga penyediaan informasi jalur secara real-time yang dapat diakses masyarakat,” jelasnya

Lebih lanjut Sarwani menambahkan,
langkah ini dinilai sejalan dengan upaya transformasi pelayanan publik yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat modern.

Di sisi lain, DPRD tetap mengapresiasi keberadaan jalan bypass Banjarmasin–Batulicin yang telah memberikan kontribusi nyata dalam membuka akses ekonomi baru, mempercepat distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan wilayah di sepanjang koridor tersebut.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan pembangunan fasilitas penunjang secara bertahap dan terukur, dengan melibatkan koordinasi lintas sektor,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Ikuti Retret di Akmil Magelang, Ketua DPRD Kalsel Siap Implementasikan Nilai Kepemimpinan untuk Banua

Magelang – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, mengikuti kegiatan retret nasional yang digelar di Akademi Militer Magelang pada 15-19 April 2026.

Kegiatan ini diikuti pimpinan DPRD dari seluruh Indonesia, sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan daerah.

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK

Supian HK mengatakan, retret ini dirancang sebagai ruang pembelajaran strategis yang memadukan penguatan wawasan kebangsaan, peningkatan kualitas kepemimpinan, serta penguatan sinergi antar lembaga legislatif di tingkat daerah.

Dalam dinamika pembangunan nasional yang semakin kompleks, kolaborasi dan kesamaan visi antar pimpinan daerah dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas serta mempercepat pembangunan yang berkelanjutan.

“Seluruh rangkaian retret ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkaya perspektif kepemimpinan berbasis nilai-nilai kebangsaan,” ucapnyam

Disampaikan Supian HK, retret ini telah memberikan ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen sebagai penyelenggara pemerintahan daerah.

Nilai disiplin, loyalitas, dan pengabdian yang ditanamkan di lingkungan Akademi Militer menjadi inspirasi dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

“Selama lima hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi pembekalan yang mencakup isu-isu strategis nasional, tata kelola pemerintahan yang efektif, hingga penguatan peran legislatif dalam fungsi pengawasan dan penganggaran,” ungkapnya

Supian HK menambahkan, tidak hanya itu, kegiatan ini juga dilengkapi dengan diskusi interaktif dan kegiatan lapangan yang dirancang untuk membangun kekompakan, ketahanan mental, serta kepemimpinan yang adaptif.

Hasilnya akan diimplementasikan dalam kinerja DPRD Kalsel, khususnya dalam memperkuat fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan kepemimpinan yang tidak hanya responsif, tetapi juga visioner dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap pembelajaran yang diperoleh dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret di daerah. Baik dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, maupun dalam menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Perkuat Sinergi Informasi, KIM Tangguh Mentaos Kunjungi Abdi Persada FM

Banjarbaru – LPPL Abdi Persada FM kembali menerima kunjungan, kali ini dari Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Tangguh Mentaos, Banjarbaru, pada Rabu (15/4).

Kunjungan ini dipimpin langsung Ketua KIM Tangguh Mentaos, Abdul Karim bersama Lurah Mentaos, Ciptadi Sunaryo, dan disambut Kepala Studio LPPL Abdi Persada FM, Ahmad Fauzi beserta jajaran direksi.

Ket : Suasana kunjungan KIM Tangguh Mentaos ke LPPL Abdi Persada FM

Kunjungan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi, sekaligus memperkuat sinergi antara LPPL Abdi Persada FM dan KIM sebagai mitra strategis, dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran terkait manajemen penyiaran, produksi konten, hingga pengelolaan radio berbasis streaming.

Ketua KIM Tangguh Mentaos, Abdul Karim mengatakan, pihaknya saat ini sedang mengembangkan program radio streaming sehingga membutuhkan referensi dan pembelajaran, dari lembaga penyiaran yang telah berpengalaman.

“Kami ingin belajar bagaimana proses produksi konten, manajemen siaran, hingga etika penyiar. Ini menjadi tantangan bagi kami dengan keterbatasan sumber daya, namun kami ingin tetap menghasilkan yang maksimal,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, KIM memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyeimbangkan arus informasi di tengah maraknya hoaks.

“KIM hadir tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengonfirmasi kebenaran informasi yang beredar serta menjadi wadah penyalur aspirasi masyarakat yang belum tersampaikan di media arus utama,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Mentaos, Ciptadi Sunaryo, menegaskan dukungan penuh pihak kelurahan terhadap pengembangan KIM Tangguh Mentaos sebagai mitra informasi di tingkat lokal.

“Kami sangat mendukung pengembangan KIM Tangguh. Kehadiran mereka sangat vital dalam membantu penyebaran informasi kegiatan dan program pemerintah di tingkat kelurahan maupun Kota Banjarbaru secara umum,” katanya.

Ia juga mengapresiasi capaian KIM Tangguh Mentaos, yang telah berhasil meraih predikat KIM terinovatif tingkat nasional pada tahun 2025 lalu.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendorong KIM agar berkembang, termasuk melalui pembelajaran langsung ke lembaga penyiaran profesional seperti Abdi Persada FM,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Studio LPPL Abdi Persada FM, Ahmad Fauzi, menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi semangat KIM Tangguh, mengembangkan media informasi berbasis masyarakat.

“Kami merasa terhormat dapat menjadi rujukan studi banding. Pertemuan ini menjadi momen berbagi pengetahuan terkait program siaran dan pengelolaan informasi yang dapat dimanfaatkan ke depan,” ungkapnya.

Ia juga membuka peluang kolaborasi antara LPPL Abdi Persada FM dengan KIM Tangguh Mentaos, untuk mendukung penyebaran informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami siap berkolaborasi. Di era digital saat ini, penting untuk memastikan informasi yang disampaikan benar dan dapat dipercaya. KIM dan radio memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan informasi terbaik kepada masyarakat,” tutupnya.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang lebih erat antara LPPL Abdi Persada FM dan KIM Tangguh Mentaos dalam mendukung penyebarluasan informasi yang edukatif dan akurat di Kalimantan Selatan. (BDR/RIW/EPS)

Perkuat Sinergi, Lapas Narkotika Karang Intan Gelar Coffee Morning Bersama Media

Banjar – Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menggelar kegiatan Coffee Morning dan Media Gathering bersama insan pers Kalimantan Selatan, Rabu (15/4).

Kegiatan ini menjadi ajang mempererat sinergi, sekaligus membuka ruang publikasi terhadap berbagai program pembinaan yang dijalankan di dalam lapas.

Suasana Coffee Morning dan Media Gathering Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan

Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan berbagai aktivitas positif warga binaan kepada masyarakat luas.

“Tujuannya untuk mempublikasikan kegiatan positif yang ada di Lapas Narkotika Karang Intan, sekaligus kami memohon dukungan dari rekan – rekan media dalam membantu pembinaan warga binaan,” ujarnya.

Menurut Yugo, peran media sangat penting dalam membangun citra positif serta memberikan motivasi bagi warga binaan agar terus berkembang selama menjalani masa pembinaan.

Ia menambahkan, kegiatan serupa direncanakan menjadi agenda rutin, baik setiap bulan maupun dua bulan sekali, sebagai bentuk penguatan hubungan antara lapas dan media.

Melalui kegiatan ini, Yugo berharap sinergi antara Lapas Narkotika Karang Intan dan media dapat terus terjalin, sekaligus mendorong transparansi serta penyebarluasan informasi positif kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, hubungan kekeluargaan dengan teman-teman media di Kalimantan Selatan sangat luar biasa,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)

Hadapi Tantangan Digital, Diskominfo Kalsel Perkuat Manajemen Risiko Informasi

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar sosialisasi penguatan tata kelola keamanan informasi berbasis manajemen risiko, secara daring dari ruang rapat Kepala Dinas Kominfo di Banjarbaru, Rabu (15/4).

Kegiatan ini dibuka Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhamad Muslim, yang diwakili Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Sucilianita Akbar.

Ket : Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Kalsel, Sucilianita Akbar saat membuka kegiatan

Sosialisasi diikuti seluruh SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta Dinas Kominfo kabupaten/kota, dengan menghadirkan narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI.

Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Sucilianita Akbar mengatakan, penguatan tata kelola keamanan informasi berbasis manajemen risiko, menjadi langkah penting dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di era digital.

“Meskipun sistem keamanan informasi saat ini sudah cukup baik, namun identifikasi dan pengelolaan risiko tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.

Ia menjelaskan, melalui sosialisasi ini, setiap perangkat daerah diharapkan dapat memahami berbagai potensi risiko yang mungkin terjadi, baik di tingkat SKPD maupun di lingkungan Diskominfo.

Hal tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan sistem keamanan informasi ke depannya.

“Data itu sangat penting dan memiliki nilai yang tinggi, sehingga perlindungan data pribadi harus menjadi perhatian bersama. Sosialisasi ini juga menjadi langkah awal sebelum implementasi kebijakan perlindungan data pribadi di lingkungan pemerintah daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sucilianita menambahkan, pendekatan manajemen risiko dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, serta mengantisipasi berbagai kemungkinan ancaman yang dapat terjadi.

Dengan begitu, setiap instansi dapat memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko serta langkah penanganannya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, seluruh peserta dapat lebih memahami potensi risiko yang ada, sehingga mampu melakukan langkah – langkah pencegahan secara optimal.

“Tantangan dalam menjaga keamanan informasi memang semakin besar, namun hal ini bukan menjadi hambatan, melainkan upaya berkelanjutan yang harus terus dilakukan demi menjaga keamanan data dan informasi,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

DPRD Kalsel Bahas Antisipasi El Nino dan Banjir, Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Inovasi

Banjarmasin – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat langkah strategis, menghadapi potensi bencana iklim, khususnya El Nino dan ancaman banjir, dengan menitikberatkan pada sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Pembahasan ini mengemuka dalam rapat kerja Komisi II DPRD Kalsel bersama mitra kerja terkait, diantaranya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi. Selain itu, hadir pula Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Kehutanan, serta Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, pada Selasa, (14/4).

Fokus utama rapat adalah kesiapan daerah, menghadapi dampak kemarau panjang akibat El Nino yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian serta stabilitas pasokan pangan.

Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, Jahrian menegaskan, bahwa langkah antisipatif harus dilakukan secara terencana dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

Salah satu strategi utama yang didorong adalah penguatan adaptasi petani terhadap perubahan iklim.

“Penggunaan bibit unggul yang tahan terhadap cuaca ekstrem menjadi sangat penting. Selain itu, pola tanam juga harus disesuaikan, termasuk dengan sistem tanam kombinasi yang lebih adaptif,” katanya.

Menurutnya, komoditas seperti jagung dapat menjadi alternatif strategis, karena memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap kondisi kekeringan.

Pola diversifikasi tanaman ini diharapkan mampu menjaga produktivitas lahan sekaligus meminimalisir risiko gagal panen.

Salah satu Anggota DPRD Kalsel, Dewi Raisha Aprillia, saat bertanya, sumber humas DPRD Kalsel

Tak hanya berfokus pada tanaman pangan, DPRD Kalsel juga mendorong pendekatan ekologis melalui penanaman vegetasi penahan air.

Pohon seperti gayam dan aren dinilai efektif dalam menjaga cadangan air tanah, serta mendukung keseimbangan ekosistem pertanian.

“Inisiatif ini bukan hanya untuk jangka pendek, tetapi juga investasi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan pertanian kita,” tambah Jahrian.

Jahrian menegaskan, DPRD juga menyoroti pentingnya penguatan riset dan inovasi di sektor pertanian. Dinas Pertanian diminta untuk meningkatkan kapasitas laboratorium sebagai pusat pengembangan teknologi pertanian daerah.

Laboratorium ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak inovasi, mulai dari penelitian bibit padi unggul, pengembangan pestisida ramah lingkungan, hingga produksi pupuk organik berbasis potensi lokal.

Selain itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi dan komunitas petani juga dinilai penting untuk mempercepat transfer teknologi dan penerapan inovasi di lapangan.

“Tantangan El Nino dan perubahan iklim tidak dapat dihadapi dengan pendekatan konvensional semata. Diperlukan sinergi antara kebijakan, teknologi, dan partisipasi aktif petani untuk menciptakan sistem pertanian yang tangguh dan berkelanjutan,”
pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Exit mobile version