Gagalkan Peredaran 172,4 Kg Sabu dan 556 Butir Ekstasi, Gubernur Muhidin Apresiasi Polda Kalsel Ungkap Jaringan Narkotika

Banjarbaru – Polda Kalimantan Selatan kembali mencatat keberhasilan besar dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika. Sebanyak 172,4 kilogram sabu dan 556 butir ekstasi berhasil diamankan dari pengungkapan 26 kasus tindak pidana narkotika selama periode 24 Mei hingga 21 Juli 2026.

Keberhasilan tersebut dipaparkan dalam konferensi pers yang dirangkaikan dengan pemusnahan barang bukti di Lobi Mapolda Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (4/8).

Pemusnahan barang bukti dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Rusyanto Yudha Hermawan, Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Al-Habsyi, serta Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Supian HK.

Barang bukti yang dimusnahkan diperkirakan bernilai sekitar Rp311 miliar dan merupakan hasil pengungkapan sejumlah jaringan peredaran narkotika, baik jaringan internasional maupun jaringan lintas provinsi.

Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol. Rusyanto Yudha Hermawan mengatakan, dari pengungkapan tersebut pihaknya mengamankan 39 tersangka yang terdiri atas 35 laki-laki dan empat perempuan.

“Selama periode pengungkapan, kami berhasil mengungkap 26 kasus tindak pidana narkotika di wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar dengan total 39 orang tersangka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu pengungkapan terbesar terjadi pada 17 Juli 2026 saat Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel menangkap dua tersangka berinisial KA dan RN di halaman parkir salah satu hotel di Banjarmasin.

Dari tangan keduanya, polisi menyita sabu seberat 31.995,84 gram atau hampir 32 kilogram yang disamarkan dalam kemasan teh asal Tiongkok dan dimasukkan ke dalam tas.

Menurut Kapolda, kedua tersangka merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional Fredy Pratama yang selama ini menjadi target aparat penegak hukum.

Selain itu, penyelidikan juga mengungkap adanya jaringan peredaran narkotika lintas provinsi yang melibatkan wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Kalimantan Selatan.

“Jaringan yang berhasil kami ungkap di Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar merupakan bagian dari jaringan antarprovinsi. Kami akan terus melakukan pengembangan untuk memutus mata rantai peredaran narkotika hingga ke tingkat pemasok,” tegasnya.

Kapolda menegaskan, Polda Kalimantan Selatan akan terus berkomitmen memberantas peredaran narkotika tanpa kompromi.

“Hari ini kami kembali menegaskan komitmen Polda Kalimantan Selatan untuk terus memberantas peredaran narkoba hingga ke akar – akarnya. Upaya ini tidak akan berhenti karena narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin menyampaikan apresiasi atas keberhasilan jajaran Polda Kalimantan Selatan mengungkap peredaran narkotika dalam jumlah besar tersebut.

Menurutnya, keberhasilan itu menjadi bukti nyata keseriusan aparat melindungi masyarakat dari ancaman narkoba.

Muhidin mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, jalur distribusi narkotika tersebut diduga berasal dari Kalimantan Barat, melintasi Kalimantan Tengah, kemudian masuk ke Kalimantan Selatan dengan sasaran utama wilayah peredaran di provinsi ini.

“Dari hasil pengungkapan sementara, barang ini diduga akan diedarkan di kawasan pertambangan. Keterangan para tersangka mengindikasikan bahwa aktivitas di wilayah tambang menjadi salah satu sasaran pemasaran narkotika. Temuan ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat turut berperan aktif dalam upaya pemberantasan narkoba dengan segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran narkotika di lingkungan sekitar.

“Alhamdulillah, pengungkapan ini membuktikan bahwa jajaran kepolisian di Kalimantan Selatan bekerja secara serius dalam memerangi narkoba. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya peredaran narkotika, sehingga semakin banyak jaringan yang dapat diungkap dan diberantas,” pungkasnya. (BDR/RIW/APR)

Kembali Digelar Tahun 2026, Job Fair Kalsel Tawarkan 2.000 Lowongan Kerja

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi melaksanakan Job Fair 2026, di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin, 4 – 6 Agustus 2026.

Pameran ketenagakerjaan ini dibuka Gubernur Muhidin, diwakili Sekda Provinsi Muhammad Syarifuddin, pada Selasa (4/8).

“Job fair adalah bentuk kesungguhan pemerintah provinsi, dunia usaha dan dunia pendidikan, untuk bergerak dalam satu arah yang sama, yaitu memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat,” ungkap Sekda Syarifuddin kepada wartawan.

Job Fair, lanjutnya, juga merupakan potensi untuk mempertemukan para pencari kerja dengan kebutuhan dunia kerja.

Pemerintah provinsi berharap, pencari kerja dapat memanfaatkan Job Fair Tahun 2026 yang menawarkan ribuan lowongan. Baik tawaran kerja dalam negeri maupun luar negeri, serta bagi disabilitas.

Selain itu, Syarifuddin berpesan agar pencari kerja memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya.

“Para tenaga kerja hendaknya mempersiapkan diri dengan baik, tunjukkan kemampuan dan kepercayaan diri serta terus tingkatkan kompetensi. Jangan pernah berhenti belajar, karena kesempatan akan lebih mudah datang kepada mereka yang siap,” ujarnya.

Kepada perusahaan yang berpartisipasi, Syarifuddin menyampaikan penghargaan atas komitmennya membuka peluang kerja bagi masyarakat Kalsel.

Mengingat, kemitraan yang erat antara pemerintah dan dunia usaha merupakan kunci menciptakan iklim ketenagakerjaan yang sehat dan produktif.

“Saya berharap kegiatan job fair ini tidak hanya menghasilkan penempatan tenaga kerja, tetapi juga menjadi ruang membangun kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan lembaga pelantikan dalam menyiapkan tenaga kerja yang unggul dan berdaya saing dengan sumber daya manusia yang ada,” ujar Syarifuddin.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, Irfan Sayuti mengatakan, job fair tahun ini menyediakan 2 ribu lebih lowongan kerja, terdiri dari kesempatan kerja penempatan dalam negeri, kesempatan kerja untuk disabilitas, serta penempatan kerja ke luar negeri.

“Selama Job Fair berlangsung pada 4 sampai 6 Agustus 2026, saya berharap para pencari kerja dapat memanfaatkan peluang lowongan yang tersedia,” ucapnya.

Job Fair tahun ini, lanjutnya, meningkat dibanding tahun sebelumnya, baik dari sisi jumlah lowongan kerja dan perusahaan yang menawarkan posisi bagi pencari kerja. (SRI/RIW/APR)

Tinjau Pembangkit PLN, Gubernur dan Forkopimda Kalsel Pastikan Pemulihan Kelistrikan Kalselteng Berjalan Sesuai Target

Tanah Laut – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau langsung proses perbaikan unit pembangkit listrik PLN di PLTU Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (4/8).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan percepatan pemulihan sistem kelistrikan yang selama beberapa pekan terakhir menyebabkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat secara langsung progres perbaikan salah satu unit pembangkit yang mengalami gangguan.

Gubernur juga menerima pemaparan dari jajaran PLN mengenai kondisi terkini sistem kelistrikan, tahapan perbaikan, hingga target normalisasi pasokan listrik.

Gubernur Muhidin mengatakan, peninjauan bersama Forkopimda dilakukan sebagai bentuk dukungan sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan sesuai rencana.

“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Forkopimda meninjau langsung proses perbaikan di pembangkit. Kami ingin memastikan PLN benar – benar serius mempercepat pemulihan sehingga masyarakat bisa segera kembali menikmati layanan listrik secata normal,” ujarnya.

Muhidin menjelaskan, berdasarkan paparan PLN, pembangkit PLTU Asam-Asam memiliki enam unit generator dengan total kapasitas sekitar 500 megawatt (MW). Dari jumlah tersebut, hanya satu unit berkapasitas 54 MW yang mengalami kerusakan dan kini sedang menjalani proses perbaikan.

Menurutnya, PLN menargetkan pasokan listrik mulai kembali normal secara bertahap pada Rabu (5/8) sekitar pukul 22.00 Wita setelah proses uji coba sistem selesai dilakukan.

“Kami tadi meminta kepastian kepada PLN apakah besok sudah bisa menyala. Alhamdulillah, disampaikan bahwa Insyaallah sekitar pukul 22.00 Wita sistem sudah bisa kembali menyala. Saat ini masih dilakukan uji coba, jadi mudah – mudahan semuanya berjalan lancar,” katanya.

Meski demikian, Muhidin mengingatkan bahwa sistem kelistrikan masih berada dalam kondisi siaga karena proses perbaikan salah satu unit pembangkit di Asam-Asam belum sepenuhnya selesai.

GM PLN UID Kalselteng menyampaikan penyebab pemadaman bergilir kepada Forkopimda Kalsel

Ia mengatakan, berdasarkan penjelasan PLN, pekerjaan perbaikan secara menyeluruh ditargetkan rampung pada 25 Agustus 2026, sehingga setelah itu sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah diharapkan kembali beroperasi normal tanpa status siaga.

“Kalau perbaikan unit di Asam-Asam selesai sekitar 25 Agustus nanti, Insyaallah sistem akan kembali normal seperti biasa. Kita berdoa agar seluruh proses berjalan sesuai target,” ucapnya.

Muhidin juga mengapresiasi kerja keras para teknisi PLN yang terus bekerja selama 24 jam untuk mempercepat proses pemulihan.

“Tadi kami melihat langsung para teknisi bekerja siang malam. Di dalam ada beberapa orang yang terus melakukan perbaikan selama 24 jam. Bahkan pemeriksaan komponen dilakukan menggunakan kamera khusus agar dipastikan tidak ada lagi bagian yang bermasalah,” ungkapnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Iwan Soelistijino mengatakan, seluruh jajaran PLN bersama subholding pembangkitan dan mitra kerja terus mengerahkan sumber daya terbaik untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan.

Ia menjelaskan, gangguan pada tiga unit pembangkit yang terjadi sekitar minggu ketiga Juli mengakibatkan berkurangnya kemampuan pasokan listrik sehingga PLN harus menerapkan pengaturan beban berupa pemadaman bergilir di sejumlah wilayah.

“Kami memahami sepenuhnya bahwa kondisi ini telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat, dunia usaha, pelayanan publik maupun berbagai aktivitas lainnya. Untuk itu, atas nama PLN kami kembali menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan,” ujar Iwan.

Menurutnya, proses pemulihan dilakukan tanpa henti selama 24 jam dengan mengutamakan keselamatan kerja, kualitas perbaikan, dan percepatan penyelesaian agar seluruh unit pembangkit kembali beroperasi secara normal.

Selain mempercepat perbaikan, PLN juga telah menyalurkan 51 unit genset portabel serta sekitar 6.000 lampu darurat di berbagai fasilitas layanan publik untuk meminimalkan dampak pemadaman selama proses pemulihan berlangsung. (SYA/RIW/APR)

Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Pemprov Kalsel Rutin Ikuti Rakor Mingguan Kemendagri

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Mingguan yang diselenggarakan secara daring Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung di Command Center Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (4/8), yang diikuti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor, bersama jajaran perangkat daerah terkait sebagai upaya memperkuat koordinasi menjaga stabilitas inflasi di Kalimantan Selatan.

Rapat koordinasi membahas perkembangan inflasi nasional dan daerah, evaluasi langkah – langkah pengendalian yang telah dilakukan pemerintah daerah, serta strategi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan kebutuhan pokok di tengah dinamika kondisi ekonomi.

Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan arahan kepada seluruh pemerintah daerah, agar memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan pemantauan harga komoditas strategis, serta mengantisipasi potensi gejolak harga melalui berbagai langkah pengendalian yang tepat.

Kepada Abdi Persada FM, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen menjalankan berbagai langkah pengendalian inflasi bersama pemerintah kabupaten kota serta instansi terkait.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor

Menurutnya, koordinasi rutin yang difasilitasi Kementerian Dalam Negeri menjadi sarana penting untuk mengevaluasi perkembangan harga kebutuhan pokok sekaligus menyusun langkah antisipasi apabila terjadi potensi kenaikan harga di daerah.

“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh kabupaten dan kota agar masyarakat tidak terdampak oleh gejolak harga,” ujar Ariadi.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga terus mendukung berbagai kebijakan pengendalian inflasi melalui pemantauan harga di lapangan, menjaga kelancaran distribusi barang, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas perekonomian daerah.

“Pengendalian inflasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha, distributor, dan masyarakat,” lanjutnya.

Menurutnya, kolaborasi yang baik akan menjaga stabilitas pasokan, memperlancar distribusi barang, serta mempertahankan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, akan terus mendukung berbagai kebijakan pengendalian inflasi melalui pemantauan harga di lapangan, pelaksanaan operasi pasar apabila diperlukan, menjaga kelancaran distribusi barang, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan,” tutup Ariadi. (MRF/RIW/APR)

BAPINTAR Resmi Dikembangkan, Senjata Baru Pemko Banjarbaru Membaca Opini Publik Secara Real Time

Banjarbaru – Di tengah derasnya arus informasi digital yang bergerak dalam hitungan detik, Pemerintah Kota Banjarbaru terus memperkuat kapasitas pemerintahannya agar mampu membaca dinamika publik secara cepat dan akurat.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), lahirlah BAPINTAR (Banjarbaru Pemetaan Informasi dan Analisis Opini Terintegrasi), sebuah inovasi digital yang mengintegrasikan pemberitaan media, media sosial, analisis sentimen, hingga pengaduan masyarakat ke dalam satu sistem terpadu sebagai dasar penyusunan kebijakan berbasis data.

Kehadiran BAPINTAR menjadi bukti bahwa transformasi digital di Kota Banjarbaru tidak berhenti pada digitalisasi layanan, tetapi telah berkembang menjadi penguatan sistem pengambilan keputusan yang lebih cerdas, adaptif, dan responsif terhadap berbagai isu yang berkembang di masyarakat.

Aplikasi ini merupakan implementasi Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) yang dikembangkan di lingkungan Diskominfo Kota Banjarbaru sebagai jawaban atas kebutuhan pemerintah akan informasi yang cepat, valid, dan terintegrasi.

Dengan satu dashboard, pimpinan daerah dapat memantau perkembangan isu strategis secara real time tanpa harus menghimpun informasi dari berbagai platform secara terpisah.

Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, memberikan apresiasi terhadap inovasi tersebut. Menurutnya, BAPINTAR akan memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan karena setiap kebijakan dapat disusun berdasarkan informasi yang lebih komprehensif.

“Informasi yang tersaji secara cepat dan terintegrasi sangat membantu dalam penyusunan kebijakan serta pengambilan keputusan yang lebih tepat dan responsif,” ujarnya.

Pengembangan aplikasi ini telah dipaparkan Kepala Bidang Komunikasi bersama pejabat pelaksana Aksi Perubahan dan Tim Efektif kepada Kepala Diskominfo serta Sekretaris Daerah sebagai bagian dari koordinasi sekaligus memperoleh dukungan dalam penyempurnaan sistem.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Banjarbaru, Muhammad Agus Adrian menilai, BAPINTAR merupakan langkah strategis dalam memperkuat transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru.

“Melalui dashboard yang terintegrasi, monitoring media dan analisis opini publik dapat dilakukan lebih cepat, akurat, serta menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan dalam pengambilan keputusan,” katanya.

Keunggulan BAPINTAR terletak pada kemampuannya menyajikan data secara komprehensif melalui berbagai fitur analisis. Dashboard Monitoring menampilkan ringkasan perkembangan informasi dalam bentuk visual yang mudah dipahami.

Menu Semua Berita memungkinkan pengguna memantau seluruh pemberitaan media lengkap dengan klasifikasi sentimen positif, netral, maupun negatif, disertai fasilitas pencarian, filter berdasarkan periode, media, kategori berita, hingga ekspor data untuk kebutuhan pelaporan.

Aplikasi ini juga menghadirkan Tren Sentimen sebagai instrumen membaca kecenderungan opini publik terhadap isu tertentu. Melalui analisis tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi potensi persoalan sejak dini sekaligus menyusun langkah komunikasi yang lebih efektif.

Tidak hanya memetakan persepsi publik, BAPINTAR juga dilengkapi Peta Sebaran Keluhan dan Isu per Kecamatan yang memvisualisasikan persebaran keluhan masyarakat berdasarkan wilayah.

Data spasial ini menjadi referensi penting bagi perangkat daerah dalam menentukan prioritas penanganan secara lebih tepat sasaran.

Fitur Trend Top 5 Keyword/Isu Berita turut memperkuat kemampuan pemerintah dalam memonitor isu yang paling banyak diperbincangkan pada periode tertentu. Dengan demikian, pimpinan daerah dapat mengetahui perkembangan isu strategis secara cepat dan mengambil langkah yang diperlukan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

Sebagai sistem yang terintegrasi, BAPINTAR juga menghubungkan pengelolaan media, data perangkat daerah melalui Master SKPD, serta layanan pengaduan masyarakat SP4N LAPOR! ke dalam satu dashboard.

Integrasi ini menjadikan proses monitoring informasi publik lebih efisien sekaligus mempercepat koordinasi antarperangkat daerah.

Hadirnya BAPINTAR menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam membangun tata kelola pemerintahan modern yang tidak hanya mengandalkan kecepatan layanan, tetapi juga kemampuan membaca data, menganalisis opini publik, dan merumuskan kebijakan berdasarkan informasi yang akurat.

Melalui inovasi ini, Banjarbaru kembali menunjukkan langkah nyata menuju pemerintahan digital yang semakin efektif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (MedCenBJB-RIW/APR)

Masuk 25 Besar Nasional, Pelayanan MPP Banjarbaru Tuai Apresiasi Masyarakat

Banjarbaru – Capaian Pemerintah Kota Banjarbaru di bidang pelayanan publik tidak hanya diakui melalui penghargaan tingkat nasional, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, Mal Pelayanan Publik (MPP) Banjarbaru terus menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, ramah, dan profesional.

Ket : Pelayanan satu pintu Pemerintah Kota Banjarbaru

Komitmen tersebut dibuktikan dengan raihan predikat “Sangat Baik” yang diterima Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjarbaru dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Pemerintah Daerah Tahun 2026.

Prestasi itu mengantarkan Kota Banjarbaru masuk dalam 25 besar nasional sebagai salah satu daerah dengan kinerja pelayanan perizinan terbaik di Indonesia.

Pengakuan dari pemerintah pusat tersebut sejalan dengan pengalaman masyarakat yang memanfaatkan berbagai layanan di MPP Banjarbaru.

Sejumlah warga mengaku merasakan pelayanan yang semakin berkualitas, mulai dari proses yang cepat, informasi yang jelas, hingga sikap petugas yang ramah dan responsif.

Salah satunya disampaikan Siti Eska dari PT Adaro Indonesia. Ia mengaku baru pertama kali mengurus administrasi di MPP Banjarbaru dan merasa puas dengan pelayanan yang diterimanya.

“Pelayanannya ramah, cepat, dan saya sangat puas. Informasi yang diberikan juga jelas sehingga prosesnya mudah dipahami. Semoga ke depan pelayanan yang diberikan Pemerintah Kota Banjarbaru di bawah kepemimpinan Ibu Wali Kota semakin meningkat dan semakin berkualitas,” ujarnya, Senin (3/8).

Apresiasi serupa disampaikan Kardisih, warga RT 03 RW 01 Kelurahan Landasan Ulin Timur, yang sedang mengurus administrasi perpindahan alamat.

Menurutnya, pelayanan di MPP Banjarbaru berlangsung cepat, efisien, dan sangat membantu masyarakat, terutama bagi kalangan lanjut usia.

“Pelayanannya sangat baik, prosesnya cepat, efisien, dan tidak perlu mengantre lama karena langsung ditangani petugas. Banjarbaru masuk 25 besar nasional memang sesuai dengan kenyataan pelayanan yang saya rasakan. Semoga kualitas pelayanan ini terus dipertahankan,” ungkapnya.

Sementara itu, Norbayah, pensiunan guru sekolah dasar yang berdomisili di Kelurahan Sungai Ulin, juga mengaku puas setelah mengurus layanan Taspen, pengambilan gaji pensiun, sekaligus administrasi STNK di MPP Banjarbaru.

“Pelayanannya sangat baik, lancar, dan semua urusan selesai tanpa kendala. Saya berharap pelayanan di MPP Banjarbaru semakin maju dan terus berkembang. Semoga Ibu Wali Kota selalu diberikan kesehatan dalam menjalankan amanah serta terus menghadirkan inovasi agar Kota Banjarbaru semakin maju,” katanya.

Kepuasan masyarakat menjadi bukti bahwa transformasi pelayanan publik yang terus dilakukan Pemerintah Kota Banjarbaru tidak hanya menghasilkan prestasi di tingkat nasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga.

Melalui pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan humanis, MPP Banjarbaru terus memperkuat posisinya sebagai pusat pelayanan publik modern yang mampu menghadirkan kepastian, kenyamanan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. (MediaCenterBjb-BDR/RIW/EPS)

Pimpin Rakor Agustus, Wali Kota Erna Lisa Tekankan Kinerja Transparan dan Responsif

Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan Perangkat Daerah Bulan Agustus 2026 di Aula Gawi Sabarataan, Balai Kota Banjarbaru, Senin (3/8). Rapat dipimpin langsung Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, didampingi Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni.

Rapat koordinasi dihadiri para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), camat, dan lurah se-Kota Banjarbaru sebagai forum evaluasi sekaligus penguatan sinergi pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Ket : Walikota Erna Lisa Halaby saat memimpin Rakor Kepala Perangkat Daerah bulan Agustus

Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan tiga fokus utama yang menjadi perhatian pada bulan Agustus. Yakni percepatan penyelesaian tindak lanjut rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, penanganan berbagai isu strategis daerah, serta pemantapan persiapan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Erna Lisa Halaby meminta seluruh perangkat daerah yang terkait segera menuntaskan berbagai administrasi sebagai tindak lanjut atas rekomendasi BPK RI.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Banjarbaru atas dedikasi dan loyalitas yang telah ditunjukkan dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, berbagai penghargaan yang berhasil diraih pemerintah daerah merupakan hasil kerja sama dan komitmen seluruh perangkat daerah.

“Penghargaan dan keberhasilan yang kita raih saat ini adalah buah dari komitmen bersama. Mari kita jadikan capaian Pemko Banjarbaru sebagai pemicu semangat untuk terus mempertahankan kinerja yang transparan dan akuntabel demi kemajuan daerah,” ujarnya.

Selain itu, Wali Kota mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk terus meningkatkan etos kerja, memperkuat inovasi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia menekankan pentingnya percepatan penyelesaian target program yang masih berjalan selama Agustus agar seluruh agenda pembangunan dapat tercapai sesuai rencana.

“Mari kita jadikan capaian Pemko Banjarbaru sebagai pemicu semangat. Pertahankan kinerja yang transparan dan akuntabel demi kemajuan daerah,” tambahnya.

Tak hanya itu, Erna Lisa Halaby juga mengingatkan pentingnya respons cepat terhadap berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

Ia meminta seluruh SKPD memperkuat koordinasi lintas sektor agar setiap persoalan sosial, ekonomi, maupun infrastruktur dapat ditangani secara cepat dan tepat tanpa mengganggu kualitas pelayanan publik.

Rapat koordinasi ditutup dengan komitmen bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Banjarbaru untuk mempertahankan capaian kinerja, memperkuat sinergi antarperangkat daerah, serta menyukseskan rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat kebersamaan dan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. (BDR/RIW/EPS)

Terima Rancangan KUPA-PPAS 2026, DPRD Banjar Proyeksikan APBD Perubahan Rp3,14 Triliun

Banjar – DPRD Kabupaten Banjar menerima penyampaian KUPA-PPAS Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Banjar, Martapura, Senin (3/8).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Banjar Agus Maulana dan dihadiri Bupati Banjar Saidi Mansyur beserta jajaran pemerintah daerah.

Bupati Banjar saat menyampaikan rancangan KUPA-PPAS TA 2026 dalam rapat paripurna bersama DPRD Banjar

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Pakta Integritas KUPA-PPAS Tahun Anggaran 2026 oleh pimpinan DPRD bersama Bupati Banjar sebagai bentuk komitmen terhadap penyusunan anggaran yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dalam pidatonya, Bupati Saidi Mansyur menjelaskan, bahwa penyusunan KUPA-PPAS merupakan tahapan strategis dalam proses penyusunan Perubahan APBD yang bertujuan memastikan pembangunan daerah tetap berjalan sesuai visi, misi, dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banjar.

Menurutnya, dokumen tersebut juga disusun sebagai tindak lanjut terhadap berbagai kebijakan pemerintah pusat, termasuk penyesuaian dan efisiensi belanja daerah.

“KUPA merupakan perubahan kebijakan di bidang keuangan yang disepakati bersama antara kepala daerah dan DPRD. Kebijakan ini menjadi kerangka manajemen keuangan serta acuan dalam pelaksanaan urusan prioritas pemerintah daerah,” ujar Saidi.

Dalam rancangan yang disampaikan, target pendapatan daerah Kabupaten Banjar Tahun Anggaran 2026 diproyeksikan sebesar Rp2.299.193.310.744.

Pendapatan tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp340.113.566.978, Pendapatan Transfer sebesar Rp1.919.113.576.916, serta Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp39.966.166.850.

Saidi mengatakan, proyeksi pendapatan tersebut telah memperhitungkan berbagai penyesuaian, termasuk Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sesuai kebijakan pemerintah.

Di sisi belanja, Pemerintah Kabupaten Banjar merencanakan alokasi anggaran sebesar Rp3.146.383.763.443,17, yang terdiri atas Belanja Operasi sebesar Rp2.110.721.643.673,17, Belanja Modal Rp634.183.995.815, Belanja Tidak Terduga Rp17 miliar, serta Belanja Transfer Rp384.478.123.955.

“Belanja juga telah disesuaikan dengan sumber pendanaan dari DAU, DAK, Dana Bagi Hasil (DBH), PAD, serta penyesuaian gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN,” jelasnya.

Berdasarkan rancangan tersebut, APBD Perubahan Kabupaten Banjar Tahun Anggaran 2026 diproyeksikan mengalami defisit sebesar Rp847.190.452.699,17.

Namun, defisit tersebut direncanakan ditutup melalui penerimaan pembiayaan yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya dengan nilai yang sama, sehingga pembiayaan netto tetap seimbang.

Dengan skema tersebut, total Perubahan APBD Kabupaten Banjar Tahun Anggaran 2026 direncanakan mencapai Rp3,146 triliun.

Lebih lanjut, Saidi menjelaskan bahwa penyusunan rancangan KUPA-PPAS tidak hanya memuat perubahan kebijakan anggaran, tetapi juga mengakomodasi berbagai indikator kinerja mulai dari tingkat subkegiatan, kegiatan, program hingga Indikator Kinerja Utama (IKU) masing-masing perangkat daerah.

Selain itu, penyesuaian pagu anggaran juga telah memerhatikan usulan hibah, bantuan sosial, hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026, serta aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui hasil reses dan pokok – pokok pikiran DPRD.

“Penyusunan ini berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang mencakup aspek pendapatan, belanja, dan pembiayaan,” kata Saidi.

Selanjutnya, rancangan KUPA-PPAS Tahun Anggaran 2026 akan dibahas bersama DPRD Kabupaten Banjar sebelum disepakati menjadi dasar penyusunan Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Banjar Tahun Anggaran 2026.

Pembahasan tersebut diharapkan mampu menghasilkan kebijakan anggaran yang lebih efektif, tepat sasaran, serta mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Banjar. (SYA/RIW/EPS)

Lantik 7 Pejabat Tinggi Pratama, Ini Pesan Wali Kota Yamin

Banjarmasin – Suasana khidmat menyelimuti Aula Kayu Baimbai Balaikota Banjarmasin, Senin (3/8), seiring digelarnya pelantikan sejumlah pimpinan SKPD, yang sempat kosong. Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, secara resmi melantik dan mengambil sumpah janji jabatan sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama tersebut.

Dalam prosesi pelantikan kali ini, tujuh pejabat Eselon II resmi menduduki posisi strategis. Di mulai dari Ashadi Himawan yang mengemban amanah baru sebagai Sekretaris DPRD Kota Banjarmasin.

Ket foto : Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin

Kemudian ada Yanuar Diansyah, sebelumnya menjabat Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes, kini menduduki jabatan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin Febpry Ghara Utama dilantik sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik.

Lalu Sekretaris Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Ignasius Rizki Perdana isi posisi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Sekretaris Satpol PP, Hendra naik sebagai Kasatpol PP Kota Banjarmasin. Eka Rahayu Normasari yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Organisasi kini mengisi jabatan Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, serta Jefrie Fransyah, sebelumnya Kepala Bagian Hukum Setdako, kini definitif sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin.

Dalam arahannya, Wali Kota Yamin menegaskan, bahwa pelantikan ini bukan sekadar untuk mengisi kekosongan kursi kepala dinas, namun menjadi langkah nyata untuk mengawal jalannya efektivitas program pembangunan dan memastikan setiap langkah birokrasi dan pelayanan publik dapat berjalan stabil.

Selain itu, dirinya juga memberi catatan khusus terhadap seluruh pejabat yang baru dilantik agar dapat berkoordinasi dengan baik serta mampu menjawab setiap tantangan yang tengah di hadapi kota.

“Saya minta seluruh pejabat yang baru dilantik agar bisa langsung beradaptasi dengan instansi yang dipimpin. Kita ingin mereka tidak hanya bekerja di balik meja tapi terjun langsung ke lapangan memastikan apa yang dirasakan dan menjadi keresahan masyarakat itu benar – benar digali,” tekannya.

Ia juga mengimbau seluruh Kepala SKPD di lingkungan pemerintah Kota Banjarmasin agar dapat menyatukan persepsi dalam setiap target capaian program maupun terhadap persoalan daerah yang beredar luas di masyarakat.

“Kita ingin tiap SKPD harus saling merangkul, berkoordinasi dan berkolaborasi menggali apa yang menjadi permasalahan di Banjarmasin. Di bawah komando Pak Sekda agar ini semua dapat diawasi dengan sebaik-baiknya, apa yang mereka kerjakan itu berdampak bagi kesejahteraan masyarakat dan kota Banjarmasin,” lugasnya.

Prosesi pelantikan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dari Wali Kota Banjarmasin, Sekretaris Daerah, serta jajaran pejabat lingkup Pemko Banjarmasin.

Dengan dilantiknya para pejabat pimpinan tinggi pratama ini, Pemko optimis tata kelola pemerintahan akan berjalan semakin responsif, transparan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

Dorong Peningkatan IPP, Dispora Kalsel Gelar FGD Penyusunan RAD Pelayanan Kepemudaan

Banjarmasin – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Laporan Rencana Aksi Daerah (RAD), Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026, di Banjarmasin, Senin (3/8).

Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz melalui Kabid Pemberdayaan Pemuda, Budiono menyampaikan, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Provinsi Kalimantan Selatan.

Ket foto : Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Budiono

“Dimana saat ini, penyusunan RAD Kepemudaan sudah memasuki tahap kedua,” ungkap Budiono.

Sedangkan, penyusunan tahap pertama sudah dilaksanakan pada tahun 2023,hingga Maret 2026 lalu.

“Saat ini untuk kelanjutan penyusunan tahap kedua,” ucap Budiono lebih lanjut.

Dalam penyusunan RAD tersebut, terdapat berbagai upaya peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda Kalimantan Selatan.

“Dalan penyusunan IPP, terdapat 5 domain dan 16 indikator, yang ditargetkan mengalami peningkatan,” ujar Budiono.

Selain itu, terdapat juga beragam kegiatan dalam upaya peningkatan IPP di Kalsel.

“Terdapat 8 daerah di kabupaten kota telah melaksanakan RAD tersebut,” jelas Budiono.

Sedangkan, 6 daerah lainnya masih belum melaksanakan RAD.

Tujuan dari penyusunan RAD ini, adalah sebagai pedoman peningkatan pelayanan kepemudaan di Provinsi Kalimantan Selatan kedepannya.

“Harapannya ketika RAD ini disusun, tentunya pihak SKPD terkait, memiliki agenda dalam memberikan pelayanan kepemudaan,” tutur Budiono.

Dalam kesempatan tersebut, Budiono juga mengungkapkan, IPP Provinsi Kalimantan Selatan berada di peringkat 25 nasional.

“Posisi IPP Kalimantan Selatan saat ini masih berada di tengah atau sedang, karena itu Dispora perlu melakukan peningkatan,” ucapnya.

Diantaranya dengan mewujudkan pemuda yang aktif dibeberapa organisasi, aktif dalam kegiatan sosial masyarakat, serta kewirausahaan pemuda.

“Peranan tersebut diharapkan dapat menjadi tolak ukur Dispora meningkatkan IPP Kalsel,” ucap Budiono. (SRI/RIW/EPS)

Exit mobile version