Dinas PUPRP Banjar Akan Ditinjau Kembali Kerusakan Jalan di Aluh-Aluh

BANJAR – Rusaknya insfrastruktur jalan di tiga desa yakni Tambak Sirang, Bunipah dan Simpang Warga, Kecamatan Aluh-Aluh, bakal segera ditinjau dan langsung dikaji oleh tim Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar.

Plt Kepala PUPRP Kabupaten Banjar, Muhammad Riza Dauly, mengungkapkan, pihaknya akan meninjau terlebih dahulu lokasi mana saja yang mengalami kerusakan parah dan menjadi skala prioritas untuk mendapat perbaikan.

“Khususnya dibidang Bina Marga di Dinas PUPRP Banjar akan mencek kembali dimana saja yang perlu mendapatkan penanganan apabila misalnya Aluh-Aluh memiliki daya ungkit tinggi tentu akan mendapat perbaikan,” ujarnya, kepada Abdi Persada FM, baru-baru tadi.

Rusaknya jalan di Desa Bunipah menuju Simpang Warga, Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar

Ia menyadari jalan di tiga desa yang mengalami kerusakan itu merupakan akses utama perekonomian masyakarat sekitar dalam memenuhi kehidupan sehari-hari.

“Bagaimana pun hasil perikanan tangkap laut sentralnya ada di Kecamatan Aluh-Aluh,” ungkap Riza.

Kendati begitu, ia menegaskan, untuk memastikan apabila kondisi akses jalan di tiga desa di Aluh-Aluh itu memang rusak parah tentu akan melalui kajian secara komprehensif agar ke depan kualitasnya mampu bertahan lebih lama.

“Nah ini yang coba kami kaji lagi dalam skema kewilayahan. Tentu daerah mana saja yang memerlukan intevensi cepat dan memiliki daya ungkit tinggi apabila program tersebut dilaksanakan,” paparnya.

Apabila diukur secara keseluruhan, dijelaskan Riza, dimulai dari kewilayahan serta dampak positif terhadap perkembangan pembangunan di Kabupaten Banjar.

“Tentunya juga berdampak terhadap sektor perekonomian masyarakat di wilyahnya,” jelasnya.

Hingga kini, kondisi jalan di tiga desa tersebut masih bergelombang dan berlubang bahkan menunggu perbaikan. Mengingat, insfrastruktur ini satu-satunya akses utama menuju Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. (RHS/RDM/APR)

Aktivitas Warga Normal, Banjir di Tunggul Nangka Pengaron Berangsur-Angsur Surut

BANJAR – Banjir yang sempat melanda Desa Tunggul Nangka, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, kini berangsur-angsur surut. Ketinggian debit air yang sebelumnya dikisaran 90 cm sudah diangka 65 cm.

Ketinggian titik air terendah di Desa Tunggul Nangka, Pengaron, Banjar kini sudah berada diangka 60 cm

“Penurunan ini diprakirakan terjadi sekitar jam 06.00 WITA dengan kondisi cuaca yang cukup kondusif. Bahkan, jarak surutnya banjir dikisaran kurang lebih 25 cm dari 90 cm ke 65 cm,” ujar Kalak BPBD Banjar, Ahmad Solhan, diruang kerjanya, Kamis (10/2).

Meski ketinggian banjir cukup mengkhawatirkan, Solhan menyebut, kondisi tersebut ternyata tak mempengaruhi aktivitas warga yang bermukim di wilayah itu.

“Alhamdulillah, berjalan normal dan sementara tidak terjadi hujan,” ungkapnya.

Ia membeberkan, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, puncak intensitas curah hujan cukup tinggi di Kalimantan Selatan diketahui pada akhir Februari 2022.

“Harapan kita mudah-mudahan banjir ini tidak terjadi lagi,” harapnya.

Kendati banjir sudah mulai surut. Namun, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banjar berhasil diterjunkan dan masih tetap berada di lapangan hingga kondisi dipastikan aman.

“Kami menurunkan tim lapangan beserta mobil operasional siaga bencana BPBD,” ucapnya.

Selain Tunggul Nangka, Pengaron. Desa Sungai Raya, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar juga terdampak, tetapi beruntungnya hanya tergenang.

“Hanya menggenangi jalan, namun, tidak tinggi kalau diprakirakan setinggi mata kaki,” ungkap Solhan.

Adapun sebelumnya, data BPBD Banjar menyebutkan ketinggian muka air titik terendah di Tunggul Nangka, Pengaron, Banjar, sempat mengalami kenaikan dari 87 cm menjadi 90 cm. (RHS/RDM/RH)

Dua Orang Terpapar Omicron, Dinkes Banjar Klaim Masih Diidentifikasi

BANJAR – Kasus varian baru Omicron kini melanda Kota Intan, Martapura, Kalimantan Selatan. Dua orang dinyatakan terpapar setelah mengetahui hasil sampel yang diujikan di RSJ Sambang Lihum.

Kadinkes Banjar, Yasna Khairina, menyebut, dua orang yang terkonfirmasi positif itu, ditegaskannya belum diketahui jelas domisili asal pasien yang saat ini juga masih mendapat perawatan khusus di rumah sakit milik Pemprov Kalsel.

“Memang terkonfirmasi dua orang dan ini merupakan pasien baru di RSJ Sambang Lihum. Kami juga masih mengkonfirmasi yang bersangkutan tinggal dimana,” ujarnya, kepada wartawan, Rabu (9/2) siang.

Kembali ia menegaskan, dua orang yang terpapar itu belum bisa dipastikan sebagai warga yang berdomisi di Kabupaten Banjar.

“Belum diinformasikan kepada kami dan masih ditelusuri. Tetapi, mereka adalah pasien baru di RS Sambang Lihum,” bebernya.

Meski baru mengetahui dua orang terpapar Omicron. Justru, lonjakan jumlah kasus aktif COVID-19 di Kabupaten Banjar sedikitnya kini telah mencapai 150 orang.

“Ini kan baru dua yang ketahuan ya,” ungkap Yasna.

Mantan Direktur RSUD Ratu Zalecha Martapura ini menghimbau kepada warga Kabupaten Banjar yang belum menerima suntikan vaksin pertama dan kedua agar segera mendatangi fasyankes terdekat. Hal ini sebagai bentuk murni pencegahan.

“Yang belum vaksin agar segera bervaksin. Bagi yang berhasil mendapatkan dosis pertama hingga kedua bisa ikut melaksanakan vaksin ketiga (booster). Kemudian, diharapkan orang tua peserta didik dapat memberikan izin kepada anaknya untuk ikut berpartisipasi dalam rangka program vaksinasi anak dan jangan abaikan prokes seperti pentingnya penggunaan masker,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Banjar, Masruri, mengungkapkan, dari jumlah 150 kasus aktif ada sekitar 145 yang menjalankan isoman, 2 pasien di RSUD Ratu Zalecha dan 3 orang lainnya di RSUD Ulin Banjarmasin.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Banjar, Masruri

“Ketersediaan tempat tidur (TT) isolasi saat ini berjumlah 60 secara rinci diantaranya 8 TT dipakai 2 pasien COVID-19 dan 6 dicurigai. Sedangkan, isolasi terpusat 26 TT di Guest House Sultan Sulaiman serta terkonfirmasi Omicron ada 2 orang di RS Sambang Lihum Provinsi Kalsel,” jelasnya.

Terkait cakupan vaksin, ia menjabarkan, untuk kategori umum sekitar 77,90 persen, lansia 63,21 persen dan anak baru mencapai 25,47 persen.

“Umum sebanyak 344.500 orang, lansia sekitar 21.789 orang dan anak sudah tercapai 25.247,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

PD PBB Martapura Akan Benahi Infrastruktur Pasar Batuah Secara Bertahap

BANJAR – Sejumlah infrastruktur di daerah kawasan Pasar Batuah, Martapura, Banjar, secara bertahap akan dibenahi. Langkah ini sebagai wujud agar penata kelolaannya tak lagi terkesan semrawut.

Dirut PD Pasar Bauntung Batuah (PBB) Kabupaten Banjar, Rusdiansyah, mengatakan, dengan adanya pembenahan ini, tentu, salah satu daya tariknya bagi pengunjung ke depan adalah reseprentativenya.

Dirut PD Pasar Bauntung Batuah (PBB), Rusdiansyah

“Kedepan, dalam hal ini kami akan melakukan upaya penata kelolaan terhadap infrastruktur di dalam pasar yang nantinya akan merubah wujud daripada pasar tradisional serta akan menjadi salah satu daya tarik untuk di kunjungi,” tuturnya kepada Abdi Persada FM, Senin (7/2) pagi.

Meski demikian, ia mengungkapkan, pembenahan infrastruktur yang dilakukan secara bertahap itu, sementara bakal difokuskan di lokasi Pasar Batuah, Martapura.

“Baik di dalam sisi bangunan di depan Pasar Batuah dan sisi jalan dilakukan perbaikan serta drainase dan sebagainya,” bebernya.

Dia menjelaskan, pembenahan tata kelola di sekitarnya diakui sudah berjalan termasuk di depan teras dan di dalam lokasi Pasar Batuah.

“Mudah-mudahan penyelesaiannya berjalan tepat waktu atau mungkin sebelum berakhirnya masa kegiatan dapat selesai seluruhnya. Terpenting, penata kelolaan terhadap tempat-tempat berjualan khususnya di dalam pasar itu akan menjadi bagian perhatian kami,” tuturnya.

Bahkan, lanjut Rusdiansyah, langkah ini sebagai bentuk sinergi antara visi dan misi Bupati Banjar, Saidi Mansyur, dengan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Bauntung Batuah.

“Terpenting dalam hal ini adalah sinerginitas kami dengan pak Bupati Banjar untuk mewujudkan maju, mandiri serta agamis,” ungkapnya.

Dirinya menegaskan, selain berfokus menata infrastruktur pasar agar ke depan terlihat reseprentative. PD Pasar Bauntung Batuah juga mendukung dalam rangka peningkatan kas pendapatan daerah.

“Terkait perubahan bentuk badan hukum PD PBB tidak hanya ke arah infrastruktur saja. Tetapi, bagaimana upaya kami dalam mendukung meningkatkan pendapatan asli daerah merubah dari pada penata kelolaan terhadap retribusi dengan beralih ke sistem digitalisasi semoga bisa segera terwujud di tahun ini,” ucap Rusdiansyah.

Selain itu, dirinya menyampaikan, agar realisasi program yang akan diwujudkan ini tercapai, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Bauntung Batuah tinggal menunggu pengesahan badan hukum baru sebagai Perusahaan Umum Daerah (Perumda) yang diteken bersama DPRD Kabupaten Banjar.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat pengesahan perubahan bentuk badan hukum baru PD Pasar Bauntung Batuah yang tadinya perusahaan daerah menjadi Perumda bisa disahkan legislatif,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Pedagang Minyak Goreng di Kabupaten Banjar Mulai Jalankan Kebijakan Satu Harga

BANJAR – Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan yang dijual ditingkat pengecer dan pedagang di Kabupaten Banjar kini mulai menjalankan kebijakan satu harga yang ditetapkan Kemendag RI.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar, I Gusti Made Suryawati, mengatakan, penetapan satu harga minyak goreng yang diketahui seluruhnya berjenis premium serta curah itu sepenuhnya telah dituangkan dalam Permendag RI Nomor 66 Tahun 2022.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar, I Gusti Made Suryawati

“Sejak Februari 2022, HET minyak goreng curah itu harus dijual Rp11.500 dan untuk yang sederhana sekitar Rp13.500 per liternya. Sedangkan, premium dikenakan Rp14.000,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, diruang kerjanya, Jumat (4/2) siang.

Ia mengakui, kini para pedagang yang menjajakan minyak gorengnya di Kabupaten Banjar sudah berangsur-angsur mulai menyesuaikan HET yang ditetapkan.

“Mereka (pedagang) sudah mengikuti harga yang diatur oleh pemerintah,” bebernya.

Sebagai langkah menekan lonjakan harga, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar sudah beberapa kali menggelar operasi pasar minyak goreng dengan kebijakan sati harga yang disesuaikan aturan dari Kementerian Perdagangan.

“Kami kemarin juga sudah menggelar kegiatan tersebut dan bekerjasama dengan Dekranasda Banjar. Hal ini tentu, menyikapi adanya kebijakan yang dikeluarkan Kemendag RI,” ujar Made.

Adapun pelaksanaan operasi pasar minyak goreng dengan menerapkan kebijakan satu harga yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar setidaknya sudah lebih dari satu titik.

“Kegiatan pertama di depan Gedung Dekranasda, setelah itu di Kecamatan Karang Intan, Sambung Makmur, Martapura Kota, dan nanti akan berlanjut pada 28 Februari 2022 di Kecamatan Peramasan,” paparnya.

Operasi pasar minyak goreng yang dijajakan sesuai harga standar Kemendag RI itu, sambung Made, penyelenggaraannya menyesuaikan permintaan masyarakat yang disampaikan langsung dari jajaran aparat kecamatan.

“Untuk programnya, kita lihat dari kecamatan mana saja yang masih tetap menginginkan adanya pelaksanaan operasi pasar minyak goreng. Tentu, tujuannya adalah agar kestabilan harga di pasaran secara pelan-pelan berangsur-angsur kembali normal,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Pemkab Banjar Mampu Realisasikan Kas Daerah Hingga 217 M

BANJAR – Sepanjang 2021, Pemerintah Kabupaten Banjar mampu merealisasikan pendapatan sebesar Rp217 miliar. Bahkan, nominal ini melampaui target yang ditetap bersama DPRD Banjar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Banjar, Dzulyadaini, mengungkapkan, meski COVID-19 cukup memukul perekonomian masyarakat. Namun, tak disangka hasil penerimaan restribusi daerah di 2021 meningkat tajam.

“Untuk capaian realisasi tahun lalu, Alhamdulillah, dari angka yang ditargetkan Rp212 miliar ternyata mengalami peningkatan,” ujarnya kepada Abdi Persada FM di ruang kerjanya, Kamis (3/2) siang.

Dia merincikan, dari hasil realisasi capaian yang diterima Pemkab Banjar dengan besaran hingga Rp217 miliar itu diantaranya didapatkan melalui penerimaan Pajak Bumi Bangunan (PBB), perhotelan, parkir, restoran dan lain-lain. Tetapi, Bea Perolehan Hasil atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) ternyata juga cukup besar mempengaruhi.

“Kebetulan, kami berkorelasi dengan penetapan perda RT/RW Kabupaten Banjar, pendapatan dari BPHTB saja mencapai Rp30,5 miliar dari target Rp25 miliar pada tahun lalu. Akan tetapi, pada 2022 dinaikan menjadi Rp34,9 miliar. Sedangkan, untuk PBB di 2021 sesuai dengan arahan serta kebijakan dari Bupati Banjar itu ada tiga zona penyesuaian Martapura dan Kertak Hanyar, otomatis seiring dengan keberadaan itu juga mengalami kenaikan,” ungkapnya.

Terlebih, ia mengungkapkan, Rp212 miliar diakui menjadi target yang dirancang bersama dengan DPRD Kabupaten Banjar sebagai penerimaan kas daerah tahun 2021. Namun, karena imbas ekonomi sudah mulai membaik maka pendapatan pun mengalami peningkatan secara positif.

“Ini juga merupakan imbas dari hasil aktivitas perekonomian masyarakat juga yang bergerak bisa berjalan lancar dan baik otomatis penerimaan pajak juga turut berdampak positif atau mendapatkan nilai yang lebih juga,”

Dibeberkan Dzulyadaini, setelah melewati hasil rapat internal bersama dengan DPRD Banjar. Maka, retribusi daerah di tahun 2022 dinaikkan menjadi Rp221 miliar.

“Sesuai dengan perencanaan dan telah disepakati oleh anggota legislatif di DPRD pada APBD Tahun 2022,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Pemkab Banjar Minta Dukungan Orang Tua Untuk Sukseskan Percepatan Vaksinasi Anak

BANJAR – Pemkab Banjar mencanangkan akhir Februari 2022 vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun untuk dosis pertama rampung. Terlebih meminta kepada orang tua agar ikut memberikan dukungan supaya pelaksanaan program percepatan tersebut berjalan sukses.

Rakoor Percepatan Vaksinasi Anak dihadiri camat se Kabupaten Banjar

Assisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Banjar, Masruri, mengungkapkan, meski stok vaksin dan nakes diakui siap. Namun, untuk merealisasikan pencanangan ini agar mampu terlaksana tentu dukungan orang tua sangat diperlukan.

Pelaksanaan Rakoor Percepatan Vaksinasi Anak yang dipimpin Assisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Banjar, Masruri (tengah) didampingi Plt Kadisdik Banjar, Liana Penny (kiri).

“Harapan kami tentunya orang tua paham dan mengerti kenapa pemerintah mewajibkan warga negara Indonesia seluruhnya untuk di vaksin,” ungkapnya saat mempimpin Rakoor Percepatan Vaksinasi Anak Usia 6 – 11 Tahun 2022, di Aula Kantor Bakesbangpol Kabupaten Banjar, Kamis (27/1) siang.

Dihadapan para Camat dan kepala SKPD dilingkup Kabupaten Banjar, ia menekankan, bahwa upaya ini merupakan langkah cepat pemerintah dalam membentuk Herd Immunity (kekebalan tubuh).

“Tentu memperluas antibodi untuk mengantisipasi penyebaran varian Omicron,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny, mengatakan, berdasarkan SKB 4 Menteri Pemerintah wajib melaksanakan vaksinasi bagi pendidik dan peserta didik.

“Tujuan dilaksanakan vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh bagi anak-anak, perlu gerakan serius untuk pelaksanaan ini,” paparnya.

Saat menjawab pertanyaan para camat tentang kekhawatiran para orang tua terhadap suntikan vaksin, dirinya pun menyebut, yang bertanggung jawab tentu adalah negara.

“Semoga target capaian vaksinasi anak tercapai dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bisa dilaksanakan 100 persen nantinya,” harap Penny.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pembedayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Banjar, Syahrialuddin, mengatakan, akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk desa terkait dukungan program percepatan vaksinasi ini.

“Delapan persen alokasi dana desa akan tetap diperuntukkan untuk penanganan COVID-19 dan pelaksanaannya tetap diserahkan ke tingkat desa masing-masing,” paparnya dalam laporan kegiatan Rakoor Percepatan Vaksinasi Anak Usia 6 – 11 Tahun 2022, di Aula Badan Kesbangpol Banjar. (PEMKAB.BJR-RHS/RDM/RH)

Debit Air Sungai Martapura Normal, BPBD Banjar Tetap Siaga

BANJAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar menyatakan debit air sungai di Bumi Barakat sudah berangsur normal. Stasiun pantau yang dipasang pihaknya di Simpang Empat, Mataraman, Martapura Timur dan Martapura Barat kini berada dititik nol.

“Artinya jalan tidak ada lagi yang tergenang dan kondisinya juga sudah aman,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Banjar, Ahmad Solhan, saat ditemui Abdi Persada FM diruang kerjanya, Rabu (26/1) siang.

Ia mengungkapkan, sejumlah personil BPBD Kabupaten Banjar terus diterjunkan untuk memantau kondisi ketinggian debit air sebagai langkah proteksi pencegahan.

“Kita memang sering melakukan patroli ke sungai baik siang, sore hingga malam yang kemungkinan dapat mengkibatkan bencana banjir,” ucapnya.

Meski BMKG memprakirakan hingga akhir Januari 2022, curah hujan di Kalsel khususnya di Kabupaten Banjar diakui intensitasnya tinggi. Namun, ia berharap, keadaan tersebut masih bisa dikondisikan.

“Kita harapkan semuanya aman. Bahkan, BPBD Banjar juga selalu siap siaga sebagai antisipasi,” ungkapnya.

Ia menghimbau warga yang tinggal di daerah bantaran sungai bisa tetap waspada. Mengingat, bencana banjir juga sering tidak terduga kondisinya.

“Biasanya kalau sudah terjadinya hujan dengan intensitas tinggi dan tempat tinggalnya bermukim dipinggir sungai sambil berhati-hati dan waspada,” imbaunya.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Solhan selaku Kalak BPBD Kabupaten Banjar juga telah menginstruksikan seluruh personilnya untuk mendirikan posko siaga darurat.

“Tentunya kami juga menyiapkan logistik kalau terjadi bencana,” tuturnya.

Sementara agar kebutuhan pangan tetap tersedia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) juga turut berkoordinasi dengan instansi terkait sebagai bentuk sinergi dan solidaritas dalam penanganan bencana di Bumi Barakat, Kabupaten Banjar.

“Seperti Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan sejumlah relawan lainnya,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Tindak Lanjuti Instruksi Presiden, Polres Banjar Gelar Vaksin Ketiga Dilingkup Jajarannya

BANJAR – Polres Banjar melaksanakan kegiatan Vaksinasi Booster dilingkup personilnya, Jumat (21/1), semenjak di instruksikan Presiden RI Joko Widodo, pada 12 Januari 2022 lalu, pemerintah kini mulai memberlakukan vaksin dosis ketiga secara massal.

Suasana kegiatan vaksinasi dosis ketiga dilingkup Polres Banjar

Nampak juga terlihat dalam antrian Kapolres Banjar, AKBP Doni Hadi Santoso, mengikuti pelaksanaan vaksin ketiga (Booster) ini bersama dengan Ketua Bhayangkari Cabang Banjar berserta Wakapolres Banjar dan seluruh PJU Polres Banjar.

AKBP Doni Hadi Santoso, menyampaikan, bahwa Vaksinasi Booster tersebut menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.

“Guna semakin meningkatkan kekebalan tubuh personil, hari ini hari pertama kami melaksanakan Vaksinasi Booster kepada seluruh personil Polres Banjar yang memenuhi kriteria,” jelasnya.

Doni menyebut, vaksinasi Booster adalah Vaksinasi Covid-19 setelah seseorang mendapat vaksinasi primer dosis lengkap yang ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan.

“Jenis vaksin yang digunakan antara lain, untuk sasaran dengan dosis primer Sinovac maka diberikan vaksin AstraZeneca, separuh dosis (0,25 ml), atau vaksin Pfizer, separuh dosis (0,15 ml). Dan untuk sasaran dengan dosis primer AstraZeneca maka diberikan vaksin Moderna separuh dosis (0,25 ml), atau vaksin Pfizer, separuh dosis (0,15 ml),” paparnya.

Sertifikat vaksinasi ketiga yang diterima oleh jajaran anggota Bhayangkari Cabang Banjar dan Guru TK Kemala Bhayangkari 05.

Selain itu, beberapa anggota Bhayangkari Cabang Banjar dan Guru TK Kemala Bhayangkari 05 Martapura yang memenuhi kriteria jangka waktu di atas enam bulan sesudah dosis kedua juga nampak antusias mengikuti kegiatan vaksinasi COVID-19 dosis ketiga yang berlangsung di depan Klinik Kesehatan Polres Banjar dan di Aula Tribrata Polres Banjar. (POLRES BANJAR-RHS/RDM/RH)

Jadi Perumda, PD Pasar Bauntung Batuah Siap Rampingkan Sejumlah Jabatan Direksi

BANJAR – Meski tak dianggap mubazir, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Bauntung Batuah (PBB) yang berpusat (core) bisnis di Kabupaten Banjar bakal melakukan perampingan di struktur organisasi direksi.

Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Bauntung Batuah, Rusdiansyah, mengakui, meski direksi direncanakan mengerucut. Ia menyakini, hal itu tidak berpengaruh buruk terhadap kinerja dan sistem pelayanan.

Dirut PD Pasar Bauntung Batuah, Rusdiansyah

“Dengan struktur yang baru mudah-mudahan ke depan, kami bisa bekerja lebih optimal lagi dalam hal ini memberikan layanan sesuai pelaksanaan yang ada di PD Pasar Bauntung Batuah,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Kamis (20/1) kemarin.

Apalagi sebelumnya, Rusdi menyebut, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah mengkaji akan adanya hal tersebut.

“Insya Allah, tidak ada masalah. Dari hasil pendampingan yang mereka laksanakan kemarin bahwa memang harus ada beberapa yang harus dilakukan restrukturisasi SOTK kita di dalam tubuh PD Pasar Bauntung Batuah ini,” bebernya.

Hal tersebut dalam rangka menyambut perubahan badan hukum Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) sesuai Raperda yang akan disahkan.

“Tentu nanti ada strategi khusus yang akan dijalankan setelah nantinya disahkan menjadi Perumda,” ungkap Rusdiansyah lagi.

Terkait perampingan struktur, secara keseluruhan pihaknya masih menunggu pengesahan payung hukum yang baru sebagai Perusahaan Umum Daerah (Perumda) yang berpusat di Kabupaten Banjar.

“Kalau kami anggap mubazir ya tentu tidak, alangkah bagusnya bisa dimaksimalkan atau dihandel satu bidang saja untuk menangani masalah itu artinya tidak perlu dua atau tiga orang lagi tapi cukup satu saja yang dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version