Mitigasi Banjir Tahunan, Pembangunan Bendungan Riam Kiwa Diharapkan Terlaksana 2023

BANJAR – Salah satu langkah strategis Pemkab Banjar untuk memitigasi permasalahan banjir yang sering terjadi di sejumlah wilayah adalah mengharapkan bendungan riam kiwa dapat segera terealisasi.

Posisi bendungan raksasa ini nantinya berada di dua desa di Kecamatan Paramasan yaitu Angkipih dan Paramasan Bawah, Kabupaten Banjar, yang diprakirakan pelaksanannya pada 2023 mendatang dan bakal menelan biaya sebesar Rp1,8 triliun melalui APBN Kementerian PUPR.

Plt Kepala PUPRP Kabupaten Banjar, Muhammad Riza Dauly, menyampaikan, meski program tersebut bersumber pada anggaran pemerintah pusat. Tetapi, major project ini ternyata juga merupakan langkah strategis Pemkab Banjar.

“Kemarin, Bupati Banjar juga telah menyampaikan dan memohon agar pemerintah pusat dapat mempercepat proses pembangunan Bendungan Riam Kiwa,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, baru-baru tadi.

Namun, saat ini tercatat ada sekitar 700 Hektar (Ha) lahan yang masih berstatus milik warga sekitar. Sehingga, Pemkab Banjar masih harus melakukan negosiasi terkait pembebasan lahan itu.

“Memang dari sisi pembebasan lahan pada 2021 lalu sudah dilaksanakan dan mudah-mudahan tahun ini bisa segera diselesaikan. Nah, paling tidak 2022 atau 2023 nanti pembangunannya bisa berlangsung,” bebernya.

Sebelumnya, Bupati Banjar Saidi Mansyur, ungkap Riza, juga sudah berdiskusi dengan pemerintah pusat supaya pembangunan Bendungan Riam Kiwa dipercepat.

“Karena ini salah satu langkah mitigasi kita untuk mereduksi jumlah air di daerah yang rawan terhadap banjir seperti Martapura dan sekitarnya,” ungkapnya.

Tentu, Riza mengungkapkan, agar program mitigasi banjir ini bisa berjalan lancar dan segera terealisasi, Pemkab Banjar dan Pemprov Kalsel bersama Balai Wilayah Sungai II terus melakukan koordinasi.

“Jadi, langkah-langkah apa saja yang dilakukan Pemkab Banjar ataupun Pemprov Kalsel kepada pemerintah pusat agar bendungan ini dapat terwujud tetapi kemungkinan pelaksanaannya tetap di 2023 karena masih fokus pembebasan lahan warga setempat,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Belanja 100 Ribu Bisa Tebus Migor, Diskumperindag Banjar Sidak Retail di Indrasari Sekumpul

Kadiskumperindag Banjar, I Gusti Mada Suryawati saat melakukan sidak di salah satu retail bersama Satgas Pangan Kabupaten Banjar

BANJAR – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Banjar menyidak salah satu mini market di Jalan Sekumpul, Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, menyusul hebohnya video rekaman dari seorang warga yang tengah viral akibat menjual minyak goreng kemasan dengan syarat harus berbelanja Rp100 ribu.

Kadiskumperindag Banjar, I Gusti Mada Suryawati, saat jumpa pers usai melaksanakan sidak di salah satu retail di desa Indrasari Sekumpul, Martapura, Banjar

Menyikapi itu, Kepala Diskumperindag Banjar, I Gusti Mada Suryawati, menyampaikan, meski minyak goreng yang dijajakan sudah kosong. Namun, pihaknya tak segan memberikan sanksi kepada pelaku usahanya yang telah meresahkan konsumen.

“Sudah ada surat pernyataan dari managemen yang tidak akan lagi menjual minyak goreng secara bersyarat ke konsumen,” ujarnya, kepada wartawan, usai melakukan sidak di mini market Jalan Sekumpul, Desa Indrasari, Martapura, Banjar, Jumat (4/3) kemarin.

Dia mengatakan, dalam sidak yang dilaksanakan mucul pernyataan dari pihak managemen bahwa minyak goreng kemasan yang dijual bersyarat oleh mini market itu ternyata diketahui telah berjalan sejak 26 – 28 Februari 2022 kemarin.

“Kami akan memberikan teguran beberapa kali, apabila manajemen mini market tetap mengulangi perbuatannya bisa saja pencabutan izin operasional sebagai sanksi. Bahkan, konsumen resah terhadap teknik marketing dari retail tersebut,” paparnya.

Kejadian tersebut cukup beralasan, dimana warga sekitar resah karena retail setempat mempersyaratkan agar bisa mendapatkan minyak goreng kemasan 1 liter seharga Rp14 ribu, konsumen terlebih dahulu harus berbelanja Rp100 ribu.

Bahkan, salah satu penanggungjawab di retail tersebut yakni Noorvianti, mengakui, adanya miskomunikasi dengan staff pemasaran.

“Sehingga muncul pengumuman bagi konsumen yang ingin menebus minyak goreng kemasan berbelanja senilai Rp100 ribu,” ungkapnya.

Inspeksi dadakan (sidak) ini tak hanya dilaksanakan Pemkab Banjar melainkan juga dibantu dari jajaran tim Satgas Pangan Banjar. (RHS/RDM/SA)

87 Koperasi di Kabupaten Banjar Tutup Akibat COVID-19

Bupati Banjar, Saidi Mansyur didampingi Wakil Bupati, Idrus Al Habsyie dan Sekdakab Banjar, HM Hilman saat menyerahkan piagam pernghargaan untuk koperasi terbaik

BANJAR – Dampak pandemi yang dimulai 2020 hingga sekarang cukup memukul seluruh sektor perekonomian di Kalsel. Bukan hanya industri dan perdagangan, usaha kecil berbasis simpan pinjam pun ikut tergerus. Tercatat di kota intan Martapura, Kabupaten Banjar, sedikitnya ada sekitar 87 koperasi tak mampu bertahan dari musibah ini.

Kepala Diskumperindag Banjar, I Gusti Suryawati melalui Kepala Seksi Pengawasan dan Pemeriksaan Bidang Koperasi, Mardiana Anita, mengungkapkan, meski puluhan lebih usaha simpan pinjam ini dinyatakan non aktif. Akan tetapi, pihaknya menyebut masih banyak koperasi yang beroperasi hingga sekarang di Kabupaten Banjar.

“Ada sekitar 166 koperasi di Kabupaten Banjar yang masih aktif beroperasi dan tetap berjalan hingga sekarang ini,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Jumat (4/3) kemarin.

Sebaliknya, dia menjelaskan, sebanyak 90 koperasi di Kabupaten Banjar ikut dalam Rapat Agenda Tahunan (RAT) tahun 2021 – 2022.

“Untuk 2021 sebanyak 62 dan tahun ini kembali bertambah sedikitnya 28 koperasi,” ungkapnya.

Dari data yang dimiliki Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian mencatat total keseluruhan koperasi di Kabupaten Banjar sekitar 253. Selain itu, ada sekitar 18 koperasi juga telah dibubarkan pihaknya.

“Ini baik total keseluruhan dari koperasi yang aktif maupun non aktif di wilayah Kabupaten Banjar. Sedangkan sisanya karena tak memenuhi syarat,” pungkasnya. (RHS/RDM/SA)

Kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Banjar Per Januari 2022 Capai 63,94 Persen

Ilustrasi layanan di BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin (Dok. BPJS Kesehatan)

BANJAR – Angka kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masyarakat di Kabupaten Banjar mencapai 63,94 persen. Realisasi tersebut terhitung hingga Januari tahun 2022.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin, Agus Supratman, mengatakan, dengan adanya capaian presentase ini diharapkan terus mengalami peningkatan.

“Hal ini diharapkan bisa menambah persentase kepesertaan, tentu dengan dukungan Pemkab Banjar,” ujarnya dalam rilis yang diterima Abdi Persada FM, Jumat (4/3) siang.

Ia menuturkan, tujuan menyambangi Pemkab Banjar merupakan dukungan dalam menjalankan intruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022.

“Ini merupakan kegiatan tindak lanjut dari kami kepada Pemkab Banjar tentang dukungan Optimalisasi pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” ungkapnya.

Terkait data terkini, tutur Agus, untuk Aparatus Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemkab Banjar yang keluarganya belum tertacat sebagai kepesertaan untuk mendaftarkannya.

“Akan ditindak lanjuti bersama nantinya,” ucapnya.

Menurutnya, ASN yang mendaftarkan anggota keluarganya otomatis akan menambah presentase.

“Selain itu dapat menambah jumlah kepesertaan,” ungkapnya.

Suasana saat kunjungan BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin ke Pemkab Banjar di wakil Asisten Administrasi Umum Setdakab Banjar, Siti Mahmudah didampangi Kadinkes, Yasna Khairina.

Sebelumnya, jajaran BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin telah melakukan audiensi ke Pemkab Banjar yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setdakab Banjar, Siti Mahmudah didampingi Kadinkes, Yasna Khairina, di Mahligai Sultan Adam. (RHS/RDM/SA)

5 Tahun, Jalan Tatah Amuntai Belum Diperbaiki, Warga Harapkan Perhatian

BANJAR – Jalan utama Tatah Amuntai, km 10, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, kembali dikeluhkan warga sekitar. Hampir 5 tahun infrastruktur tersebut belum juga mendapat perbaikan.

“Kerusakan jalan disini kurang lebih sekitar 5 tahunan dan mengharapkan bantuan dari Pemkab Banjar mengingat ini juga satu-satunya akses jalan utama perekonomian warga,” ujarnya, kepada Abdi Persada FM, baru-baru tadi.

Apalagi, lanjut Rahman, jalan tersebut juga merupakan akses utama pelajar menuju lokasi ke sekolah.

“Apalagi disini ada SMK Negeri, kami takutnya kalau ada kenapa-kenapa itu yang dikhawatirkan,” ucapnya.

Jalan Tatah Amuntai, Kertak Hanyar, Banjar, menuju lokasi Sekolah Menegah Kejuruan (SMK)

Ia menceritakan, awal mula rusaknya jalan utama Tatah Amuntai ini diakibatkan selain kualitas aspal yang kurang baik. Kerusakan itu juga dipicu karena adanya bencana banjir di awal tahun 2021 lalu yang barengi hujan dengan intensitas tinggi.

“Apalagi waktu banjir kemarin dan kena hujan lalu rusak lah jalan dan kini kami kesusahan untuk melewati jalan utama di Tatah Amuntai ini,” paparnya.

Dia berharap adanya perhatian dari Pemkab Banjar agar jalan yang menjadi poros utama perekonomian warga bisa kembali berjalan normal.

“Mudah-mudahan ada perbaikan dari Pemkab Banjar walaupun nanti dilaksanakan secara bertahap. Semoga ada tindak lanjut segera,” harapnya.

Sementara itu, Plt Kadis PUPRP Banjar, Muhammad Riza Dauly, menyampaikan, salah satu program strategis Pemkab Banjar adalah infrastruktur jalan. Tentu, hal ini juga telah dirancang pihaknya di tahun 2022 dan realisasinya akan dilaksanakan pada 2023 mendatang.

Plt Kadis PUPRP Banjar, M Riza Dauly

“Sesuai visi dan misi dari Bupati Banjar, Saidi Mansyur, selain ketahanan bencana yang menjadi perhatian, pemantapan infrastruktur jalan yang juga sebagai prioritas tersebut merupakan konsentrasi,” paparnya.

Ia menjelaskan, ada salah satu jalan sekitar 23 kilometer (km) juga mengalami kerusakan dan bahkan akan diperbaiki pihaknya.

“Mudah-mudahan dengan diperbaikinya jalan maka ekonomi masyarakat kembali tumbuh terlebih di daerah pinggiran yang notabenenya adalah penghasil bahan baku seperti padi, ikan, hortikultura dan produk-produk di sektor pertanian,” imbuh mantan Kadis Perikanan Kabupaten Banjar tersebut. (RHS/RDM/RH)

133 Rumah di Kabupaten Banjar Jadi Korban Puting Beliung

BANJAR – Sebanyak 133 rumah di dua kecamatan Kabupaten Banjar mengalami kerusakan akibat sapuan angin puting beliung beberapa waktu lalu. Terlebih, jumlah ini merupakan data yang tercatat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar.

Kepala Pelaksanan BPBD Banjar, Solhan, mengatakan, berdasarkan data yang diterima, dua kecamatan di Kabupaten Banjar yang mengalami musibah itu berada di wilayah Sungai Tabuk dan Martapura Barat.

Kalak BPBD Banjar, Solhan

“Kalau di Sungai Tabuk itu ada 5 desa yakni Pemakuan, Sei Tabuk, Lok Buntar, Sungai Bangkal dan Pembantanan. Sedangkan di Martapura Barat hanya satu desa yakni Sungau Rangas,” ujarnya melalui rilis data yang diterima Abdi Persada FM, Jumat (4/3).

Ia menjelaskan, setelah melakukan pendataan, bantuan untuk perbaikan seperti tempat tinggal bagi warga terdampak akan diberikan.

“Yang jelas, kami telah mendata rumah berstatus rusak berat, sedang dan ringan. Setelah itu bisa diajukan bantuan perbaikan,” bebernya.

Selain melakukan pendataan, BPBD Kabupaten Banjar juga telah memberikan bantuan logistik untuk membangun dapur umum yang diperuntukkan bagi korban musibah dari bencana tersebut.

“Sudah kami distribusikan kepada warga yang terdampak,” ucap mantan Kadis PUPR Banjar itu.

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Banjar menetapkan status tanggap darurat dalam kebencanaan ini. Terlebih, pihaknya telah melaporkan hal tersebut ke Bupati Banjar, Saidi Mansyur yang nanti akan dilakukan tindakan perbaikan bangunan rumah yang rusak berat, sedang dan ringan.

“Nanti akan dibantu TNI/Polri dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk bergotong royong. Yang mana, didanai melalui Bantuan Tak Terduga (BTT) dari APBD,” pungkas Solhan. (RHS/RDM/RH)

Samkel Milik UPPD Samsat Martapura Mulai Beroperasi

BANJAR – Salah satu layanan unggulan dari Kantor Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Martapura yakni, layanan Mobil Samsat Keliling (Samkel), sudah mulai kembali beroperasi, Samkel yang awalnya ditutup akibat adanya pandemi COVID-19 sejak tahun 2020 lalu, telah beroperasi pada awal Maret 2022. Hal ini disampaikan Kepala UPPD Samsat Martapura Zulkifli, kepada Abdi Persada FM, Selasa (1/3) tadi.

Zulkifli menyampaikan, Samkel milik UPPD Samsat Martapura sudah mulai beroperasi sejak 1 Maret 2022, pihaknya sebenarnya sudah merencanakan pembukaan Samkel pada bulam Februari 2022, namun akibat lonjakan pandemi COVID-19 di Daerah Kabupaten Banjar, sehingga pihaknya menunda pengoperasian kembali Samkel hingga Maret 2022.

“Kalau tidak ada halangan, layanan Mobil Samkel akan kembali beroperasi awal Maret ini,” ucap Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, waktu pelayanan kepada masyarakat dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor khususnya pajak tahunan, beroperasi Senin hingga Jumat.

“Mulai pukul 9.00 sampai 12.00 WITA, kecuali Jumat yang beroperasi hingga pukul 11.00 Wita saja. Untuk lokasi pelayanan Mobil Samkel, sama seperti biasanya,” lanjut Zulkifli.

Dilanjutkan Zulkifli, Persyaratan pembayaran pajak tahunan di Mobil Samkel ini sangat mudah, Masyarakat hanya perlu membawa STNK dan notes Pajak asli serta fotocopy KTP.

“Jika berkas lengkap, maka petugas kita akan memanggil dan menyerahkan lembar pajak yang harus dibayar, pengambilan STNK yang sudah disahkan oleh pihak kepolisian, sebagai tanda selesainya bayar pajak kendaraan bermotor dan STNK diterima,“ lanjut Zulkifli.

Diungkapkan Zulkifli, dengan adanya pelayanan yang baik serta sistem administrasi prosedur pelayanan yang tidak rumit, Ia mengharapkan program Samkel ini akan terus berkembang dan menjadi lebih baik di masa mendatang.

“Adanya layanan Samkel, agar mendekatkan diri kepada pemilik kendaraan atau Wajib Pajak yang jauh dari pusat pelayanan Samsat. Guna mempermudah masyarakat agar taat hukum dan membayar kewajibannya membayar pajak kendaraan,” tutup Mahyuni. (MRF/RDM/APR)

Meski Libur Nasional, Paman Birin Tetap Semangati Anak Agar Mau Divaksin

Banjar – Berikhtiar untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 melalui kegiatan vaksinasi, terus digelorakan Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin.Noor atau Paman Birin.

Meski di hari libur, Paman Birin tetap turun ke desa untuk memantau langsung kegiatan vaksinasi bergerak sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat dan tim yang  bertugas

Seperti dilakukan pada Senin (28/2),  dimana oleh pemerintah ditetapkan sebagai  hari libur nasional,  yakni Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW,  kepala daerah  dikenal dekat dengan rakyatnya itu tetap memanfaatkan waktu libur dengan menyapa masyarakat.

Gubernur Sahbirin Noor  meninjau vaksinasi bergerak di Desa Sungai Alang, dan Awang Bangkal Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Vaksinasi Bergerak di dua tempat tersebut difasilitasi Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan.

Gubernur H Sahbirin Noor mengatakan, Vaksinasi  Bergerak merupakan usaha atau ikhtiar bersama untuk mewujudkan kekebalan rakyat banua dari COVID-19.

“Melawan COVID-19 tidak semudah membalikan telapak tangan perlu segenap usaha untuk memutus penyebarannya”, ujar Gubernur.

Suasana saat Gubernur Kalsel meninjau Vaksinasi Bergerak

Paman juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat seperti TNI, Polri, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan yang lainya.

Kepala Desa Sungai Alang, Miftahul Khair mengucapkan terima kasih kepada Paman Birin yang telah menyempatkan hadir dan meninjau langsung proses vaksinasi.

Menurutnya, hingga siang hari sudah lebih dari 200 orang yang melakukan vaksinasi.

Disampaikanya, vaksinasi kali ini mencakup anak dari umur 6 sampai dengan 11 tahun, dewasa hingga lansia.

Selanjutnya, Paman Birin meninjau vaksinasi bergerak di Desa Awang Bangkal Barat dengan sasaran 1.000 orang.

Di Desa Awang Bangkal Barat dosis 1 sebanyak 2.057 dari sasaran 2, sebanyak 118 dosis.
Hari ini kali pertama dilakukan vaksin dosis ke 2.

Pada peninjauan tersebut Paman Birin didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Sukamto, dan Kasatpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan Zakly Aswan.

Saat berkunjung di desa Awang Bangkal, oleh kepala desa setempat, Paman Birin dijamu makan siang dan ramah tamah dengan masyarakat dan aparatur pemerintahan desa

Selain Satpol PP dan Damkar, kegiatan Vaksinasi Bergerak inisiasi Gubernur Kalsel ini juga digelar SKPD lain di lingkungan Pemprov Kalsel.

Di hari yang sama Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Biro Administrasi Pimpinan, Biro Organisasi dan Biro Perekonomian Setda Kalsel bekerja sama dg stakeholder terkait juga menggelar kegiatan vaksinasi di beberapa titik atau tempat.

Lokasi tersebut Pasar Bauntung Lama Kota Banjarbaru dan Puskesmas Cempaka Kota Banjarbaru. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

Pajak Perhotelan Jadi Penyumbang PAD Terbesar Ketiga di Kabupaten Banjar

BANJAR – Pajak perhotelan menjadi penyumbang terbesar ketiga bagi Pemerintah Kabupaten Banjar. Sektor ini diakui mampu melampaui target penerimaan di 2020 lalu dari semula berkisar Rp3,3 miliar berhasil terealisasi Rp3,8 miliar dengan nilai perolehan 106 persen.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Banjar, Dzulyadaini, menyebutkan, menyusul selain PBHTB dan PBB sebagai penyumbang terbesar pertama. Pajak perhotelan ternyata juga ikut mengalami pergerakan yang cukup positif terutama bagi penerimaan kas daerah di wilayah Kabupaten Banjar.

“Seiring keberadaan perhotelan di Kabupaten Banjar capaian ini naik bahkan melebih target,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, baru-baru tadi.

Meningkatnya penerimaan, tutur Dzulyadaini, tentu merupakan imbas pertumbuhan ekonomi masyarakat yang mulai membaik seiring menurunnya penyebaran COVID-19. Meski, saat ini lonjakan kasus mulai kembali alami kenaikan.

“Kalau presentasenya 106 persen dari Rp3,3 menjadi Rp3,8 miliar naiknya cukup signifikan,” bebernya.

Apabila angka perolehan ini melebihi target. Tentu kalkulasinya dari kenaikan 106 persen disederhanakan berubah menjadi 1,06. Artinya, penerimaan pajak perhotelan sudah mulai merangkak naik.

“Tentu, kalau dilihat data yang didapatkan sudah melebihi dari angka normal di tahun 2019,” ucap Dzul.

Kepala BPKPAD Kabupaten Banjar, Dzulyadaini

Selain perhotelan, restoran juga ikut menjadi pendamping ketiga dalam sektor penerimaan pajak daerah di Kabupaten Banjar.

“Nah, ini yang juga ikut berpengaruh signifikan karena ada pemasangan alat perekaman pajak dari akhir tahun 2020 ada sekitar 25, 2021 ada 46 secara keseluruhan sebanyak 71 dan ini terus dipantau oleh tim di lapangan. Bahkan, kontribusinya sangat baik ini dan naik secara signifikan,” ungkap Kepala BPKPAD Banjar, Dzulyadaini.

Bahkan, ungkap Dzul, capaian angka keseluruhan penerimaan di 2021 kemarin, menurutnya hampir mendekati normal atau sama persis seperti realisasi 2019.

“Mudah-mudahan bisa tercapai tahun ini melebihi dari target yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (RHS/RDM/APR)

20 Unit R2 Diamankan Dalam Operasi Jaran Intan 2022

BANJAR – Sebanyak 20 unit kendaraan curian (curanmor) berhasil diamankan di Mapolres Banjar. Sedikitnya 10 orang menjadi tersangka dalam target Operasi Jaran Intan 2022.

Kapolres Banjar AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kabag Ops Polres Banjar Kompol Abdul Mufid mengungkapkan, 6 dari 10 diantaranya merupakan target operasi (TO) Polres Banjar yang diduga sering melakukan pencurian dan 4 tersangka lainnya merupakan non TO.

Saat pelaksanaan Konfrensi Pers di belakang halaman Mapolres Banjar

“Operasi ini digelar selama 12 hari. Selain berhasil mengamankan puluhan motor curian, 10 orang ini merupakan total yang ditetapkan sebagai tersangka,” ungkapnya, saat menggelar konfrensi pers kepada sejumlah awak media, di halaman belakang Mapolres Banjar, Rabu (23/2) siang.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Banjar, Iptu Fransiskus Manaan, menyampaikan, Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan pencurian motor (ranmor) masih berada disekitar wilayah Kabupaten Banjar.

“Kota Martapura, Mataraman, Karang Intan dan lain-lain,” ucapnya.

Sederet tersangka dalam melakukan pencurian motor (ranmor) di sekitar kewilayahan di Kabupaten Banjar

Mengenai modus, lanjut Fransiskus, para tersangka antara lain mencuri motor yang terparkir tanpa kunci pengaman serta ada yang berpura-pura meminjam lalu kabur.

“Ini karena masyarakat tidak berhati-hati ketika meninggalkan motor,” ucapnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor agar dapat segera menghubungi jajaran dari Polres Banjar.

“Beberapa sudah ada yang mengkonfirmasi ke sini,” pungkas Fransiskus. (RHS/RDM/APR)

Exit mobile version