Banjar – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Banjar diminta memastikan kewajiban pajak kendaraan telah dipenuhi sebelum mengajak masyarakat melakukan hal yang sama. Kepatuhan tersebut berlaku terhadap kendaraan pribadi maupun kendaraan dinas.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea mengatakan ASN memiliki posisi strategis sebagai contoh bagi masyarakat dalam membangun kepatuhan membayar pajak.
“Sebelum meminta masyarakat luas agar patuh dan tertib menunaikan pajak, pastikan terlebih dahulu diri, keluarga, dan institusi tempat kita bernaung telah memenuhi kewajiban tersebut. ASN mutlak wajib menjadi panutan tertib pajak,” tegas Yudi, baru-baru tadi.
Menurutnya, kepatuhan membayar pajak tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan kemandirian fiskal daerah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Salah satu sumber penerimaan yang terus didorong adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Karena itu, peningkatan kesadaran membayar pajak dinilai perlu dimulai dari lingkungan pemerintahan.
Upaya tersebut diperkuat melalui Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor di lingkungan Pemkab Banjar yang melibatkan Pemprov Kalimantan Selatan, Pemkab Banjar, Kepolisian, Samsat Martapura dan Jasa Raharja.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalsel, Subhan Nor Yaumil turut terlibat dalam pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah provinsi mendorong kepatuhan sekaligus mengoptimalkan penerimaan PKB.
Program ini juga diarahkan untuk mendekatkan pelayanan perpajakan kendaraan kepada wajib pajak dengan proses yang lebih mudah, cepat dan transparan.
Yudi meminta pimpinan perangkat daerah memastikan pesan kepatuhan tersebut diteruskan kepada seluruh jajaran di instansi masing – masing.
“Pajak kita bayar, pembangunan kita rasakan. Taat pajak hari ini untuk Kabupaten Banjar yang lebih maju,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)
Banjar – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar syukuran panen padi di lahan Kelompok Tani Sri Tunggal, Desa Pematang Baru, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Selasa (15/9).
Syukuran dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, serta para kelompok tani yang berada di wilayah setempat.
Syamsir Rahman mengatakan, syukuran panen menjadi momentum untuk melihat langsung hasil produksi pertanian, sekaligus memberikan apresiasi kepada para petani yang terus berupaya menjaga produktivitas padi.
Menurut Syamsir, sektor pertanian memiliki peran penting menjaga ketersediaan pangan di Kalimantan Selatan.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong petani agar mampu mempertahankan dan meningkatkan produksi, terutama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian.
“Panen ini menjadi bukti bahwa dengan pengelolaan yang baik dan kerja sama antara pemerintah dengan petani, produksi pangan tetap dapat dijaga,” kata Syamsir.
Ia menambahkan, pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel akan terus memberikan dukungan kepada petani, baik melalui pendampingan maupun berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan produksi dan ketahanan pangan.
Syamsir juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan lahan pertanian serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.
“Peran kelompok tani penting menjaga keberlangsungan produksi sekaligus menjadi penggerak pembangunan pertanian di tingkat desa,” lanjut Syamsir.
Pelaksanaan syukuran panen di lahan Kelompok Tani Sri Tunggal diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Banjar.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga terus mendorong sinergi dengan pemerintah kabupaten serta kelompok tani agar upaya menjaga ketahanan pangan dapat dilakukan secara berkelanjutan,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/APR)
Banjar – Penyandang disabilitas menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya melalui Mini Konser Kemerdekaan Tahun 2026, yang digelar di halaman Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik (PRSPDNF) Fajar Harapan, Martapura, Kabupaten Banjar, Rabu (26/8) malam.
Aksi mereka mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman. Menurutnya, mini konser bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi menjadi ruang bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan dedikasinya kepada masyarakat.
“Hari ini kita semua ikut menjadi bagian dari puncak kegiatan Merdeka Berkarya bagi Penyandang Disabilitas yang dikemas dalam bentuk Konser Kemerdekaan. Di sini kita bukan hanya menikmati konser musik, tetapi sekaligus merayakan panggung kesetaraan,” ujar Hasnuryadi.
Ia mengatakan, kemampuan seseorang tidak seharusnya diukur dari keterbatasan fisik, melainkan dari semangat untuk berkarya dan memberikan kontribusi.
Hal tersebut terlihat dari penampilan Netra dan Fisik atau Netfis Band, grup musik binaan PRSPDNF Fajar Harapan yang para personelnya merupakan penyandang disabilitas netra.
“Kami bangga dengan penyandang disabilitas yang tergabung dalam Netfis Band. Penglihatan yang terbatas tidak membuat mereka berhenti berkarya. Tanpa melihat, rasanya mustahil memainkan alat musik, tetapi itu tidak berlaku bagi personel Netfis Band,” katanya.
Hasnuryadi menilai, keberadaan Netfis Band dan PRSPDNF Fajar Harapan menjadi bukti bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar apabila diberikan ruang, kesempatan, dan dukungan untuk mengembangkan kemampuan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas dengan membuka ruang interaksi sosial yang lebih luas dan inklusif.
“Disabilitas bukanlah halangan untuk berkarya, berekspresi dan menginspirasi. Kita semua memiliki hak yang sama untuk didengar, dihargai dan diberi ruang,” tegasnya.
Menurut Hasnuryadi, keberhasilan rehabilitasi sosial tidak hanya diukur dari pelayanan yang diberikan di dalam panti, tetapi juga dari banyaknya kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk tampil dan berinteraksi secara langsung di tengah masyarakat.
“Rehabilitasi sosial yang sebenarnya bisa kita lihat dari seberapa banyak program yang memberikan kesempatan kepada disabilitas untuk tampil di depan publik,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Hasnuryadi juga menyerahkan bantuan kursi roda kepada sejumlah klien penyandang disabilitas. Bantuan itu menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam mendukung aktivitas dan kemandirian penyandang disabilitas.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, M Farhanie, didampingi Kepala PRSPDNF Fajar Harapan, Andrie Iswandy, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata aktualisasi diri dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.
Ia menilai penampilan para penerima manfaat menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi dan menghasilkan karya.
“Anak-anak penerima manfaat, dalam hal ini fisik netra yang sudah lama terbentuk, yaitu Net Peace Band, bisa tampil dan berkarya. Mereka luar biasa, tidak kalah dengan kita yang secara fisik normal,” ujar Farhanie.
Ia menambahkan, kemampuan para penerima manfaat juga terlihat dari rangkaian kegiatan yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an menggunakan huruf Braille.
Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa para penyandang disabilitas mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.
Selain penampilan musik, Mini Konser Kemerdekaan juga diisi dengan berbagai pertunjukan seni, termasuk tari.
Farhanie berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga para penerima manfaat memiliki ruang yang lebih luas untuk mengekspresikan diri, mengembangkan bakat, dan berkarya tanpa dibatasi kondisi fisik.
“Jadi mereka merdeka berkarya dan tidak ada batasnya. Kita harapkan kawan-kawan penerima manfaat ini terus ceria dan tidak mengurangi kekurangan diri mereka. Mereka juga bisa berkarya dengan baik,” tutupnya. (BDR/RIW/EPS)
Banjar – Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, memimpin langsung Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, di Markas Manggala Agni Daops Kalimantan V/Banjar, Desa Mandiangin Timur, Kabupaten Banjar, Minggu (23/8).
Rapat koordinasi tersebut diikuti Gubernur Kalsel, Muhidin yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ariadi Noor, Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby, serta jajaran terkait lainnya.
Ket : Menhut, Raja Juli Antoni saat di wawancara
Menhut, Raja Juli Antoni menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dan mempercepat penanganan karhutla, terutama terhadap titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran dan asap.
“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita bersama-sama melakukan pencegahan dan penanganan secara cepat. Jangan sampai api membesar dan dampaknya semakin luas kepada masyarakat,” ujar Raja.
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat.
“Tidak bisa ini ditangani oleh satu pihak saja. Semua harus bergerak bersama, karena persoalan karhutla ini menyangkut lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas masyarakat,” katanya.
Selain membahas pengendalian karhutla, rapat juga membahas persiapan rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Kalimantan Selatan pada Senin (24/8).
Presiden Prabowo dijadwalkan meninjau langsung kondisi karhutla serta upaya penanganannya di sejumlah titik lokasi.
Ket : Suasana Rakor Pengendalian Karhutla di Kalsel yang dipimpin Menhut
Raja Juli Antoni mengatakan, kunjungan Presiden menjadi momentum untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan langkah penanganan karhutla berjalan optimal.
“Karena itu, kita ingin memastikan seluruh jajaran siap dan langkah penanganan karhutla dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus melakukan pemantauan dan mengambil langkah cepat terhadap potensi karhutla di Kalimantan Selatan.
“Intinya kita ingin api segera dikendalikan, asap tidak semakin meluas, dan masyarakat tetap terlindungi. Ini yang menjadi prioritas kita bersama,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)
Banjar – Sebanyak 71 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banjar dikerahkan untuk mengamankan kegiatan Banjar Berselawat bersama Habib Ali Zainal Abidin bin Segaf Assegaf di Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura, Senin (10/8) malam.
Pengamanan ini untuk memastikan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar berlangsung aman, tertib, dan kondusif, mengingat kegiatan diperkirakan dihadiri ribuan jemaah dari berbagai wilayah.
Kepala Satpol PP Banjar Yuana Karta Abidin
Personel Satpol PP ditempatkan di sejumlah titik strategis di sekitar lokasi kegiatan. Pengamanan difokuskan pada pengaturan akses keluar-masuk jemaah, sterilisasi kawasan, pengamanan area VIP dan panggung utama, hingga penataan pedagang kaki lima (PKL).
Kasatpol PP Kabupaten Banjar, Yuana Karta Abidin mengatakan, pengerahan personel dilakukan secara bertahap sejak siang hari.
“Sebanyak 31 personel lainnya sudah kita turunkan sejak siang untuk sterilisasi Jalan Kenanga, khususnya untuk akses VIP dan penataan PKL di sekitarnya,” ujarnya.
Sementara pada malam hari, sebanyak 30 personel disiagakan mulai pukul 18.00 WITA hingga kegiatan selesai. Ditambah 10 personel yang secara khusus ditempatkan di area panggung utama dan VIP.
Dengan demikian, total 71 personel Satpol PP Banjar dilibatkan dalam pengamanan kegiatan tersebut.
Yuana menegaskan, pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Koordinasi dengan unsur TNI/Polri serta relawan juga terus dilakukan untuk mengantisipasi berbagai situasi selama kegiatan berlangsung.
“Kita mengedepankan pendekatan persuasif. Niat kita sama untuk membaca selawat. Dengan niat yang baik, insyaallah jalannya juga baik. Mari semua pihak sama-sama menjaganya,” katanya.
Selain aspek keamanan, Satpol PP Banjar turut memberikan perhatian terhadap kebersihan kawasan. Hal ini mengingat banyaknya jemaah yang hadir dan berpotensi menghasilkan sampah selama kegiatan berlangsung.
Yuana mengimbau masyarakat menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Ia berharap seluruh rangkaian Banjar Berselawat berlangsung tertib hingga selesai, tanpa mengurangi kekhidmatan masyarakat dalam mengikuti kegiatan keagamaan tersebut.
“Semoga bisa datang barasih, bulik barasih,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)
Banjar – Upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan terus dilakukan di Kabupaten Banjar melalui kegiatan Green Action 2026.
Kegiatan yang diinisiasi Banua Pers Community (BPC) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan tersebut mengajak masyarakat terlibat langsung dalam menjaga kebersihan, mengelola sampah, sekaligus memperluas penghijauan.
Kepala Dinas LH Provinsi Kalsel saat melakukan aksi penanaman pohon
Kegiatan yang digelar Minggu (9/8) ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan dan dipusatkan di tiga desa di Kecamatan Martapura Barat, yakni Desa Sungai Rangas Ulu, Desa Sungai Rangas Tengah, dan Desa Sungai Rangas Hambuku.
Green Action 2026 diisi dengan sejumlah kegiatan utama, mulai dari kerja bakti membersihkan lingkungan, penukaran sampah dengan sembako, hingga penanaman sebanyak 600 bibit pohon.
Berbagai jenis pohon ditanam dalam kegiatan tersebut, di antaranya tabebuya, tanjung, kamboja, spathodea, serta sejumlah jenis tanaman buah.
Selain berfungsi sebagai penghijauan, pemilihan jenis pohon berbunga juga diharapkan dapat menambah nilai estetika kawasan ketika tanaman tumbuh dan berkembang.
Kepala DLH Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo mengatakan, penanaman pohon merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih hijau, teduh, dan nyaman bagi masyarakat.
Menurutnya, pohon yang ditanam diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, terutama menciptakan ruang terbuka hijau sekaligus memperindah kawasan yang menjadi aktivitas masyarakat.
“Harapannya, ketika tumbuh besar nanti dapat memberikan keteduhan sekaligus memperindah kawasan yang dilalui masyarakat,” ujarnya.
Selain penghijauan, Green Action 2026 juga memberikan perhatian terhadap persoalan sampah.
Masyarakat diajak memilah dan mengumpulkan sampah untuk kemudian ditukarkan dengan sembako.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk edukasi kepada masyarakat bahwa sampah yang telah dipilah masih memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan, sekaligus membantu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di lingkungan maupun tempat pemrosesan akhir.
Rahmat menyebut, dari kegiatan penukaran sampah tersebut berhasil dikumpulkan sekitar dua ton sampah.
“Dari hasil laporan teman-teman, terkumpul kurang lebih dua ton sampah. Ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepedulian yang cukup tinggi terhadap kebersihan dan lingkungan,” katanya.
Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pengelolaan sampah.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa adanya kesadaran masyarakat untuk mengurangi, memilah, dan mengelola sampah sejak dari sumbernya,” lanjutnya.
Sementara itu, Koordinator Green Action 2026, Hasan mengatakan, kegiatan tersebut dirancang tidak sekadar memberikan manfaat secara langsung bagi lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran dan kebersamaan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang, baik melalui penghijauan maupun perubahan kebiasaan masyarakat dalam memperlakukan lingkungan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi lingkungan, menjaga kelestarian alam, memperbaiki kualitas udara, serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan nyaman bagi generasi mendatang,” katanya.
Untuk memperluas pesan kepedulian lingkungan, panitia juga menggelar lomba konten kreatif dan infografis dengan tema penghijauan serta pengelolaan sampah. Kegiatan tersebut menyasar partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda.
Lomba tersebut menyediakan hadiah uang tunai dan diharapkan dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk menyampaikan pesan – pesan lingkungan melalui kreativitas dan media yang dekat dengan kehidupan mereka.
Hasan menegaskan, Green Action 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat atau seremonial.
Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi produksi sampah, memilah sampah, hingga merawat pohon yang telah ditanam.
“Lingkungan yang bersih, sehat, dan hijau tidak dapat diwujudkan oleh satu atau dua orang saja. Dibutuhkan partisipasi dan kesadaran kita semua untuk menjaga serta merawatnya,” pungkasnya.
Pelaksanaan Green Action 2026 juga mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Selatan.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong kegiatan pelestarian lingkungan di daerah.
Sejumlah perusahaan yang turut memberikan dukungan di antaranya PT Anugerah Energi Kalimantan, PT Toudano Mandiri Abadi (TMA), PT Antang Gunung Meratus (AGM), PT Arutmin Indonesia, PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Kalimantan Selatan, PT Borneo Indobara (BIB), PT Adaro Indonesia, PT Tunas Inti Abadi (TIA), PT Sinar Bintang Albar (SBA), PT Guthrie International Pulau Laut Refinery, dan PT Borneo Energi Nusantara.
Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, masyarakat, dan dunia usaha tersebut diharapkan dapat memperkuat gerakan pelestarian lingkungan di Kalimantan Selatan.
Melalui Green Action 2026, kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya diwujudkan melalui penanaman pohon dan pembersihan kawasan, tetapi juga melalui upaya membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. (MRF/RIW/EPS)
Banjar – DPRD Kabupaten Banjar menerima penyampaian KUPA-PPAS Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Banjar, Martapura, Senin (3/8).
Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Banjar Agus Maulana dan dihadiri Bupati Banjar Saidi Mansyur beserta jajaran pemerintah daerah.
Bupati Banjar saat menyampaikan rancangan KUPA-PPAS TA 2026 dalam rapat paripurna bersama DPRD Banjar
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Pakta Integritas KUPA-PPAS Tahun Anggaran 2026 oleh pimpinan DPRD bersama Bupati Banjar sebagai bentuk komitmen terhadap penyusunan anggaran yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dalam pidatonya, Bupati Saidi Mansyur menjelaskan, bahwa penyusunan KUPA-PPAS merupakan tahapan strategis dalam proses penyusunan Perubahan APBD yang bertujuan memastikan pembangunan daerah tetap berjalan sesuai visi, misi, dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banjar.
Menurutnya, dokumen tersebut juga disusun sebagai tindak lanjut terhadap berbagai kebijakan pemerintah pusat, termasuk penyesuaian dan efisiensi belanja daerah.
“KUPA merupakan perubahan kebijakan di bidang keuangan yang disepakati bersama antara kepala daerah dan DPRD. Kebijakan ini menjadi kerangka manajemen keuangan serta acuan dalam pelaksanaan urusan prioritas pemerintah daerah,” ujar Saidi.
Dalam rancangan yang disampaikan, target pendapatan daerah Kabupaten Banjar Tahun Anggaran 2026 diproyeksikan sebesar Rp2.299.193.310.744.
Pendapatan tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp340.113.566.978, Pendapatan Transfer sebesar Rp1.919.113.576.916, serta Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp39.966.166.850.
Saidi mengatakan, proyeksi pendapatan tersebut telah memperhitungkan berbagai penyesuaian, termasuk Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sesuai kebijakan pemerintah.
Di sisi belanja, Pemerintah Kabupaten Banjar merencanakan alokasi anggaran sebesar Rp3.146.383.763.443,17, yang terdiri atas Belanja Operasi sebesar Rp2.110.721.643.673,17, Belanja Modal Rp634.183.995.815, Belanja Tidak Terduga Rp17 miliar, serta Belanja Transfer Rp384.478.123.955.
“Belanja juga telah disesuaikan dengan sumber pendanaan dari DAU, DAK, Dana Bagi Hasil (DBH), PAD, serta penyesuaian gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN,” jelasnya.
Berdasarkan rancangan tersebut, APBD Perubahan Kabupaten Banjar Tahun Anggaran 2026 diproyeksikan mengalami defisit sebesar Rp847.190.452.699,17.
Namun, defisit tersebut direncanakan ditutup melalui penerimaan pembiayaan yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya dengan nilai yang sama, sehingga pembiayaan netto tetap seimbang.
Dengan skema tersebut, total Perubahan APBD Kabupaten Banjar Tahun Anggaran 2026 direncanakan mencapai Rp3,146 triliun.
Lebih lanjut, Saidi menjelaskan bahwa penyusunan rancangan KUPA-PPAS tidak hanya memuat perubahan kebijakan anggaran, tetapi juga mengakomodasi berbagai indikator kinerja mulai dari tingkat subkegiatan, kegiatan, program hingga Indikator Kinerja Utama (IKU) masing-masing perangkat daerah.
Selain itu, penyesuaian pagu anggaran juga telah memerhatikan usulan hibah, bantuan sosial, hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026, serta aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui hasil reses dan pokok – pokok pikiran DPRD.
“Penyusunan ini berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang mencakup aspek pendapatan, belanja, dan pembiayaan,” kata Saidi.
Selanjutnya, rancangan KUPA-PPAS Tahun Anggaran 2026 akan dibahas bersama DPRD Kabupaten Banjar sebelum disepakati menjadi dasar penyusunan Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Banjar Tahun Anggaran 2026.
Pembahasan tersebut diharapkan mampu menghasilkan kebijakan anggaran yang lebih efektif, tepat sasaran, serta mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Banjar. (SYA/RIW/EPS)
Banjar – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar melalui Bidang Kepemudaan menggelar Pelatihan Kepemimpinan Pengkaderan Organisasi Kepemudaan (OKP) di Guest House Sultan Sulaiman Martapura, Rabu (29/7).
Kegiatan ini menjadi upaya pemerintah daerah mencetak generasi muda berintegritas, visioner, dan siap menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti 50 peserta dari berbagai organisasi kepemudaan di Kabupaten Banjar.
Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan, public speaking, manajemen organisasi, wawasan kebangsaan, hingga penguatan karakter sebagai calon pemimpin masa depan.
Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, Irwan Jaya mengatakan, pemuda memiliki peran strategis sebagai aset pembangunan daerah.
Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan kepemimpinan, pengetahuan, serta motivasi agar mampu menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
“Pemuda adalah aset vital pembangunan Kabupaten Banjar. Oleh karena itu, kita perlu membekali mereka dengan keterampilan, pengetahuan, dan motivasi yang memadai untuk menjadi pemimpin yang efektif dan berpengaruh,” ujarnya.
Menurut Irwan, pengkaderan organisasi kepemudaan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan berorganisasi, tetapi juga membentuk karakter pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.
Kepala Disbudporapar Banjar saat menyampaikan sambutan
Ia berharap para peserta mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat sekaligus menjaga identitas budaya Kabupaten Banjar di tengah arus modernisasi.
“Pengkaderan ini harus melahirkan pemimpin yang visioner, berintegritas, serta mampu menjaga kelestarian budaya lokal di tengah modernisasi. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang positif dan membawa dampak signifikan bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Kabupaten Banjar, Muhari menjelaskan, pelatihan dirancang untuk memperkuat kapasitas anggota organisasi kepemudaan agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan dalam memimpin organisasi maupun berkontribusi di tengah masyarakat.
Selain meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan, peserta juga dibekali keterampilan membangun organisasi yang sehat, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan generasi muda.
“Semoga para peserta menjadi pemuda yang visioner, berintegritas, mampu memajukan Kabupaten Banjar, serta siap melanjutkan estafet kepemimpinan di masa depan,” harap Muhari.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi. Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, Irwan Jaya, menyampaikan materi mengenai arah kebijakan kepemudaan, sementara Normalina dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan memberikan materi tentang public speaking, komunikasi kepemimpinan, dan personal branding. (SYA/RIW/APR)
Banjar – Bupati Banjar Saidi Mansyur bersama Wakil Bupati Habib Said Al Habsyi meninjau pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 03 dan TPS 04 Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Rabu (22/7).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pemungutan suara berjalan tertib, aman, dan lancar. Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Banjar serta instansi terkait.
Saidi Mansyur mengatakan, Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Banjar diikuti sekitar 60 calon kepala desa yang bersaing di sejumlah desa.
Ia berharap seluruh proses, mulai dari pemungutan hingga penghitungan suara, dapat berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.
“Semoga pelaksanaan pemilihan kepala desa ini bisa berjalan dengan baik dari awal hingga akhir. Kami juga menitipkan kepada seluruh penyelenggara agar melaksanakan tugas dengan sebaik – baiknya,” ujarnya.
Menurut Saidi, Pilkades merupakan pesta demokrasi di tingkat desa yang menjadi momentum penting untuk melahirkan pemimpin yang mampu membawa kemajuan bagi masyarakat.
“Setiap desa nantinya diharapkan memiliki pemimpin yang mampu membawa kemajuan dan menjawab harapan masyarakat,” katanya.
Foto bersama saat peninjauan Bupati Banjar dan Forkopimda di TPS Desa Cindai Alus
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan hak pilihnya agar tingkat partisipasi dalam Pilkades terus meningkat hingga berakhirnya waktu pemungutan suara.
“Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam pesta demokrasi ini. Mudah-mudahan hingga batas waktu pemungutan suara, masyarakat yang sebelumnya masih bekerja dapat datang menggunakan hak pilihnya,” ungkapnya.
Saidi berharap kepala desa yang terpilih nantinya dapat membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Banjar, mempercepat pembangunan desa dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan terpilihnya kepala desa yang amanah, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di setiap desa dapat berjalan lebih baik dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banjar, Muhammad Hafizh Anshari menyampaikan pelaksanaan Pilkades di sejumlah desa berlangsung lancar dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi.
Berdasarkan hasil pemantauan pada pagi hari, tingkat kehadiran pemilih di Desa Tunggul Irang telah mendekati 50 persen, sedangkan di Desa Melayu Tengah mencapai hampir 40 persen saat pemungutan suara masih berlangsung sekitar pukul 09.00 Wita.
“Partisipasi masyarakat sejauh ini cukup baik. Kami berharap tingkat kehadiran pemilih terus meningkat hingga penutupan pemungutan suara. Siapa pun yang nantinya terpilih adalah pilihan terbaik bagi masyarakat desanya,” kata Hafizh. (SYA/RIW/APR)
Banjar – Polres Banjar menggelar Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 di halaman Mapolres Banjar, Selasa (21/7).
Apel tersebut menjadi penanda kesiapan aparat keamanan dalam mengawal seluruh tahapan Pilkades agar berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Apel dipimpin Kapolres Banjar AKBP Fadli dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Hafidz Anshari, unsur Forkopimda, serta jajaran personel pengamanan.
Dalam amanatnya, Kapolres Banjar AKBP Fadli mengatakan, apel pergeseran pasukan merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan personel sekaligus menyamakan persepsi seluruh petugas sebelum diterjunkan ke lapangan.
“Apel ini bertujuan mewujudkan sinergitas dan kesiapan seluruh personel, khususnya petugas pengamanan TPS sebagai ujung tombak dalam menjaga keamanan selama pelaksanaan Pilkades. Kami berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai rencana sehingga pengamanan Pilkades Serentak Tahun 2026 di Kabupaten Banjar berlangsung aman, tertib, dan sukses,” ujarnya.
Kapolres menjelaskan, pengamanan difokuskan pada 32 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 17 desa pada sembilan kecamatan.
Polres Banjar kerahkan 180 pasukan dalam pengamanan Pilkades Serentak 2026
Sebanyak 75 personel Polres Banjar diterjunkan, didukung sembilan perwira pengendali, 32 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Polda Kalimantan Selatan, serta 64 personel Perlindungan Masyarakat (Linmas).
Selain memastikan kesiapan personel, AKBP Fadli juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental selama bertugas.
Seluruh anggota diminta menjunjung tinggi disiplin, profesionalisme, serta menjaga netralitas dengan tidak terlibat dalam politik praktis.
Ia juga mengingatkan setiap personel untuk menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP), memberikan arahan yang jelas kepada anggota di lapangan, serta mengedepankan langkah-langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Yudi Andrea, mengapresiasi kesiapan Polres Banjar bersama seluruh unsur pengamanan dalam mengawal pesta demokrasi di tingkat desa.
Menurutnya, Pilkades merupakan momentum penting untuk memilih pemimpin desa yang mampu membawa kemajuan bagi masyarakat, sehingga seluruh tahapan harus berlangsung secara aman, damai, dan demokratis.
“Pemerintah Kabupaten Banjar mengapresiasi kesiapan Polres Banjar beserta seluruh unsur pengamanan. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, penyelenggara, dan masyarakat menjadi kunci terciptanya situasi yang kondusif,” katanya.
Yudi juga mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara bijaksana, menjaga persatuan, serta bersama-sama menciptakan suasana yang sejuk selama proses Pilkades berlangsung.
“Kami berharap seluruh masyarakat menggunakan hak pilih dengan bijaksana, menjaga persatuan, serta bersama-sama menyukseskan Pilkades yang aman, damai, dan bermartabat,” tutupnya. (SYA/RIW/APR)