Kalsel Perkuat Sinergi Pengelolaan Data Kependudukan dan Keamanan Informasi

Banjar – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), menggelar Rapat Koordinasi Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, di Kawasan Wisata Kampung Putra Bulu, Desa Awang Bangkal, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Rabu (13/5).

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin mengatakann, rapat koordinasi membahas penguatan kerja sama pemanfaatan data kependudukan antar perangkat daerah, termasuk pembaruan sejumlah perjanjian kerja sama yang masa berlakunya telah berakhir.

Sekda Kalsel saat menyampaikan sambutan

Sekda menambahkan, koordinasi yang kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci menjalankan berbagai program administrasi kependudukan yang telah dicanangkan pemerintah pusat.

“Mudah-mudahan dengan adanya rapat koordinasi ini, apapun yang berhubungan dengan kependudukan bisa kita lakukan bersama-sama,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kalsel, Dewi Fuziarti menjelaskan, rakor tahunan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada SKPD provinsi maupun kabupaten/kota terkait pentingnya pemanfaatan data kependudukan secara tepat dan aman melalui kerja sama resmi dengan Dukcapil.

“Saat ini sudah ada 13 perangkat daerah di tingkat provinsi yang menjalin kerja sama pemanfaatan data dengan Disdukcapil Kalsel, meski beberapa diantaranya masih dalam proses pembaruan perjanjian kerja sama,” ungkapnya.

Rakor juga dirangkaikan dengan rilis data kependudukan tahun 2025, serta penyerahan sertifikasi ISO keamanan informasi bagi daerah yang telah memenuhi standar.

Sertifikat ISO diserahkan kepada Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar. Sertifikasi tersebut menjadi jaminan keamanan pengelolaan dan pemanfaatan data kependudukan.

“Keamanan datanya lebih akurat dan lebih bisa dijamin. Ini terkait pemanfaatan data agar aman dari kejahatan siber seperti peretasan,” paparnya.

Menurut Dewi, proses mendapatkan sertifikasi ISO tidak mudah karena harus melalui audit internal, peninjauan provinsi, hingga evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri.

Ia mencontohkan, pemanfaatan data kependudukan saat ini sudah terintegrasi dengan sejumlah instansi, termasuk Dinas Sosial, sehingga perlindungan data masyarakat menjadi hal yang sangat penting.

“Kalau sudah ada ISO-nya, itu menjadi jaminan bahwa data lebih aman dari kejahatan cyber,” tegasnya. (SYA/RIW/EPS)

DKUMPP Banjar Pantau Kenaikan Harga Minyak Goreng, Masyarakat Diimbau Tak Panic Buying

Banjar – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar, terus memantau perkembangan harga bahan pokok penting (bapokting), khususnya minyak goreng yang mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Seksi Pengendalian Bapokting DKUMPP Banjar, Elok Yuli Suriyanti mengatakan, kenaikan harga minyak goreng diduga dipengaruhi kondisi ekonomi global, termasuk dampak perang internasional yang berimbas pada bahan baku industri kemasan plastik.

“Bahan baku plastik itu berasal dari minyak mentah. Jadi ketika harga bahan bakunya naik, otomatis produk minyak goreng kemasan plastik ikut terdampak,” ujarnya di Martapura, belum lama tadi.

Kasi Pengandalian Bapokting DKUMPP Kabupaten Banjar

Menurut Elok, hampir seluruh merek minyak goreng kemasan mengalami kenaikan harga. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga minyak goreng kemasan saat ini berkisar antara Rp19.000 hingga Rp20.000 per liter.

Sementara itu, untuk minyak goreng subsidi Minyakita masih dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter.

“Untuk Minyakita masih stabil karena ada subsidi pemerintah,” jelasnya.

DKUMPP Banjar bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga terus melakukan pemantauan rutin ke pengecer maupun grosir, untuk memastikan distribusi dan harga tetap terkendali.

Selain itu, pemerintah daerah juga mempertimbangkan langkah intervensi seperti pasar murah apabila diperlukan.

“Solusinya salah satunya mungkin pasar murah, namun kami masih menunggu arahan pimpinan dan TPID Kabupaten Banjar,” katanya.

Elok turut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, karena dapat memicu kelangkaan di pasaran.

“Masyarakat jangan membeli secara borongan. Kasihan warga lain yang tidak kebagian,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pedagang agar tidak menaikkan harga secara berlebihan maupun melakukan penimbunan minyak goreng.

“Menimbun dalam jumlah kecil pun tetap merugikan masyarakat. Jadi kami harap distribusi berjalan normal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

Kalsel Dukung Kebangkitan Sepak Bola Putri

Banjar – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi pelaksanaan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Banjarmasin Seri 2 2025 – 2026 yang diselenggarakan Bayan Peduli di Green Yakin Soccer Field, Banjar, pada 30 April hingga 3 Mei, yang telah menemukan juara.

Pada KU 10, SDN Pagatan Besar sukses menjadi juara, usai menang 1-0 atas SDN Sungai Andai 4. Sementara pada KU 12, SDN Sungai Lulut 1 berhasil menaiki podium tertinggi setelah menundukkan SDN Telaga Biru 1 dengan skor 1-0.

Ket foto : Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman

MilkLife Soccer Challenge Banjarmasin Seri 2, 2025 – 2026 diikuti 661 peserta pelajar putri dari 49 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) yang berasal dari Banjarmasin dan sekitarnya.

Mereka tergabung dalam 62 tim yang terdiri dari atas 30 tim KU 10 dan 32 tim KU 12.

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan yang juga menjabat sebagai Ketua Asprov PSSI Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, yang menyaksikan secara langsung partai final pada Minggu (3/5), menyambut gembira terselenggaranya MilkLife Soccer Challenge di Banjarmasin.

Menurutnya, turnamen ini menjadi jawaban putri Banjarmasin yang memiliki minat tinggi di bidang sepak bola, tapi masih minim turnamen.

“Kita mencari bibit-bibit terbaik supaya sepak bola putri mampu menorehkan prestasi membanggakan di masa depan. Perlu diingat tugas utama adik-adik adalah belajar, tapi salah satu modalnya adalah hidup sehat ditopang dengan berolahraga dan gizi cukup,” ucap Hasnuryadi.

Wagub Hasnuryadi juga mengajak orang tua dan guru, untuk tidak hanya fokus pada prestasi instan, namun menyiapkan putrinya menjadi sumber daya manusia unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Terima kasih untuk semua pihak yang telah mendukung kesuksesan turnamen ini,” ucap Hasnuryadi.

Sementara itu, Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, mengaku terkesan dengan antusiasme peserta maupun dukungan dari berbagai stakeholder terhadap MilkLife Soccer Challenge, yang baru pertama kalinya hadir di Banjarmasin.

Merlin menegaskan, pihaknya bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife yang menggagas turnamen ini, memiliki komitmen kuat untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sepak bola sedari dini yang dinilai mampu membangun karakter, sportivitas, serta memperkuat kerja sama tim dan disiplin.

“Gelaran perdana MilkLife Soccer Challenge di Banjarmasin, mendapat sambutan positif dari banyak pihak. Hal itu terlihat dari jumlah peserta yang terlibat mencapai 661 siswi. MLSC adalah salah satu program yang sangat tepat untuk mencetak atlet sepak bola putri masa depan. Mudah – mudahan ini menjadi titik awal pembinaan yang lebih terukur, berkelanjutan, dan lebih terarah. Sesuai dengan visi Bayan Peduli ‘Berkarya Nyata, Bangun Bangsa’ kami harap semakin banyak srikandi sepak bola masa depan yang kelak membanggakan Tanah Air,” ujar Merlin.

Sedangkan, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago menilai, bahwa upaya pengembangan sepak bola putri di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan, membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, khususnya terkait penyediaan wadah pembinaan maupun kompetisi usia dini.

Melanjutkan semangat yang telah ditunjukkan pada gelaran sebelumnya di Samarinda, MilkLife Soccer Challenge tidak hanya hadir sebagai kompetisi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan berjenjang yang membuka peluang bagi talenta-talenta putri untuk berkembang dan terpantau.

“Seperti yang kita lihat pekan lalu di Samarinda, antusiasme dan potensi pemain putri di Kalimantan sangat besar. Ini harus terus dijaga dengan menyediakan lebih banyak ruang latihan dan kompetisi yang konsisten. Tujuan MilkLife Soccer Challenge hadir di sini adalah untuk pemassalan sepak bola putri di Banjarmasin. Kami mengimbau agar dalam waktu dekat lebih banyak SSB yang fokus kepada pembinaan pemain putri,” ujar Jacksen.

Seperti diketahui, Banjarmasin juga dipastikan akan ambil bagian di ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 – 2026 yang dijadwalkan berlangsung 24 hingga 28 Juni 2026 di Kudus, Jawa Tengah, menghadapi perwakilan dari 11 kota lainnya. (HumasBayan-SRI/RIW/EPS)

Sah! Bupati Banjar Lantik Empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Banjar – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui BKPSDM menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah/janji empat pejabat pimpinan tinggi pratama, di Mahligai Sultan Adam, Martapura, Senin (27/4).

Pelantikan dipimpin langsung Bupati Banjar Saidi Mansyur dan disaksikan Sekretaris Daerah Yudi Andrea, para staf ahli, asisten, kepala SKPD, serta camat se-Kabupaten Banjar.

Bupati Saidi Mansyur saat menyampaikan sambutan.(foto : MC Banjar)

Adapun pejabat yang dilantik yakni Rakhmat Dhany, sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nasrullah Sadiq sebagai Kepala BPKPAD, Anna Rosida Santi sebagai Kepala Bapperida, serta Ahmad Baihaqi sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP).

Dalam sambutannya, Bupati Saidi Mansyur mengucapkan selamat kepada pejabat yang dilantik dan menekankan pentingnya percepatan adaptasi serta optimalisasi kinerja.

“Saya yakin yang dilantik dapat beradaptasi dengan cepat. Fokus pada program perencanaan agar dalam satu tahun ke depan dapat menunjukkan peningkatan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas program pembangunan, baik fisik maupun pelayanan publik, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menangani isu strategis daerah seperti kesehatan dan kemiskinan.

Selain itu, Saidi mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana, mengingat Kabupaten Banjar termasuk wilayah rawan.

“Camat dan seluruh jajaran harus cepat berkoordinasi dengan dinas terkait dalam penanganan kondisi di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Banjar, Yudi Andrea menjelaskan, bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari penguatan kelembagaan, khususnya untuk mengisi jabatan strategis yang sebelumnya kosong.

“Pejabat yang dilantik telah melalui uji kompetensi. Ini menjadi langkah untuk memperkuat kinerja organisasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejumlah jabatan lain masih dalam proses pengisian, termasuk Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang saat ini masih dalam tahap asesmen di Kementerian Dalam Negeri.

“Dalam waktu dekat akan ada pembahasan lanjutan dengan Kemendagri, sehingga diharapkan segera ada penetapan pejabat definitif,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)

671 Jemaah Haji Banjar Siap Berangkat, Didominasi Usia Produktif hingga Lansia

Banjar – Sebanyak 671 jemaah haji asal Kabupaten Banjar dipastikan siap diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Hingga menjelang keberangkatan, berbagai persiapan terus dimatangkan, termasuk pemantauan kesehatan jemaah, khususnya yang masuk kategori risiko tinggi (risti).

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banjar, Erfan Maulana

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banjar, Erfan Maulana menyampaikan, bahwa dari total jemaah tersebut, sebagian telah teridentifikasi memiliki kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus.

“Data sementara dari Dinas Kesehatan, untuk kloter dua terdapat sekitar 70 jemaah risiko tinggi. Bahkan ada empat orang yang masih dalam evaluasi karena kondisi kesehatannya fluktuatif, seperti kadar hemoglobin yang naik turun. Sampai menjelang keberangkatan, tim kesehatan terus melakukan pemantauan,” ujarnya di Martapura, belum lama tadi.

Secara umum, profil usia jemaah didominasi kelompok usia 54 hingga 65 tahun, dengan jemaah tertua berusia 82 tahun. Sementara jumlah jemaah lansia tercatat sekitar 30 orang atau sekitar 5 persen dari total keseluruhan.

Untuk mengakomodasi kondisi jemaah, khususnya lansia dan risti, pemerintah telah menyiapkan skema layanan khusus selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.

“Untuk jemaah risti dan lansia menggunakan skema murur, yaitu tidak mabit di Muzdalifah, melainkan hanya transit di dalam bus sebelum langsung menuju Mina. Jumlahnya sekitar 80 orang,” jelas Erfan.

Selain itu, skema tanazul juga disiapkan, menyesuaikan dengan kondisi pemondokan jemaah di wilayah Aziziyah, Makkah.

Pada musim haji tahun ini, jemaah Kabupaten Banjar terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni kloter 2, 10, 11, 15, dan 18, dengan jadwal keberangkatan dimulai pada 25 April 2026.

Erfan juga mengungkapkan adanya peningkatan signifikan jumlah jemaah dibanding tahun sebelumnya. Hal ini merupakan dampak dari perubahan kebijakan kuota haji nasional.

“Tahun ini ada kenaikan sekitar 45 persen. Untuk Kabupaten Banjar, dari sebelumnya 462 jemaah menjadi 671 orang,” ungkapnya.

Dari sisi pelayanan, dukungan Pemerintah Kabupaten Banjar dinilai sangat maksimal, mulai dari penyediaan transportasi, konsumsi di embarkasi, hingga pembinaan kesehatan yang seluruhnya difasilitasi melalui APBD.

“Alhamdulillah, pemda memberikan dukungan penuh, termasuk fasilitas transportasi, konsumsi, hingga pembinaan kesehatan bagi jemaah,” tambahnya.

Menariknya, pada tahun ini juga terdapat jemaah termuda berusia 13 hingga 16 tahun, seiring adanya perubahan aturan batas minimal usia keberangkatan haji.

Erfan berharap seluruh jemaah dapat menjaga kondisi kesehatan hingga hari keberangkatan dan dapat menunaikan ibadah dengan lancar hingga kembali ke tanah air.

“Kami berharap seluruh jemaah berangkat dalam kondisi sehat, menjalankan ibadah dengan baik, dan pulang kembali ke daerah dalam keadaan lengkap,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)

Menteri LH dan Bupati Banjar Turun ke Pasar, Aksi Kurvey Percepat Penanganan Sampah

Banjar – Upaya penanganan sampah di Kabupaten Banjar kian diperkuat melalui aksi nyata di lapangan. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, bersama Bupati Banjar Saidi Mansyur, turun langsung melakukan kurvey sekaligus pungut sampah di kawasan Pasar Cahaya Bumi Selamat (CBS) dan Pasar Batuah, Senin (20/4).

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda nasional pengelolaan sampah, sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI agar persoalan lingkungan, khususnya sampah, ditangani secara serius dan terukur menuju Indonesia Emas 2045.

Menteri LH memimpin apel kurvei di Taman Cahaya Bumi Selamat.(foto : MC Banjar)

Dalam kegiatan tersebut, Menteri LH menilai Kabupaten Banjar telah menunjukkan langkah progresif, terutama dengan penghentian praktik open dumping di TPA sejak awal 2025. Namun, Ia mengingatkan masih ada pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan.

“Sekitar 27 persen sampah masih perlu penanganan lebih serius. Tapi kami mengapresiasi respon cepat pemerintah daerah yang sudah menghentikan open dumping. Ini langkah penting menuju sistem pengelolaan yang lebih baik,” ujar Hanif.

Ia menegaskan, arah kebijakan ke depan harus berfokus pada pengurangan sampah dari sumber, khususnya sampah organik.

Selain itu, penerapan sistem control landfill juga harus dilakukan secara disiplin. Hanif juga menaruh harapan besar agar Kabupaten Banjar mampu menjadi daerah percontohan nasional dalam pengelolaan sampah.

Bupati Banjar, Saidi Mansyur menyambut baik arahan tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah daerah, memperkuat pengelolaan sampah secara menyeluruh.

“Adipura bukan hal baru bagi Banjar. Kita pernah meraihnya, dan saat ini fokus kami adalah menguatkan komitmen agar pengelolaan sampah semakin optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai langkah konkret telah dilakukan, mulai dari penguatan anggaran, penyediaan sarana-prasarana, hingga pemberdayaan masyarakat melalui kelompok swadaya masyarakat (KSM).

“Kami mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kini sampah juga memiliki nilai ekonomis, sehingga dapat mendorong kemandirian warga,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo, yang turut hadir dan terlibat langsung dalam aksi kurvey, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanganan sampah.

“Penanganan sampah harus dilakukan secara kolaboratif. Pemerintah provinsi siap mendukung Kabupaten Banjar menjadi percontohan pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Saat ini, Kabupaten Banjar memproduksi sekitar 365 ton sampah per hari, dengan 265 ton di antaranya telah dikelola di TPA Kencana menggunakan sistem control landfill. Pemerintah menargetkan pengelolaan sampah dapat mencapai 100 persen pada 2029.

Aksi kurvey ini juga melibatkan Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al Habsyi, jajaran Forkopimda, SKPD, serta pelajar, sebagai bentuk edukasi dan penguatan budaya bersih di tengah masyarakat. (SYA/RIW/EPS)

Pemprov Kalsel Dukung Pelatihan Nilai-Nilai 45, Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda

Banjar – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pelatihan Sosialisator Nilai-Nilai 45 yang diinisiasi Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), sebagai upaya memperkuat karakter dan semangat kebangsaan di lingkungan pendidikan.

Dukungan tersebut disampaikan melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso, saat membuka kegiatan di salah satu hotel di Kabupaten Banjar, Senin (20/4).

Stah Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Adi Santoso

Pelatihan ini diikuti 32 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru SMA/SMK di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda secara lebih masif.

Adi Santoso menyampaikan apresiasi Gubernur kepada LVRI, atas inisiatif dalam melestarikan nilai-nilai 45. Ia berharap materi yang diperoleh peserta dapat diimplementasikan secara nyata di lingkungan sekolah.

“Gubernur berharap materi pelatihan ini dapat ditindaklanjuti melalui program pemantapan nilai-nilai 45 bagi para pelajar di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum II DPP LVRI, Marsdya TNI (Purn) Wresniwiro menegaskan, bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.

Menurutnya, peran guru sangat penting sebagai penghubung sejarah, tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menanamkan jiwa, semangat, dan nilai-nilai 45 kepada peserta didik.

“Kemerdekaan ini diraih dengan pengorbanan besar. Generasi muda harus memahami bahwa apa yang mereka nikmati hari ini bukan sesuatu yang diperoleh secara cuma-cuma,” tegasnya. (SYA/RIW/EPS)

Pemprov Kalsel, OJK dan Satgas PASTI, Perkuat Sinergi Berantas Keuangan Ilegal

Banjar – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat langkah strategis, memberantas aktivitas keuangan ilegal yang kian meresahkan masyarakat. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), melakukan koordinasi mendalam, bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Tim Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI).

Langkah strategis tersebut dibahas dalam rapat tindak lanjut, yang berlangsung di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalsel, Kamis (16/4).

Mewakili Kepala Diskominfo Kalsel Muhammad Muslim, Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Sucilianita Akbar, hadir langsung untuk membahas langkah penanganan terhadap entitas yang terindikasi melanggar aturan.

Rapat penting ini juga melibatkan beberapa instansi yang tergabung dalam Tim Satgas Penanganan Entitas, antara lain Kejaksaan Tinggi, Kepolisian Daerah (Polda) dan Badan Intelijen Daerah (BINDA) Kalimantan Selatan.

Kehadiran tim khusus ini, bertujuan mempercepat proses identifikasi dan eksekusi lapangan terhadap praktik keuangan ilegal di wilayah Kalsel.

“Kegiatan ini merupakan rapat lanjutan untuk melakukan pendalaman sekaligus pembahasan langkah-langkah konkret dalam menangani entitas yang terindikasi melakukan aktivitas keuangan ilegal,” jelas Sucilianita.

Fokus utama pertemuan ini adalah memetakan modus operandi entitas “nakal” dan menyusun skema pencegahan agar masyarakat lebih waspada dan tidak tergiur janji keuntungan yang tidak masuk akal.

“Diskominfo sendiri berperan memberikan dukungan dari sisi keamanan informasi, guna memastikan ruang digital di Kalimantan Selatan tetap aman dari gangguan penipuan keuangan berbasis teknologi,” tambahnya.

Dengan sinergi antara Pemprov Kalsel, OJK, dan Tim Satgas, diharapkan masyarakat semakin terlindungi dan ekosistem keuangan di Kalimantan Selatan tetap sehat serta kondusif. (BDR/RIW/EPS)

Perkuat Sinergi, Lapas Narkotika Karang Intan Gelar Coffee Morning Bersama Media

Banjar – Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menggelar kegiatan Coffee Morning dan Media Gathering bersama insan pers Kalimantan Selatan, Rabu (15/4).

Kegiatan ini menjadi ajang mempererat sinergi, sekaligus membuka ruang publikasi terhadap berbagai program pembinaan yang dijalankan di dalam lapas.

Suasana Coffee Morning dan Media Gathering Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan

Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan berbagai aktivitas positif warga binaan kepada masyarakat luas.

“Tujuannya untuk mempublikasikan kegiatan positif yang ada di Lapas Narkotika Karang Intan, sekaligus kami memohon dukungan dari rekan – rekan media dalam membantu pembinaan warga binaan,” ujarnya.

Menurut Yugo, peran media sangat penting dalam membangun citra positif serta memberikan motivasi bagi warga binaan agar terus berkembang selama menjalani masa pembinaan.

Ia menambahkan, kegiatan serupa direncanakan menjadi agenda rutin, baik setiap bulan maupun dua bulan sekali, sebagai bentuk penguatan hubungan antara lapas dan media.

Melalui kegiatan ini, Yugo berharap sinergi antara Lapas Narkotika Karang Intan dan media dapat terus terjalin, sekaligus mendorong transparansi serta penyebarluasan informasi positif kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, hubungan kekeluargaan dengan teman-teman media di Kalimantan Selatan sangat luar biasa,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)

671 Jemaah Siap Berangkat, Pemkab Banjar Matangkan Persiapan Haji 2026

Banjar – Pemerintah Kabupaten Banjar bersama Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Banjar, mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Hal ini terungkap dalam audiensi yang digelar di Mahligai Sultan Adam, Martapura, Jumat (10/4).

Pertemuan tersebut membahas laporan kesiapan jemaah, sekaligus memastikan seluruh tahapan keberangkatan berjalan optimal.

Foto bersama Bupati Banjar dengan Kemenhaj Banjar.(foto : MC Banjar)

Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Banjar, Erfan Maulana mengungkapkan, jumlah jemaah haji tahun ini mencapai 671 orang yang tersebar di seluruh kecamatan. Ia menegaskan seluruh proses persiapan terus dimatangkan, baik dari sisi administrasi, kesehatan, hingga kesiapan petugas.

“Seluruh tahapan persiapan terus kami optimalkan, mulai dari administrasi, kesehatan, hingga kesiapan petugas kloter,” ujarnya.

Secara teknis, jemaah Kabupaten Banjar akan diberangkatkan dalam lima kelompok terbang (kloter) secara bertahap, mulai akhir April hingga pertengahan Mei 2026.

Untuk mendukung kelancaran ibadah, telah ditetapkan petugas kloter, termasuk ketua kloter dan pembimbing ibadah, serta tim medis yang akan mendampingi jemaah selama di Tanah Suci.

Dari sisi kesehatan, mayoritas jemaah dinyatakan memenuhi syarat istitha’ah. Tercatat 205 orang dalam kondisi sehat, sementara 457 orang memerlukan pendampingan, dan hanya satu orang yang belum memenuhi syarat kesehatan. Adapun jemaah cadangan, 11 orang dinyatakan sehat dan 63 orang memerlukan pendampingan.

Erfan juga menyoroti tantangan utama tahun ini, yakni dominasi jemaah berusia 41 hingga 70 tahun. Untuk itu, pihaknya menyiapkan langkah antisipatif melalui pemantauan kesehatan mandiri, pendampingan jemaah risiko tinggi, serta penguatan koordinasi antarpetugas.

Di sisi administrasi, seluruh dokumen jemaah telah dinyatakan lengkap. Pengumpulan paspor mencapai 100 persen, proses bio-visa telah rampung, serta kepesertaan BPJS kesehatan seluruh jemaah dalam kondisi aktif.

Audiensi ini juga mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah jemaah dibanding tahun sebelumnya, dari 462 orang pada 2025 menjadi 671 orang di 2026 atau meningkat sekitar 45 persen.

Sementara itu, jumlah pendaftar haji di Kabupaten Banjar mencapai 18.017 orang dengan estimasi masa tunggu sekitar 30 tahun.

Bupati Banjar mengapresiasi kesiapan yang telah dilakukan jajaran Kemenhaj dan seluruh pihak terkait. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan maksimal.

“Dengan jumlah jemaah yang meningkat, pelayanan juga harus semakin optimal. Saya berharap seluruh petugas menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi,” ujarnya. (MC Banjar-SYA/RIW/EPS)

Exit mobile version