Gelar Verifikasi Lapangan BUMDesa Terbaik 2026, Dinas PMD Apresiasi Kinerja BUMDesa Karya Baimbai

Banjar – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Selatan melanjutkan tahapan penilaian lapangan BUMDesa Terbaik Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.

Kali ini, tim penilai melakukan verifikasi lapangan ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Karya Baimbai yang berada di Desa Pemangkih Darat, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar, Senin (22/6).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses seleksi untuk menentukan BUMDesa terbaik tingkat provinsi yang nantinya akan menjadi percontohan pengembangan usaha ekonomi desa di Kalimantan Selatan.

Kepala Seksi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa DPMD Provinsi Kalimantan Selatan, Indah Novita Purnamasari mengatakan, pada tahun 2026 pihaknya melakukan sejumlah penyempurnaan sistem penilaian BUMDesa terbaik.

Apabila pada tahun – tahun sebelumnya seluruh peserta mendapatkan kunjungan lapangan, maka tahun ini proses seleksi diawali dengan penilaian administrasi dan dokumen untuk menentukan lima besar peserta terbaik yang berhak mengikuti verifikasi lapangan.

“Sebagai informasi, pada tahun 2026 ini kami melakukan perbaikan terhadap sistem penilaian. Kalau dulu seluruh peserta dikunjungi, sekarang terlebih dahulu dilakukan seleksi administrasi untuk menentukan lima besar BUMDesa terbaik yang kemudian diverifikasi langsung di lapangan,” ujarnya.

Indah menjelaskan, perubahan sistem tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas dan kualitas penilaian.

Dengan metode tersebut, tim penilai lebih fokus melakukan pendalaman terhadap BUMDesa yang benar-benar menunjukkan kinerja terbaik, baik dari sisi kelembagaan, pengelolaan usaha, maupun dampaknya terhadap masyarakat desa.

“Dalam penilaian lapangan, tim melakukan verifikasi terhadap berbagai aspek, mulai dari tata kelola organisasi, administrasi kelembagaan, perkembangan unit usaha, inovasi yang dikembangkan, hingga kontribusi BUMDesa terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan pembangunan ekonomi desa,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, DPMD Provinsi Kalimantan Selatan juga memberikan apresiasi kepada BUMDesa Karya Baimbai yang berhasil masuk lima besar peserta terbaik tingkat provinsi tahun 2026.

Menurut Indah, capaian tersebut menunjukkan adanya komitmen kuat pengelola BUMDesa, mengembangkan usaha desa secara profesional, produktif, dan berkelanjutan.

“Kami mengapresiasi BUMDesa Karya Baimbai yang berhasil masuk dalam lima besar BUMDesa terbaik tingkat provinsi. Ini tentu bukan hal yang mudah karena harus melalui tahapan seleksi administrasi dan penilaian dokumen terlebih dahulu,” katanya.

Lebih lanjut, Indah menegaskan, bahwa ajang BUMDesa Terbaik bukan sekadar kompetisi, melainkan menjadi instrumen pembinaan yang bertujuan mendorong peningkatan kualitas pengelolaan BUMDesa di seluruh Kalimantan Selatan.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap semakin banyak BUMDesa yang tumbuh menjadi lembaga ekonomi desa yang mandiri, profesional, dan mampu menjadi penggerak pembangunan ekonomi di wilayah masing – masing.

“Hasil penilaian lapangan terhadap lima besar peserta nantinya akan menjadi salah satu dasar bagi tim penilai untuk menentukan BUMDesa terbaik tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 yang akan memperoleh penghargaan sekaligus mendapatkan pembinaan lanjutan untuk meningkatkan daya saing hingga tingkat nasional,” tutup Indah. (MRF/RIW/EPS)

Banjar Targetkan Juara Umum Keempat Kalinya, MTQ Nasional Tingkat Provinsi Kalsel 2026

Banjar – Kabupaten Banjar kembali memasang target tinggi pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026. Berstatus sebagai juara umum tiga kali berturut – turut, Kabupaten Banjar bertekad mempertahankan dominasi sekaligus membawa pulang piala bergilir untuk keempat kalinya.

Untuk mewujudkan target ini, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Banjar menyiapkan kafilah dengan kekuatan penuh yang akan berlaga di seluruh cabang musabaqah yang dipertandingkan.

Mewakili Ketua LPTQ Kabupaten Banjar sekaligus Wakil Bupati Banjar, Said Idrus Al Habsyi, Sekretaris II LPTQ Kabupaten Banjar, Akhmad Nisfuwani mengatakan, total rombongan yang akan diberangkatkan mencapai 106 orang.

“Total kafilah yang akan kami utus berjumlah 106 orang. Terdiri dari 61 peserta musabaqah dan 45 orang pimpinan kafilah, official serta tim pelatih,” kata Nisfuwani, Rabu (10/6).

Ia menjelaskan, Kabupaten Banjar akan mengikuti seluruh 10 cabang lomba yang dipertandingkan dalam MTQ tingkat provinsi tahun ini. Cabang tersebut meliputi tilawah, tahfiz Al-Quran, fahmil Quran, syarhil Quran, kaligrafi Al-Quran, karya tulis ilmiah Al-Quran, hafalan hadits, tafsir Al-Quran, dan cabang lainnya sesuai ketentuan penyelenggaraan MTQ.

Menurut Nisfuwani, komposisi peserta tahun ini mengalami penyegaran seiring adanya batasan usia pada sejumlah golongan lomba, terutama cabang tartil anak dan tahfiz 1 juz.

Sekretaris II LPTQ Kabupaten Banjar, Akhmad Nisfuwani

“Setiap tahun pasti ada perubahan sekitar 10 sampai 15 persen karena faktor usia peserta. Tahun ini ada sekitar 10 hingga 15 wajah baru dari total 61 peserta yang akan bertanding,” ujarnya.

Meski demikian, regenerasi tersebut tidak mengurangi optimisme Kabupaten Banjar, untuk kembali meraih hasil terbaik.

Sejumlah peserta andalan yang telah memiliki pengalaman dan prestasi di tingkat provinsi maupun nasional masih menjadi bagian dari kafilah tahun ini.

“Alhamdulillah, peserta unggulan kami seperti Haji Raudah dan Ramadan Najwa Insya Allah masih bisa turun bertanding,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari persiapan akhir, LPTQ Kabupaten Banjar juga menjadwalkan pemusatan latihan atau training centre (TC) bagi seluruh peserta.

Program pembinaan intensif tersebut akan dilaksanakan pada 13 hingga 15 Juni 2026. Kegiatan itu menjadi tahap pemantapan terakhir sebelum para peserta diberangkatkan ke arena perlombaan.

Menurut Nisfuwani, TC tidak hanya difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis peserta, tetapi juga untuk memperkuat kesiapan mental menghadapi persaingan yang diperkirakan semakin ketat.

“Ini menjadi kesempatan terakhir untuk mematangkan persiapan peserta sebelum bertanding,” katanya.

Ia berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Banjar dapat menjadi motivasi tambahan bagi para kafilah untuk tampil maksimal.

“Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Banjar agar para kafilah diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran. Mudah – mudahan bisa kembali membawa pulang gelar juara umum untuk keempat kalinya,” tutupnya. (SYA/RIW/APR)

Poli Bedah Umum RSUD Ratu Zaleha Tutup Sementara, Layanan IGD Tetap Berjalan

Banjar – Layanan Poli Bedah Umum di RSUD Ratu Zaleha Martapura untuk sementara tidak beroperasi, sejak 22 Mei hingga 11 Juni 2026. Penutupan dilakukan karena dokter spesialis bedah umum yang bertugas sedang menunaikan ibadah haji.

Meski demikian, masyarakat yang membutuhkan penanganan bedah darurat tidak perlu khawatir. RSUD Ratu Zaleha memastikan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun ruang rawat inap tetap berjalan seperti biasa.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Ratu Zaleha Martapura, Rahimayanti

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Ratu Zaleha, Rahimayanti menjelaskan, bahwa yang terdampak hanya layanan rawat jalan di Poli Bedah Umum.

“Kalau poliklinik bedah umum memang tutup sementara. Tetapi pelayanan bedah di rumah sakit tidak hanya melalui poliklinik. Masih ada layanan rawat inap dan pelayanan gawat darurat,” kata Rahimayanti, baru-baru tadi.

Ia menerangkan, pasien yang biasanya berkonsultasi atau menjalani kontrol rutin di poli bedah umum untuk sementara harus menyesuaikan jadwal kunjungannya.

Namun untuk pasien yang datang dalam kondisi darurat, rumah sakit tetap memberikan pelayanan.

Menurut Rahimayanti, saat ini RSUD Ratu Zaleha masih memiliki dokter spesialis bedah sub-vaskular yang dapat menangani kasus-kasus bedah di IGD.

“Dokter yang bertugas saat ini memiliki dasar keilmuan bedah umum sebelum mengambil subspesialis vaskular, sehingga kompetensi bedah umumnya tetap ada,” ujarnya.

Dokter tersebut, lanjut Rahimayanti, juga siap menangani pasien yang memerlukan tindakan operasi maupun perawatan lanjutan setelah mendapat penanganan awal di IGD.

Karena itu, penutupan sementara poli bedah umum dipastikan tidak memengaruhi pelayanan terhadap pasien yang membutuhkan tindakan segera.

RSUD Ratu Zaleha mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan jadwal pemeriksaan di Poli Bedah Umum hingga layanan kembali dibuka setelah dokter spesialis bedah umum selesai menunaikan ibadah haji.

Sementara untuk layanan kegawatdaruratan, pihak rumah sakit menegaskan seluruh pelayanan tetap tersedia dan dapat diakses masyarakat seperti biasa. (SYA/RIW/EPS)

Dua Pekan Operasi Antik Intan 2026, Polres Banjar Ungkap 46 Kasus Narkoba

Banjar – Polres Banjar mengungkap 46 kasus narkotika selama pelaksanaan Operasi Antik Intan 2026 yang berlangsung sejak 12 – 25 Mei 2026. Dari pengungkapan tersebut, sebanyak 54 orang diamankan, terdiri dari 50 laki-laki dan 4 perempuan.

Kapolres Banjar AKBP Fadli mengatakan, tingginya jumlah kasus yang berhasil diungkap dalam waktu kurang lebih dua pekan, menjadi gambaran bahwa peredaran narkoba di Kabupaten Banjar masih memerlukan perhatian serius.

Kapolres Banjar (abu) saat menyampaikan rilis hasil ungkapan Operasi Antik Intan 202

“Dalam dua minggu ini ada 54 tersangka yang diamankan. Itu baru yang terungkap, belum yang tidak terungkap,” ujar Kapolres saat konferensi pers di Mapolres Banjar, Selasa (26/5).

Selain mengamankan para tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa sabu seberat 86,62 gram, 368 butir psikotropika, dan 26 butir ekstasi.

Para tersangka dijerat Pasal 114 Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika subsider Pasal 112, dengan ancaman hukuman minimal enam tahun hingga maksimal 20 tahun penjara.

Kapolres menilai persoalan narkoba tidak boleh dianggap ringan karena dampaknya sangat luas, baik terhadap kesehatan maupun kondisi sosial masyarakat.

“Jangan sampai keluarga kita yang terkena. Dampaknya sangat merugikan, baik dari faktor kesehatan, sosial, maupun pengaruh negatif lainnya,” katanya.

Ia juga meminta dukungan masyarakat dan media untuk bersama-sama membantu menekan peredaran narkoba di Kabupaten Banjar.

“Mudah-mudahan narkoba di Kabupaten Banjar ini bisa kita tekan, bahkan kalau bisa kita bersihkan,” ucapnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banjar, Ikhwansyah mengatakan, jumlah kasus yang terungkap selama operasi menjadi perhatian bersama, terutama karena rata – rata terdapat satu hingga dua kasus yang ditemukan setiap hari.

“Ini tentu menjadi perhatian kita bersama untuk melakukan upaya-upaya pencegahan,” ujarnya.

Menurut Ikhwansyah, kondisi tersebut cukup memprihatinkan mengingat Kabupaten Banjar, khususnya Martapura, dikenal sebagai daerah dengan julukan Serambi Mekah.

Ia mengapresiasi langkah jajaran Polres Banjar yang terus melakukan penindakan terhadap peredaran narkotika.

“Kami berharap apa yang sudah dilakukan ini bisa menjadi langkah pencegahan agar kasus narkoba ke depan dapat ditekan,” pungkasnya. (SYA/RIW/EYN)

Pemkab Banjar Lindungi PKL Lewat BPJS Ketenagakerjaan

Banjar – Pemerintah Kabupaten Banjar mulai memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pedagang kaki lima (PKL) dan pekerja rentan di lingkungan pasar tradisional.

Hal ittu dibuktikan dengan penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada 212 pedagang kaki lima di lingkungan pasar Kabupaten Banjar.

Program yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Banjar tersebut, menjadi tahap awal perluasan perlindungan bagi pedagang sektor informal yang selama ini dinilai rentan terhadap risiko kerja.

Bupati Banjar Saidi Mansyur melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Dian Marliana mengatakan, pemerintah daerah akan memperluas pendataan cakupan penerima manfaat dapat diperluas.

“Ini tahap pertama, selanjutnya akan didata kembali agar seluruh pedagang rentan bisa mendapatkan perlindungan,” ujarnya, usai penyerahan secara simbolis di halaman kantor Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Bauntung Batuah (PBB), baru-baru tadi.

Di sisi lain, Direktur Perumda Pasar Bauntung Batuah, Rusdiansyah menjelaskan, seluruh iuran peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam program tersebut ditanggung pemerintah daerah.

Sebanyak 212 PKL di Kabupaten Banjar mendapat bantuan BPJS Ketenagakerjaan dari Pemkab Banjar.

Menurutnya, program perlindungan sosial bagi pedagang pasar akan terus dilanjutkan, meski proses pendataan di lapangan masih menjadi tantangan tersendiri.

“Kendala kita di lapangan pada pendataan karena sebagian PKL berpindah-pindah lokasi berjualan,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanah Laut dan Kabupaten Banjar, Ardhinata Surya, menyebut, Pemkab Banjar sejak 2024 telah memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada sekitar 19.150 pekerja informal.

Meski demikian, tingkat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Banjar saat ini masih berada di angka sekitar 22 persen dari total jumlah pekerja.

Karena itu, pemerintah daerah bersama BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong perluasan perlindungan, khususnya bagi pekerja rentan dan sektor informal.

“Sepanjang 2025, manfaat klaim yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp75 miliar kepada kurang lebih 3.000 warga Kabupaten Banjar,” ungkapnya. (SYA/RIW/EYN)

Kalsel Perkuat Sinergi Pengelolaan Data Kependudukan dan Keamanan Informasi

Banjar – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), menggelar Rapat Koordinasi Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, di Kawasan Wisata Kampung Putra Bulu, Desa Awang Bangkal, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Rabu (13/5).

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin mengatakann, rapat koordinasi membahas penguatan kerja sama pemanfaatan data kependudukan antar perangkat daerah, termasuk pembaruan sejumlah perjanjian kerja sama yang masa berlakunya telah berakhir.

Sekda Kalsel saat menyampaikan sambutan

Sekda menambahkan, koordinasi yang kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci menjalankan berbagai program administrasi kependudukan yang telah dicanangkan pemerintah pusat.

“Mudah-mudahan dengan adanya rapat koordinasi ini, apapun yang berhubungan dengan kependudukan bisa kita lakukan bersama-sama,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kalsel, Dewi Fuziarti menjelaskan, rakor tahunan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada SKPD provinsi maupun kabupaten/kota terkait pentingnya pemanfaatan data kependudukan secara tepat dan aman melalui kerja sama resmi dengan Dukcapil.

“Saat ini sudah ada 13 perangkat daerah di tingkat provinsi yang menjalin kerja sama pemanfaatan data dengan Disdukcapil Kalsel, meski beberapa diantaranya masih dalam proses pembaruan perjanjian kerja sama,” ungkapnya.

Rakor juga dirangkaikan dengan rilis data kependudukan tahun 2025, serta penyerahan sertifikasi ISO keamanan informasi bagi daerah yang telah memenuhi standar.

Sertifikat ISO diserahkan kepada Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar. Sertifikasi tersebut menjadi jaminan keamanan pengelolaan dan pemanfaatan data kependudukan.

“Keamanan datanya lebih akurat dan lebih bisa dijamin. Ini terkait pemanfaatan data agar aman dari kejahatan siber seperti peretasan,” paparnya.

Menurut Dewi, proses mendapatkan sertifikasi ISO tidak mudah karena harus melalui audit internal, peninjauan provinsi, hingga evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri.

Ia mencontohkan, pemanfaatan data kependudukan saat ini sudah terintegrasi dengan sejumlah instansi, termasuk Dinas Sosial, sehingga perlindungan data masyarakat menjadi hal yang sangat penting.

“Kalau sudah ada ISO-nya, itu menjadi jaminan bahwa data lebih aman dari kejahatan cyber,” tegasnya. (SYA/RIW/EPS)

DKUMPP Banjar Pantau Kenaikan Harga Minyak Goreng, Masyarakat Diimbau Tak Panic Buying

Banjar – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar, terus memantau perkembangan harga bahan pokok penting (bapokting), khususnya minyak goreng yang mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Seksi Pengendalian Bapokting DKUMPP Banjar, Elok Yuli Suriyanti mengatakan, kenaikan harga minyak goreng diduga dipengaruhi kondisi ekonomi global, termasuk dampak perang internasional yang berimbas pada bahan baku industri kemasan plastik.

“Bahan baku plastik itu berasal dari minyak mentah. Jadi ketika harga bahan bakunya naik, otomatis produk minyak goreng kemasan plastik ikut terdampak,” ujarnya di Martapura, belum lama tadi.

Kasi Pengandalian Bapokting DKUMPP Kabupaten Banjar

Menurut Elok, hampir seluruh merek minyak goreng kemasan mengalami kenaikan harga. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga minyak goreng kemasan saat ini berkisar antara Rp19.000 hingga Rp20.000 per liter.

Sementara itu, untuk minyak goreng subsidi Minyakita masih dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter.

“Untuk Minyakita masih stabil karena ada subsidi pemerintah,” jelasnya.

DKUMPP Banjar bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga terus melakukan pemantauan rutin ke pengecer maupun grosir, untuk memastikan distribusi dan harga tetap terkendali.

Selain itu, pemerintah daerah juga mempertimbangkan langkah intervensi seperti pasar murah apabila diperlukan.

“Solusinya salah satunya mungkin pasar murah, namun kami masih menunggu arahan pimpinan dan TPID Kabupaten Banjar,” katanya.

Elok turut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, karena dapat memicu kelangkaan di pasaran.

“Masyarakat jangan membeli secara borongan. Kasihan warga lain yang tidak kebagian,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pedagang agar tidak menaikkan harga secara berlebihan maupun melakukan penimbunan minyak goreng.

“Menimbun dalam jumlah kecil pun tetap merugikan masyarakat. Jadi kami harap distribusi berjalan normal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

Kalsel Dukung Kebangkitan Sepak Bola Putri

Banjar – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi pelaksanaan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Banjarmasin Seri 2 2025 – 2026 yang diselenggarakan Bayan Peduli di Green Yakin Soccer Field, Banjar, pada 30 April hingga 3 Mei, yang telah menemukan juara.

Pada KU 10, SDN Pagatan Besar sukses menjadi juara, usai menang 1-0 atas SDN Sungai Andai 4. Sementara pada KU 12, SDN Sungai Lulut 1 berhasil menaiki podium tertinggi setelah menundukkan SDN Telaga Biru 1 dengan skor 1-0.

Ket foto : Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman

MilkLife Soccer Challenge Banjarmasin Seri 2, 2025 – 2026 diikuti 661 peserta pelajar putri dari 49 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) yang berasal dari Banjarmasin dan sekitarnya.

Mereka tergabung dalam 62 tim yang terdiri dari atas 30 tim KU 10 dan 32 tim KU 12.

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan yang juga menjabat sebagai Ketua Asprov PSSI Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, yang menyaksikan secara langsung partai final pada Minggu (3/5), menyambut gembira terselenggaranya MilkLife Soccer Challenge di Banjarmasin.

Menurutnya, turnamen ini menjadi jawaban putri Banjarmasin yang memiliki minat tinggi di bidang sepak bola, tapi masih minim turnamen.

“Kita mencari bibit-bibit terbaik supaya sepak bola putri mampu menorehkan prestasi membanggakan di masa depan. Perlu diingat tugas utama adik-adik adalah belajar, tapi salah satu modalnya adalah hidup sehat ditopang dengan berolahraga dan gizi cukup,” ucap Hasnuryadi.

Wagub Hasnuryadi juga mengajak orang tua dan guru, untuk tidak hanya fokus pada prestasi instan, namun menyiapkan putrinya menjadi sumber daya manusia unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Terima kasih untuk semua pihak yang telah mendukung kesuksesan turnamen ini,” ucap Hasnuryadi.

Sementara itu, Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, mengaku terkesan dengan antusiasme peserta maupun dukungan dari berbagai stakeholder terhadap MilkLife Soccer Challenge, yang baru pertama kalinya hadir di Banjarmasin.

Merlin menegaskan, pihaknya bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife yang menggagas turnamen ini, memiliki komitmen kuat untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sepak bola sedari dini yang dinilai mampu membangun karakter, sportivitas, serta memperkuat kerja sama tim dan disiplin.

“Gelaran perdana MilkLife Soccer Challenge di Banjarmasin, mendapat sambutan positif dari banyak pihak. Hal itu terlihat dari jumlah peserta yang terlibat mencapai 661 siswi. MLSC adalah salah satu program yang sangat tepat untuk mencetak atlet sepak bola putri masa depan. Mudah – mudahan ini menjadi titik awal pembinaan yang lebih terukur, berkelanjutan, dan lebih terarah. Sesuai dengan visi Bayan Peduli ‘Berkarya Nyata, Bangun Bangsa’ kami harap semakin banyak srikandi sepak bola masa depan yang kelak membanggakan Tanah Air,” ujar Merlin.

Sedangkan, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago menilai, bahwa upaya pengembangan sepak bola putri di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan, membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, khususnya terkait penyediaan wadah pembinaan maupun kompetisi usia dini.

Melanjutkan semangat yang telah ditunjukkan pada gelaran sebelumnya di Samarinda, MilkLife Soccer Challenge tidak hanya hadir sebagai kompetisi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan berjenjang yang membuka peluang bagi talenta-talenta putri untuk berkembang dan terpantau.

“Seperti yang kita lihat pekan lalu di Samarinda, antusiasme dan potensi pemain putri di Kalimantan sangat besar. Ini harus terus dijaga dengan menyediakan lebih banyak ruang latihan dan kompetisi yang konsisten. Tujuan MilkLife Soccer Challenge hadir di sini adalah untuk pemassalan sepak bola putri di Banjarmasin. Kami mengimbau agar dalam waktu dekat lebih banyak SSB yang fokus kepada pembinaan pemain putri,” ujar Jacksen.

Seperti diketahui, Banjarmasin juga dipastikan akan ambil bagian di ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 – 2026 yang dijadwalkan berlangsung 24 hingga 28 Juni 2026 di Kudus, Jawa Tengah, menghadapi perwakilan dari 11 kota lainnya. (HumasBayan-SRI/RIW/EPS)

Sah! Bupati Banjar Lantik Empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Banjar – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui BKPSDM menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah/janji empat pejabat pimpinan tinggi pratama, di Mahligai Sultan Adam, Martapura, Senin (27/4).

Pelantikan dipimpin langsung Bupati Banjar Saidi Mansyur dan disaksikan Sekretaris Daerah Yudi Andrea, para staf ahli, asisten, kepala SKPD, serta camat se-Kabupaten Banjar.

Bupati Saidi Mansyur saat menyampaikan sambutan.(foto : MC Banjar)

Adapun pejabat yang dilantik yakni Rakhmat Dhany, sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nasrullah Sadiq sebagai Kepala BPKPAD, Anna Rosida Santi sebagai Kepala Bapperida, serta Ahmad Baihaqi sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP).

Dalam sambutannya, Bupati Saidi Mansyur mengucapkan selamat kepada pejabat yang dilantik dan menekankan pentingnya percepatan adaptasi serta optimalisasi kinerja.

“Saya yakin yang dilantik dapat beradaptasi dengan cepat. Fokus pada program perencanaan agar dalam satu tahun ke depan dapat menunjukkan peningkatan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas program pembangunan, baik fisik maupun pelayanan publik, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menangani isu strategis daerah seperti kesehatan dan kemiskinan.

Selain itu, Saidi mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana, mengingat Kabupaten Banjar termasuk wilayah rawan.

“Camat dan seluruh jajaran harus cepat berkoordinasi dengan dinas terkait dalam penanganan kondisi di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Banjar, Yudi Andrea menjelaskan, bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari penguatan kelembagaan, khususnya untuk mengisi jabatan strategis yang sebelumnya kosong.

“Pejabat yang dilantik telah melalui uji kompetensi. Ini menjadi langkah untuk memperkuat kinerja organisasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejumlah jabatan lain masih dalam proses pengisian, termasuk Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang saat ini masih dalam tahap asesmen di Kementerian Dalam Negeri.

“Dalam waktu dekat akan ada pembahasan lanjutan dengan Kemendagri, sehingga diharapkan segera ada penetapan pejabat definitif,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)

671 Jemaah Haji Banjar Siap Berangkat, Didominasi Usia Produktif hingga Lansia

Banjar – Sebanyak 671 jemaah haji asal Kabupaten Banjar dipastikan siap diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Hingga menjelang keberangkatan, berbagai persiapan terus dimatangkan, termasuk pemantauan kesehatan jemaah, khususnya yang masuk kategori risiko tinggi (risti).

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banjar, Erfan Maulana

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banjar, Erfan Maulana menyampaikan, bahwa dari total jemaah tersebut, sebagian telah teridentifikasi memiliki kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus.

“Data sementara dari Dinas Kesehatan, untuk kloter dua terdapat sekitar 70 jemaah risiko tinggi. Bahkan ada empat orang yang masih dalam evaluasi karena kondisi kesehatannya fluktuatif, seperti kadar hemoglobin yang naik turun. Sampai menjelang keberangkatan, tim kesehatan terus melakukan pemantauan,” ujarnya di Martapura, belum lama tadi.

Secara umum, profil usia jemaah didominasi kelompok usia 54 hingga 65 tahun, dengan jemaah tertua berusia 82 tahun. Sementara jumlah jemaah lansia tercatat sekitar 30 orang atau sekitar 5 persen dari total keseluruhan.

Untuk mengakomodasi kondisi jemaah, khususnya lansia dan risti, pemerintah telah menyiapkan skema layanan khusus selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.

“Untuk jemaah risti dan lansia menggunakan skema murur, yaitu tidak mabit di Muzdalifah, melainkan hanya transit di dalam bus sebelum langsung menuju Mina. Jumlahnya sekitar 80 orang,” jelas Erfan.

Selain itu, skema tanazul juga disiapkan, menyesuaikan dengan kondisi pemondokan jemaah di wilayah Aziziyah, Makkah.

Pada musim haji tahun ini, jemaah Kabupaten Banjar terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni kloter 2, 10, 11, 15, dan 18, dengan jadwal keberangkatan dimulai pada 25 April 2026.

Erfan juga mengungkapkan adanya peningkatan signifikan jumlah jemaah dibanding tahun sebelumnya. Hal ini merupakan dampak dari perubahan kebijakan kuota haji nasional.

“Tahun ini ada kenaikan sekitar 45 persen. Untuk Kabupaten Banjar, dari sebelumnya 462 jemaah menjadi 671 orang,” ungkapnya.

Dari sisi pelayanan, dukungan Pemerintah Kabupaten Banjar dinilai sangat maksimal, mulai dari penyediaan transportasi, konsumsi di embarkasi, hingga pembinaan kesehatan yang seluruhnya difasilitasi melalui APBD.

“Alhamdulillah, pemda memberikan dukungan penuh, termasuk fasilitas transportasi, konsumsi, hingga pembinaan kesehatan bagi jemaah,” tambahnya.

Menariknya, pada tahun ini juga terdapat jemaah termuda berusia 13 hingga 16 tahun, seiring adanya perubahan aturan batas minimal usia keberangkatan haji.

Erfan berharap seluruh jemaah dapat menjaga kondisi kesehatan hingga hari keberangkatan dan dapat menunaikan ibadah dengan lancar hingga kembali ke tanah air.

“Kami berharap seluruh jemaah berangkat dalam kondisi sehat, menjalankan ibadah dengan baik, dan pulang kembali ke daerah dalam keadaan lengkap,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)

Exit mobile version