Tetap Bergulir Selama Ramadan, 518 Siswa SDN Cindai Alus 1 Terima Paket MBG untuk Berbuka

Banjar – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan suci Ramadan. Di SDN Cindai Alus 1, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. Penyaluran dilakukan dengan skema khusus yang disesuaikan dengan suasana puasa.

Berbeda dari hari biasa, menu tidak dikonsumsi di sekolah, melainkan dibawa pulang untuk disantap saat berbuka puasa.

Siswa SDN Cindai Alus 1 membawa paket MBG yang dibagikan selama Ramadhan

Sebanyak 518 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 menerima paket MBG yang didistribusikan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis. Selama Ramadan, menu disiapkan dalam bentuk makanan kering agar lebih tahan lama dan praktis dibawa pulang.

Dari pantauan di lokasi, Senin (23/2), setiap siswa menerima tiga butir telur, tiga kotak susu, tiga roti tawar, serta kurma. Seluruhnya dikemas dalam satu wadah untuk jatah tiga hari.

Salah seorang wali siswa, Sri Yuliani, menyambut baik keberlanjutan program ini di bulan Ramadan.

“Menurut saya penyaluran MBG di Ramadan ini bagus saja. Banyak membantu untuk tambahan gizi anak, jadi tidak lagi repot menyiapkan makanan,” ujarnya.

Sementara, Kepala SDN Cindai Alus 1, Norjihati menjelaskan, distribusi dilakukan dengan pengaturan waktu yang ketat. Pengantaran dari pihak penyedia diminta sekitar pukul 08.00 WITA, sementara pengambilan oleh siswa dibatasi mulai pukul 08.30 hingga 10.00 WITA.

“Ada penanggung jawab yang sudah mendapat penjelasan teknis dari pihak MBG, sehingga pembagian berjalan tertib,” jelasnya.

Norjihati menambahkan, sekolah juga telah menjadwalkan kegiatan Pesantren Ramadan pada 2 hingga 4 Maret mendatang. Kegiatan tersebut akan diikuti siswa kelas 4 hingga 6 dengan jumlah kehadiran yang dibatasi.

Sementara itu, Ketua SPPG Tungkaran, Muhammad Rody memastikan, pihaknya tetap menyuplai MBG ke sejumlah lembaga pendidikan selama Ramadan.

Menurut Rody, untuk sekolah yang sedang libur, distribusi dilakukan dua kali seminggu dengan penggabungan jatah tiga hari dalam satu kali pengiriman. Sedangkan sekolah yang masih aktif belajar tetap menerima pembagian setiap hari seperti biasa.

“Menu selama Ramadan dipastikan berupa makanan kering,” tegasnya. (SYA/RIW/EPS)

Safari Gemarikan, Dislutkan Kalsel Edukasi Warga Korban Banjir

Banjar – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Desa Paku Alam, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

“Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, sesuai arahan Gubernur Muhidin, melaksanakan Kegiatan Safari Gemarikan, di wilayah terdampak banjir,” ungkap Kepala Dislutkan Kalsel Rusdi Hartono, belum lama tadi.

Kadislutkan Kalsel Rusdi Hartono

Rusdi menyampaikan, tujuan kegiatan Gemarikan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, akan pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani yang berkualitas, untuk mendukung kesehatan keluarga serta pertumbuhan anak. Khususnya di tengah kondisi pasca musibah banjir.

“Selama Gemarikan berlangsung, masyarakat setempat diberi edukasi singkat mengenai manfaat makan ikan, bagi daya tahan tubuh dan pemenuhan gizi seimbang,” ujarnya.

Melalui Gemarikan ini, lanjut Rusdi, diharapkan pola konsumsi ikan masyarakat semakin meningkat serta turut mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat dan tangguh.

Dalam kesempatan tersebut, Dislutkan Kalsel juga menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di desa tersebut.

“Penyaluran bantuan ini, sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terhadap masyarakat terdampak banjir,” ucapnya.

Bantuan yang disalurkan berupa ikan kembung segar, ikan lele, ikan nila berbumbu, produk olahan berbasis ikan, serta paket sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, selama masa pemulihan pasca musibah banjir.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak banjir sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat, untuk bangkit dan kembali beraktivitas secara bertahap,” ucap Rusdi. (DISLUTKANKALSEL-SRI/RIW

Berjalan Kondusif, Momen 5 Rajab Sekumpul Dihadiri Hampir 5 Juta Jemaah

BANJAR – Pelaksanaan Momen 5 Rajab Sekumpul 1447 Hijriah di Martapura, Kabupaten Banjar, Minggu (28/12), berlangsung aman, tertib, dan sukses, meskipun dihadiri jutaan jemaah dari berbagai daerah.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti kesiapan aparat keamanan dan seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Kapolres Banjar AKBP Fadli menyampaikan, jumlah jemaah yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 5 juta orang, berdasarkan analisis data sinyal seluler dari sejumlah operator telekomunikasi yang masuk ke wilayah Martapura dan sekitarnya.

Kapolres Banjar saat memberikan keterangan kepada wartawan

“Berdasarkan data sinyal dari provider Telkomsel, XL, dan Indosat, jumlah jemaah yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 4,95 juta jiwa. Dengan jumlah sebesar itu, Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujar AKBP Fadli, Minggu (28/12).

Ia menegaskan, keberhasilan pengamanan Momen 5 Rajab tidak lepas dari perencanaan dan persiapan matang jajaran Polda Kalimantan Selatan di bawah pimpinan langsung Kapolda Kalsel, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah, instansi terkait, dan relawan.

Menurutnya, berbagai langkah strategis telah disiapkan sejak awal, mulai dari pendirian dapur lapangan, penyiapan kantong – kantong parkir, pengamanan jalur sungai, hingga pengaturan lalu lintas dan koordinasi lintas sektor.

“Di bawah komando langsung Bapak Kapolda Kalimantan Selatan, seluruh jajaran menyiapkan pelayanan maksimal bagi jemaah. Koordinasi dilakukan secara intensif dengan instansi terkait dan para relawan, sehingga pengamanan dan pelayanan dapat berjalan optimal,” jelasnya.

AKBP Fadli juga menyampaikan, pengaturan lalu lintas, baik saat kedatangan maupun kepulangan jemaah, berhasil dilakukan secara menyeluruh sehingga arus pergerakan massa tetap terkendali meski jumlah jemaah sangat besar.

“Alhamdulillah, mulai dari kedatangan hingga kepulangan jemaah dapat terorganisasi dengan baik. Situasi secara umum aman, tertib, dan kondusif,” tambahnya.

Meski demikian, Kapolres Banjar mencatat terdapat empat jemaah yang meninggal dunia pada hari H kegiatan. Seluruhnya disebabkan faktor kesehatan dan telah ditangani sesuai prosedur.

“Dua orang meninggal dunia saat dirawat di RS Ratu Zaleha Martapura, satu orang sempat dirawat di kawasan Simpang Empat, dan satu orang lainnya meninggal di lokasi lalu langsung diserahkan kepada pihak keluarga,” ungkapnya.

Keberhasilan pelaksanaan Momen 5 Rajab Sekumpul juga didukung pengelolaan transportasi, khususnya melalui jalur sungai.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, I Gusti Nyoman Widhiyana, menyebut ribuan jemaah memanfaatkan transportasi air untuk menuju lokasi kegiatan.

“Hingga siang hari tercatat ada 1.400 kapal tercatat bersandar di dermaga-dermaga yang telah kami siapkan. Secara keseluruhan ada 13 dermaga yang difungsikan untuk melayani jemaah,” terangnya.

Ia menambahkan, mengingat debit air sungai masih cukup tinggi akibat curah hujan, pengawasan tetap dilakukan secara ketat. Tercatat satu insiden kapal terbalik, namun seluruh penumpang berhasil diselamatkan.

“Secara umum, pelaksanaan angkutan sungai berjalan aman dan lancar. Kami tetap mengimbau jemaah untuk berhati-hati, khususnya saat perjalanan pulang,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Hadapi 5 Rajab dan Musim Hujan, Bupati Banjar Minta Jajaran Siaga

BANJAR – Bupati Banjar, Saidi Mansyur, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Mingguan di Aula Barakat, Martapura, Senin (15/12). Rakor ini menitikberatkan pada kesiapan menghadapi Momen 5 Rajab, serta peningkatan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir seiring meningkatnya curah hujan.

Rakor diikuti Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi, Sekretaris Daerah Yudi Andrea, para asisten, staf ahli, kepala SKPD, Direktur Utama Perumda, serta unsur terkait lainnya.

Saidi Mansyur (tengah) saat menyampaikan arahan.(Foto : MC Banjar)

Dalam arahannya, Saidi menegaskan pentingnya kesiapan lintas sektor dalam menghadapi Momen 5 Rajab, yang setiap tahun dihadiri jemaah dalam jumlah besar.

Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait, camat, serta unsur pendukung untuk melakukan persiapan secara matang, terpadu, dan terkoordinasi.

“Keamanan, ketertiban, dan kenyamanan jemaah harus menjadi perhatian utama. Koordinasi antar perangkat daerah harus benar-benar berjalan,” tegasnya.

Selain itu, Saidi juga menginstruksikan peningkatan kewaspadaan menghadapi potensi banjir akibat tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Ia meminta seluruh jajaran meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah rawan.

“Perkuat koordinasi dengan kecamatan dan desa, pastikan sarana dan prasarana kebencanaan siap digunakan, serta lakukan langkah antisipatif untuk meminimalkan risiko dan dampak,” pintanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Banjar menyampaikan apresiasi atas capaian Monitoring Center for Prevention (MCSP) Kabupaten Banjar, yang mencapai 91,52, menempatkan Kabupaten Banjar di peringkat pertama se-Kalimantan Selatan dan ke-16 secara nasional. Selain itu, nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) juga mencapai 78,18 dengan kategori terjaga.

Meski demikian, Saidi mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat jajaran berpuas diri.

“Jadikan capaian ini sebagai bahan refleksi dan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola, sistem kerja, serta membangun budaya kerja yang berintegritas,” ujarnya.

Saidi juga menyoroti pentingnya percepatan program penanggulangan kemiskinan agar realisasi belanja dapat berjalan tepat waktu pada Januari hingga Februari 2026.

Ia menegaskan penentuan sasaran penerima manfaat harus mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar tepat sasaran.

Dalam laporan keuangan, realisasi keuangan hingga November 2025 tercatat sebesar 73,31 persen, sementara realisasi fisik mencapai 90,43 persen. Meski capaian fisik dinilai cukup tinggi, Saidi menekankan serapan anggaran masih perlu terus ditingkatkan.

“Tahun 2025 ini harus menjadi awal implementasi nyata. Pada 2026, program unggulan harus sudah berjalan penuh, terukur, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Perumda PBB Siapkan Sanksi Tegas Untuk “Pedagang Nakal” Saat Momen 5 Rajab

BANJAR – Menjelang pelaksanaan momen religius 5 Rajab di Sekumpul, Perumda Pasar Bauntung Batuah (PBB), mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pedagang yang beraktivitas di pasar – pasar sekitar Kota Martapura.

Larangan tersebut khususnya ditujukan agar tidak terjadi praktik menaikkan harga secara sepihak selama peningkatan kunjungan jemaah.

Direktur Utama Perumda PBB, Rusdiansyah menegaskan, pihaknya sudah menyampaikan surat edaran resmi kepada pedagang pada Rabu (26/11).

Direktur Utama Perumda PBB Martapura, Rusdiansyah

“Surat resmi kami edarkan ke semua pedagang di pasar yang dikelola Perumda PBB. Kami ingin memastikan tidak ada kecurangan harga,” ucapnya.

Rusdiansyah menekankan, praktik mengambil keuntungan berlebihan pada momen keagamaan tidak akan ditoleransi. Jika ada aduan dari masyarakat atau jemaah, tindakan tegas berupa pencabutan izin berjualan langsung diberlakukan.

“Kalau ada keluhan, kami tak segan mencabut izin. Ini untuk menjaga kehormatan daerah dan kekhusyukan ibadah jemaah,” tegasnya.

Selain Pasar Martapura, arus jemaah diperkirakan turut memengaruhi aktivitas ekonomi di Pasar Astambul dan Pasar Kertak Hanyar.

Karena itu, Rusdiansyah mengingatkan pedagang agar tetap menjaga etika, harga jual, serta kebersihan lingkungan.

“Jangan jadikan momen ibadah sebagai ajang mencari keuntungan berlebih. Kami juga imbau agar semua pihak menjaga kebersihan. Datang bersih, pulang bersih,” katanya.

Pada bagian fasilitas, Rusdiansyah menjelaskan, bahwa bangunan pertokoan di area Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) tidak lagi digunakan sebagai tempat menginap, karena kondisinya yang tidak memadai.

Sebagai gantinya, eks RS Aveciena Medika menjadi lokasi yang disiapkan untuk akomodasi sementara, mulai H-2 hingga H+1 pelaksanaan 5 Rajab. Jemaah dapat memanfaatkannya secara langsung selama kapasitas masih tersedia.

“Kami juga menyediakan area parkir gratis, layanan kesehatan, fasilitas toilet dan kamar mandi,” jelasnya.

Seluruh fasilitas tersebut dihadirkan guna mendukung kenyamanan jemaah yang setiap tahun datang dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

“Kami ingin memastikan pelayanan terbaik agar jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.
(SYA/RIW/RH)

Bupati Saidi Sampaikan Empat Raperda Baru, dalam Paripurna DPRD Banjar

Banjar – DPRD Kabupaten Banjar menggelar rapat paripurna di Ruang Paripurna DPRD Banjar, Martapura, Kamis (20/11), dipimpin Ketua DPRD Agus Maulana beserta unsur wakil pimpinan.

Dalam rapat tersebut, Bupati Banjar Saidi Mansyur, menyampaikan apresiasi atas dukungan DPRD terhadap Raperda Penambahan Penyertaan Modal kepada PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (BPD Kalsel) Perseroda.

“Kami berterima kasih atas sikap DPRD Banjar yang responsif sehingga pembahasan Raperda ini dapat selesai tepat waktu,” ujarnya.

Ia menegaskan kehadiran Perda tersebut diharapkan memberi efek nyata bagi masyarakat.

“Harapan kami, regulasi ini dapat berjalan efektif dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan warga Kabupaten Banjar,” katanya.

Bupati Banjar saat menyampaikan Raperda.(foto: Humas Kab Banjar)

Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menyerahkan empat Raperda baru kepada DPRD. Yakni Raperda tentang BUMDes, penambahan penyertaan modal kepada Perumda Pasar Bauntung Batuah, PT Air Minum Intan Banjar Perseroda, serta PT BPR Martapura Banjar Sejahtera (BPR MBS) Perseroda.

Saidi menekankan pentingnya penguatan BUMDes sebagai konsolidator layanan publik di desa.

“BUMDes harus menjadi penggerak ekonomi desa. Karena itu, regulasi yang kuat diperlukan sebagai landasan pembinaan dan pengelolaannya,” tegasnya.

Di samping itu, Saidi juga memaparkan rencana penambahan penyertaan modal, pada sejumlah perusahaan daerah.

Perumda Pasar Bauntung Batuah akan menerima penyertaan berupa bangunan kantor senilai Rp2,65 miliar. PT Air Minum Intan Banjar akan memperoleh penyertaan modal untuk sarana prasarana air bersih senilai Rp75,45 miliar.

Sementara PT BPR MBS mendapatkan tambahan modal Rp12,5 miliar untuk mendukung program Kredit Usaha Rakyat Kurma Manis sepanjang 2026-2030.

“Kami berharap DPRD dapat memberikan dukungan penuh agar pembahasan tiga Raperda penyertaan modal ini berjalan lancar hingga penetapan,” jelasnya.

Rapat paripurna juga mengagendakan pendapat akhir fraksi-fraksi terhadap Raperda APBD Tahun Anggaran 2026, pengambilan keputusan APBD 2026, serta penyampaian laporan Badan Anggaran dan Pansus terkait penambahan penyertaan modal uang kepada BPD Kalsel Perseroda. (SYA/RIW/APR

Hidupkan Literasi Banjar, Museum Lambung Mangkurat Kembali  Belajar Bersama

BANJARBARU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, melalui UPTD Museum Lambung Mangkurat kembali menghadirkan kegiatan edukatif, bertajuk Belajar Bersama ke-4 Tahun 2025, dengan judul Belajar Membaca Huruf Arab Melayu dan Interpretasi Koleksi Naskah Kuno Ken Tambuhan.

Kegiatan yang berlangsung di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, pada Rabu (5/11) ini, diikuti mahasiswa dan dosen pendamping dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Raudati Hildayati menjelaskan, kegiatan Belajar Bersama merupakan perwujudan komitmen museum sebagai pusat edukasi publik dan pelestarian kebudayaan daerah.

“Ini memang fungsi wajib dari Museum Lambung Mangkurat, yaitu menyediakan ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenal jati diri dan wawasan warisan budaya kita,” ujar Hilda.

Perempuan yang sekaligus menjabat sebagai Plt Kepala Museum Lambung Mangkurat tersebut, juga mengajak generasi muda untuk menjadikan museum sebagai ruang belajar yang menyenangkan, sekaligus memperkuat rasa cinta terhadap budaya Banua.

“Ini momentum yang tepat bagi kita semua untuk menggali, merawat, dan membanggakan budaya Kalimantan Selatan. Kemajuan tidak boleh membuat kita melupakan akar budaya. Warisan budaya bukanlah masa lalu, melainkan aset berharga yang harus terus dijaga,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Raudati berharap generasi muda semakin dekat dengan literasi budaya dan sejarah lokal, serta mampu menjadi penerus pelestarian nilai-nilai luhur masyarakat Banjar di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi informasi.

Kegiatan Belajar Bersama kali ini menghadirkan narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dede Hidayatullah, seorang peneliti yang dikenal melalui kajian-kajiannya tentang mantra dan naskah kuno masyarakat Banjar.

Dalam sesi pembelajarannya, peserta diajak untuk mengenal aksara Arab Melayu, memahami konteks sejarah, serta menafsirkan isi naskah kuno Ken Tambuhan, sebagai bagian dari khazanah sastra klasik Kalimantan Selatan. (SYA/RIW/EYN)

Panen Papuyu, Pemkab Banjar Dorong Inovasi Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga

BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar kembali melaksanakan panen raya ikan Papuyu (Betok) di kolam milik Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdatan) Tabulihin, Kecamatan Karang Intan, Senin (15/9).

Hasil panen dari kolam Pokdakan Tabulihi.(foto : MC Kab Banjar)

Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi inovasi Intan Sikapayu (Inovasi Tangguh Sinergi Kampung Ikan Papuyu) yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar.

Pj Sekda Banjar Ikhwansyah, menyampaikan, ikan Papuyu memiliki nilai ekonomi tinggi, apalagi jika dikembangkan menjadi produk olahan seperti kerupuk, nugget, maupun abon.

“Inilah yang menunjukkan besarnya potensi ikan papuyu dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, panen kali ini menjadi bukti nyata keberhasilan masyarakat Karang Intan dalam mengembangkan sektor perikanan berbasis kearifan lokal. Selain itu, keberadaan kawasan khusus budidaya ikan papuyu juga diharapkan mampu menjaga kelestarian hayati sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga.

“Pemkab Banjar akan terus memberikan dukungan melalui penyediaan bibit unggul, pelatihan manajemen, hingga membuka akses pasar yang lebih luas. Harapan kita, hasil panen yang melimpah ini dapat meningkatkan pendapatan keluarga, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menyediakan protein hewani yang terjangkau dan berkualitas,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Banjar, Sipliansyah Hartani menyebut, waktu panen tahun ini lebih cepat dibanding sebelumnya, yakni hanya enam bulan masa pemeliharaan.

“Tahun lalu hasil panen mencapai 1,59 ton dari 20 ribu benih dengan nilai jual sekitar Rp113 juta dari modal awal Rp60 juta. Kali ini, dari 15 ribu benih, diperkirakan menghasilkan sekitar 1,3 ton,” jelasnya.

Sipliansyah menambahkan, seluruh modal budidaya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang disalurkan melalui DKPP dan dikelola langsung kelompok pembudidaya. Ia juga membuka kesempatan bagi masyarakat atau kelompok yang ingin mengembangkan budidaya papuyu untuk belajar langsung ke dinas.

“Kami menginginkan ikan Papuyu tidak hanya menjadi ikon lokal, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Rayakan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Banjar, Gubernur Muhidin Tekankan Sinergi Pembangunan

BANJAR – Puncak Peringatan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Banjar berlangsung meriah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-Alun Ratu Zalecha, Martapura, Rabu (27/8).

Ribuan masyarakat hadir memeriahkan acara yang dihadiri langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah, bersama sejumlah pejabat dan tokoh penting daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menyampaikan selamat hari jadi ke-75 untuk Kabupaten Banjar. Muhidin menekankan, perjalanan 75 tahun Kabupaten Banjar adalah proses panjang yang harus menjadi refleksi untuk melangkah lebih maju.

Gubernur Kalsel didampingi Ketua TP PKK Kalsel saat menyampaikan sambutan.(foto : MC Kab Banjar)

Muhidin juga meminta agar pemerintah daerah mengalokasikan kembali anggaran pembebasan tanah, guna mendukung pembangunan jalan poros tengah Mataraman, Sungai Ulin, Rantau Tapin.

“Pemprov Kalsel akan selalu memberikan dukungan, apalagi untuk memperlancar arus kedatangan dan kepulangan jemaah haul dari arah hulu sungai,” tuturnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Muhidin mengingatkan pentingnya kewaspadaan menghadapi potensi banjir dan karhutla, yang kerap melanda wilayah Banjar.

Gubernur juga mengingatkan pemerintah daerah untuk mendukung program – program nasional yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Seperti makan bergizi gratis, koperasi merah putih, sekolah rakyat, dan swasembada pangan.

“Bupati Banjar dan seluruh jajaran kiranya bisa mempercepat implementasi makan bergizi gratis, sekolah rakyat, dan koperasi merah putih,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Banjar, Saidi Mansyur, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Kalsel yang terus memberikan dukungan untuk pembangunan di Kabupaten Banjar.

Bupati menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus menyampaikan sejumlah capaian pembangunan lima tahun terakhir, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang meningkat, penurunan angka pengangguran terbuka, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta penurunan signifikan tingkat kemiskinan.

Selain itu, ketimpangan pendapatan juga berhasil ditekan dengan turunnya Gini Ratio dari 0,297 pada 2023 menjadi 0,258 di 2024.

“Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata kerja keras bersama. Namun kita harus jujur bahwa masih banyak tantangan ke depan,” katanya.

Saidi menjelaskan, peringatan hari jadi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan identitas daerah yang kaya sejarah, budaya, dan nilai religius.

Menurutnya, tema “Banjar Rakat, Hidup Barakat” merefleksikan filosofi kebersamaan masyarakat Banjar dalam semangat gotong royong dan keberkahan, yang diyakini menjadi modal sosial untuk melangkah lebih maju.

“Tema ini mengandung makna mendalam, yakni kebersamaan tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga melibatkan dunia usaha, akademisi, tokoh adat, dan tokoh agama,” imbuhnya.

Saidi mengajak seluruh masyarakat Banjar untuk terus menjaga persatuan dan melangkah bersama membangun daerah yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

“Dengan semangat mewujudkan Kabupaten Banjar maju, mandiri, dan agamis berlandaskan gotong royong dan keadilan, mari jadikan Banjar sebagai daerah terdepan di Banua kita tercinta,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Supian HK: MTQ Ke 36, Bentuk Generasi Muda Cerdas Intelektual dan Spritual

BANJAR – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK hadiri Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke 36 Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2025, di RTH Ratu Zaleha Martapura, pada Sabtu (21/6) malam.

Suasana pembukaan MTQ Ke 36 tingkat Provinsi Kalsel 2025

Diikuti kurang lebih 1.355 peserta yang terdiri dari musabaqah, official dan pimpinan kafilah, MTQ ke 36 ini mengangkat tema “MTQ sebagai Wahana Syiar Islam dalam Merajut Nilai-Nilai Qurani untuk Membangun Generasi Berkarakter dan Visioner”.

Menurut Supian HK, Kegiatan MTQ yang sarat dengan nuansa religi ini tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan terbaik dalam membaca Al-Qur’an secara tartil dan fasih, namun juga menjadi wahana strategis untuk memperkuat jalinan ukhuwah Islamiyah antar umat, sekaligus memperkokoh pondasi spiritual masyarakat di tengah arus modernisasi.

“MTQ ini bukan sekadar lomba membaca kitab suci, tapi lebih dari itu. Ini merupakan ruang pembinaan, dakwah, serta penyemaian nilai-nilai luhur Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual,” ujar Supian HK.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk lebih mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi momentum kebangkitan spiritualitas di tengah tantangan zaman. (ADV-NHF/RIW/RH)

Exit mobile version