Banjar – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan suci Ramadan. Di SDN Cindai Alus 1, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. Penyaluran dilakukan dengan skema khusus yang disesuaikan dengan suasana puasa.
Berbeda dari hari biasa, menu tidak dikonsumsi di sekolah, melainkan dibawa pulang untuk disantap saat berbuka puasa.
Sebanyak 518 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 menerima paket MBG yang didistribusikan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis. Selama Ramadan, menu disiapkan dalam bentuk makanan kering agar lebih tahan lama dan praktis dibawa pulang.
Dari pantauan di lokasi, Senin (23/2), setiap siswa menerima tiga butir telur, tiga kotak susu, tiga roti tawar, serta kurma. Seluruhnya dikemas dalam satu wadah untuk jatah tiga hari.
Salah seorang wali siswa, Sri Yuliani, menyambut baik keberlanjutan program ini di bulan Ramadan.
“Menurut saya penyaluran MBG di Ramadan ini bagus saja. Banyak membantu untuk tambahan gizi anak, jadi tidak lagi repot menyiapkan makanan,” ujarnya.
Sementara, Kepala SDN Cindai Alus 1, Norjihati menjelaskan, distribusi dilakukan dengan pengaturan waktu yang ketat. Pengantaran dari pihak penyedia diminta sekitar pukul 08.00 WITA, sementara pengambilan oleh siswa dibatasi mulai pukul 08.30 hingga 10.00 WITA.
“Ada penanggung jawab yang sudah mendapat penjelasan teknis dari pihak MBG, sehingga pembagian berjalan tertib,” jelasnya.
Norjihati menambahkan, sekolah juga telah menjadwalkan kegiatan Pesantren Ramadan pada 2 hingga 4 Maret mendatang. Kegiatan tersebut akan diikuti siswa kelas 4 hingga 6 dengan jumlah kehadiran yang dibatasi.
Sementara itu, Ketua SPPG Tungkaran, Muhammad Rody memastikan, pihaknya tetap menyuplai MBG ke sejumlah lembaga pendidikan selama Ramadan.
Menurut Rody, untuk sekolah yang sedang libur, distribusi dilakukan dua kali seminggu dengan penggabungan jatah tiga hari dalam satu kali pengiriman. Sedangkan sekolah yang masih aktif belajar tetap menerima pembagian setiap hari seperti biasa.
“Menu selama Ramadan dipastikan berupa makanan kering,” tegasnya. (SYA/RIW/EPS)

