Webinar Literasi Digital Kabupaten Banjar; Bebas Berekspresi di Dunia Digital

BANJAR – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Bebas Berekspresi di Dunia Digital,” Senin (11/10) pukul 14.00 WITA.

Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Bupati Kabupaten Banjar Saidi Mansyur, ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dipandu oleh moderator Ovi Darin, yang menghadirkan narasumber pertama Reza Rangin Mengatakan, tips berbahasa agar tidak menyinggung seseorang di media sosial yaitu harus memahami konteksnya terlebih dahulu dan jangan sembarang mengomentari orang.

“Ketika seseorang posting sesuatu diliat dulu konteksnya, jadi kita tidak perlu asal mengingatkan jika ingin berkomentar memberikan saran usahakan menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan jangan bersifat menyinggung,” ucapnya.

Narasumber kedua Amiruddin dengan materi yang tak kalah menarik yaitu tentang ‘Literasi Digital dalam Wawasan Kebangsaan’.

Amiruddin mengatakan, teknologi komunikasi dan informasi mengubah peran konvensional menjadi peran modern, menggunakan teknologi, media massa, cyber war.

Kehadiran media sosial sebagai wadah berbincang dan bertukar informasi antara satu dengan yang lain tentu memberikan dampak yang sangat positif. Sayangnya media sosial juga menjadi arena bagi penyampaian opini ujaran penuh kebencian dan berita-berita palsu.

“Wawasan kebangsaan akan menjadi kunci kesamaan pandangan dan pemersatu tujuan generasi masa kini dan masa yang akan datang, dalam menghadapi tantangan bangsa Indonesia baik dari dalam maupun dari luar negeri,” tuturnya.

Kata dia, wawasan kebangsaan merupakan pemahaman masyarakat mengenai jati diri bangsa nya dalam mendayagunakan segala potensi negeri untuk mencapai cita-cita dan kepentingan nasional.

Dalam kehidupan modern arus globalisasi dapat membantu perkembangan sebuah negara, namun dapat juga berdampak negatif jika masyarakat tidak memiliki wawasan kebangsaan yang cukup.

Wawasan kebangsaan tumbuhkan rasa cinta tanah air yakni;

1. Rendahnya wawasan kebangsaan berdampak pada tergerusnya rasa nasionalisme dan krisis jati diri bangsa.

2. Wawasan kebangsaan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air pemuda Indonesia dalam menghadapi arus globalisasi.

3. Wujudkan kebangkitan nasional. Masyarakat yang memiliki wawasan kebangsaan luas dapat menumbuhkan semangat kebangkitan nasional.

Selanjutnya narasumber ketiga Maharani Lulu dengan materi tentang ‘Main Aman Saat Belanja Online’.

“Sebanyak 87,1 persen pengguna internet di Indonesia telah membeli bermacam-macam produk secara online melalui berbagai perangkat elektronik selama beberapa bulan terakhir pada 2020,” ucapnya.

Lulu mengatakan, keuntungan dari berbelanja online yaitu praktis dan efisien waktu, pilihan bervariasi dan juga sistem pembayaran lebih mudah.

Adapun, selamanya bangkai kerugian dari berbelanja online yakni menjadi konsumerisme, rawan penipuan dan barang tidak sesuai ekspektasi.

“Modus penipuan belanja online memiliki ciri, menjual barang murah, pencurian data, pencucian uang, layanan COD, dan biaya tambahan,” tuturnya.

Ia memberikan tips agar terhindar dari penipuan belanja online yakni;

1. Gunakan komputer atau smartphone milik sendiri.

2. Pilih situs atau seller terpercaya.

3. Membaca dengan cermat.

4. Pilih cara pembayaran yang aman.

5. simpan bukti transaksi.

6. Rekam video unboxing.

7. Memberikan feedback.

Terakhir narasumber Amalia Permata Rizky dengan materi tentang ‘Bebas Berekspresi di Dunia Digital’.

Ia menjelaskan, indikator pertama dari kecakapan dalam budaya digital adalah bagaimana setiap individu menyadari bahwa ketika memasuki Era Digital.

Adapun, dampak minimnya pemahaman bersosial media yaitu:

1. Tidak mampu memahami batasan kebebasan berekspresi dengan perundungan siber, ujaran kebencian, pencemaran nama baik atau provokasi yang mengarah pada segregasi sosial di ruang digital.

2. Tidak mampu membedakan keterbukaan informasi publik dengan pelanggaran privasi di ruang digital.

3. Tidak mampu membedakan misinformasi, disinformasi dan malinformasi.

“Kemampuan access adalah kunci yang akan menuntun kita pada aktivitas-aktivitas lainnya di ruang digital hal ini berkaitan dengan kemampuan memilih dan memilah informasi, menggunakan perangkat yang legal, dan mengakses sesuai dengan ketentuan,” tutur Amalia.

Aspek penting dalam membangun budaya digital yaitu, participation, remediation, bricolage dan growth mindset. (RILIS)

Bupati Banjar Resmikan Aula Berlian Pesayangan

BANJAR – Bupati Banjar Saidi Mansyur menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikannya Aula Serbaguna Berlian Desa Pasayangan Selatan Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Jumat (7/10) malam.Penandatangan prasasti tersebut disaksikan Camat Martapura Ramli, Pambakal Desa Pasayangan Selatan Muhammad Toha, Rais Suriyah PCNU Kabupaten Banjar,  tokoh ulama Guru Muhammad Husein, perwakilan Dinas PMD Banjar serta masyarakat sekitar.

Peresmian aula di awali dengan pembacaan Burdah untuk menyambut awal bulan Rabiul Awal atau yang lebih dikenal dengan bulan Maulid kelahiran Baginda Rasulullah SAW.

Bupati Banjar Saidi Mansyur mengatakan, aula yang baru diresmikan ini harus dapat dimanfaatkan sebaik baiknya, terutama untuk kegiatan desa dan masyarakat.

Bupati Kab Banjar Saidi Mansyur

“Atas nama pribadi dan atas nama pemerintah saya mengucapkan selamat dan apresiasi atas peresmian Aula Serbaguna Berlian Desa Pasayangan Selatan. Semoga kedepannya dapat digunakan sebaik baiknya untuk kegiatan kemasyarakatan maupun keagamaan. Pelihara dan jaga bangunan ini, ini merupakan aset bagi desa untuk dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang untuk kegiatan sosial, pemerintahan maupun  kemasyarakatan” ucap Saidi Mansyur.

Sementara itu Pambakal Desa Pasayangan Selatan Muhammad Toha menyampaikan, bahwa pembangunan Aula Desa ini merupakan dari Dana Desa Tahun Anggaran 2021 dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari.

“Perlu saya informasikan pembangunan tempat ini 99 persen sudah hampir rampung dengan dana realisasi sebesar 243 Juta Rupiah dari dana yang diperlukan sebesar 256 juta rupiah. Mudah mudahan dengan berkah pembacaan Burdah tempat ini bisa bermanfaat dan membawa kemashalatan masyarakat,” ucap Toha. (HUMASBANJAR – MRF/RDM/RH)

UPT Damkar Banjar Kirim Anggotanya Untuk Pelatihan Penanganan Ular

BANJAR – Sejumlah anggota Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Banjar dipastikan akan mengikuti kegiatan Basic Training Muscle (BTM) Pelatihan penanganan ular yg diselenggaran Yayasan Sioux Ular Indonesia, di  Kota Banjarmasin pada Minggu (10/10) mendatang.

Kepala UPT Damkar Kabupaten Banjar Gusti Yudi mengatakan, pelatihan tersebut berdasarkan surat undangan dari Yayasan Sioux Ular Indonesia yang ditujukan kepada BPBD,  Satpol PP dan Damkar di seluruh Provinsi Kalimantan Selatan dengan Nomor 024/B/SIOUX/2021. Untuk pelatihan tersebut pihaknya akan mengirimkan sebanyak 5 anggota, yang terdiri dari 4 petugas dari Mako Damkar, dan 1 petugas dari pos sektor Gambut.

“Acaranya bertempat di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, dan ini merupakan kesempatan yang baik bagi kami untuk mendapat dan berbagi ilmu dalam penanganan ular,” ungkap Gusti Yudi.

Gusti Yudi menambahkan, Menurutnya untuk UPT Damkar Banjar kesempatan ini menjadi sebuah momentum yang sangat baik, apalagi kegiatan dilaksanakan di Kota Banjarmasin, sehingga biaya fasilitasi anggota menjadi lebih murah dibanding saat diselenggarakan di luar daerah.

“UPT Damkar Banjar sangat sering menerima laporan dan permintaan masyarakat untuk menangani adanya penemuan ular. Selama ini berbagai jenis ular dan hewan berbahaya lainnya berhasil di evakuasi setelah memasuki rumah warga. Namun para anggota tetap harus ditambah wawasannya dengan mengikuti berbagai kegiatan pelatihan,” ungkap Gusti Yudi.

Gusti Yudi menambahkan, Dengan pelatihan ini maka legalitas dan kompetensi anggota UPT Damkar Banjar akan menjadi terakui dengan dibuktikan melalui sertifikat kompetensi yang akan mereka dapatkan usai mengikuti pelatihan. langkah ini juga dapat menjamin anggota untuk bekerja dengan baik sesuai SOP agar efektif, efisien, dan safety. Hal ini dikarenakan UPT Damkar Kab Banjar selalu membawa nama baik Pemerintah Banjar saat bertugas. (HUMASBANJAR-MRF/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Banjar; Bijak Bersosial Media di Era Pandemi

BANJAR – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Bijak Bersosial Media di Era Pandemi” di Kabupaten Banjar, Rabu (6/10) pukul 10.00 WITA.

Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc dan Bupati Banjar, H Saidi Mansyur ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Ovi Darin yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Reza Nangin yang membahas tentang “Etika Digital”

“Yang kita lihat keadaan saat ini anak di usia balita pun sudah mahir dalam penggunaan handphone untuk mengakses internet, dampak buruk banyak terjadi seperti anak nantinya akan kurang bersosialisasi akibat menggunakan handphone berjam-jam,” tuturnya

“Saran saya, sebagai orang tua harus memberikan contoh yang baik untuk anak agar anak dapat mengikuti apa yang orang tuanya lakukan, seperti orang tua juga harus membatasi bemain handphone lama-lama agar anak tidak ikut seperti itu,” pungkasnya

Narasumber kedua, Ibnu Min Haji yang membahas materi tentang “Bijak Beretika di Internet”

Ia memaparkan bahwa perkembangan teknologi yang semakin pesat tentunya seiring berjalannya waktu, kebutuhan manusia juga meningkat. Teknologi yang saat ini sudah digunakan oleh seluruh penjuru di dunia adalah internet. Tak hanya digunakan untuk mempermudah pekerjaan, namun juga digunakan untuk melakukan kejahatan.

Bagaimana cara beretika di internet?

Ia menjelaskan ada beberapa poin agar beretika di internet, yaitu;

1 .Berhati-hati terhadap informasi yang kita terima

2. Batasi informasi yang kita sampaikan

3. Hindari personal attack

4. Etika dalam komunikasi

5. Menghargai hasil karya orang lain

Narasumber ketiga yaitu Eunike Fersa yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Kecakapan Digital”

“Rata-rata pengguna internet di Indonesia menggunakan gadgetnya sebanyak 8 jam perhari, sebenarnya keadaan seperti itu tidak baik untuk kesehatan tubuh kita terutama mata,” bebernya

“Kita harus membatasi penggunaan internet dengan cara yang mudah terlebih dahulu, misalkan saat kita keluar rumah sebentar, nah disitu kita dapat meninggalkan handphone itu agar mengurangi penggunaan gadget dalam sehari,” pungkasnya

Terakhir narasumber Wahyudi dengan materi tentang “Mengenali Berita Palsu”

“Hoax adalah berita bohong atau berita tidak bersumber atau Hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya,” tuturnya.

Wahyudi mengatakan, penggunaan teknologi yang tidak dibarengi dengan budaya kritis, literasi yang rendah dan ingin jadi yang pertama dalam menyebarkan Informasi, itulah yang menjadi penyebab hoax merajalela. (RILIS)

Lantik Pejabat Pengawas dan Administrator, Bupati Banjar : Pejabat Yang Dilantik Bisa Bersinergi

BANJAR – Bupati kabupaten Banjar Saidi Mansyur melantik dan mengambil sumpah jabatan 48 pajabat Pengawas dan Administrator di lingkup Pemerintahan Kabupaten Banjar, bertempat di Mahligai Sultan Adam, Rabu (6/10) siang.

Dalam sambutannya Bupati Kabupaten Banjar Saidi Mansyur menyampaikan, pelantikan merupakan sebuah proses dalam menunjang kinerja di sebuah Pemerintahan Daerah. Ia mengingatkan kepada pejabat yang dilantik agar menjalankan tugas karena pelantikan ini merupakan amanah atau bentuk kepercayaan pimpinan yang harus dijaga sebaik-baiknya.

Bupati Kab Banjar Saidi Mansyur

“Pemerintah Kabupaten Banjar membutuhkan aparatur pemerintah yang mampu bekerja keras, bersinergi dengan semua pihak untuk melakukan percepatan pelaksanaan program yang telah direncanakan,”ucap Saidi.

Saidi menambahkan, ia mengharapkan pelantikan ini dapat lebih memberikan motivasi kepada saudara yang dilantik, untuk senantiasa berkiprah dan mengabdikan diri sebagai Aparatur Sipil Negara, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang menjadi tanggung jawab saudara saudari sebagai pejabat.

“Saya harapkan saudara saudari yang dilantik dapat menjalankan amanah, serta tugas pokok dengan sebaik mungkin, untuk menjadikan Kabupaten Banjar maju, mandiri, dan agamis,” tutup Saidi.

Untuk diketahui, dipelantikan ini juga ditandai dengan penandatanganan Surat Keputusan secara simbolis oleh perwakilan pejabat yang dilantik Khairullah Ansyari dengan jabatan baru Kabag Administrasi Pembangunan Setdakab Banjar dan Febri Kusuma Atma Dewi dengan jabatan baru Kasubag Kerjasama dan Otonomi Daerah Setdakab Banjar.  Pelantikan ini meliputi 16 orang untuk jabatan Administrator dan 32 orang untuk jabatan Pengawas. (HUMASBANJAR-MRF/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Banjar; Ruang Digital, Kenali Aturan Mainnya

BANJAR – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Ruang Digital, Kenali Aturan Mainnya” di Kabupaten Banjar, Senin (4/10/2021) pukul 14.00 WITA.

Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc dan Bupati Banjar, H. Saidi Mansyur ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Shabrina Anwari yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Setio Budi Hendro Utomo yang menyampaikan materi tentang “Kecakapan Digital”

“Saat ini dunia berubah dengan cepat, salah satu yang utama adalah teknologi, seperti komputer, namun seperti yang kita ketahui komputer yang kita kenal pun mulai bergeser ke smartphone. Handphone atau smartphone sudah banyak mengambil alih banyak dari fungsi-fungsi komputer.” tuturnya

Dengan berkembangnya hal itu, cara kita memahami keterampilan dasar yang telah disampaikan oleh Budi, dapat berupa;

1.Mengamankan diri dan sesama di
ruang digital

2.Memproteksi perangkat digital

3.Perlindungan indentitas digital dan data pribadi di platform digital

4.Melindungi rekam jejak digital

5.Memahami dan menghindari penipuan digital

Narasumber kedua, Amiruddin yang menyampaikan materi tentang “Budaya Digital”

“Menurut survei yang dilakukan BNPT pada tahun 2020, 85% pemuda milenial rentan terpapar faham terorisme dan radikalisme,” tuturnya.

Amiruddin menuturkan, alasan kaum milenial mudah terpapar faham radikalisme, karena pemuda milenial memiliki ‘karakter ingin diakui’ keinginan kuat untuk merasa dirinya spesial, berharga, bermakna atau menjadi bagian dari suatu kelompok yang spesial, berharga harga dan bermakna.

“Radikalisme negatif didefinisikan sebagai suatu sikap yang mendambakan perubahan secara total dan bersifat revolusioner dan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drastis lewat kekerasan dan aksi-aksi yang ekstrem,” ucapnya.

Ujarnya, ada beberapa sikap yang bisa dikenali dari sikap dan paham radikal yaitu:

1. Intoleran, tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain.

2. Eksklusif, membedakan diri dari umat Islam umumnya.

3. Fanatik, selalu merasa benar sendiri atau menganggap orang lain salah.

4. Menggunakan cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuan.

Adapun, upaya pencegahan yakni dengan memperhatikan kredibilitas website, bandingkan dengan ilmu yang telah kita miliki, diskusikan konten yang ditemukan dengan orang sekitar, dan bandingkan dengan laman daring lainnya.

Narasumber ketiga yaitu Indira Salsabila yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Keamanan Digital”

“Jenis-jenis penipuan di era digital saat ini adalah phising, scam, ID thef, share card info, dan masih banyak lagi doluar sana,” tuturnya

Ia memaparkan, ciri-ciri phising biasanya identitas email yang tidak jelas, tata bahasa buruk, dan bahasa yang kurang sopan.

Terakhir narasumber Muhammad Risanta yang menyampaikan materi tentang “Etika Digital”

“Hoax adalah pemberitaan palsu atau informasi yang sesungguhnya tidak benar, namun dibuat seolah-olah benar,” tuturnya

Jenis-jenis informasi hoax yaitu, berita fake news, tautan jebakan atau tautan yang diletakkan secara strategis di dalam suatu situs dengan tujuan untuk menarik orang masuk ke situs lainnya, confirmation bias yang cenderung untuk menginterpretasikan kejadian yang baru terjadi sebaik bukti dari kepercayaan yang sudah ada.

Elemen berita hoax cenderung menggunakan kalimat persuasif yang memaksa, artikel penuh huruf besar dan tanda seru, terkesan menakut-nakuti atau menyesatkan penerima berita, menghujat seseorang atau golongan, provokatif dan mengadu domba. (RILIS)

Ikuti Webinar Literasi Digital, Indonesia Makin Cakap Digital

Salam Literasi!
Halo Sobat Milenial ✋🏻
.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Gerakan Nasional Literasi Digital 2021”
.
Yuk! Ikuti webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI dengan Topik-topik asik dan narasumber yang seru pastinya. Untuk besok, topik pembahasannya: Lawan Balik Hoax dengan Literasi Digital
.
🗣️ KEYNOTE SPEECH H. Saidi Mansyur, S.I.Kom – Bupati Banjar

🗣️ MODERATOR Rio Brama

🗣️ KEY OPINION LEADER Lady Salsabila – Influencer & Content Creator

🗣️ NARASUMBER:
.
1. Junaidy, S.Sos., M.I.Kom., M.AB
■ Dosen dan Pengamat Sosial
.
2. Ratyuhono Linggar P.
■ Praktisi SDM, Dosen & Coach
.
3. Hariyadi, S.Sos
■ Redaktur Pelaksana Media Online koranbanjar.net
.
📝 SAVE THE DATE
📅 Kamis, 07 Oktober 2021
⏰ 14.00 WITA / 13.00 WIB – Selesai
📱 Via Zoom Meeting
.
Fasilitas yang didapatkan :
📄 E-Sertifikat
💸 E – money untuk 10 Peserta Terpilih
🤝 Relasi baru
💡 Ilmu bermanfaat
.
LINK_ PENDAFTARAN
https://s.id/litdigBAN0710

Exit mobile version