Lanal Banjarmasin, Kadin dan Pemkab Banjar Bersinergi Menggelar Serbuan Vaksinasi COVID-19

BANJAR – Bertempat di halaman kantor DPRD Kabupaten Banjar, terlihat ratusan warga memadati kantor rakyat tersebut untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19. penyebaran wabah COVID-19 sudah menjadi fenomena yang menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang di tanah air, khususnya di wilayah Kalimantan  Selatan, walaupun jumlah pasien yang terinfeksi sudah mulai ada penurunan, namun tidak menutup kemungkinan virus tersebut masih ada dilingkungan masyarakat.

Melihat kondisi saat ini, perlu dilaksanakan kesadaran kita semua dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat, guna menangkal dan menghentikan laju penularan Virus Corona yang menjadi musuh bersama.

Untuk menanggapi hal tersebut, kali ini Pangkalan TNI AL (Lanal) Banjarmasin bersinergi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banjar, dan Pemerintah Kabupaten Banjar menyelenggarakan Operasi Serbuan Vaksinasi (Servak) COVID-19 kepada masyarakat maritim (Pesisir) dan masyarakat Kota serta para pelajar bertempat di kantor DPRD Banjar, Kamis (14/10).

Servak dosis pertama dan ke-2 ini menggunakan Vaksin jenis Astra Zeneca untuk usia 18 tahun keatas, dan Vaksin jenis Sinovac yang diperuntukkan bagi yang berusia 13 tahun.

Sebanyak 39 tenaga kesehatan gabungan sekaligus sebagai Tim Vaksinator terlibat dalam kegiatan Servak ini yaitu dari Balai Pengobatan (BP) Lanal Banjarmasin, Dinkes Kota Banjarmasin dan Dinkes Kab. Banjar.

Saat meninjau vaksinasi, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Herbiyantoko Hanla mengatakan, kegiatan Operasi Serbuan Vaksinasi Maritim secara massal ini selaras dengan perintah langsung dari Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudo Margono, yaitu TNI AL beserta jajarannya agar berperan aktif dalam mendukung dan mensukseskan program pemerintah dalam rangka percepatan dan penanganan penyebaran Wabah COVID-19 secara totalitas dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang dimiliki.

“Sinergitas dan aksi kerja nyata ini untuk menciptakan Herd Immunity (Kekebalan Kelompok) dilapisan masyarakat, supaya tetap terlindungi dari serangan Virus, sehingga masyarakat bisa beraktivitas kembali dengan normal menuju tatanan kehidupan yang baru dan sehat,” ucap Herbiyantoko.

Herbiyantoko menambahkan, ia berterimakasih kepada Pemkab Banjar dan Kadin Banjar dikarenakan telah membantu dalam menyediakan tempat serta mendukung atas diadakannya Operasi Serbuan Vaksinasi (Servak) COVID-19 di Daerah Kabupaten Banjar.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Bupati Banjar serta Ketua Kadin Banjar yang telah membantu kami dalam memerangi pandemi covid-19, dengan vaksinasi maka masyarakat tidak perlu takut tertular virus corona,” tutup Herbiyantoko.

Sementara itu, Bupati Banjar Saidi Mansyur dan Ketua Kadin Kab. Banjar juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Lanal Banjarmasin atas Sinergitas yang baik ini, semoga Serbuan Vaksinasi Maritim ini bermanfaat bagi masyarakat Banjar dan sekitarnya supaya secepatnya bisa memutus mata rantai penyebaran Wabah COVID-19 dan mengembalikan putaran ekonomi bisa segera pulih seperti sedia kala.

“Kerja sama ini tidak berhenti sampai disini saja, kedepan akan tetap kita laksanakan secara berkelanjutan,” ungkap Bupati Kabupaten Banjar.

Dilanjutkan Saidi Mansyur, Masyarakat Banjar masih sedikit yang melaksanakan vaksinasi, hal ini dikarenakan kurangnya dosis vaksinasi di Daerah ini, sehingga kami menyambut baik adanya Servak COVID-19 dari Lanal Banjarmasin.

“Pendistribusian vaksinasi COVID-19 di seluruh indonesia masih belum teratur, hal ini dikarenakan untuk Banjar, sangat banyak masyarakat yang belum divaksinasi akibat kurangnya dosis vaksinasi untuk daerah ini. Bahkan, masyarakat yang sudah melaksanakan vaksinasi covid-19, hanya sebesar 20 persen saja. Kami mengharapkan terdapat berbagai bantuan untuk pengadaan vaksinasi covid-19 di daerah ini, sehingga peningkatan ekonomi masyarakat pun, dapat tercapai,” tutup Saidi Mansyur.

Untuk diketahui, Servak kali ini menyiapkan 1000 dosis untuk peserta Vaksinasi, sejauh ini Lanal Banjarmasin sudah berhasil menyelenggarakan Servak yang ke- 47 dan mencapai 16.580 orang (Vial),

dengan hasil yang sighnifikan ini menunjukkan bentuk keseriusannya dalam memutus mata rantai Pandemi COVID-19. (MRF/RDM/RH)

Pemkab Banjar Terima Anugerah Parahita Ekapraya 2020

BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar menerima Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020. APE merupakan penghargaan yang diberikan kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang dinilai telah berkomitmen dalam pencapaian dan perwujudan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak, serta memenuhi kebutuhan anak.

Penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan peran para pimpinan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam Strategi Pengarusutamaan Gender (PUG).

Pemerintah Kabupaten Banjar menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya 2020 Kategori Pratama dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI. Pemberian anugerah APE 2020 oleh kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPAP) RI dilakukan secara virtual, Rabu (13/10).

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati  hadir bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy.

Sementara di Martapura Kabupaten Banjar, Bupati Kab Banjar Saidi Mansyur yang diwakili oleh Kepala DP2KBP3A Kabupaten Banjar Siti Hamidah beserta jajaran mengikuti acara Bersama Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Merilu Ripner, Kepala Bidang Sosial Budaya dan SDM Bappedalitbang Kabupaten Banjar Anna Rosida Santi di Command Center, Martapura.

Menteri (PPPA) RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati menjelaskan, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah ASEAN Ministerial Meeting on Woman (AMMW) Ke-4. Kegiatan bertujuan untuk menentukan kebijakan perlindungan perempuan di negara-negara ASEAN dan salah satu rangkaian kegiatannya adalah pemberian Anugerah Parahita Ekapraya 2020.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Banjar  Siti Hamidah menjelaskan Anugerah Parahita Ekapraya merupakan ukuran penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Daerah yang berkomitmen dan mendukung pelaksanaan pengutamaan gender.

Dijelaskan ada 4 kategori Anugerah Parahita Ekapraya ini yaitu pratama, madya, utama dan tingkat mentor. Penilaian dilaksanakan 2 tahun sekali dengan 7 komponen penilaian antara lain komitmen, kebijakan, kelembagaan, SDM dan anggaran, alat analisis gender, data gender dan partisipasi masyarakat.

“Terdapat 13 Kementerian/Lembaga, 29 Provinsi, dan 266 Kabupaten/Kota yang menerima penghargaan APE 2020.  Tentu harapan kami akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Suatu kehormatan bagi Pemkab Banjar dimana acara pemberian penghargaan APE tahun ini sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ASEAN Ministerial Meeting on Women (AMMW) Ke-4,” ucap Siti Hamidah. (HUMASBANJAR-MRF/RDM/RH)

BPBAT Mandiangin Produksi Ribuan Ikan Haruan

BANJAR – Balai Perikanan Budidaya air tawar (BPBAT) Mandiangin Kementerian Kelautan dan Perikanan, memproduksi ribuan bibit ikan air tawar. Salah satu yang bibit yang dihasilkan BPBAT yakni bibit harian. Ikan haruan merupakan ikan khas yang berasal dari Kalimantan dan keberadaannya dialam liar sudah mulai berkurang akibat banyaknya penangkapan oleh masyarakat, dan membuat harga ikan ini meningkat pesat.

Pemijahan ikan haruan di BPBAT Mandiangin

Senin sore (11/10), Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin Andy Artha Donny Oktopura, melalui petugas pembudidaya ikan haruan Balai Perikanan Budidaya air tawar mandiangin Nana menjelaskan, ikan haruan menjadi salah satu komoditi ikan air tawar yang diminati. Diketahui produksi ikan Haruan dari hasil budidaya pada tahun 2020 hanya 10.988 ton. Sementara kebutuhan pertahun di Kalsel sebesar 133.000 ton. Artinya proruksi ikan haruan di Kalsel sangat kurang sekali.

Kolam ikan budidaya ikan haruan BPBAT Mandiangin

“Dari sektor bisnis, budidaya ikan haruan ini cukup menjanjikan. Hal ini dikarenakan permintaan ikan Haruan terus meningkat. Bahkan ikan Haruan selalu menjadi penyumbang Inflasi di Kalsel,” ungkap Nana.

Nana menambahkan, Melihat potensi ikan haruan di air tawar ini, pihaknya terus mengembangkan budidaya dan melatih para petani untuk menjadi petani haruan di beberapa daerah. Termasuk di Kecamatan Balangan dan Kecamatan Hulu Sungai Selatan (HSS).

“Dalam satu bundaran kolam yang berukuran 3×1 bisa menampung sebanyak  3000 ekor bibit ikan haruan dan jika dipanen per kolam bundar menghasilkan satu ton ikan haruan. Disini ada sekitar 20 kolam bundar yang bisa muat 3000 ekor ikan gabus dan Kami terus kembangkan mulai dari pengawinan indukan hingga menjadi anakan dan hingga besar selama delapan bulan,” tutup Nana.

Untuk diketahui, saat Reporter Abdi Persada FM berkunjung ke Balai Perikanan Budidaya air tawar (BPBAT) Mandiangin Kementerian Kelautan dan Perikanan. Selain budidaya ikan haruan, dipenangkaran ini juga dibudidayakan berbagai ikan jenis air tawar, seperti ikan baung, ikan papuyu, ikan belida, ikan nila, ikan jelawat, dan ikan kelabau. Setiap jenis ikan dibedakan tempat penangkaran serta pengurusnya untuk memaksimalkan proses pembesaran. Ditempat ini pula, para pembudidaya ikan, pelajar, dan mahasiswa/mahasiswi bisa berdatang untuk belajar mengenai tata cara pembudidayaan ikan air tawar. (MRF/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Banjar; Bebas Berekspresi di Dunia Digital

BANJAR – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Bebas Berekspresi di Dunia Digital,” Senin (11/10) pukul 14.00 WITA.

Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Bupati Kabupaten Banjar Saidi Mansyur, ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dipandu oleh moderator Ovi Darin, yang menghadirkan narasumber pertama Reza Rangin Mengatakan, tips berbahasa agar tidak menyinggung seseorang di media sosial yaitu harus memahami konteksnya terlebih dahulu dan jangan sembarang mengomentari orang.

“Ketika seseorang posting sesuatu diliat dulu konteksnya, jadi kita tidak perlu asal mengingatkan jika ingin berkomentar memberikan saran usahakan menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan jangan bersifat menyinggung,” ucapnya.

Narasumber kedua Amiruddin dengan materi yang tak kalah menarik yaitu tentang ‘Literasi Digital dalam Wawasan Kebangsaan’.

Amiruddin mengatakan, teknologi komunikasi dan informasi mengubah peran konvensional menjadi peran modern, menggunakan teknologi, media massa, cyber war.

Kehadiran media sosial sebagai wadah berbincang dan bertukar informasi antara satu dengan yang lain tentu memberikan dampak yang sangat positif. Sayangnya media sosial juga menjadi arena bagi penyampaian opini ujaran penuh kebencian dan berita-berita palsu.

“Wawasan kebangsaan akan menjadi kunci kesamaan pandangan dan pemersatu tujuan generasi masa kini dan masa yang akan datang, dalam menghadapi tantangan bangsa Indonesia baik dari dalam maupun dari luar negeri,” tuturnya.

Kata dia, wawasan kebangsaan merupakan pemahaman masyarakat mengenai jati diri bangsa nya dalam mendayagunakan segala potensi negeri untuk mencapai cita-cita dan kepentingan nasional.

Dalam kehidupan modern arus globalisasi dapat membantu perkembangan sebuah negara, namun dapat juga berdampak negatif jika masyarakat tidak memiliki wawasan kebangsaan yang cukup.

Wawasan kebangsaan tumbuhkan rasa cinta tanah air yakni;

1. Rendahnya wawasan kebangsaan berdampak pada tergerusnya rasa nasionalisme dan krisis jati diri bangsa.

2. Wawasan kebangsaan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air pemuda Indonesia dalam menghadapi arus globalisasi.

3. Wujudkan kebangkitan nasional. Masyarakat yang memiliki wawasan kebangsaan luas dapat menumbuhkan semangat kebangkitan nasional.

Selanjutnya narasumber ketiga Maharani Lulu dengan materi tentang ‘Main Aman Saat Belanja Online’.

“Sebanyak 87,1 persen pengguna internet di Indonesia telah membeli bermacam-macam produk secara online melalui berbagai perangkat elektronik selama beberapa bulan terakhir pada 2020,” ucapnya.

Lulu mengatakan, keuntungan dari berbelanja online yaitu praktis dan efisien waktu, pilihan bervariasi dan juga sistem pembayaran lebih mudah.

Adapun, selamanya bangkai kerugian dari berbelanja online yakni menjadi konsumerisme, rawan penipuan dan barang tidak sesuai ekspektasi.

“Modus penipuan belanja online memiliki ciri, menjual barang murah, pencurian data, pencucian uang, layanan COD, dan biaya tambahan,” tuturnya.

Ia memberikan tips agar terhindar dari penipuan belanja online yakni;

1. Gunakan komputer atau smartphone milik sendiri.

2. Pilih situs atau seller terpercaya.

3. Membaca dengan cermat.

4. Pilih cara pembayaran yang aman.

5. simpan bukti transaksi.

6. Rekam video unboxing.

7. Memberikan feedback.

Terakhir narasumber Amalia Permata Rizky dengan materi tentang ‘Bebas Berekspresi di Dunia Digital’.

Ia menjelaskan, indikator pertama dari kecakapan dalam budaya digital adalah bagaimana setiap individu menyadari bahwa ketika memasuki Era Digital.

Adapun, dampak minimnya pemahaman bersosial media yaitu:

1. Tidak mampu memahami batasan kebebasan berekspresi dengan perundungan siber, ujaran kebencian, pencemaran nama baik atau provokasi yang mengarah pada segregasi sosial di ruang digital.

2. Tidak mampu membedakan keterbukaan informasi publik dengan pelanggaran privasi di ruang digital.

3. Tidak mampu membedakan misinformasi, disinformasi dan malinformasi.

“Kemampuan access adalah kunci yang akan menuntun kita pada aktivitas-aktivitas lainnya di ruang digital hal ini berkaitan dengan kemampuan memilih dan memilah informasi, menggunakan perangkat yang legal, dan mengakses sesuai dengan ketentuan,” tutur Amalia.

Aspek penting dalam membangun budaya digital yaitu, participation, remediation, bricolage dan growth mindset. (RILIS)

Bupati Banjar Resmikan Aula Berlian Pesayangan

BANJAR – Bupati Banjar Saidi Mansyur menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikannya Aula Serbaguna Berlian Desa Pasayangan Selatan Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Jumat (7/10) malam.Penandatangan prasasti tersebut disaksikan Camat Martapura Ramli, Pambakal Desa Pasayangan Selatan Muhammad Toha, Rais Suriyah PCNU Kabupaten Banjar,  tokoh ulama Guru Muhammad Husein, perwakilan Dinas PMD Banjar serta masyarakat sekitar.

Peresmian aula di awali dengan pembacaan Burdah untuk menyambut awal bulan Rabiul Awal atau yang lebih dikenal dengan bulan Maulid kelahiran Baginda Rasulullah SAW.

Bupati Banjar Saidi Mansyur mengatakan, aula yang baru diresmikan ini harus dapat dimanfaatkan sebaik baiknya, terutama untuk kegiatan desa dan masyarakat.

Bupati Kab Banjar Saidi Mansyur

“Atas nama pribadi dan atas nama pemerintah saya mengucapkan selamat dan apresiasi atas peresmian Aula Serbaguna Berlian Desa Pasayangan Selatan. Semoga kedepannya dapat digunakan sebaik baiknya untuk kegiatan kemasyarakatan maupun keagamaan. Pelihara dan jaga bangunan ini, ini merupakan aset bagi desa untuk dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang untuk kegiatan sosial, pemerintahan maupun  kemasyarakatan” ucap Saidi Mansyur.

Sementara itu Pambakal Desa Pasayangan Selatan Muhammad Toha menyampaikan, bahwa pembangunan Aula Desa ini merupakan dari Dana Desa Tahun Anggaran 2021 dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari.

“Perlu saya informasikan pembangunan tempat ini 99 persen sudah hampir rampung dengan dana realisasi sebesar 243 Juta Rupiah dari dana yang diperlukan sebesar 256 juta rupiah. Mudah mudahan dengan berkah pembacaan Burdah tempat ini bisa bermanfaat dan membawa kemashalatan masyarakat,” ucap Toha. (HUMASBANJAR – MRF/RDM/RH)

UPT Damkar Banjar Kirim Anggotanya Untuk Pelatihan Penanganan Ular

BANJAR – Sejumlah anggota Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Banjar dipastikan akan mengikuti kegiatan Basic Training Muscle (BTM) Pelatihan penanganan ular yg diselenggaran Yayasan Sioux Ular Indonesia, di  Kota Banjarmasin pada Minggu (10/10) mendatang.

Kepala UPT Damkar Kabupaten Banjar Gusti Yudi mengatakan, pelatihan tersebut berdasarkan surat undangan dari Yayasan Sioux Ular Indonesia yang ditujukan kepada BPBD,  Satpol PP dan Damkar di seluruh Provinsi Kalimantan Selatan dengan Nomor 024/B/SIOUX/2021. Untuk pelatihan tersebut pihaknya akan mengirimkan sebanyak 5 anggota, yang terdiri dari 4 petugas dari Mako Damkar, dan 1 petugas dari pos sektor Gambut.

“Acaranya bertempat di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, dan ini merupakan kesempatan yang baik bagi kami untuk mendapat dan berbagi ilmu dalam penanganan ular,” ungkap Gusti Yudi.

Gusti Yudi menambahkan, Menurutnya untuk UPT Damkar Banjar kesempatan ini menjadi sebuah momentum yang sangat baik, apalagi kegiatan dilaksanakan di Kota Banjarmasin, sehingga biaya fasilitasi anggota menjadi lebih murah dibanding saat diselenggarakan di luar daerah.

“UPT Damkar Banjar sangat sering menerima laporan dan permintaan masyarakat untuk menangani adanya penemuan ular. Selama ini berbagai jenis ular dan hewan berbahaya lainnya berhasil di evakuasi setelah memasuki rumah warga. Namun para anggota tetap harus ditambah wawasannya dengan mengikuti berbagai kegiatan pelatihan,” ungkap Gusti Yudi.

Gusti Yudi menambahkan, Dengan pelatihan ini maka legalitas dan kompetensi anggota UPT Damkar Banjar akan menjadi terakui dengan dibuktikan melalui sertifikat kompetensi yang akan mereka dapatkan usai mengikuti pelatihan. langkah ini juga dapat menjamin anggota untuk bekerja dengan baik sesuai SOP agar efektif, efisien, dan safety. Hal ini dikarenakan UPT Damkar Kab Banjar selalu membawa nama baik Pemerintah Banjar saat bertugas. (HUMASBANJAR-MRF/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Banjar; Bijak Bersosial Media di Era Pandemi

BANJAR – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Bijak Bersosial Media di Era Pandemi” di Kabupaten Banjar, Rabu (6/10) pukul 10.00 WITA.

Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc dan Bupati Banjar, H Saidi Mansyur ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Ovi Darin yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Reza Nangin yang membahas tentang “Etika Digital”

“Yang kita lihat keadaan saat ini anak di usia balita pun sudah mahir dalam penggunaan handphone untuk mengakses internet, dampak buruk banyak terjadi seperti anak nantinya akan kurang bersosialisasi akibat menggunakan handphone berjam-jam,” tuturnya

“Saran saya, sebagai orang tua harus memberikan contoh yang baik untuk anak agar anak dapat mengikuti apa yang orang tuanya lakukan, seperti orang tua juga harus membatasi bemain handphone lama-lama agar anak tidak ikut seperti itu,” pungkasnya

Narasumber kedua, Ibnu Min Haji yang membahas materi tentang “Bijak Beretika di Internet”

Ia memaparkan bahwa perkembangan teknologi yang semakin pesat tentunya seiring berjalannya waktu, kebutuhan manusia juga meningkat. Teknologi yang saat ini sudah digunakan oleh seluruh penjuru di dunia adalah internet. Tak hanya digunakan untuk mempermudah pekerjaan, namun juga digunakan untuk melakukan kejahatan.

Bagaimana cara beretika di internet?

Ia menjelaskan ada beberapa poin agar beretika di internet, yaitu;

1 .Berhati-hati terhadap informasi yang kita terima

2. Batasi informasi yang kita sampaikan

3. Hindari personal attack

4. Etika dalam komunikasi

5. Menghargai hasil karya orang lain

Narasumber ketiga yaitu Eunike Fersa yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Kecakapan Digital”

“Rata-rata pengguna internet di Indonesia menggunakan gadgetnya sebanyak 8 jam perhari, sebenarnya keadaan seperti itu tidak baik untuk kesehatan tubuh kita terutama mata,” bebernya

“Kita harus membatasi penggunaan internet dengan cara yang mudah terlebih dahulu, misalkan saat kita keluar rumah sebentar, nah disitu kita dapat meninggalkan handphone itu agar mengurangi penggunaan gadget dalam sehari,” pungkasnya

Terakhir narasumber Wahyudi dengan materi tentang “Mengenali Berita Palsu”

“Hoax adalah berita bohong atau berita tidak bersumber atau Hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya,” tuturnya.

Wahyudi mengatakan, penggunaan teknologi yang tidak dibarengi dengan budaya kritis, literasi yang rendah dan ingin jadi yang pertama dalam menyebarkan Informasi, itulah yang menjadi penyebab hoax merajalela. (RILIS)

Lantik Pejabat Pengawas dan Administrator, Bupati Banjar : Pejabat Yang Dilantik Bisa Bersinergi

BANJAR – Bupati kabupaten Banjar Saidi Mansyur melantik dan mengambil sumpah jabatan 48 pajabat Pengawas dan Administrator di lingkup Pemerintahan Kabupaten Banjar, bertempat di Mahligai Sultan Adam, Rabu (6/10) siang.

Dalam sambutannya Bupati Kabupaten Banjar Saidi Mansyur menyampaikan, pelantikan merupakan sebuah proses dalam menunjang kinerja di sebuah Pemerintahan Daerah. Ia mengingatkan kepada pejabat yang dilantik agar menjalankan tugas karena pelantikan ini merupakan amanah atau bentuk kepercayaan pimpinan yang harus dijaga sebaik-baiknya.

Bupati Kab Banjar Saidi Mansyur

“Pemerintah Kabupaten Banjar membutuhkan aparatur pemerintah yang mampu bekerja keras, bersinergi dengan semua pihak untuk melakukan percepatan pelaksanaan program yang telah direncanakan,”ucap Saidi.

Saidi menambahkan, ia mengharapkan pelantikan ini dapat lebih memberikan motivasi kepada saudara yang dilantik, untuk senantiasa berkiprah dan mengabdikan diri sebagai Aparatur Sipil Negara, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang menjadi tanggung jawab saudara saudari sebagai pejabat.

“Saya harapkan saudara saudari yang dilantik dapat menjalankan amanah, serta tugas pokok dengan sebaik mungkin, untuk menjadikan Kabupaten Banjar maju, mandiri, dan agamis,” tutup Saidi.

Untuk diketahui, dipelantikan ini juga ditandai dengan penandatanganan Surat Keputusan secara simbolis oleh perwakilan pejabat yang dilantik Khairullah Ansyari dengan jabatan baru Kabag Administrasi Pembangunan Setdakab Banjar dan Febri Kusuma Atma Dewi dengan jabatan baru Kasubag Kerjasama dan Otonomi Daerah Setdakab Banjar.  Pelantikan ini meliputi 16 orang untuk jabatan Administrator dan 32 orang untuk jabatan Pengawas. (HUMASBANJAR-MRF/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Banjar; Ruang Digital, Kenali Aturan Mainnya

BANJAR – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Ruang Digital, Kenali Aturan Mainnya” di Kabupaten Banjar, Senin (4/10/2021) pukul 14.00 WITA.

Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc dan Bupati Banjar, H. Saidi Mansyur ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Shabrina Anwari yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Setio Budi Hendro Utomo yang menyampaikan materi tentang “Kecakapan Digital”

“Saat ini dunia berubah dengan cepat, salah satu yang utama adalah teknologi, seperti komputer, namun seperti yang kita ketahui komputer yang kita kenal pun mulai bergeser ke smartphone. Handphone atau smartphone sudah banyak mengambil alih banyak dari fungsi-fungsi komputer.” tuturnya

Dengan berkembangnya hal itu, cara kita memahami keterampilan dasar yang telah disampaikan oleh Budi, dapat berupa;

1.Mengamankan diri dan sesama di
ruang digital

2.Memproteksi perangkat digital

3.Perlindungan indentitas digital dan data pribadi di platform digital

4.Melindungi rekam jejak digital

5.Memahami dan menghindari penipuan digital

Narasumber kedua, Amiruddin yang menyampaikan materi tentang “Budaya Digital”

“Menurut survei yang dilakukan BNPT pada tahun 2020, 85% pemuda milenial rentan terpapar faham terorisme dan radikalisme,” tuturnya.

Amiruddin menuturkan, alasan kaum milenial mudah terpapar faham radikalisme, karena pemuda milenial memiliki ‘karakter ingin diakui’ keinginan kuat untuk merasa dirinya spesial, berharga, bermakna atau menjadi bagian dari suatu kelompok yang spesial, berharga harga dan bermakna.

“Radikalisme negatif didefinisikan sebagai suatu sikap yang mendambakan perubahan secara total dan bersifat revolusioner dan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drastis lewat kekerasan dan aksi-aksi yang ekstrem,” ucapnya.

Ujarnya, ada beberapa sikap yang bisa dikenali dari sikap dan paham radikal yaitu:

1. Intoleran, tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain.

2. Eksklusif, membedakan diri dari umat Islam umumnya.

3. Fanatik, selalu merasa benar sendiri atau menganggap orang lain salah.

4. Menggunakan cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuan.

Adapun, upaya pencegahan yakni dengan memperhatikan kredibilitas website, bandingkan dengan ilmu yang telah kita miliki, diskusikan konten yang ditemukan dengan orang sekitar, dan bandingkan dengan laman daring lainnya.

Narasumber ketiga yaitu Indira Salsabila yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Keamanan Digital”

“Jenis-jenis penipuan di era digital saat ini adalah phising, scam, ID thef, share card info, dan masih banyak lagi doluar sana,” tuturnya

Ia memaparkan, ciri-ciri phising biasanya identitas email yang tidak jelas, tata bahasa buruk, dan bahasa yang kurang sopan.

Terakhir narasumber Muhammad Risanta yang menyampaikan materi tentang “Etika Digital”

“Hoax adalah pemberitaan palsu atau informasi yang sesungguhnya tidak benar, namun dibuat seolah-olah benar,” tuturnya

Jenis-jenis informasi hoax yaitu, berita fake news, tautan jebakan atau tautan yang diletakkan secara strategis di dalam suatu situs dengan tujuan untuk menarik orang masuk ke situs lainnya, confirmation bias yang cenderung untuk menginterpretasikan kejadian yang baru terjadi sebaik bukti dari kepercayaan yang sudah ada.

Elemen berita hoax cenderung menggunakan kalimat persuasif yang memaksa, artikel penuh huruf besar dan tanda seru, terkesan menakut-nakuti atau menyesatkan penerima berita, menghujat seseorang atau golongan, provokatif dan mengadu domba. (RILIS)

Ikuti Webinar Literasi Digital, Indonesia Makin Cakap Digital

Salam Literasi!
Halo Sobat Milenial ✋🏻
.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Gerakan Nasional Literasi Digital 2021”
.
Yuk! Ikuti webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI dengan Topik-topik asik dan narasumber yang seru pastinya. Untuk besok, topik pembahasannya: Lawan Balik Hoax dengan Literasi Digital
.
🗣️ KEYNOTE SPEECH H. Saidi Mansyur, S.I.Kom – Bupati Banjar

🗣️ MODERATOR Rio Brama

🗣️ KEY OPINION LEADER Lady Salsabila – Influencer & Content Creator

🗣️ NARASUMBER:
.
1. Junaidy, S.Sos., M.I.Kom., M.AB
■ Dosen dan Pengamat Sosial
.
2. Ratyuhono Linggar P.
■ Praktisi SDM, Dosen & Coach
.
3. Hariyadi, S.Sos
■ Redaktur Pelaksana Media Online koranbanjar.net
.
📝 SAVE THE DATE
📅 Kamis, 07 Oktober 2021
⏰ 14.00 WITA / 13.00 WIB – Selesai
📱 Via Zoom Meeting
.
Fasilitas yang didapatkan :
📄 E-Sertifikat
💸 E – money untuk 10 Peserta Terpilih
🤝 Relasi baru
💡 Ilmu bermanfaat
.
LINK_ PENDAFTARAN
https://s.id/litdigBAN0710

Exit mobile version