Pemkab Banjar Buka Konsultasi Publik RDTR

BANJAR – Penataan tata ruang ditujukan untuk menciptakan penyelenggaraan pemanfaatan ruang yang berwawasan lingkungan sehingga tercipta pemanfaatan ruang yang berkualitas. Didalam RDTR tersirat upaya-upaya dalam aspek penanganan lingkungan, pembangunan ekonomi, pemerataan, keadilan dan peningkatann kesejahteraan masyarakat. Demikian dikatakan Bupati Kab Banjar Saidi Mansyur saat membuka resmi kegiatan Konsultasi publik Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perkotaan Gambut – Kertak Hanyar tahun anggaran 2021, oleh Dinas PUPR Banjar, di salah satu hotel dikawasan Kertak Hanyar, Selasa (2/10).

Disampaikan Saidi Mansyur, sesuai PP No 21 tahun 2021 tentang penyelenggaraan penataan ruang RDTR harus memegang prinsif pembangunan berkelanjutan dan bersinergi dengan seluruh aspek, mengacu pada tata ruang wilayah kabupaten serta dilaksanakan sesuai norma, standar dan kriteria.

Bupati Kabupaten Banjar, Saidi Mansyur

Penyusunan RDTR perkotaan Gambut dan Kertak Hanyar menjadi sangat penting mengingat dalam PP No 13 tahun 2017 tentang RTRW Nasional. Terdapat 8 wilayah di Kabupaten Banjar yang termasuk dalam wilayah stategis nasional Banjarbakula termasuk Gambut dan Kertak Hanyar.

“RDTR harus memprioritaskan kesejahteraan rakyat dan melakukan terobosan penataan yang solutif dan humanis. Oleh karena itu masing OPD, desa/kelurahan, stakeholder dan pengusaha agar hal ini bisa menjadi catatan dan rekomendasi sebagai bahan penyususan RDTR perkotaan Gambut Kertak Hanyar,” ucap Saidi Mansyur.

Sementara itu, Sekda Banjar Mokhammad Hilman mengatakan, diskusi ini sangat penting mengingat kalsel sebagai penyangga ibukota negara. Jika nantinya Kota Banjarmasin sudah penuh maka kawasan Gambut dan Kertak Hanyar menjadi pilihan untuk hunian. Maka dari itu luasan kapling maksimal untuk perumahan juga perlu dibicarakan dengan para pengembang.

“Diskusi ini memberikan gambaran kedepannya, mengingat kalsel sebagai penyangga ibukota negara. Sehingga dapat membangun Kwasan Gambut dan Kertak Hanyar,” ucap Mokhammad Hilman.

Untuk diketahui, Konsultasi publik yang di pimpin oleh Sekda Kah Banjar M Hilman ini, juga dihadiri Anggota Komisi III DPRD Banjar Iwan Bora, Camat Gambut dan Kertak Hanyar,  sejumlah Kepala SKPD Banjar, dan para Pengusaha. (HUMASBANJAR-MRF/RDM/RH)

Pemkab Banjar Gelar Rakor Kesiapsiagaan Bencana

BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Banjir, Angin Puting Beliung dan Tanah Longsor Tahun 2021 di Aula Barakat Martapura, Kamis (28/10).

Bupati Kabupaten Banjar Saidi Mansyur mengatakan, berdasarkan topografi, tutupan lahan, iklim dan curah hujan berpotensi terjadi bencana dengan variasi jenis bencana yang cukup beragam, karena Kabupaten Banjar merupakan salah satu wilayah Kabupaten di Kalsel yang tingkat kerawanan terjadinya bencana cukup tinggi, terutama banjir, angin puting beliung dan tanah longsor.

Bupati Kabupaten Banjar Saidi Mansyur

“Saya meminta semua pihak waspada  dan  memantau  prakiraan curah hujan, kondisi ketinggian  air  waduk Riam Kanan dan  keadaan sungai kita,” ucap Saidi.

Saidi Mansyur menambahkan, Rakor ini merupakan langkah positif,  untuk menambah wawasan, pengetahuan, saling bertukar pengalaman, sharing beragam masalah yang sering dihadapi di lapangan sekaligus mencari solusinya.

“Kami mengimbau, agar semua lapisan masyarakat kabupaten Banjar, terus memantau informasi mengenai prakiraan curah hujan kedepan, hal ini dikarenakan informasi prakiraan cuaca dapat memberikan gambaran persiapan untuk menghadapi bencana, sehingga dapat memperikaran solusi untuk menghadapi bencana nantinya.,” tutup Saidi Mansyur.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kab Banjar Irwan Kumar mengatakan  tujuan rakor ini adalah untuk menentukan langkah konkrit dalam menghadapi bencana di bumi serambi mekkah ini. (HUMASBANJAR-MRF/RDM/RH)

Pemkab Banjar Peringati Hari Sumpah Pemuda

BANJAR – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-93, Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Bupati Banjar, Martapura, Kamis (28/10).

Peringatan ini dibuka langsung oleh Bupati Kabupaten Banjar Saidi Mansyur, didampingi Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyie.

Bupati Kabupaten Banjar Saidi Mansyur

Dalam amanah Menteri Pemuda dan Olahraga RI yang dibacakan Bupati Kab Banjar Saidi Mansyur, disampaikan bahwa momentum Hari Sumpah Pemuda ini, harus mampu menjadi perekat Persatuan. Sebagai Bangsa kita harus  bersama-sama Bangkit melawan pandemi, demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang kokoh melalui kewirausahaan.  Persatuan pemuda dimasa sekarang juga menjadi penentu kemajuan Bangsa Indonesia di masa yang akan datang.

“Pemuda  berperan membangkitkan ekonomi, melalui percepatan pemulihan situasi ekonomi nasional, dengan membangun wirausaha baru, wirausaha muda, pemberian bantuan wirausaha, termasuk wirausaha berbasis perguruan tinggi dan pesantren,” ungkap Saidi Masnyur.

Melanjutkan amanah Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Saidi Mansyur menyampaikan, pemuda adalah garda terdepan untuk pembangunan dari masa ke masa.

“Mudah-mudahan dengan berkumpulnya seluruh pemuda yang ada di bumi serambi mekkah, kita dapat melawan pandemi dan memulihkan perekonomian kembali,” ucap Saidi Mansyur.

Saidi Mansyur melanjutkan, Peringatan sumpah pemuda tahun ini  mengambil tema “Bersatu, Bangkit dan Tumbuh” dengan maksud menegaskan kembali komitmen yang  dibangun oleh para pemuda sejak tahun 1928 lalu.

Selain dihadiri SKPD Lingkup Kabupaten Banjar, peringatan Sumpah Pemuda ke 93 juga dihadiri sejumlah organisasi pemuda setempat. (MRF/RDM/RH)

UPPD Samsat Martapura Rencanakan Buka Dua Pelayanan Baru Sekaligus

BANJAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar berencana untuk membuka dua Mall Pelayanan Publik (MPP) sekaligus di Kecamatan Gambut dan Kecamatan Simpang Empat Kab Banjar. Pembukaan MPP ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat sekitar yang ingin mengurus pembayaran pajak. Di MPP yang direncanakan dibuka pada akhir tahun ini dan tahun 2022 mendatang, UPPD Samsat Martapura juga telah melakukan kerjasama bersama Pemkab Banjar untuk ikut membuka pelayanan pajak tahunan dan pajak online.

Kepada Abdi Persada FM, kepala UPPD Samsat Martapura Zulkifli menyampaikan, rencana pembukaan MPP di Kabupaten Banjar ini, akan memudahkan masyarakat yang berdomisili di Kecamatan Gambut dan Kecamatan Simpang Empat Pengaron, yang tidak perlu lagi mendatangi Kantor UPPD Samsat Martapura saat hendak membayar pajak tahunan dan pajak online.

“Ya memang rencana pembukaan MPP ini bisa memudahkan masyarakat yang ingin melakukan pelayanan Dukcapil, retribusi pajak Daerah Kab  banjar, serta layanan Samsat Martapura,” ungkap Zulkifli.

Dilanjutkan Zulkifli, ia mengharapkan pembukaan MPP ini dapat terealisasi, sehingga UPPD Samsat Martapura lebih dapat mendekatkan diri kepada masyarakat yang relatif jauh dari Samsat Induk di Kota Martapura.

“Mudah-mudahan dapat mengakomodir wajib pajak yang berada disekitarnya seperti Kecamatan Kertak Hanyar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kecamatan Aluh-Aluh dan sekitarnya,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, dengan membuka layanan pembayaran pajak di Kecamatan Gambut dan Simpang Empat, maka kesadaran masyarakat dalam membayar pajak akan meningkat dengan adanya layanan pajak disekitar mereka, sehingga dapat meningkatkan capaian pajak Kabupaten Banjar untuk membangun Banua Kalsel menjadi lebih baik lagi.

“Kalau misalnya kita membuka layanan di Daerah-Daerah tersebut yang jelas kita berusaha meningkatkan dan memudahkan layanan terhadap Masyarakat,” tutup Zulkifli.

Saat pertama kali dibuka, MPP Di Kecamatan Gambut dan Simpang Empat nantinya, akan terdapat pelayanan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kab Banjar, pelayanan Pajak Daerah Kabupaten Banjar, serta pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan dan online dari UPPD Samsat Martapura. (MRF/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Banjar; Satukan Bahasa, Budaya, dan Bangsa Indonesia!

BANJAR – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) bersama Siberkreasi kembali menggelar Webinar Literasi Digital Nasional wilayah Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (25/10/2021) Siang, melalui Zoom Meeting.

Salah satu narasumber Sri Astuty, Dosen Fisip ULM dan Japelidi menjelaskan terkait Keamanan Digital yaitu “Waspada kejahatan di ruang Digital”.

“Keamanan Digital (Digital Safety) yaitu kemampuan individu dalam mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis dan meningkatkan kesadaran keamanan digital dalam kehidupan sehari – hari”. jelas Sri Astuty.

Menurut Sri Astuty, ada 4 Pilar Aman Bermedia Sosial yakni Digital Skills, Digital Culture, Digital Ethics dan Digital Safety.

“Digital Skills (Cakap/terampil) keterampilan gunakan media digital secara optimal, Digital Culture (Budaya) wujud kewarga negaraan digital (hak kewajiban), Digital Ethics (Etis) panduan berprilaku terbaik di ruang digital dan Digital Safety (Aman) panduan bagi individu agar dapat menjaga keselamatan dirinya terkait instrumen hukum positif “. ungkapnya.

Ditambahkannya, Ada 5 yang menjadi Tantangan Keamanaan Digital Pertama Ancaman digital terus berkembang, pembaruan proteksi harus terus dilakukan, Kedua Kompleksitas identitas dan data pribadi makin sulit dilindungi, kesadaran akan pentingnya data menjadi penting, Ketiga Strategi penipuan makin beragam, kejelian mendeteksi upaya penipuan harus diasah, Keempat Rekam jejak sulit dihapus dan selalu menjadi incaran, Kelima konten digital yang semakin menarik dan makin terbatasnya ruang bermain meningkatkan risiko kecanduan pada anak.

Webinar yang bertema “Satukan Bahasa, Budaya dan Bangsa Indonesia” ini dipandu oleh moderator Ronald Andretti dan menghadirkan narasumber yaitu Khairullah Anshari, Dosen dan ASN Pemkab Banjar tentang Budaya Digital, Risa Dwi Ayuni, Dosen Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari mengenai Etika Digital, Sri Astuty, Dosen Universitas Lambung Mangkurat (ULM) JAPELIDI terkait Keamanan Digital dan Key Opinion Leader Angel Meryci, Journalist dan Sosial Media Specialist tentang Kecakapan Digital. (RILIS)

Ponpes Darul Hijrah Gelar Tasyakuran Penerimaan Anugerah Kalpataru

BANJAR – Bertempat di Aula Pondok Pesantren Darul Hijrah Desa Cindai Alus Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, telah dilaksanakan Tasyakuran Penerimaan Anugerah Kalpataru, serta Pelantikan Panitia Pembangunan Menara Falakiyah Nurul Anshar Kalpataru Minapolitan Patin Pondok Darul Hijrah. Tasyakuran ini merupakan wujud syukur, atas diberikannya anugerah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tertinggi yakni anugerah Kalpataru kepada Pimpinan Pondok Pesantren Darul Hijrah KH Zarkasy, Kamis (21/10).

Selain dihadiri Pimpinan Ponpes Darul Hijrah KH Zarkasy, tasyakuran juga dihadiri Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel Fathurrahman, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi kalsel Tambrin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel Hanifah Dwi Nirwana, Kapolres Banjar AKBP Doni Hadi Santoso, Dandim 1006 Martapura Letkol Inf. Imam Muchtarom, beserta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Pimpinan Ponpes Darul Hijrah KH Zarkasy menyampaikan, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat, yang telah mendukungnya dalam mendapatkan anugerah kalpataru kategori pembina, dan dengan adanya penghargaan kalpataru ini, ia mengharapkan dapat menciptakan suasana yang lebih asri, dilingkungan ponpes darul hijrah.

“Jangan bersandarkan kepada siapa-siapa, hanya bersandarkan kepada ALLAH S.W.T yang selalu memberikan kita solusi terhadap kesulitan yang kita hadapi,” ungkap KH Zarkasy.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel Fathurrahman menyampaikan, pihaknya mengapresiasi Pimpinan Ponpes Darul Hijrah, atas pencapaiannya dalam mendapatkan penghargaan Kalpataru kategori Pembina. Anugerah kalpataru diharapkan, dapat lebih meningkatkan masyarakat, dalam mencintai lingkungan.

“Kami ucapkan selamat atas kiranya penghargaan Kalpataru 2021, penghargaan ini kepada seseorang yang berjasa yang telah merintis, menyelamatkan, lingkungan hidup dan kehutanan,” ucap Fathurrahman.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel Hanifah Dwi Nirwana, menyampaikan, anugerah Kalpataru merupakan anugerah luar biasa, yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup kepada Pimpinan Ponpes Darul Hijrah Kh Zarkasy, atas capaiannya dalam memelihara lingkungan Pondok Pesantren, sehingga ia mengharapkan, apa yang telah dilakukan Ponpes Darul Hijrah dalam melestarikan lingkungan, dapat direplikasi ataupun ditiru oleh Pondok pesantren lain yang ada di Kalsel.

“Kami mengapresiasi perjuangan Ponpes Darul Hijrah, dalam melestarikan lingkungan Pondok. Sehingga limbah yang dihasilkan Ponpes Darul Hijrah lebih sedikit dibanding limbah yang dihasilkan lingkuan lain,” sahut Hanifah.

Seperti diketahui, Penghargaan Kalpataru merupakan penghargaan tertinggi dibidang lingkungan hidup dan kehutanan. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menganugerahkan penghargaan Kalpataru 2021 kategori Pembina Lingkungan kepada Pimpinan Pondok Pesantren Darul Hijrah KH Zarkasy, yang berjasa melestarikan fungsi lingkungan hidup di sekitar lingkungan pondok pesantren. (MRF/RDM/RH)

Webinar Litdig Banjar : Lindungi Anak dari Ancaman Ruang Digital

BANJAR – Webinar Literasi Digital untuk Wilayah Martapura Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan kembali dipandu Aulia Mawardhika melalui zoom meeting, Senin ( 18/10/2021 ) siang.

Webinar ini mengusung tema ” Lindungi Anak dari Ancaman Ruang Digital “.

Menghadirkan Keynote Speech Bupati Banjar H. Saidi Mansyur, Key Opinion Leader Juliet Georgina Marlyn seorang Entertrainer dan beberapa narasumber yaitu Nadzmi Akbar seorang Rektor Universitas NU Kalsel, Sophie Navita seorang Presenter, Certified Plantbased Chef serta M. Risanta seorang Dosen STIE Pancasetia Banjarmasin.

Key Opinion Leader Juliet Georgina Marlyn menjelaskan tentang Digital Culture dengan topik ” Memahami Batasan dan Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital “.

Menurutnya, ketika media komunikasi beranjak cepat menuju digital, maka praktek budaya kita pun mengalami perubahan seperti tantangan dalam menghadapi era digital adalah terbuka akses, proses yang cepat dan instan serta kemudahan akses.

” Apabila kita mengerti Pancasila kita bisa menjadi masyarakat digital yang baik dan menularkan hal hal yang positif juga bagi masyarakat luas ,” ujarnya.

Georgina yang juga seorang Entertrainer itu menyebut 3 hal yang bisa di budayakan di dunia digital seperti :

  • Be Mindful adalah selalu berhati hati setiap ingin berkomentar, mengunggah konten serta mengakses informasi.
  • You Are What You Follow adalah hanya memfollow tokoh atau akun yang menginspirasi dan membawa dampak positif bagi kita.
  • Stop Negativity adalah semua yang negatif ( hate speech, hoax, konten negatif dan lain lain ) cukup disebar dikita, jangan sampai ke orang lain.

Lebih jauh dirinya mengatakan dalam dunia digital jangan pernah menggiring opini negatif dan menyakiti perasaan orang lain.

” Jangan sampai apa yang kita lakukan menjadi boomerang untuk diri kita sendiri, pungkasnya. (RILIS)

Hampir 50 Persen Pedagang di Pasar Batuah Martapura Telah Divaksin

BANJAR – PD Pasar Bauntung Batuah bekerjasama dengan Polres Banjar melaksanakan vaksinasi COVID-19 di Aula PD Pasar Bauntung , Jumat (15/10).

Pelaksanaan vaksinasi ini menargetkan para pedagang dan masyarakat yang masih membutuhkan vaksin untuk dosis 2, dan dari pantauan warga cukup antusias mengikuti kegiatan dan disiplin prokes.

Direktur PD Pasar Bauntung Batuah Rusdiansyah mengatakan, pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tahap kedua ini diharapkan bisa melindungi dan mencegah penyebaran COVID-19, sehingga mampu menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung pasar.

Direktur PD Pasar Bauntung Batuah Rusdiansyah

“Kami hari ini dengan dibantu oleh Polres Banjar dan tenaga kesehatan melaksanakan vaksinasi bagi pedagang maupun pengunjung pasar sebanyak 374 dosis. Alhamdulillah masyarakat semakin sadar akan penting nya suntik vaksin. Buktinya mereka terlihat antusias untuk di vaksin hari ini,” ucap Rusdiansyah.

Rusdiansyah menambahkan, hingga saat ini sudah sekitar 50 persen lebih para pedagang di pasar sudah melakukan suntik vaksin. Dan pada akhir tahun nanti sudah mencapai target 100 persen,  sehingga bisa berdampak positif pada pemulihan kesehatan dan ekonomi warga.

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di PD Pasar Martapura

“Kami mewanti-wanti warga agar yang sudah melaksanakan vaksin untuk tidak terbawa euforia dan abai terhadap protokol kesehatan COVID-19. Menurut data Dinkes Banjar, penyebaran COVID-19 masih terjadi, itu sebabnya kalau warga abai terhadap prokes bisa membuat penyebaran COVID-19 semakin tidak terkendali, terlebih pasar merupakan area yang cukup krusial,” tutup Rusdiansyah. (HUMASBANJAR-MRF/RDM/RH)

DPR RI Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Banjar

BANJAR – Anggota  DPR RI Dapil Kalsel, Rifqinizamy Karsayuda didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Diauddin melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi di Aula Wisma Sultan Sulaiman Martapura pada Jumat (15/10).

Pemantauan Vaksinasi Covid-19 di Wisma Atlet Sultan Sulaiman.

Rifqy mengatakan, pelaksanaan vaksinasi ini sebagai stimulan untuk vaksinasi tahap selanjutnya. menurutnya,  pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementrian Kesehatan RI dalam menyediakan puluhan ribu dosis vaksin untuk kemudian disalurkan ke Puskesmas dan Kecamatan yang ada di Kabupaten Banjar. 

“Saat ini pihak kami menyediakan 4000 dosis vaksin Sinovac untuk masyarakat yang memerlukan vaksin  khususnya di wilayah Kabupaten Banjar. Ini merupakan langkah awal dari pihak kami dalam percepatan program vaksinasi. Kemudian kita akan melakukan koordinasi dengan Menteri Kesehatan untuk memastikan bahwa jumlah vaksin yang belum tersalurkan bisa terpenuhi 100 persen,” ucap Rifky.

Rifky menambahkan, ia mengaku dirinya juga ingin memberikan pesan bahwa vaksin ini halal dan aman sesuai rekomendasi MUI dan BPOM. Melakukan vaksinasi merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk keluar dari pandemi COVID-19.

“Semoga dengan dilaksanakannya vaksinasi COVID-19 ini, maka dapat menambah numlah angka masyarakat Kabupaten Banjar yang sudah divaksin, demi menuju peningkatan ekonomi Kabupaten Banjar,” tutup Rifky. (HUMASBANJAR-MRF/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Banjar; Cepat Tanggap Lawan Perundungan Digital

BANJAR – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Cepat Tanggap Lawan Perundungan Digital.” di Kabupaten Banjar, Kamis (14/10) pukul 14.00 WITA.

Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Bupati Banjar Saidi Mansyur, ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dipandu oleh moderator Septi Diajeng, yang menghadirkan narasumber pertama Reza Nangin yang membahas tentang ‘Bijak di Kolom Komen’.

Reza Rangin Mengatakan, tips berbahasa agar tidak menyinggung seseorang di media sosial yaitu harus memahami konteksnya terlebih dahulu dan jangan sembarang mengomentari orang.

“Ketika seseorang posting sesuatu diliat dulu konteksnya, jadi kita tidak perlu asal mengingatkan jika ingin berkomentar memberikan saran usahakan menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan jangan bersifat menyinggung,” ucapnya.

Tips dan saran dari Reza agar bijak bermedia sosial ialah, sebaiknya tentukan tujuan untuk bermedsos, dan mengatur jadwal sesuai kebutuhan agar tidak terlalu lama terjebak di medsos.

“Jadi apa yang kita lakukan adalah harus membuang sampah pada tempatnya, Jangan sampai kita jadikan media sosial orang menjadi tempat sampah kita, orangtua dijadikan tempat sampah apa lagi anak kita juga dijadikan sebagai tempat sampah kita itu yang jangan sampai terjadi,” tuturnya.

Narasumber kedua Dyan Nugraha dengan materi tentang ‘Cyberbullying atau Perundungan’.

Dyan mengatakan, bullying atau perundungan merupakan suatu perbuatan negatif yang dilakukan secara berulang, sengaja dan berkelanjutan dalam satu periode waktu dan mengakibatkan korban berada pada posisi yang terintimidasi.

“Lembaga independen ipsos pada tahun 2011 mengatakan bahwa 13 persen dari 43 juta warga Indonesia usia 16 sampai 64 pernah mengalami cyberbullying,” tuturnya.

Dyan menambahkan, menurut undang-undang nomor 35 tahun 2014, pelaku perundungan dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun 6 bulan atau denda 72 juta rupiah.

“Lalu menurut UU no. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU ITE nomor 11 tahun 2008, pelaku perundungan secara cyber dapat dipidana penjara paling lama 6 tahun atau denda maksimal 6 miliar rupiah,” ucapnya.

Selanjutnya narasumber ketiga Angel Meryci dengan materi tentang ‘Digital Ethics: Sudah Tahukah Kamu Dampak Penyebaran Berita Hoax’.

Angel mengatakan, kuatnya arus komunikasi dan informasi di era globalisasi semakin memudahkan masyarakat untuk memperoleh informasi melalui berbagai sarana, terutama internet.

“Hoax merupakan konten yang memuat informasi palsu dan disajikan sebagai berita nyata,” tuturnya.

Kata dia, menurut telematika Indonesia (MASTEL) 2017, saluran penyebaran hoax terbesar di Indonesia adalah melalui media sosial dan aplikasi chatting.

“Dampak berita hoax yaitu, menimbulkan perpecahan, menurunkan reputasi seseorang, tidak lagi percaya fakta, menimbulkan opini negatif, dan merugikan masyarakat,” ucapnya.

Adapun ciri-ciri berita hoax yakni:

1. Berita menimbulkan kecemasan, kebencian atau permusuhan antar satu sama lain.

2. Tidak ada sumber berita jelas yang dapat dipertanggungjawabkan atau klarifikasi.

3. Informasi bersifat menyerang, tidak netral dan berat sebelah.

4. Memiliki judul provokatif yang tidak sesuai dengan isi berita.

5. Memaksa untuk membagikan berita tersebut agar viral.

6. Menggunakan data dan foto fiktif agar berita yang ditulis dapat dipercaya.

7. Ditulis oleh media yang tidak kredibel.

Cara agar terhindar dari berita hoax yaitu,Tidak terpengaruh dengan judul berita yang provokatif, Upayakan membaca berita atau artikel dan menonton video sampai selesai, Kenali link berita yang diakses, Cek keaslian foto kejadian, dan Aktif berdiskusi dengan orang yang dipercayai.

“Ada baiknya ketika kita mendapat informasi disaring dulu sebelum sharing,” tuturnya.

Narasumber terakhir Denny Setiawan dengan materi yang tak kalah menarik tentang ‘cara sederhana menganalisa postingan yang benar; pahami secara utuh agar tidak gagal paham’.

Denny mengatakan, saat ini tiap orang sangat mudah mengakses internet, bahkan anak kecil pun sudah bisa berselancar di dunia maya.

Begitu pula di media sosial, siapa saja bisa melakukan aktivitas di Instagram, Facebook, Tik tok, YouTube, Twitter, mulai dari sekadar iseng, berinteraksi, curhat, serius, bahkan sampai melakukan penipuan.

“Karena pengguna media sosial tidak semuanya cerdas, namun tidak semuanya pula yang bodoh. Dengan istilah-istilah yang sederhana, tentu akan lebih mudah diserap dan dipahami para pengguna media sosial,” tuturnya.

Denny berujar, cukup dengan modal yang namanya Android dan kuota, mereka bisa melakukan posting apa saja pada laman media publik mereka sendiri.

“Saya membayangkan, ketika menjadi seorang reporter di sebuah media publik, baik di media televisi maupun media cetak, itu tidak gampang. Semua butuh seleksi reporter harus melewati masa training agar bisa menayangkan tulisan atau hasil rekaman video di lapangan,” ucapnya.

Kata dia, tiga setengah kalau foto-foto yang berdarah masih di sensor kalau di Facebook, tetapi yang lainnya tak satupun yang disensor. Jadi, ini adalah problem pertama yang harus diatasi pihak-pihak yang berwenang agar tidak semua konten wisata yang di laman-laman media sosial.

“Kalau berbicara undang-undang pers, kaidah jurnalistik, saya pastikan setiap hari ada ratusan pengguna media sosial yang masuk penjara karena menayangkan konten-konten yang melanggar kode etik jurnalis,” ucapnya.

1. Kroscek. Langkah inilah yang harus dilakukan setiap membaca, melihat atau menonton postingan yang muncul di medsos, berbagai postingan, bahkan setiap saat muncul di medsos.

2. Abaikan postingan yang tidak bermanfaat. Apabila menemukan sebuah postingan yang melanggar norma agama atau norma pemerintah, abaikan saja. Postingan itu sudah dipastikan tidak akan bermanfaat, justru akan merugikan.

3. Pahami secara utuh. Sebagian pengguna medsos sering hanya melihat judul pada tulisan, video pada gambar, sehingga ikut berkomentar pun jadi gagal paham.

4. Analisa secara rasional. Analisa setiap postingan secara rasional, Jangan terburu-buru percaya dengan informasi yang tidak masuk akal. (RILIS)

Exit mobile version