Semarak Pawai Taaruf Warnai Pembukaan MTQ Nasional XXXVI Tingkat Provinsi Kalsel di Kabupaten Banjar

BANJAR – Ribuan warga memadati ruas Jalan A. Yani depan CBS Martapura, Sabtu siang (21/6), menyambut semaraknya Pawai Taaruf yang menjadi pembuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXVI Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Lebih dari 1.000 peserta dari 13 kafilah kabupaten/kota se-Kalsel ikut memeriahkan kegiatan penuh nuansa keagamaan dan budaya ini.

Pawai secara resmi dilepas Bupati Banjar, Saidi Mansyur, didampingi Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyi, dan Ketua TP PKK Nurgita Tiyas. Deretan peserta tampil dengan ragam busana khas daerah, mobil hias bernuansa islami, serta pertunjukan atraktif yang menggambarkan kekayaan budaya dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

“Pawai Taaruf bukan hanya ajang seremonial, tapi simbol semangat ukhuwah dan syiar Islam. Warna-warni mobil hias ini menggambarkan kebersamaan dalam keberagaman,” ujar Bupati Saidi dalam sambutannya.

Bupati Saidi Mansyur secara resmi membuka Bazaar MTQ tingkat provinsi di Martapura. (foto : MC Kab Banjar)

Bupati juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban selama MTQ berlangsung, seraya berharap semangat MTQ dapat meresap ke seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.

Usai pawai, Saidi Mansyur bersama Ketua TP PKK Nurgita Tiyas secara simbolis membuka Bazar MTQ dengan pemotongan untaian melati. Acara ini disaksikan langsung Wakil Bupati Banjar, unsur Forkopimda, dan para tamu undangan dari berbagai kabupaten/kota.

Bazar diikuti pelaku UMKM dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, menyajikan aneka produk unggulan mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga busana muslim lokal.

Dalam kunjungannya ke sejumlah stand, Saidi menyoroti besarnya potensi ekonomi kreatif yang dimiliki Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Banjar.

“Bazar MTQ ini menjadi wadah promosi yang luar biasa bagi pelaku UMKM. Kita ingin kegiatan keagamaan juga menjadi pengungkit ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Ahmad Bagiawan, yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, mengapresiasi pelaksanaan bazar dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Ini bukti bahwa MTQ tidak hanya berdampak spiritual, tapi juga ekonomi. Semoga produk UMKM dari berbagai daerah semakin dikenal luas,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Kemenag Kabupaten Banjar HM Rofi’i, para Kepala Kemenag kabupaten/kota, serta pengurus LPTQ se-Kalsel. (MC Kab Banjar – SYA/RIW/RH)

Sepekan Menjabat, Kapolres Banjar Ungkap 3 Kasus Besar Sekaligus

MARTAPURA – Belum genap dua pekan menjabat, Kapolres Banjar AKBP Fadli langsung menorehkan capaian signifikan. Dalam waktu sepekan, jajaran Polres Banjar berhasil mengungkap tiga kasus tindak pidana dengan total 13 tersangka diamankan.

Jajaran Polres Banjar saat menunjukkan barang bukti hasil tindak pidana

Dalam gelar perkara yang berlangsung di Mapolres Banjar, Martapura, Senin (21/4), AKBP Fadli menyampaikan, pengungkapan kasus ini mencakup peredaran narkotika, pencurian, serta pengeroyokan yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Banjar.

“Total ada 13 tersangka dari tiga jenis kasus berbeda yang berhasil kita amankan dalam satu pekan terakhir,” ungkapnya.

Dari kasus penyalahgunaan narkoba, polisi mengamankan 15,84 gram sabu-sabu, 3 butir ekstasi, serta uang tunai sebesar Rp 123 juta. Barang bukti lainnya berupa 3 unit sepeda motor, 2 cincin emas, 1 gelang emas, 1 kalung emas, dan sepasang anting.

Kapolres menyebutkan, pihaknya menerima lima laporan terkait peredaran narkoba. Delapan tersangka yang diamankan diketahui sebagai pengedar. Meski belum teridentifikasi sebagai jaringan besar, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan.

“Tidak ada indikasi jaringan, namun kami terus dalami dari mana mereka memperoleh barang haram ini,” jelasnya.

Sementara itu, dua kasus pencurian juga berhasil diungkap. Salah satu kejadian terjadi di Desa Sungai Jati, Kecamatan Mataraman. Pelaku diketahui menyatroni rumah kosong yang ditinggal pemiliknya berkebun.

“Motifnya karena faktor ekonomi. Pelaku beraksi seorang diri,” ujarnya.

Kasus pencurian lainnya melibatkan seorang pria asal Desa Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut. Ia mencuri sepeda motor dari sebuah mess, menggunakan kunci duplikat untuk masuk.

Selain itu, satu kasus pengeroyokan juga terjadi di Kecamatan Sungai Tabuk. Aksi tersebut dipicu oleh teguran korban terhadap para pelaku yang sedang pesta minuman keras.

“Korban menegur, namun justru didatangi ke rumah dan dikeroyok hingga mengalami luka serius dan dirawat di rumah sakit. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini,” bebernya.

Dengan pengungkapan ini, Kapolres Banjar AKBP Fadli menegaskan komitmennya untuk menekan angka kriminalitas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat Banjar. (SYA/RDM/RH)

Bioskop Bisik Volume 3, Hadirkan Pengalaman Menonton yang Lebih Inklusif

BANJARBARU – Forum Sineas Banua kembali menghadirkan Bioskop Bisik yang merupakan bagian dari program Layar Film Banjar Inklusif, yang digelar di ruang audio visual Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Banjarbaru, pada Jumat (21/3).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai komunitas disabilitas, seperti DPC Gerkatin Banjarbaru, Pertuni, Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik Fajar Harapan, serta murid-murid dari Sekolah Luar Biasa di Banjarbaru dan Martapura.

Suasana Bioskop Bisik Volume 3

Memasuki volume ketiga, acara ini menawarkan pengalaman menonton yang lebih dekat dan eksklusif, dengan jumlah peserta yang lebih terbatas, yaitu tidak lebih dari 50 orang.

Konsep ini berbeda dari volume sebelumnya yang berlangsung di Wetland Square Banjarmasin, yang diikuti lebih dari 160 peserta. Dengan skala yang lebih kecil, suasana kali ini terasa lebih hangat dan memungkinkan interaksi lebih mendalam antara penonton, film, dan para sineas.

Inisiator Bioskop Bisik Layar Film Banjar Inklusif, Ridha Rezeqi Rahman, menyebutkan bahwa pelaksanaan volume ketiga ini dapat memberikan nuansa reflektif yang lebih kuat.

“Dengan jumlah peserta yang lebih sedikit, suasana kali ini lebih reflektif dan memberikan pengalaman yang lebih dekat antara penonton dan film,” ucap Edo (sapaan akrabnya).

Ia juga optimis bahwa para pembuat film lokal semakin menyadari pentingnya aksesibilitas dalam karya-karya mereka, sehingga semakin banyak film yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.

“Banyak filmmaker setuju bahwa bagaimana buhan pian himung manonton film kami, kami jua himung film kami ditonton buhan pian,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Pada kesempatan ini, Bioskop Bisik menayangkan dua film lokal, yaitu Kasumbi (LK3 Banjarmasin, 2020) dan Ajak Tukup (TVRI Kalimantan Selatan, 2023). Kedua film ini tidak hanya menyajikan cerita yang menarik, tetapi juga membawa nilai budaya serta pengalaman hidup yang dekat dengan masyarakat Banua.

Salah satu pemeran Film Kasumbi, Novita Nuarbijk, yang turut hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa bangganya atas semakin luasnya akses terhadap film-film lokal.

“Mengetahui bahwa film-film lokal bisa dinikmati lebih banyak orang menjadi bahan bakar bagi kami para pelaku seni untuk terus berkarya,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, perwakilan DPC Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kabupaten Banjar, Muhammad Fajri memberikan apresiasi terhadap Film Ajak Tukup yang menurutnya memiliki kedekatan emosional dengan pengalaman masa kecilnya.

“Saya senang dengan film Ajak Tukup dan Kasumbi. Saya berharap akan ada lebih banyak program inklusif untuk karya seni,” ujarnya dengan bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh Adelia Ananda, Juru Bahasa Isyarat dalam acara tersebut.

Sebagai informasi, Pemutaran film inklusif pada program Bioskop Bisik akan kembali dilaksanakan dalam edisi keempat pada April 2025. (ADV-BDR/RDM/RH)

Sambut HUT Ke-50, IWAPI Kalsel Bagikan 3.200 Makanan Bergizi Gratis

Banjar – Tanggal 10 Februari tahun 2025, menjadi momen bersejarah bagi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI). Karena pada tanggal tersebut, organisasi para pengusaha perempuan ini, memasuki usia emas, atau 50 tahun setelah didirikan pada 1975 lalu. Memperingati tahun emasnya ini, IWAPI merayakan nya dengan membagikan 60.000 porsi lebih Makanan Bergizi Gratis (MBG) di puluhan titik diseluruh Indonesia, pada Senin (10/2).

Di Banua, IWAPI Kalimantan Selatan, membagikan sebanyak 1.500 porsi MBG di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Kabupaten Banjar. Pembagian MBG dipimpin langsung Ketua DPD IWAPI Kalsel, Shinta Laksmi Dewi. Turut hadir menyaksikan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Provinsi Kalsel, Sri Wahyuni, serta jajaran pengurus IWAPI kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

Kepada Abdi Persada FM, Ketua Umum DPD IWAPI Kalimantan Selatan, Shinta Laksmi Dewi menjelaskan, kegiatan ini merupakan konsistensi IWAPI dalam pemberdayaan perempuan, serta mendukung terwujudnya program Indonesia Emas.

Ketua Umum DPD IWAPI Kalsel saat membagikan MBG di Ponpes Darul Hijrah Puteri

“Dalam hal ini kita berkegiatan di Darul Hijrah Puteri, pondok pesantren yang selama ini sudah menjadi rekan kerja IWAPI, sejak masa pandemi COVID 19 lalu. Dimana kami mengadakan vaksinasi gratis,” urai Shinta.

Ditambahkan Shinta, bersama dengan teman – teman IWAPI Kalsel, juga dibagikan sebanyak 3.264 pax makanan gratis untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis yang dicanangkan Presiden, Prabowo Subianto.

“Program ini secara strategis mencerdaskan anak bangsa, untuk mewujudkan cita cita membentuk Generasi Emas 2045. Bebas stunting juga, Insya Allah,” tutupnya.

Usai membagikan MBG kepada santriwati Ponpes Darul Hijrah Puteri, IWAPI Kalsel merayakan HUT ke-50 IWAPI, dengan memotong tumpeng. Potongan pertama tumpeng HUT IWAPI, diserahkan Ketua Umum, Shinta Laksmi Dewi kepada Kepala DPPPAKB Provinsi Kalsel, Sri Mawarni. (RIW/RDM/APR)

Wujud Peduli Sesama, DPW PPLIPI Kalsel Berikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar

BANJAR – Wujud kepedulian terhadap sesama, ditunjukkan keluarga besar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Kalsel melalui pemberian bantuan kepada warga di Kabupaten Banjar yang sampai saat ini masih terdampak banjir.

Bersama DPC PPLIPI dari Kabupaten/Kota, Ketua DPW PPLIPI Kalsel Nawang Wijayati memberikan bantuan puluhan paket sembako ke sejumlah lokasi, salah satunya di Desa Bincau Muara, Kecamatan Martapura.

Ketua DPW PPLIPI Kalsel Nawang Wijayati (topi) menyerahkan bantuan kepada warga

“Memang hanya beberapa lokasi yang bisa kami berikan bantuan, karena keterbatasan yang kami miliki. Tetapi semoga bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat,” ucap Nawang Wijayati di sela penyerahan bantuan, Rabu (5/2).

Keluarga besar DPW PPLIPI Kalsel melakukan foto bersama dengan para penerima bantuan di salah satu titik penyaluran

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya di bantu langsung oleh Babinsa setempat, untuk memastikan titik lokasi yang masih terendam cukup parah.

“Alhamdulillah kami bisa di sambut baik dan di bantu juga dalam menyalurkan bantuan ini. Hasilnya, bantuan yang kami berikan tepat sasaran dan masyarakat juga bisa antri lebih rapi,” ungkapnya.

Meski prihatin atas bencana yang melanda sejak beberapa bulan itu, Nawang mengimbau masyarakat dan perangkat desa setempat untuk lebih aktif dalam meminimalisir dampak banjir saat musim hujan tiba.

“Misalnya melalui gotong royong untuk membersihkan selokan agar tidak tersumbat. Yang lebih penting lagi yaitu kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai, karena akan meningkatkan luapan air saat musim hujan,” tuturnya.

Babinsa Desa Bincau Muara, Serda Suroto menyampaikan terima kasih kepada DPW PPLIPI Kalsel karena telah menunjukkan kepeduliannya kepada warga terdampak musibah banjir.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan DPW PPLIPI Kalsel ini bisa memotivasi organisasi lain untuk turut memberikan kepedulian kepada sesama,” harapnya.

Selain dari pihak TNI, dalam penyerahan bantuan DPW PPLIPI Kalsel juga melibatkan para generasi muda, yakni organisasi Lagi Mens, yang beranggotakan remaja perempuan di Kalsel.

Organisasi diketuai Nur Azelia Humani Santang itu, turut memberikan bantuan kepada warga, khususnya keperluan wanita saat mengalami menstruasi.

“Selain bahan pokok kami juga memberikan pembalut kelada warga. Karena selama ini bantuan pembalut jarang diberikan, padahal bagi perempuan itu salah satu keperluan wajib terutama pada saat masa menstruasi,” jelas Alma sapaan akrabnya. (SYA/RDM/RH)

Jadwal Tahap Pertama Program MBG di Kabupaten Banjar Masih Belum Dipastikan

BANJAR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banjar sampai saat ini masih belum ditentukan kepastian tanggalnya.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Banjar, Dimyati mengatakan, Kabupaten Banjar dijadwalkan akan melaksanakan program MBG tahap pertama mulai 3 Februari 2025, bersama kota Banjarbaru dan Banjarmasin.

Namun hingga saat ini, Dimyati menyebut belum menerima informasi lebih lanjut terkait kepastian tanggalnya.

“Harusnya sudah mulai hari ini, tetapi kita belum dapat petunjuk apapun dan yang bertanggung jawab dalam program ini semuanya dari pusat,” katanya, Senin (3/2).

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Banjar, Dimyati

Meski belum bisa memastikan pelaksanaan MBG tahap pertama di Kabupaten Banjar, Dimyati menyebut, pihak-pihak terkait seperti Kodim 1006/Banjar dan vendor sudah melakukan pendataan.

“Kami pun pihak Kemenag sudah melakukan pendampingan untuk menentukan titik lokasi yang akan dijadikan dapur MBG,” jelasnya.

Dimyati mengungkapkan, pelaksanaan MBG di Kabupaten Banjar nanti akan dilaksanakan secara bertahap, termasuk untuk sekolah Madrasah yang berjumlah sekitar 300 sekolah.

“Kalau sekolah dibawah naungan Kemenag sementara hanya yang Madrasah dulu yang melaksanakan program MBG. Pondok pesantren akan dijadwalkan pada tahap berikutnya,” ungkapnya.

Diketahui pada awal Januari lalu belasan sekolah di kota Banjarmasin sudah melaksanakan program dari Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Program MBG di Kalsel akan dilakukan bertahap mulai Januari 2025, hingga secara menyeluruh pada Juli-Agustus nanti. (SYA/RDM/RH)

Berdasarkan Data Sinyal Telepon, Momen 5 Rajab Sekumpul 1446 H Tercatat 4,1 Juta

BANJAR – Jamaah Kegiatan Rutin Malam Senin (Momen 5 Rajab) Sekumpul Martapura, terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Mushola Arraudhah Sekumpul dipenuhi jamaah sejak subuh

Jika tahun lalu jamaah diperkirakan berjumlah 3,3 juta jiwa, pada Momen 5 Rajab 1446H jumlahnya meningkat menjadi 4,1 juta jiwa.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Banjar, AKBP Ifan Hariyat, usai puncak peringatan Momen 5 Rajab, di Sekumpul, Martapura, pada Minggu (5/1) malam.

Kapolres mengatakan jumlah tersebut dihitung dari banyaknya sinyal telepon yang masuk ke kawasan Banjarbaru dan Martapura sejak H-1 puncak kegiatan.

Kapolres Banjar AKBP Ifan Hariyat

“Paling meningkat signifikan itu pada Minggu petang, jumlah sinyal telepon yang masuk ke area Martapura meningkat drastis,” katanya.

Melihat kenaikan jumlah jamaah yang terus meningkat, Ifan Hariyat menyebut pihaknya akan mensiasatinya dengan menambah jumlah kantong parkir khususnya di kawasan Banjarbaru dan Martapura.

“Untuk kantong parkir sendiri saat ini sudah ada yang dari Tapin, Batola dan Banjarbaru. Kita akan upayakan menambang jumlah kantong parkir pada kegiatan berikutnya,” jelasnya.

Sepanjang pelaksanaan kegiatan, Ifan Hariyat mengaku tidak ada laporan terkait tindak kejahatan. Hanya saja tidak sedikit jamaah yang terpisah dari rombongan dan keluarga, meski akhirnya bisa kembali bergabung berkat bantuan relawan.

“Kalau jamaah yang meninggal ada satu orang di hari puncak kegiatan. Warga asal Balangan,” ungkapnya.

Kelancaran puncak peringatan Momen 5 Rajab di Sekumpul tidak terlepas dari bantuan petugas dan relawan.

Gubernur Kalsel Muhidin, melalui Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Ahmad Bagiawan, mengaku persiapan yang dilakukan relawan Sekumpul dari tahun ke tahun semakin membaik.

“Tentunya ini sangat patut diapresiasi, karena segala sesuatu yang dibutuhkan jamaah terkait kegiatan di Sekumpul ini bisa dibantu langsung oleh relawan,” ucapnya.

Untuk diketahui dari data Polda Kalsel, relawan Momen 5 Rajab Sekumpul tahun ini tercatat sebanyak 32.000 orang se-Kalsel. Sementara dari pihak TNI-Polri menurunkan sebanyak 1600 personel gabungan.(SYA/RDM/RH)

Momen 5 Rajab, Truk Sumbu Panjang Dilarang Melintas Jalan Martapura

BANJAR – Menjelang peringatan Momen 5 Rajab 1446 H, truk bersumbu panjang mulai dilarang melintas di Jalan Ahmad Yani Martapura, baik dari arah Banjarbaru-Martapura-Tapin maupun sebaliknya.

Aturan terkait larangan tersebut mulai diberlakukan hari ini, Jumat (3/1), hingga puncak peringatan Momen 5 Rajab pada Minggu (5/1) nanti.

Kasat Lantas Polres Banjar, AKP Risda Idfira mengatakan, pihaknya sendiri telah menyediakan jalan alternatif, yakni melalui Margasari Tapin dan Mataraman-Sungai Ulin.

Kasat Lantas Polres Banjar, AKP Risda Idfira saat memberikan keterangan kepada wartawan

Risda menegaskan, truk yang melanggar aturan tersebut akan dilakukan tilang.

“Kecuali bagi truk BBM dan sembako masih dibolehkan lewat jalan A Yani Martapura, karena memang keperluan mendasar,” katanya.

Selain truk, Risda menyebut pihaknya juga sudah memberitahukan kepada angkutan bentor untuk tidak beroperasi mulai Sabtu (4/1) hingga H+2 peringatan 5 Rajab.

Risda mengimbau jemaah agar patuhi lalulintas berkendara, dengan mematuhi arahan petugas dan relawan sesuai pola stiker.

“Termasuk pedagang kaki lima, kami harap pedagang bisa berjualan di area yang tidak mengganggu arus lalu lintas nanti,” pintanya. (SYA/RDM/RH)

Ombudsman Kalsel Pantau Komitmen Layanan PT Air Minum Intan Banjar

Banjar – Dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik, Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Selatan melakukan pemantauan dan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan Booster Lingkar Utara, pemasangan pipa diameter 500 mm sepanjang 1 km di IPA (Instalasi Pengolahan Air) Syarkawi dan pemasangan pipa diameter 315 mm sepanjang 5 KM di Jl. Martapura Lama, Sungai Lulut, Kamis (28/11).

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Perwakilan Ombudsman Kalsel, Hadi Rahman didampingi oleh Inspektur Kabupaten Banjar, Muhammad Riza Dauly dan Direktur Teknik PT. Air Minum Intan Banjar, Machmud Mansyur beserta jajaran.

Hadi menegaskan bahwa kegiatan pemantauan dan peninjauan ini merupakan wujud pelaksanaan fungsi dan tugas Ombudsman Kalsel secara komprehensif dan berkelanjutan, khususnya pengawasan pada substansi layanan distribusi air bersih/minum oleh PT. Air Minum Intan Banjar.

“Kami ingin melihat langsung perkembangan dan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi yang telah disepakati pada bulan Mei 2023 yang lalu bersama seluruh pihak terkait,” jelasnya.

Salah satunya, pembangunan Booster Lingkar Utara dengan kapasitas reservoir 1000 m³. Ini dinilai strategis untuk menambah debit air ke Booster Tambak Sirang, sehingga dapat memperkuat distribusi air sekaligus memperbaiki layanan di wilayah Aluh-Aluh, Beruntung Baru dan Tatah Makmur.

Sementara pemasangan pipa di IPA Syarkawi dan Sungai Lulut juga bagian dari kesepakatan yang sudah dibuat agar keluhan pelanggan PT. Air Minum Intan Banjar bisa teratasi, sehingga masyarakat dapat menikmati air bersih/minum yang berkualitas secara kontinu.

Sementara itu, Direktur Teknik PT. Air Minum Intan Banjar, Machmud Mansyur, menegaskan komitmennya untuk melaksanakan berita acara hasil rapat koordinasi tahun 2023 yang lalu sekaligus mewujudkan berbagai upaya perbaikan pelayanan kepada pelanggan dan masyarakat pada umumnya.

“Untuk Booster Lingkar Utara dikerjakan sejak September 2024 dan ditarget selesai April 2025. Sedangkan pipa 315 mm di Jalan Martapura Lama dan pipa 500 mm sepanjang 1 km plus pipa 400 mm sepanjang 4 km di IPA Syarkawi menuju IPA Manarap (Kertak Hanyar) ditarget hingga Januari 2025. Ketiga pekerjaan ini masih on-the-track dan kami yakini selesai sesuai target,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Inspektur Kabupaten Banjar, Muhammad Riza Dauly. Ia menambahkan bahwa selain aspek perpipaan PT. Air Minum Intan Banjar juga harus memastikan pengelolaan pengaduan yang efektif.

“Apabila ada keluhan atau aduan pelanggan, agar segera direspons, dan setiap tindak lanjut perusahaan agar dikomunikasikan ke publik melalui media yang ada, sehingga masyarakat jadi tahu dan teredukasi”, tegasnya.

Selain itu, PT. Air Minum Intan Banjar perlu memikirkan dan merencanakan dalam jangka panjang alternatif sumber air baku yang potensial diolah untuk kepentingan pelayanan distribusi air bersih/minum kepada pelanggan yang berkelanjutan dan menyehatkan perusahaan. (OMBUDSMAN.KALSEL-NRH/RDM/APR)

Kunjungan Menteri LH ke Kalsel, Ingatkan TPA Hentikan Penggunaan Sistem Open Dumping

BANJAR – Dalam kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan dalam rangka program kerja 100 hari Kementerian Lingkungan Hidup terkait pengelolaan sampah di seluruh Indonesia, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq berkesempatan mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cahaya Kencana milik Pemerintah Kabupaten Banjar, Kamis (28/11). Kunjungan tersebut merupakan salah satu agenda Menteri Hanif beserta jajarannya.

Dari lebih 500 TPA di Indonesia, sekitar 300 di antaranya masih tidak memenuhi standar yang ditetapkan. Sebagian besar karena masih menggunakan sistem open dumping, yaitu pembuangan sampah terbuka tanpa penanganan khusus atau penutupan tanah. Salah satu yang masih menggunakan sistem ini adalah TPA Cahaya Kencana.

Hanif menegaskan perlunya penghentian sistem open dumping di TPA, dan yang tidak memenuhi standar harus segera diperbaiki, jika tidak, maka akan ditutup.

“Saya sudah memeriksa TPA Cahaya Kencana yang masih menggunakan open dumping. TPA seperti ini seharusnya ditutup karena sudah mencemari lingkungan,” ungkap Hanif.

Pihaknya juga akan mengeluarkan mandat untuk tindakan tegas, baik itu secara pidana maupun perdata, jika tidak segera diperbaiki terkait penggunaan sistem open dumping ini. hal ini sesuai dengan UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang mengatur sanksi bagi kelalaian atau kesengajaan dalam pengelolaan sampah. Selain itu, menurut UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH), hal ini juga masuk dalam kategori pencemaran lingkungan.

“Kami berharap TPA Cahaya Kencana ini mendapat pembinaan dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3), serta pengawasan dari Direktorat Gakkum Lingkungan Hidup dan Dirjen PTKL untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan,” lanjut Hanif.

Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengelola sampah. Pemerintah daerah dan warga harus bekerja sama untuk mengaktifkan bank sampah unit di setiap kampung. Bank sampah unit bisa dilakukan, karena sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak bisa melakukannya.

“Pihaknya sudah menghentikan impor plastik sebagai bagian dari kebijakan pengelolaan sampah yang lebih baik di Indonesia,” tutup Hanif.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Banjar, M Hilman, memastikan akan segera menindaklanjuti arahan Kementerian LH tersebut.

“Pak Menteri mengarahkan beberapa Dirjen untuk memfasilitasi agar TPA ini segera disesuaikan dengan aturan yang ada. Kami akan menyelesaikannya dalam waktu yang ditentukan. Karena ini wajib, Pemkab Banjar akan memfasilitasi agar TPA sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tutup Hilman. (MRF/RDM/APR)

Exit mobile version