13 Januari 2026

Hadapi 5 Rajab dan Musim Hujan, Bupati Banjar Minta Jajaran Siaga

Suasana rakor mingguan Pemkab Banjar.(foto: MC Banjar)

BANJAR – Bupati Banjar, Saidi Mansyur, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Mingguan di Aula Barakat, Martapura, Senin (15/12). Rakor ini menitikberatkan pada kesiapan menghadapi Momen 5 Rajab, serta peningkatan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir seiring meningkatnya curah hujan.

Rakor diikuti Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi, Sekretaris Daerah Yudi Andrea, para asisten, staf ahli, kepala SKPD, Direktur Utama Perumda, serta unsur terkait lainnya.

Saidi Mansyur (tengah) saat menyampaikan arahan.(Foto : MC Banjar)

Dalam arahannya, Saidi menegaskan pentingnya kesiapan lintas sektor dalam menghadapi Momen 5 Rajab, yang setiap tahun dihadiri jemaah dalam jumlah besar.

Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait, camat, serta unsur pendukung untuk melakukan persiapan secara matang, terpadu, dan terkoordinasi.

“Keamanan, ketertiban, dan kenyamanan jemaah harus menjadi perhatian utama. Koordinasi antar perangkat daerah harus benar-benar berjalan,” tegasnya.

Selain itu, Saidi juga menginstruksikan peningkatan kewaspadaan menghadapi potensi banjir akibat tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Ia meminta seluruh jajaran meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah rawan.

“Perkuat koordinasi dengan kecamatan dan desa, pastikan sarana dan prasarana kebencanaan siap digunakan, serta lakukan langkah antisipatif untuk meminimalkan risiko dan dampak,” pintanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Banjar menyampaikan apresiasi atas capaian Monitoring Center for Prevention (MCSP) Kabupaten Banjar, yang mencapai 91,52, menempatkan Kabupaten Banjar di peringkat pertama se-Kalimantan Selatan dan ke-16 secara nasional. Selain itu, nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) juga mencapai 78,18 dengan kategori terjaga.

Meski demikian, Saidi mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat jajaran berpuas diri.

“Jadikan capaian ini sebagai bahan refleksi dan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola, sistem kerja, serta membangun budaya kerja yang berintegritas,” ujarnya.

Saidi juga menyoroti pentingnya percepatan program penanggulangan kemiskinan agar realisasi belanja dapat berjalan tepat waktu pada Januari hingga Februari 2026.

Ia menegaskan penentuan sasaran penerima manfaat harus mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar tepat sasaran.

Dalam laporan keuangan, realisasi keuangan hingga November 2025 tercatat sebesar 73,31 persen, sementara realisasi fisik mencapai 90,43 persen. Meski capaian fisik dinilai cukup tinggi, Saidi menekankan serapan anggaran masih perlu terus ditingkatkan.

“Tahun 2025 ini harus menjadi awal implementasi nyata. Pada 2026, program unggulan harus sudah berjalan penuh, terukur, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.