Optimalkan Pengelolaan Rumah Singgah, Dinsos Kalsel Tingkatkan Kapasitas SDM
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial, terus memperkuat penanganan permasalahan tuna sosial, dengan mengoptimalkan peran rumah singgah di seluruh kabupaten/kota.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Pengelolaan Rumah Singgah se-Kalimantan Selatan, yang diikuti 30 peserta dari Dinas Sosial serta pengelola rumah singgah, yang berlangsung di Banjarmasin, Senin (15/12).
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Farhanie menegaskan, bahwa rumah singgah merupakan salah satu pilar utama dalam penanganan tuna sosial.

“Rumah singgah tidak hanya berfungsi sebagai tempat penampungan sementara, tetapi juga sebagai pusat rehabilitasi awal serta jembatan menuju reintegrasi sosial bagi warga binaan,” katanya.
Farhanie mengungkapkan, masih terdapat perbedaan pemahaman dan pola pengelolaan rumah singgah di masing – masing daerah. Jika tidak diselaraskan, hal tersebut berpotensi menghambat efektivitas program penanganan tuna sosial secara menyeluruh di tingkat provinsi.
“Perbedaan ini, jika tidak diselaraskan, dapat menghambat efektivitas program penanganan tuna sosial secara menyeluruh di tingkat provinsi,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa rapat koordinasi ini menjadi forum yang sangat fundamental untuk membangun pemahaman yang sama di antara seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, pengelola rumah singgah, maupun mitra kerja lainnya.
“Kita harus memiliki pemahaman tunggal tentang siapa yang kita layani, bagaimana cara melayani, dan apa hasil akhir yang kita harapkan,” tegas Farhanie.
Lebih lanjut, Farhanie juga mendorong penyusunan serta penyamaan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan rumah singgah agar lebih terstandarisasi.
“SOP tersebut diharapkan mampu menjamin konsistensi, akuntabilitas, dan profesionalisme pelayanan, mulai dari proses penerimaan dan pendataan, pelayanan kesehatan, bimbingan sosial, hingga rujukan atau pemulangan warga binaan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Selamat menjelaskan, bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola rumah singgah.
Melalui paparan dari berbagai narasumber, peserta dibekali pemahaman komprehensif terkait rehabilitasi sosial, pelayanan kesehatan, serta penguatan koordinasi lintas sektor.
“Dengan peningkatan kapasitas SDM, kami berharap pengelolaan rumah singgah di daerah dapat berjalan lebih optimal, humanis, dan bermartabat,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)
