13 Januari 2026

Rayakan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Banjar, Gubernur Muhidin Tekankan Sinergi Pembangunan

Gubernur Kalsel Muhidin menghadiri puncak Hari Jadi Kabupaten Banjar ke-75.(foto: MC Kab Banjar)

BANJAR – Puncak Peringatan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Banjar berlangsung meriah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-Alun Ratu Zalecha, Martapura, Rabu (27/8).

Ribuan masyarakat hadir memeriahkan acara yang dihadiri langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah, bersama sejumlah pejabat dan tokoh penting daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menyampaikan selamat hari jadi ke-75 untuk Kabupaten Banjar. Muhidin menekankan, perjalanan 75 tahun Kabupaten Banjar adalah proses panjang yang harus menjadi refleksi untuk melangkah lebih maju.

Gubernur Kalsel didampingi Ketua TP PKK Kalsel saat menyampaikan sambutan.(foto : MC Kab Banjar)

Muhidin juga meminta agar pemerintah daerah mengalokasikan kembali anggaran pembebasan tanah, guna mendukung pembangunan jalan poros tengah Mataraman, Sungai Ulin, Rantau Tapin.

“Pemprov Kalsel akan selalu memberikan dukungan, apalagi untuk memperlancar arus kedatangan dan kepulangan jemaah haul dari arah hulu sungai,” tuturnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Muhidin mengingatkan pentingnya kewaspadaan menghadapi potensi banjir dan karhutla, yang kerap melanda wilayah Banjar.

Gubernur juga mengingatkan pemerintah daerah untuk mendukung program – program nasional yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Seperti makan bergizi gratis, koperasi merah putih, sekolah rakyat, dan swasembada pangan.

“Bupati Banjar dan seluruh jajaran kiranya bisa mempercepat implementasi makan bergizi gratis, sekolah rakyat, dan koperasi merah putih,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Banjar, Saidi Mansyur, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Kalsel yang terus memberikan dukungan untuk pembangunan di Kabupaten Banjar.

Bupati menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus menyampaikan sejumlah capaian pembangunan lima tahun terakhir, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang meningkat, penurunan angka pengangguran terbuka, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta penurunan signifikan tingkat kemiskinan.

Selain itu, ketimpangan pendapatan juga berhasil ditekan dengan turunnya Gini Ratio dari 0,297 pada 2023 menjadi 0,258 di 2024.

“Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata kerja keras bersama. Namun kita harus jujur bahwa masih banyak tantangan ke depan,” katanya.

Saidi menjelaskan, peringatan hari jadi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan identitas daerah yang kaya sejarah, budaya, dan nilai religius.

Menurutnya, tema “Banjar Rakat, Hidup Barakat” merefleksikan filosofi kebersamaan masyarakat Banjar dalam semangat gotong royong dan keberkahan, yang diyakini menjadi modal sosial untuk melangkah lebih maju.

“Tema ini mengandung makna mendalam, yakni kebersamaan tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga melibatkan dunia usaha, akademisi, tokoh adat, dan tokoh agama,” imbuhnya.

Saidi mengajak seluruh masyarakat Banjar untuk terus menjaga persatuan dan melangkah bersama membangun daerah yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

“Dengan semangat mewujudkan Kabupaten Banjar maju, mandiri, dan agamis berlandaskan gotong royong dan keadilan, mari jadikan Banjar sebagai daerah terdepan di Banua kita tercinta,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Tinggalkan Balasan

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.