671 Jemaah Haji Banjar Siap Berangkat, Didominasi Usia Produktif hingga Lansia
Pelepasa jemaah haji oleh Wakil Bupati Banjar.(foto : MC Banjar)
Banjar – Sebanyak 671 jemaah haji asal Kabupaten Banjar dipastikan siap diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Hingga menjelang keberangkatan, berbagai persiapan terus dimatangkan, termasuk pemantauan kesehatan jemaah, khususnya yang masuk kategori risiko tinggi (risti).

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banjar, Erfan Maulana menyampaikan, bahwa dari total jemaah tersebut, sebagian telah teridentifikasi memiliki kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus.
“Data sementara dari Dinas Kesehatan, untuk kloter dua terdapat sekitar 70 jemaah risiko tinggi. Bahkan ada empat orang yang masih dalam evaluasi karena kondisi kesehatannya fluktuatif, seperti kadar hemoglobin yang naik turun. Sampai menjelang keberangkatan, tim kesehatan terus melakukan pemantauan,” ujarnya di Martapura, belum lama tadi.
Secara umum, profil usia jemaah didominasi kelompok usia 54 hingga 65 tahun, dengan jemaah tertua berusia 82 tahun. Sementara jumlah jemaah lansia tercatat sekitar 30 orang atau sekitar 5 persen dari total keseluruhan.
Untuk mengakomodasi kondisi jemaah, khususnya lansia dan risti, pemerintah telah menyiapkan skema layanan khusus selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.
“Untuk jemaah risti dan lansia menggunakan skema murur, yaitu tidak mabit di Muzdalifah, melainkan hanya transit di dalam bus sebelum langsung menuju Mina. Jumlahnya sekitar 80 orang,” jelas Erfan.
Selain itu, skema tanazul juga disiapkan, menyesuaikan dengan kondisi pemondokan jemaah di wilayah Aziziyah, Makkah.
Pada musim haji tahun ini, jemaah Kabupaten Banjar terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni kloter 2, 10, 11, 15, dan 18, dengan jadwal keberangkatan dimulai pada 25 April 2026.
Erfan juga mengungkapkan adanya peningkatan signifikan jumlah jemaah dibanding tahun sebelumnya. Hal ini merupakan dampak dari perubahan kebijakan kuota haji nasional.
“Tahun ini ada kenaikan sekitar 45 persen. Untuk Kabupaten Banjar, dari sebelumnya 462 jemaah menjadi 671 orang,” ungkapnya.
Dari sisi pelayanan, dukungan Pemerintah Kabupaten Banjar dinilai sangat maksimal, mulai dari penyediaan transportasi, konsumsi di embarkasi, hingga pembinaan kesehatan yang seluruhnya difasilitasi melalui APBD.
“Alhamdulillah, pemda memberikan dukungan penuh, termasuk fasilitas transportasi, konsumsi, hingga pembinaan kesehatan bagi jemaah,” tambahnya.
Menariknya, pada tahun ini juga terdapat jemaah termuda berusia 13 hingga 16 tahun, seiring adanya perubahan aturan batas minimal usia keberangkatan haji.
Erfan berharap seluruh jemaah dapat menjaga kondisi kesehatan hingga hari keberangkatan dan dapat menunaikan ibadah dengan lancar hingga kembali ke tanah air.
“Kami berharap seluruh jemaah berangkat dalam kondisi sehat, menjalankan ibadah dengan baik, dan pulang kembali ke daerah dalam keadaan lengkap,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)
