Polres Banjar Ringkus Pelaku Curanmor, Dua Diantaranya Berusia 17 Tahun

BANJAR – Kepolisian Resor Banjar menetapkan lima tersangka kasus pencurian motor (curanmor) yang cukup meresahkan warga khususnya di Kabupaten Banjar. Namun diantara pelaku lainnya, dua orang ternyata masih berkategori anak.

Kapolres Banjar AKBP Doni Hadi Santoso saat menasehati pelaku curanmor

Kapolres Banjar AKBP Doni Hadi Santoso mengungkapkan pelaku yang masih berusia remaja tersebut berinisial FA (17) dan MH (17). Terlepas hal itu, status sebagai tersangka kasus curanmor tetap menjadi konsekuensi mereka.

Kapolres Banjar saat memimpin jumpa pers pengungkapan kasus Curanmor

“Pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka lainnya untuk kasus curanmor tersebut diantaranya berinisi BJ, DF dan AH,” ujarnya dalam jumpa pers bersama wartawan, di lobi Satreskrim Polres Banjar, Selasa (28/6) siang.

Dirinya juga mengungkapkan modus operasi pelaku dalam melakukan kejahatan bersama dua tersangka lainnya lebih menyasar sepeda motor yang terparkir dihalaman atau pun diteras rumah yang tidak terkunci ganda.

“Saya menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada disekelilingnya dan memerhatikan barang berharganya seperti kendaraan pribadi kalau perlu diberikan kunci tambahan agar meminimalisir kejahatan dalam aksi pencurian,” imbaunya.

Dari hasil perburuan aparat kepolisian terhadap lima tesangka ini, sebanyak 26 unit kendaraan roda dua berhasil diamankan menjadi barang bukti (barbuk) dalam kasus pencurian ini.

“Pelaku melakukan perbuatannya pada malam hari menjelang sekitar jam 20.00 – 03.30 WITA. Untuk jenis kendaraan yang diamankan bervariasi,” tutup AKPB Doni.

Dari lima yang diamankan, empat pelaku yang berstatus tersangka pencurian motor ini dikenakan pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP dengan ancaman hukuman penjara tujuan tahun. Sedangkan penadah, dijerat pasal 480 KUHP, ancaman kurungan empat tahun. (RHS/RDM/RH)

Tarif Air Minum di PTAM Intan Banjar Bakal Naik, Juli Nanti

BANJARBARU – Komisaris Utama PTAM Intan Banjar Mokhamad Hilman usai RUPS Luar Biasa di Ruang Intan, PT Air Minum Intan Banjar, Rabu (11/5) menyampaikan kenaikan tarif air minum menjadi bahasan dalam rapat yang digelar bersama para pemegang saham di PTAM Intan Banjar kali ini. Dalam hal ini dari pemerintah kota Banjarbaru, pemkab Banjar dan Pemprov Kalsel. Dan disampaikan Hilman, dari yang dipaparkan sudah sesuai kondisi sekarang, dan menjadi keharusan.

Mokhamad Hilman, Komisaris Utama PTAM Intan Banjar

Sebab menurutnya, sejak 2012 hingga sekarang, PTAM Intan Banjar tidak pernah menaikkan tarif air minum. Sedangkan, dari dua sumber air curah yang salah satunya dari Banjarbakula, sudah naik 10 persen.

“Keduanya sudah naik harganya dari sebelumnya,” ungkap Hilman yang juga merupakan Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, kepada sejumlah wartawan.

Kemudian, yang dikelola oleh PTAM Intan Banjar sendiri sebutnya pasti akan naik juga, karena kenaikan inflasi dari bahan – bahan untuk operasional, bahan kimia, aksesoris dan sebagainya.

Dilanjut Hilman lagi, kenaikan tarif ini tentunya sudah melalui dasar – dasar yang memenuhi, juga sesuai SK Gubernur yang mengatur tarif dasar bawah dan tarif batas atas.

Namun ditegaskannya, karena PTAM Intan Banjar juga masih berfungsi sosial, juga berkewajiban memenuhi kebutuhan air minum masyarakat sebagai standar pelayanan kebutuhan dasar.

Maka, disepakatilah dalam rapat, untuk kenaikan tarif air minum dengan pengelompokan, yakni 4 kelompok pelanggan.

Untuk kelompok 1 dijelaskannya, yaitu masyarakat berpenghasilan rendah dan karena fungsi sosial maka akan dilakukan subsidi silang dari harga dasar Rp9.000. Sehingga bisa dibilang tidak terjadi kenaikan dari pembayaran sebelumnya.

“Jadi sama seperti dulu hanya Rp4100. Itu, kita paling rendah di Kalsel,” tegasnya.

Nah, sambungnya untuk kelompok lainnya yakni kelompok 2 hingga 4. Ini yang akan mengalami kenaikan 20 persen atau sebesar Rp2.000. Dari yang tadinya Rp9.000 menjadi Rp11.000.

“Dengan kondisi saat ini, apabila tidak dinaikkan maka kita tidak bisa full cost recovery atau pendapatan tidak bisa menutupi biaya operasional dan minus 19 M. apabila ini tidak dinaikkan,” jelasnya.

Karena itulah, kata Hilman dilakukan upaya menaikan tarif dengan range Rp2.000 hingga full cost recovery, untuk menutupi biaya operasional.

“Tapi tentu saja, kenaikan tarif ini, diikuti pula oleh peningkatan pelayanan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PTAM Intan Banjar Syaiful Anwar menerangkan, rencana penerapan kenaikan tarif ini pada Juli 2022 mendatang.

Syaiful Anwar, Direktur Utama PTAM Intan Banjar

“Rencana Juli nanti, jadi kita sosialisasikan dulu. Kalau kita lihat, sebelum kami, sudah banyak yang lebih dulu menaikkan tarif ini, bahkan sampai 100 persen,” ucapnya sembari menunjukkan data dari PTAM Intan Banjar perihal BUMD yang telah menyesuaikan tarif wilayah provinsi Kalsel, seperti;

  1. PTAM Kota Bandarmasin sebesar 10 persen otomatis per tahun.
  2. PTAM Kabupaten Batola sebesar 20 persen per Maret 2022.
  3. PTAM Kabupaten Tapin sebesar 100 persen per Maret 2022.
  4. PTAM Kabupaten HSS sebesar 19 persen per Februari 2022.
  5. PTAM Kabupaten Kotabaru sebesar 20 persen per Februari 2022.
  6. PTAM Kabupaten Tanjung sebesar 30 persen per September 2021.
  7. PTAM Kabupaten HST sebesar 34 persen per Maret 2022.
  8. PTAM Intan Banjar sebesar 20 persen, rencana Juli 2022. (RDM/RH)

Minyak Goreng Curah di Kabupaten Banjar Cukup Hingga Lebaran Idul Fitri 1443 H

BANJAR – Meski bakal memasuki perayaan Idul Fitri, namun ketersediaan minyak goreng curah yang dijual pasar tradisional Kabupaten Banjar dipastikan mencukupi.

Kabid Perdagangan DKUMPP Banjar, Mahmud, mengatakan, setelah memiliki agen resmi untuk pendistribusian minyak goreng curah ke tingkat masyarakat kabupaten Banjar maka dipastikan stoknya pun akan selalu tersedia.

Kabid Perdagangan DKUMPP Kabupaten Banjar, Mahmud

“Kalau curah kuning itu dihargai kalau diambil rata-rata sekitar Rp18.000 per liternya dengan stok yang tersedia sekitar 10 ribu liter,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, baru-baru tadi.

Dari data terakhir Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Banjar mencatat bahwa harga minyak goreng kemasan rata-rata dijual seharga Rp26.000 per liternya. Sedangkan, kemasan sederhana sekitar Rp24.000.

“Untuk ketersediaan stok kemasan sekitar 98.700 liter. Kalau untuk sederhana 27.100 liter,” beber Kabid Perdagangan DKUMPP Kabupaten Banjar, Mahmud.

Sementara pada perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah, dia memastikan, ketersediaan stok minyak goreng di Kabupaten Banjar dapat terkendali dengan baik dan aman.

“Selama minyak goreng curah masih tersedian tentu masih aman,” ucapnya.

Apalagi, menurut dia, agen-agen resmi minyak curah yang bentuk oleh Pemkab Banjar dapat menekan terjadinya kelangkaan.

“10.000 liter cukup sampai lebaran tahun ini,” singkatnya.

Sebelumnya, tercatat pada 11 April 2022, harga minyak goreng curah di Kabupaten Banjar sempat berada di kisaran Rp20.000. Tetapi, dengan dibentuknya agen resmi pendistribusian itu, harga pun berubah menjadi Rp18.000.

“Atau turun pada kisaran harga Rp2.000,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Tranformasi Pembayaran Digital, CBS Jadi Pilot Project Cashless

BANJAR – Pertokoan Permata Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura, Kabupaten Banjar, yang dikelola Perumda Pasar Bauntung Batuah (PBB) terpilih sebagai pilot project dalam penerapan cashless.

Foto bersama saat melakukan sosialisasi cashless di lokasi sentral batu permata CBS Martapura, Banjar.

Dewan Pengawas Perumda PBB Martapura, Khairullah Ansyari, mengungkapkan, program digitalisasi tersebut merupakan hasil kerjasama dengan Bank Kalsel Syariah. Tujuannya, untuk mempermudah dalam bertransaksi.

Foto bersama saat melakukan sosialisasi cashless di lokasi sentral batu permata CBS Martapura, Banjar.

“Serta lebih mendukung slogan Kabupaten Banjar yang Maju, Mandiri dan Agamis,” ujarnya dalam rilis yang diterima Abdi Persada FM, Rabu (27/4) siang.

Program ini merupakan tindak lanjut permintaan dari Bank Indonesia (BI) kepada Pasar Bauntung Batuah untuk Menjadikan Pertokoan Permata Cahaya Bumi Selamat sebagai Pilot project Penerapan Cashless pasar rakyat di Kabupaten Banjar.

”Ini untuk menyiapkan event skala nasional yang akan di selenggarakan di Kabupaten Banjar yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional tahun 2022,” jelas Ansyari.

Sebelumnya, Divisi Usaha Syariah Bank Kalsel menaungi KCS Banjarmasin dan KCPS Martapura juga melakukan sosialisasi Quick Response Code Indonesian Standart (QRIS) hingga pembukaan rekening Bank Kalsel Syariah di Pasar Permata CBS Martapura, Selasa (26/4) lalu.

Dalam sosialisasi bersama Perumda Pasar Bauntung Batuah Martapura, Kabupaten Banjar, Kepala Bank Kalsel Syariah Banjarmasin Yuanitha Evayqnthi, menerjunkan Kepala Bagian Dana dan Kelembagaan DUS Bank Kalsel, Ratu Mashamidah.

Juga turut hadir dan mendampingi di lapangan yaitu Manager Dana dan Kelembagaan Divisi Usaha Syariah Bank Kalsel, Adita Evianty Asisten dan Kepala Bank Kalsel KCP Syariah Martapura, Angga Ginanjar Prasetya. (PEMKAB.BJR- RHS/RDM/RH)

Plaza Pelayanan Publik Kecamatan Simpang Empat Diharapkan Permudah Masyarakat Bayar PKB

BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Martapura, mengapresiasi dibukanya pelayanan publik di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar yang dibuka langsung oleh Bupati Kabupaten Banjar Saidi Mansyur pada Kamis (31/3) lalu. Dengan adanya Plaza Pelayanan Publik di Kecamatan Simpang empat, maka dapat mempermudah pengurusan dokumen kependudukan, izin usaha, hingga pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tahunan.

Kepala UPPD Samsat Martapura Zulkifli menyampaikan, untuk menambah pelayanan pembayaran  pajak bermotor, pihaknya berkerjasama bersama Pemerintah Kabupaten Banjar untuk ikut membuka Pelayanan Kesamsatan yang terletak di dalam Plaza tersebut, sehingga masyarakat sekitar dapat dengan mudah membayar pajak bermotor, baik PKB Pertahun, maupun Pajak Kendaraan bermotor Online.

“Pelayanan Ke Samsatan kami buka pada Senin (11/4) lalu, dengan begitu masyarakat sekitar dapat dengan mudah membayar pajak,” ungkap Zulkifli, Selasa (26/4).

Zulkifli menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalsel melalui UPPD Samsat Martapura juga akan kembali menjalin kerjasama, untuk mengisi pelayanan kesamsat’an di Plaza Pelayanan Publik Kecamatan Gambut, yang direncanakan dibuka pada awal tahun 2023 mendatang.

“Dengan dibukanya Pelayanan Kesamsat’an di Plaza Pelayanan Publik Kecamatan Gambut, maka masyarakat di Kecamatan Gambut, Kecamatan Aluh-aluh, Kecamatan Kertak Hanyar, akan mudah mengurus pembayaran pajak,” tutup Zulkifli. (MRF/RDM/RH)

Jelang Idul Fitri, Harga Telur Aman Daging Malah Naik

BANJAR – Komoditi daging di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Banjar kini menyentuh harga sekitar Rp135.000 per kilogram. Sedangkan, telur rata-rata bekisar antara Rp25.000 – Rp35.000 per kilogramnya.

Menurut Kabid Perdagangan DKUMPP Banjar, Mahmud, dari data yang disajikan komiditi daging diakui mengalami kenaikan.

“Yang sebelumnya hanya berkisar Rp130.000 kini menjadi Rp135.000 per kilogram atau naik sekitar Rp5.000 pada awal April lalu,” ucapnya kepada Abdi Persada FM, Senin (25/4).

Disamping itu, ia juga menyampaikan khusus untuk komoditi ayam mengalami penurunan dengan harga yang relatif masih aman.

“Pada 11 April lalu mencapai Rp26.000, tetapi, ini mengalami penurunan sekitar Rp2.000 dengan harga per kilonya kini hanya Rp24.000 tercatat dari 18 April hingga sekarang,” beber Mahmud.

Namun, ia mengungkapkan, meski mengalami kenaikan pada awal April 2022. Namun, dipastikan dua komiditi ini akan tetap terpenuhi.

“Cukup sampai lebaran baik itu daging sapi ataupun ayam,” ungkapnya.

Dia menuturkan, komoditi telur seperti itik dan ayam hingga kini tidak mengalami perubahan alias masih stabil di pasaran baik Batuah, Astambul, Gambut dan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar.

“Kami terus memantau di lapangan, dari data yang diterima harga bapok ini rata-rata seperti telur ayam hanya dikisaran Rp25.000 sedangkan itik sekitar Rp35.000,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Pemkab Banjar Mulai Lakukan Penyelidikan Soal Ambruknya Retail Modern di Gambut

BANJAR – Pemkab Banjar melakukan penyelidikan penyebab ambruknya bangunan retail modern yang berletak di Jalan Ahmad Yani KM 14,5 Kecamatan Gambut.

Suasana saat ambruknya retail modern yang terletak di Jl A Yani KM 14,5 Gambut, Kabupaten Banjar

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Banjar, Muhammad Riza Dauly mengatakan pihaknya telah mengerahkan sejumlah tim ahli bangunan agar memastikan alasan ambruknya retail yang berdiri disamping SPBU itu.

Plt Kadis PUPRP Kabupaten Banjar, M Riza Dauly

“Kami juga sudah mulai menerjunkan beberapat tim ahli agar dapat mengetahui secara jelas apa penyebab ambruknya bangunan ini,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (20/4) siang.

Dia menerangkan, penyebab runtuhnya bangunan ini bisa disebabkan beberapa faktor, seperti, tanah, pondasi hingga kontruksi. Akan Tetapi, untuk lebih mengetahui secara rinci Dinas PUPRP Kabupaten Banjar masih melakukan penyelidikan.

“Hingga saat ini kami masih melakukan pemeriksaan,” ucapnya.

Menurut dia, sebelum mendirikan bangunan tentu terlebih dahulu harus melengkapi berbagai persyaratan seperti dokumen serta uji kelayakan lokasi pembangunan.

“Ini sangat penting sebelum mendirikan bangunan,” jelas Riza yang juga menjabat sebagai Kepala Bappedalitbang Banjar.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PMPTSP Kabupaten Banjar, Muhammad Ikhsan, menjelaskan,  bahwa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikantongi oleh pemilik ruko untuk usaha retail modern tersebut ternyata hanya dua lantai.

“Kalau dokumen yang diizinkan baru 2 lantai, bukan 3 lantai,” ucapnya.

Bahkan, retail modern yang dibangun 2012 lalu dan ambruk hingga memakan korban ini juga sudah berumur hampir 10 tahun.

“Kalau untuk bangunan komersil, detail teknis akan menyesuaikan kembali dengan konsultan bersangkutan, tetapi, penambahan lantai kami tidak mengetahui,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Hasil Realisasi Pajak Triwulan 1 di UPPD Samsat Martapura Capai 40 M

BANJAR – Capaian realisasi pajak pada Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Martapura dalam Triwulan Pertama ini sudah mencapai Rp40 milyar lebih, hasil capaian ini merupakan capaian yang dinilai baik, dikarenakan masyarakat Kabupaten Banjar ikut berpartisipasi untuk membayar pajak kendaraan mereka.

Kepada Abdi Persada FM, pada Rabu (20/4) Kepala UPPD Samsat Martapura Zulkifli menyampaikan, pendapatan realisasi penerimaan pajak triwulan pertama dari bulan Januari – Maret 2022, telah terkumpul sebanyak Rp22,8 Milyar dari Pajak kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) senilai Rp19,5 Milyar, dan Pajak Air Permukaan (PAP) senilai Rp417 juta rupiah. Kalau ditotalkan, pada triwulan pertama ini UPDD Samsat Martapura telah mengantongi sebesar lebih dari Rp42,3 Milar lebih.

“Alhamdulillah pendapatan realisasi pajak triwulan pertama di UPPD Samsat Martapura cukup Signifikan, hanya saja Pendapatan PAP yang masih rendah,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, capaian pendapatan pajak air permukaan wilayah Kabupaten Banjar dinilai masih rendah dibandingkan capaian pada tahun 2021 dikarenakan banyaknya perusahaan-perusahaan yang mengalami penurunan pendapatan . Namun pihaknya optimis,  dapat mencapai target Pendapatan Pajak Air Permukaan hingga akhir tahun. Ditahun 2022 ini target yang diberikan oleh Badan Keuangan daerah (Bakeuda) Provinsi Kalsel dalam capaian pajak jenis ini sebesar Rp6,9 Milyar.

“Harapan kita nanti terdapat perubahan penurupan target Pajak Air Permukaan yang disesuaikan dengan potensi yang ada di kabupaten Banjar ini,” tutup Zulkifli. (MRF/RH)

Berani Buka Warung Sakadup di Pasar Batuah, Siap – Siap Kena Sanksi Denda dan Penutupan Paksa

BANJAR – Larangan berjualan makanan dan minuman di lingkungan Pasar Batuah, Martapura, pada pagi dan siang hari, secara tegas diberlakukan. Bahkan, warung sakadup jadi pantauan utama Perumda Pasar Bauntung Batuah bersama penegak perda.

Dirut Perumda Pasar Bautung Batuah, Rusdiansyah, mengatakan, pihaknya bersama Satpol PP akan terus melakukan pengawasan, agar warung sakadup tak seenaknya beraktivitas di lingkungan pasar yang dikelolanya.

“Larangan ini jelas tertuang dalam Perda Ramadan yang dikeluarkan oleh Pemkab Banjar dan sebelumnya kami juga sudah melakukan sosialisasi ke para pedagang di lokasi Pasar Batuah ini,” ungkapnya, kepada Abdi Persada FM, Kamis (14/4) siang.

Tak ketinggalan, sejumlah titik lokasi Pasar Batuah, Martapura, yang berpusat di Kabupaten Banjar ini, tidak luput dari pantauan aparat Satuan Polisi Pamong Praja.

“Artinya di bulan Ramadan tidak ada aktivitas melayani makan dan minum pada siang hari yang dimaksud membatalkan puasa,” tegasnya lagi.

Merujuk perda Ramadan, apabila kedapatan berjualan atau melayani makan dan minum di lingkungan pasar pada siang hari, maka pihak pengelola dan Satpol PP tidak segan mendapuk sanksi tegas kepada pedagang tersebut.

 “Pemberlakuannya nanti berupa denda atau penutupan secara paksa dari aparat, apabila masih melakukan pelanggaran yang sama,” tegas Dirut Perumda PBB, Rusdiansyah.

Saat ditanya apakah sudah pernah menemukan warung sakadup di lokasi pasar yang dikelolanya itu, dirinya pun secara tegas menjawab, hingga kini belum mendapati.

“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada,” pungkasnya. (RHS/RIW/RH)

Tadarusan Bersama Warga, Paman Birin Keliling Mushola di Martapura

Banjar – Bulan Ramadhan 1443 H benar-benar dimanfaatkan Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor untuk mendatangi berbagai mushola yang ada di Martapura, Kabupaten Banjar.

Pada Selasa (5/4) malam tadi misalnya, Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel ini secara bergantian menyempatkan untuk  mengunjungi warga.

Selepas salat tarawih, Paman Birin secara bergantian mendatangi Mushola Darul Aman Keraton, lalu Mushola Raudhatul Ridwan Keraton, Mushola Datu Panjang Pesayangan dan Mushola Al Hidayah Dalam Pagar Martapura.

Pada setiap mushola yang didatangi, Paman Birin disambut oleh warga dan jamaah. Paman Birin pun langsung berbaur dengan jamaah yang sedang melakukan tadarusan Al Quran.

Paman Birin pun pada setiap mushola turut mengaji bersama warga dalam kegiatan tadarusan Al Quran.

Paman Birin selanjutnya juga mengunjungi kediaman KH Irsyad Zein.

Pada kesempatan itu, didampingi KH Irsyad Zein, Paman Birin pun membaca Al Quran peninggalan Datu Kelampayan, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Selepas mengunjungi berbagai mushola dan juga kediaman KH. Irsyad Zein hingga tengah malam, Paman Birin mengaku bersyukur Ramadhan ini dijalani dengan khusyuk oleh warga. Salah satunya menyemarakkan musala, langgar atau pun masjid dengan tadarusan Al Quran.

“Alhamdulilah, Ramadhan tahun ini semua warga khusyuk menjalani ibadah puasa. Selepas tarawih pun dilakukan tadarusan Al Quran,” kata Paman Birin.

Paman Birin pun menyebut, dengan tadarusan Al Quran, kita semua bisa mencintai dan mengamalkan isi dari Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Paman Birin pun berharap suasana yang nyaman, tenang dan khusyuk selama Ramadhan ini bisa terjaga hingga akhir. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

Exit mobile version