Suplai Air Bersih Haul Akbar Guru Sekumpul ke-18 Dipastikan Aman

BANJARBARU – Suplai air bersih untuk berbagai kebutuhan pada peringatan haul akbar Guru Sekumpul ke-18 di kediaman pribadi Gubernur Kalsel dipastikan aman.

Kepala Balai Pengelola Air Minum (BPAM) Banjarbakula, Muhammad Berty Nakir mengatakan, pihaknya siap membantu menyuplai air bersih, guna keperluan dapur umum.

Berty mengaku pihaknya memiliki satu buah truk tangki berkapasitas 5.000 liter untuk membantu BPBD Kalsel dan Kabupaten Banjar dalam memaksimalkan suplai air.

“Kita siap suplai air selama 24 jam. Airnya bisa dipakai mulai untuk membersihkan bahan makanan hingga dapat digunakan untuk minim,” ujar Berty saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/1).

Berty berharap air dapat segera terdistribusi. Pasalnya, bertepatan peringatan haul akbar tersebut, Kamis (26/1), BPAM Banjarbakula rencananya bakal kedatangan Presiden RI, Joko Widodo, untuk meresmikan bangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas 500 liter perdetik di lokasi itu.

“Kita khawatir protokol kepresidenan membatasi aktivitas keluar masuk di BPAM Banjarbakula, jadi paling tidak 3 hari sebelum peringatan haul air bersih sudah terdistribusi dari sini,” bebernya.

Selain itu, suplai air bersih juga diberikan oleh PTAM Intan Banjar. Direktur Utama PTAM Intan Banjar, Syaiful Anwar mengatakan, pihaknya sudah mendistribusikan air bersih ke lokasi peringatan haul.

“Sejak kemarin (18/1) , kami sudah mendistribusikan air bersih untuk keperluan wudhu dan cuci tangan jamaah haul. Ini upaya dukungan kita,” ungkapnya.

Selain air bersih, PTAM Intan Banjar juga membantu pemasangan pipa dan kran air untuk berwudhu di tandon yang sudah disiapkan oleh BPBD Kalsel dan Kabupaten Banjar sebelumnya.

Salah seorang petugas dari PTAM Intan Banjar saat mengecek kran air untuk wudhu jamaah haul

“Kita siapkan sementara 150 kran air. Kalau ada permintaan lagi kita siap menambah,” tuturnya. (SYA/RDM/RH)

DKSIP Banjar Sarankan 10 CCTV Untuk Pantau Arus Lalin Menuju Lokasi Haul Guru Sekumpul ke-18

BANJAR – Peringatan haul akbar Guru Sekumpul ke-18 di Desa Keramat, Martapura Timur, pada Kamis (26/1) malam, diperkirakan akan dihadiri oleh 10 ribu jamaah dari berbagai penjuru.

Kepadatan arus lalu lintas menjelang hingga hari H peringatan, tentu tidak luput dari perhatian. Apalagi jalan menuju lokasi dinilai terlalu sempit untuk dilewati ribuan kendaraan secara bersamaan.

Di Martapura sendiri sudah terdapat sebanyak 13 buah CCTV yang biasanya juga difungsikan untuk memberikan situasi terkini arus lalu lintas setiap peringatan haul Guru Sekumpul di komplek Ar-Raudah.

Sementara CCTV menuju lokasi haul di kediaman pribadi Gubernur Kalsel sampai saat ini masih belum ada.

Kepala Bidang e-Government Dinas Komunikasi Informatika Statistik Persandian (DKSIP) Kabupaten Banjar, Cornelius Kristiyanto mengatakan, pihaknya tengah menunggu konfirmasi dari Dinas Kominfo Provinsj Kalsel, untuk menyiapkan pemasangan CCTV area menuju lokasi peringatan haul.

Kepala Bidang e-Government DKSIP Banjar, Cornelius Kristiyanto

“Kita sudah minta 10 CCTV kemarin, jadi pemasangannya rencananya dimulai dari kawasan Martapura Lama hingga ke Desa Dalam Pagar,” ujarnya.

Penambahan CCTV di kawasan Martapura Lama hingga ke Desa Dalam Pagar sendiri diakui Kris, sebelumnya sudah dianggarkan oleh DKSIP Kabupaten Banjar. Pasalnya daerah itu setiap tahun juga melaksanakan peringatan haul Datu Kalampayan.

“Kita sudah anggarkan cuman realisasinya untuk tahun 2024. Karena haul Guru Sekumpul ini terbilang mendadak, terpaksa kita minta bantuan Dinas Kominfo Provinsi. Semoga pemasangan CCTV ini juga permanen,” jelasnya.

Selain itu, ia menuturkan, pihaknya juga masih memerlukan kabel fiber optik sepanjang 4.8 kilometer untuk memaksimalkan kekuatan jaringan komunikasi, terutama saat sedang melakukan siaran langsung.

“Jadi nanti semua kondisi terkini dapat langsung ditarik oleh kawan-kawan media, sehingga segala pemberitaan menjadi lebih cepat,” tuturnya. (SYA/RDM/RH)

10 Hari Jelang Haul Guru Sekumpul ke-18: Kapasitas Jamaah Diperluas, 35 Dapur Umum Disiapkan

BANJAR – Peringatan haul KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul ke-18 di kediaman pribadi Gubernur Kalsel, rencananya digelar pada Kamis malam (26/1).

Peringatan haul yang diinisiasi dan disepakati oleh murid-murid Abah Guru Sekumpul ini, akan mengundang berbagai tokoh agama dari dalam dan luar Kalsel.

Dari pantauan Reporter Abdi Persada FM, Senin (16/1) ke kediaman pribadi Gubernur Kalsel, tepatnya di Desa Keramat, Martapura Timur, Kabupaten Banjar, berbagai macam persiapan sudah dilakukan. Diantaranya pelebaran dan perbaikan ruas jalan di sekitar lokasi, pembangunan panggung untuk menambah kapasitas jamaah, serta pemantapan dan kehandalan aliran listrik oleh PLN.

Lokasi tersebut diperkirakan mampu menampung hingga 10 ribu jamaah.

Salah satu kerabat Paman Birin (sapaan akrab Gubernur Kalsel), Hamdani mengaku, ada perubahan ukuran panggung yang disiapkan untuk jamaah.

“Ada penambahan ukuran dari yang sebelumnya 30×12 meter, sekarang jadi 57×14 meter. Jadi sebelumnya hanya menampung sekitar 400 orang jamaah, dengan ukuran yang baru itu bisa menampung 700 orang jamaah,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Di tempat terpisah, saat memimpin Rakor mingguan bersama SKPD terkait, Bupati Banjar Saidi Mansyur, menyambut baik peringatan haul yang sudah 2 tahun tidak diselenggarakan secara massal akibat pandemi.

Saidi meminta agar seluruh jajaran Pemkab Banjar dapat membantu kesuksesan acara selaku tuan rumah. Terutama dalam hal penanganan sampah pasca haul.

“Saya minta Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar (DPRKPLH) untuk memperhatikan kebersihan sampah,” pintanya.

Di Kabupaten Banjar sendiri juga sudah disiapkan 35 dapur umum yang berfungsi sebagai tempat memasak konsumsi bagi jamaah.

Camat Martapura Timur, Guslan menyebut, dapur umum tersebar di 3 Kecamatan, yakni Martapura Timur, Martapura Barat dan Martapura Kota.

“Untuk di Kecamatan Martapura Timur sendiri ada 16 buah dapur umum yang tersebar di 12 Desa, juga dilokasi itu juga ada 21 ekor sapi untuk dimasak,” ungkapnya.

Selain itu diakuinya, juga ada dapur umum yang dikoordinir oleh tokoh agama setempat, seperti di Kecamatan Gambut dan Cempaka.

“Semoga acara haul ini berjalan sukses, tidak ada kendala apapun termasuk hujan,” harapnya. (SYA/RDM/RH)

Resmi Jadi Kapolres Banjar, AKBP Ifan Haryat Akan Tindak Tegas Segala Tindak Kejahatan

BANJAR – Usai melakukan serah terima jabatan dengan Kapolres Banjar terdahulu, AKBP Doni Hadi Santoso, di halaman depan Polres Banjar, pada Selasa (11/1), Kapolres Banjar AKBP Ifan Haryat, secara tegas mengaku, akan melaksanakan dan mendukung segala hal yang menjadi prioritas Kapolri dan Kapolda Kalsel.

“Terutama dalam menjalankan perintah Presiden, salah satunya yakni bekerja iklas untuk meningkatkan pengungkapan kasus tindak pidana,” ungkapnya.

Ifan juga menegaskan, pihaknya akan tegak lurus sesuai aturan hukum yang ada untuk memberantas seluruh tindak kejahatan, seperti tambang maupun pembalakan kayu ilegal termasuk penekanan tindak kriminal lainnya.

“Kami berdiri tegak lurus kepada ketentuan hukum berlaku,” tegasnya.

Diketahui, AKBP Doni Hadi Santoso, sebagai pejabat lama di Polres Banjar dimutasi ke Kabagbinkar RO SDM Polda Kalteng.

Menurutnya, semenjak dipimpin AKBP Doni Hadi Santoso, Polres Banjar juga terus menunjukkan perkembangan. Bahkan hingga proses serah terima jabatan, Ifan mengaku, tidak ada “Pekerjaan Rumah (PR)” yang belum terselesaikan.

“Paling yang terdekat yakni kasus retail ambruk kemarin, itupun karena kasusnya juga masih berjalan sampai sekarang dan hampir selesai,” terangnya.

Ifan berharap dimasa kepimpinannya sekarang, Polres Banjar dapat lebih bekerjasama dengan masyarakat Banjar untuk saling menjaga keamanan dan ketertiban.

“Karena itu yang bisa menciptakan kondusifitas Kamtibmas yang ada di wilayah Kabupaten Banjar,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Menkes Gunadi Pantau Layanan Kesehatan, Telaga Bauntung Jadi Pilot Project Posprim

BANJAR – Menkes RI Budi Gunadi Sadikin bertandang ke sejumlah desa terpencil di Kecamatan Telaga Bauntung, Kabupaten Banjar. Kedatangannya ini untuk memantau pemaksimalan layanan kesehatan menuju Universal Health Covarage (UHC).

Ketua TP PKK Kabupaten Banjar Nurgita Tyas (kanan) bersama Menkes RI Budi Gunadi (kiri) saat menjelaskan layanan Posyandu di Kecamatan Telaga Bauntung. (Dok. Nurgita Tyas)

Pada kesempatan itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi bersama rombongan yang hadir menggunakan transportasi udara (helikopter) langsung disambut Bupati Banjar, Saidi Mansyur.

Dilokasi, Bupati bersama Menkes RI juga turut mengujungi beberapa Posyandu yang berada di Kecamatan Telaga Beruntung. Termasuk yang berada di Desa Telaga Baru dan Desa Lok Tanah yang berada di wilayah Puskesmas Telaga Bauntung.

Saidi berharap dengan adanya perhatian pemerintah melalui Kemenkes ini setidaknya peran atas usulan rencana Posyandu Primer (Posprim) pada 2023 dapat memaksimalkan pelayanan kesehatan. Dengan wujud yang komprehensif dan berkualitas.

“Ini merupakan kolaborasi publik dan dengan swasta dalam mencapai UHC,” ujarnya, melalui rilis resminya, Jumat (16/12) sore.

Keinginan dari pemerintah, menurut Saidi, tentu sudah mengacu pada empat pilar penting yang dilaksanakan melalui edukasi penduduk, pencegahan sekunder, peningkatan kapasitas dan kapabilitas pelayanan primer dengan tujuan penguatan tata kelola management dapat berjalan baik.

“Rencana ada satu Posyandu Prima (Posprim) 2023 dan satu puskesmas yang dibentuk. Namun, usulan ini menjadi 19 puskesmas dan 6 poskesdes,” paparnya.

Saat ini menurutnya, dari 290 desa/kelurahan dengan 25 puskesmas dan 70 pembantu. Telaga Bauntung merupakan wilayah pilot project yang akan dilakukan uji coba pelayanan kesehayan primer.

“Semoga dengan hadirnya pak menteri akan semakin menambah semangat kami untuk mengintergrasi layanan kesehatan. Uji coba ini berada di Posyandu Kecubung di Desa Telaga Baru dan Lok Tanah di Telaga Bauntung,” tutupnya. (PEMKAB BANJAR-RHS/RDM/RH)

Jelang Berakhirnya Pemutihan dan Diskon PKB, UPPD Samsat Martapura Berhasil Realisasikan 8,4 M

BANJAR – Menjelang berakhirnya pemutihan dan diskon denda pajak kendaraan bermotor (PKB) di UPPD Samsat Kabupaten/Kota, masyarakat Kalsel yang saat ini masih menunggak pajak kendaraan bermotornya diharapkan agar dapat memanfaatkan program dari Pemerintah Provinsi Kalsel untuk segera membayarkan pajak kendaraannya sebelum waktu berakhir pada 24 Desember nanti.

Kepada Abdi Persada FM Kepala UPPD Samsat Martapura Zulkifli menyampaikan, pada program pemutihan dan diskon denda pajak kendaraan bermotor di wilayahnya, pihaknya sudah berhasil merealisasikan sebesar Rp8,4 Milyar. Realisasi tersebut dinilai tinggi di daerah kabupaten Banjar dengan rincian diskon/pengurangan denda sebanyak Rp4,3 miliar, dan pemutihan/pembebasan denda sebanyak Rp4,1 miliar.

“Program Pembebasan denda dan diskon di UPPD Samsat Martapura sampai dengan November 2022 sudah terealisasi dengan total 8,4 miliar rupiah,” ungkap Zulkifli, Rabu (14/12).

Diharapkannya, masyarakat yang masih memiliki tunggakan pajak diimbau agar sesegera mungkin memanfaatkan program pemutihan dan diskon denda pajak kendaraan bermotor. Agar masyarakat tidak membayar denda tunggakan PKB yang nominalnya terbilang cukup besar.

“Mumpung dendanya tidak dikenakan, jadi harus memanfaatkan waktu yang tersisa,” ajaknya.

Selain bagi masyarakat yang menunggak pajak kendaraan bermotor, Zulkifli mengungkapkan pada program tersebut juga memudahkan masyarakat yang taat membayar pajak, yakni mereka mendapatkan keringanan berupa diskon pengurangan Pajak kendaraan bermotor (PKB) dengan persentase pengurangan pajak mulai dari 5 Persen, 7,5 Persen, hingga 10 Persen.

“Pelanggan taat pajak juga dapat memanfaatkan program ini karena ada diskon pengurangan pajak baik 10 Persen, 7,5 Persen, maupun 5 Persen,” tutup Zulkifli. (MRF/RDM/RH)

Salurkan Hak UMKM, Pemkab Banjar Kucurkan 10,5 M ke BPR Martapura

BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar menyertakan modal melalui APBD TA 2023 sebesar Rp10,5 miliar untuk Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Banjar Sejahtera Martapura.

Ini merupakan tindak lanjut menunjang kesejahteraan masyarakat Kabupaten Banjar melalui pengkreditan dengan suku bunga nol persen. Apalagi, saat ini UMKM masih menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Banjar melalui pemulihan ekonomi.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Banjar, Ahmad Sarwani, mengatakan, dengan adanya penyaluran bantuan melalui tambahan penyertaan modal sedikitnya dapat memberikan ruang kesejahteraan bagi pelaku UMKM yang kini berjuang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Banjar, Ahmad Sarwani saat menyampaikan hasil paripurna penyertaan modal BPR Martapura

“Sudah tepat sasaran. Artinya BPR sudah menjalankan program ini dengan dengan berbagai dinas,” ujarnya usai mengikuti rapat paripurna penyertaan modal Pemkab Banjar untuk BPR Banjar Sejahtera Martapura, Kamis (15/12) sore.

Dari hasil evaluasi, ia menuturkan, penyaluran program Kredit Usaha Rakyat Martapura Maju Mandiri Agamis (KURMA MANIS) yang dipinjamkan Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Banjar Sejahtera Martapura berjalan cukup lancar.

“Meski sempat ada satu atau dua orang yang mengalami keterlambatan. Tetapi, dari sisi lain itu sudah suatu kebanggan karena memberikan fasilitas dengan cicilan bunga nol persen,” ucapnya.

Dirinya menjabarkan, untuk mendapatkan kredit usaha ini harus mendapat rekomendasi dari sejumlah instansi di antaranya Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMPP), Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) serta Pertanian Kabupaten Banjar.

“Memang empat dinas ini yang memberikan rekomendasi pantas tidaknya atau disetujui untuk pencairan tersebut,” paparnya.

Sementara itu, Dirut BPR Banjar Sejahtera Martapura, Ari Rosadi, mengungkapkan, sesuai yang disampaikan Bupati Banjar bahwa penyertaan modal yang diberikan oleh Pemkab bertujuan untuk membantu pelaku UMKM. Bahkan, fokus pemerintah adalah membangkitkan sektor ini.

Dirut BPR Banjar Sejahtera Martapura, Ari Rosadi, saat dikonfirmasi awak media soal penyertaan modal bagi UMKM di Kabupaten Banjar

“Selain itu, langkahnya juga bertujuan untuk meningkat PAD dan melakukan pemerataan bagi UMKM di Kabupaten Banjar,” bebernya.

Penyaluran kredit, dijelaskan Ari, tahap pertama pada 2023 dikucurkan senilai Rp4,5 miliar. Tahun 2024 – 2026 masing-masing sebesar Rp2 miliar yang ditujukan khusus bagi pelaku UMKM.

“Untuk syarat pengajuan tidak ada perubahan. Yang jelas berdomisili di Kabupaten Banjar,” tuturnya.

Adapun dari hasil data yang dihimpun, tercatat penerima bantuan melalui bank milik Pemerintah Kabupaten Banjar ini telah merealisasikan Rp923 juta untuk 174 nasabah yang memanfaatkan pengembangan dari usaha. (RHS/RDM/RH)

Meski Minim Anggaran, Napak Tilas Perdana di Kabupaten Banjar Berjalan Sukses

BANJAR – Terlepas minimnya anggaran, pelaksanaan Napak Tilas perdana yang dipelopori Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) berjalan sukses.

Pelaksanaan Napak Tilas ke I Kabupaten Banjar terlebih dahulu diisi dengan kegiatan apel bersama

Penyelenggaraan tersebut juga dimeriahkan oleh sejumlah organisasi pemuda seperti Orpala X Pas Borneo, Orpala Kadipa, Pawadahan Nanang Galuh, Mahipa IAI Darussalam, Purna Paskibraka dan pramuka di Kabupaten Banjar.

Suasana perjalanan peserta dalam kegiatan Napak Tilas ke I Kabupaten Banjar

Rute yang tercatat puluhan kilo itu dimulai dari kantor Disbudporapar menuju makam Sultan Adam. Kemudian ke PM Noor hingga Tamam Makam Pahlawan Bumi Mas Karang Intan.

Tak lupa, peserta juga menyempatkan diri untuk berziarah ke makam tim 7 (pendiri Kabupaten Banjar), makam Sultan Sulaiman di Desa Lihung dan berakhir di makam Datu Marlim.

Kepala Bidang Pemuda Disbudporapar Kabupaten Banjar, Noor Syawli Syahri, menyampaikan, kegiatan ini tak hanya sebagai ajang silaturahmi melainkan sebagai bentuk mengenalkan pemuda pada sejarah perjuangan kemerdekaan di bumi Barakat.

“Tentu yang kita laksanakan ini tak hanya sebagai pengingat sejarah perjuangannya saja. Melainkan, perlu kita ketahui ada pejuang kita yang menyiarkan pendidikan melalui Agama Islam,” tuturnya, kepada awak media, Rabu (30/11) sore.

Dirinya menegaskan, bahwa kegiatan ini hanya dilaksanakan satu hari dengan menggunakan alokasi anggaran yang cukup minimalis.

“Berbeda dengan daerah lain yang memakan waktu hingga tiga hari. Tetapi, kegiatan tersebut nantinya akan kita maksimalkan,” paparnya.

Sementara itu, salah seorang peserta Napak Tilas, Fathul Minan, mengaku, sangat bangga dengan adanya pelaksanaan ini. Namun, kata dia, ke depan bisa mengambil lingkup lebih luas lagi soal pengenalan sejarah perjuangan terkait syiar Islam di masa penjajahan. Tak kalah penting, sejarah berdirinya monumen di bumi Barakat.

“Harapannya di tahun selanjutnya bisa lebih diperluas lagi untuk lebih menjajal pengetahuan,” ungkapnya.

Ia yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Orpala X Pas Borneo ini mengucapkan banyak terima kasih atas penyelenggaraan yang dipelopori oleh Disbudporapar Kabupaten Banjar.

“Terima kasih banyak terutama kepada bapak Kabid Pemuda Syawli yang berinisiatif menyelenggarakan kegiatab Napak Tilas ini. Semoga, Disbudporapar Kabupaten Banjar dapat menggelar kegiatan serupa tahun depan,” tutur Minan. (RHS/RDM/RH)

Lestarikan Tanaman Eksotik, Gubernur Ajak Masyarakat Terus Menanam

BANJAR – Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel melibatkan instansi dan stakeholder terkait untuk ikut melestarikan ribuan jenis tanaman eksotik khas provinsi ini. Bukti menjaga keberlangsungan itu, adalah dengan penanaman 4.000 batang pohon di Agrowisata Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Mandiangin, Kabupaten Banjar.

Acara yang berlangsung, pada Senin (28/11) siang tersebut, turut didukung PT PLN (Persero) melalui kepeduliannya terhadap kelestarian alam di Provinsi Kalimantan Selatan.

Tak hanya menanam, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bersama sejumlah perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) serta unsur pimpinan perusahaan, turut melepasliarkan burung langka secara simbolis di lokasi tersebut.

Penyerahan penghargaan dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor secara simbolis kepada TNI AL atas kinerjanya melakukan perlindungan satwa endemik di perairan Kalsel

Gubernur sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selain sebagai wujud kepedulian terhadap alam, ini juga sebagai bukti bahwa program revolusi hijau terus dilakukan.

“Tentunya saya turut berterima kasih atas agenda yang dilakukan ini. Tentu, bantuan dari seluruh perusahaan dalam penyelenggaraan ini sangat berharga. Tanpa adanya mereka pelaksanaan tersebut bukan apa-apa,” ujarnya.

Apalagi, menurutnya, pelaksanaan ini tak hanya memberikan edukasi, tetapi juga sebagai proyeksi jangka panjang melestarikan keunikan dari tanaman khas daerah agar tidak mudah punah.

“Inilah kekayaan alam kita dan tentunya harus tetap dipertahankan,” tegas orang nomor satu di Kalsel itu.

Kadishut Kalsel Fatimatuzzahra menerima penyerahan secara simbolis dari PT PLN untuk penanaman 3.000 batang buah-buahan eksotik khas Kalimantan

Sementara itu, Kepala Dishut Kalsel Fatimatuzzahra menuturkan, dari hasil kolaborasi bersama PT PLN, sedikitnya ada sekitar 3.000 bibit tanaman eksotik dan 1.000 batang mahoni yang siap ditanam di lokasi AgrowisataTahura Sultan Adam Mandiangin, Kabupaten Banjar, seluas empat hektare.

“Dari 3.000 ini merupakan jenis buah-buahan lokal di antaranya keledang, mundar, ginalu, kalangkala, jambu agung, kapul, kasturi, kuini, asam kandis, manggis hutan, ramania, rambai dmyang dibagi empat blok,” paparnya.

Selain didapuk sebagai areal konservasi unggulan, dirinya berharap, Agrowisata Tahura Sultan Adam dapat difungsikan sebagai lokasi wisata edukasi.

“Ini merupakan destinasi wisata baru di Tahura Sultan Adam. Perlu disampaikan, terselenggaranya kegiatan ini tentu atas kerjasama antara Dinas Kehutanan Kalsel dengan PT PLN,” tutupnya. (RHS/RIW/APR)

Tingkatkan Sisi Kemanusiaan, Dispora Kalsel Gelar Latihan Penanggulangan Kebencanaan Bagi Pemuda

BANJAR – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor, secara resmi membuka latihan tanggap kebencanaan bagi pemuda, di Alam Roh 20, Kiram, Kabupaten Banjar, Senin (28/11).

Latihan ini berlangsung mulai 28 hingga 30 November 2022 dan diikuti 78 peserta dari organisasi pemuda se Kalsel.

Sahbirin menyebut latihan ini merupakan bagian penting dari upaya preventif dan mengurangi risiko bencana yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

Bencana sendiri menurutnya bukan hanya terjadi dalam skala besar, melainkan bisa berupa sebuah kejadian yang terjadi di depan mata kepala kita.

Sebab itu melalui pelatihan ini, Ia berharap seluruh peserta dapat meningkatkan respon dan sisi kemanusiaannya dalam mencegah dan menanggulangi segala musibah.

“Kalau sudah terbuka hati kita, pasti reflek gerakan untuk membantu akan muncul sendiri, apapun bentuk kejadiannya,” ungkapnya.

Gubernur berpesan kepada seluruh peserta kegiatan ini untuk mengikuti seluruh rangkaian sebaik-baiknya.

“Kita bersama-sama mengharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman kita bersama terkait isu bencana di Kalsel,” pesannya.

Sementara itu Kepala Dispora Kalsel, Hermansyah mengatakan, kegiatan ini merupakan pertama kalinya yang dilakukan kepada organisasi kepemudaaan.

Kepala Dispora Kalsel, Hermansyah

Hermansyah menyebut, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan serta partisipasi pemuda dalam mencegah dan menanggulangi bencana di wilayah sekitar mereka.

“Selama ini organisasi pemuda di bidang kebencanaan kan masih belum ada, oleh karena itu kami munculkan,” ucapnya.

Selain itu Hermansyah berharap, peran pemuda yang mengikuti kegiatan mampu memberikan bukti nyata untuk masyarakat khususnya terkait dengan masalah kebencanaan.

“Jadi ada sisi kemanusiaan yang kita tampilkan kepada pemuda,” tutupnya. (SYA/RIW/APR)

Exit mobile version