BANJAR – Sebagai bentuk kepedulian sosial dan kemanusiaan, Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berikan bantuan kepada korban yang terdampak banjir di Kabupaten Banjar, sebesar Rp25 juta. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan langsung Plt. Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin kepada Bupati Banjar, Saidi Mansyur, di Mahligai Sultan Adam Martapura di Kabupaten Banjar (3/3). Turut mendampingi Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan, Suriadi dan Kepala Cabang Martapura, A. Fauzi Noor.
Bupati Banjar (baju putih) menyerahkan bantuan UPZ Bank Kalsel kepada Forum Jurnalis Banjar
Bupati Banjar, Saidi Mansyur menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan dan kepedulian Bank Kalsel terhadap musibah banjir yang terjadi di Kabupaten Banjar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Kalsel telah memberikan bantuan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebesar 25 juta rupiah, yang akan kami salurkan dan didistribusikan bantuan ini melalui Forum Jurnalis Banjar (FJB) yang nantinya akan diserahkan langsung kepada warga yang terdampak banjir,” terang Saidi.
Pada kesempatan yang sama, Plt Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan rasa prihatinnya, atas musibah banjir yang dialami masyarakat Kabupaten Banjar.
“Bantuan yang kami berikan merupakan wujud kepedulian Bank Kalsel terhadap masyarakat yang terdampak banjir. Dengan bantuan ini, kami harap dapat meringankan beban masyarakat Kabupaten Banjar, dan semoga musibah ini segera berakhir, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali pulih seperti sedia kala,” pungkas Fachrudin. (ADV-RIW/RDM/RH)
BANJAR – Permasalahan sampah di Kabupaten Banjar terus menjadi sorotan. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membuang sampah ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) mengakibatkan limbah rumah tangga itu menjadi berserakan dimana-mana hingga ke ruas jalan protokol. Dengan jumlah penduduk berkisah 600.000 jiwa, diketahui sampah di Kabupaten ini perharinya mencapai 280.000 Kilogram.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar, Mursal mengatakan, jumlah TPS di Kabupaten Banjar memang terbatas yakni 76 titik ditambah 14 TPS dengan kemampuan mengolah sampah (3R). Keterbatasan jumlah TPS ini, menurutnya, disebabkan oleh protes dari masyarakat yang enggan TPS dibangun di sekitar pemukiman mereka.
“Disatu sisi mereka membuang sampah seenaknya dan tidak mau membuang sampah ke TPS yang agak jauh dari tempat tinggal,” kata Mursal kepada wartawan, Selasa (21/2).
Untuk mengatasi hal itu, Mursal menilai, setiap RT maupun Desa/Kelurahan harus punya petugas pembuang sampah. Dana Desa pun, lanjutnya harus dimanfaatkan untuk memfasilitasi roda tiga maupun alat pengangkut lainnya.
“Jadi tidak perlu masyarakat sendiri (yang membuang). Kalau masyarakat buang sendiri, mereka akan buang ditempat yang mereka lewati dimana saja,” tuturnya.
Pemkab Banjar, diakui Mursal juga tidak tinggal diam. Sosialisasi dan edukasi terus gencar dilakukan terutama di Kecamatan Gambut yang kondisi sampahnya banyak ditemukan di ruas jalan protokol.
“Memang disana (Gambut) yang kita gencarkan, karena kan Pemprov juga mencanangkan program Merdeka Sampah Jalan Protokol,” bebernya.
Tak hanya itu, Mursal mengaku juga akan membentuk bank sampah di wilayah tersebut agar masyarakat bisa mengelola dan memilah sampah langsung dari rumah.
“Itu yang pelan-pelan kita dorong,” imbuhnya.
Mursal juga berencana menjadikan Bank Sampah Sekumpul yang sudah berdiri 12 tahun untuk menjadi pembina bank sampah di 6 Desa lainnya.
“Dan kita juga baru mengajukan kembali bank sampah induk yang ada di TPA. Karena jadi keluhan ketika hasil pilahan mereka (bank sampah) itu susah memasarkan. Nanti akan dibeli oleh bank sampah induk dan akan difasilitasi,” tutupnya. (SYA/NRH/RH)
BANJAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar menggelar peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2023, di Bank Sampah Sekumpul, Selasa (21/2).
Mengusung tema “Tuntas Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat”, peringatan juga bertepatan dengan HUT ke 12 Bank Sampah Sekumpul yang berlokasi di Jalan Pendidikan, Kecamatan Martapura.
Mewakili Bupati Banjar Saidi Mansyur, Sekdakab Banjar Muhammad Hilman mengutarakan pentingnya HPSN untuk diperingati setiap tahunnya. Sebab menurutnya peduli terhadap sampah adalah tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Sekdakan Banjar, Muhammad Hilman saat memberikan sambutan
Tema yang diusung tahun ini, pun menurutnya, mengingatkan bahwa kelola sampah yang baik dan benar dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat, terutama untuk menjaga lingkungan hidup yang sehat dan bersih.
“Hari ini kita juga merayakan HUT ke 12 Bank Sampah Sekumpul, dimana Bank Sampah merupakan solusi yang tepat dalam menangani masalah sampah seperti menjadi barang yang bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi serta membantu mengurangi jumlah sampah di lingkungan kita,” ucapnya.
Hilman juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadi agen perubahan untuk pengelolaan sampah yang lebih baik demi kesejahteraan masyarakat dan lingkungan yang baik serta sehat.
Sementara itu, Direktur Bank Sampah Sekumpul Dewi Heldayati mengungkapkan, memasuki usia ke 12 ini, pihaknya berkomitmen melakukan peningkatan nasabah dan mitra dalam bekerja sama seperti BUMN, BUMD dan perusahaan daerah lainnya.
Direktur Bank Sampah Sekumpul, Dewi Heldayati, saat wawancara dengan awak media
“Ada dua kategori nasabah Bank Sampah Sekumpul yakni layanan angkutan sebanyak 2.424 rumah dan tabungan sebanyak 1.067 nasabah,” paparnya.
Dewi menuturkan, mulai 22 Februari 2023 pihaknya akan memulai penjemputan sampah ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Banjar. Sembari mengedukasi serta sosialisasi secara bergantian kepada masing-masing sekolah tentang memilah sampah yang baik dan benar.
“Kami akan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, supaya menghidupkan kembali bank sampah yang ada disekolah,” ungkapnya.
Kegiatan dirangkai dengan penyerahan hadiah kepada 5 nasabah dengan jumlah tabungan sampah terbanyak Bank Sampah Sekumpul.
Hadir pula pada dikegiatan tersebut unsur Forkopimda Banjar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah, Kepala DPRKPLH Mursal, Lurah Sekumpul Gusti Marhusin dan sejumlah undangan lain.(SYA/RDM/RH)
BANJAR – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Banjar tengah menjadi sorotan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar mencatat, sejak 1 Januari – 7 Februari 2023 DBD di Kabupaten Banjar sebanyak 43 kasus.
Di tahun 2022 lalu, Kabupaten Banjar bahkan menjadi wilayah tertinggi kasus DBD di Kalimantan Selatan dengan 228 kasus, disusul kota Banjabaru 140 kasus dan kabupaten Kotabaru dengan 139 kasus.
Meski belum ada pasien DBD yang meninggal di tahun 2023 ini, Kepala Dinkes Kabupaten Banjar, Yasna Khairina melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Penanganan Penyakit Menular (P2M), Mariana mengatakan, penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi ini justru malah terjadi di wilayah perkotaan.
Kasi P2M Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Mariana
“Seperti di kecamatan Martapura, Gambut dan Karang Intan,” ucapnya, Selasa (7/2).
Mariana menepis penyebab tingginya kasus DBD akibat banjir. Menurutnya, DBD disebabkan oleh munculnya sarang nyamuk di genangan air di lingkungan.
“Biasanya terbentuk di talang air, ban bekas, kaleng atau botol bekas, pelepah daun, hingga lubang pohon,” paparnya.
Fogging (pengasapan) sarang nyamuk disalah satu perumahan di Kabupaten Banjar
Pentingnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan munculnya jentik nyamuk di genangan air itu, menurut Mariana, sangat diperlukan. Sebab itu sosialisasi ke Puskesmas, Kelurahan hingga ke tingkat RT pun sudah dilakukannya.
“Untuk jadwalnya sendiri memang setiap bulan bahkan setiap pekan dan itu juga dikontrol terus oleh Puskesmas setempat,” bebernya.
Sekolah juga menjadi sasaran utama sosialisasi pencegahan jentik nyamuk. Apalagi, DBD umumnya menyerang anak berusia kurang dari 15 tahun.
“Kebetulan nanti kita juga akan ada program kecacingan Februari ini, jadi akan kita sosialisasikan sekalian tentang DBD ini,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)
BANJARBARU – Sampah bekas jamaah haul Abah Guru Sekumpul ke-18 di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Regional Banjarbakula mencapai 21 ton.
Kepala TPA Sampah Regional Banjarbakula, Sarwani, mengungkapkan sampah itu berasal dari dua lokasi penyelenggara haul ulama mahsyur asal Martapura tersebut.
“Kemarin di Kampung Keramat itu sampahnya 6 ton, kalau di Musholla Ar-Raudhah itu 15 ton,” ungkapnya, Selasa (31/1).
Sampah bekas jamaah masih akan terus bertambah hingga peringatan haul di Masjid Syi’arus Sholihin atau Masjid Pancasila Martapura yang rencananya diselenggarakan pada malam nanti.
Sarwani berujar, puluhan ton sampah yang masuk bahkan belum termasuk kiriman dari Kota Banjarbaru.
“Kota Banjarbaru sampai saat ini masih belum mengirimkan sampahnya, jadi total sampah bekas jamaah tadi berasal dari Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Sarwani menyebut pemprosesan sampah dari peringatan haul Guru Sekumpul akan digratiskan. Hal itu diakuinya merupakan arahan langsung dari Kepala Dinas LH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana.
“Semua kita gratiskan, kita beri label khusus truk yang mengangkut sampah bekas jamaah haul,” bebernya.
Dengan tambahan puluhan ton sampah bekas jamaah itu, hingga saat ini sampah yang di proses di TPA Sampah Regional Banjarbakula mencapai 2.509,51 ton. (SYA/RDM/RH)
BANJAR – Setelah ditinggal Direktur Utama (Dirut) sebelumnya dengan membawa uang perusahaan Rp9,2 miliar, PT Baramarta Perseroda, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Banjar, terus melakukan pembenahan.
Kepada awak media, Senin (30/1), Dirut PT Baramarta Rachman Agus mengungkapkan, saat masih menjabat Plt Dirut merangkap jadi Dewan Pengawas di akhir September 2020, ia mengaku sudah ada utang dan tunggakan lebih dari Rp 427 miliar, di luar tunggakan PAD sebesar Rp8 miliar lebih.
Dirut PT Baramarta, Rachman Agus
“Namun hingga akhir tahun 2022, total yang sudah disetor untuk PAD Rp 7 miliar dan utang pajak yang dibayar hampir Rp 4 miliar,” ujarnya.
Selanjutnya, di tahun 2023 ini untuk sisa tunggakan pajak, dan utang tunggakan lainnya sebesar Rp 427 miliar yang terdiri dari utang pajak berupa utang pajak PPh dan PBB Rp 279 miliar tahun 2009, 2011 dan 2013, utang terkait PT Madhani Talatah Nusantara (MTN) masa lampau Rp 116 miliar, dan utang tunggakan PNBP IPPKH ditambah denda Rp 30 miliar.
“PT Baramarta melakukan kontrak kerjasama dengan PT. MTN, di mana dalam proyek tersebut disepakati kedua belah pihak akan melakukan penyelesaian utang Baramarta sebesar Rp 427 miliar lebih dari hasil proyek itu dalam waktu maksimal 3 tahun ke depan. Dan itu sudah dituangkan dalam sebuah kontrak kesepakatan,” terangnya.
Pada Januari 2023, Rachman menyebut utang pajak berupa PPh dan PBB dibayar Rp 4,5 miliar, terdiri dari Rp3,5 miliar PPh, dan Rp1 miliar untuk PBB.
“Hari ini sudah dibayarkan. Insya Allah dibayarkan seterusnya miliaran rupiah tiap bulan sesuai skema pembayaran yang disepakati dengan kantor pajak sampai 2025. Namun sebelum waktu itu, belum sampai 3 tahun kami yakin semua utang masa lalu sudah terlunasi,” beber Rahcman.
Rachman mengakui dengan tuntutan tinggi, penyertaan modal dari Pemkab Banjar masih seperti saat didirikan Baramarta tahun 1998 dulu, yakni cuma Rp 205 juta, atau tidak sampai seperempat miliar. Sementara Baramarta diminta setor miliaran rupiah untuk PAD, serta bayar utang-utang warisan lama.
Diungkapkan, sejak awal berdiri hingga sekarang, kontribusi Baramarta terhadap PAD Kabupaten Banjar sudah mencapai Rp 232 miliar lebih.
“Tentunya perlu dukungan semua pihak agar Baramarta mandiri dan bisa menyumbang PAD dan pajak lebih besar,” katanya.
Rachman optimis, tahun 2024, PT Baramarta mampu menyumbang PAD Rp13,2 miliar.
“Dan hal ini merupakan pekerjaan di 2023. Hasilnya, laba di akhir 2023, dan komposisi 55 persen untuk PAD di 2024,” tuturnya.
Ia juga membeberkan, Bupati Banjar bersama dirinya bernegosiasi hingga satu tahun lebih agar dapat melakukan kerjasama dengan PT MTN, yang merupakan investor atau kontraktor 5 besar di Indonesia untuk melakukan penyelamatan Baramarta dengan melakukan restrukturisasi dan kerjasama win-win solution.
“Warisan berat yang ditinggalkan pendahulu, sebenarnya tidak mampu dari sisi keuangan untuk bangkit lagi tanpa suntikan dana ratusan miliar rupiah. Namun dengan perjuangan keras, kami berhasil meyakinkan PT MTN untuk bekerja dan bermitra dengan Baramarta,” imbuhnya.
Ia berharap, setoran Baramarta ke PAD terus meningkat dan sumbangan ke APBD juga tambah besar.
“Tentunya dana pembangunan untuk masyarakat banyak dan kemaslahatan umat di Kabupaten Banjar makin besar pula,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)
BANJAR – Polres Banjar telah memastikan keamanan jamaah Haul Guru Sekumpul ke-18 di Musholla Ar-Raudhah Martapura mulai dari berangkat ke lokasi hingga keluar dari perbatasan Kabupaten Banjar.
Kapolres Banjar, AKBP Ifan Haryat mengaku menurunkan ribuan personil keamanan terutama lalu lintas hingga arus jalan di Kabupaten Banjar kembali normal.
“Kami menurunkan kurang lebih sebanyak 4.127 personil gabungan yang tersebar di beberapa titik,” ujarnya usai peringatan haul Guru Sekumpul ke-18, di Pos Lantas Simpang Empat Sekumpul, Martapura, Minggu (29/1) malam.
Ifan memperkirakan ada satu juta jemaah dari dalam dan luar Kalsel yang hadir dalam haul kali ini.
“Diperkirakan mulai jam 18.00 WITA, jamaah sudah sekitar 1 juta orang. Paramaternya mulai Bundaran Simpang 4 Banjarbaru,” paparnya.
Meski dibanjiri lautan manusia, Ifan menyebut tidak ada tindak kejahatan yang ditemukan.
“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada hal yang berbau kejahatan, lancar saja,” bebernya.
Kendati demikian Ifan menghimbau agar jamaah dapat berhati-hati dengan memperhatikan barang bawaan dan menjaga keselamatan saat berkendara di jalan raya, terutama yang berasal dari provinsi tetangga. (SYA/RDM/RH)
BANJAR – Lebih dari 300 personel dikerahkan dalam pengamanan arus lalu lintas pelaksanaan Haul Akbar Guru Sekumpul ke 18 yang diselenggarakan di kediaman pribadi Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, di Kampung Keramat, Kertak Baru, Martapura, Kabupaten Banjar, Kamis (26/1) malam.
Kepala UPT Terminal Tipe B Dishub Kalsel, Tommy Hariyadi, saat bertugas mengamankan arus lalin di A Yani Km 41 Darussalam Martapura, Kabupaten Banjar
“Seluruhnya tergabung dari TNI, Polri dan Dinas Perhubungan,” ujar Kepala UPT Terminal Tipe B Dishub Provinsi Kalsel, Tommy Hariyadi saat bertugas di Jalan A Yani simpang tiga Darussalam Martapura, Kabupaten Banjar.
Jalan Darussalam – Pesayangan menjadi jalur utama Wapres Ma’aruf Amin dan rombongan untuk mengikuti kegiatan haul akbar ke 18 Guru Sekumpul
Ia menuturkan, titik petugas yang diturunkan terdapat dibeberapa titik yakni berada di Antasan Senor, Kampung Melayu dan Tungkaran.
“Tujuannya agar memudahkan jamaah agar bisa menuju lokasi pelaksanaan haul melalui beberapa jalur alternatif yang bisa dilalui,” ungkapnya.
Sementara itu, petugas dari Satlantas Polres Banjar, Aipda Subianto, menuturkan, untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan pihaknya menutup akses jalan simpangan Pesayangan (Darussalam).
“Karena mengantisipasi kedatangan Wakil Presiden RI KH Ma’aruf Amin. Jadi, jamaah kami alihkan dari Darussalam ke Martapura Lama,” tuturnya.
Dari pantau Abdi Persada FM di lokasi, puluhan personel TNI, Polri dan Dinas Perhubungan dengan dibantu relawan setempat terus melakukan pengaman arus lalu lintas. Hingga, terjadi arus balik pukul 22.30 hingga selesai 23.30 WITA.
Diketahui, Jalan Ahmad Yani Km 41 Simpang Tiga Darussalam – Pesayangan Martapura merupakan jalur alternatif utama Wakil Presiden KH Ma’aruf Amin menuju lokasi kegiatan Haul Akbar ke 18 Guru Sekumpul di Kampung Keramat, Kertak Baru, yang diikuti sejumlah rombongan kenegaraan dan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. (RHS/RDM/RH)
BANJAR – Kabar gembira bagi para pecinta ulama mahsyur asal Martapura, KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul) kembali tersiar.
Setelah peringatan haul yang diinisiasi oleh murid Abah Guru Sekumpul di Kampung Keramat, Martapura Timur, pada Kamis (26/1) malam, kabar gembira itu kembali hadir dari imam musholla Ar-Raudhah Sekumpul, Sa’aduddin Salman.
Ia menyebut peringatan haul di kediaman ahli waris di musholla Ar-Raudhah Sekumpul, akan dibuka untuk umum pada Minggu (29/1) malam tepatnya usai pelaksanaan sholat Magrib.
“InsyaAllah haul akan dilaksanakan seperti sebelum pandemi COVID-19. Hanya saja tidak dipublikasikan,” ujar Guru Sa’duddin (sapaan akrab), Kamis (26/1) malam.
Peringatan haul disebutkannya juga tidak akan dibatasi bagi siapapun termasuk bagi jamaah perempuan.
“Kita memang tidak pernah mengundang untuk jamaah perempuan, tetapi kalau datang ya tidak kita usir juga,” bebernya.
Seperti diketahui peringatan haul Abah Guru Sekumpul selalu menjadi magnet bagi warga muslim dari berbagai daerah untuk datang ke Sekumpul, Martapura.
Haul tidak digelar untuk umum sejak ditetapkannya status pandemi COVID-19 sejak pertengahan tahun 2020.
Dengan kabar gembira ini diharapkan dapat mengobati kerinduan jamaah pecinta Abah Guru Sekumpul yang sudah tertahan selama hampir 3 tahun. (SYA/RDM/RH)
BANJAR – Peringatan haul KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul) ke-18 di Kampung Keramat, Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kamis (26/1) malam, sukses digelar.
Wapres RI Ma’ruf Amin (sorban) saat meninggalkan lokasi haul didampingi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor (kiri Wapres) dan Pimpinan Ponpes Tahfidz dan Ilmu Al-Quran Darussalam KH Muhammad Wildan Salman (kanan Wapres)
Haul yang diinisiasi murid Abah Guru Sekumpul itu bahkan dihadiri oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dan istri, Wury Estu Handayani Ma’ruf Amin.
Wapres RI Ma’ruf Amin (podium) saat memberikan sambutan
Dalam sambutannya, Ma’ruf menilai Abah Guru Sekumpul adalah sosok orang saleh dan membawa keberkahan bukan hanya semasa hidup, melainkan juga setelah wafatnya.
Orang saleh menurutnya adalah manusia yang senantiasa berada di jalan Tuhannya. Sehingga, Allah menjamin akan memberikan apa yang orang saleh atau para wali tersebut minta.
“Orang-orang saleh adalah orang yang dekat dengan Allah karena bukan hanya mengamalkan yang wajib tetapi juga yang sunnah,” ujarnya.
Ma’ruf menyebut, Abah Guru Sekumpul adalah orang yang dicintai banyak orang. Dimanapun, orang-orang selalu menyebut tentang kebaikannya.
“Orang seperti inilah, orang salihin, Aulia Allah, yang memang kita butuhkan di negeri ini. Karena kalau dia meminta kepada Allah, Allah mengabulkan. Kalau dia memohon perlindungan, dikabulkan,” terang Ma’ruf.
Ma’ruf berharap masih ada para wali yang senantiasa berdoa untuk kebaikan bangsa Indonesia. Sehingga bangsa Indonesia bisa hidup tenang, tentram, sejahtera, dan diberikan kebahagiaan dunia dan akhirat.
“Kita berharap, mudah-mudahan negeri ini, Indonesia yang kita cintai, jangan sampai tidak ada orang-orang seperti itu. Mudah-mudahan masih ada para wali, para aulia, rabbani yang salihin yang senantiasa berdoa sehingga kita hidup dalam keadaan baik, tenang, tentram, sejahtera, dan kita semua diberikan kebahagiaan dunia dan akhirat,” harapnya.
Haul yang bertepatan pada malam 5 Rajab 1444 Hijriah (tanggal wafat Abah Guru Sekumpul dalam kalender Islam) itu sempat dikhawatirkan sepi jamaah. Sebab pada hari peringatan hujan deras mengguyur sejumlah daerah mulai pagi hingga sore hari.
Nyatanya, ketika hujan mulai mereda, ribuan jamaah berangsur membludak hingga memadati lokasi utama peringatan hingga ke luar jalan sepanjang kurang lebih 5 kilometer.
Hal itu membuat Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, mengaku bersyukur karena suasana seperti itu sudah hampir 3 tahun tidak pernah terjadi akibat pandemi.
“Kurang lebih hampir 3 tahun kita tidak merasakan suasana yang biasanya setiap tahun kita laksanakan dalam agenda rakyat Banua kita, Haul Abah Guru Sekumpul,” ujarnya.
Paman Birin (sapaan akrab Gubernur Kalsel) berharap peringatan haul akbar ini mampu menjawab kerinduan yang selama ini dilaksanakan.
“Saya tentunya mengucapkan terimakasih kepada semua yang berpartisipasi dan yang berhadir pada acara malam hari ini, jika ada hal-hal yang kurang berkenan saya mohon ampun dan maaf,” tutupnya.
Untuk diketahui, pada peringatan haul di kediaman pribadi Gubernur Kalsel itu, Pimpinan Ponpes Tahfidz dan Ilmu Al-Qur’an Darussalam Martapura, KH Muhammad Wildan Salman bertugas sebagai pembaca manaqib (riwayat hidup) Abah Guru Sekumpul. Sementara pemberi tausyiah yakni KH Musta’in Syafi’ie dari Ponpes Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur. (SYA/RDM/RH)