100.000 Bungkus Nasi Disiapkan Pada Puncak Peringatan Haul Datu Kalampayan ke 217

BANJAR – Sebanyak kurang lebih 100.000 bungkus nasi disiapkan dalam puncak peringatan haul Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan ke 217.

Panitia Haul Datu Kalampayan ke 217 saat melakukan persiapan di dapur umum

Ketua Pelaksana sekaligus keturunan Datu Kalampayan, Ahmadi Hamid menyebut, jumlah konsumsi ditahun ini 40 persen lebih banyak dari sebelumnya.

“Ada sekitar 5 ton sapi dan 700 blek (1400 liter) beras disiapkan untuk konsumsi,” ujarnya, Rabu (26/4).

Ahmadi menuturkan, tahun ini juga ada penambahan dapur umum. Dari biasanya hanya 10 yang disiapkan, tahun ini ada 3 dapur umum tambahan.

Hal ini menindaklanjuti banyaknya para jamaah yang tidak kebagian konsumsi di titik yang jauh dari dapur umum.

“Tahun kemarin itu di Teluk Selong banyak jamaah yang tidak kebagian konsumsi, jadi kita tambah dapur umum juga disana,” bebernya.

Sementara itu, salah satu Ketua Dapur Umum, Muhammad Rofi’i mengaku bersyukur karena memiliki banyak persiapan dalam puncak peringatan, mengingat izin dari pihak keamanan sudah diterbitkan sejak jauh-jauh hari.

“Kalau tahun lalu izinnya keluar dari kepolisian dua hari menjelang peringatan, karena pandemi juga kan, jadi cukup kerepotanlah,” ungkapnya.

Puncak peringatan haul ke 217 pengarang kitab Sabilal Muhtadin tersebut akan digelar di Masjid Tuhfaturraghibin, Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (27/4) pagi.

Jumlah jemaah diprediksi akan membludak lantaran melandainya COVID-19 dan pencabutan PPKM oleh pemerintah. (SYA/RDM/RH)

Festival Becatuk Dauh Jadi Cara Pemkab Banjar Lestarikan Kearifan Lokal Islam

BANJAR – Grand Final Festival Becatuk Dauh (Bedug) Tahun 2023 berlangsung di lapangan Cahaya Bumi Selamat, Martapura, Selasa (11/4) malam. Ada 9 grup yang berhasil lolos ke babak grand final setelah mengikuti babak penyisihan pada 20-22 Maret lalu.

Peserta Festival Becatuk Dauh Tahun 2023 saat unjuk kebolehan dalam babak grand final

Saat membuka kegiatan, Wakil Bupati Banjar, Said Idrus Al Habsyi mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu cara Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), untuk melestarikan budaya.

Tradisi memukul (becatuk) dauh, diakuinya, dulunya sering dilakukan di masjid dan mushalla sebagai pertanda masuknya waktu sholat, dan kini telah mulai terpinggirkan.

“Sirine telah menggantikan peran beduk dalam banyak tempat. Oleh karena itu, kita perlu mengenang kembali nilai dan makna dari tradisi ini, serta menjaga agar tidak dilupakan di masa yang akan datang,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, menurut Said, juga mengingatkan kembali pentingnya melestarikan budaya dan tradisi Islam yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal di tengah pesatnya perkembangan jaman serta pengaruh globalisasi.

“Festival ini juga memiliki makna yang sangat penting bagi generasi muda di Kabupaten Banjar untuk berpartisipasi aktif dalam melestarikan tradisi Islam di masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, Haris Rifani mengungkapkan, tahun ini hanya ada beberapa Kecamatan yang mengikuti festival yang diselenggarakan setiap bulan Ramadhan ini.

“Mungkin karena sifatnya dadakan, dan juga festival ini kan sempat terhenti akibat pandemi. Kalau sebelum pandemi itu seluruh Kecamatan mengirim perwakilan,” ungkapnya.

Haris menyebut, total uang tunai yang diperebutkan pada festival tahun ini sebesar Rp 34 juta. Selain itu, ada pula tropi dan piala bergilir.

“Kita juga berikan hadiah untuk kategori busana terbaik, juara favorit, dan juara pelestari,” paparnya.

Terpilih sebagai juara pertama yakni grup Baitul Huda dari Pekauman, juara kedua grup Al Munir dari Tunggul Irang, dan juara ketiga grup Al Banjari dari Murung Kenanga. (SYA/RDM/RH)

Hewan Ternak di Kabupaten Banjar Dipastikan Bebas PMK

BANJAR – Hewan ternak di Kabupaten Banjar dipastikan aman dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Sempat jadi perbincangan beberapa waktu lalu, PMK yang diketahui menyerang sebagian besar ternak seperti sapi dan kerbau ini, nyatanya tidak berdampak kepada manusia.

Meski demikian, vaksinasi terhadap hewan ternak tetap digalakan oleh Pemkab Banjar. Terlebih menjelang perayaan Idul Fitri 1444 H.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Ternak dan Kesehatan Manusia Veteriner pada Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Lulu Vila Vardi mengungkapkan, sejak awal kemunculan penyakit itu di Kalsel, PMK sampai saat ini belum ditemukan di Kabupaten Banjar.

“Kami secara penuh menggalakan vaksinasi hewan ternak, itulah mungkin kenapa kasus PMK tidak ditemukan di sini,” ujarnya, Selasa (11/4).

Meski sempat ditemukan kasus PMK di Kabupaten Tabalong dan Tanah Laut, Aldi (sapaan akrab) menyebut, saat ini Kalsel sudah terbilang bersih dari PMK.

“Kita patut bangga dengan pemerintah kita, antisipasinya cepat. Bahkan sekarang kita sudah masuk Zona Putih (aman) PMK,” ujarnya.

Maka dari itu, ia memastikan bahwa virus ini tidak ada lagi di Kalsel terutama Kabupaten Banjar.

“Jangan ragu untuk membeli daging, apalagi menjelang Idul Fitri dan Idul Adha,” imbuhnya.(SYA/RDM/RH)

Menteri Kelautan dan Perikanan Resmikan SPBU Khusus Nelayan Pertama di Kab Banjar

BANJAR – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono meresmikan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) khusus untuk nelayan di Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar pada Jum’at (31/3). Kehadiran Menteri Sakti Wahyu ke Kalimantan Selatan sekaligus dalam Safari Ramadhan bersama nelayan dan pembudidaya ikan. Pada peresmian tersebut, juga berhadir Anggota DPR RI asal Kalimantan Selatan Syaifullah Tamliha, Wakil Bupati Kabupaten Banjar Said Idrus Al-Habsyie, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono, beserta pejabat lingkup Provinsi Kalsel dan Kabupaten Banjar.

Dalam sambutannya Sakti Wahyu menyampaikan, dengan diremsikannya SPBU Khusus nelayan di Kecamatan aluh- aluh, merupakan komitmen dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, untuk mempermudah akses BBM bagi para nelayan.

“Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk terus mempermudah akses BBM khususnya BBM bersubsidi bagi para nelayan,” ungkap Sakti Wahyu.

Menteri KKP Sakti Wahyu menambahkan, dengan diresmikannya SPBU khusus untuk nelayan yang pertama kali di Kabupaten Banjar ini, maka Provinsi Kalsel telah mempunyai 3 SPBU Khusus Nelayan.

“Untuk di Kalimantan Selatan SBPU nelayan juga sudah ada di Kabupaten Tanah Bumbu dan Tanah Laut,” tutup Wahyu. (MRF/RDM/RH)

Realisasi Pajak UPPD Samsat Martapura Hingga Februari 2023 Capai 26 M

BANJAR – Capaian realisasi pajak pada Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Martapura bulan Pertama dan Kedua ditahun 2023 ini sudah mencapai Rp 26 milyar lebih, hasil capaian ini merupakan capaian yang dinilai baik, dikarenakan masyarakat Kabupaten Banjar ikut berpartisipasi untuk membayar pajak kendaraan mereka.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala UPPD Samsat Martapura Zulkifli menyampaikan, pendapatan realisasi penerimaan pajak dibulan Januari hingga Februari tahun 2023 ini, telah terkumpul sebanyak Rp 14,7 Milyar dari Pajak kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) senilai Rp12. 8 Milyar, dan Pajak Air Permukaan (PAP) senilai Rp157 juta rupiah. Kalau ditotalkan, pada bulan pertama dan kedua diawal tahun 2023 ini UPDD Samsat Martapura telah mengantongi sebesar lebih dari Rp26 Miliar.

“Kalau di presentasikan PKB 15,5 persen, BBNKB 19,6 persen, dan PAP baru 2 persen,” lanjut Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, capaian pendapatan pajak air permukaan wilayah Kabupaten Banjar dinilai masih rendah dibandingkan capaian pada tahun 2022 dikarenakan adanya target pencapaian PAP yang cukup tinggi, yakni sebesar 8 milIar lebih. Namun pihaknya optimis, dapat mencapai target Pendapatan Pajak Air Permukaan hingga akhir tahun.

“Kendalanya selama ini ya memang pencapaian PAP karena target yang ditetapkan cukup besar sehingga kami tidak bisa memenuhi, padahal ditahun 2022 itu target kita dari Rp 6,9 milyar dan diperubahan turun menjadi Rp 1,8 milyar dan kami berhasil mencapai Rp 1,4 milyar, ” Ungkap Zulkifli.

Kemungkinan adanya target perubahan Pajak Air Perubahan (PAP) akan terjadi di Triwulan ketiga tahun 2023 ini, sehingga target perubahanlah yang akan dipakai. Dengan demikian pihaknya mengharapkan adanya target perubahan untuk capaian PAP. (MRF/RDM/RH)

UPPD Samsat Martapura Buka Warung Samsat

BANJARBARU – Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Sistem Administrasi Manunggal Satu Pintu (Samsat) Martapura sekarang mempunyai inovasi terbaru untuk meningkatkan pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor di Kabupaten Banjar, yakni dengan membuka warung samsat, yang terletak di Halaman Kantor UPPD Samsat Martapura, setiap Senin – Sabtu, kecuali Jum’at dan Minggu.

Kepada Abdi Persada FM, belum lama tadi Kepala UPPD Samsat Martapura Zulkifli menyampaikan, warung samsat tersebut dibuka pada jam 16.00 – 21.00 WiTA, dengan tujuan untuk mengakomodir para wajib pajak yang tidak sempat membayar pajak pada siang hari.

Menurutnya, terdapat 2 layanan yang dibuka pada Warung Samsat, yakni pembayaran pajak tahunan dan pajak online. Untuk pajak online pihaknya bisa melayani pelanggan wajib pajak dari seluruh Kalsel, dan bukan berpatok pada wajib pajak di Kabupaten Banjar saja.

“Dengan adanya pelayanan pajak online di warung samsat, maka wajib pajak tidak perlu berhadir untuk membayar pajak,” lanjut Zulkifli.

Ia melanjutkan, dengan adanya perubahan jam pelayanan dibulan ramadhan, yakni senin hingga kamis pelayanan akan dibuka mulai pukul 08 pagi hingga pukul 1 siang, Pada jum’at akan dibuka mulai pukul 08 pagi hingga pukul 11, dan pada sabtu akan dibuka pada pukul 08 pagi hingga pukul 12 siang. Namun jadwal pelayanan di warung samsat tetap sama dan tidak mengalami perubahan di bulan penuh berkah ini. Mengingat tujuan pembukaan warung samsat, yakni untuk mengakomodir para wajib pajak yang tidak sempat membayar pada pagi dan siang hari, sehingga warung samsat tetap dibuka pada sore hari.

“Pelayanan warung samsat di bulan ramadhan tidak mengalami perubahan jadwal, yakni mulai pukul 04 sore – hingga pukul 09 malam, ” tutup Zulkifli. (MRF/RDM/RH)

Warga Gudang Tengah Minta Pemda di Kalsel Lebih Perhatikan RTLH

Banjar – Akibat dilanda banjir, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Banjar semakin bertambah. Saat ini saja, Kabupaten Banjar menjadi salah satu daerah yang jumlah RTLH-nya sangat banyak dibanding daerah lain mencapai 20 ribuan.

Tokoh Desa Gudang Tengah, Maidah mengatakan karena berada di dataran rendah, banyak rumah yang rusak bahkan roboh karena terjangan banjir. Sedangkan, menurutnya, usulan demi usulan telah disampaikan pihak terkait namun tidak bisa ditangani sepenuhnya.

“Banyak yang tidak layak huni, karena memang rumahnya sudah tua maupun terendam banjir jadi rusak. Kami sudah usulkan ke aparat desa. Alhamdulillah sebagian sudah ada yang diperbaiki tapi ada juga sebagian yang belum,” katanya kepada wartawan, usai mengikuti sosialisasi Perda Nomor 11 Tahun 2019 yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel Isra Ismail, Senin (20/3).

Sementara, warga Desa Gudang Tengah, Arsuni menambahkan pihaknya mengusulkan agar pemerintah daerah, baik Pemprov Kalsel maupun Pemkab Banjar memberikan perhatian khusus kepada warga yang terdampak banjir, termasuk rumah mereka yang rusak.

“Karena daerah kami berada di dataran rendah, banyak rumah yang terendam banjir saat ini, jadu kami perlu perhatian khusus dari pemerintah daerah untuk menindaklanjuti masalah banjir tersebut,” jelasnya.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Anggota Komisi DPRD Kalsel, Isra Ismail menyebutkan bahwa kabupaten Banjar memang menjadi perhatian utama dirinya. Mengingat kabupaten ini merupakan salah satu daerah yang jumlah RTLH-nya sangat banyak dibanding daerah lain, bahkan mencapai 20 ribuan jika ditotal dengan rumah yang tidak layak huni karena bencana saat ini.

“Saya selaku anggota DPRD ingin memperjuangkan harapan dari masyarakat yang terkena dampak banjir maupun yang terkait RTLH. Mereka melalui Kades bisa mengusulkan perbaikan untuk RTLH tersebut. Mungkin rumahnya sudah tua dan kemampuan untuk memperbaiki tidak ada,” tuturnya.

Selain perumahan, Isra juga berharap agar kawasan permukiman dapat tertata dengan baik, misalnya terkait drainase, tata kelola sampah dan sebagainya. Ia juga berharap agar Pemprov Kalsel dan Pemkab Banjar memberikan perhatian untuk perbaikan RTLH warga yang tidak mampu.

Untuk diketahui, sosialisasi Perda Nomor 11 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Pemukiman ini menghadirkan narasumber yaitu Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalsel, Isma Agrianti yang juga memaparkan mengenai teknis pengajuan atau usulan agar RTLH bisa segera tertangani pemerintah. (NRH/RDM/APR)

Syarifah Rugayah Ajak Masyarakat Implementasikan Nilai-nilai Pancasila di Tengah Bencana

Banjar – Bencana banjir yang melanda di beberapa wilayah di provinsi Kalimantan Selatan menjadi perhatian serius dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan. Salah satunya, Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Syarifah Rugayah.

Selain turun langsung ke lapangan untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir, Syarifah Rugayah juga berupaya menguatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara.

“Oleh karena itu sudah seharusnya bila nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam perilaku termasuk ketika terjadi bencana,” katanya kepada wartawan, Senin (20/3).

Lebih lanjut, Syarifah menjelaskan beberapa contoh penerapan sila-sila Pancasila dalam kondisi di terjadi bencana. Yakni sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, yang mengandung makna bahwa setiap orang harus meyakini bahwa adanya keberadaan Tuhan yang menciptakan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini.

Suasana Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila

“Kita berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT untuk keselamatan agar bencana ini segera berakhir,” terangnya.

Penerapan sila ke 2, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, kata Syarifah Rugayah, misalnya memperlakukan satu sama lain dengan memperhatikan etika, sehingga muncul rasa memanusiakan manusia.

“Kemudian implementasi sila ke 3, Persatuan Indonesia, contohnya bersama-sama tolong menolong dalam menghadapi dan mengatasi bencana ini dengan memberikan bantuan materiil dan non materi serta doa untuk saudara-saudara kita,” tuturnya.

Sedangkan penerapan Sila Ke-4, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, misalnya peran masyarakat menjadi unsur yang penting tidak hanya pemerintah saja dalam mengatasi dan menghadapi dampak dari bencana.

“Serta implementasi Sila Ke-5, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, contohnya dibutuhkan sinergitas yang baik seperti kerja sama antara masyarakat dan masyarakat serta kerja sama antara masyarakat dan pemerintah serta bersikap adil,” tuturnya.

Ditambahkan Syarifah Rugayah, intinya Pancasila hadir sebagai ruh kepribadian bangsa yang mengingatkan bahwa semua pihak tetap harus bekerja sama serta bersatu dalam menanggulangi bencana.

Untuk diketahui, sosialisasi nilai-nilai Pancasila tersebut menghadirkan narasumber yaitu Widyaiswara BPSDM Provinsi Kalsel, Ratna Rosana dan diikuti dengan antusias puluhan warga Desa Panggalaman Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, Sabtu (18/3) lalu. (NRH/RDM/APR)

Pemkab Banjar Terus Kirim Bantuan Hingga Pasca Banjir

BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar tidak menutup mata terhadap banjir yang melanda sejumlah kecamatan akibat hujan deras sejak Januari lalu.

Sejumlah logistik sudah disalurkan, mulai dari makanan, obat-obatan hingga perahu karet.

Bantuan itu bahkan disalurkan sebelum status darurat bencana ditetapkan pada Senin (27/2) lalu.

Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Warsita

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Warsita mengungkapkan, setiap kiriman logistik dari BNPB datang, pihaknya langsung menyalurkan bantuan ke posko yang tersebar di 11 Kecamatan.

“Nanti dari posko kecamatan itu, mereka salurkan ke desa yang terdampak,” ungkapnya, Jumat (10/3).

Selain dari BPBD Banjar, bantuan juga diakuinya disalurkan oleh dari SKPD lain seperti Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.

“Karena ini memang sudah tugas kita untuk membantu warga,” ucapnya.

Meski sejumlah wilayah sudah terbebas dari genangan air. Namun berdasarkan peninjauan yang dilakukannya pada Kamis (8/3) kemarin, masih ada beberapa wilayah yang tergenang.

” Ada beberapa desa di Martapura timur, Astambul, Martapura Barat, dan 6 Desa di Sungai Tabuk,” bebernya.

Warsita menyebut, pihaknya sendiri menugaskan 4 orang patroli yang berjaga 24 jam di posko induk BPBD Banjar, untuk menghimpun informasi dari tiap posko kecamatan. Petugas di bagi menjadi dua shift, setiap laporan yang mereka terima akan disiarkan pada pagi dan sore hari.

Penanggulangan pasca banjir juga dilakukan. Seperti penyaluran air bersih untuk kebutuhan minum dan memasak, serta perahu untuk wilayah yang akses jalannya masih tergenang air.

“Ada sekitar 10 tandon dalam 1 kelurahan, bagi wilayah yang masih tergenang air kami memfasilitasi dengan 1 kapal dan 1 jukung,” tuturnya.

Warsita meminta kepada masyarakat yang masih terkena musibah banjir untuk bersabar dan tetap waspada. Ia juga berharap bencana tersebut cepat berlalu.(SYA/RDM/SA)

Masuki Usia ke 20 Tahun, SMA Negeri 1 Karang Intan Bidik Akreditasi A

BANJAR – SMA Negeri 1 Karang Intan, Kabupaten Banjar, diminta terus berkomitmen untuk berpartisipasi dalam menyiapkan generasi berkualitas dan unggul.

Permintaan itu disampaikan Bupati Banjar Saidi Mansyur, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Bidang Perekonomian Pembangunan, Ikhwansyah, saat menghadiri puncak peringatan HUT SMA Negeri 1 Karang Intan, Kamis (9/3).

Asisten Bidang Perekonomian Pembangunan Setdakab Banjar, Ikhwansyah, saat membacakan sambutan Bupati Banjar

Menurut Bupati, peserta didik yang saat ini menimba ilmu di sekolah itu merupakan generasi milenial yang 10 sampai 15 tahun mendatang, merupakan generasi yang sangat produktif.

Selain harus memiliki kecerdasan dan keahlian, generasi milenial ini menurutnya harus produktif serta berjiwa kreatif dan inovatif, agar memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan di masa mendatang.

“Ini jadi tanggung jawab besar bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), untuk menjadikan mereka sebagai generasi yang mampu berkiprah dan memberikan peran terbaik dalam pembangunan,” ucapnya.

Seluruh jajaran sekolah, menurutnya, juga harus turut berkontribusi mencari langkah strategis dalam mengatasi berbagai problema dunia pendidikan di Kabupaten Banjar dan Kalimantan Selatan.

“Sekolah Penggerak SMA Negeri 1 Karang Intan harus terus berkarya dan berinovasi dalam menyiapkan generasi yang berkarakter religius, berbudaya, cerdas, kreatif, dan inovatif serta mengutamakan akhlak yang mulia,” pintanya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Karang Intan, Ayu Herlina Rustam mengaku, domisili sekolah yang memiliki tingkat sosial serta budaya yang kuat, menjadi salah satu tantangan bagi PTK untuk membentuk kualitas peserta didiknya.

Kepala SMAN 1 Karang Intan, Ayu Helina Rustam, saat memberikan keterangan kepada wartawan

Komitmen dan keyakinan yang tinggi, serta kerjasama dan pendekatan yang berkelanjutan kepada peserta didik maupun orang tua/wali, menurutnya menjadi kunci kesuksesan sekolah yang berstatus sebagai Sekolah Penggerak di Kalsel ini.

“Dengan kasih sayang, dengan pembelajaran yang fokus pada anak. Kami yakin anak-anak kami akan bisa dirangkul dengan penuh kemandirian dan juga akan menjadikan manusia yang berkualitas,” ungkapnya.

Adapun di usia ke 20 tahun ini, Ayu bertekad menjadikan akreditasi SMA Negeri 1 Karang Intan menjadi A. Ia mengaku sudah membentuk tim yang beranggotakan PTK sekolah untuk bisa menyelesaikan dan mempersiapkan segala sesuatunya.

“Kita sampai saat ini masih akreditasi B, jadi tahun ini kita ingin tingkatkan menjadi A,” bebernya.

Di sisi lain, sekolah yang juga dianugerahi penghargaan Adiwiyata Nasional pada tahun 2022 lalu itu, berencana untuk mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional Mandiri di tahun ini.

“Kami tahun ini adalah target Adiwiyata Nasional Mandiri, kita nanti akan mengelola beberapa sekolah binaan. Nah kedepannya beberapa sekolah akan kita bina terutama di daerah Kecamatan Karang Intan ini,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version