Permudah Pelayanan Kepegawaian Dalam Usulan Jabatan Fungsional, BKPSDM Banjar Launching Aplikasi Si-JAFUNG

Martapura – Untuk mempermudah usulan pengembangan karir jabatan fungsional bagi PNS Pejabat Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar, Pemkab setempat melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banjar meluncurkan Sistem Elektronik Usulan Pengembangan Karir Jabatan Fungsional (Si-JAFUNG), Selasa (8/8) yang peresmiannya dilakukan oleh Kepala BKPSDM Banjar Erny Wahdini.

Dalam sambutanya Kepala BKPSDM Kab Banjar, Erny Wahdini menyampaikan melihat banyaknya jenis usulan layanan kepegawaian yang ada di BKPSDM jika masih menggunakan metode manual, dinilai tidak akan efektif.

“Dalam artian masih menggunakan berkas fisik, dapat dibayangkan seberapa banyak tumpukan kertas/dokumen yang ada di BKPSDM. Maka tidak sesuai dengan arahan Presiden RI yang menyatakan bahwa, reformasi birokrasi bukan tumpukan kertas,” ujar Erny.

Sehingga menurutnya, harus ada inovasi untuk menjadi solusi agar usulan layanan kepegawaian tidak lagi menjadi tumpukan kertas.

“Oleh karena itu BKPSDM Kabupaten Banjar telah menghadirkan inovasi Si-JAFUNG (Sistem Elektronik Usulan Pengembangan Karir Jabatan Fungsional) yang diciptakan oleh Kasubbid Pengembangan Jabatan Fungsional Nova Dwi Riyanto,” ucapnya lebih lanjut.

Tujuan dari aplikasi ini, tambah Erny, diantaranya untuk mewujudkan Reformasi Birokrasi bukan tumpukan kertas serta Birokrasi lincah dan cepat.

“Semoga dengan adanya aplikasi ini dapat mempermudah usulan dan mempercepat proses usulan layanan kepegawaian,” tutupnya.

Seperti diketahui, inovasi seprti ini dinilai sejalan dengan amanat dari peraturan presiden nomor 95 tahun 2018 tentang sistem pemerintahan berbasis elektronik dan sesuai arahan Presiden RI Bapak Joko Widodo tentang reformasi birokrasi. Disana terdapat 3 point yang harus menjadi perhatian bersama. Yakni, Birokrasi yang berdampak, dirasakan langsung oleh masyarakat, Reformasi birokrasi bukan tumpukan kertas dan Birokrasi lincah dan cepat. (RDM/APR)

Warga Indra Sari Minta Wakil Rakyat Perjuangkan Bantuan Guna Tingkatkan Kesejahteraan

Banjar – Warga Desa Indra Sari Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar meminta Wakil Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan untuk memperjuangkan bantuan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

Permintaan itu disampaikan Sekretaris Desa Indra Sari, Isti saat mengikuti sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail, pada Senin (7/8).

Isti menjelaskan dalam kegiatan sosialisasi tersebut, beberapa usulan masyarakat antara lain pengembangan lembaga karang taruna dan kegiatan PKK dalam rangka peningkatan ekonomi di bidang UMKM.

“Kami berharap kepada Pak Isra sebagai Wakil Rakyat dapat memperjuangkan usulan-usulan warga agar bisa terwujud,” terangnya.

Menanggapi usulan tersebut, Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail mengharapkan agar aspirasi yang disampaikan warga menjadi perhatian dan mendapatkan dukungan Pemerintah Daerah, baik dari Pemprov Kalsel maupun Pemkab Banjar.

“Beberapa usulan yang disampaikan warga berkaitan pengembangan lembaga karang taruna dengan mengadakan pelatihan otomotif. Selain itu, warga juga berharap agar hasil produksi UMKM mereka bisa lebih dikembangkan. Hal ini tentunya perlu dukungan Pemda agar dapat memfasilitasi atau memberikan bantuan sehingga harapan warga bisa terpenuhi,” jelasnya.

Sementara, Ketua RT 11 Desa Indra Sari, Misno berharap warga dapat menyebarluaskan nilai-nilai Pancasila yang disampaikan melalui sosialisasi ini sehingga semakin banyak yang mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

“Terimakasih kami sampaikan kepada Pak Isra yang sudah melaksanakan sosialisasi nilai-nilai Pancasila di desa kami. Semoga kami dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sosialisas nilai-nilai Pancasila ini yang juga dihadiri tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Desa Indra Sari menghadirkan narasumber yaitu Kepala Kesbangpol Kabupaten Banjar. (NRH/RDM/APR)

Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Ikuti Skrining Tuberkulosis

BANJAR – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan, antusias ikuti kegiatan investigasi kontak tuberkulosis (TB) dan penyuluhan kesehatan yang dilangsungkan oleh Puskesmas Karang Intan 1 di Aula Ruang Kunjungan Lapas, Selasa (8/8).

Petugas Kesehatan Poliklinik Lapas Narkotika Karang Intan, Nanda menyampaikan, kegiatan investigasi kontak dan penyuluhan TB ini sebagai tindak lanjut atas temuan lima indeks kasus TB di Lapas Narkotika Karang Intan yang sedang menjalani pengobatan.

“Jadi hari ini 40 Warga Binaan diikutkan dalam investigasi kontak, untuk mencegah penularan TB di lingkungan Lapas,” ucap Nanda.

Sementara itu, Pengelola TB Puskesmas Karang Intan 1 Yuliani menyampaikan, berkat adanya koordinasi dengan Lapas Narkotika Karang Intan, membuat kegiatan investigasi TB bejalan lancar hingga akhir kegiatan.

“Hasil skrining didapati responden yang mengikuti investigasi, dari sembilan indikator yang ditanyakan rata-rata terdapat tiga pertanyaan yang mayoritas mereka positif,” ucap Yuliani.

Ia melanjutkan, dari kegiatan investigasi TB dan penyuluhan kesehatan yang dilangsungkan, diharapkan terditeksi lebih dini kasus TB di Lapas Narkotika Karang Intan dan mencegah penularan TB antar Warga Binaan sehingga meminimalkan angka kematian akibat penyakit TB di Lapas.

Untuk diketahui, pada pemeriksaan skrining TB, satu persatu warga binaan tertib mengikuti pemeriksaan yang dilakukan Petugas Puskesmas Karang Intan 1, yang terdiri atas kader TB Desa Lihung Kecamatan Karang Intan. Kader melakukan skrining kepada responden yang terindikasi TB dan kontak erat dengan pasien-pasien TB di Lapas Narkotika Karang Intan. (MRF/RDM/APR)

Pemerintah di Kalsel Turut Berkomitmen Turunkan Stunting Hingga 14 Persen

BANJAR – Pemerintah berkomitmen untuk turut mengawal penurunan angka stunting hingga 14 persen di tahun 2024. Pada momen peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke 30 di Kalsel diharapkan setiap daerah mampu menekan laju pertumbuhan angka stunting.

Penyerahan penghargaan dari Kepala BKKN RI Hasto Wodoyo kepada Pemprov Kalsel dalam rangka menekan dan menggencarkan program stunting di daerah

Staf Ahli Gubernur bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setdaprov Kalsel, Sulkan, mengungkapkan, saat ini prevalensi stunting di Kalsel sudah berada diangka 24,6 persen. Meski menurun, kerjasama yang baik setiap daerah harus benar-benar dijalankan

“Jadikan HARGANAS ke 30 ini menjadi momen untuk bersama-sama menekan lajunya pertumbuhan stunting di Kalsel,” ujarnya saat membacakan isi sambutan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, dalam acara Hari Keluarga Nasional ke 30 tingkat Provinsi Kalsel, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ratu Zalecha Martapura, Kabupaten Banjar, Kamis (27/7).

Penyerahan pengharagaan dari BKKN RI bagi daerah kabupaten/kota yang berhasil menyelenggarakan program stunting di Kalsel

Ia menekankan program yang tengah digencarkan setiap daerah dapat benar-benar dijalankan secara maksimal.

“Tentu betapa pentingnya membangun ketahanan keluarga agar bebas dari stunting dengan memaksimalkan makanan bergizi bagi anak agar pencegahannya dapat dilaksanakan dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN RI, Hasto Wadoyo, menyampaikan, saat ini pemerintah sedang gencarnya mengejar bonus demografi yang bertujuan untuk kemajuan negara.

“Kesempatan untuk bonus demografi hanya tinggal 13 tahun lagi dan sebenarnya tinggal 12 tahun lagi karena 2035 penduduk kita sudah banyak tua semuan,” bebernya.

Apalagi, kata dia, jumlah melahirkan juga berdampak semakin menurun apabila penanganan stunting tidak maksimal dilaksanakan oleh setiap daerah.

“Akhirnya generasi mudanya sedikit dan tuanya semakin banyak. Apalagi, kualitas pendidikan dan ekonomi yang didapatkan juga rendah ini sangat berbahaya. Maka dari itu, kita harus serius dalam menanganinya,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

40 Pejabat Eselon III Lingkup Pemkab Banjar Jalani PKA

BANJAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar menggelar Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III Tahun 2023 dengan diikuti 40 Pejabat Eselon III dari SKPD lingkup Pemkab Banjar.

Foto bersama peserta PKA Angkatan III Pemkab Banjar bersama dengan tamu yang hadir pada pembukaan

Pelatihan dibuka oleh Bupati Banjar diwakili Asisten Administrasi Umum Rahmad Dhani, di Aula Sultan Sulaiman BKPSDM, Martapura, Kamis (20/7).

Asisten Administrasi Umum Setdakab Banjar, Rahmad Dhani, saat membacakan sambutan Bupati Banjar

Melalui sambutan tertulisnya, Bupati Banjar Saidi Mansyur berharap, pelatihan ini mampu menjadi momentum dalam meningkatkan kemampuan, kapasitas dan kompetensi teknis manajerial Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Banjar, khususnya Pejabat Administrator.

“Kompetensi pelatihan ini adalah pemimpin perubahan dengan konsep kepemimpinan adaptif. Yaitu pemimpin yang mampu melakukan adaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungannya,” ujarnya.

Tipe pemimpin tersebut, menurut Bupati, sangat diperlukan di era globalisasi dan digitalisasi sekarang. Mereka dituntut bekerja lebih ekstra di tengah perubahan di masyarakat, terutama cepatnya informasi dan teknologi saat ini.

“Yang terpenting dalam pelaksanaan pelatihan ini adalah bagaimana aksi perubahan. Para peserta harus dapat merealisasikan hasilnya dengan baik dan diimplementasikan dalam unit kerjanya,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banjar Erny Wahdini mengatakan, PKA Angkatan III akan digelar selama 11 hari. Ia berharap pelatihan ini bisa meningkatkan kompetensi manajemen leadership pada pejabat administrator.

“Sehingga secara tidak langsung meningkatkan indeks kualitas ASN,” tuturnya. (SYA/RDM/RH)

Peserta Putri KBN 2023 Jalani Napak Tilas dan Jelajah Alam di Tahura Sultan Adam

BANJAR – Sebanyak 462 peserta putri Kemah Bela Negara (KBN) Nasional Tahun 2023 menjalani napak tilas dan jelajah alam di Tahura Sultan Adam, Kabupaten Banjar, Selasa (11/7).

Sejumlah peserta saat menjelajah alam Tahura Sultan Adam, kegiatan ini bagian dari rangkaian KBN Nasional 2023 di Kalsel.

Koordinator Kegiatan KBN Nasional 2023 Ahmad Husen mengatakan, perjalanan menjelajah alam yang ditempuh ratusan Pramuka Penggalang putri itu kurang lebih sejauh dua kilometer. Mereka semua akan menginap selama satu malam sembari dibekali tentang wawasan bela kebangsaan.

Peserta putri KBN Nasional 2023 saat mendengarkan arahan dari Seksi Operasi Slamet Sarwono (kiri) tentang lokasi Sub Camp.

“Ada Sub Camp disini, nanti yang memberi materi dari TNI dan Polri,” ujarnya.

Sementara itu Seksi Operasi sekaligus Perwira Pratama (Pama) Yonif 623 Slamet Sarwono menjelaskan ratusan peserta putri itu nantinya akan dibagi ke delapan pos.

Setiap pos meliputi berbagai kegiatan kegiatan dan pembekalan materi. Mulai dari outbound, pengenalan navigasi darat, pengetahuan tentang lalu lintas, hingga pengenalan tentang drone.

“Mudah-mudahan materi yang diberikan hari ini bisa jadi bekal mereka untuk mendaftar sebagai anggota TNI maupun Polri,” harapnya.

Adapun selain pembekalan tentang wawasan kebangsaan, kegiatan juga dirangkai dengan pagelaran busana dari setiap Kwarda di malam hari. (SYA/RDM/RH)

29 Kasus Diungkap Polres Banjar Dalam Ops Antik Intan 2023

BANJAR – Sebanyak 29 kasus terungkap oleh Kepolisian Resor (Polres) Banjar selama periode 15 – 28 Juni 2023 melalui Operasi Antik Intan. 32 tersangka berhasil di tahan. Satu diantaranya masih dibawah umur dan berstatus pelajar di sekolah menengah atas.

Sejumlah tersangka yang berhasil diringkus dalam Ops Antik Intan 2023 Polres Banjar

Saat menggelar konferensi pers di Halaman Depan Polres Banjar, Rabu (5/7), Kapolres Banjar AKBP Muhammad Ifan Hariyat menyampaikan telah mengungkap kasus narkotika di wilayah hukum Polres Banjar di beberapa tempat kejadian perkara.

“Disamping dalam Operasi Antik Intan, Sat Narkoba Polres Banjar juga mengungkap kasus narkotika dan penyalahgunaan menjual obat tanpa ijin edar,” ucap Kapolres dihadapan puluhan awak media.

Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan petugas dalam Ops Antik Intan 2023

Adapun  barang bukti yang diamankan yaitu Sabu-Sabu seberat 55,17 Gram, Aprazolam 31 butir, Valdimex 20 butir, Atarak 20 Butir, Zenith 115 Butir dan Dextro 43 Butir.

“Pelaku menguasai sabu untuk dijual kembali. Pengedar dan kurir,” ungkapnya.

Menurut pengakuan tersangka, disebutkan Kapolres, peredaran narkotika dilakukan untuk mencukupi kebutuhan hidup karena mereka tidak memiliki pekerjaan tetap.

Atas tindakan tersebut para tersangka dijerat dengan Undang-undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 dan 112 dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara.

“Untuk yang masih dibawah umur kita lakukan diversi,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Pemkab Banjar Dorong Pekerja Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

BANJAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar mendorong pekerja agar mendapat jaminan perlindungan sosial melalui keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Suasana FGD Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Pemkab Banjar dan BPJS Ketenagakerjaan Banjarmasin di salah satu hotel kota Banjarbaru, Rabu (5/7).

Tindakan itu merupakan upaya dukungan Pemkab Banjar terhadap Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek).

Dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan Banjarmasin bersama Pemkab Banjar, di salah satu hotel kota Banjarbaru, Rabu (5/7), Sekdakab Banjar Muhammad Hilman mengatakan ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari keikutsertaan program BPJS Ketenagakerjaan. Diantaranya jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan hari tua.

Bagi yang ingin mendaftar juga tidak harus bekerja formal. Pekerja informal seperti kuli bangunan, juru parkir hingga atlet pun bisa mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

(ki-ka) Sekdakab Banjar Muhammad Hilman didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Banjarmasin Murniati saat memberikan keterangan kepada wartawan

“Sederhananya siapa saja yang berusaha memenuhi kebutuhan hidup itu disebut pekerja dan bisa mendaftar,” ujar Hilman.

Melalui perlindungan jaminan sosial ini, menurut Hilman juga akan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama bagi yang kehilangan anggota keluarganya akibat kecelakaan kerja.

“Dengan begini kemiskinan ekstrem Kabupaten Banjar juga akan berkurang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Banjarmasin Murniati mengungkapkan, pihaknya telah memberikan kemudahan bagi pekerja informal yang ingin mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui Agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Agen Perisai).

Agen itu bertugas melalukan sosialisasi, akuisisi, edukasi, menerima pendaftaran, kemudian meng-collect iuran dan pengelolaan kepersertaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

“Siapa saja terkecuali ASN bisa menjadi Agen Perisai. Syaratnya cukup KTP dan ijazah minimal SMA sederajat,” terangnya.

Murniati menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan bekerjasama dengan seluruh Puskesmas di Kabupaten Banjar, agar setiap pekerja yang mengalami luka ringan saat bekerja tidak perlu jauh-jauh pergi ke rumah sakit.

“Kita berikan kemudahan bagi peserta kita yang di pelosok,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Bupati Minta Program SKPD Tersusun Dengan Baik

BANJAR – Bupati Banjar Saidi Mansyur, meminta program SKPD disusun dengan baik agar terlaksana dengan lancar tahun ini. Penyesuaian visi dan misi, penggunaan anggaran dituntut harus sesuai dengan kebutuhan.

“Dan untuk perubahan anggaran disesuaikan lagi, kami menginginkan ada kemajuan dalam pencapaian visi dan misi kita, dan penyesuaian program ini sesuai dengan target,” pinta Saidi Mansyur saat memimpin Rakor mingguan, di Aula Barakat Martapura, Senin (3/7).

Bupati juga meminta perhatian terhadap kualitas kesehatan, pendidikan dan infrastruktur. Menurutnya tiga sektor tersebut harus terus didukung pengembangannya agar lebih meningkat.

“Saya ingin segala permasalahan di wilayah Kabupaten Banjar bisa teratasi,” ungkapnya.

Penanganan inflasi pun demikian. Saidi meminta seluruh stakeholder agar bekerjasama dalam mengendalikan inflasi di Kabupaten Banjar.

Menurut Saidi, kerjasama itu bisa dilakukan melakui langkah-langkah strategis demi menjaga ketersediaan bahan pangan dan kestabilan harga.

“Kita bisa lakukan bakti sosial seperti memberikan sembako kepada warga. Jadi mengurangi beban rumah tangga mereka,” tuturnya.

Pemkab Banjar sendiri kini memiliki program Pencanangan Gerakan Menanam dengan memberikan 1.600 bibit cabai ke masyarakat. Tujuannya agar meningkatkan suplai pangan dan membantu mengendalikan harganya di pasaran.

“Apalagi komoditas cabai merah menjadi salah satu penyumbang inflasi di daerah kita,” terangnya.

Selain itu industri kecil menengah (IKM) juga tak luput dari perhatian. Melalui Program Kredit Usaha Rakyat Martapura Maju, Mandiri dan Agamis (KURMA MANIS), Pemkab Banjar memberikan pinjaman tanpa bunga dan biaya administrasi kepada pelaku usaha berbagai sektor, seperti pertanian, perikanan, peternakan, perdagangan, industri kecil dan lainnya.

“Kami telah mengalokasikan dana sebesar 4,5 Miliar Rupiah untuk mendukung program ini,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Bupati Banjar Minta Sinergitas Seluruh Lapisan Masyarakat Untuk Cegah Karhutla

BANJAR – Kondisi cuaca hingga Juni 2023 di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan termasuk Kabupaten Banjar masih diselimuti hujan. Meski begitu Pemerintah Kabupaten Banjar tetap berupaya mencegah kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Karhutla tahun 2023, di Aula Kantor Badan Kesbangpol Banjar, Martapura, Rabu (14/6), Bupati Banjar Saidi Mansyur meminta seluruh elemen baik pemerintah, swasta dan masyarakat mampu mendukung program pemerintah untuk menurunkan titik panas.

“Saya mengajak semua pihak bekerja keras dalam meningkatkan upaya-upaya pencegahan terjadinya bencana kabut asap akibat karhutla,” ucapnya.

Bupati Banjar juga meminta seluruh elemen tersebut agar selalu siap dalam upaya preventif maupun pemadaman dini karhutla hingga pemadaman lanjutan secara tuntas.

“Terutama pada kawasan pertanian, perkebunan dan lahan tidur atau semak belukar lainnya,” terangnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar Warsita menerangkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait penanggulangan dini karhutla.

Kalak BPBD Banjar, Warsita (putih) saat menyampaikan masukan dalam rakor penanggulangan karhutla. foto : HumasBanjar

“Kita juga sudah memasang spanduk peringatan,” ungkapnya.

Warsita mengaku pihaknya juga menyiapkan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang berjaga selama 24 jam di posko induk BPBD Banjar. Tim itu, siap memonitoring dan menindaklanjuti laporan masyarakat maupun relawan terkait kemunculan titik api.

“Kami minta kerjasama juga dari masyarakat untuk menghindari membakar lahan karena untuk memadamkannya sangat susah dan melibatkan semua pihak,” pintanya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version