Wujud Peduli Sesama, DPW PPLIPI Kalsel Berikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar

BANJAR – Wujud kepedulian terhadap sesama, ditunjukkan keluarga besar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Kalsel melalui pemberian bantuan kepada warga di Kabupaten Banjar yang sampai saat ini masih terdampak banjir.

Bersama DPC PPLIPI dari Kabupaten/Kota, Ketua DPW PPLIPI Kalsel Nawang Wijayati memberikan bantuan puluhan paket sembako ke sejumlah lokasi, salah satunya di Desa Bincau Muara, Kecamatan Martapura.

Ketua DPW PPLIPI Kalsel Nawang Wijayati (topi) menyerahkan bantuan kepada warga

“Memang hanya beberapa lokasi yang bisa kami berikan bantuan, karena keterbatasan yang kami miliki. Tetapi semoga bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat,” ucap Nawang Wijayati di sela penyerahan bantuan, Rabu (5/2).

Keluarga besar DPW PPLIPI Kalsel melakukan foto bersama dengan para penerima bantuan di salah satu titik penyaluran

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya di bantu langsung oleh Babinsa setempat, untuk memastikan titik lokasi yang masih terendam cukup parah.

“Alhamdulillah kami bisa di sambut baik dan di bantu juga dalam menyalurkan bantuan ini. Hasilnya, bantuan yang kami berikan tepat sasaran dan masyarakat juga bisa antri lebih rapi,” ungkapnya.

Meski prihatin atas bencana yang melanda sejak beberapa bulan itu, Nawang mengimbau masyarakat dan perangkat desa setempat untuk lebih aktif dalam meminimalisir dampak banjir saat musim hujan tiba.

“Misalnya melalui gotong royong untuk membersihkan selokan agar tidak tersumbat. Yang lebih penting lagi yaitu kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai, karena akan meningkatkan luapan air saat musim hujan,” tuturnya.

Babinsa Desa Bincau Muara, Serda Suroto menyampaikan terima kasih kepada DPW PPLIPI Kalsel karena telah menunjukkan kepeduliannya kepada warga terdampak musibah banjir.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan DPW PPLIPI Kalsel ini bisa memotivasi organisasi lain untuk turut memberikan kepedulian kepada sesama,” harapnya.

Selain dari pihak TNI, dalam penyerahan bantuan DPW PPLIPI Kalsel juga melibatkan para generasi muda, yakni organisasi Lagi Mens, yang beranggotakan remaja perempuan di Kalsel.

Organisasi diketuai Nur Azelia Humani Santang itu, turut memberikan bantuan kepada warga, khususnya keperluan wanita saat mengalami menstruasi.

“Selain bahan pokok kami juga memberikan pembalut kelada warga. Karena selama ini bantuan pembalut jarang diberikan, padahal bagi perempuan itu salah satu keperluan wajib terutama pada saat masa menstruasi,” jelas Alma sapaan akrabnya. (SYA/RDM/RH)

Jadwal Tahap Pertama Program MBG di Kabupaten Banjar Masih Belum Dipastikan

BANJAR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banjar sampai saat ini masih belum ditentukan kepastian tanggalnya.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Banjar, Dimyati mengatakan, Kabupaten Banjar dijadwalkan akan melaksanakan program MBG tahap pertama mulai 3 Februari 2025, bersama kota Banjarbaru dan Banjarmasin.

Namun hingga saat ini, Dimyati menyebut belum menerima informasi lebih lanjut terkait kepastian tanggalnya.

“Harusnya sudah mulai hari ini, tetapi kita belum dapat petunjuk apapun dan yang bertanggung jawab dalam program ini semuanya dari pusat,” katanya, Senin (3/2).

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Banjar, Dimyati

Meski belum bisa memastikan pelaksanaan MBG tahap pertama di Kabupaten Banjar, Dimyati menyebut, pihak-pihak terkait seperti Kodim 1006/Banjar dan vendor sudah melakukan pendataan.

“Kami pun pihak Kemenag sudah melakukan pendampingan untuk menentukan titik lokasi yang akan dijadikan dapur MBG,” jelasnya.

Dimyati mengungkapkan, pelaksanaan MBG di Kabupaten Banjar nanti akan dilaksanakan secara bertahap, termasuk untuk sekolah Madrasah yang berjumlah sekitar 300 sekolah.

“Kalau sekolah dibawah naungan Kemenag sementara hanya yang Madrasah dulu yang melaksanakan program MBG. Pondok pesantren akan dijadwalkan pada tahap berikutnya,” ungkapnya.

Diketahui pada awal Januari lalu belasan sekolah di kota Banjarmasin sudah melaksanakan program dari Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Program MBG di Kalsel akan dilakukan bertahap mulai Januari 2025, hingga secara menyeluruh pada Juli-Agustus nanti. (SYA/RDM/RH)

Berdasarkan Data Sinyal Telepon, Momen 5 Rajab Sekumpul 1446 H Tercatat 4,1 Juta

BANJAR – Jamaah Kegiatan Rutin Malam Senin (Momen 5 Rajab) Sekumpul Martapura, terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Mushola Arraudhah Sekumpul dipenuhi jamaah sejak subuh

Jika tahun lalu jamaah diperkirakan berjumlah 3,3 juta jiwa, pada Momen 5 Rajab 1446H jumlahnya meningkat menjadi 4,1 juta jiwa.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Banjar, AKBP Ifan Hariyat, usai puncak peringatan Momen 5 Rajab, di Sekumpul, Martapura, pada Minggu (5/1) malam.

Kapolres mengatakan jumlah tersebut dihitung dari banyaknya sinyal telepon yang masuk ke kawasan Banjarbaru dan Martapura sejak H-1 puncak kegiatan.

Kapolres Banjar AKBP Ifan Hariyat

“Paling meningkat signifikan itu pada Minggu petang, jumlah sinyal telepon yang masuk ke area Martapura meningkat drastis,” katanya.

Melihat kenaikan jumlah jamaah yang terus meningkat, Ifan Hariyat menyebut pihaknya akan mensiasatinya dengan menambah jumlah kantong parkir khususnya di kawasan Banjarbaru dan Martapura.

“Untuk kantong parkir sendiri saat ini sudah ada yang dari Tapin, Batola dan Banjarbaru. Kita akan upayakan menambang jumlah kantong parkir pada kegiatan berikutnya,” jelasnya.

Sepanjang pelaksanaan kegiatan, Ifan Hariyat mengaku tidak ada laporan terkait tindak kejahatan. Hanya saja tidak sedikit jamaah yang terpisah dari rombongan dan keluarga, meski akhirnya bisa kembali bergabung berkat bantuan relawan.

“Kalau jamaah yang meninggal ada satu orang di hari puncak kegiatan. Warga asal Balangan,” ungkapnya.

Kelancaran puncak peringatan Momen 5 Rajab di Sekumpul tidak terlepas dari bantuan petugas dan relawan.

Gubernur Kalsel Muhidin, melalui Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Ahmad Bagiawan, mengaku persiapan yang dilakukan relawan Sekumpul dari tahun ke tahun semakin membaik.

“Tentunya ini sangat patut diapresiasi, karena segala sesuatu yang dibutuhkan jamaah terkait kegiatan di Sekumpul ini bisa dibantu langsung oleh relawan,” ucapnya.

Untuk diketahui dari data Polda Kalsel, relawan Momen 5 Rajab Sekumpul tahun ini tercatat sebanyak 32.000 orang se-Kalsel. Sementara dari pihak TNI-Polri menurunkan sebanyak 1600 personel gabungan.(SYA/RDM/RH)

Momen 5 Rajab, Truk Sumbu Panjang Dilarang Melintas Jalan Martapura

BANJAR – Menjelang peringatan Momen 5 Rajab 1446 H, truk bersumbu panjang mulai dilarang melintas di Jalan Ahmad Yani Martapura, baik dari arah Banjarbaru-Martapura-Tapin maupun sebaliknya.

Aturan terkait larangan tersebut mulai diberlakukan hari ini, Jumat (3/1), hingga puncak peringatan Momen 5 Rajab pada Minggu (5/1) nanti.

Kasat Lantas Polres Banjar, AKP Risda Idfira mengatakan, pihaknya sendiri telah menyediakan jalan alternatif, yakni melalui Margasari Tapin dan Mataraman-Sungai Ulin.

Kasat Lantas Polres Banjar, AKP Risda Idfira saat memberikan keterangan kepada wartawan

Risda menegaskan, truk yang melanggar aturan tersebut akan dilakukan tilang.

“Kecuali bagi truk BBM dan sembako masih dibolehkan lewat jalan A Yani Martapura, karena memang keperluan mendasar,” katanya.

Selain truk, Risda menyebut pihaknya juga sudah memberitahukan kepada angkutan bentor untuk tidak beroperasi mulai Sabtu (4/1) hingga H+2 peringatan 5 Rajab.

Risda mengimbau jemaah agar patuhi lalulintas berkendara, dengan mematuhi arahan petugas dan relawan sesuai pola stiker.

“Termasuk pedagang kaki lima, kami harap pedagang bisa berjualan di area yang tidak mengganggu arus lalu lintas nanti,” pintanya. (SYA/RDM/RH)

Ombudsman Kalsel Pantau Komitmen Layanan PT Air Minum Intan Banjar

Banjar – Dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik, Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Selatan melakukan pemantauan dan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan Booster Lingkar Utara, pemasangan pipa diameter 500 mm sepanjang 1 km di IPA (Instalasi Pengolahan Air) Syarkawi dan pemasangan pipa diameter 315 mm sepanjang 5 KM di Jl. Martapura Lama, Sungai Lulut, Kamis (28/11).

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Perwakilan Ombudsman Kalsel, Hadi Rahman didampingi oleh Inspektur Kabupaten Banjar, Muhammad Riza Dauly dan Direktur Teknik PT. Air Minum Intan Banjar, Machmud Mansyur beserta jajaran.

Hadi menegaskan bahwa kegiatan pemantauan dan peninjauan ini merupakan wujud pelaksanaan fungsi dan tugas Ombudsman Kalsel secara komprehensif dan berkelanjutan, khususnya pengawasan pada substansi layanan distribusi air bersih/minum oleh PT. Air Minum Intan Banjar.

“Kami ingin melihat langsung perkembangan dan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi yang telah disepakati pada bulan Mei 2023 yang lalu bersama seluruh pihak terkait,” jelasnya.

Salah satunya, pembangunan Booster Lingkar Utara dengan kapasitas reservoir 1000 m³. Ini dinilai strategis untuk menambah debit air ke Booster Tambak Sirang, sehingga dapat memperkuat distribusi air sekaligus memperbaiki layanan di wilayah Aluh-Aluh, Beruntung Baru dan Tatah Makmur.

Sementara pemasangan pipa di IPA Syarkawi dan Sungai Lulut juga bagian dari kesepakatan yang sudah dibuat agar keluhan pelanggan PT. Air Minum Intan Banjar bisa teratasi, sehingga masyarakat dapat menikmati air bersih/minum yang berkualitas secara kontinu.

Sementara itu, Direktur Teknik PT. Air Minum Intan Banjar, Machmud Mansyur, menegaskan komitmennya untuk melaksanakan berita acara hasil rapat koordinasi tahun 2023 yang lalu sekaligus mewujudkan berbagai upaya perbaikan pelayanan kepada pelanggan dan masyarakat pada umumnya.

“Untuk Booster Lingkar Utara dikerjakan sejak September 2024 dan ditarget selesai April 2025. Sedangkan pipa 315 mm di Jalan Martapura Lama dan pipa 500 mm sepanjang 1 km plus pipa 400 mm sepanjang 4 km di IPA Syarkawi menuju IPA Manarap (Kertak Hanyar) ditarget hingga Januari 2025. Ketiga pekerjaan ini masih on-the-track dan kami yakini selesai sesuai target,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Inspektur Kabupaten Banjar, Muhammad Riza Dauly. Ia menambahkan bahwa selain aspek perpipaan PT. Air Minum Intan Banjar juga harus memastikan pengelolaan pengaduan yang efektif.

“Apabila ada keluhan atau aduan pelanggan, agar segera direspons, dan setiap tindak lanjut perusahaan agar dikomunikasikan ke publik melalui media yang ada, sehingga masyarakat jadi tahu dan teredukasi”, tegasnya.

Selain itu, PT. Air Minum Intan Banjar perlu memikirkan dan merencanakan dalam jangka panjang alternatif sumber air baku yang potensial diolah untuk kepentingan pelayanan distribusi air bersih/minum kepada pelanggan yang berkelanjutan dan menyehatkan perusahaan. (OMBUDSMAN.KALSEL-NRH/RDM/APR)

Kunjungan Menteri LH ke Kalsel, Ingatkan TPA Hentikan Penggunaan Sistem Open Dumping

BANJAR – Dalam kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan dalam rangka program kerja 100 hari Kementerian Lingkungan Hidup terkait pengelolaan sampah di seluruh Indonesia, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq berkesempatan mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cahaya Kencana milik Pemerintah Kabupaten Banjar, Kamis (28/11). Kunjungan tersebut merupakan salah satu agenda Menteri Hanif beserta jajarannya.

Dari lebih 500 TPA di Indonesia, sekitar 300 di antaranya masih tidak memenuhi standar yang ditetapkan. Sebagian besar karena masih menggunakan sistem open dumping, yaitu pembuangan sampah terbuka tanpa penanganan khusus atau penutupan tanah. Salah satu yang masih menggunakan sistem ini adalah TPA Cahaya Kencana.

Hanif menegaskan perlunya penghentian sistem open dumping di TPA, dan yang tidak memenuhi standar harus segera diperbaiki, jika tidak, maka akan ditutup.

“Saya sudah memeriksa TPA Cahaya Kencana yang masih menggunakan open dumping. TPA seperti ini seharusnya ditutup karena sudah mencemari lingkungan,” ungkap Hanif.

Pihaknya juga akan mengeluarkan mandat untuk tindakan tegas, baik itu secara pidana maupun perdata, jika tidak segera diperbaiki terkait penggunaan sistem open dumping ini. hal ini sesuai dengan UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang mengatur sanksi bagi kelalaian atau kesengajaan dalam pengelolaan sampah. Selain itu, menurut UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH), hal ini juga masuk dalam kategori pencemaran lingkungan.

“Kami berharap TPA Cahaya Kencana ini mendapat pembinaan dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3), serta pengawasan dari Direktorat Gakkum Lingkungan Hidup dan Dirjen PTKL untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan,” lanjut Hanif.

Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengelola sampah. Pemerintah daerah dan warga harus bekerja sama untuk mengaktifkan bank sampah unit di setiap kampung. Bank sampah unit bisa dilakukan, karena sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak bisa melakukannya.

“Pihaknya sudah menghentikan impor plastik sebagai bagian dari kebijakan pengelolaan sampah yang lebih baik di Indonesia,” tutup Hanif.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Banjar, M Hilman, memastikan akan segera menindaklanjuti arahan Kementerian LH tersebut.

“Pak Menteri mengarahkan beberapa Dirjen untuk memfasilitasi agar TPA ini segera disesuaikan dengan aturan yang ada. Kami akan menyelesaikannya dalam waktu yang ditentukan. Karena ini wajib, Pemkab Banjar akan memfasilitasi agar TPA sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tutup Hilman. (MRF/RDM/APR)

Kembali Setelah Cuti Pilkada, Bupati Banjar Sampaikan Apresiasi Kepada Pjs Bupati Banjar

BANJAR – Bupati Banjar Saidi Mansyur kembali menjalankan tugas sebagai pemimpin Kabupaten Banjar setelah cuti masa kampanye Pilkada selama kurang lebih dua bulan.

Serah terima jabatan antara Pjs Bupati Banjar Akhmad Fydayeen kepada Bupati H Saidi Mansyur dan Wakil Bupati Banjar H Habib Idrus Al Habsyi, dilaksanakan di Mahligai Sultan Adam Martapura, Senin (25/11) pagi.

Saidi Mansyur (tengah) saat menandatangani sertijab kepada Pjs Bupati Banjar.(foto-Humas Pemkab Banjar)

Dalam acara tersebut, Saidi Mansyur menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Akhmad Fydayeen karena telah menjalankan program-program daerah dengan sangat baik.

“Terima kasih, semoga silaturahmi tetap terjalin karena pak Fydayeen sudah merupakan bagian dari Kabupaten Banjar,” katanya.

Sementara itu, Fydayeen mengaku bangga karena bisa menjadi Pjs Bupati Banjar. Sebab menurutnya, jabatan tersebut merupakan suatu keistimewaan yang diamanatkan negara dalam rangka mengherakan roda pemerintahan di masa kampanye.

“Kabupaten Banjar merupakan salah satu wilayah yang sangat besar, dan ini menjadi kesempatan saya untuk lebih dekat dengan masyarakat serta mempelajari lebih jauh potensi dan budayanya,” ujarnya.

Tidak lupa, Fydayeen juga menyampaikan terima kasih kepad seluruh unsur Forkopimda dan seluruh jajaran Pemkab Banjar yang telah bekerjasama untuk menjaga stabilitas keamanan dan menjalankan program stategis yang telah dicanangkan.

“Semoga Kabupaten Banjar semakin maju dengan segala program-programnya dan bisa berkontribusi besar bagi banua Kalimantan Selatan dan negara,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Debat Perdana Paslon Bupati-Wabup Banjar Berjalan Lancar

BANJARBARU – Debat perdana Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Calon Bupati Banjar 2024-2029, digelar di ballroom salah satu hotel berbintang kota Banjarbaru, Selasa (12/11).

Tema yang diusung dalam debat perdana itu yakni “Menyetarakan Kabupaten Banjar Menuju Harmonisasi Pembangunan Nasional Untuk Kesejahteraan Masyarakat Dalam Semangat NKRI,” yang mencerminkan harapan besar terhadap pembangunan daerah yang berkesinambungan.

Debat yang dimulai jam 8 malam itu dihadiri pula oleh unsur Forkopimda Kabupaten Banjar, serta pendukung para paslon yang masing-masing dijatah sebanyak 50 orang.

Ketua KPU Banjar Abdul Muthalib mengatakan, debat tersebut merupakan sarana untuk memberikan informasi terkait visi misi dari masing-masing paslon.

Ketua KPU Banjar, Abdul Muthalib (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan

Selain itu, menurutnya debat yang disiarkan langsung di kanal Youtube KPU Kabupaten Banjar itu berfungsi sebagai media edukasi bagi masyarakat agar semakin kritis dalam menilai calon pemimpin.

“Semoga masyarakat dapat menilai kualitas dan kapasitas mereka dengan cermat,” katanya.

Pria akrab disapa Aziz itu juga mengingatkan masyarakat untuk turut serta memeriahkan pesta demokrasi pada Pilkada 27 November nanti, dengan menggunakan hak suara secara bijak.

“Mari dukung kemajuan Kabupaten Banjar dengan memberikan hak suara ke TPS terdekat. Sehingga partisipasi pemilih juga meningkat,” imbuhnya.

Aziz berharap debat kedua yang akan digelar pada 22 November 2024 nanti akan jauh lebih baik dibanding debat perdana tadi malam. Tentunya melalui evaluasi dan persiapan yang jauh lebih matang.

“Saya rasa acara debat perdana hari ini sudah sukses, akan tetapi pasti ada kekurangan. Ini yang akan kami benahi pada debat kedua nanti,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Dua Bakal Paslon Bupati-Wabup Banjar Dipastikan Penuhi Syarat Untuk Maju Dalam Kontestasi Pilkada 2024

BANJAR – Dua Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati – Wakil Bupati Banjar, dipastikan memenuhi syarat jumlah suara untuk maju dalam kontestasi Pilkada 2024.

Pasangan pertama yakni H Saidi Mansyur – Habib Idrus AlHabsyie. Mereka mengantarkan berkas pencalonan pada hari terakhir pendaftaran, tepatnya Kamis (29/8), sekitar jam 10:43 siang.

Saidi Mansyur – Habib Idrus Alhabsyie kembali maju dalam kontestasi Pilkada 2024-2029

Dengan tagline yang sama yakni “Manis” (Maju, Mandiri, Agamis), pasangan petahana itu diusung oleh tiga Partai, yaitu Nasdem, Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Sebagai Bupati dan Wabup Banjar terpilih periode 2019-2024, H Saidi Mansyur dan Habib Idrus AlHabsyie berkeinginan untuk melanjutkan sistem pemerintahan serta perbaikan pengembangan infrastruktur di wilayah Kabupaten Banjar.

“Niat tulus kami untuk mengabdi dan melanjutkan pemerintahan bersama-sama kembali, baik itu dinamika politik, kemiskinan, stunting dan lainnya,” kata Saidi Mansyur, usai mengantar berkas pendaftaran.

Saidi Mansyur memastikan seluruh ASN Pemkab Banjar akan tetap menjunjung tinggi netralitas dalam Pilkada serentak November nanti.

“Nanti pada masa kampanye 25 September sampai 23 November kami berdua akan cuti di luar tanggungan negara,” jelasnya.

Di hari yang sama sekitar jam 2 siang, Bapaslon kedua Syaifullah Tamliha dan Habib Ahmad Bahasyim, juga mengantarkan berkas pendaftaran ke KPU Banjar.

Syaifullah Tamliha didampingi perwakilan partai pengusung dan ulama Martapura saat konferensi pers

Mereka berdua mantap maju menantang sang petahana dengan dukungan 13 Parpol yaitu PPP, PKS, Golkar, PKB, Gelora, PDIP, PBB, dan partai non parlemen yaitu Partai Ummat, Hanura, Perindo, Buruh, PKN, dan PSI.

Selain partai politik, Syaifullah Tamliha – Habib Ahmad Bahasyim juga mendapat dukungan dari ulama besar Kabupaten Banjar, salah satunya Pimpinan Madrasah Tahfidz dan Ilmu Al-Qur’an Darussalam, KH Muhammad Wildan Salman.

Bapaslon Syaifullah Tamliha dan Habib Ahmad Bahasyim memilih “Urang Banjar” sebagai tagline mereka dalam kontestasi Pilkada 2024-2029.

“Urang Banjar itu singkatan dari Unggul, Agamis, Nasionalisme, Gagah, Bauntung, Sejahtera dan Rukun,” jelas Syaifullah Tamliha.

Syaifullah menjelaskan, mereka bersama seluruh partai pengusung memutuskan untuk menjadikan Ketua DPC PPP Banjar, KH Ali Murtadho, sebagai Ketua Tim Sukses (Timses), dengan didukung para ulama lainnya.

“Saya harap seluruh jamah KH Wildan Salman bisa sejalan dengan pilihan ‘Tuan Guru’ mereka, karena kita tahu dimana-mana Makmum selalu mengikuti Imamnya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Banjar Abdul Muthalib (Aziz), menyatakan seluruh dokumen persyaratan kedua Bapaslon sudah lengkap.

Terkait suara sah partai pengusung dari H Saidi Mansyur-Habib Idrus Alhabsyie didapat sebanyak 123.556 suara.

Sedangkan partai pengusung dari Paslon Syaifullah Tamliha-Habib Ahmad total dukungan suara sah berjumlah 176.904 suara.

Aziz menerangkan, tahap selanjutnya yaitu terkait pemeriksaan kesehatan terhadap kedua Bapaslon, yang dimulai pada 27 Agustus sampai 2 September 2024, sesuai PKPU Nomor 2 Tahun 2024,

“Pemeriksaan kesehatan disepakati di RS Bhayangkara Banjarmasin. Pelaksanaanya mulai tanggal 30 dan 31 Agustus 2024,” ungkap Aziz. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Apresiasi DPW FKDT Atas Kontribusinya Kembangkan Pendidikan di Banua

MARTAPURA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengapresiasi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Provinsi Kalsel atas kontribusinya dalam mengembangkan pendidikan agama di Banua.

Hal ini diungkapkan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Fatkhan saat menghadiri sekaligus membuka Rakerwil I dan pelantikan DPW FKDT masa bakti 2023-2028 yang bertempat di Islamic Center K.H. Anang Djazouliy, Martapura, Kab. Banjar, Rabu (21/8).

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Fatkhan saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel

Fatkhan mengatakan keberadaan FKDT sangat penting untuk mendukung dan mengembangkan pendidikan agama yang berkualitas.

“Saya mengapresiasi FKDT dimana memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan Diniyah, mudah-mudahan para pengurus dapat menjalankan amanahnya dengan sebaik-baiknya dan membawa kemajuan bagi FKDT Kalsel,” katanya.

Fatkhan mengungkapkan dalam menghadapi era seperti sekarang ini, tantangan justru semakin berat, oleh karena itu FKDT sebagai organisas harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengesampingkan nilai-nilai tradisional dan agama yang menjadi ciri khas.

“Pendidikan Diniyah adalah pondasi yang kuat dalam membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan pemahaman agama serta mampu menghadapi tantangan dengan tetap mengedepankan nilai-nilai islami,” ungkapnya.

Fatkhan berharap FKDT terus berkontribusi dalam membentuk karakter dan pengembangan keagamaan khususnya bagi generasi muda di Kalimantan Selatan.

“Melalui pendidikan yang berkualitas, saya berharap akan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki hati yang bersih serta mampu menjadi tauladan bagi masyarakat,” harapnya.

Lebih lanjut, Fatkhan mengajak seluruh pengurus FKDT untuk senantiasa menjaga semangat pengabdian dan dedikasi dalam menjalankan tugas-tugas mulia.

“Marilah, kita bekerja dengan penuh keikhlasan dan terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan moral dan spiritual bangsa, khususnya di Provinsi Kalsel,” ujarnya.

Fatkhan menambahkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh dengan segala upaya bagi pendidikan Diniyah di Banua.

“Saya yakin dengan kerjasama antara FKDT dan pemerintah kita akan mampu serta dapat mencapai tujuan besar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tutupnya.

Untuk diketahui, pelantikan pengurus DPW FKDT Kalsel tersebut dilakukan oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam, Kanwil Kemenag Kalsel, Ahmad Sawiti yang juga turut disaksikan oleh perwakilan Pemkab Banjar serta tamu undangan lainnya. (BDR/NRH/APR)

Exit mobile version