15 Juni 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Terus Berbenah, PT Baramarta Bayar Tunggakan Miliaran Rupiah Setiap Bulan

2 min read

Kantor PT Baramarta Perseroda milik Pemkab Banjar

BANJAR – Setelah ditinggal Direktur Utama (Dirut) sebelumnya dengan membawa uang perusahaan Rp9,2 miliar, PT Baramarta Perseroda, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Banjar, terus melakukan pembenahan.

Kepada awak media, Senin (30/1), Dirut PT Baramarta Rachman Agus mengungkapkan, saat masih menjabat Plt Dirut merangkap jadi Dewan Pengawas di akhir September 2020, ia mengaku sudah ada utang dan tunggakan lebih dari  Rp 427 miliar, di luar tunggakan PAD sebesar Rp8 miliar lebih.

Dirut PT Baramarta, Rachman Agus

“Namun hingga akhir tahun 2022, total yang sudah disetor untuk PAD Rp 7 miliar dan utang pajak yang dibayar hampir Rp 4 miliar,” ujarnya.

Selanjutnya, di tahun 2023 ini untuk sisa tunggakan pajak, dan utang tunggakan lainnya sebesar Rp 427 miliar yang terdiri dari utang pajak berupa utang pajak PPh dan PBB Rp 279 miliar tahun 2009, 2011 dan 2013, utang terkait PT Madhani Talatah Nusantara (MTN) masa lampau Rp 116 miliar, dan utang tunggakan PNBP IPPKH ditambah denda Rp 30 miliar.

“PT Baramarta melakukan kontrak kerjasama dengan PT. MTN, di mana dalam proyek tersebut disepakati kedua belah pihak akan melakukan penyelesaian utang Baramarta sebesar Rp 427 miliar lebih dari hasil proyek itu dalam waktu maksimal 3 tahun ke depan. Dan itu sudah dituangkan dalam sebuah kontrak kesepakatan,” terangnya.

Pada Januari 2023, Rachman menyebut utang pajak berupa PPh dan PBB dibayar Rp 4,5 miliar, terdiri dari Rp3,5 miliar PPh, dan Rp1 miliar untuk PBB.

“Hari ini sudah dibayarkan. Insya Allah dibayarkan seterusnya miliaran rupiah tiap bulan sesuai skema pembayaran yang disepakati dengan kantor pajak sampai 2025. Namun sebelum waktu itu, belum sampai 3 tahun kami yakin semua utang masa lalu sudah terlunasi,” beber Rahcman.

Rachman mengakui dengan tuntutan tinggi, penyertaan modal dari Pemkab Banjar masih seperti saat didirikan Baramarta tahun 1998 dulu, yakni cuma Rp 205 juta, atau tidak sampai seperempat miliar. Sementara Baramarta diminta setor miliaran rupiah untuk PAD, serta bayar utang-utang warisan lama.

Diungkapkan, sejak awal berdiri hingga sekarang, kontribusi Baramarta terhadap PAD Kabupaten Banjar sudah mencapai Rp 232 miliar lebih.

“Tentunya perlu dukungan semua pihak agar Baramarta mandiri dan bisa menyumbang PAD dan pajak lebih besar,” katanya.

Rachman optimis, tahun 2024, PT Baramarta mampu menyumbang PAD Rp13,2 miliar.

“Dan hal ini merupakan pekerjaan di 2023. Hasilnya, laba di akhir 2023, dan komposisi 55 persen untuk PAD di 2024,” tuturnya.

Ia juga membeberkan, Bupati Banjar bersama dirinya bernegosiasi hingga satu tahun lebih agar dapat melakukan kerjasama dengan PT MTN, yang merupakan investor atau kontraktor 5 besar di Indonesia untuk melakukan penyelamatan Baramarta dengan melakukan restrukturisasi dan kerjasama win-win solution.

“Warisan berat yang ditinggalkan pendahulu, sebenarnya tidak mampu dari sisi keuangan untuk bangkit lagi tanpa suntikan dana ratusan miliar rupiah. Namun dengan perjuangan keras, kami berhasil meyakinkan PT MTN untuk bekerja dan bermitra dengan Baramarta,” imbuhnya.

Ia berharap, setoran Baramarta ke PAD terus meningkat dan sumbangan ke APBD juga tambah besar.

“Tentunya dana pembangunan untuk masyarakat banyak dan kemaslahatan umat di Kabupaten Banjar makin besar pula,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.