BANJARMASIN – Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Dewi Damayanti melaksanakan sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.
Suasana Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel Dewi Damayanti Said
Kegiatan ini bertempat di aula gedung Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Kalsel di Jalan Brigjen H Hasan Basri, Selasa (23/11).
Dewi menyampaikan sosialisasi ini berkaitan dengan Ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, UUD 1945, dan NKRI, untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa sebagai warga negara Indonesia sudah seharusnya memahami empat pilar negara Indonesia tersebut.
“Jadi membuka kembali catatan-catatan masa lalu supaya memahami sejarah dan juga inti kesatuan dan persatuan bangsa kita,” katanya.
Dalam kegiatan ini, “Srikandi” Fraksi Golkar DPRD Kalsel ini melibatkan kaum perempuan yang tergabung dalam BKOW Provinsi Kalsel. Mengingat peran penting mereka sebagai pendidik dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Selain itu, Dewi mengharapkan mereka juga dapat menyebarluaskan apa yang didapat dalam sosialisasi kali ini.
“Meskipun ibu-ibu ini sudah memahami Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, namun tentunya pemahaman tersebut perlu direfresh lagi sehingga mereka dapat menyosialisasikannya kepada keluarga maupun jaringan organisasinya,” jelas Dewi.
Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan tersebut menghadirkan nara sumber yaitu Kepala Bidang Ketahanan Budaya, Agama, Kemasyarakatan dan Ekonomi Kesbangpol Kalsel, Ratna Rosana. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ)-nya berpartisipasi dalam kegiatan sunatan massal yang diselenggarakan Angkatan Muda Masjid Jami’ Pemurus Dalam Banjarmasin. Peserta sunatan massal ini berjumlah lebih dari 50 anak yang merupakan penghafal Al-Qur’an, yatim maupun piatu dan anak yang berasal dari keluarga tidak mampu di sekitar masjid, Senin (22/11).
Anak – anak peserta sunatan massal
Kegiatan dilaksanakan di Teras Masjid Jami’ Kelurahan Pemurus Dalam, Kota Banjarmasin yang dihadiri Ketua Masjid Jami Shafwani; Kepala Puskesmas Pemurus Dalam Suryani Syahril yang sekaligus mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, dan Perwakilan UPZ Bank Kalsel, Fajri Muhtadi serta para pengurus Angkatan Muda Masjid Jami’.
Secara simbolis, bantuan diserahkan oleh Fajri Muhtadi kepada H. Shafwani yang selanjutnya membagikan santunan berupa uang tunai beserta bingkisan kepada peserta sunatan.
Fajri Muhtadi menyampaikan bahwa Bank Kalsel senantiasa memberi perhatian penuh terhadap aktivitas sosial, pendidikan maupun keagamaan salah satunya melalui UPZ Bank Kalsel.
“Bank Kalsel ingin berperan dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan maupun keagamaan, salah satunya pada kegiatan sunatan hari ini. Bantuan yang diberikan melalui UPZ ini berasal dari dana zakat yang dihimpun dari pemotongan zakat/infak/sedekah dari gaji pegawai Bank Kalsel. Kita sama-sama berdoa, semoga anak-anak ini nantinya bisa menjadi anak yang sholeh,” tutur Fajri.
Pada kesempatan yang sama, Shafwani menyampaikan rasa syukur dan terima kasih sebesar-besarnya atas kepedulian Bank Kalsel melalui UPZ ini.
“Alhamdulillah, Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan UPZ Bank Kalsel pada kegiatan hari ini. Dengan santunan yang diberikan Bank Kalsel ini diharapkan dapat menjadi penyemangat anak – anak untuk belajar lebih giat lagi. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan kepada kita semua,” tutup Shafwani. (ADV-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Realisasi Investasi di Kalimantan Selatan (Kalsel) di Triwulan III (Juli – September) tahun 2021, mencapai Rp4.2 Trilyun. Dengan angka tersebut, maka terjadi kenaikan hampir mencapai 215 persen dibanding Triwulan III tahun 2020.
“Terhitung sejak Januari hingga September 2021, total investasi yang ada di Kalsel nilainya sebesar 9,34 trilyun rupiah dengan total jumlah 2.539 proyek,” ujar Kepala Dinas Permodalan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) provinsi Kalsel, Nafarin, Senin (22/11).
Tahun ini, lanjut Nafarin, dengan nilai investasi di sektor Penananaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 8,4 Trilyun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 978,8 Milyar.
PMDN Kalsel berhasil meraih peringkat 12, sedangkan PMA Kalsel masih berada di peringkat 25 secara Nasional.
“Kalau khusus Triwulan tiga saja, kita berada di peringkat 10, namun jika di hitung secara keseluruhan mulai Januari hingga September, PMDN kita berada di peringkat 12 dari 34 provinsi,” ungkap Nafarin.
Diungkapkannya, sektor tambang hingga saat ini masih berperan paling tinggi dalam meningkatkan PMDN Kalsel, dilanjutkan oleh sektor industri kimia dan farmasi di posisi kedua.
“Posisi pertama PMA juga masih di pegang oleh sektor tambang, dan peringkat kedua yaitu sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi,” ungkap Nafarin.
Tingginya minat investasi di sektor pertambangan, menurut Nafarin, tidak terlepas dari kondisi pandemi yang sudah mulai melandai.
Berdasarkan lokasi, proyek paling banyak ada di kota Banjarmasin dengan jumlah 216 Proyek (PMA 7 proyek, PMDN 209 proyek) dengan nilai investasi Rp170,738 Milyar.
“Nilai investasi terbesar ada di kabupaten Banjar dengan nilai investasi sebesar 1,1 milyar rupiah dengan jumlah 112 proyek” terang Nafarin.
Nafarin menargetkan di tahun 2021, realisasi investasi di Kalsel dapat menembus angka Rp10,8 Trilyun baik di tingkat Nasional maupun RPJMD.
“Saat ini kita sudah mencapai 86,7 persen. Harapan kita di Triwulan ke empat atau bulan Desember target ini sudah dapat terpenuhi,” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)
BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) di dusun Pantai Kopi Desa Mandiangin Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar, Senin (22/11).
Hadir dalam kegiatan ini Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel, Sekretaris Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Hanif Faisol Nurofiq serta pejabat dilingkungan Pemprov Kalsel termasuk Plt Kepala Dinas Kehutanan Prov Kalsel Fatimatuzzahra.
Dalam sambutannya Sahbirin Noor menyampaikan tentang arti pentingnya menanam pohon sebagai upaya mengurangi dampak terhadap pemanasan global yang terjadi saat ini.
“Kita merasakan betapa saat ini terus semakin panas, bagaimana nanti tahun 2040, 2050 bahkan tahun 3000,” sebut Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini.
Hal ini lanjut Paman Birin, tidak lepas dari menipisnya lapisan ozon sehingga sinar matahari sangat cepat menyentuh permukaan bumi dan tentu saja sangat dirasakan oleh makhluk yang ada dipermukaannya.
“Lalu apa yang bisa dilakukan? Kalau hari ini kita menggelorakan yang namanya revolusi hijau yaitu menanam, menanam dan menanam untuk anak cucu, kita maka itulah jawaban untuk pemanasan global di masa yang akan datang,” serunya sembari diiringi dengan tepuk tangan meriah.
Paman Birin juga menilai, dengan kegiatan menanam yang dilakukan pada hari ini maka dipastikan akan menjadi kebanggaan dan rasa terima kasih oleh anak cucu kita di masa akan datang.
“Revolusi hijau akan terus kita gelorakan. Insyaallah dengan begitu akan dapat meminimalisir pemanasan global yang dipengaruhi oleh lapisan ozon yang menipis. Apalagi jika revolusi hijau dilakukan di seluruh dunia,” ucapnya.
Tidak lupa dalam kesempatan ini juga Paman Birin mengucapkan terima kasih kepada kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang sudah bersinergi dengan pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta kepada Bupati dan Walikota se Kalimantan Selatan dan berharap semakin solid dalam melaksanakan gerakan revolusi hijau.
Sementara itu Plt. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Fatimatuzzahra menyampaikan, dalam kegiatan ini dilakukan penanaman sebanyak 2.500 batang pohon dengan jenis Bamboo Betung.
“Di lokasi ini ditanam sebanyak 2.250 batang, serta di lokasi lainnya sebanyak 250 batang,” papar Aya (sapaan akrabnya).
Aya juga menyebut, pada tahun 2022, akan ditanam seluas 50 hektar atau setara dengan 2.500 batang Bamboo Betung sebagai bahan baku untuk industri bambu terpadu di Banua. Selain itu melalui persemaian permanen Pemprov Kalsel dan BPDAS HL Barito juga akan diperbanyak jenis bambu guna mendukung penanaman di sepanjang Sungai lainnya.
“Pada hari ini, data dari koordinator dan KPH di 13 kabupaten kota, acara penanaman hari ini ditanam sebanyak 6.500 batang atau setara dengan 65 hektar,” terangnya.
Adapun jenis yang ditanam lanjutnya, seperti kayu-kayuan, trembesi, mahoni, sengon, petai, jambu mete, dan jenis buah-buahan.
“Penanaman dilaksanakan di 65 lokasi oleh 7.000 orang, yang terdiri dari SKPD Prov Kalsel dan SKPD di kabupaten kota, pegiat lingkungan, majelis ta’lim, ponpes, KTH unsur desa/kelurahan, SMA, SMP dan masyarakat lainnya,” rinci Aya. (ASC/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel menggelar Pembukaan Musyawarah Provinsi Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kalsel yang ke 3. Musyawarah ini dihadiri oleh Staff Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalsel Farid Fakhmansyah, Ketua PPI Pusat, serta PPI Kalsel di salah satu hotel berbintang Kota Banjarbaru, Senin (22/11).
Saat membacakan Sambutan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Farid Fakhmansyah menyampaikan bahwa kegiatan musyawarah ini mencerminkan komitmem dan konsistensi pengurus PPI Kalsel dalam menjalankan roda organisasi untuk terus melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa dengan nilai-nilai pancasila dan semangat Nasionalisme yang tinggi.
Staff Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalsel Farid Fakhmansyah
“Pancasila merupakan hasil dari sebuah rangkaian proses yang begitu panjang, sehingga kita bisa membangun kesepakatan bersama dan mempersatukan kita semua dengan sebuah ideologi bernama Pancasila,” baca Farid.
Masih melanjutkan sambutan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Farid Fakhmansyah menyampaikan, peran PPI Kalsel sebagai rumah bagi para mereka yang pernah bertugas sebagai anggota Paskibraka bisa diharapkan dan diandalkan dalam membantu Pemerintah Daerah dalam menyelesaikan berbagai masyalah ditengah kehidupan Masyarakat baik dalam Konteks Sosial, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kami berharap PPI Kalsel selalu menjadi Mitra Pemerintah Provinsi Kalsel dalam mengatasi berbagai masalah yang ada di Banua, Keberadaan PPI Kalsel harus diperkuat dan dijaga agar bisa berperan untuk kemajuan masyarakat di Banua,” tutup Farid. (MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dijadwalkan pada 22 – 24 November 2021.
Suasana Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan oleh Anggota DPRD Kalsel, Suripno Sumas
Salah satunya adalah Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Suripno Sumas yang menggelar kegiatan tersebut di kawasan Jalan Meratus Kecamatan Banjarmasin Tengah, Senin (22/11) dengan menghadirkan sejumlah nara sumber yang berkompeten.
Suripno mengatakan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan ini sangat penting dan harus terus digaungkan kepada masyarakat banua saat ini.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dan menangkal informasi-informasi negatif yang beredar di masyarakat khususnya melalui media sosial.
“Kita ingin mengkanter segala informasi negatif yang ada di masyarakat, dan meluruskan di sosialisasi wawasan kebangsaan ini,” katanya.
Oleh karena itu, tambah Suripno, pihaknya kembali melaksanakan sosialisasi ideologi Pancasila ini kepada para Ketua RT dan RW di Kota Banjarmasin.
” Harapan kita mereka bisa menyebarluaskan hasil sosialisasi ini kepada masyarakat di sekitarnya,” jelasnya.
Sementara Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Kota Banjarmasin, Mukhlis Takwin yang hadir sebagai Nara Sumber dalam kegiatan tersebut meminta kepada ketua RT dan tokoh masyarakat agar mewaspadai masuknya paham luar negeri ke wilayahnya. Pasalnya, menurutnya tidam semua paham luar negeri tersebut cocok dengan budaya Banjar atau Indonesia pada umumnya.
“Kita ambil contoh paham individualistis yang sudah masuk dan harus ditangani dengan baik, dan paham mementingkan teori tanpa kebijakan yang berakar pada budaya kita, contohnya paham demokratis yang segala sesuatu diukur dar suara terbanyak padahal dalam Pancasila disebutkan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijakan,” jelasnya.
Budaya individualistis, lanjut Mukhlis, dapat melunturkan semangat gotong-royong dan saling membantu yang dianut masyarakat Indonesia. Padahal sebagai ketua RT dan tokoh masyarakat, menurutnya perlu meningkatkan semangat bergotong-royong, bekerja bersama dan saling membantu.
“Maka dari itu kita minta ketua RT dan tokoh masyarakat yang diambil sebagai peserta agar pesan ideologi Pancasila ini bisa tersampaikan ke masyarakat dan dapat diterapkan di wilayah masing-masing,” ucapnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, mengharapkan, keberadaan ruang pojok Kejaksaan Tinggi Kalsel yang ditempatkan dilingkungan Setdaprov dapat memberikan pelayanan hukum secara maksimal untuk rakyat.
“Pemerintahan yang akuntabel dan memberikan pelayanan. Hari ini kita saksikan serta berharap keberadaan unit layanan dapat membantu masyarakat dibidang hukum, tak hanya pemda yang mendapatkan ini,” ujarnya dalam sambutan resmi pada pelaksanaan kegiatan launching ruang pojok dan pelayanan hukum Kajati Kalsel, diruang lobi tengah Setdaprov Kalsel, Senin (22/11) siang.
Dengan adanya ruang pojok yang dikelola langsung oleh Kajati Kalsel setidaknya mampu memberikan manfaat lebih kepada masyarakat untuk mendapatkan bantuan hukum dari lembaga tersebut.
“Karena negara hadir untuk memberikan layanan hukum dan tentu hukum pun harus jadi panglima sebagai bentuk mewujudkan keadilan dan kebenaran,” paparnya.
Sementara itu, Kajati Kalsel, Rudy Prabowo Aji, mengucapkan terima kasih atas izin yang diberikan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor untuk menempati Setdaprov sebagai lokasi pelayanan hukum dilingkup pemda.
Kepala Kajati Kalsel, Rudy Prabowo Aji saat memberikan sambutan dan terima kasih atas launching yang dilaksanakan.
“Saya berterima kasih kepada kepala daerah dalam hal ini Gubernur telah memberikan izin berdampingan dengan Pemprov Kalsel. Bahkan, mendapat apresiasi dari Kemenpan RB atas inisiatif yang direalisasikan oleh Kajati Kalsel,” ungkapnya.
Terlebih, dirinya mengutarakan rencana untuk membuka ruang pojok ditingkat pemerintah kabupaten/kota yang bertempat di kantor bupati dan wali kota di Kalimantan Selatan.
“Agar pelayanan untuk bantuan hukum di daerah masing-masing bisa lebih maksimal dan nanti akan di instruksikan dengan Kejari di kabupaten/kota,” tururnya.
Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, saat berkunjung di ruang pojok dan pelayanan hukum Kajati Kalsel, dilingkungan Setdaprov Kalsel.
Untuk diketahui, kegiatan launching Ruang Pojok dan Pelayanan Hukum yang berhasil diresmikan oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor ini juga dihadiri Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, didampingi para asissisten dan staff ahli Gubernur serta Kepala Inspektorat Kalsel, Akhmad Fydayen beserta jajaran dari Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimatan Selatan. (RHS/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, meluncurkan sebanyak 64 event pariwisata yang tersebar di 13 Kabupaten dan Kota, dalam Calender of event (CoE) dan Table Top tahun 2022, di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin kepada wartawan baru baru tadi menjelaskan, dipilihnya Provinsi Nusa Tenggara Barat, dalam peluncuran Calender of event (CoE) dan Table Top ini, karena Lombok merupakan salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara ke Indonesia. Selain itu juga sedang ramainya wisatawan berkunjung, dengan adanya event World Super Bike (WSBK) 2021 di sirkuit Mandalika.
“Moment ini dinilai sangatlah tepat dalam mengenalkan seluruh destinasi wisata. Rencananya akan diluncurkan Calender of event (CoE) dan Table Top, pada Rabu 24 November 2021,” katanya
Salah satu event pariwisata, dalam Calender of Event (CoE) tahun 2022
Syarifuddin menjelaskan, adapun 64 event pariwisata yang termasuk dalam Calender of event (CoE) tahun 2022 ini, di antaranya Pesona Mappanre Ri Tasi, Hayau Tarus Trail Monster, Haul Guru Sekumpul, Aruh Adat Rungkuk Meratus, Pergelaran Seni Rantau Baru, Melasti, Angsana Fishing Tournament, dan masih banyak lagi yang lain, tersebar di semua Kabupaten dan Kota.
Salah satu event pariwisata, dalam Calender of Event (CoE) tahun 2022
“Kami mengajak Kepala Daerah Kabupaten dan Kota, dapat hadir dalam peluncuran Calender of event dan Table Top, apalagi sebelumnya sudah pernah diluncurkan (CoE) di DKI Jakarta, dengan harapan dapat membuat pariwisata semakin bangkit di Banua,” jelasnya
Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, untuk Table Top yaitu forum bisnis, pihaknya bersama pelaku pariwisata di 13 Kabupaten dan Kota selaku seller, menawarkan kepada para pelaku pariwisata di Lombok, berupa paket-paket wisata di Kalimantan Selatan.
Selain itu juga mengundang beberapa maskapai penerbangan, dengan harapan penerbangan Banjarmasin-Lombok dibuka kembali, agar wisatawan yang ingin menuju ke Kalsel, bisa langsung diterbangkan dari Lombok, tanpa harus melakukan transit terlebih dahulu.
“Semoga dengan diluncurkannya Calender of event (CoE) dan Table Top 2022 ini, pariwisata Kalsel lebih dikenal luas, baik wisatawan domestik maupun mancanegara,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor terus dorong kemajuan olahraga memanah di Banua.
Paman Birin ingin, cabor panahan Banua dapat berbicara lebih banyak di kancah nasional maupun dunia.
Gubernur Kalsel berfoto bersama peserta Turnamen Panahan Tradisional
Untuk itu, Paman Birin meminta kepada pengurus Perdana Kalsel untuk menjaring atlet-atlet panahan yang berbakat.
“Saya minta kepada pengurus Perdana Kalsel untuk menjaring atlet-atlet panahan yang berbakat, lakukan pembinaan yang sebaik-baiknya, sehingga dapat bersaing di berbagai kejuaraan,” sebut Paman Birin saat menghadiri Turnamen Panahan Tradisional, di Halaman Kantor Setda Provinsi Kalsel, pada Minggu (21/11) pagi.
Menurut Paman Birin, untuk menuai prestasi bukanlah sesuatu yang mustahil, jika kerja keras, kesungguhan dan perjuangan pantang menyerah tertanam dalam diri.
Menurutnya, sebuah hasil atau prestasi yang besar, selalu dimulai dari pembinaan dan kompetisi yang berjenjang serta kerja keras dan disiplin dari para atlet itu sendiri.
“Saya yakin, pengurus Perdana Kalsel sudah sangat memahami pentingnya pembinaan untuk meraih dan meningkatkan prestasi,” katanya.
Disampaikan Paman Birin, saat ini olahraga memanah mulai banyak diminati masyarakat.
“Saya melihat banyak klub atau perkumpulan masyarakat yang menggelar latihan olahraga memanah, sekarang dan ke depan olahraga memanah memiliki progres yang sangat baik,” katanya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
KOTABARU – Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi sosialisasikan perda Nomor 13 Tahun 2018 tentang rencana zonasi wilayah dan pulau-pulau kecil bersama stakeholder terkait, di Desa Teluk Sirih, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru.
Antusias warga mengikuti kegiatan sosper yang digelar oleh anggota Komisi II DPRD Kalsel, M. Yani Helmi, di Desa Teluk Sirih, Kotabaru.
Acara yang digelar, Jumat (19/11) sore dan dilaksanakan di kediaman Kepala Desa Teluk Sirih tersebut dihadiri puluhan warga pesisir yang mayoritas perkerjaannya adalah nelayan dan pembudi daya lobster.
Yani Helmi yang juga sebagai anggota Komisi II DPRD Kalsel membidangi ekonomi serta keuangan itu juga mengajak Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel untuk memberikan pengetahuan soal zonasi wilayah pesisir terkait keamanan pemanfaatan hasil kelautan.
Selain bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengetahuan di sektor kelautan dan perikanan yang aman dan legal. Tak lupa, anggota Komisi II DPRD Kalsel dari fraksi Partai Golkar yang akrab disapa paman Yani itu juga menggelar silaturahmi dengan menyapa warganya dalam pelaksanaan sosialisasi perda ini.
Usai kegiatan, anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan menyampaikan, Peraturan daerah (Perda) yang masih berlaku hingga dua dekade, yakni dari 2018-2038 itu, menjadi kewajiban atau keharusan bagi setiap anggota dewan untuk mengedukasi warganya.
“Informasi Perda ini sangat penting sekali apalagi aturan ini terkait zonasi wilayah dan pulau-pulau kecil dan berlaku hingga 2038. Menurut saya, hal yang wajar kalau warga pesisir di daerah ini mendapatkan isi didalam perda tersebut bahkan boleh dishare nantinya bagi tidak berhadir,” jelasnya.
Disosialisasikannya Perda Nomor 13 Tahun 2018 tentang rencana zonasi wilayah dan pulau-pulau kecil di Kalimantan Selatan, menurutnya, merupakan haknya sebagai rakyat untuk mengetahui. Terlebih, materi ini diakui telah sesuai dengan letak geografis yang dikunjungi.
M. Yani Helmi menyerahkan salinan Perda Nomor 13 Tahun 2018 kepada Kades Teluk Sirih, Saepul Bakri
“Kenapa perda ini harus disosialisasikan, tentu merupakan hak daripada warganya sendiri. Ya, tinggal anggota DPRD itu sendiri mau tidak mensosialisasikannya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Teluk Sirih, Saepul Bakri mengungkapkan, sangat mengapresiasi kedatangan dari anggota Komisi II dari DPRD Kalimantan Selatan.
“Yang jelas kami merasa diperhatikan. Saya dua periode jadi Kades disini, Alhamdulillah, baru paman Yani selaku anggota DPRD yang mau datang ke Desa Teluk Sirih dan langsung mensosialisasikan serta mengedukasi masyarakat. Semoga menjadi silaturahmi yang baik ke depannya,” tuturnya. (RHS/RDM/RH)