Dislautkan dan DPRD Kalsel Bagikan Bibit Kakap Putih dan Rumput Laut di Pesisir Tanbu

TANAH BUMBU – Sebanyak 6.900 ekor benih ikan kakap putih beserta pakannya telah diserahkan jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Kalsel bersama anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi di sejumlah desa di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu.

Penyerahan secara simbolis bibit rumput laut kepada kelompok pembudidaya Desa Pulau Burung, Tanbu.

Menurut Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, dengan adanya bantuan yang diberikan Pemprov Kalsel kepada masyarakat untuk di budidayakan tentu diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan sebagai bentuk pemulihan atas dampak pandemi COVID-19.

“Langkah yang dilaksanakan Pemprov Kalsel ini kami nilai sangat positif kepada. Maka, disinilah hadirnya negara ketika warga nelayan di daerah pesisir baik katakanlah Tanbu dan Kotabaru sedang membutuhkan bantuan tentu dari inilah keberadaan pemerintah itu harus ada,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (27/11) petang, usai penyerahan bantuan sarana dan prasarana budidaya perikanan Tahun Anggaran (TA) 2021, di Desa Pulau Burung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu.

Anggota Komisi II DPRD Kalsel, M. Yani Helmi melakukan foto bersama jajaran Dislautkan Kalsel dan Pemdes Pulau Burung, Tanbu.

Tak hanya pakan dan benih ikan, pihaknya juga memberikan ratusan kilogram (kg) rumput laut kepada kelompok pembudidaya di Pulau Burung yang masih satu kabupaten dengan bumi Bersujud.

“Sebagai bagian dari dewan di provinsi tentu yang diharapkan adalah ekonomi kerakyatan kita kembali pulih, dan dengan adanya bantuan rumput laut ini kita menginginkan pengembangan budidaya di daerah pesisir yang potensial tersebut dapat di olah disini tinggal warga sekitar menjadi penyuplainya saja lagi. Sehingga, selain mampu memproduksi kita tidak usah lagi beli bibitnya di luar,” jelas Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Kalsel, M. Yani Helmi.

Sebagai mitra kerja, ia pun juga mengapresiasi kegiatan ini hingga mau ikut terjun ke lapangan untuk melakukan pembagian bibit kakap putih dan rumput laut.

“Saya sebagai anggota DPRD Kalsel dari Komisi II selain menghargai pelaksaan ini juga fungsi kontrol pemerintah benar tidak ada bantuan bibit kakap dan pembagian rumput laut yang sesuai dengan anggaran yang telah disediakan Pemprov,” ungkap anggota dewan membidangi ekonomi dan keuangan di DPRD Kalsel yang akrab disapa paman Yani itu.

Sementara itu, Kabid Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dislautkan Kalsel, Wahdah menyebutkan, selain menyerahkan bibit kakap putih dan rumput laut, sebanyak 11 sak pakan ikan juga diberikan di sejumlah desa di Kabupaten Tanah Bumbu.

“Kalau dirincikan ada sekitar 500 kg rumput laut dan kami serahkan kepada kelompok pembudidaya di Desa Pulau Burung ini. Sedangkan bibit kakap yang jumlahnya juga mencapai enam ribu lebih beserta pakannya itu sudah diberikan di Desa Kersik Putih, Tanah Bumbu,” papar Wahdah.

Selain itu, Kepala Desa Pulau Burung, Saidina mengucapkan terima kasih atas bantuan serta apresiasinya dari Pemprov dan Komisi II DPRD Kalsel terhadap desa yang merupakan destinasi wisata andalan dari warga Kabupaten Tanah Bumbu.

“Semoga dengan adanya bantuan rumput laut yang diberikan kepada kami bisa berkembang dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah ini,” harapnya.

Untuk diketahui, warga yang tinggal di Desa Pulau Burung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu kini telah mencapai 98 kepala keluarga (KK) dari 300 jiwa dengan luas lahan 545 hektare. Selain ditumbuhi pohon mangrove, 200 hektarenya ditanami buah-buahan. (RHS/RDM/RH)

Untuk Pertumbuhan dan Kecerdasan Anak, Pemprov Kalsel Dorong Masyarakat Konsumsi Ikan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan terus mendorong masyarakat agar meningkatkan konsumsi terhadap makanan berbahan dasar ikan.

Kepala Bidang Budidaya, Pemasaran dan pengolahan hasil perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Wahdah menyebut, berbagai kegiatan terus dilaksanakan sepanjang 2021 ini untuk memperkenalkan produk dari ikan.

“Kegiatan rutin kita ada bazar. Termasuk Kamis (17/11) kemarin kita gelar Safari Gemarikan di desa Panjaratan kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut berkolaborasi dengan TP PKK Provinsi Kalsel,” ujarnya Jumat (26/11) melalui sambungan telepon.

Safari Gemarikan ini jelas Wahdah, mempunyai sasaran yang jelas, yakni balita, anak usia sekolah, serta ibu hamil.

“Jadi ada 300 orang yang diikutsertakan. Terdiri dari 159 anak usia sekolah, 111 anak balita dan kemudian 30 orang dari kalangan ibu hamil,” sebutnya.

Safari Gemarikan sendiri lanjutnya, mempunyai tema; Ikan untuk generasi tangguh dan unggul. Dalam kegiatan ini, juga diberikan paket produk olahan hasil perikanan pembagian PMT (pemberian makanan tambahan) pemulihan dan PMT penyuluhan bagi ibu hamil dan balita.

Upaya lain, lanjut Wahdah, melalui lomba masak ikan tingkat provinsi Kalsel. Kegiatan ini dilaksanakan tidak lain untuk memperkenalkan keanekaragaman dan inovasi inovasi menu berbahan ikan.

“Juga untuk menyebarluaskan informasi tentang pentingnya kandungan gizi dan manfaat dari ikan itu sendiri,” lanjutnya.

Kolaborasi dengan TP PKK Provinsi Kalsel sendiri ujarnya, mempunyai tujuan yang jelas agar masyarakat mengetahui pentingnya gemar makan ikan.

“Bunda selain sebagai ketua TP PKK Kalsel juga sebagai ketua Forikan (Forum Peningkatan Konsumsi Ikan) di Kalsel Jadi sangat relevan dengan kegiatan ini,” paparnya.

Forikan sendiri ujar Wahdah, mempunyai tujuan untuk mensosialisasikan dan mensinergikan program/kegiatan yang ada di masing-masing institusi dengan Program Nasional GEMARIKAN.

Untuk lomba masak ikan sebut Wahdah, selalu digelar setiap tahun. Yang mana juga terus berkolaborasi dengan TP PKK Prov Kalsel

“Kecuali 2020 karena Pandemi COVID-19,” sebutnya.

Lalu bagaimana dengan konsumsi terhadap makanan berbahan ikan bagi keluarga di Kalsel? Untuk ini, Wahdah menyebut masih perlu adanya dorongan secara berkelanjutan. Mengingat pentingnya makan ikan bagi pertumbuhan dan kecerdasan anak. (ASC/RDM/RH)

Program Relaksasi di November 2021, Baru Menyentuh Rp11 M

BANJARBARU – Capaian pendapatan dari hasil penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Kalsel yang tercatat Oktober – November 2021 baru mencapai Rp11 miliar lebih.

Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah Bakeuda Kalsel, Rustamaji menyampaikan, dari hasil realiasi yang diterima pihaknya dengan pendapatan miliaran rupiah itu setidaknya telah mengumpulkan kendaraan sebanyak 15.353 yang terdiri dari roda dua hingga empat yang tersebar di UPPD Samsat se Kalsel.

“Secara akumulasi diperoleh penerimaan PKB sekitar Rp11.196.615.250. Kemudian, kami juga terus melakukan sosialisasi terkait kebijakan ini terutama masa diberlakukannya relaksasi yang tinggal sebulan lagi,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, belum lama tadi.

Melonjaknya pendapatan, diakui Rustamaji, karena bentuk kesadaran atas pulihnya ekonomi yang dimiliki masyarakat di Kalsel secara bertahap sudah mulai membaik.

“Diharapkan warga di Kalsel bisa memanfaatkan sebaik-baiknya moment program kebijakan ini dan tentunya tak hanya di kantor induk UPPD saja kami memberikan informasinya, tetapi, juga disebar luaskan di medsos dan samsat keliling yang dimiliki,” papar Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah Bakeuda Kalsel, Rustamaji.

Bahkan, kebijakan relaksasi yang berlaku hingga Desember itu apabila di akumulasikan antara 20 – 25 November diprakirakan sudah terkumpul sebesar Rp15 miliar lebih.

“Angkanya masih dinamis, karena yang kami terima sampai saat ini hanya melalui aplikasi. Mungkin secara konvesional masih diprakirakan oleh tim di Bakeuda Kalsel ada tersisa sebesar Rp3 miliar lebih dan secara akumulasi berkisar Rp15 miliaran,” paparnya lagi.

Sementara itu, Kepala UPPD Samsat Rantau, Raden Mas Ernanto Surya Jaya mengungkapkan, kendaraan yang telah membayarkan kewajibannya secara total mencapai 981 unit, baik melalui pelunasan tunggakan ataupun pembayaran pajak tahunan.

Kepala UPPD Samsat Rantau, Raden Mas Ernanto Surya Jaya bersama Kasi Pelayanan PKB dan BBNKB UPPD Samsat Rantau, Sri Iriyana.

“Jadi, untuk November ini untuk rincin kendaraannya baik roda dua/tiga sekitar 815 unit dan roda empat sebanyak 166 unit,” ungkapnya.

Setelah diberlakukannya program insentif itu, ia menyebutkan, realisasi yang diterima pihaknya hingga November 2021 sebesar Rp748.333.950.

“Ini realisasi pembebasan beserta dendanya dari penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB),” paparnya.

Sedangkan, realisasi PKB dari Oktober – November 2021 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang diterima oleh Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Kandangan sedikitnya sekitar 948 unit terdiri dari roda dua/tiga dan roda empat.

“Realisasi untuk HSS sudah tercapai sekitar Rp471.881.400 dan rinciannya itu terdiri dari 760 roda dua/tiga dan 118 unit roda empat,” jelas Ernanto Surya Jaya yang juga dipercaya menjabat sebagai Plt Kepala UPPD Samsat Kandangan. (RHS/RDM/RH)

Angkutan Udara di Kalsel Merangkak Naik

BANJARBARU – Jumlah penumpang yang berangkat melalui bandara di Provinsi Kalimantan Selatan pada September 2021 mengalami kenaikan dibandingkan bulan Agustus 2021.

Hal ini terungkap melalui paparan yang disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan, Yos Rusdiansyah, melalui channel YouTube BPS Kalsel.

Disampaikan Yos, pada September 2021, jumlah penumpang yang berangkat dari bandara di Kalsel sebanyak 38.634 orang atau terjadi kenaikan sebesar 86,93 persen dibandingkan dengan Agustus 2021 yang berjumlah 20.668 orang.

“Namun angka ini mengalami penurunan sebesar 15,60 persen bila dibandingkan dengan September 2020 yang mengangkut 45.774 orang,” ujarnya.

BPS Kalsel juga memaparkan data angkutan udara dari sisi kedatangan, yang mana jumlah penumpang yang datang melalui bandara Kalsel pada September 2021 terjadi kenaikan sebesar 49,50 persen.

“September 2021 penumpang yang datang sebanyak 39.679 orang. Sedangkan pada Agustus 2021 hanya 26.542 orang,” paparnya.

Sementara jumlah penumpang yang datang di bandara Kalsel bila dibandingkan dengan September 2020, maka pada September 2021 ini terjadi penurunan sebesar 19,92 persen, dimana pada bulan tersebut penumpang yang datang sebanyak 49.548 orang.

Sementara itu, untuk angkutan barang di Bandara Kalsel pada September 2021 ini terjadi kenaikan dibandingkan Agustus 2021. Yang mana jumlah barang yang dimuat di bandara di Kalsel selama September 2021 sebanyak 367.123 kg, naik 8,33 persen dibandingkan Agustus 2021 yang sebanyak 338.904 kg.

“Adapun untuk jumlah barang yang dibongkar sebanyak 1.930.205 kg, naik 5,53 persen dibandingkan bulan Agustus 2021 yang sebanyak 1.829.139 kg,” terangnya. (ASC/RDM/RH)

Warga Belitung Siap Menjaga Keamanan Lingkungan Mereka

BANJARMASIN – Dit Interkam Polda Kalsel mengajak warga Belitung, Kota Banjarmasin, untuk dapat menjaga keamanan dilingkungan tempat tinggal mereka. Ajakan tersebut, disampaikan pada saat gelar Bakti Sosial (Baksos) kepada warga masyarakat Belitung Darat, Kota Banjarmasin.

Penyerahan bantuan paket sembako untuk warga Belitung secara langsung

Kegiatan di pimpin oleh Kanit 2 Subdit Kamneg Dit Intelkam Polda Kalsel Kompol M Sukar dan Anggota Dit Intelkam dan Personel Bhabinkamtibmas Polsek Banjarmasin Barat, Jumat (26/11).

“Pada kegiatan saat ini, melaksankan kegiatan silaturahmi dengan masyarakat disepanjang Jalan Belitung ini,” ungkap Sukar.

Dengan maksud, lanjutnya, untuk menjaga keamanan diwilayah sekitar.

“kami mengajak warga Belitung untuk dapat menjaga keamanan dilingkungan setempat, serta menyerahkan paket bantuan,” ujarnya.

Hasil monitoring pihakya saat ini dikawasan Belitung sudah cukup ramai. Oleh karena itu, keamanan dikawasan tersebut perlu untuk dijaga secara bersama sama.

Menurut Sukar, pada setiap kesempatan pertemuan dengan warga, pihaknya selalu mengajak warga untuk terus menerapkan protokol kesehatan COVID-19, karena sampai saat pandemi COVID-19 masih berlangsung.

“Kepada seluruh warga dikawasan Belitung untuk dapat terus menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dengan ketat, demi keamanan bersama sama,” ucap Sukar.

Warga juga, tambahnya, diminta untuk cepat melaporkan kejadian yang tidak diinginkan kepada pihak kepolisian.

“Kami juga menghimbau kepada warga untuk tidak membawa senjata tajam, tidak mengkonsumsi minuman keras, tidak menggunakan obat obatan terlarang, serta lainnya,” kata Sukar.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga diserahkan Paket Sembako kepada warga masyarakat serta penyampaian beberapa pesan Kamtibmas diantaranya agar warga masyarakat dapat berperan serta dalam menjaga Sitkamtibmas yang kondusif di wilayah Kota Banjarmasin khususnya wilayah Belitung Darat. (SRI/RDM/RH)

Kompetisi Gateball Kalsel-Teng Digelar di Banjarmasin

BANJARMASIN – Pada Peringatan Hari Bakti PU ke 76 cabang olahraga (Cabor) Gateball melaksanakan kompetisi untuk tingkat Provinsi Kalimantan Selatan dan Tengah.

Kompetisi Gateball Kalsel-Teng di Kota Banjarmasin

Pelaksanaan pertandingan di lapangan Gateball Manuntung PJN Wilayah 1 Kalimantan Selatan, Kota Banjarmasin, pada Jumat (26/11).

Ketua Gateball Kota Banjarmasin Arifin Noor mengatakan, dilaksanakannya lomba olahraga Gateball ini, untuk memperingati Hari Bakti PU ke 76.

“Kompetisi Gateball Kalsel-Teng ini, untuk menambah erat silaturahmi antar peserta lomba, mengingat lomba ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari PU ke 76,” ujarnya.

Arifin berharap, pada pelaksanaan lomba ini dapat berjalan dengan lancar Mengingat lomba Gateball ini diikuti oleh peserta dari Provinsi Kalimantan Selatan serta Provinsi Kalimantan Tengah.

“Kami berharap lomba ini dapat berjalan lancar dan sukses. Dan kami juga berharap pada kompetisi ini dapat melahirkan atlet atlet handal untuk Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kompetisi Gateball Kalsel-Teng Harliansyah mengatakan, pada pelaksanaan Kompetisi Gateball Kalsel-Teng ini, pihaknya tentu mengharapkan akan lahir atlet atlet handal.

Sehingga, lanjutnya, atlet tersebut dipersiapkan untuk dapat mengikuti pertandingan lebih tinggi lagi, seperti ke ajang nasional.

“Karena itu kami mulai saat ini terus mempersiapkan atlet atlet Gateball Provinsi Kalimantan Selatan, untuk dapat mengikuti pertandingan Gateball Nasional,” ucap Harliansyah. (SRI/RDM/RH)

Pendapatan Daerah Pada RAPBD 2022 Sebesar 5,5 Triliun Lebih

BANJARMASIN – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2022 ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Penetapan itu dilakukan dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, pada Kamis (25/11).

Dalam laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalsel yang dibacakan Sahrujani dijelaskan bahwa total pendapatan daerah pada rancangan APBD Tahun 2022 dianggarkan sebesar Rp5.564.601.747.410,00. Ada kenaikan sebesar Rp138.436.474.873,00 atau 2,49 persen dari total anggaran pendapatan daerah murni Tahun 2021 sebesar Rp5.426.165.272.537,00.

“Sedangkan total belanja daerah pada Rancangan APBD Tahun 2022 dianggarkan sebesar Rp5,529.601.747.410,00 yang mengalami kenaikan sebesar Rp3.436.474.873,00 atau 0,06 persen dari total anggaran belanja daerah murni tahun 2021 sebesar Rp5.526.165.272.537,00,” lanjutnya.

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kalsel

Sahrujani menambahkan dalam R-APBD Tahun 2022 secara total pos pembiayaan daerah netto minus Rp35 miliar yang merupakan selisih penerimaan pembiayaan sebesar Rp50 miliar yang merupakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya (SilPA) serta pengeluaran pembiayaan sebesar Rp85 miliar berupa pembentukan dana cadangan Rp75 miliar dan penyertaan modal daerah Rp10 miliar.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah, Roy Rizali Anwar menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Kalsel yang telah memberikan perhatiannya dan membahas secara seksama terkait R-APBD Tahun 2022 sehingga bisa diselesaikan dengan baik dan lancar.

“Kita telah menemukan kesepakatan untuk memenuhi kebutuhan daerah dan masyarakat dalam melewati pandemi COVID-19 dan dampaknya, yang masih kita hadapi pada tahun ini dan mungkin masih kita rasakan pada tahun 2022,” ungkapnya.

Disisi lain, lanjut Gubernur, APBD Tahun 2022 ini, juga diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan pembangunan daerah sesuai dengan prioritas yang telah direncanakan. (NRH/RDM/RH)

Hadiri FGD Penyusunan Laporan Keuangan, Ini Pesan Kepala BPKP Kalsel Untuk Pemkab HSS

BANJARMASIN – Kepala Perwakilan BPKP Kalimantan Selatan, Rudy M. Harahap, mengapresiasi capaian pemerintah daerah yang telah memperoleh Opini WTP berturut-turut dari BPK. Namun, katanya, pemerintah daerah tidak boleh terlena dengan raihan opini WTP

Suasana FGD Laporan Keuangan Pemkab HSS

“Harus ada value laporan keuangan bagi masyarakat. Yang paling utama, opini WTP harus menunjukkan pemerintah daerah bebas dari korupsi dan akuntabel”, katanya.

Opini WTP adalah modal kepercayaan masyarakat untuk mendatangkan investor dalam penanaman modal di daerah, seperti Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang banyak memiliki tempat yang perlu dikembangkan di sektor pertanian dan kepariwisataan.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPKP provinsi Kalsel pada Jumat (26/11), ketika membuka focused group discussion (FGD) Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tahun Anggaran 2021, di salah satu hotel di Banjarmasin.

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan setelah 8 kali berturut-turut mendapatkan opini WTP dari BPK, meminta pendampingan Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan dalam penyusunan Laporan Keuangan Satuan Kerja perangkat Daerah (SKPD) dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2021.

Capaian opini WTP menunjukkan konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga informasi keuangan disajikan secara wajar sesuai dengan standar akuntansi pemerintah.

“Ini adalah indikasi awal bahwa governansi atau tata kelola pemerintahan telah dijalankan dengan baik,” kata Rudy.

Rudy juga menekankan, agar opini WTP memberikan nilai dan tidak ada korupsi, pemerintah daerah perlu menerapkan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi.

“Diperlukan penerapan SPIP Terintegrasi, mulai dari perencanaan atau penetapan tujuan, menganalisis risiko, dan memastikan pencapaian tujuan, sehingga janji-janji kepala daerah ketika kampanye terbukti,” tegasnya.

Dalam paparannya, Rudy juga mengatakan bahwa pengelolaan keuangan bisa disebut berhasil apabila pemerintah daerah berhasil mengumpulkan pendapatan, menjalankan pembangunan, merealisasikan belanja secara efesien dan efektif, dan menarik pendanaan ke daerah. (BPKPKalsel-RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Dukung Penuh Perkembangan UMKM

BANJARBARU – Pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Banua mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah provinsi Kalimantan Selatan.

Hal ini terbukti dengan adanya kegiatan pameran produk unggulan UMKM di Kalsel, dengan tajuk “Borneo UMKM Expo 2021”. yang di gelar selama 11 (sebelas) hari oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Selatan, bertempat di Amanah Borneo Park, Banjarbaru.

Kegiatan yang dimulai dari Kamis (25/11) ini, dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Umum, Adi Santoso.

Pada pembukaan ini turut dihadiri oleh Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Arifin, Plt Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kalsel Sirpan, Kepala Dinas Perdagangan Birhasani, Kapolres Banjarbaru AKBP Nur Khamid, Direktur Utama Amanah Borneo Park Fatwa aji Lanang Nugroho, Direktur LPPL Abdi Persada FM Ibnu Min Haji, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Yang mana diharapkan geliat UMKM di Kalsel dapat lebih berkembang.

“UMKM adalah pilar perekonomian Indonesia. Sampai saat ini, UMKM masih menjadi sektor penyumbang PDB terbesar yakni 60 persen,” ujar Paman Birin melalui sambutan tertulisnya.

Selain itu, dikatakan bahwa kontribusi UMKM juga terletak pada penyerapan tenaga kerja yang mencapai 97 persen dari total tenaga kerja yang ada, serta menghimpun sampai 60,4 persen dari total investasi.

“Oleh karenanya pelaku UMKM harus semakin kuat dan memantapkan produk yang dijual dan dipromosikan nya salah satunya melalui Expo pada hari ini,” tutur Adi Santoso dalam membacakan sambutan ini.

Sebelum menutup sambutan, Paman Birin melalui teks tertulis ini juga menyampaikan agar kegiatan Expo ini dapat dimanfaatkan dengan baik terutama dalam membangun mitra kerja.

“Bangun networking diantara sesama produsen serta meningkatkan kepercayaan konsumen. UMKM hendaknya saling berkolaborasi dan berinovasi agar produk lebih bervariatif dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat,” paparnya.

Sementara itu Plt. Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kalsel, Sirpan menyampaikan, disaat berbagai sektor usaha mengalami dampak yang cukup siginifikan akibat mewabahnya COVID-19, namun sektor UMKM dapat terus bertahan bahkan lebih baik.

“Bisa kita lihat, pada masa Pandemi COVID-19, pelaku UMKM bisa bertahan, bahkan lebih inovatif dan kreatif,” ujarnya.

Sirpan juga menyampaikan apresiasinya kepada Amanah Borneo Park Banjarbaru selaku fasilitator dalam kegiatan ini. Yang mana kegiatan ini dipastikan akan semakin meningkatkan daya saing UMKM yang ada di Kalsel.

“Dengan fasilitas yang disediakan ini, maka akan lebih meningkatkan promosi, yang mana promosi merupakan pelaksanaan manajemen yang berkualitas,” tuturnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini mengahdirkan sedikitnya 100 pelaku UMKM di Kalsel yang sudah melalui proses seleksi untuk menjadi peserta dalam Borneo UMKM Expo 2021 ini. (ASC/RDM/RH)

2022, Kalsel Tawarkan Magnet Destinasi Wisata Memukau

NTB – Kalimantan Selatan menawarkan magnet destinasi wisata memukau di tahun 2022, diantaranya keindahan alam, kearifan lokal masyarakat yang ramah, kilauan batu permata, ragam sajian kuliner serta tempat wisata religius.

Peluncuran Calendar of Event (CoE) Pariwisata tahun 2022, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syarifuddin, dan Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Muhammad Syarifuddin, memakai kemeja sasirangan

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin dalam sambutannya peluncuran Calendar of Event (CoE) Pariwisata tahun 2022, di Pantai Aruna Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (24/11), saat ini tercatat, ada sebanyak 64 event pariwisata yang akan digelar di Kalimantan Selatan tahun depan, dengan tema “Bergerak Menjelajahi Pariwisata Kalsel”.

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, menyerahkan buku kalender pariwisata Kalsel, kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhammad Husni

“Kami sengaja memilih Lombok, karena merupakan pintu masuk banyaknya wisatawan. Apalagi sekarang ada sirkuit Mandalika yang dikenal hingga ke tingkat internasional,” jelasnya.

Disampaikan Muhidin, Kalimantan Selatan merupakan daerah yang layak menjadi atensi prioritas untuk berwisata bersama keluarga, bahkan menyebut Tanah Borneo sebagai kepingan Surga. Dirinya berharap dengan diluncurkannya CoE Kalsel di Lombok, menjadi ajang promosi untuk menggaet wisatawan domestik hingga mancanegara.

“Kalsel punya destinasi wisata beragam, mulai dari pariwisata alam, budaya, kuliner, wisata religius, festival Pasar Terapung dan Bamboo Rafting, yang tidak ditemukan di daerah lain di Indonesia, sehingga sangat sayang jika dilewatkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, pihaknya penandatanganan MoU antara ASITA Kalsel dan ASITA NTB. Dengan adanya MoU itu, ASITA NTB diharapkan dapat mampu mengarahkan wisatawan Lombok, untuk turut menyambangi destinasi wisata di Kalimantan Selatan.

“Kita melihat ratusan ribu yang datang ke NTB, harapannya juga datang ke Kalsel, kalau sepuluh ribu wisatawan yang datang ke Kalsel, kita sudah Alhamdulillah, wisatawan tidak hanya stay-nya di Lombok, namun juga stay di Kalsel,” jelasnya

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, dengan adanya kerja sama antara Provinsi Kalimantan Selatan dan Nusa Tenggara Barat saling menguntungkan. Mengingat Kalsel juga memiliki potensi wisata yang tidak kalah dengan provinsi lainnya. Apalagi dengan memiliki event-event pariwisata, yang sudah berskala nasional.

“Adanya Pasar Terapung, Tour de Loksado, dan Haul Guru Sekumpul, yang didatangi jutaan jamaah, bahkan puluhan event-event lainnya yang diagendakan terdapat potensi-potensi wisata yang menjanjikan,” tutupnya

Menutup rangkaian Calendar of Event (CoE) Pariwisata tahun 2022, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, menyerahkan buku kalender pariwisata Kalsel kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhammad Husni. Acara dimeriahkan oleh tarian tradisional Kalimantan serta hiburan lagu-lagu Banjar.

Untuk diketahui, dalam peluncuran Calendar of Event (CoE) Pariwisata tahun 2022, turut hadir Wakil Ketua DPRD Kalsel, Ketua Dharma Wanita Kalsel, staf ahli Gubernur, sejumlah Kepala SKPD terkait di lingkungan Pemprov Kalsel, dan pimpinan maskapai penerbangan.

Beberapa agenda pariwisata Kalsel tahun 2022, antara lain:
-Aruh Adat Rungkuk Meratus
-Pagelaran Seni Rantau Baru
-Melasti
-Angsana Fishing Tournament
-Pesona Dayak Meratus
-Tour de Barito Kuala
-Tapin Art Festival
-Expo Balangan
-Lomba Perahu Tradisional
-Ba’ayun Maulid, dan lain-lain. (BIROADPIM-NHF/RDM/RH)

Exit mobile version