22 Juni 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Peringati Hari Gizi Nasional, Kalsel Targetkan Entaskan Stunting dan Obesitas

2 min read

Ketua TP PKK Kalsel, saat menyerahkan bantuan makanan tambahan untuk balita pada Senin (24/01)

BARITO KUALA – Puluhan siswa SMP Negeri 1 Mandastana, Batola, berjejer di kanan kiri jalan masuk menuju sekolah mereka. Mereka sengaja berjejer rapi, untuk menyambut kedatangan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Raudatul Jannah Sahbirin Noor. Kehadiran istri Gubernur Kalsel yang biasa disapa Acil Odah ini, adalah untuk kegiatan peringatan Hari Gizi Nasional ke-62 tingkat Provinsi Kalsel tahun 2022, yang mengambil tempat di sekolah kawasan Mandastana tersebut, pada Senin (24/1).

Ketua TP PKK Kalsel saat menjelaskan program Isi Piringku kepada salah seorang siswa SMPN 1 Mandastana Batola

Kehadiran Acil Odah, turut didampingi sejumlah kepala SKPD lingkup pemerintah provinsi Kalsel. Diantaranya Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Kepala Bappeda Kalsel.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel menyebutkan, kasus kurang gizi dan kelebihan gizi, masih menjadi persoalan yang harus dituntaskan. Karena dua masalah ini, kedepannya dapat mengurangi kualitas Sumber Daya Manusia di Kalsel.

“Masih banyak anak dan remaja Kalsel yang kekurangan gizi dan kelebihan gizi. Data Riskesdas tahun 2018, kasus stunting akibat kurang gizi di Kalsel, masih 33,48 persen, atau masih di atas rata-rata nasional, 24,4 persen. Begitu juga untuk kasus obesitas, angka kita adalah 2,95 persen berdasarkan data tahun 2021,” jelas Acil Odah.

Terkait hal ini, menurut Raudatul Jannah Sahbirin Noor, Tim Penggerak PKK Provinsi sudah melakukan berbagai upaya, dengan bersinergi bersama pemerintah daerah, untuk menekan stunting dan obesitas di Banua.

“Sesuai hasil komitmen bersama pada Deklarasi Loksado, maka kami sudah melakukan berbagai upaya. Diantaranya dengan revitalisasi Posyandu, peningkatan kapasitas kader PKK maupun Posyandu, serta meningkatkan partisipasi masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi,” paparnya kepada wartawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim mengatakan, secara nasional kasus stunting dan obesitas di Kalsel masih terbilang tinggi.

“Namun secara progress setiap tahunnya kasus stunting dan obesitas terjadi penurunan yang cukup signifikan, meski belum memenuhi target nasional. Ini membuktikan bahwa upaya dan komitmen bersama selama ini, sudah sesuai track menuju pengetasan kasus kurang gizi dan kelebihan gizi ini,” ujarnya.

Hari Gizi Nasional, diperingati pada 25 Januari setiap tahunnya. Khusus di provinsi Kalsel, peringatannya dimajukan sehari lebih cepat. Tahun ini, Hari Gizi Nasional mengangkat tema, “Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas”. Peringatan Hari Gizi Nasional di Kalsel, diisi dengan sejumlah aksi, diantaranya penebaran 400 benih ikan Papuyu di kolam milik SMP Negeri 1 Mandastana Batola, kemudian pemberian bantuan makanan tambahan untuk ibu hamil, serta mengenalkan program Isi Piringku, dan Gemar Minum Susu (Gerimis) serta Gemar Makan Telur. (RIW/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.