Warga Tungkaran Antusias Ikuti Vaksinasi

BANJAR – Vaksinasi Bergerak kembali menyapa warga Kabupaten Banjar. Kali ini Desa Tungkaran Kecamatan Martapura menjadi lokasi pelaksanaan vaksinasi untuk ratusan warga, Selasa (14/12).

Suasana vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Banjar, Selasa (14/12)

Antusias tinggi pun begitu nampak ditunjukkan oleh masyarakat dalam mengikuti vaksinasi yang merupakan bentukan ikhtiar memutus rantai penyebaran COVID-19 ini. Terbukti masyarakat telah memenuhi lokasi sejak jam 08.00 WITA meski kondisi Kota Intan terus diguyur hujan.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Muhammad Muslim menyebut, pihaknya sangat mendukung upaya pemerintah kabupaten Banjar sebagai bagian dari percepatan target vaksinasi di Kalsel.

“Capaian vaksinasi di Banjar juga akan berpengaruh terhadap capaian di provinsi. Karena data yang masuk secara berjenjang hingga nasional,” ujar Muslim.

Pergerakan pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Banjar lanjut Muslim cukup menggembirakan, terutama dalam satu Minggu terkahir. Ia pun berharap agar kinerja ini terus konsisten hingga akhir Desember nanti.

“Banjar saat ini sudah berada di angka 37 persen. Namun angka terus bertambah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Diauddin disela kegiatan, menyampaikan apresiasinya kepada Pemprov Kalsel yang terus mendorong Kabupaten Banjar terkait percepatan vaksinasi.

“Kegiatan ini kerjasama dengan Dinkes Kalsel. Juga ada bantuan dari Paman Birin (Gubernur Kalsel Sahbirin Noor) berupa sembako untuk meningkatkan minat masyarakat vaksin,” katanya.

Target 70 persen pun lanjutnya, secara perlahan optimis akan tercapai, mengingat giat pelaksanaan dilakukan di berbagai tempat di Kabupaten ini.

“Kemarin saja, se-Kab Banjar tercatat 6.000 vaksinasi COVID-19 berhasil dilaksanakan. Di lokasi ini target kita sekitar 800,” paparnya. (ASC/RDM/RH)

2022, Pemerintah Targetkan Kasus Stunting Secara Nasional Turun Diangka 18,4 Persen

BANJARBARU – Pemerintah menargetkan 2022 penurunan angka stunting secara nasional mampu terealisasi hingga 18,4 persen. Bahkan, 514 kabupaten/kota menjadi tambahan lokasi fokus untuk mengintervensi kasus gizi buruk tersebut.

Capaian angka stunting tahun 2019 secara nasional

Plt Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri RI, Sugeng Haryono, menyampaikan, untuk menurunkan angka stunting secara nasional setiap tahunnya penambahan daerah di 34 provinsi harus dilakukan.

“Dari 100 kabupaten/kota pada 2018 lalu hingga tahun 2021 sudah mencapai sekitar 360 sebagai lokasi fokus intervensi penurunan,” ujarnya pada pelaksanaan pelaksanaan Forum Nasional Stunting Komitmen dan Aksi Bersama untuk Penurunan Stunting yang digelar secara virtual di Command Center Setdaprov Kalsel, Selasa (14/12) siang.

Sedangkan, batas maksimal toleransi angka stunting menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) harus 20 persen atau seperlima dari total anak balita yang sedang tumbuh.

“Studi Status Gizi Indonesia menunjukkan pada Maret 2019 lalu angka prevelensi stunting sebesar 27,7 persen berdasarkan data pemerintah harus bekerja lebih keras lagi,” papar pejabat dari Kemendagri ini.

Maka dari itu, pemerintah jelas mau tak mau harus terus menambah lokasi fokus intervensi penurunan stunting yang terintegrasi dengan kabupaten/kota setiap tahunnya.

“Yang mana, setiap tahunnya harus bisa menurunkan setidaknya sebesar 3 persen atau 14 persen untuk tahun 2024 nanti,” bebernya.

Tercatat secara nasional, target penurunan angka stunting dari tahun ke tahun khusus 2019 sebesar 27,7 persen, tahun 2020 menurun menjadi 24,1 persen dan 2021 diketahui mencapai 21,1 persen.

“Tahun 2022 mendatang target penurunan dalam RPJMN 2020-2024 harus terealisasi sekitar 18,4 persen, tahun 2023 jadi 16 persen dan tahun 2024 diangka 14 persen,” ungkap Sugeng Haryono.

Sementara itu, Assisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Syaiful Azhari, mengungkapkan, supaya realisasi penurunan stunting dapat tercapai secara maksimal. Pemprov akan bersinergi dengan pemerintah ditingkat kabupaten/kota.

Assisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Syaiful Azhary.

“Upaya pemerintah dalam menekan angka stunting dalam rangka mendukung penurunan ini maka sinerginitas pun perlu dilakukan agar setidaknya kasus tersebut di Kalsel juga ikut melandai,” ucapnya.

Kondisi prevalensi angka stunting secara nasional untuk Kalimantan Selatan tahun 2019 tercatat ada sekitar 31,70 persen. Namun, secara keseluruhan di Indonesia sempat dikisaran 27,67 persen.

“Melalui dinas dan instansi terkait akan dilakukan koordinasi supaya program penanganan ini menjadi penyelenggaran prioritas pemerintah daerah baik ditingkat provinsi, kabupaten maupun kota,” pungkas Syaiful Azhari.

Terlebih, tahun 2024 pemerintah telah menargetkan penurunan stunting  setidaknya harus turun dua kali lipat dari tren saat ini diangka 14 persen. Sedangkan, tahun 2021 berada dikisaran angka 21,1 persen. (RHS/RDM/RH)

Ziarah Hari Juang TNI AD, Korem 101/Antasari Teladani Nilai Juang Pahlawan

BANJARBARU – Korem 101/Antasari menggelar kegiatan ziarah dalam rangka menyambut Hari Juang TNI AD ke-76 yang dipimpin oleh Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah, bertempat di TMP Bumi Kencana Landasan Ulin Banjarbaru, Selasa (14/12).

Hari Juang TNI AD ke-76 Tahun 2021 ini mengambil tema TNI Angkatan Darat Bersama Rakyat Membangun Bangsa.

Ziarah rombongan dimulai pukul 07.00 WITA, diawali dengan penghormatan kepada arwah para Pahlawan, yang dipimpin oleh Danrem 101/Antasari, kemudian dilanjutkan mengheningkan cipta dan diakhiri dengan peletakan karangan bunga di Tugu Taman Makam Pahlawan (TMP) Bumi Kencana. Acara kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga di pusara para Pahlawan, yang diawali oleh Danrem 101/Antasari dan diikuti para peserta rombongan ziarah.

“Kegiatan ziarah ini sebagai wujud penghargaan dan penghormatan terhadap jasa para Pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan negara Indonesia tercinta. Diharapkan melalui kegiatan ini mampu meneladani nilai-nilai juang yang telah dicontohkan para Pahlawan,” pesannya.

Tampak hadir para pejabat Korem 101/Antasari, Danrindam VI/Mulawarman, Dandim 1007/Banjarmasin, Dandim 1006/Martapura, Jajaran Dan/Ka Balak Aju Kodam VI/Mulawarman, Danyonif 623/BWU, Dandenzipur 8/GM, Persit KCK Koorcabrem 101 PD VI/Mulawarman, dan PNS Jajaran Korem 101/Antasari. (PENREM-RIW/RDM/RH)

Kolaborasi Polda Kalsel dan TNI, Gelar Diklat Bersama

BANJARBARU – Pendidikan Kolaborasi Integrasi Dikmaba TNI AD dan Diktukba Polri TA 2021 dibuka oleh Irjen Pol Rudi Darmoko yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, bertempat di Rindam VI/Mulawarman, Banjarbaru Kalsel, Senin (13/12).

Suasana latihan bersama Polda Kalsel dan TNI

Pembukaan pendidikan ini dihadiri para pejabat TNI-Polri di wilayah Kalimantan khususnya Kalimantan Selatan, diantaranya Irwasda Polda Kalsel Kombes Pol Turman Sormin Siregar, Karo SDM Polda Kalsel Kombes Pol Nanang Masbudi dan Ka SPN Polda Kalsel Kombes Pol Restika P. Nainggolan.

Pendidikan direncanakan berlangsung selama 5 hari, sejak 13 sampai 17 Desember 2021, dan diikuti oleh 81 orang yang terdiri dari 36 Siswa Dikmaba TNI AD dan 45 Siswa Diktukba Polri.

Selain menerima 45 Siswa Diktuba Polri, Rindam VI/Mulawarman juga mengirimkan 45 siswa ke SPN Kalsel, SPN Kalteng dan SPN Kaltim, dengan masing-masing SPN 15 Siswa.

Pendidikan Kolaborasi Integrasi Dikmaba TNI AD dan Diktukba Polri ini bertujuan untuk menjalin interaksi yang baik antara siswa Dikmaba TNI AD dan Diktukba Polri, serta terjalin komunikasi yang harmonis dan menciptakan kerja sama dalam melaksanakan tugas.

Dalam kesempatannya Irjen Pol Rudi Darmoko menyampaikan, bahwa kegiatan pendidikan dalam bentuk kolaborasi integrasi merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan rasa kebersamaan antara TNI AD dan Polri.

“MelaluI kegiatan ini, akan membentuk dan mengembangkan kualitas kerja sama dan ikatan batin antara TNI AD dan Polri,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pendidikan ini menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan sinergitas melalui kegiatan-kegiatan yang membangun rasa kebersamaan, kekompakan dan kesetiakawanan.

Lebih lanjut Ia mengucapkan selamat belajar dan berlatih kepada para siswa Dikmaba TNI AD dan Diktukba Polri yang sedang mengikuti Pendidikan Kolaborasi Terintegrasi TNI AD dengan Polri.

“Semoga Tuhan yang Maha Esa senantiasa memberikan bimbingan, petunjuk dan lindungan-Nya kepada kita semua dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada Bangsa dan Negara,” pungkasnya. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)

40 Peserta Latsar PKP Angkatan ke V 2021 Dapat Nilai Memuaskan

BANJARBARU – Sebanyak 40 peserta dilingkup Pemprov dan kabupaten/kota Kalsel mendapatkan nilai memuaskan dalam pelaksanaan Pendidikan Kepemimpinan Pengawas (PKP) angkatan V tahun 2021.

Penilaian ini diketahui saat pelaksanaan upacara penutupan Pendidikan Kepemimpinan Pengawas (PKP) yang diselenggarakan di aula Kampus I Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (13/12).

Mewakili Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, Assisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Syaiful Azhary, mengaku, bangga dengan pencapaian yang didapatkan oleh peserta ini. Terlebih, rata-rata telah berhasil mendapatkan nilai memuaskan dari penguji.

Assisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Syaiful Azhari, saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

“Kami dari Pemprov Kalsel tentu sangat mengapresiasi denga pelaksanaan dari kegiatan ini, bahkan, pendidikan tersebut dalam rangka meningkatkan pengembangan serta wawasan yang wajib dimiliki oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) kita,” ungkpanya.

Tentu, menurutnya, sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengabdi kepada negara baik ditingkat provinsi dan kabupaten/kota kegiatan ini nantinya bisa diaplikasikan.

“Apa yang telah diberikan oleh pelatih-pelatih selama pendidikan bisa dijadikan sebagai perubahan dan dapat diinformasikan nantinya,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional BPSDMD Provinsi Kalsel, Ahmad Bagiawan, menyampaikan, seluruh peserta yang berjumlah sekitar 40 orang terdiri dari tenaga pengawas itu diakui mendapatkan rata-rata nilai memuaskan diatas 80.

“Alhamdulillah, nilai atau grade dari seluruh peserta memuaskan semua. Kalau cukup memuaskan berarti dibawah 80, tapi, mereka sudah di angka 80 ke atas,” ungkapnya.

Alasan tidak didapatkannya nilai sangat memuaskan, lanjut Bagiawan, dikarenakan sistem pendidikannya masih belum maksimal. Hal tersebut diakui, dampak pandemi masih menjadi alasan utama, sehingga, peserta lebih banyak melakukan kegiatan secara virtual.

“Kami juga menunggu-nunggu ada peserta yang mendapatkan nilai yang sangat memuaskan, tetapi, belum ada sampai saat ini karena pembelajaran Distance Learning (jarak jauh) dirasa belum memuaskan. Namun, memang disadari dimasa COVID-19 memaksa kita harus berinovasi,” papar mantan pejabat Pemkab Banjar ini.

Untuk diketahui, penyelenggaraan Pendidikan Kepemimpinan Pengawas (PKP) angkatan ke V ini dilaksanakan mulai 13 September hingga 10 Desember 2021. (RHS/RDM/RH)

37 Sekolah di Kalsel Raih Adiwiyata dari Gubernur

BANJARBARU – Sebanyak 37 sekolah se Kalimantan Selatan mulai dari tingkat dasar hingga menengah yang dinilai tekun dan peduli pada lingkungan, meraih penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, di halaman kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) provinsi Kalimantan Selatan, Senin (13/12).

“Ini adalah langkah besar dan bukti nyata kecintaan kita terhadap lingkungan dimana kita berkegiatan, sehingga kelestariannya tetap terjaga,” ucap Gubernur yang akrab di sapa Paman Birin dalam sambutannya.

Adiwiyata sendiri menurutnya, merupakan salah satu wujud kepedulian terhadap lingkungan terutama di sekolah. Sehingga untuk mewujudkan kepedulian dan kebudayaan siswa terhadap lingkungan, dapat diwujudkan dengan visi misi kebijakan dan kurikulum berbasis lingkungan.

“Contoh kecilnya seperti menyediakan tong sampah terpilah organik dan non organik dengan disertai sosialisasi setiap kalinya kepada siswa,” ungkapnya.

Dengan belajar sekaligus praktek langsung di sekolah oleh para siswa, dinilainya dapat menjadi investasi jangka panjang bagi kelestarian lingkungan di Kalimantan Selatan.

“Harapan besarnya adalah para siswa mampu merealisasikannya di rumah masing masing, dan mereka menjadi penerus yang paham dan mengerti bagaimana merawat sumber daya alam yang kita miliki saat ini,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup provinsi Kalimantan Selatan, Hanifah Dwi Nirwana, mengatakan Adiwiyata ini merupakan bentuk penghargaan terhadap para tenaga pendidik yang telah melakukan pembinaan terhadap muridnya.

“Kegiatan ini sangat penting untuk memotivasi, karena bagaimanapun juga anak usia sekolah ini sangat strategis untuk ditanamkan kepeduliannya terhadap lingkungan,” ucapnya.

Hanifah menjelaskan, kriteria penilaian terhadap sekolah Adiwiyata tidak hanya sebatas pengelolaan sampah dan penghematan energi saja. Melainkan juga menciptakan lingkungan hijau guna memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sekolah.

“Apabila aksi ini dilakukan secara masif oleh seluruh anak didik termasuk keluarganya, maka lingkungan Kalsel akan menjadi lebih baik” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)

TNI AL – Lanal Banjarmasin Kembali Gelar Vaksinasi Maritim di Kecamatan Jorong

TANAH LAUT – TNI AL bersama Lanal Banjarmasin kembali menggelar serbuan vaksinasi maritim untuk dosis pertama dan kedua di Desa Sebuhur Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut untuk para pekerja salah satu perusahaan setempat, serta juga diikuti warga sekitar, Senin (13/12). Vaksinasi ini bertujuan untuk membantu program pemerintah dalam rangka mempercepat penanggulangan pandemi COVID-19 secara totalitas di wilayah Kalimantan Selatan.

Dalam serbuan vaksinasi kali ini, TNI AL – Lanal Banjarmasin berkerjasama bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Selatan. Untuk memvaksin Masyarakat, lanal Banjarmasin telah menyediakan Vaksin jenis Sinovac, serta melibatkan 17 Tenaga Kesehatan (Nakes) gabungan yang berasal dari Balai Pengobatan (BP) Lanal Banjarmasin dan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

Ditempat terpisah, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Herbiyantoko, M.Tr. Hanla mengatakan, pemerataan Vaksinasi Masyarakat Maritim secara massal ini akan terus digencarkan guna membantu dan mensukseskan program pemerintah sampai mencapai target yang maksimal, sehingga laju penyebaran wabah COVID-19 dielemen masyarakat dapat dicegah dan segera berakhir, supaya masyarakat dapat beraktivitas dengan sehat dan normal.

“Besar harapan, dengan adanya Vaksinasi Massal ini dapat bermanfaat dengan baik, kepada warga jangan takut ataupun ragu-ragu untuk mendatangi tempat Vaksinasi yang sudah ditentukan dan lebih patuh terhadap protokol kesehatan, supaya dampak musim Pandemi ini segera berakhir dengan tuntas,” ungkap Herbiyantoko.

Danlanal Banjarmasin menambahkan,  kunci salah satu untuk mengurangi dan meminimalisir penyebaran Virus Corona yaitu tetap jaga kesehatan dan disilplin dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kepada warga yang belum terjamah, jangan merasa khawatir ataupun ragu untuk bervaksin demi menjaga kesehatan, supaya musim pandemi ini segera berlalu dan berakhir dengan tuntas, menuju tatanan kehidupan yang baru dan normal,” tutup Herbiyantoko.

Sementara itu dilokasi Vaksinasi, ketua penyelenggara Mayor Laut (K/W) dr. Meutia Indrasakti menyampaikan, fenomena masyarakat tentang Vaksin sudah tidak nampak lagi, terbukti saat ini masih banyak warga yang antusias untuk mendapatkan suntikan Vaksin.

“Bagi segenap masyarakat jangan merasa takut ataupun ragu – ragu untuk mendatangi tempat Vaksinasi yang sudah ditentukan karena Vaksin tersebut sudah sehat teruji dan efektif digunakan sebagai Herd Immunity guna menghindari serangan Virus,” ucap dr. Meutia.

Untuk diketahui, vaksinasi maritim yang ke 64 kali ini, Lanal Banjarmasin telah berhasil memvaksin sebanyak 20.081 warga. Adapun warga yang bervaksin pada vaksinasi maritim ke 64 kali ini berjumlah 148 peserta. (TNI.AL-MRF/RDM/RH)

Dispar Kalsel Dukung Anggrek Langka Dikembangbiakkan

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, mendukung keinginan DPD Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kalimantan Selatan, mengkembangbiakkan tanaman anggrek langka.

suasana event Meratus Orchid Show (MOS) ke-9 tahun, di Halaman eks Kantor Gubernur Kalsel, Banjarmasin, Sabtu sore (11/12)

Menurut Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan setelah membuka Meratus Orchid Show (MOS) ke-9 tahun di Halaman eks Kantor Gubernur Kalsel, Banjarmasin, Sabtu sore (11/12), wacana akan dikembangbiakkan anggrek langka pihaknya mendukung penuh, karena berpotensi menjadi destinasi wisata. Apalagi dimilikinya lahan yang berada di komplek perkantoran Setda Provinsi Kalsel kota Banjarbaru.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, didampingi Ketua DPD Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kalimantan Selatan, Aida Muslimah Rosehan

“Kami akan komunikasikan dengan pimpinan,” ucapnya

Disampaikan Syarifuddin, event Meratus Orchid Show (MOS) ke-9 tahun, salah satu bentuk kebangkitan dari kepariwisataan di Kalsel, setalah hampir dua tahun terpuruk akibat pandemi COVID-19. Dengan demikian dapat menjadi penggerak roda perekonomian, khususnya bagi pecinta anggrek, karena memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

“Warga bisa memanfaatkan selain hobi bertanam, anggrek dikembangbiakkan secara profesional, mempunyai nilai ekonomis,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kalimantan Selatan, Aida Muslimah Rosehan mengatakan, ke depan dengan adanya taman anggrek, PAI Kalsel berupaya melakukan konservasi terhadap spesies anggrek yang saat ini mulai langka.
Salah satu spesies anggrek yang sudah langka yaitu anggrek berjenis gigantea, sekarang ini sulit ditemukan di Kalsel, dan hanya ada terdapat di Kalimantan Timur.

“Kita berharap, akan terealisasi taman anggrek dalam waktu dekat ini, agar bisa segera melestarikan spesies anggrek asli Kalsel,” pintanya

Lebih lanjut Aida menambahkan, event Meratus Orchid Show (MOS) ke-9 tahun ini, pihaknya mengenalkan berbagai macam jenis spesies anggrek asal Kalimantan Selatan, baik hasil silangan, maupun anggrek yang sudah langka. Selain itu sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kepala Dinas Pariwisata Kalsel.

“Kami berkomitmen mengkembangbiakkan anggrek silangan putri junjung buih, agar bisa menjadi ikon pencinta anggrek Banua,” tutupnya.

Untuk diketahui, event Meratus Orchid Show (MOS) ke-9 tahun, merupakan hasil kolaborasi antara Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kalimantan Selatan dengan Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, diikuti masing-masing kabupaten/kota, ada sebanyak 50 stand berpartisipasi dalam pameran dan lomba, selama tiga hari mulai 10 – 12 Desember 2021. (NHF/RDM/RH)

Torehkan Banyak Prestasi, Danrem Apresiasi Prajurit Korem 101/Antasari

BANJARBARU – Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah, menggelar apel pagi dan pemberian penghargaan kepada Prajurit Jajaran Korem 101/Antasari, yang memperoleh prestasi berbagai bidang, di Lapangan Wiratama Yonif 623/Bhakti Wira Utama, pada Senin (13/12).

Danrem 101/Antasari saat memberikan penghargaan kepada prajurit berprestasi

Deretan prestasi yang diperoleh diantaranya, Juara 1 Lomba Menembak Kategori 100 Meter Logam dalam rangka HUT Brimob Polri ke-76 tingkat Polda Kalsel yang diraih oleh Pratu Al Hidayat dari Yonif 623/BWU, Juara 2 Lomba Menembak Kategori 100 Meter Logam dalam rangka HUT Brimob Polri ke-76 tingkat Polda Kalsel oleh Kopda Bambang Arianto  dari Yonif 623/BWU, Juara 3 Lomba Menembak Kategori 100 Meter Logam dalam rangka HUT Brimob Polri ke-76 tingkat Polda Kalsel yang diraih oleh Pratu Kukung Febriyanto dari Yonif 623/BWU.

Selanjutnya, Juara 3 Video Profil Satuan Se-Jajaran Pussenif oleh Yonif 623/BWU, Juara 3 Lomba MTQ Se-Kodam VI/Mulawarman oleh Pelda Amad Rodin dari Kodim 1010/Tapin, Juara 4 Lomba MTQ Se-Kodam VI/Mulawarman oleh PNS Ahmadi Dari Kodim 1007/Banjarmasin, Juara 1 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Terbaik Lomba Binsat HUT Kesad ke-76 oleh Denkesyah 06.04.02 Banjarmasin Kesdam VI/Mulawarman, dan Juara 2 Rumah Sakit Tingkat III Terbaik Lomba Binsat HUT Kesad ke-76 oleh RS TK.III DR. R. Soeharsono Banjarmasin Kesdam VI/Mulawarman.

“Kita melaksanakan apel pagi ini untuk memberikan penghargaan kepada Satuan dan Prajurit yang patut dibanggakan. Penghargaan ini semoga bisa menjadi motivasi dan dorongan untuk terus maju”, ujar Danrem 101/Antasari dalam sambutannya.

Tak lupa Danrem 101/Antasari memberikan pesan kepada seluruh prajurit untuk tetap dapat memelihara kondisi fisik.
Yakni agar program latihan jangan hanya lewat saja, tetapi di setiap kesempatan harus punya tolok ukur dan sasaran yang mampu dicapai.

“Saya bangga dengan kalian yang sudah bisa memperbaiki diri dan menunjukkan prestasi. Terkait pergantian pimpinan, tentu ada kebijakan baru yang harus ditaati. Sehingga seluruh prajurit dan satuan harus bisa menyesuaikan,” tambahnya.

Firmansyah juga mengingatkan, jika ada pelanggaran tentu akan ditegur, dan apabila ada prestasi harus mendapat apresiasi dan diberikan penghargaan. Tujuannya adalah sebagai motivasi bagi seluruh Prajurit.

“Jadikan ini sebagai motivasi untuk menjadi yang terbaik. Ini adalah upaya menghargai setiap prestasi yang diperoleh. Tetap semangat, disiplin dan tingkatkan jiwa korsa,” pungkasnya.

Piagam penghargaan diberikan langsung oleh Danrem 101/Antasari, dan disaksikan oleh Kasrem 101/Antasari, Para Kasi Korem 101/Antasari, Dandim 1007/Banjarmasin, Dandim 1010/Tapin, Danyonif 623/BWU, Para Dan/Ka Balak Aju Wilayah Korem 101/Antasari, dan Dan/Ka Balak Korem 101/Antasari. (PENREM-RIW/RDM/RH)

Polda Kalsel Gelar Bimtek dan Uji Konsekuensi Informasi Publik

BANJARMASIN – Sebagai badan publik, Polri berkewajiban memberikan informasi publik yang telah diatur dalam Undang – Undang nomor 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Untuk memenuhi kewajiban memberikan layanan informasi kepada masyarakat atau badan hukum, Polri dalam hal ini Divisi Humas Polri menggelar Uji Konsekuensi Daftar Informasi Publik untuk klarifikasi info yang dikecualikan pada satuan kerja Polda Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa’i menyampaikan, Humas memiliki peran yang penting sebagai penyedia layanan informasi bagi publik.

Namun lanjutnya, dalam pasal 17 UU KIP telah mengatur informasi yang dikecualikan atau tidak dapat diakses oleh publik.

“Informasi dikecualikan ini perlu dilaksanakan uji konsekuensi oleh pejabat pengelola Informasi dan dokumentasi,” ucap Kabid Humas saat membacakan sambutan Kapolda Kalsel saat pembukaan Bimtek di Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri Polda Kalsel, Senin (13/12).

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, hal ini bertujuan untuk melindungi dokumentasi yang bersifat rahasia dan bukan untuk konsumsi umum.

Mengakhiri sambutannya, Kabid Humas menyampaikan pesan Kapolda Kalsel kepada peserta untuk mengikuti kegiatan dan mampu menyerap materi yang diberikan sehingga tidak terjadi sengketa informasi.

Sementara itu Kabag Anev Biro PID Div Humas Polri Kombes Pol Sugeng Hadi Sutrisno menyampaikan, daftar informasi yang dikecualikan berfungsi sebagai dasar hukum bagi pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID) dalam menolak permohonan informasi.

“Karena informasi (dikecualikan) tersebut memiliki konsekuensi yang negatif. Disamping itu juga ini (uji konsekuensi) sebagai langkah awal untuk menghindari sengketa informasi,” ucapnya.

Kegiatan pembinaan teknis dan uji konsekuensi informasi yang dikecualikan dihadiri oleh Tamliha Harun selaku Ketua Komisi Informasi Provinsi Kalsel / Pemateri, para PPID semua satuan kerja yang ada di Polda Kalsel sesuai dengan protokol kesehatan. (POLDA.KALSEL-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version