BANJARBARU – Sejak dibuka kembali pada Februari lalu, kunjungan ke Museum Lambung Mangkurat provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meningkat.
Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Suprihanto, kepada wartawan baru-baru tadi mengungkapkan, dalam beberapa pekan terakhir kunjungan ke museum cukup tinggi, khususnya pada akhir pekan dan libur nasional.
“Kadang ada 2 atau 3 rombongan pelajar, selain itu masyarakat umum juga banyak yang kesini,” ucapnya.
Selain akibat melandainya pandemi di Kalsel, menurutnya, tingkat kunjungan ke museum ini juga dipengaruhi oleh kegiatan belajar siswa di sekolah yang saat ini sudah melaksanakan pembelajaran secara tatap muka.
“Apalagi jika seluruh proses pembelajaran kembali normal seperti sedia kala, kunjungan pasti akan lebih meningkat,” ungkapnya.
Dukungan pihak media juga diakuinya, sangat berperan penting untuk menyampaikan informasi seputar museum milik Pemprov Kalsel ini.
“Karena Museum Lambung Mangkurat ini merupakan ikon Kalsel,” terangnya.
Terkait kelonggaran yang diberikan oleh Presiden, Joko Widodo, mengenai pembebasan penggunaan masker di ruang terbuka. Suprihanto mengakui, pihaknya masih menunggu arahan dari Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.
Sehingga diakuinya, Museum Lambung Mangkurat sampai saat ini masih menerapkan protokol kesehatan, seperti ketersediaan tempat cuci tangan, masker, dan wajib sudah vaksinasi.
“Biasanya nanti ada surat edaran terkait penggunaan masker, sementara ini kita masih mewajibkan pengunjung pakai masker,” jelasnya.
Suprihanto menambahkan, pihaknya saat ini juga sedang mengupayakan agar jam operasional Museum Lambung Mangkurat kembali normal, yaitu mulai jam 08.00 – 15.00 WITA.
“Kita masih mengupayakan, sementara kita masih buka hingga jam 1 siang saja,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, memperingati Hari Konsumen Nasional (Harkonas), dalam rangkaian kegiatan juga digelar upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2022, berlokasi di halaman kantor Disdag Kalsel, Jalan S Parman.
Suasana upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2022
Kepada sejumlah wartawan, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani, kepada wartawan pada Jumat (20/5) mengatakan, peringatan Hari Konsumen Nasional ini, mengangkat tema Konsumen Berdaya, Beli Produk dalam Negeri, hal itu dimaksudkan para konsumen memiliki kekuatan kalau merasa dirugikan, sedangkan berdaya berani melakukan klaim atau gugatan ke pelaku usaha, karena sangat penting konsumen selamat, sehat dan terhindar dari sesuatu yang membahayakan akibat mengkonsumsi, atau menggunakan sesuatu yang berbahaya.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Birhasani
“Harkonas sudah dilaksanakan sejak 20 April 2022 tadi, seperti sidak mengawasi di pasar tradisional dan modern, kemudian sosialisasi edukasi konsumen, talkshow di salah satu Radio Swasta berjaringan, dan puncaknya digelar jalan santai, sekaligus pembagian brosur untuk mengedukasi warga,” ucapnya
Birhasani menjelaskan, para konsumen di banua, harus teliti dan cerdas sebelum membeli produk, serta memprioritaskan untuk memilih produk dalam negeri saat berbelanja, agar semakin maju dan berkembang produk buatan dalam negeri sendiri, serta bangga menggunakannya, yang berdampak semakin meningkatkan di bidang perindustrian.
“Kita ingin pelaku usaha bertanggung jawab untuk keselamatan dan kesehatan konsumen, yaitu menjual produk sesuai standar,” pintanya
Lebih lanjut Birhasani menambahkan, selama ini Pemerintah daerah memfasilitasi dibentuknya Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) berdiri sejak tahun 2018, untuk memberi kemudahan dalam penyelesaian sengketa antara konsumen dengan pelaku usaha. Selain itu, pemerintah berupaya memberikan perlindungan konsumen dengan menggandeng pihak terkait, dalam mengawasi seperti BPOM.
“BPSK berperan juga untuk membantu konsumen, jika ada kasus yang bisa diselesaikan dengan kekeluargaan, tidak harus ke pengadilan,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)
BALANGAN – Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan, Rudy M Harahap mengajak semua jajaran pemerintah daerah Kabupaten Balangan untuk mendorong perkembangan ekonomi lokal, dalam rangka percepatan implementasi penggunaan produk dalam negeri sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022. Hal itu disampaikan oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan, dalam sambutannya pada acara Hari Jadi Kabupaten Balangan ke-19, pada Kamis (19/5).
SPIP Terintegrasi Dalam usaha mencapai tujuan penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten Balangan yang telah disusun dan ditetapkan, tidak lepas dari risiko yang mungkin akan mengganggu kinerja pemerintahnya. Oleh karena itu, penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yang Terintegrasi menjadi salah satu hal dipenting untuk dilakukan penguatan.
“Di momen ini, kami BPKP siap membantu Kabupaten Balangan dalam penerapan SPIP Terintegrasi demi mewujudkan keandalan pelaporan keuangan, efektifitas dan efisiensi, pengamanan aset, serta ketaatan terhadap peraturan perundang – undangan. Apabila SPIP Terintegrasi telah diimplementasikan dengan baik, akan membawa pengaruh positif terhadap capain kinerja Pemerintah Daerah yang diukur dengan indikator penilaian yang lain,” jelasnya.
Nilai-nilai yang ada dalam SPIP Terintegrasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari beberapa framework penilaian birokrasi, yakni MCP KPK, Opini BPK, SAKIP, RB, Survei Penilaian Integritas, dan Zona Integritas menuju WBK/WBBM. Percepatan P3DN dan Komitmen Bersama
“Program-program dan kebijakan yang dapat menggerakkan masyarakat dan pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk dalam negeri dan berinovasi, harus segera direalisasikan,” tegas Rudy.
Pemerintah Kabupaten Balangan telah mengalokasikan 387.666.971.311 Rupiah, dari seluruh belanja daerah untuk mendukung P3DN dan mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2022.
“Bupati Balangan juga sangat menyambut positif tujuan percepatan ini dan kami siap mensupport dari berbagai lini,” tegas Rudy.
Kabupaten Balangan sendiri sudah membuat kebijakan berupa Keputusan Bupati Balangan tentang pembentukan Tim P3DN namun belum menyusun Tim Pengelola e-Katalog Lokal.
“Ini menunjukkan sudah ada komitmen dari Kepala Daerah untuk mendorong percepatan P3DN, meskipun masih perlu tambahan dan perbaikan,” tambahnya.
Titik kritis dan Rencana Tindak Lanjut yang harus dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Balangan dalam pelaksanaan Inpres nomor 2 tahun 2022 sudah kami sampaikan pada Komitmen Bersama, yang juga merupakan wujud nyata sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah.
“Saya harapkan dengan adanya penandatanganan komitmen bersama ini, penyelenggaraan SPIP Terintegrasi dan Percepatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dapat benar-benar terealisasi dan membawa dampak perubahan ke arah yang lebih baik bagi Kabupaten Balangan,” tutup Rudy. (BPKPKALSEL-RIW/RDM/RH)
TANAH BUMBU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi, menggelar Haul ke 216 Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjari sebagai rangkaian penutup reses.
Kegiatan syukuran dan Haul Datu Kelampayan di kediamannya di Tanbu.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediamannya di Batulicin, Tanah Bumbu, yang juga dihadiri sebagian jajaran pejabat Pemprov Kalsel, Rabu (18/5) malam, dengan rasa khusyuk dibalut lantunan syair serta dibacakannya manaqib (perjalanan) Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.
“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar dan para pejabat yang diundang yang mengikuti saya lihat sangat khusyuk sekali apalagi dibacakannya manaqib ulama besar sekaligus Wali Allah SWT Datu Kelampayan yang bermakam di Martapura,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai tanda syukuran atas berakhirnya pelaksanaan menjaring aspirasi (reses) tetapi bagaimana menjunjung tinggi sikap hormat yang mencintai wali Allah SWT.
“Beliau adalah ulama besar yang berkharismatik bahkan setelah mendengar cerita perjalanan panjangnya dalam menuntut ilmu agama membuat rasa haru dan bercampur rasa bahagia itu menjadi satu. Terlebih, iringan syair habsyi membawa hati ini terasa dekat dan nyaman meski penyelenggaraannya tidak dilaksanakan di Martapura,” tuturnya.
Dihadapan para undangan, dirinya sempat menitikkan air mata pada saat berlangsungnya pembacaan manaqib serta diselenggarakan haul Datu Kelampayan diharapkan pula tidak melunturkan rasa menjunjung tinggi kecintaan atas anugerah dan kebesaran-Nya.
“Pelaksanaannya sangat berarti sekali terutama saya pribadi yang dapat merasakan ketenangan setelah delapan hari menggelar reses di 16 titik di Tanbu dan Kotabaru,” imbuhnya.
Ia menekankan, sebagai makhluk ciptaan-Nya yang beriman tentu melalui kegiatan haul dan syukuran itu diharapkan dapat lebih menebalkan keimanan, menciptakan rasa ketenangan serta dapat menyejukkan hati yang mengikuti penyelenggaran ini.
“Semoga Allah SWT selalu memberikan jalan yang lurus dan menerangi hati kita,” harap Wakil Fraksi Golkar DPRD Kalsel itu.
Disamping itu, politisi dari Fraksi Golkar di DPRD Kalsel tersebut juga menyampaikan awal keberangkatan hingga dititik terakhir tepatnya hari ke delapan banyak kisah serta pengalaman yang unik ia temui.
“Mulai dari lokasi reses yang kami didatangi terjadi kebakaran, akses jalannya, keterbatasan fasilitas seperti jembatan hingga lokasi jarak tempuh cukup melelahkan, Alhamdulillah semuanya telah terlalui,” bebernya.
Dari hasil menjaring aspirasi rakyat, di Tanah Bumbu, ia juga sempat mendapatkan cenderamata dari perwakilan anak Sumatera berupa lawung khas dari daerah itu saat melakukan reses di Kelurahan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu.
“Nah, saya juga berterima kasih atas apresiasi yang diberikan mereka. Tak sembarangan orang bisa mendapatkan ini, sekali terima kasih atas cendramatanya,” ungkap legislatif Dapil VI Kalsel yang akrab disapa paman Yani.
Rangkaian reses yang digelar dari tanggal 11 – 14 Mei 2022, Yani Helmi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel itu berhasil mengunjungi sejumlah desa dan kelurahan di dua kecamatan di Kabupaten Kotabaru diantaranya, Sebatung, Rampa, dua RT di Semanyap, Sungai Taib, Kotabaru Hulu, Baharu Utara dan Dirgahayu.
Foto bersama Yani Helmi dengan Sekeceng Kalsel saat pelaksanaan reses di Kotabaru.
Sedangkan di Kabupaten Tanah Bumbu, dari tanggal 15 – 18 Mei 2022 berada di Desa Betung, Pagaruyung, Batuah, Wirittasi, Pasar Baru, Batulicin, dan dua RT di Desa Sarigadung sebagai titik terakhir reses. (RHS/RDM/RH)
BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), memperkenalkan salah satu seniman lukis dari Kalsel yang telah mendunia, Gusti Sholihin, melalui kegiatan belajar bersama di museum.
Suasan belajar bersama di Auditorium Museum Lambung Mangkurat Kalsel
Kegiatan yang diikuti ratusan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kalsel ini, dilaksanakan di Auditorium Museum Lambung Mangkurat Kalsel, pada Rabu (18/5) pagi.
Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Suprihanto mengatakan, dipilihnya Gusti Sholihin sebagai materi dalam kegiatan belajar bersama ini, bertujuan untuk mengenang karya dari sang maestro lukis tersebut.
Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Suprihanto
“Kita beritahu mereka (peserta), bahwa Kalsel juga memiliki pelukis yang telah go internasional. Beliau (Gusti Sholihin) pernah mengadakan menjadi utusan Indonesia ke pameran di Sao Paulo, Brazil,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini Suprihanto berharap, dapat menciptakan bibit-bibit unggul seni lukis, yang mampu mengharumkan nama Bumi Antasari di masa yang akan datang.
“Setiap belajar, kami juga mengajak guru pendamping untuk mengenang seni dan budaya, agar para guru tersebut dapat membantu menyebarluaskan informasi,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan Kurator Museum Lambung Mangkurat Kalsel, sekaligus pemateri dalam kegiatan tersebut, Darmanto. Ia menyebutkan, melalui belajar bersama di museum ini, pemerintah provinsi melalui Museum Lambung Mangkurat, ingin menggali potensi dan talenta baru yang ada di Kalsel, khususnya kepada pelajar.
“Karena apa, supaya generasi-generasi mendatang bisa meniru jejak langkah pendahulunya yang dalam hal ini Gusti Sholihin, menjadi pelukis atau perupa berstandar nasional bahkan internasional,” ungkapnya.
Untuk diketahui, di Museum Lambung Mangkurat Kalsel, terdapat ruang khusus yang menampilkan hasil lukisan dan patung karya Gusti Sholihin. Beserta riwayat hidup, dan foto maestro berdarah Banjar tersebut.
Selain belajar bersama, untuk memperingati Hari Museum Internasional yang diperingati setiap 18 Mei, kegiatan ini juga dirangkai dengan lomba melukis benda koleksi museum.
Dimana sebelum mulai melukis, seluruh peserta terlebih dahulu diajak melihat seluruh koleksi museum di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel ini. (SYA/RDM/RH)
BANJARMASIN – Limapuluh anak menjadi sasaran imunisasi pada Kick Off atau peluncuran program Bulan Imunisasi Anak Nasional Indonesia (BIAN) di Posyandu Lestari kelurahan Sungai Miai kecamatan Banjarmasin Tengah, pada Rabu (18/5). Didampingi ibunya masing-masing, anak-anak ini datang memenuhi halaman luar Posyandu sejak pagi. Kick off di Posyandu Lestari ini, menjadi perwakilan wilayah Kalimantan Selatan, pada Kick Off tingkat nasional oleh Presiden RI, Joko Widodo secara virtual, dari kota Tanjung Pinang kepulauan Riau. Program BIAN tahun 2022 ini, merupakan inisiasi dari United Nations Internasional Children’s Emergency Fund (UNICEF) dan Kementrian Kesehatan RI.
Ditemui Abdi Persada FM pada Rabu (18/5) di Posyandu Lestari, Zona Koordinator Imunisasi UNICEF, Puja Fitria Kartika Sari menjelaskan, program ini merupakan upaya UNICEF membantu Indonesia mengejar ketertinggalan capaian imunisasi rutin, yang sempat terhenti akibat pandemi COVID-19. Selain itu juga, program ini untuk meningkatkan imunitas anak Indonesia dari penyakit campak serta rubella.
Suasana saat Kick Off BIAN di kota Banjarmasin
“Kita menargetkan, melalui program ini capaian imunisasi campak dan rubella sekitar 95 persen. Sedangkan untuk imunisasi kejar, sekitar 80 persen. Untuk tahap pertama program BIAN dimulai di wilayah luar pulau Jawa dan Bali, pada 18 Mei hingga pertengahan Juni nanti. Kemudian pada Agustus 2022, dilanjutkan untuk wilayah pulau Jawa dan Bali”, jelasnya.
Sementara itu, menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Diauddin, sebanyak 1,4 juta anak usia 9 bulan hingga 12 tahun, menjadi sasaran program ini hingga pertengahan Juni mendatang.
“Kita maksimalkan program imunisasi ini hingga Juni nanti mengingat pada Mei ini, sekolah masih banyak yang libur. Kita harapkan, jumlah anak yang mendapatkan imunisasi melalui program ini, dapat mendekati target nasional,” tutupnya.
Kick Off program BIAN di Posyandu Lestari ini, dilakukan Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor. Turut hadir Ketua TP PKK kota Banjarmasin Siti Wasilah, dan sejumlah pejabat di lingkup pemko Banjarmasin. Sementara Asisten 1 Pemprov Kalsel, Fajar Desira hadir mewakili Gubernur Kalsel, saat kegiatan Video Conference dengan Presiden RI, dalam rangka Kick Off program secara nasional. (RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Penelitian Pembangunan Daerah (Balitbangda) menggelar Sosialisasi Inovasi Daerah di aula Idham Khalid Setda Provinsi Kalsel di Banjarbaru yang melibatkan pejabat terkait di 13 Kabupaten/Kota pada Selasa (17/5) siang.
Sekdaprov Kalsel saat mewakili Gubernur pada Sosialisasi Inovasi Daerah
Hadir, Kepala Pusat Litbang Inovasi Daerah, Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Kementerian Dalam Negeri, Matheos Tan sebagai penyaji materi sosialisasi inovasi terkait strategi peningkatan kapasitas aparatur yang inovatif.
Matheos pun mengapresiasi langkah Pemprov Kalsel yang mengundang jajaran pemerintah kabupaten/kota membahas masalah inovasi daerah ini.
“Apresiasi yang luar biasa kepada gubernur dan jajarannya,” ujar Matheos usai sosialisasi.
Bahkan pihaknya ujar Matheos, bersedia memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah dengan jajarannya, dalam melakukan inovasi.
Apalagi saat ini, inovasi yang dilaporkan oleh pemerintah kabupaten kota, masih terdapat kekurangan berupa dokumen atau bukti-bukti inovasi.
“Dokumen harus dikuatkan dengan bukti-bukti,” tegasnya.
Pada kegiatan itu, Gubernur Kalsel melalui Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara.
Disebutkan, pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Kalsel sangat mendorong dan memotivasi setiap unit kerja, khususnya yang terkait langsung dengan pelayanan publik untuk kreatif dalam menciptakan inovasi-inovasi baru, untuk memperbaiki kinerja pemerintahan dan pelayanan publik.
Di Kalsel ujar gubernur, cukup banyak inovasi-inovasi yang sudah dibuat dan diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi unit kerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Untuk itu, pemerintah provinsi Kalsel terus mendorong dan memotivasi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, khususnya satuan kerja yang terkait langsung dengan pelayanan publik. hal ini dilakukan agar kreatif dalam menciptakan inovasi-inovasi baru, dalam upaya memperbaiki kinerja pemerintahan dan pelayanan publik.
”Alhamdulillah, pemerintah pusat melalui kementerian dalam negeri memberikan penghargaan melalui gelaran Innovative Government Award (IGA). Tentu hal ini diharapkan semakin memotivasi pemerintah daerah untuk melakukan inovasi.
Berbagai inovasi yang dilakukan daerah wajib dilaporkan kepada kemendagri.
“Laporan ini akan dinilai melalui sistem indeks inovasi daerah yang dilakukan setiap tahun,” ujar gubernur lagi.
Indeks inovasi daerah menjadi salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana capaian perbaikan dan peningkatan tata kelola pemerintahan, birokrasi, dan pelayanan publik melalui pengembangan inovasi-inovasi di tingkat daerah.
Harus diakui bersama, hingga saat ini masih muncul kesan pelayanan publik yang belum efisien, terlalu birokratis, dan belum berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
”Karena itu, kita perlu transformasi dan inovasi layanan publik, sebagai ujung tombak dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Inovasi yang lahir di tengah birokrasi tersebut, akan sangat berdampak pada akses masyarakat untuk memperoleh pelayanan,” sebutnya.
Untuk itu, semua pihak terkait harus mampu memetakan kebutuhan layanan masyarakat, menyediakan akses bagi layanan tersebut, hingga memangkas birokrasi yang dapat memperlambat proses pelayanan.
Tentunya, tujuan ini dapat tercapai apabila pemerintah terus berkembang, berinovasi, dan beradaptasi dengan perubahan, khususnya terkait perkembangan teknologi yang kian cepat. apalagi mengingat saat ini kehidupan masyarakat sudah sangat bergantung kepada kemajuan teknologi.
Terkait hal ini, Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri, telah melaksanakan kegiatan IGA sejak beberapa tahun yang lalu. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memacu pemerintah daerah, untuk terus berinovasi. penilaian dilakukan terhadap kuantitas dan kualitas inovasi yang terdapat di tiap-tiap SKPD.
Diharapkan seluruh aspek pemerintahan pelayanan publik mampu untuk terus berinovasi yang dianggap relevan dan sejalan dengan perkembangan terkini di era digital sekarang ini, karena pemerintahan dan pelayanan publik, khususnya di daerah dituntut untuk cepat beradaptasi di era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini.
Penilaian inovasi daerah Provinsi Kalsel menjadi momentum Provinsi Kalsel untuk memperbaiki peringkat. Hal ini penting untuk diperhatikan, karena pengukuran dan penilaian indeks inovasi daerah tidak hanya didasarkan pada kuantitas, melainkan juga kualitas inovasi yang dihasilkan.
”Untuk itu, melalui kegiatan sosialisasi ini, saya minta bupati/walikota, serta seluruh kepala satuan kerja, untuk menciptakan iklim inovasi yang berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Selain itu, kita perlu memperkuat sosialisasi dan koordinasi, khususnya dalam memenuhi segala persyaratan yang diperlukan sesuai ketentuan. misalnya terkait pengumpulan data, penginputan, dan lain sebagainya,” ujar gubernur lagi.
Sementara itu, Kepala Balitbangda Provinsi Kalsel, Muhammad Amin MT dalam laporannya menyebutkan, inovasi daerah adalah semua bentuk pembaharuan dalam penyelenggaraan pemerintah daerah dengan tujuan meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah.
Dalam mencapai tujuan itu, sasaran inovasi daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan publik, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat serta peningkatan daya saing daerah. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, melalui bidang kebudayaan, Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, dalam rangka memperingati Kemerdekaan Kalimantan Selatan 17 Mei 1949, menggelar Belajar Bersama Museum (BBM) dan Lomba Edukatif Kultural Museum Mading (3D)
Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Raudati Hildayati, kepada wartawan, pada Selasa (17/5) sore mengatakan, Lomba Mading 3D ini merupakan kegiatan tahunan yang digelar Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kalsel, dengan mengangkat tema ‘Menggelorakan Semangat Kemerdekaan Kalimantan 17 Mei 1949’ bertujuan untuk memperkenalkan Museum Wasaka, sebagai Museum Perjuangan, kepada kalangan pelajar generasi muda penerus bangsa, dan menuangkan ke dalam mading tiga dimensi.
Kepala Bidang Kebudayaan, Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, tidak menggunakan kacamata
“Siswa-siswi penerus di Banua, harus mengetahui sejarah di Kalsel, terutama perjuangan di tahun 1949,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan, dengan adanya kegiatan Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3 Dimensi ini, sebagai upaya menambah wawasan kalangan pelajar untuk mengetahui sejarah kemerdekaan di Kalsel.
Lomba mading 3D diikuti sebanyak 160 Peserta, terdiri dari SMA dan SMK, negeri dan swasta di Banjarmasin, dan digelar selama tiga hari mulai 18 – 20 Mei 2022, satu sekolah ada 9 siswa siswi perwakilan didampingi satu guru pendamping.
“Pembiayaan kegiatan, dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum non fisik tahun 2022,” ucapnya
Disampaikan Arry, dalam Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3 Dimensi ini, ada tiga juri yaitu Mansyur sebagai ahli sejarah, Budi Kurniawan bidang jurnalistik dan Syahril dari Seniman, dengan kriteria penilaian diantaranya kreativitas, keunikan, isi kesesuaian dengan tema, tata bahasa, kebersihan kerapihan serta keindahan, terakhir presentasi dari perwakilan masing-masing kelompok.
Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, saat memberikan sambutan
“Dalam Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3 Dimensi, untuk hadiahnya juara pertama sebesar Rp6 Juta, juara dua Rp4 Juta, Juara tiga Rp3,5 Juta, untuk Harapan satu Rp2,5, Harapan dua Rp2 Juta, dan Harapan tiga Rp1 Juta beserta piala,” tutupnya
Untuk diketahui, sebelum digelar Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3 Dimensi, telah dilaksanakan, Belajar Bersama Museum (BBM) pada Selasa (17/5), dibuka Sekretaris Disdikbud Kalsel, dihadiri Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, yang berlokasi di halaman Museum Wasaka di jalan Kampung Kenanga Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara. (NHF/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Kalsel, melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (KPA) angkatan ke 4 tahun 2022.
Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Sulkan, dalam sambutannya pada upacara pembukaan PKA angkatan ke 4 di Aula Kampus II BPSDMD Kalsel, pada Rabu (18/5) pagi, berharap, melalui kegiatan ini seluruh peserta mampu meningkatkan kinerja, dalam memberikan pelayan kepada masyarakat.
Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Sulkan, secara simbolis mengalungkan tanda pengenal kepada peserta KPA
Menurutnya, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah unsur terpenting dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan. Untuk itu, ASN dituntut untuk memiliki kompetensi, sikap dan perilaku yang profesional dan bertanggung jawab.
“Disamping meningkatkan integritas, kita juga harus terus mengasah kemampuan dan kompetensi kepemimpinan,” ucapnya.
Diakuinya, sebagai salah satu upaya Pemprov Kalsel dalam meningkatkan kualitas SDM, maka ASN yang memegang amanah jabatan administrator diwajibkan memenuhi persyaratan kompetensi kepemimpinan aparatur pemerintah yang sesuai karir dan jabatan.
“Hal ini yang mendasari pelaksanaan PKA ini,” ungkapnya.
Melalui Sulkan, Gubernur akrab di sapa Paman Birin ini juga berpesan kepada seluruh peserta KPA, agar dapat mengikuti pelatihan secara seksama dan penuh rasa tanggung jawab.
“Kepemimpinan itu tidak lahir secara instan, namun dilatih dan dibentuk melalui sikap dan pola perilaku dalam menjalankan tugas dan pekerjaan sehari-hari,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala BPSDMD Kalsel, Mujiyat berharap setelah mendapatkan pelatihan, 40 orang peserta dari pejabat eselon 3 di lingkup pemerintah provinsi dan kabupaten/kota ini bisa menerapkan ilmu yang didapatkan selama pelatihan di lingkungan kerja mereka masing-masing.
“Semoga setelah mengikuti pelatihan, mereka dapat bertindak seprofesional mungkin selaku eselon 3, dan menjadi generasi yang tangguh,” harapnya.
Untuk diketahui, PKA angkatan ke 4 tahun ini, dilaksanakan selama 91 hari. Terhitung mulai tanggal 18 Mei hingga 22 Agustus mendatang. (SYA/RDM/RH)
TANAH BUMBU – Sebanyak 14 titik telah berhasil dilewati anggota DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi. Sejumlah aspirasi pun akan disuarakan di rumah banjar (DPRD Kalsel) setelah berakhirnya masa reses.
M Yani Helmi saat meninjau jembatan rusak di Desa Sungai Taib, Kotabaru, sembari melaksanakan kegiatan reses belum lama tadi.
“Tidak terasa sudah berada dititik 14 artinya sudah 7 hari melaksanakan kegiatan reses ini tentu aspirasi yang disampaikan menjadi catatan pokok pikiran kami di DPRD Provinsi Kalsel” ujarnya, usai menggelar reses dititik 13 dan 14 di Desa Batuah dan Wirittasi, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (17/5) sore.
Meski tinggal 1 hari lagi kegiatan reses akan berakhir tepat 18 Mei 2022, Yani Helmi yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel itu tentu akan memperjuangkan apa yang menjadi hak dari aspirasi rakyat sesuai kewilayahan konstituennya.
“Jelas, nanti akan kita perjuangkan apa yang menjadi haknya. Banyak sekali masukan dari warga yang kami datangi baik dari titik pertama sampai dititik ke 14 ini,” ucapnya.
Dari sejumlah perjalanan yang ia lewati ada beberapa lokasi yang cukup ekstrim mulai dari akses jalan hingga jembatan.
“Sempat kami menyisir di daerah Kotabaru tepatnya di Desa Sungai Taib Kecamatan Pulau Laut Utara yang hanya bisa dilintasi berjalan kaki saja mengingat akses jalannya yang cukup sempit dan jembatannya pun rapuh ini juga harusnya menjadi perhatian,” ucap politisi Golkar, paman Yani (sapaan akrab).
Namun dari setiap rute yang sulit dilalui, dirinya bersama tim beserta jajaran tetap disambut ramah oleh warga sekitar. Bahkan, Yani Helmi menjadi orang pertama yang menginjakkan kaki untuk bekunjung di lokasi.
“Secara pribadi, saya turut berterima kasih karena setiap titik yang didatangi selalu disambut baik dan ini bukan hanya menjaring aspirasi tetapi lebih kepada gayung bersambut untuk bersilaturahmi,” ungkapnya.
Sementara 14 titik yang didatangi, menurutnya, lebih banyak penyampaian aspirasi terhadap nasib ekonomi nelayan yang bertumpu pada satu pekerjaan yakni melaut.
“Kemarin ada permintaan alat pemadam. Tetapi, sebagai masyarakat pesisir yang jati diri mereka pun secara tegas tetap menjadi perhatian serius kami apapun yang menjadi kewenangan provinsi akan disampaikan begitu pula pemda di kabupaten didorong melalui fraksi di DPRD setempat,” jelasnya.
Tak sampai disitu, sektor pembangunan juga menjadi sorotan utama dirinya agar inovasi perekonomian yang ditonjolkan mampu secara mudah terealisasi sehingga kesejahteraan rakyat di dua wilayah yaitu Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kotabaru terjamin.
“Harus diakui pembangunan juga menjadi leading sektor dalam menambah pendapatan salah satunya terdapat banyak fasilitas wisata, ini bisa membantu sekaligus mendongkrak pemulihan ekonomi,” paparnya.
Dari 14 titik yang sementara telah disambangi legislatif DPRD Kalsel di Dapilnya itu diantaranya Sebatung, Rampa, Semanyap, Sungai Taib, Baharu Utara, Dirgahayu dan Kelurahan Kotabaru Hulu.
Anggota DPRD Kalsel M Yani Helmi saat mendapatkan sambutan dari warga Desa Wirittasi, Tanbu pada kegiatan reses, Selasa (17/5) sore.
Sedangkan di Kabupaten Tanah Bumbu berada di Desa Betung, Pagaruyung, Batuah, Wirittasi, Pasar Baru Kecamatan Kusan Hilir dan Kelurahan Batulicin. (RHS/RDM/RH)