ESDM Kalsel : Pelelangan Lancar, PLTB Kalsel Akan Terbangun di Tahun 2023

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan melakukan pembangunan Pembangkit Listrik tenaga Bayu (PLTB) yang akan di bangun di Kabupaten Tanah Laut.

Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Kalsel Sutikno mengungkapkan, saat ini kegiatan masih ditahap pengumpulan lelang oleh 3 perusahaan.

“Mereka (perusahaan) sudah mengumpulkan berkas agar ikut lelang pembangunan PLTB ini,” ucapnya belum lama tadi.

Sutikno menambahkan, apabila sudah diteken kontrak maka proses pembangunannya sekitar 18 bulan. Bahkan jika proses pelelangan berjalan lancar, maka pembangunan PLTB menurutnya akan rampung di tahun depan.

Apabila pemanfaatan PLTB ini dapat tereksploitasi dengan benar, lanjut Sutikno, maka capaian energi yang didapat bisa mencapai 1400 MegaWatt (MW).

“Kalsel pada tahun 2050 ditargetkan dapat memproduksi Energi sebesar 2000 MW. Maka dari itu PLTB ini dapat memaksimalkan energi kita,” nilainya.

Sutikno berharap dengan pembangunan PLTB ini maka Ekonomi serta pariwisita di Kalsel ikut bergeliat didalam pembangunan.

“Dan juga untuk energi kita akan terpenuhi sehingga ketahanan energi yang ada di Kalsel akan meningkat,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Nilai Ekspor Kalsel Terkena Dampak Larangan Pengiriman Batubara ke Luar Negeri

BANJARBARU – Nilai ekspor Kalimantan Selatan pada Januari 2022 tercatat sebesar US$ 446,28 juta atau mengalami penurunan 48,76 persen, dibanding ekspor Desember 2021. Jika dibandingkan dengan
Januari 2021, nilai ekspor bulan Januari 2022 ini, juga turun sebesar 17,44 persen.

“Penurunan ekspor pada bulan Januari 2022 ini, terjadi karena adanya penurunan nilai ekspor komoditas bahan bakar mineral, hingga sebesar 52,42 persen. Penurunan ini berpengaruh secara signifikan, karena nilainya yang cukup besar. Namun kita berharap, kondisi akan semakin membaik, seiring dengan dibukanya kembali pintu pengiriman batubara,” urai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel, Yos Rusdiansyah, pada rilis bulanannya baru – baru tadi.

Lebih lanjut Yos memaparkan, berdasarkan kontribusinya terhadap total ekspor Januari 2022, kelompok bahan bakar mineral (HS 27) memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar 75,07 persen. Kemudian diikuti kelompok lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) dan kelompok kayu, barang dari kayu (HS 44) dengan kontribusi masing – masing sebesar 9,95 persen dan 7,07 persen. Berikutnya diurutan keempat dan kelima terdapat kelompok berbagai produk kimia (HS 38) dan kelompok karet dan barang dari karet (HS 40) dengan kontribusi masing – masing sebesar 3,51 persen dan
3,06 persen.

“Peranan ekspor kelima kelompok barang ini pada Januari 2022 mencapai 97,66 persen dari total ekspor Kalimantan Selatan dengan nilai total sebesar US$435,84 juta”, tambah Yos.

Sementara itu, ekspor Kalimantan Selatan jika dilihat menurut negara tujuan utama, maka nilai tertinggi adalah ekspor dengan tujuan China, yaitu sebesar US$120,62 juta. Nilai ekspor tersebut mengalami penurunan cukup besar, yaitu 72,26 persen dibanding Desember 2021, yang mencapai US$434,81 juta. Kemudian di urutan berikutnya adalah ekspor ke India sebesar US$73,82 juta, yang juga mengalami penurunan, sebesar 5,95 persen.

“Jepang berada diurutan ketiga, dengan ekspor sebesar US$63,82 juta, atau naik sebesar 6,03 persen dibandingkan Desember 2021. Selanjutnya di urutan keempat dan kelima adalah ekspor ke Korea Selatan dengan nilai US$40,32 juta yang mengalami kenaikan sebesar 8,15 persen dan ekspor ke Malaysia dengan nilai US$33,14 juta yang mengalami penurunan sebesar 25,99 persen,” urainya.

Nilai ekspor kelima negara tujuan utama pada Januari 2022 ini mencapai US$331,72 juta, turun sebesar 49,40 persen dibandingkan nilai total kelima negara tersebut pada Desember 2021, yang mencapai US$655,55 juta. Nilai ekspor Kalimantan Selatan kelima negara tujuan utama tersebut memberikan kontribusi sebesar 74,33 persen terhadap total
ekspor Januari 2022. (RIW/RDM/RH)

DPMPTSP Dorong Kemudahan Investasi Melalui OSS dan Simapan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kalsel terus mendorong kemudahan berinvestasi di provinsi ini.

Kepala Dinas PMPTSP Kalsel Nafarin menyampaikan, perizinan merupakan hal yang penting untuk bisa menggerakkan sektor perekonomian. Sehingga diakuinya, untuk memberikan kemudahan dalam berinvestasi, pihaknya telah mengikuti dan mengimplementasikan regulasi Pemerintah Pusat terkait dengan penanaman modal dan perizinan seperti Sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko .

“Kita sudah menggunakan ada dua aplikasi, secara nasional kita menggunakan sistem OSS Indonesia Berbasis Risiko dan SiMapan,” ucap Nafarin belum lama tadi.

Layanan OSS Indonesia Berbasis Risiko disebutkannya sebagai aplikasi yang disediakan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Investasi. Di dalam sistem tersebut terdapat aturan yang harus dipedomani dan kemudahan perizinan.

Semua layanan perizinan dilakukan melalui sistem informasi, terkecuali yang memang belum termasuk atau belum dikelola. 

“Khusus untuk OSS Berbasis Risiko sudah berjalan dan ini sistemnya ditangani pemerintah pusat, sehingga pelayanan berdasarkan risiko, kalau risiko rendah izin itu otomatis dikeluarkan oleh sistem,” tambah Nafarin.

Meski penggunaan layanan sistem ini sudah dijalankan, namun belum dapat dikatakan maksimal akibat masih dibatasi oleh waktu agar prosesnya berjalan berdasarkan dengan ketentuan waktu yang sudah ditetapkan.

“Bagi perusahaan yang hendak melakukan perizinan, jika permohonannya sudah lengkap maka disilakan masuk ke sistem, jika sudah lengkap sistem akan memproses,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Peran Masyarakat Penting Untuk Turunkan Angka Kasus COVID-19

BANJARMASIN – Saat ini kasus COVID-19 di Provinsi Kalimantan Selatan mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari jumlah pasien COVID-19 yang menjalani rawat inap di RSUD Ulin Banjarmasin.

Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zoelkarnain Akbar mengatakan, untuk pasien yang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin, tercatat per Rabu 2 Maret 2022 tersisa 60 orang saja.

“Kami berharap pasien di RSUD Ulin Banjarmasin terus mengalami penurunan,” ucapnya.

Izzak mengatakan, tentunya penurunan tersebut dengan catatan partisipasi masyarakat diperlukan.

“Masyarakat tidak boleh abai, masyarakat harus paham kalau pandemi COVID-19 belum berlalu,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Izzak, masyarakat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

“Jangan keluar rumah jika tidak ada sesuatu hal yang penting, serta lainnya,” ujar Izzak.

Selain itu, tambahnya, masyarakat juga tetap mengguna masker serta jangan melakukan gerumunan.

“Masyarakat juga diminta untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, dengan mengkonsumsi makanan bergizi, minum vitamin, serta berolahraga,” ucap Izzak. (SRI/RDM/RH)

Minyak Goreng, Jadi Salah Satu Pemicu Deflasi Kalsel Pada Februari 2022

BANJARBARU – Pada Februari 2022, Provinsi Kalimantan Selatan mengalami deflasi sebesar 0,39 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,13. Dari 3 kota yang menghitung IHK di Kalsel, 2 kota mengalami deflasi dan 1 kota mengalami inflasi.

“Yakni kota Banjarmasin, dengan deflasi sebesar 0,49 persen, dan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,01, serta Kotabaru dengan deflasi sebesar 0,04 persen dan Indeks Harga Konsumen (IHK) 111,27. Sedangkan inflasi terjadi di Kota Tanjung sebesar 0,24 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,11,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel, Yos Rusdiansyah, pada rilis bulanannya baru – baru tadi.

Deflasi, papar Yos, terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya tiga indeks kelompok pengeluaran secara signifikan. Yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,88 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya sebesar 0,51 persen, serta kelompok transportasi sebesar 1,50 persen.

“Komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kalimantan Selatan, antara lain angkutan udara, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, telur ayam ras, cabai rawit, cumi-cumi, terong, ikan patin, ikan gabus dan pepaya”, urainya.

Jika dihitung berdasarkan tahun kalender, menurut Yos, pada Februari 2022 Kalimantan Selatan
mengalami inflasi sebesar 0,59 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2022 terhadap Februari 2021) sebesar 2,79 persen.

Data BPS Provinsi Kalsel juga menunjukkan, dari 90 kota inflasi di Indonesia, tercatat 37 kota mengalami inflasi dan 53 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar 0,65 persen dan inflasi terendah terjadi di Tanjung Selor sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi terdalam terjadi di Tanjung Pandan sebesar 2,08 persen dan deflasi terendah terjadi di Palembang, Palangka Raya dan Tarakan
masing-masing sebesar 0,01 persen.

“Di wilayah pulau Kalimantan, lima kota mengalami inflasi dan tujuh kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sintang sebesar 0,32 persen dan terendah terjadi di Tanjung Selor sebesar 0,01 persen. Sementara deflasi terdalam terjadi di Balikpapan sebesar 0,51 persen dan terendah di Palangka Raya serta Tarakan sebesar 0,01
persen,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Bantu Warga Terdampak Puting Beliung

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel memberikan kepeduliannya dengan menerjunkan Tim Respon Cepat (TRC) kepada warga yang terkena dampak puting beliung di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, pada Senin (28/2) lalu.

“Sesuai intruksi Gubernur Kalsel, dalam waktu 12 jam pasca kejadian kita langsung turunkan TRC BPBD Kalsel sekaligus memberikan bantuan sembako kepada korban,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Mujiyat, pada Rabu (2/3) kemarin.

Pihak TRC BPBD Kalsel hingga saat ini masih melakukan invetarisir untuk menghitung jumlah kerugian. Terkait bantuan non sembako, Mujiyat mengungkapkan, saat ini masih belum ada permintaan dari warga yang terdampak.

“Kita berupaya melakukan respon cepat agar jangan sampai ada anggapan kami lambat,” jelas Mujiyat.

Dengan adanya kejadian ini, ditambah dengan cuaca yang masih tergolong ekstrem hingga April mendatang, Mujiyat menghimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap bencana Hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan puting beliung.

“Bila melihat tanda angin kencang sebaiknga keluar rumah terlebih dahulu, paling tidak antisipasi dulu lah dan di luar kita bisa liat situasi,” tutup Mujiyat. (SYA/RDM/RH)

TPA Regional Banjarbakula Manfaatkan Gas Metan Jadi Pembuatan Sauna

BANJARBARU – Tahun 2023 mendatang, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Regional Banjarbakula Provinsi Kalsel akan membuat tempat sauna, yang berbahan dari pemanfaatkan gas metan hasil penguapan sampah. Inovasi ini merupakan salah satu inovasi milik TPA Regional Banjarbakula yang pertama kali diterapkan diseluruh TPA se-Kalsel. Hal ini diungkapkan Plt. Kepala TPA Regional Banjarbakula Hadi Sufian, belum lama tadi.

Hadi menyampaikan, inovasi pembuatan sauna ini sudah pihaknya rencanakan, disaat pihaknya ingin memanfaatkan gas metan yang dikeluarkan dari hasil pemrosesan sampah di TPA Regional Banjarbakula.

“Gas metan itu nanti kami manfaatkan untuk masyarakat di sekitar TPA,” ucap Hadi.

Ia melanjutkan, untuk mengalirkan gas metan menjadi uap panas ke setiap rumah warga, pihaknya akan membuat semacam saluran (corong) yang bisa disambungkan ke setiap rumah warga.

“Kita alirkan kemasyarakat untuk sauna di TPA Regional, dan apabila tamu yang berkunjung ke TPA bisa menikmati sauna di TPA ini yang rencananya pada tahun 2023 akan dilaksanakan,” lanjutnya.

Terkait aman atau tidaknya gas metan yang dikuarkan dari pemrosesan sampah, Hadi Sufian menyampaikan bahwa pihaknya telah mengkaji keamanan gas metan yang dikeluarkan untuk dijadikan sebagai Sauna, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan terkena penyakit apabila mandi sauna menggunakan uap panas dari pemrosesan sampah.

“Sudah kita kaji terkait dengan pemanfaatn gas metan, cara pembuatannya gas metan kita alirkan kita proses, kita bikin rempah-rempah segalanya baru dipanaskan dengan gas metan sehingga menghasilkan uap jadi menimbulkan sauna,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

Pemerintah Pusat Akan Bangun TPST di TPA Sampah Regional Banjarbakula

BANJARBARU – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Banjarbakula Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mampu menampung 240 ton sampah dalam sehari. Penampungan sampah ini akan diperbesar, dengan pembangunan Tempat Pemilahan Sampah Terpadu (TPST) di TPA Sampah Banjarbakula, TPA regional tersebut memiliki kapasitas tampung 640.000 ton dengan sistem sanitary landfill. Hal ini disampaikan Plt. Kepala TPA Sampah Regional Banjarbakula Provinsi Kalimantan Selatan Hadi Sufian, belum lama tadi. 

PLT Kepala TPA Regional Banjarbakula Hadi Sufian

Hadi menyebutkan Pemerintah Pusat melalui Balai Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun TPST di TPA Sampah Regional Banjarbakula Provinsi Kalsel. Pembangunan TPST ini bertujuan untuk dapat memilah sampah hasil dari kiriman kabupaten/kota yang rata-rata belum dipilah saat memasuki TPA Regional.

“karena sampah masuk TPA ini rata-rata sampah rumah tangga dan sejenis rumah tangga,dan ini harus dipilah supaya umur TPA Sampah Regional ini bisa panjang,” ungkap Hadi.

Ia menambahkan, dengan adanya TPST di TPA Sampah Regional Banjarbakula, maka kapasitas pengolahan sampah akan semakin meningkat mencapai 475 ton perharinya.

“TPAS Sampah Regional Banjarbakula mempunyai 4 Landfill yang digunakan untuk menampung sampah-sampah kiriman dari Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Barito Kuala (Banjarbakula), Landfill akan ditambah apabila sudah terpenuhi oleh sampah,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

Disdag Kalsel Pastikan, Ketersediaan Gula Pasir Aman

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan memastikan, ketersediaan gula pasir aman di pasaran.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani, Kepada Abdi Persada FM pada Rabu (2/3) mengatakan, saat ini ketersediaan gula pasir di Kalsel selama bulan Maret masih aman dipasaran, bahkan hingga bulan suci Ramadhan. Dengan demikian masyarakat jangan khawatir, karena pemerintah terus berupaya untuk memenuhinya.

“Dari hasil pantauan pihaknya pada Selasa 1 Maret 2022, ketersediaan gula di tingkat distributor, pedagang besar dan ritel modern lebih dari 2.000 ton, untuk suplai berjalan lancar, mulai di tingkat pedagang, pasar tradisional di semua Kabupaten dan kota,” jelasnya

Disampaikan Birhasani, untuk harga gula pasir mengalami penurunan sebelumnya perkilo Rp14.000, sekarang Rp13.500. Hal itu disebabkan Disdag Kalsel sudah melakukan berbagai upaya dengan Bulog dan beberapa distributor, melalui Operasi Pasar gula bersama Kabupaten dan kota sejak pertengahan Januari hingga akhir Februari.

“Operasi pasar gula pasir sudah digelontorkan sebanyak lebih dari 3.000 kilo,” katanya

Birhasani menambahkan, rencananya Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, akan menggelar pasar murah dan operasi pasar, menjelang bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri 1443 H di 13 Kabupaten dan Kota. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas produksi gula pasir dalam negeri.

“Kita harapkan pemerintah kabupaten dan kota juga melakukan pasar murah melalui program di Disdag masing-masing,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

DTPH Kalsel Beberkan Penyebab Turunnya Produksi Beras

BANJARBARU – Produksi beras ditahun 2021 lalu untuk wilayah Kalsel, mencapai 1,02 juta ton. Jumlah produksi ini mengalami penurunan dibanding tahun 2022 yang lalu dengan produksi sebesar 1,15 juta ton.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman menyampaikan, berdasarkan sampel perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel, produksi padi Kalsel tahun lalu memang hanya sekitar 1,02 juta ton. Namun, walaupun tahun lalu produksi padi Kalsel mengalami penurunan, produksi beras di daerah ini tetap mengalami surplus untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya.

“Kalau dikonversi ke beras, 1,02 ton padi menjadi 830 ribu ton beras. Sedangkan kebutuhan 4,3 juta jiwa masyarakat Kalsel sekitar 400 ribu ton, berarti masih surplus 430 ribu ton,” ucap Syamsir.

Ia menambahkan, penyebab turunnya produksi padi dikarenakan beberapa faktor yang mempengaruhi. Seperti, perubahan cuaca yang tidak bisa diprediksi. Misalnya banjir besar pada awal 2021 yang membuat lahan sawah terendam.

“Faktor lainnya, yakni mahalnya harga pupuk. Padahal produksi padi sangat bergantung dengan pupuk, sementara alokasi yang diberikan pemerintah untuk pupuk subsidi terbatas,” lanjutnya.

Syamsir Rahman juga menyebutkan, Faktor berikutnya yang mempengaruhi penurunan produksi beras, yakni turunnya harga padi setiap kali musim panen. Hal ini membuat semangat petani turun.

“Ini sedang kita pelajari, bagaimana ada bantuan dari pemerintah agar pada saat panen ada subsidi harga. Kalau harga tetap stabil maka petani lebih bergairah menanam,” tutup Syamsir. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version