Pansus Mulai Bahas Raperda Pengendalian Banjir di Kalsel

BANJARMASIN – Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase dan Pengendalian Banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Ketua Pansus Raperda tersebut, Agus Mulia Husin mengatakan pihaknya menggelar rapat pembahasan yang dihadiri diantaranya Biro Hukum Provinsi Kalsel, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR), Balai Wilayah Sungai Kalimantan Selatan, serta Tenaga Ahli, Rabu (20/7).

Menurut Agus, Raperda inisiatif Komisi III tersebut dilatarbelakangi peristiwa banjir yang melanda sebagian besar wilayah Kalsel pada tahun 2021 yang lalu yang merupakan fenomena yang sangat mungkin terulang kembali.

“Bahkan beberapa daerah di Kalsel, seperti Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Kotabaru, hampir setiap tahun menghadapi masalah banjir,” katanya kepada wartawan, Kamis (21/7).

Selain faktor alam, banjir yang melanda Kalsel juga akibat pertumbuhan penduduk dan pengembangan wilayah yang cenderung kurang terkendali. Kondisi ini tampaknya berkaitan pula dengan pola penanganan banjir yang umumnya masih bersifat parsial sehingga tidak menyelesaikan permasalahan banjir dan genangan secara tuntas.

“Oleh karena itu, guna mendapatkan pola penanganan banjir yang komprehensif dipandang perlu dilakukan penyusunan Raperda tersebut sebagai payung hukum penanganan banjir di Kalsel sesuai dengan asas otonomi dan tugas pembantuan,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Agus juga mengajak untuk bersama-sama bagaimana penyelenggaraan sistem drainase dan pengendalian banjir di Kalsel bisa berjalan dengan baik.

“Bagaimana kita bersama-sama untuk mengatasi masalah banjir, mudah-mudahan kita bisa ikat dalam payung hukum supaya peran serta Provinsi terhadap wilayah Kabupaten Kota itu bisa jalan bersama-sama,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Gali Potensi Wisata, Mahasiswa Toraja Kunjungi Kalsel

BANJARMASIN – Puluhan mahasiswa Toraja menggelar pertemuan nasional yang difasilitasi DPRD Kalimantan Selatan yang bertempat di aula kantor DPRD Kalsel, Kamis (21/7). Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan wisata lokal di kota Banjarmasin hingga Minggu (25/7).

Rombongan mahasiswa Toraja tersebut disambut Ketua DPRD Kalsel, Supian HK didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini beserta jajarannya dan Staf Ahli DPRD Kalsel, Puar Junaidi.

Suasana Pembukaan acara pertemuan nasional mahasiswa Toraja Indonesia dan perjalanan wisata lokal di kota Banjarmasin.

Ketua Rombongan Pengurus Mahasiswa Toraja Agustinus Tambing mengatakan, saat ini wisata Toraja sedang berbenah diri dalam wisata Nasional. Sehingga perlu menggali masukan untuk perbandingan, terutama menyangkut kondisi wilayah yangmana potensi wisata di Toraja adalah pegunungan. Sementara di daerah Kalimantan khususnya Kalsel ini identik dengan sungai sebagai potensi wisatanya.

“Kebanyakan wisata di Toraja merupakan daerah pegunungan sementara kalsel merupakan identik dengan sungainya,” katanya.

Perbedaan kondisi alam inilah lanjut dia, yang menjadi acuan para mahasiswa Toraja melakukan perjalanannya ke Kalsel.

Sementara, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, memberikan apresiasi adanya kunjungan mahasiswa dari Pulau Sulawesi ini. Kegiatan ini, menurutnya, sebagai wujud memperkuat silaturahmi serta mengenal wisata dan kesenian khas Kalsel.

Adanya kuniungan tersebut, merupakan salah satu kebanggaan bagi Kalsel dimana provinsi lain mengenal lebih jauh budaya dan wisata yang ada di kalsel.

“Ini merupakan kebanggaan karena wisata Kalsel bisa dikenal luas hingga ke provinsi lain,”ucapnya.

Rencananya, rombongan akan mengunjungi sejumlah wisata yang berada dikalsel seperti Pasar Terapung, Pulau Kembang, Pantai Batakan. (NRH/RDM/RH)

Satgas Distribusikan 43.000 Dosis Vaksin PMK Tahap II

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah mendistribusikan vaksin PMK dan peralatan pendukungnya ke 13 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan, pada Kamis (21/7).

Kementrian Pertanian RI telah mengirimkan bantuan vaksin PMK tahap II sebanyak 43.000 dosis untuk wilayah Kalimantan Selatan, yang diterima pada Rabu (20/7) di Balai Veteriner Banjarbaru. Selain bantuan vaksin, Kalimantan Selatan juga mendapatkan 600 botol obat hewan, untuk penanganan PMK dan juga sarana pendukung vaksinasi berupa syringe sebanyak 27.000 buah.

Sesuai arahan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, Tim Disbunnak bergerak cepat mendistribusikan 43.000 dosis vaksin PMK, ke seluruh Kabupaten/ Kota dengan rincian Kota Banjarmasin 100 dosis, Kota Banjarbaru 1.000 dosis, Kabupaten Banjar 6.000 dosis, Tapin 4.000 dosis, HSS 2.000 dosis, HST 3.000 dosis, HSU 1.000 dosis, Balangan 1.000 dosis, Tabalong 1.500 dosis, Tanah Laut 13.400 dosis, Tanah Bumbu 6.000 dosis, Kotabaru 2.500 dosis, dan Barito Kuala 1.500 dosis.

Selain vaksin PMK juga di distribusikan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, berupa hazmat, disinfektan dan handsanitizer untuk mendukung pelaksanaan kegiatan vaksinasi tahap II, yang secara serentak akan dilaksanakan mulai 25 Juli 2022 sampai dengan 7 Agustus 2022 di wilayah Kalimantan Selatan.

Langkah cepat yang diambil Satgas Penanganan PMK Kalsel ini, merupakan wujud aksi pemerintah daerah dalam melindungi ternak ternak masyarakat melalui peningkatan kekebalan terhadap virus PMK, hal ini sesuai dengan arahan Paman Birin, agar vaksinasi PMK tahap kedua dapat direalisasikan 100 persen secara cepat, tepat dan maksimal sebagai upaya percepatan pembebasan Kalsel dari PMK, seiring dengan langkah langkah lainnya yang dilakukan oleh Satgas Penanganan PMK Kalsel, agar Kalsel segera menjadi Zona Hijau.

Tentunya hal ini perlu komitmen dari semua kepala daerah yang ditindaklanjuti dengan gerak cepat semua jajaran Satgas Penanganan PMK Kabupaten/ Kota.

Kadisbunnak, Suparmi, pada saat pengarahan melalui Zoom Meeting meminta Kabupaten / Kota yang telah menerima vaksin agar segera melaksanakan vaksinasi pada HRP untuk vaksinasi ulang sesuai dengan waktu pelaksanaan vaksinasi tahap I yaitu 25 hingga 30 Juli. Sedangkan vaksinasi pada target HRP baru sesuai komitmen masing- masing Kabupaten/ Kota dan melaporkan seluruh kegiatan vaksinasi melalui Sistem Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) paling lambat pada 10 Agustus 2022.

“Selain itu dengan memperketat pengawasan lalu lintas HRP antar Kabupaten/Kota, meningkatkan daya tahan tubuh HRP dengan pemberian obat-obatan dan vitamin, memperketat biosekuriti pada lokus lokus HRP melalui desinfeksi secara rutin mengingat sejak 14 Juli sudah tidak ada lagi penambahan kasus baru atau nol kasus,” tutupnya. (DISBUNNAK-RIW/RDM/RH)

Peringati Hari Anak Nasional, Kak Kempho Hidupkan Budaya Bercerita Kepada Anak

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menghadirkan Juru Kisah Nasional, Kempho Antaka atau lebih akrab disapa Kak Kempho dalam rangka menghidupkan kembali budaya bercerita kepada anak usia dini, sekaligus memperingati Hari Anak Nasional.

Dengan teknik visual story telling, Kempho Antaka berhasil menghibur puluhan anak PAUD dan orang tua yang hadir di Kids Library Dispersip Kalsel, Rabu (20/7).

Suasana Acara Dispersip Kalsel bersama Juru Kisah Nasional, Kempho Antaka

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan, selain menghidupkan budaya bercerita, melalui kegiatan ini pihaknya ingin mengenalkan perpustakaan kepada anak sejak usia dini.

“Pada kesempatan ini kami ingin menghidupkan kembali budaya bercerita, untuk bisa mendekatkan hubungan emosional anak dan orang tua. Selain itu kami juga ingin memperkenalkan perpustakaan kepada anak-anak meskipun mereka belum lancar membaca,” katanya.

Nurliani juga bersyukur atas antusias dari anak-anak, orang tua dan pengurus PAUD yang berhadir pada kegiatan tersebut. Menurutnya, hal ini merupakan bukti bahwa tingkat kesadaran masyarakat Kalsel terhadap keberadaan perpustakaan sudah semakin meningkat.

Sementara itu, Juru Kisah Nasional, Kempho Antaka mengatakan, melalui kegiatan ini dirinya ingin mengajak orang tua dan masyarakat untuk melindungi dan memberikan perhatian kepada anak-anak, agar mereka menjadi generasi yang saleh dan gembira.

“Melalui visual story telling ini, saya ingin menyampaikan kepada orang tua dan masyarakat untuk menyelamatkan anak-anak mereka dengan cara saling melindungi dan memberikan perhatian lebih, apalagi saat ini banyak berita tentang eksploitasi dan pelecehan seksual terhadap anak-anak,” jelasnya.

Pada kesempatan ini juga, Kempho turut memberikan apresiasi kepada Dispersip Kalsel yang konsisten dalam melaksanakan kegiatan mendongeng bagi anak-anak, dalam rangka membudidayakan bercerita kepada anak usia dini. (NRH/RDM/RH)

Popda Tingkat Provinsi Kalsel, Mulai Digelar

BANJARMASIN – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan mulai digelar di Kota Banjarmasin, diikuti oleh 13 Kabupaten/Kota di Provinsi ini.

Cabor sepak takraw pada Popda tingkat provinsi di Kota Banjarmasin

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, saat ini telah digelar pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kota Banjarmasin.

Kadispora Kalsel Hermansyah (Kacamata hitam)

“Gelaran Popda di Kalsel sudah digelar,” ucap Hermansyah, kepada sejumlah wartawan.

Menurut Hermansyah, pada Popda tahun ini yang dipertandingkan hanya 8 cabang olahraga. Seperti, arahan Kementerian Pemuda dan Olahraga, yaitu, sepakbola, sepak takraw, tenis lapangan, bulu tangkis, voli, basket, pencak silat, serta tinju.

Hermansyah mengatakan, ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) merupakan seleksi, para atlet untuk mengikuti, Pra Pekan Olahraga Pelajaran Nasional (Pra Popnas) Zona 3, yang akan diselenggarakan di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Saat ini Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan juga mempersiapkan, untuk pelaksanaan pra Popnas di Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Hermansyah, pada ajang Popda ini merupakan seleksi bagi para atlet. Agar dapat mengikuti Pra Popnas tersebut.

“Pada Pra Popnas di Provinsi Kalimantan Selatan Mendatang, akan diikuti oleh 8 daerah di Tanah Air, yaitu Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Jawa Timur, Bali, Banten, serta Jogjakarta,” ujarnya.

Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin, akan berlangsung sejak 21 – 27 Juli 2022 mendatang. (SRI/RDM/RH)

Raih Penghargaan Kalpataru Tahun 2022, Gubernur Kalsel Apresiasi Yayasan SBI

BANJARBARU – Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) berhasil meraih penghargaan Kalpataru tahun 2022, dalam kategori Penyelamat Lingkungan Hidup.

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, di Jakarta, Rabu (20/7).

Ketua Yayasan SBI, Amalia Rezeki (kanan), saat menerima penghargaan Kalpataru dari Wakil Menteri LHK, Alue Dohong (kiri)

Melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup provinsi Kalimantan Selatan, Hanifah Dwi Nirwana, Sahbirin mengaku bangga atas pencapaian yang telah diraih oleh yayasan yang telah berdiri sejak 2012 lalu tersebut.

“Bapak Gubernur mengucapkan selamat atas diraihnya penghargaan Kalpataru yang didapatkan oleh Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia,” ucapnya.

Yayasan SBI lanjut Hanifah, terpilih dari 184 usulan oleh 18 provinsi, yang terdiri dari 63 kategori perintis, 25 kategori pengabdi, 57 kategori penyelamat, dan 39 kategori pembina.

“Sahabat Bekantan Indonesia adalah salah satu dari tiga penerima penghargaan Kalpataru kategori penyelamat lingkungan hidup pada tahun ini, dari 25 usulan di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Hanifah menuturkan, sejak 2012 lalu Yayasan SBI telah memberikan perhatian serius pada program perlindungan dan pelestarian Bekantan sebagai hewan endemik Kalsel yang kawasan konservasinya hampir punah.

Pemprov Kalsel sendiri diakuinya, sebelumnya juga telah memberikan penghargaan “Sasangga Banua” kepada Pimpinan Yayasan SBI, sebagai pejuang lingkungan kategori perorangan, atas kepedulian, komitmen, prakarsa dan motivasi yang secara terus menerus untuk lingkungan.

“Selain itu SBI juga mendapatkan berbagai penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri atas kiprah konservasi yang dilakukan,” tuturnya.

Hanifah menambahkan, Gubernur Kalsel juga mengajak seluruh masyarakat, untuk ikut memberikan perhatian dan berpartisipasi nyata dalam pelestarian lingkungan hidup Banua.

“Mulai dari diri sendiri, dari hal kecil, mulai sekarang juga,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Disdikbud Kalsel Gelar SMAS

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Seniman Mengajar Anak Sekolah (SMAS) yang berlokasi di halaman SMKN 4 Banjarmasin, Rabu (20/7).

Suasana kegiatan SMAS yang juga digelar MPLS SMKN 4 Banjarmasin

Disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Muhammadun, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Raudati Hildayati, program ini dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, sebelumnya bernama Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Tahun 2022 dilanjutkan dengan nama Seniman Mengajar Anak Sekolah (SMAS). Tujuannya untuk menjadikan kalangan pelajar dapat semakin menanamkan rasa kecintaan dan wawasan lebih luas tentang karya seni.

Foto bersama Kabid Kebudayaan, Kasi Kesenian, Kepala Bidang SMK Disdikbud Kalsel, dan Kepala SMKN 4 Banjarmasin

“Program ini dari Disdikbud Kalsel melalui bidang kebudayaan seksi kesenian, bekerjasama dengan SMKN 4 Banjarmasin, ke depan kami upayakan semua sekolah,” ucapnya

Disampaikan Raudati, dengan adanya Seniman Mengajar Anak Sekolah ini, para siswa-siswi dapat menyerap ilmunya, sehingga tumbuh minat dan bakat di bidang seni, baik teater, tari dan lukis. Apalagi pembelajaran bidang seni, diberikan saat di luar jam pelajaran sekolah.

“Kesenian di Kalsel harus terus berkembang sebagai warisan budaya bagi regenerasi,” ucap Helda (sapaan akrabnya)

Ditambahkan Kepala Seksi Kesenian Bidang Kebudayaan, Disdikbud Kalsel Sunjaya Adhiarso, dalam kegiatan SMAS ini, materi yang diberikan kepada kalangan pelajar, berupa pertunjukan kesenian khas Banjar yaitu seni teater Japin Carita, yang merupakan hasil kolaborasi para seniman dengan para peserta didik.

“Dengan SMAS ini dapat membangun siswa-siswi lebih berkarakter kreatif dan inovatif,” tutupnya

Untuk diketahui, program Seniman Mengajar Anak Sekolah ini, diapresiasi Kepala Bidang SMK Disdikbud Kalsel Syamsuri, Kepala SMKN 4 Syafrudin Noor dan seluruh Dewan Guru di SMKN 4 Banjarmasin. Kegiatan itu juga digelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2022 – 2023, diikuti ratusan pelajar, menampilkan band musik dari Jurusan Seni Musik di SMKN 4 Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

600 UMKM Asal Banua Siap Ramaikan GBBI Warna Warni Kalsel di Siring 0 Kilometer

BANJARMASIN – Provinsi Kalimantan Selatan menjadi tuan rumah pelaksanaan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI) pada Juli 2022, yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), selaku Campaign Manager, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan GBBI Juli 2022 ini, mengusung tema “Jelajahi Warna-Warni Kalimantan Selatan” dan diselenggarakan pada 22 sampai 24 Juli 2022, di Taman Siring 0 Kilometer Banjarmasin.

GBBI adalah Gerakan Nasional yang bertujuan agar masyarakat Indonesia mencintai dan menggunakan karya anak bangsa, utamanya produk atau jasa dari UMKM lokal, demi mendorong penguatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan UMKM termasuk industri kecil dan menengah.

“Adapun target yang ingin dicapai dari even GBBI di Banjarmasin ini, antara lain peningkatan jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, termasuk Pelaku Ekonomi Kreatif yang masuk dalam ekosistem digital. Kita juga menginginkan adanya peningkatan jumlah penjualan atau transaksi pembelian produk lokal, peningkatan daya beli masyarakat, perluasan pasar, akses permodalan, pelatihan, pendataan, dan percepatan siklus ekonomi lokal melalui belanja produk lokal,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Subarkah saat media briefing GBBI Warna Warni Kalimantan Selatan, disalah satu restoran di Banjarmasin, pada Rabu (20/7).

Penyelenggaraan GBBI Warna Warni Kalimantan Selatan di kawasan Siring 0 Kilometer ini, memamerkan produk – produk UMKM unggulan Kalimantan Selatan, baik di bidang fesyen dan aksesoris, home decoration, dan makanan dan minuman.

“Setidaknya ada 600 UMKM binaan Kementrian Kelautan dan Perikanan, Bank Indonesia, pemerintah provinsi Kalsel dan pemerintah 13 kabupaten/kota di Kalsel, yang akan mengikuti acara ini. Dimana 67 diantaranya akan memamerkan produknya di tenda utama, di halaman kantor Gubernur di kawasan yang sama,” ujar Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan, Erwin Dwiyana, yang juga hadir pada media briefing tersebut.

Selain pameran, acara yang berlangsung 3 hari tersebut, juga mengumpulkan para investor, yang dibungkus dalam kegiatan bincang santai. Kegiatan yang dinisiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan didukung oleh KPw BI Provinsi Kalimantan Selatan ini, akan mengundang pejabat di tingkat Kementerian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Bank Indonesia serta pelaku usaha potensial investor di Kalimantan Selatan untuk membahas mengenai potensi investasi di Kalimantan Selatan, khususnya dalam kaitannya dengan upaya pengembangan UMKM.

Tidak lupa, acara ini juga menyajikan hiburan kepada masyarakat, mulai dari peragaan busana, hingga pertunjukan musik dari sejumlah artis ibukota. Yakni penyanyi Fathur pada 22 Juli 2022, grup band Repvblik pada 23 Juli 2022, dan Aria Dinata (Ex-Vokalis Samson) pada 24 Juli 2022.
(RIW/RDM/RH)

DWP Kalsel Peringati Hari Anak Nasional Bersama Dengan Anak Disabilitas

BANJARMASIN – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalsel memperingati, Hari Anak Nasional 2022, di Gelanggang Remaja Olahraga (GOR) Hasanuddin HM, Rabu (20/7). Acara ini mengundang anak anak berkebutuhan khusus serta dihadiri Perwakilan Dharma Wanita Persatuan dari 13 Kabupaten/Kota di Kalsel.

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Selatan Aminatus Alifah Roy Rijali Anwar mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Dispora Kalimantan Selatan, serta Bank Kalsel, yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Selatan.

Ketua DWP Kalsel Aminatus Alifah Roy Rijali Anwar

“Kami berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Pemprov Kalsel, Dispora Kalsel, serta Bank Kalsel,” ucapnya, kepada sejumlah wartawan.

Kegiatan ini, lanjutnya, merupakan rangkaian dari Peringatan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan serta Hari Anak Nasional Tahun 2022.

“Pada saat ini kami mengundang anak anak berkebutuhan khusus, sebagai wujud cinta terhadap sesama, dan sebagai bentuk dukungan terhadap anak anak tersebut,” ucapnya.

Peringatan Hari Anak Nasional ini dihadiri seluruh perwakilan Dharma Wanita Persatuan dari 13 kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Di tempat yang sama, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Gowes Sepeda, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, pihaknya kembali melaksanakan kegiatan gowes sepeda mingguan, namun untuk saat ini dilaksanakan bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Selatan, dalam rangkaian kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional di Tahun 2022.

“Tujuan dari gowes sepeda ini untuk bersama sama berolahraga, dalam rangka menjaga kebugaran tubuh,” ucapnya.

Gowes sepeda ini juga diikuti oleh anak anak yang tergabung dalam SoIna Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Rakor Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi ASN

BANJARBARU – Bekerjasama dengan Satgaswil Kalsel Densus 88, Pemprov Kalsel menggelar rapat koordinasi (rakor) Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah provinsi di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, di Banjarbaru, Rabu (20/7) pagi.

Kepala Satgaswil Kalsel Densus 88, Surya Putra, saat memberikan materi tentang pencegahan Radikalisme dan Intoleransi

Melalui Asisten 1 Pemerintahan dan Kesra, Nurul Fajar Desira, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor menyampaikan, paham Radikalisme dan Intoleransi harus terus dilawan agar tidak tumbuh dan berkembang dalam kehidupan bangsa.

Suasana rakor pencegahan Radikalisme dan Intoleransi bagi ASN lingku Pemprov Kalsel

Radikalisme dan Intoleransi menurutnya juga akan sangat mengganggu dan mengancam keamanan, ketertiban, menimbulkan rasa takut masyarakat secara luas serta mampu menimbulkan perpecahan dan permusuhan.

“Paham ini bisa muncul di berbagai lingkungan dan lapisan masyarakat tanpa kecuali di kalangan kita ASN,” ucapnya.

Di berbagai media pemberitaan disebutkan Fajar Desira, cukup sering tersiar ASN yang terpapar paham menyimpang tersebut. Oleh karena itu lanjutnya, pencegahan Radikalisme dan Intoleransi ini sangat perlu digaungkan, sebelum informasinya sudah tersebar luas.

“Mari kita galakkan anti propaganda, anti radikalisme, pada pendidikan formal dan keluarga,” serunya.

Disamping itu, ungkap Fajar Desira, peningkatan efektifitas, keterpaduan dan sinergi dalam pencegahan Radikalisme dan Intoleransi ini, melalui kewaspadaan dini yang melibatkan semua unsur atas semua lapisan masyarakat.

“Baik di tingkat provinsi, kabupaten kota, kecamatan, hingga kelurahan desa termasuk di lingkungan kita,” ungkapnya.

Kalsel sendiri beber Fajar Desira, bukan termasuk provinsi yang tinggi dalam tindak Radikalisme dan Intoleransi ini. Hal tersebut menurutnya, terlihat dari sejarah yang menujukkan warga Kalsel yang hidup secara heterogen, alias mampu berdampingan dengan suku, ras, dan agama yang berbeda.

“Kita bersyukur selama ini kita mampu hidup dengan tentram dan damai meskipun ada beberapa kasus yang belum masuk kategori mengancam,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version