23 Mei 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Gelar Rakorda Roadmap Investasi Hilirisasi di Kalsel, BKPM : Kalsel Miliki Dua Komoditas Unggul

2 min read

Suasana Rakorda Penyusunan Roadmap Hilirisasi Investasi Strategis Kalsel, di salah satu hotel berbintang kota Banjarbaru

BANJARBARU – Dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2022 di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI di Jakarta, Selasa (16/8) lalu, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan 5 agenda besar nasional menuju Indonesia Maju.

Suasana Rakorda Penyusunan Roadmap Hilirisasi Investasi Strategis Kalsel, di salah satu hotel berbintang kota Banjarbaru

Salah satu yang terpenting dari arahan tersebut yakni hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam. Sebab, hilirasasi industri dinilai mampu menciptakan nilai tambah suatu komoditas serta meningkatkan kemandirian ekonomi dan peran Indonesia dalam rantai pasok global.

Menindaklanjuti arahan Presiden, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerjasama dengan KSO PT. Sucofindo, PT. Amythas dan PT. INDEF, melaksanakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) tentang Penyusunan Peta Jalan (Roadmap) ke berbagai daerah yang memiliki komoditas unggulan termasuk di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Di sela Rakorda Roadmap Kalsel di salah satu hotel di kota Banjarbaru, pada Jumat (2/9), Direktur Industri Hilirisasi Mineral dan Batu Bara pada Kementerian Investasi/BKPM, Hasyim, mengatakan industri hilirisasi merupakan industri yang membutuhkan modal besar (capital intensive) serta teknologi tinggi.

Direktur Industri Hilirisasi Mineral dan Batu Bara pada Kementrian Investasi/BKPM, Hasyim (kanan), saat sesi wawancara didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Syaiful Azhari (kiri)

Sehingga menurutnya, sangat diperlukan dukungan investasi langsung yang tinggi dan berkualitas, baik dari dalam maupun luar negeri.

Hasyim menilai ada dua komoditas yang dapat dikembangkan menjadi industri hilirisasi di Kalsel, yakni baru bara dan getah pinus.

“Kita tahu bahwa batu bara cukup potensi paling besar di Kalsel dan getah pinus tadi kita akan gali lagi informasi dari pengusaha, asosiasi dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Upaya yang telah dilakukan pihaknya diakui Hasyim, yakni dengan terus mendorong pelaku usaha dan pemerintah daerah untuk menghentikan ekspor bahan mentah.

“Kita ingatkan bahwa kita harus segera untuk membangun industri hilirisasi, karena kalau tidak cadangan (sumber daya alam) kita akan habis jika dikirim keluar terus,” terangnya.

Sementara itu Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, melalui Asisten Bidang Perekonomian Pembangunan Setdaprov Kalsel Syaiful Azhari, menyampaikan apresiasinya terhadap pemerintah pusat yang berkomitmen dalam menjaga dan menciptakan iklim investasi positif khususnya di provinsi ini.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan upaya Pemprov Kalsel yang terus menggali potensi daerah baru, guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kami juga sangat mengapresiasi komitmen dan kesigapan BKPM yang terus berupaya membenahi berbagai persoalan dan permasalahan, baik teknis maupun non teknis,” ucapnya.

Gubernur menyebut saat ini ada beberapa potensi investasi yang sangat menggiurkan di provinsi ini.

“Seperti pembangunan smelter baja mentah di kabupaten Tanah Bumbu dan kabupaten Kotabaru, potensi investasi di kawasan industri Jorong Tanah Laut, Crossing Road Banjarbaru-Batulicin, TPA Sampah dan Limbah Terpadu Regional Banjarbakula, Sektor Peternakan Sapi Terintegrasi dan masih banyak yang lainnya,” bebernya. (SYA/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.