Tiga Pejabat Tinggi Pratama Lingkup Pemprov Kalsel Resmi Dilantik

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor, melantik Pejabat Pimpinan Tinggi  Pratama di lingkungan Pemprov Kalsel di Ruang Aberani Sulaiman Setdaprov Kalsel, Selasa (19/7).

Dalam sambutannya Sahbrin berharap, dengan dilantiknya ketiga pejabat tersebut dalam jabatan struktural pemerintah provinsi, kinerja pembangunan dan pemerintahan daerah dapat berjalan semakin baik ke depan.

“Pelantikan ini dilaksanakan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kebutuhan organisasi untuk mencapai tujuan bersama, mengingat tantangan pembangunan kedepan makin besar,” ucap Paman Birin sapaan akrabnya.

Terlebih, lanjut Paman Birin, Pemprov Kalsel dalam periode ini periode ini menargetkan perluasan dan peningkatan akses layanan publik bagi seluruh warga Kalsel.

Suasana pelantikan dan pengambilan sumpah Pejabat Tinggi Pratama lingkup Pemprov Kalsel

Sehingga Pejabat Tinggi Pratama yang baru dilantik dituntut menjadi seorang ASN dan pejabat yang kompeten, berwawasan tinggi, berpikir dinamis, serta mampu beradaptasi secara cepat terhadap lingkungan kerja.

“Tetap berpegang teguh pada ajaran agama, nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku, perilaku yang jujur dan bersih sesuai prinsip kebenaran. Jaga integritas, komitmen, dan dedikasi saudara-saudara sekalian selaku aparatur sipil negara sesuai sumpah jabatan. Laksanakan tugas dan kewajiban sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggungjawab,” pesan Paman Birin.

Adapun tiga orang Pejabat Pimpinan Tinggi  Pratama yakni Subhan Nor Yaumil jabatan lama Analis Sistem Informasi Biro Kesejahteraan Rakyat, jabatan baru Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kalsel, Kemudian Suria Fadliansyah jabatan lama, Kepala Bagian Protokol Biro Administrasi Pimpinan, jabatan baru Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, dan Galuh Tantri Narindra jabatan lama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar, jabatan baru Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Kalsel. (SYA/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Lantik Rizal Akbar Sarupi Sebagai Komisaris Bank Kalsel

BANJARMASIN – Bank Kalsel kembali memperkuat posisinya sebagai pemegang peran sentral dan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta akselerasi pembangunan daerah, dengan ditetapkannya Rizal Akbar Sarupi sebagai Komisaris Bank Kalsel, terhitung sejak 25 Mei 2022 – 24 Mei 2027.

Hanya saja, prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, baru dilakukan pada Selasa (19/7) di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Pelantikan ini disaksikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Jajaran Forkopimda Kalsel, Kepala SKPD Kalsel, Jajaran Dewan Komisaris, Direksi, Kepala Divisi maupun Kepala Kantor Cabang Bank Kalsel, serta para tamu undangan baik dari kalangan BUMN/D, media, dan instansi lainnya.

Dalam sambutannya, Paman Birin (sapaan khas Gubernur Kalsel), mengucapkan selamat atas jabatan Komisaris yang disematkan kepada Rizal Akbar Sarupi, sekaligus berpesan untuk senantiasa menjalankan tugas dengan sebaik – baiknya, berkomitmen dan menjunjung profesionalitas.

“Semoga Saudara Rizal Akbar Sarupi dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, berkomitmen dan profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab pengawasan yang melekat dalam jabatan Dewan Komisaris. Semoga Saudara mampu membawa Bank Kalsel menjadi lebih maju dan lebih unggul dalam menghadapi persaingan dunia perbankan,” terang Sahbirin Noor.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur juga memberikan apresiasi kepada jajaran manajemen Bank Kalsel yang senantiasa menjaga kinerjanya berjalan dengan baik.

“Terima kasih dan apresiasi kepada jajaran manajemen yang selama ini telah menjaga performa Bank Kalsel tetap berjalan baik. Tetap jaga koridor kebijakan dan pelaksanaan tugas dengan penuh tanggungjawab. Terus pelihara kekompakan dan kebersamaan, Insya Allah Bank Kalsel akan semakin maju, semakin berkembang dan tampil di barisan terdepan dalam bisnis perbankan, penggerak perekonomian dan pembangunan daerah,” tutupnya.

Sementara itu usai pelantikan, kepada wartawan, Rizal Akbar Sarupi yang telah resmi menjabat sebagai Komisaris Bank Kalsel, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pemegang saham atas kepercayaan yang diberikan.

“Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Pemegang Saham yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjalankan fungsi pengawasan kepada Bank Kalsel sebagai perpanjangan tangan dari Pemegang Saham. Saya berkomitmen menjalankan tugas dengan profesional dan penuh tanggung jawab, memberikan yang terbaik bagi kemajuan Bank Kalsel,” pungkas Rizal.
(RIW-ADV/RDM/RH)

Bank Kalsel Sosialisasikan One Step Payroll dan Readycash, Kepada Bendaharawan di Pemkab Banjar

BANJARBARU – Dalam rangka memberikan layanan prima dan kemudahan bagi nasabahnya, Bank Kalsel terus menerus melakukan inovasi secara digital terutama dalam hal pembayaran gaji ASN.

One Step Payroll merupakan suatu inovasi layanan dari Bank Kalsel untuk pembayaran gaji ASN secara otomatis setiap bulannya berbasis aplikasi.

Suasana saat sosialisasi produk Bank Kalsel

Pada kesempatan ini, Bank Kalsel Kantor Pusat melalui Bank Kalsel Cabang Martapura, menggelar Sosialisasi One Step Payroll dan Ready Cash kepada Bendaharawan di pemerintah kabupaten Banjar, disalah satu hotel berbintang di Banjarbaru, belum lama tadi.

Sosialisasi dihadiri Bupati Banjar Saidi Mansyur, Direktur Bisnis Bank Kalsel Fachrudin, Kepala Bank Kalsel Cabang Martapura, dan seluruh bendahara pengeluaran maupun bendahara penerimaan seluruh SKPD pada kabupaten Banjar.

Saidi Mansyur dalam sambutannya menyampaikan, bahwa One Step Payroll dilaksanakan sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan zaman yang saat ini berfokus pada digitalisasi.

“One Step Payroll merupakan perwujudan digitalisasi berupa layanan pembayaran gaji secara otomatis yang bisa diterima setiap tanggal 1, meskipun hari libur. Kedepannya semua pekerjaan kita lambat laun akan beralih secara digital, maka diharapkan sosialisasi ini bisa diikuti dengan baik tahapan demi tahapannya oleh para bendaharawan di tiap SKPD,” terang Saidi.

Pada kesempatan yang sama, disampaikan oleh Direktur Bisnis Bank Kalsel Fachrudin, bahwa telah ada 5 SKPD Kabupaten Banjar yang mulai menggunakan One Step Payroll per 1 Juli lalu bersamaan dengan Pemprov Kalsel.

“Saya berharap dukungan semua pihak agar One Step Payroll dapat dimanfaatkan sebaik – baiknya,” terang Fachrudin.

Selain One Step Payroll, pada kesempatan ini Bank Kalsel juga mensosialisasikan fasilitasi terbaru yaitu Ready Cash. Sebagai layanan pemberian kredit/pembiayaan multiguna berbasis digital yang diakses melalui aplikasi Aksel by Bank Kalsel, sehingga ASN dapat melakukan pinjaman kapan saja dan dimana saja. (ADV-RIW/RDM/RH)

Direktorat Intelkam Polda Kalsel Bersilaturahmi Dengan Kelompok Khilafatul Musliman Kemas’ulan Ansharullah Tapin

TAPIN – Dalam rangka cipta kamtibmas Polda Kalsel melalui Direktorat Intelkam bersilaturahimi dengan Kelompok Khilafatul Muslimin Kemas’ulan Ansharullah Tapin, baru-baru tadi.

Silaturahmi tersebut dipimpin langsung Panit 1 Subdit 4 it Intelkam AKP M Shodiq, dengan di dampingi Kapolsek Tapin Selatan dan personel Bhabinkamtibmas, diterima oleh pimpinan kelompok Khilafatul Muslimin Kemas’ulan Ansharullah Kabupaten Tapin Ahmad Junaidi.

AKP M Shodik mengucapkan terimakasih telah diterima dan disambut dengan baik, sehingga pihaknya menyampaikan beberapa pesan Kamtibmas kepada kelompok tersebut.

“Diantaranya agar Kelompok Khilafatul Muslimin Kemas’ulan Ansharullah Kabupaten Tapin dapat bekerjasama dengan Polri dalam menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu Pengikut Khilafatul Muslimin Muhammad Abdul Aziz mengucapkan terimakasih atas kunjungan rekan-rekan dari Polda Kalsel dan pihaknya siap mendukung cipta kamtibmas yang kondusif tersebut.

Kegiatan ditutup dengan doa yang di pimpin Ahmad Junaidi, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dan penyerahan bantuan dari Polda Kalsel kepada kelompok Khilafatul Muslimin Kemas’ulan Ansharullah Kabupaten Tapin. (POLDA.KALSEL/SRI/RDM/RH)

Lagi, Diskominfo Provinsi Kalsel Gelar Vaksinasi COVID-19

BANJARBARU – Untuk mendukung Program Pemerintah dalam meningkatkan capaian vaksinasi COVID-19, terlebih khusus agar meningkatkan Heard Imunity masyarakat di Banua Kalimantan Selatan (Kalsel), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel menjalin kerjasama bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalsel, untuk melaksanakan vaksinasi COVID-19. Vaksinasi ini digelar di Kantor Diskominfo Provinsi Kalsel, yang ditujukan kepada para karyawan dan karyawati lingkup Kantor Diskominfo, pada Selasa (19/7).

Karyawan Diskominfo kalsel saat vaksinasi COVID-19

Saat memantau jalannya vaksinasi COVID-19, Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel Muhammad Muslim menyampaikan, tujuan diadakannya vaksinasi lingkup karyawan dan karyawati Diskominfo, yakni untuk mempercepat peningkatan Heard Imunity, serta upaya untuk meningkatkan daya tahan terhadap COVID-19.

“Utamanya adalah mempercepat peningkatan heard imunity terutama lingkup Diskominfo,” ungkap Muslim.

Ditambahkan Muslim, vaksinasi yang dilaksanakan dikantor Diskominfo Provinsi Kalsel bukan hanya menyasar orang yang belum bervaksin booster, namun juga diperuntukkan bagi yang ingin bervaksin dosis kedua.

“Jadi seluruh karyawan dan karyawati Diskominfo mengikuti vaksinasi ini, sehingga yang belum vaksinasi baik dosis kedua dan booster dapat melaksanakan vaksinasi,” lanjut Muslim.

Muslim mengungkapkan, vaksinasi COVID-19 yang pihaknya laksanakan merupakan arahan dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, dalam upaya pencegahan COVID-19 dan meningkatkan daya tahan menjadi hal utama supaya kita bisa beraktivitas yang lebih nyaman. (MRF/RDM/RH)

Deteksi Kekayaan Pribadi, NPWP Bakal Jadi Satu Dalam NIK e-KTP

BANJARBARU – Pemerintah melalui Dirjen Dukcapil dan Dirjen Pajak sepakat telah menetapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai pengganti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Bahkan, kesepakatan ini bakal direalisasikan pada 2023 mendatang yang berlaku di seluruh Indonesia termasuk Kalsel. Proses itu pun mulai memasuki tahap integrasi data kependudukan.

Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (Dukcapil dan KB) Kalsel Zulkipli mengatakan saat ini Kemendagri beserta Kemenkeu RI sedang berupaya agar penerapan realisasi tersebut bisa diterapkan.

Kepala Dinas Dukcapil dan KB Provinsi Kalsel Zulkipli

“Dan ini sudah masuk didalam perencanaan dari Dirjen Dukcapil dan Dirjen Pajak. Tujuannya agar memudahkan karena cukup dengan KTP saja transaksi pelaporan bisa dilakukan,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, baru-baru tadi.

Sebagaimana diatur didalam pasal 2 ayat (10) UU KUP, Kementerian Dalam Negeri perlu memberikan data kependudukan dan data balik kepada Kementerian Keuangan RI yang selanjutnya diintergrasikan melalui perpajakan.

“Kemendagri dan Kemenkeu RI terus mengkomunkasikan ini dan tentu program tersebut merupakan komitmen secara bersama antara kedua belah pihak,” bebernya.

Hal ini juga diperkuat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2021 yang pada dasarnya NIK dan atau NPWP dalam layanan publik harus didorong pelaksanaannya baik pengumpulan hingga pemutakhiran data kependudukan agar basis perpajakan berjalan berkelanjutan.

“Arahnya memang kesana, tetapi, masih dalam proses di kementerian,” ungkap Kadisdukcapil dan KB Provinsi Kalsel Zulkipli.

Dirinya menilai keberadaan satu data yang terintegrasi melalui NIK dari e-KTP ini tentu dapat memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi pelaporan perpajakan.

“Tentu harta kekayaannya apabila bertambah itu mudah terlihat karena melalui transaksi yang dilakukan secara pribadi,” jelasnya.

Zulkipli mengungkapkan, NPWP yang terintegrasi melalui NIK akan terbaca secara otomatis besaran pajak yang dikenakan nantinya apabila program satu data ini berhasil terealisasi.

“Contohnya, saat kita membeli rumah dan perabotan lainnya bahkan mobil kadang tidak terlaporkan tetapi dengan terintegrasi NIK ini akan ketahuan karena setiap bertransaksi pasti menggunakan KTP,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Bangun Sinergitas, Pemprov Kalsel Dukung Gerakan 1000 Startup

BANJARBARU – Distrupsi teknologi digital saat ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah dalam merubah dinamika dunia usaha melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Tidak dapat dipungkiri, situasi pandemi yang berjalan kurang lebih dua tahun ini secara tidak langsung ikut memacu perkembangan dunia usaha yang bergerak secara digital.

Hal ini disampaikan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Syaiful Azhari, dalam Focus Group Discussion (FGD) Ecosystem Connect Gerakan Nasional 1000 Startup Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diselenggarakan oleh Dirjen Aplikasi Informatika Kementrian Kominfo RI di Aula Dinas PMPTSP Kalsel, Senin (18/7) siang.

Suasana FGD Ecosystem Connect Gerakan Nasional 1000 Startup

Syaiful mengungkapkan, banyaknya perusahaan-perusahaan Multi Nasional yang semakin tumbuh dan kuat bukan karena memiliki aset fisik seperti tanah dan bangunan, namun menguasai aset terpenting saat ini yaitu kekuatan data. Kekuatan data ini lah menurutnya yang membuat amazon, google, youtube, facebook dan lain lain menjadi raksasa.

“Bahkan di Indonesia kita juga memiliki gojek, tokopedia, traveloka, bukalapak dan sebagainya. Mereka inilah contoh dari berhasilnya ekosistem digital yang dibangun pemerintah dan dunia usaha dalam menhadapi tantangan dan peluang ditengah distrupsi teknologi dan industri,” ucapnya.

Untuk itu lanjutnya, perlu ditanamkan penguasaan data dan infomasi melalui ekosistem digital, serta penguasaan teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana lalu lintas data.

“Kita perlu memiliki ekosistem digital yang memungkinkan tumbuh dan menjamurnya enterpreneur muda. Mereka yg mau bergerak dan memenuhi startup ekonomi digital yang memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini,” lanjutnya.

Syaiful juga berharap peluang digital ekonomi di daerah dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pelaku usaha, UMKM, serta investor. Mengingat Kalteng dan Kalsel selaku dua provinsi penyangga Ibu Kota Negara (IKN) tentu sangat berpeluang untuk memanfaatkan momentum ini dalam memajukan potensi dan sumber daya yang dimiliki oleh daerah masing-masing.

“Untuk itu kami Pemprov Kalsel terus bekerja dan mendorong peningkatan sarana dan prasarana internet, baik dalam segi kualitan maupun kuantitas. Hal ini penting demi tumbuhnya ekosistem digital daerah kita yang tersebar merata,” bebernya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhammad Muslim, mengaku akan membangun sinergitas antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk meningkatkan jumlah enterpreneur muda di Kalsel.

“Kita dorong pemerintah pusat untuk mampu mencapai target seribu startup karena sangat baik bagi dunia usaha digital kita,” ucapnya.

Menurut Muslim, Kalsel termasuk kategori baik dalam pemenuhan sarana dan prasarana internet. Hal ini terbukti dari jumlah blank spot yang hanya 9 persen dari luas wilayah provinsi ini.

“Kota Banjarmasin bahkan jumlah blank spotnya sudah nol, sedangkan kota Banjarbaru hanya satu sampai dua titik,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Jelang Kedatangan Jemaah Haji Kalsel, PPIH Debarkasi Banjarmasin Gelar Rakor

BANJARMASIN – Jadwal kedatangan jemaah haji Kalimantan Selatan sudah dikeluarkan Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH), yakni pada Minggu (24/7) malam sekitar jam 23.50 WITA. Diharapkan kedatangan kloter satu jemaah haji asal kabupaten Tabalong, Balangan dan kabupaten Banjar ini, dapat disambut langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor.

Harapan itu disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Kalsel, Matnor, saat memimpin rapat koordinasi penyambutan kedatangan jemaah haji Kalsel 1443 Hijriah, disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin, pada Senin (18/7).

“Kita sangat berharap Gubernur dapat kembali hadir saat kedatangan jemaah haji kloter satu ini, sama seperti pemberangkatan kemarin. Kehadiran Paman Birin ini (sapaan khas Gubernur Kalsel), akan membuat jemaah haji bersemangat, begitu juga para petugas,” jelas Matnor sembari meminta fasilitasi Kepala Biro Kesra Provinsi Kalsel, Ahmad Solhan, agar kehadiran orang nomor satu di Kalsel itu dapat dijadwalkan.

Menanggapi permintaan ini, Solhan yang juga hadir bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Diauddin, mengaku siap memfasilitasi keinginan PPIH Debarkasi Banjarmasin itu.

“Namun seperti saat keberangkatan kemarin, mohon dibuatkan surat permohonan resminya,” ujar Solhan.

Selain membahas soal acara penyambutan kedatangan jemaah haji kloter satu, rapat koordinasi yang dihadiri hampir seluruh anggota PPIH musim haji 2022 tersebut, juga membicarakan soal kesiapan seluruh pihak menerima kepulangan para tamu Allah tersebut.

Salah satunya soal kepastian para jemaah haji, akan melewati alat pengukur suhu tubuh dan juga termo gun saat tiba di tanah air. Saat rakor berlangsung, masih belum diputuskan, apakah pengecekan dilakukan saat jemaah haji berada di dalam bus, atau saat memasuki aula di asrama haji.

Hal lainnya yang dikoordinasikan, adalah soal pelaksanaan tes antigen, khusus bagi jemaah haji dengan suhu tubuh di atas normal. Pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan Banjarmasin meminta pihak asrama haji, menyiapkan ruangan khusus untuk pengambilan swab antigen ini. Dan langsung ditanggapi Kepala UPT Asrama Haji Banjarmasin, Haris Fadhillah.

“Kita sudah siapkan ruangan khusus, sesuai permintaan KKP. Secara umum, persiapan kedatangan jemaah di asrama haji sudah mencapai 99 persen,” ujar Haris Fadhillah saat ditemui Abdi Persada FM usai rakor.

Selanjutnya, rakor ini juga memastikan, bahwa pemulangan jemaah haji ke daerahnya masing – masing akan dikoordinir Kantor Kementrian Agama kabupaten kota. Namun apabila ada keluarga jemaah haji yang menjemput langsung ke asrama haji, tetap diperbolehkan. Hanya saja, aturan yang berlaku tetap sama seperti saat keberangkatan, yakni penjemput tidak boleh masuk ke asrama haji, dan hanya boleh menunggu di areal parkir.

Sesuai jadwal dari PPIH Debarkasi Banjarmasin, kepulangan jemaah haji asal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, dimulai pada Minggu (24/7) hingga Selasa (2/8). Total ada 2.510 jemaah haji yang tiba di asrama haji, dan terbagi dalam 7 kelompok terbang (kloter). (RIW/RDM/RH)

Tingkatkan Efisiensi Anggaran, BPKP Minta Pemda Integrasikan Aplikasi dan Infrastruktur

BANJARBARU – Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan Rudy M Harahap, meminta atensi Gubernur, Walikota, dan Bupati di Kalsel, dalam integrasi beragam aplikasi dan infrastruktur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kalimantan Selatan.

Atensi yang diberikan tersebut menindaklanjuti Super Apps yang sedang disiapkan Kemenkeu, Kemendagri, Kemenkominfo, dan Bappenas, yang menjawab tumpang – tindih aplikasi pemerintahan yang tidak terkoordinasi.

Dalam surat atensinya, Rudy menguraikan risiko-risiko yang mungkin terjadi karena begitu banyaknya aplikasi yang dikembangkan dan digunakan oleh Pemerintah Daerah tanpa diiringi dengan supervisi yang matang.

“Membangun aplikasi itu tidak sederhana, pasti ada penelitiannya dulu, setelah itu ada proses pengembangan yang tidak sebentar. Selesai dikembangkan pun, aplikasi juga masih perlu dipelihara dan menggunakan sumber daya waktu dan biaya yang tidak sedikit,” katanya di Banjarbaru, pada Senin (18/7).

Rudy menjelaskan, salah satu penyebab banyaknya aplikasi di Pemerintah Daerah adalah masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) mengembangkan aplikasinya sendiri-sendiri sesuai dengan kebutuhan sesaat.

“Pengembangan aplikasi mandiri oleh OPD ini biasa dikenal dengan istilah end-user development, yang memang dikenal lebih cepat proses pengembangannya dan memenuhi kebutuhan sesaat pengguna itu sendiri,” sebutnya.

Akan tetapi, model pengembangan mandiri tersebut memiliki kelemahan pada pengendalian, keamanan, dan keselarasan dengan sistem lainnya.

“Tidak dapat dipungkiri, pengembangan mandiri akan menghasilkan banyak aplikasi yang mirip dan tumpang tindih fungsinya karena para pengembang tidak berkoordinasi,” ungkapnya.

Menurut Rudy, yang juga lulusan Master of Commerce in Information System dari Curtin University of Technology, Western Australia, hal ini berdampak pada pemborosan uang rakyat. Sebab, Pemerintah Daerah harus mengeluarkan biaya penelitian, pengembangan, dan pemeliharaan berkali-kali untuk aplikasi yang fungsinya kurang lebih sama.

Aplikasi yang tumpang tindih itu juga berisiko memunculkan informasi berbeda karena menggunakan database masing-masing yang tidak saling terkoneksi.

“Jumlah dana pengembangan IT pada Diskominfo Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2022 sendiri sebesar Rp28,9 miliar. Ini mestinya bisa dioptimalkan mendukung semua OPD,” tegasnya.

Rudy juga meminta para Kepala Daerah menggunakan aplikasi-aplikasi yang telah diberlakukan secara nasional. Aplikasi-aplikasi ini juga akan terintegrasi dalam satu Super Apps.
Karenanya, Kepala Daerah harus menetapkan aplikasi-aplikasi yang akan digunakan serentak oleh semua OPD dan mengintegrasikannya satu sama lain.

Sementara itu, aplikasi-aplikasi yang tidak produktif hasil dari proyek perubahan Diklat Kepemimpinan harus dinonaktifkan. Ini akan mengurangi biaya pemeliharaan dan tidak membingungkan pengguna, baik OPD maupun masyarakat umum, jelasnya.

Untuk kedepannya, Rudy juga meminta Kepala Daerah membuat kebijakan pengembangan aplikasi secara terpusat melalui Dinas Komunikasi dan Informasi, termasuk menyiapkan Data Center. Dengan demikian, pemeliharaan dan keamanan informasi lebih terjamin.
Integrasi beragam aplikasi tersebut akan menghemat kurang lebih 25 persen anggaran pengembangan, sewa jaringan, pengadaan peralatan, dan pemeliharaan. Sebagai contoh, di BPKP sendiri, integrasi aplikasi memungkinkan digunakannya dengan hemat secara bersama aplikasi Siswas P3DN oleh seluruh Inspektorat di Pemerintah Daerah. Aplikasi ini untuk mengawal percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN). (BPKP.KALSEL-RIW/RDM/RH)

Kakanwil Kemenag Kalsel, Imbau Jemaah Haji Patuhi Prokes Kepulangan

ARAB SAUDI – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel Muhammad Tambrin mengimbau kepada seluruh jemaah haji agar mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) pada masa pemulangan jemaah haji dari Arab Saudi ke Tanah Air.

Imbauan tersebut disampaikannya, mengingat fase pemulangan jemaah haji segera dimulai. Enam kloter pertama akan terbang ke Tanah Air pada 15 Juli 2022.

Khusus untuk pemulangan jemaah haji Debarkasi Banjarmasin yang berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, terjadwal kedatangan kloter 1 akan dimulai pada 24 Juli mendatang.

“Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan akan melakukan Pemantauan Kesehatan kepada setiap jemaah yang tiba di tanah air dengan melakukan pengecekan suhu melalui thermal scanner dan thermal gun di bandara internasional debarkasi,” jelas Tambrin yang sekarang ini masih berada di Mekah, dalam pelaksanaan tugas sebagai Pengendali Penyelenggaraan Ibadah Haji di Arab Saudi.

Selanjutnya Tambrin menerangkan, setibanya jemaah haji di bandara kedatangan, akan dilakukan pengawasan kesehatan terhadap jemaah haji dan tetap menerapkan protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan luar negeri.

Pengawasan kesehatan di bandara dilakukan melalui pengecekan suhu dengan menggunakan thermal scanner dan thermal gun, serta pengecekan tanda dan gejala penyakit menular, potensi wabah, termasuk COVID-19.

“Selanjutnya apabila didapati jemaah dengan gejala demam atau menunjukkan potensi penyakit menular, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan test antigen,” tambahnya.

Tambrin menegaskan bahwa tidak ada masa karantina saat pemulangan jemaah haji, yang ada adalah pengawasan secara mandiri di daerah masing-masing. Sehingga jemaah bisa melakukan aktivitas sebagaimana biasa.

Tambrin selanjutnya mengimbau kepada seluruh jemaah haji untuk tetap menjaga protokol kesehatan, agar jemaah tetap sehat selama di Arab Saudi maupun nanti sekembalinya ke tanah air

Tambrin juga mengajak kepada jemaah haji agar melakukan pengawasan kesehatan secara mandiri selama 21 hari kedepan.

Sebab, pengawasan kesehatan secara mandiri ini dilakukan untuk mengantisipasi infeksi penyakit menular, di antaranya COVID-19, Meningitis, Mers CoV, Polio, dan penyakit lainnya.

“Oleh karenanya penting bagi jemaah haji untuk mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji,” katanya.

Sebagaimana anjuran Kepala Pusat Kesehatan Haji jika ada jemaah yang sakit setelah beberapa hari pulang ke Tanah Air, mereka diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Tujuannya, agar bisa dilakukan pengontrolan kesehatan. (KANWIL.KEMENAG.KALSEL-RIW/RDM/MRF)

Exit mobile version