Percepat Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah, TP2DD Kalsel Gelar FGD Bersama Pemda Surakarta

BANJARBARU – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan, melaksanakan FGD Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah wilayah Kalimantan Selatan, dengan Pemko Surakarta dalam Implementasi e-Retribusi Pasar, pada Kamis (19/5) disalah satu hotel berbintang di Banjarbaru. FGD tersebut sebagai upaya mendukung elektronifikasi transaksi pemerintah daerah khususnya pendapatan daerah.

Suasana saat FGD

Pelaksanaan FGD diawali dengan laporan pelaksanaan inisiasi dan implementasi elektronifikasi Pemda oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Subarkah, dan dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Syaiful Azhari. Sementara narasumber FGD, antara lain Kepala Bagian Perekonomian Kota Surakarta, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, serta Kepala Cabang Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Kota Surakarta.

FGD diikuti Badan Keuangan Daerah, Badan Pendapatan Daerah, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah, Dinas Perdagangan, dan Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan yang hadir secara offline, serta anggota Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) masing-masing daerah, yang mengikuti secara online.

Program kerja TP2DD di wilayah Kalimantan Selatan yang telah terbentuk baik tingkat provinsi/Kota/Kabupaten, difokuskan pada peningkatan efisiensi dan efektivitas layanan publik melalui peningkatan transparansi dan tata kelola keuangan Pemda, serta Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Berdasarkan hasil asesmen terhadap implementasi dan realisasi dari penggunaan kanal pembayaran non tunai baik pada transaksi penerimaan maupun belanja pemda (indeks ETPD), pada Triwulan IV 2021, terdapat 3 Pemda di wilayah Kalimantan Selatan telah tergolong dalam kategori digital. Yaitu Kabupaten Tanah Bumbu, Hulu Sungai Utara dan Kotabaru, serta 11 Pemda lainnya tergolong dalam kategori maju,” papar Imam.

Hal tersebut didorong oleh perluasan pemanfaatan elektronifikasi pada kanal pembayaran pajak dan retribusi daerah.

“Kami berkomitmen untuk terus bersinergi bersama dengan Pemerintah Daerah di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Selatan untuk menyukseskan percepatan dan perluasan implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah salah satunya melalui pemanfaaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada transaksi retribusi daerah, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan publik serta menuju pemerintah daerah yang digital,” tutupnya. (KPwBIKalsel-RIW/RDM/RH)

Presiden Longgarkan Aturan Prokes, Ini Respon Pemprov Kalsel

BANJARMASIN – Seiring dengan membaiknya penanganan COVID-19 di Indonesia, maka pemerintah pun mulai melonggarkan sejumlah aturan protokol kesehatan. Salah satunya adalah soal pemakaian masker. Pelonggaran aturan pemakaian masker ini, diumumkan langsung Presiden RI, Joko Widodo secara live streaming melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, pada Selasa (17/5) malam.

Ilustrasi buka masker di tempat terbuka

” Dengan memperhatikan kondisi saat ini, dimana penanganan COVID-19 di Indonesia yang semakin terkendali, maka perlu saya menyampaikan beberapa hal. Pertama, pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker. Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka, yang tidak padat orang, maka diperbolehkan tidak menggunakan masker. Namun untuk kegiatan di ruangan tertutup, dan transportasi publik tetap harus menggunakan masker,” ujar Presiden saat mengumumkan kebijakan baru tersebut.

Namun Presiden tetap menganjurkan pemakaian masker kepada orang dengan kondisi khusus. Yakni lansia, komorbid dan dalam kondisi sakit, terutama batuk dan pilek.

Selain pelonggaran penggunaan masker, Presiden juga mengumumkan pelonggaran aturan bagi pelaku perjalanan.

“Kedua, bagi pelaku perjalanan domestik maupun luar negeri yang sudah mendapatkan vaksin lengkap, tidak perlu melakukan tes PCR-Antigen,” tutup Presiden.

Menanggapi hal ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyambut baik kebijakan tersebut. Karena pelonggaran ini, akan membawa dampak positif terhadap upaya percepatan perbaikan ekonomi Kalsel, yang sempat terkena dampak pandemi COVID-19.

“Kita akan jalankan sesuai dengan perintah Presiden. Terutama terkait imbauan untuk tetap memakai masker, pada kondisi – kondisi tertentu. Kita berharap, pelonggaran ini menjadi awal yang baik, menuju kehidupan seperti sebelum adanya pandemi ini,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin kepada wartawan, baru – baru ini.

Sementara terkait aturan pelonggaran aturan bagi pelaku perjalanan, Diauddin mengaku tidak akan memengaruhi Program Vaksinasi Bergerak yang akan kembali digiatkan mulai Mei ini.

“Kita akan tetap jalankan program Vaksinasi Bergerak dengan sasaran percepatan capaian vaksinasi dosis ketiga atau booster. Meskipun minat untuk mendapatkan vaksin booster ini akan menurun seiiring adanya pelonggaran ini, namun tujuan utama kita adalah untuk memberikan kekebalan kepada masyarakat. Sehingga harapan mengubah status pandemi menjadi endemi dapat segera terwujud,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

Diapresiasi BPK, Pemprov Kalsel Raih 9 Kali WTP Berturut-Turut

BANJARMASIN – Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2021 kembali mendapat penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas kinerja pengelolaan dan pelaporan keuangan yang dinilai baik.

Prestasi ini menjadikan Pemprov Kalsel sebagai penerima WTP 9 kali berturut-turut mulai tahun anggaran 2013 – 2021 atas kinerja pengelolaan dan pelaporan keuangan yang dinilai baik.

“Pemprov Kalsel berhasil mempertahankan opini WTP yang ke-9 kalinya sejak tahun 2013,” ujar Auditor Utama Keuangan Negara VI (Tortama VI) BPK-RI Dori Santosa dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalsel dengan agenda penyampaian laporan hasil pemeriksaan BPK RI atas laporan keuangan pemerintah Provinsi Kalsel Tahun 2022 di Banjarmasin pada Kamis (19/5).

Dori Santosa pun mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPRD dan Gubernur Kalsel beserta jajarannya, atas kerjasamanya sehingga secara bersama-sama, selalu berusaha dan berkomitmen untuk mendukung penyelenggaraan pengelolaan keuangan negara yang transparan dan akuntabel.

Dikatakan, pemeriksaan atas laporan keuangan merupakan bagian dari tugas konstitusi BPK dan sebagai rangkaian akhir dari proses pemeriksaan Pasal 17 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004, yang mengamanatkan kepada BPK untuk menyerahkan LHP kepada lembaga perwakilan dan pimpinan daerah sesuai dengan tingkat kewenangannya.

Disampaikan, pemeriksaan terhadap laporan keuangan bertujuan untuk memberikan opini tentang kewajaran penyajian laporan keuangan.

Opini merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai pelajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan.

“Opini didasarkan pada kriteria yakni kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan kecukupan pengungkapan, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta efektivitas sistem pengendalian intern,” ujarnya.

Prestasi ini lanjut Dori, menjadi momentum untuk lebih mendorong terciptanya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah sehingga kualitas pengelolaan keuangan daerah menjadi lebih baik lagi.

Namun diingatkan, pihaknya masih menemukan permasalahan terkait pengelolaan keuangan daerah, kendati dampak permasalahan itu tidak material dalam memengaruhi kewajaran atas penyajian laporan keuangan.

Permasalahan dimaksud antara lain terkait pengelolaan pajak daerah belum optimal dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah, pemungutan pajak pertambahan nilai belanja melalui penyedia tidak sesuai ketentuan, dan pengelolaan aset belum tertib.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor menyampaikan terima kasih kepada Perwakilan BPK RI yang telah memeriksa dan menyampaikan LHPK Pemprov Kalsel 2021.

Disebutkan, pengelolaan keuangan daerah diselenggarakan dengan tujuan menciptakan pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

“Tiap tahun pemerintah daerah bersama DPRD menyusun dan menetapkan APBD sebagai bentuk pengelolaan keuangan daerah dan menjadi dasar menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pemerintah daerah,” jelas Gubernur.

Pemprov Kalsel terus berupaya keras untuk menyajikan sebuah laporan pengelolaan APBD secara memadai. Tahun 2021 yang lalu, salah satu fokus utama yang dilakukan adalah penanganan pandemi COVID-19 serta upaya pemulihan perekonomian sebagai dampak pandemi.

“Penyesuaian anggaran dilakukan untuk menangani pandemi COVID-19 di Kalsel, inil yang kita lakukan,” sebut Gubernur.

Pemprov Kalsel lanjutnya, berupaya secara maksimal untuk mempertanggungjawabkan keuangannya sesuai dengan ketentuan yang harapannya, bisa meraih kembali predikat WTP seperti tahun-tahun sebelumnya.

” Alhamdulillah Kalimantan Selatan sudah yang ke-9 kalinya,” ucap Gubernur yang biasa disapa Paman Birin ini.

Opini BPK atas laporan keuangan daerah menjadi salah satu tolak ukur kualitas pengelolaan keuangan daerah khususnya terkait aspek laporan keuangan daerah serta tingkat kepatuhan dalam APBD.

Oleh sebab itu, komitmen BPK dalam melaksanakan pengawasan dan memberikan input-input koreksi dan perbaikan tentunya tentulah sangat diperlukan.

Walaupun yang sudah ke-9 kalinya, Gubernur minta jajarannya lengah atau mengabaikan laporan-laporan selanjutnya. Apa yang menjadi catatan atau arahan BPK, harus segera ditindaklanjuti atau dilakukan perbaikan.

“Rekomendasi BPK akan segera kami tindaklanjuti. Kami ingin tentunya pengelolaan keuangan daerah bisa lebih baik, lebih tertib dan transparan. Karena kami sangat meyakini pengelolaan keuangan daerah yang baik sangatlah bermanfaat untuk kepentingan rakyat,” ujar Paman Birin. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Ratusan Siswa Ikuti Kejuaraan Fisika se-Kalsel

BANJARBARU – Sebanyak 144 siswa SMP dan SMA di Kalimantan Selatan (Kalsel), mengikuti lomba Kalimantan’s Physics Competition (Kalphyco) ke 17 tahun 2022, di Banjarbaru, Jumat (20/5).

Husnul Khatimah (kerudung), saat memukul gong tanda dibukanya kegiatan Kophyco tahun 2022

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Khatimah dalam sambutannya menyampaikan, melalui ajang ini para peserta dapat merasakan belajar melalui iklim praktik dan juga suasana kompetisi yang menyenangkan, serta berbeda dengan yang dirasakan saat berada di bangku sekolah.

Staf Ahli Gubernur Kalsel, Husnul Khatimah saat membacakan sambutan Gubernur

“Memasyarakatkan keilmuan fisika melalui gelaran kompetisi ini merupakan langkah yang sangat baik untuk menjaring minat dan bakat anak kita,” ucapnya.

Apalagi menurutnya, pelajaran fisika yang merupakan salah satu mata pelajaran sains, sering mendapat stigma sebagai mata pelajaran yang sulit untuk dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal jika diteliti dengan benar, lanjutnya, banyak aspek fisika yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

“Selain itu, ilmu fisika juga dapat menyenangkan jika dipelajari melalui Kophyco ini. Apalagi kompetisi ini telah berjalan sebagai kompetisi yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Sebagai pihak penyelenggara, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam hal ini diakuinya, juga telah berhasil secara konsisten dalam menyelenggarakan kompetisi, sehingga ajang yang dilaksanakan sejak tahun 2005 ini, menjadi ajang ideal bagi anak didik untuk mengasah diri mereka.

“Dari kacamata Pemprov, saya memandang (kompetisi) ini sangat baik ditengah berbagai pembangunan dalam segala bidang yang terus dikerjakan. Kita memiliki anak-anak muda yang berpotensi menjadi tumpuan harapan kita dimasa depan,” tuturnya.

Diharapkannya, dengan menggunakan pendekatan yang lebih bermasyarakat, perguruan tinggi dapat menjadi, serta mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang pantas dan  mampu bersaing di era globalisasi siswa, dengan bidang ilmu yang dikuasainya termasuk dalam studi fisika.

“Apalagi, mengingat ilmu fisika merupakan program studi yang sangat berperan dalam mengembangkan sains dan teknologi, khususnya untuk menyiapkan generasi penerus agar memiliki literasi sains dan teknologi yang sangat baik,” lanjutnya.

Gubernur juga berpesan, agar seluruh stakeholder pendidikan, tidak berhenti dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran. Sehingga mampu meningkatkan kontribusi nyata, bagi upaya meningkatkan kualitas SDM.

“Mudah-mudahan kompetisi ini dapat meningatkan komitmen kita bersama untuk mengembangkan budaya ilmiah dengan membawa semangat perubahan, dan mengembangkan kualitas SDM menuju arah yang lebih baik lagi,” tutupnya.

Untuk diketahui, ada 5 kategori yang dilombakan dalam kompetisi ini. Diantaranya kejuaraan pembuatan roket air, lomba karya tulis ilmiah, olimpiade fisika, essai, serta videografi. (SYA/RDM/RH)

Jelang MTQ Nasional, DLH Kalsel Siapkan Program Merdeka Sampah Jalan Protokol Menuju Ibu Kota Provinsi

BANJARBARU – Untuk mensukseskan pelaksanaan Event Musabaqah Tilawatil Qur”an (MTQ) Nasional tahun 2022, Oktober mendatang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel akan menyiapkan Program Merdeka Sampah Jalan Protokol Menuju Ibu Kota Provinsi. Dengan adanya program tersebut, maka permasalahan sampah yang ada dijalan Protokoler akan dapat terselesaikan. Untuk menyelenggarakan program tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah melaksanakan rapat teknis Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD) Provinsi Kalsel dengan agenda Pembahasan Naskah Kesepakatan Bersama antara Pemprov Kalsel, Pemerintah Kota Banjarbaru, Pemerintah Kota Banjarmasin serta Pemerintah Kabupaten Banjar.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel Hanifah Dwi Nirwana, Kamis (19/5) sore.

Hanifah menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalsel, Pemerintah Kota Banjarbaru, Pemerintah Kota Banjarmasin dan Pemerintah Kabupaten Banjar telah sepakat untuk mencoba menyelesaikan masalah sampah yang ada dijalan protokol. Sehingga Naskah perjanjian kesepakatan bersama antara Gubernur Kalsel, Walikota Banjarmasin, Walikota Banjarbaru serta Bupati Banjar terus didiskusikan untuk kesepakatan bersama.

“Ini sebagai persiapan untuk event Nasional Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Kalsel yang akan kedatangan Kafilah-kafilah dari seluruh Wilayah di Indonesia,” ungkap Hanifah.

Hanifah menambahkan, pihaknya mengharapkan dengan adanya Program Merdeka Sampah Jalan Protokol Menuju Ibu Kota Provinsi, maka jalanan di Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar, akan bersih terbebas dari sampah saat pelaksanaan MTQ Nasional pada Oktober mendatang.

“Hal ini memerlukan kolaborasi bersama untuk menangani sampah dengan berupaya mendorong perubahan sikap, pola pikir dan gaya hidup masyarakat untuk menuju masyarakat yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah,” tutup Hanifah. (MRF/RDM/RH)

Pandemi Melandai, Pengunjung Museum Lambung Mangkurat Kalsel Meningkat

BANJARBARU – Sejak dibuka kembali pada Februari lalu, kunjungan ke Museum Lambung Mangkurat provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meningkat.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Suprihanto, kepada wartawan baru-baru tadi mengungkapkan, dalam beberapa pekan terakhir kunjungan ke museum cukup tinggi, khususnya pada akhir pekan dan libur nasional.

“Kadang ada 2 atau 3 rombongan pelajar, selain itu masyarakat umum juga banyak yang kesini,” ucapnya.

Selain akibat melandainya pandemi di Kalsel, menurutnya, tingkat kunjungan ke museum ini juga dipengaruhi oleh kegiatan belajar siswa di sekolah yang saat ini sudah melaksanakan pembelajaran secara tatap muka.

“Apalagi jika seluruh proses pembelajaran kembali normal seperti sedia kala, kunjungan pasti akan lebih meningkat,” ungkapnya.

Dukungan pihak media juga diakuinya, sangat berperan penting untuk menyampaikan informasi seputar museum milik Pemprov Kalsel ini.

“Karena Museum Lambung Mangkurat ini merupakan ikon Kalsel,” terangnya.

Terkait kelonggaran yang diberikan oleh Presiden, Joko Widodo, mengenai pembebasan penggunaan masker di ruang terbuka. Suprihanto mengakui, pihaknya masih menunggu arahan dari Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Sehingga diakuinya, Museum Lambung Mangkurat sampai saat ini masih menerapkan protokol kesehatan, seperti ketersediaan tempat cuci tangan, masker, dan wajib sudah vaksinasi.

“Biasanya nanti ada surat edaran terkait penggunaan masker, sementara ini kita masih mewajibkan pengunjung pakai masker,” jelasnya.

Suprihanto menambahkan, pihaknya saat ini juga sedang mengupayakan agar jam operasional Museum Lambung Mangkurat kembali normal, yaitu mulai jam 08.00 – 15.00 WITA.

“Kita masih mengupayakan, sementara kita masih buka hingga jam 1 siang saja,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Disdag Kalsel Rayakan Peringatan Harkonas

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, memperingati Hari Konsumen Nasional (Harkonas), dalam rangkaian kegiatan juga digelar upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2022, berlokasi di halaman kantor Disdag Kalsel, Jalan S Parman.

Suasana upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2022

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani, kepada wartawan pada Jumat (20/5) mengatakan, peringatan Hari Konsumen Nasional ini, mengangkat tema Konsumen Berdaya, Beli Produk dalam Negeri, hal itu dimaksudkan para konsumen memiliki kekuatan kalau merasa dirugikan, sedangkan berdaya berani melakukan klaim atau gugatan ke pelaku usaha, karena sangat penting konsumen selamat, sehat dan terhindar dari sesuatu yang membahayakan akibat mengkonsumsi, atau menggunakan sesuatu yang berbahaya.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Birhasani

“Harkonas sudah dilaksanakan sejak 20 April 2022 tadi, seperti sidak mengawasi di pasar tradisional dan modern, kemudian sosialisasi edukasi konsumen, talkshow di salah satu Radio Swasta berjaringan, dan puncaknya digelar jalan santai, sekaligus pembagian brosur untuk mengedukasi warga,” ucapnya

Birhasani menjelaskan, para konsumen di banua, harus teliti dan cerdas sebelum membeli produk, serta memprioritaskan untuk memilih produk dalam negeri saat berbelanja, agar semakin maju dan berkembang produk buatan dalam negeri sendiri, serta bangga menggunakannya, yang berdampak semakin meningkatkan di bidang perindustrian.

“Kita ingin pelaku usaha bertanggung jawab untuk keselamatan dan kesehatan konsumen, yaitu menjual produk sesuai standar,” pintanya

Lebih lanjut Birhasani menambahkan, selama ini Pemerintah daerah memfasilitasi dibentuknya Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) berdiri sejak tahun 2018, untuk memberi kemudahan dalam penyelesaian sengketa antara konsumen dengan pelaku usaha. Selain itu, pemerintah berupaya memberikan perlindungan konsumen dengan menggandeng pihak terkait, dalam mengawasi seperti BPOM.

“BPSK berperan juga untuk membantu konsumen, jika ada kasus yang bisa diselesaikan dengan kekeluargaan, tidak harus ke pengadilan,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Percepat Implementasi P3DN Melalui SPIP Terintegrasi, BPKP dan SKPD Balangan Tandatangani Komitmen Bersama

BALANGAN – Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan, Rudy M Harahap mengajak semua jajaran pemerintah daerah Kabupaten Balangan untuk mendorong perkembangan ekonomi lokal, dalam rangka percepatan implementasi penggunaan produk dalam negeri sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan, dalam sambutannya pada acara Hari Jadi Kabupaten Balangan ke-19, pada Kamis (19/5).

SPIP Terintegrasi
Dalam usaha mencapai tujuan penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten Balangan yang telah disusun dan ditetapkan, tidak lepas dari risiko yang mungkin akan mengganggu kinerja pemerintahnya. Oleh karena itu, penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yang Terintegrasi menjadi salah satu hal dipenting untuk dilakukan penguatan.

“Di momen ini, kami BPKP siap membantu Kabupaten Balangan dalam penerapan SPIP Terintegrasi demi mewujudkan keandalan pelaporan keuangan, efektifitas dan efisiensi, pengamanan aset, serta ketaatan terhadap peraturan perundang – undangan. Apabila SPIP Terintegrasi telah diimplementasikan dengan baik, akan membawa pengaruh positif terhadap capain kinerja Pemerintah Daerah yang diukur dengan indikator penilaian yang lain,” jelasnya.

Nilai-nilai yang ada dalam SPIP Terintegrasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari beberapa framework penilaian birokrasi, yakni MCP KPK, Opini BPK, SAKIP, RB, Survei Penilaian Integritas, dan Zona Integritas menuju WBK/WBBM.
Percepatan P3DN dan Komitmen Bersama

“Program-program dan kebijakan yang dapat menggerakkan masyarakat dan pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk dalam negeri dan berinovasi, harus segera direalisasikan,” tegas Rudy.

Pemerintah Kabupaten Balangan telah mengalokasikan 387.666.971.311 Rupiah, dari seluruh belanja daerah untuk mendukung P3DN dan mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2022.

“Bupati Balangan juga sangat menyambut positif tujuan percepatan ini dan kami siap mensupport dari berbagai lini,” tegas Rudy.

Kabupaten Balangan sendiri sudah membuat kebijakan berupa Keputusan Bupati Balangan tentang pembentukan Tim P3DN namun belum menyusun Tim Pengelola e-Katalog Lokal.

“Ini menunjukkan sudah ada komitmen dari Kepala Daerah untuk mendorong percepatan P3DN, meskipun masih perlu tambahan dan perbaikan,” tambahnya.

Titik kritis dan Rencana Tindak Lanjut yang harus dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Balangan dalam pelaksanaan Inpres nomor 2 tahun 2022 sudah kami sampaikan pada Komitmen Bersama, yang juga merupakan wujud nyata sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah.

“Saya harapkan dengan adanya penandatanganan komitmen bersama ini, penyelenggaraan SPIP Terintegrasi dan Percepatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dapat benar-benar terealisasi dan membawa dampak perubahan ke arah yang lebih baik bagi Kabupaten Balangan,” tutup Rudy. (BPKPKALSEL-RIW/RDM/RH)

Tutup Reses, Yani Helmi Gelar Syukuran dan Haul Datu Kelampayan

TANAH BUMBU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi, menggelar Haul ke 216 Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjari sebagai rangkaian penutup reses.

Kegiatan syukuran dan Haul Datu Kelampayan di kediamannya di Tanbu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediamannya di Batulicin, Tanah Bumbu, yang juga dihadiri sebagian jajaran pejabat Pemprov Kalsel, Rabu (18/5) malam, dengan rasa khusyuk dibalut lantunan syair serta dibacakannya manaqib (perjalanan) Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.

“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar dan para pejabat yang diundang yang mengikuti saya lihat sangat khusyuk sekali apalagi dibacakannya manaqib ulama besar sekaligus Wali Allah SWT Datu Kelampayan yang bermakam di Martapura,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai tanda syukuran atas berakhirnya pelaksanaan menjaring aspirasi (reses) tetapi bagaimana menjunjung tinggi sikap hormat yang mencintai wali Allah SWT. 

“Beliau adalah ulama besar yang berkharismatik bahkan setelah mendengar cerita perjalanan panjangnya dalam menuntut ilmu agama membuat rasa haru dan bercampur rasa bahagia itu menjadi satu. Terlebih, iringan syair habsyi membawa hati ini terasa dekat dan nyaman meski penyelenggaraannya tidak dilaksanakan di Martapura,” tuturnya.

Dihadapan para undangan, dirinya sempat menitikkan air mata pada saat berlangsungnya pembacaan manaqib serta diselenggarakan haul Datu Kelampayan diharapkan pula tidak melunturkan rasa menjunjung tinggi kecintaan atas anugerah dan kebesaran-Nya.

“Pelaksanaannya sangat berarti sekali terutama saya pribadi yang dapat merasakan ketenangan setelah delapan hari menggelar reses di 16 titik di Tanbu dan Kotabaru,” imbuhnya.

Ia menekankan, sebagai makhluk ciptaan-Nya yang beriman tentu melalui kegiatan haul dan syukuran itu diharapkan dapat lebih menebalkan keimanan, menciptakan rasa ketenangan serta dapat menyejukkan hati yang mengikuti penyelenggaran ini.

“Semoga Allah SWT selalu memberikan jalan yang lurus dan menerangi hati kita,” harap Wakil Fraksi Golkar DPRD Kalsel itu.

Disamping itu, politisi dari Fraksi Golkar di DPRD Kalsel tersebut juga menyampaikan awal keberangkatan hingga dititik terakhir tepatnya hari ke delapan banyak kisah serta pengalaman yang unik ia temui.

“Mulai dari lokasi reses yang kami didatangi terjadi kebakaran, akses jalannya, keterbatasan fasilitas seperti jembatan hingga lokasi jarak tempuh cukup melelahkan, Alhamdulillah semuanya telah terlalui,” bebernya.

Dari hasil  menjaring aspirasi rakyat, di Tanah Bumbu, ia juga sempat mendapatkan cenderamata dari perwakilan anak Sumatera berupa lawung khas dari daerah itu saat melakukan reses di Kelurahan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu.

“Nah, saya juga berterima kasih atas apresiasi yang diberikan mereka. Tak sembarangan orang bisa mendapatkan ini, sekali terima kasih atas cendramatanya,” ungkap legislatif Dapil VI Kalsel yang akrab disapa paman Yani.

Rangkaian reses yang digelar dari tanggal 11 – 14 Mei 2022, Yani Helmi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel itu berhasil mengunjungi sejumlah desa dan kelurahan di dua kecamatan di Kabupaten Kotabaru diantaranya, Sebatung, Rampa, dua RT di Semanyap, Sungai Taib, Kotabaru Hulu, Baharu Utara dan Dirgahayu.

Foto bersama Yani Helmi dengan Sekeceng Kalsel saat pelaksanaan reses di Kotabaru.

Sedangkan di Kabupaten Tanah Bumbu, dari tanggal 15 – 18 Mei 2022 berada di Desa Betung, Pagaruyung, Batuah, Wirittasi, Pasar Baru, Batulicin, dan dua RT di Desa Sarigadung sebagai titik terakhir reses. (RHS/RDM/RH)

Belajar Bersama, Museum Lambung Mangkurat Kenalkan Gusti Sholihin Kepada Ratusan Pelajar

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), memperkenalkan salah satu seniman lukis dari Kalsel yang telah mendunia, Gusti Sholihin, melalui kegiatan belajar bersama di museum.

Suasan belajar bersama di Auditorium Museum Lambung Mangkurat Kalsel

Kegiatan yang diikuti ratusan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kalsel ini, dilaksanakan di Auditorium Museum Lambung Mangkurat Kalsel, pada Rabu (18/5) pagi.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Suprihanto mengatakan, dipilihnya Gusti Sholihin sebagai materi dalam kegiatan belajar bersama ini, bertujuan untuk mengenang karya dari sang maestro lukis tersebut.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Suprihanto

“Kita beritahu mereka (peserta), bahwa Kalsel juga memiliki pelukis yang telah go internasional. Beliau (Gusti Sholihin) pernah mengadakan menjadi utusan Indonesia ke pameran di Sao Paulo, Brazil,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini Suprihanto berharap, dapat menciptakan bibit-bibit unggul seni lukis, yang mampu mengharumkan nama Bumi Antasari di masa yang akan datang.

“Setiap belajar, kami juga mengajak guru pendamping untuk mengenang seni dan budaya, agar para guru tersebut dapat membantu menyebarluaskan informasi,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Kurator Museum Lambung Mangkurat Kalsel, sekaligus pemateri dalam kegiatan tersebut, Darmanto. Ia menyebutkan, melalui belajar bersama di museum ini, pemerintah provinsi melalui Museum Lambung Mangkurat, ingin menggali potensi dan talenta baru yang ada di Kalsel, khususnya kepada pelajar.

“Karena apa, supaya generasi-generasi mendatang bisa meniru jejak langkah pendahulunya yang dalam hal ini Gusti Sholihin, menjadi pelukis atau perupa berstandar nasional bahkan internasional,” ungkapnya.

Untuk diketahui, di Museum Lambung Mangkurat Kalsel, terdapat ruang khusus yang menampilkan hasil lukisan dan patung karya Gusti Sholihin. Beserta riwayat hidup, dan foto maestro berdarah Banjar tersebut.

Selain belajar bersama, untuk memperingati Hari Museum Internasional yang diperingati setiap 18 Mei, kegiatan ini juga dirangkai dengan lomba melukis benda koleksi museum.

Dimana sebelum mulai melukis, seluruh peserta terlebih dahulu diajak melihat seluruh koleksi museum di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel ini. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version