Bantu Warga Banjir di Martapura Timur, Paman Birin Minta Pemda Perhatikan Infrastruktur

BANJAR – Pemprov Kalsel dipimpin Gubernur Sahbirin Noor, menggelar coffee morning sembari membagikan bantuan kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Banjar, Kamis pagi (2/3).

Dimulai dari Kampung Keramat, Martapura Timur, usai sholat Subuh, rombongan Pemprov dibagi ke 6 titik lokasi diantaranya Desa Dalam Pagar, Teluk Selong, Sungai Rangas hingga Kampung Melayu.

Kondisi banjir di Desa Dalam Pagar ulu.

Adapun bantuan yang diberikan berupa beras dan ikan asin. Selain itu adapula makanan yang dapat dikonsumsi langsung. Mulai dari nasi bungkus, roti, gorengan dan sebagainya.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor (tengah) didampingi Sekda Kalsel serta pimpinan SKPD saat memberikan bantuan beras kepada tokoh masyarakat

Berbondong warga keluar rumah setelah mengetahui kedatangan orang nomor satu di Kalsel beserta jajarannya, datang membagikan bantuan kepada mereka.

“Ini yang kita sadari bahwa kita merasakan rakyat kita sedang mendapat cobaan, mendapat musibah. Kedatangan kami adalah bentuk kepedulian, karena pemerintah (memang) harus hadir,” ungkap Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin.

Paman Birin merasa sedih melihat ribuan warga yang masih tetap bertahan meski ketinggian air mencapai paha orang dewasa. Sembari menahan tangis, Paman Birin berharap musibah yang dialami warga saat ini dapat segera usai, sehingga dapat beraktifitas seperti sedia kala.

“Semoga banjir ini segera terlepas dari warga,” harapnya.

Paman Birin juga menuntut agar Pemerintah Daerah setempat dapat lebih memperhatikan wilayahnya terutama di bidang infrastruktur.

“Jalan ini kan rendah, ini butuh ditinggikan,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

KDEKS Resmi Terbentuk, Kalsel Miliki Potensi Besar Dalam Pengembangan Ekonomi Syariah

BANJARBARU – Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, mengungkapkan, singkronisasi terhadap arah kebijakan soal ekonomi dan keuangan syariah dalam meningkatkan ketahanan nasional kini telah disusun dan tinggal meminta dukungan pusat.

“Ada 30 program dan 13 menjadi prioritas. Alhamdulillah sudah terpetakan. Ke depan akan diinvetarisasi lagi program mana yang mendukung ekonomi dan keuangan syariah,” ujarnya, usai menerima audiensi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), di ruang tamu Sekdaprov Kalsel, Rabu (1/3) siang.

Terbentuknya Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) di Kalimantan Selatan, ia turut mengapresiasi. Bahkan, tercatat sebagai provinsi yang masuk dalam skala prioritas.

“Kami juga berterima kasih karena Kalsel masuk dalam daerah prioritas,” ucapnya.

Roy yang juga ditunjuk sebagai Ketua Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kalsel juga meminta agar sinergi dengan pusat bisa terus berjalan baik agar program singkronisasi serta kebijakan strategis ini dapat berjalan.

“Harapannya program pusat terkait ekonomi dan keuangan syariah dapat juga dibantu oleh pusat dalam hal ini KNEKS,” ungkapnya.

Rombongan KNEKS bersama Kemensekneg RI melakukan audiensi dan disambut Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, diruangannya.

Sementara itu, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, menyebut, Kalsel merupakan delapan provinsi yang menjadi daerah prioritas dalam hal pengembangan perekonomian berbasis syariah.

“Menurut Master Plan Ekonomi Syariah, daerah ini memiliki potensi besar terhadap perkembangan terhadap ekonomi syariah,” paparnya.

Lembaga non struktural yang langsung dibentuk Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan telah diundangkan itu berharap kepala daerah khususnya Kalsel agar dapat mendukung program dari KNEKS.

“Serta ini dapat mempermudah kepala daerah dalam hal ini gubernur dalam menjalankan kebijakan terhadap program ekonomi syariah,” jelasnya.

Dilokasi yang sama, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan, Bimo Epyanto, menuturkan, dengan hadirnya lembaga ini tentu turut memberikan penguatan terhadap perekonomian terutama disektor syariah.

Foto bersama dengan sejumlah perwakilan dari Pemprov Kalsel, BI, Kemensekneg dan KNEKS

“Jadi pengembangan ekonomi syariah itu tidak lagi eksklusif untuk umat muslim tetapi sudah inklusif atau terbuka untuk umum. Jadi, siapa saja bisa berinteraksi di dalam ekosistem ini,” tuturnya. (RHS/RDM/RH)

Bunda Literasi Batola Dikukuhkan, Kegemaran Membaca Diharapkan Makin Meningkat

BATOLA – Kehadiran Bunda Literasi Barito Kuala (Batola) diharapkan dapat semakin meningkatkan minat baca di daerah tersebut. Mengingat Indeks Pembangunan Literasi (IPL) di Kabupaten Batola masih terkategori rendah dibanding daerah lain di Provinsi Kalimantan Selatan.

Suasana Pengukuhan Bunda Literasi Batola

Harapan itu disampaikan Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani, kepada wartawan, melalui siaran persnya, Rabu (1/3).

“Indeks pembangunan literasi di Batola ini masih rendah dibanding daerah lain di Kalsel, yakni nomor 2 terbawah. Dengan hadirnya Bunda Literasi ini harapannya menjadi semangat baru untuk meningkatkan minat baca,” katanya.

Apalagi, lanjut Nurliani, didukung adanya gedung layanan perpustakaan Kabupaten Batola yang megah dan baru, dibangun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2022 diharapkan dapat menjadi sarana penunjang peningkatan pembangunan literasi.

“Tentu harus lebih aktif dan masif lagi untuk meningkatkan literasi dan kegemaran membaca masyarakat disini,” jelasnya.

Ditambahkan Nurliani, pengukuhan Bunda Literasi Batola ini menyusul Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Tanah Bumbu, Kota Banjarbaru dan Tanah Laut, yang telah lebih dahulu dikukuhkan.

“Semoga semua Kabupaten/Kota di Kalsel segera punya Bunda Literasi. Hal ini sangat penting perannya untuk mendongkrak minat baca di Banua,” harapnya.

Sementara itu, Bunda Literasi Batola, Suharyanti Mujiyat menyatakan siap untuk menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya untuk bersama-sama membumikan kegemaran membaca di bumi “Ije Jela”.

“Kita akan bergerak ke berbagai sekolah dan pelosok, untuk mensosialisasikan kegemaran membaca, dibantu pengurus PKK Kecamatan dan unsur lainnya,” tegasnya.

Untuk diketahui, pengukuhan Bunda Literasi Batola Suharyanti Mujiyat dilaksanakan di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Batola, Senin (27/2). Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya, penjabat Bupati Batola Mujiyat, Kepala Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan Nurliani Dardie, Kepala Dispersip Kabupaten Batola beserta jajarannya. (DISPERSIPKALSEL-NRH/RDM/RH)

Dispar Kalsel Gelar Rakornis

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pariwisata Kalsel, menggelar Rapat Koordinasi Teknis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif se-Kalsel, bertempat di salah satu Hotel Banjarmasin.

Suasana Rakornis Dinas Pariwisata Kalsel

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, kepada sejumlah wartawan, kegiatan Rakornis ini, dengan mengangkat tema “Transformasi Wisata dan Ekonomi Kreatif Berbasis Pengembangan Geopark dan Kearifan Lokal, Dalam Rangka Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Selatan. Hal itu dimaksudkan untuk membangun komunikasi dan koordinasi dalam upaya menselaraskan dan sinergitas program kegiatan percepatan pembangunan Kepariwisataan serta
Ekonomi Kreatif di Kalsel.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, bersama Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel, Husnul Khatimah

“Kami ingin terbangun kesamaan persepsi dan pemahaman dari seluruh pelaku usaha pariwisata dalam mendukung kemajuan wilayah dan Ekraf,” katanya, Rabu (1/3).

Disampaikan Syarifuddin, Rapat Koordinasi Teknis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif se-Kalsel ini, digelar selama tiga hari, dimulai 1 – 3 Maret 2023, di salah satu hotel di Banjarmasin. Menghadirkan Narasumber, Ketua Badan Pengelola Geopark Meratus Ariadi Noor,Kepala Sub direktorat Mineral Pertambangan dan Panas Bumi Bappenas, Togu Pardede, Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Rispiaga, Subkoordinator Pengembangan Destinasi II Area Kementerian Pariwisata dan Ekraf, Antariksa, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Kalsel, Bimo Epyanto, dan Kabid Pelayanan Umum Kanwil Kemenkumham Kalsel, Riswandi.

“Rakornis ini diikuti sekitar 100 orang peserta, terdiri Dinas Pariwisata, Bakueda, Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Kehutanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Koperasi dan UKM, dan Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Energi Sumber Daya Mineral, Biro Ekonomi Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Pelaku Ekonomi Kreatif, serta Mitra Kerja Bidang Pariwisata Kalsel,” jelasnya

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel, Husnul Khatimah, mengatakan, sektor Pariwisata sangat berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi, menciptakan peluang kerja dan promosi pertukaran Budaya. Mengingat Kalsel memiliki kekayaan alam yang luar biasa indah seperti hutan hujan tropis, sungai, pantai dan gunung.

“Hasil Rakornis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif se-Kalsel nantinya, dapat semakin mengembangkan jaringan destinasi wisata, melalui Pemda yang turut memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan budaya, dengan cara mengelola Sumber Daya Alam, dan mempromosikan produk lokal serta mempertahankan kearifan lokal,” tutupnya.

Dalam Rakornis, dimeriahkan puluhan Pelaku Ekonomi Kreatif, yang menjual berbagai produk khas Kalimantan Selatan, seperti kain sasirangan, tas purun kreasi, produk makanan olahan diantaranya, keripik pisang, kacang hijau goreng, dan abon haruan.

Untuk diketahui, Rakornis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif se-Kalsel, dibuka secara resmi, Gubernur Kalimantan Selatan diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel, Husnul Khatimah, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, Ketua Badan Pengelola Geopark Meratus Ariadi Noor, dihadiri Perwakilan Kepala Daerah ditiga belas Kabupaten dan Kota, serta Unsur Forkopimda Kalsel. (NHF/RDM/RH)

Jelang Pemilu 2024, Masyarakat Diharapkan Bisa Deteksi dan Cegah Dini Terjadinya Konflik Sosial

BANJAR – Masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan diharapkan bisa melakukan deteksi dan mencegah sejak dini terjadinya konflik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024 mendatang.

Harapan itu disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banjar, Safrin Noor kepada wartawan, usai menjadi narasumber dalam sosialisasi revitalisasi dan aktualisasi Nilai-nilai Pancasila, yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel Isra Ismail, pada Senin (27/2).

Kepala Badan Kesbangpol Kalsel, Safrin mengapresiasi diadakannya sosialisasi revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila karena kegiatan ini sejalan dengan misi Kesbangpol, terutama menjelang Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024 mendatang.

“Sehingga dalam sosialisasi ini, saya juga menyampaikan pesan-pesan terkait deteksi dan pencegahan dini agar penyelenggaraan Pemilu nanti berjalan lancar,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, kegiatan sosialisasi ini juga merupakan bagian dari pendidikan politik di tengah masyarakat.

Sementara, Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail mengungkapkan dalam sosialisasi ini ia mengundang sejumlah Kepala Desa dan perwakilan warganya untuk mengikuti kegiatan yang bertempat di salah satu rumah makan di kawasan Kecamatan Sungai Tabuk.

“Desa-desa yang diundang tersebut yaitu Desa Sungai Pinang Baru, Desa Abumbun Jaya, Desa Lok Buntar, Desa Gudang Tengah, Desa Sungai Bangkal, Desa Sungai Pinang Lama, Desa Sungai Tabuk Keramat dan Desa Pembantanan,” jelasnya.

Suasana Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila oleh Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail

Isra mengharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta dapat menyebarluaskan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan kepada warga di desanya masing-masing.

“Sehingga nilai-nilai Pancasila itu bisa tumbuh dan berkembang serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sila pertama sampai ke lima,” jelasnya.

Sedangkan, Pembakal Desa Sungai Pinang Baru, Suni menilai kegiatan sosialisasi ini sangat untuk menguatkan kembali pemahaman Pancasila sebagai falsafah negara dan pandangan hidup bangsa.

“Alhamdulillah Pak Isra membekali kami dengan sosialisasi ini jadi kami bisa sampaikan kembali kepada warga kami,” tuturnya. (NRH/RDM/RH)

Masyarakat Diajak Buktikan Secara Nyata Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari

BANJARBARU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Haryanto melaksanakan kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila.

Kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan diantaranya ibu-ibu Tim Penggerak PKK, anggota Karang Taruna, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang ada di Kecamatan Liang Anggang itu bertempat di aula kantor Kecamatan Liang Anggang, Senin (27/2).

Camat Liang Anggang Kota Banjarbaru, Taufik Purwanto mengharapkan dengan kegiatan ini, masyarakat di lingkungannya bisa lebih semarak dan kuat dalam kebersamaannya dan kegotongroyongannya.

“Dan meyakini bahwa Pancasila itu harus tetap utamakan sebagai falsafah hidup dalam keseharian,” katanya kepada wartawan.

Meskipun konflik berkaitan dengan SARA sangat kurang di daerahnya, namun menurut Taufik, pihaknya tetap mengingatkan kepada masyarakat bahwa Pancasila merupakan dasar negara Indonesia. Sehingga ke depannya, lanjutnya, pemahaman terhadap Pancasila ini harus terus ditingkatkan dan dibuktikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Misalnya ketika peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus dengan memasang bendera. Selain itu juga, menghormati perbedaan agama. Itu harus tetap diingatkan bahwa ada beberapa agama yang diakui di negara kita,” jelasnya.

Sementara, salah seorang peserta sosialisasi, Ketua LPM Kelurahan Landasan Ulin Utara, Deky Yuniarto menyambut baik kegiatan sosialisasi ini untuk mengingatkan kembali atas pentingnya pemahaman terhadap Pancasila.

“Sehingga diharapkan dapat semakin menumbuhkan kecintaan semangat dan nasionalisme masyarakat kepada bangsa dan negara Indonesia,” terangnya.

Ditambahkan Deky, pihaknya terus berupaya untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila secara demokrasi menjalankan amanah dari Undang-undang yaitu sering melakukan rapat koordinasi atau yang sifatnya mencari keputusan secara musyawarah dan mufakat. (NRH/RDM/RH)

Dorong Kemandirian Pesantren, BI Kalsel Gelar Musyawarah HEBITREN

BANJARMASIN – Pengembangan kemandirian ekonomi pesantren berperan penting dalam membangun basis ekonomi yang kuat. Pesan itu mengemuka dari Musyawarah HEBITREN (Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren) yang digelar Bank Indonesia Kalsel pada Selasa (28/2) di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin.

Suasana Musyawarah HEBITREN

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Kalsel Wahyu Pratomo menyatakan, pengembangan kemandirian ekonomi pesantren menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia dalam mewujudkan pertumbuhan yang inklusif.

Kepala Perwakilan BI Kalsel

“BI telah menyertakan peran pesantren dalam salah satu pilar cetak biru pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yaitu penguatan ekonomi syariah melalui program peningkatan kelembagaan yang salah satunya melalui kemandirian ekonomi pesantren,” tutur Wahyu.

Oleh karena itu, BI secara konsisten dan inovatif terus bersinergi dengan pemangku kepentingan ekonomi dan syariah di Kalsel, antara lain Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Pondok Pesantren, dan Perbankan Syariah, guna membangun rantai nilai halal (halal value chain) melalui pengembangan industri halal di sisi input, produksi, proses produksi, dan pemasaran.

Wakil Ketua Umum HEBITREN Kalsel K.H. M. Abdul Hamid yang hadir pada musyawarah, menyampaikan apresiasi kepada BI atas upaya memajukan kemandirian ekonomi bisnis pesantren. Ia pun berharap basis ekonomi pesantren semakin kuat di masa depan.

“Hari ini, musyawarah kerja HEBITREN tahun 2023 telah terlaksana. Ke depan, kami yakin sinergi antara BI bersama Kemenag, BAZNAS, BWI dan Perbankan Syariah akan menguatkan basis ekosistem bisnis pesantren,” kata Abdul.

Musyawarah HEBITREN Kalsel 2023 turut menghadirkan narasumber ahli, yakni Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Muhammad Tambrin, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kalsel M. Fadhly Mansoer, Kepala Bidang Pendayagunaan Zakat BAZNAS Kalsel Rizqy Khairunnisa, dan Manajer Bank Syariah Indonesia Cabang Banjarmasin Yudhi Irawan.

Kebijakan pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah (eksyar) BI merupakan bagian dari bauran kebijakan BI, dan termasuk sebagai bentuk respons kebijakan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. (BI.KALSEL-RIW/RDM/RH)

Kumpulkan Ribuan PSKS Dalam Jambore Akbar, Pemprov Akan Kembali Raih Sertifikat MURI

BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Sosial (Dinsos) akan kembali mendapat sertifikat dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan peserta Jambore Akbar Relawan Sosial Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) terbanyak se Indonesia.

Jambore yang akan digelar di Alam Roh 20 Kiram, Kabupaten Banjar, mulai 3 hingga 5 Maret 2023 ini, bakal diikuti sebanyak 3.000 peserta.

Saat konfrensi pers di lokasi kegiatan, Selasa (28/2), Plt Kepala Dinsos Kalsel, Muhammadun, menyampaikan, Jambore Akbar bertujuan untuk membangkitkan semangat PSKS yang didalamnya ada Tagana, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pelopor Kedaiaman, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Karang Taruna serta penyuluh sosial.

“Karena merekalah yang akan langsung berhadapan dengan permasalahan sosial yang ada di masyarakat,” ucapnya.

Berbagai macam kegiatan akan dilaksanakan dalam Jambore Akbar ini, diantaranya penanaman 1.500 bibit pohon, aksi donor darah sukarela hingga lomba permainan tradisional.

“Pesertanya nanti ada dari PSKS, lalu ada pensiunan Dinsos, tokoh masyarakat, penyuluh sosial serta Kepala Panti se Kalsel,” bebernya.

Tak hanya itu, Madun mengaku peserta Jambore juga ada yang berasal dari luar daerah seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Jawa Barat.

“Mungkin nanti akan ada provinsi lain lagi yang ingin melihat momen Jambore Akbar ini,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kalsel, Achmadi mengatakan, kegiatan ini akan tercatat MURI, karena belum pernah ada kegiatan serupa dengan diikuti ribuan PSKS.

“Dengan Jambore Akbar nanti, maka sudah ada 3 (tiga) sertifikat MURI yang diraih Dinsos Kalsel sejak kepemimpinan Gubernur Sahbirin Noor,” bebernya.

Dalam kegiatan nanti, Achmadi menuturkan, Gubernur akrab disapa Paman Birin itu, juga akan dinobatkan sebagai Pembina Utama PSKS Kalsel.

“Kita semua berharap cuacanya tidak hujan dan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar,” harapnya.

Untuk diketahui, Jambore Akbar yang akan diselenggarakan selama tiga hari itu akan dihadiri pula oleh PBB Perwakilan Indonesia seperti UNICEF dan UNESCO.

Kegiatan juga akan dirangkai dengan lokakarya dari Dinsos seluruh Indonesia yang akan dipusatkan pada hari kedua di Mahligai Pancasila, Banjarmasin. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Rakor Anggaran Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menggelar rapat koordinasi sharing anggaran Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024, di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Selasa (28/2).

Kegiatan ini bertujuan untuk memunculkan kesepakatan antar Pemerintah, KPU, serta Bawaslu di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk mendorong penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada tepat waktu dan tepat anggaran.

Menurut Sekretaris Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar, kunci kesuksesan tersebut salah satunya yakni dengan penyediaan alokasi anggaran secara efisien tanpa mengurangi profesionalitas kerja.

Sekda Kalsel, Roy Rizali Anwar, saat memimpin rakor sharing anggaran Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024 di Gedung Idham Chalid Banjarbaru

“Artinya menyediakan kegiatan pendanaan bersama antara provinsi dan kabupaten/kota yang dibebankan pada APBD masing-masing secara proporsional dan sesuai beban kerja,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya nanti, khususnya terkait anggaran secara teknis, lanjut Roy, pelaksanaan kegiatan berpedoman terhadap Surat Edaran Mendagri Nomor 900.1.9.1/435/SJ tentang Pendanaan Kegiatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2024.

“Dalam surat edaran ini secara jelas sudah menerangkan sebagaimana skema penyediaan anggaran untuk pelaksaan pilkada serentak tahun 2024 yang diterapkan melalui Perda,” bebernya.

Adapun alokasi anggaran kegiatan yang dibebankan untuk pesta politik itu yakni sebesar 40 persen pada APBD tahun anggaran 2023 dana APBD tahun 2024 sebesar 60 persen dari besaran total dana hibah yang telah disepakati bersama.

Suasana rakor sharing anggaran Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024 di Gedung Idham Chalid Banjarbaru

Bagi Pemda yang belum menganggarkan atau masih belum melakukan pendanaan kegiatan tersebut, Roy meminta, agar segera menyusun penganggaran melalui perubahan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD.

“Dan diberitahukan kepada pimpinan DPRD,” pintanya.

Roy menuturkan, Pemda juga harus memperhatikan tahapan pengelolaan dana kegiatan yang secara garis besar meliputi penganggaran, pelaksanaan dan penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban.

“Selanjutnya para penyelenggara untuk segera mengajukan usulan kebutuhan anggaran kegiatan Pemilu dan Pilkada serentak,” tuturnya.

Selain itu, untuk memastikan dan sebagai komitmen mensukeskan Pemilu dan Pilkada serentak, dukungan lainnya seprti SDM, pendidikan politik, data kependudukan dan perkembangan politik daerah, menurut Roy, juga harus diperkuat.

Sementara itu Kepala Bidang Politik Badan Kesbangpol Kalsel, Ida Saptika Dewi mengatakan kegiatan ini memang harus dilaksanakan terkait pendanaan hibah Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024, guna menyepekati antara provinsi dan kabupaten/kota.

“Nantinya tidak adalagi anggaran yang tercecer berdasarkan kesepakatan itu,” ujarnya.

Porsi anggarannya sendiri, lanjut Ida, saat ini masih belum ditetapkan. Melalui rakor ini, hasil kesepakatan kemudian akan diajukan dan diverifikasi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kalsel.

“Sama halnya dengan kabupaten/kota, jadi final anggaran belum ada. Kita diharapkan efisiensi,” ungkapnya. (SYA/RDM/RH)

Paman Birin Minta Disbunnak Kalsel Waspadai Virus Flu Burung Clade 2,3,4,4B

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor meminta jajaran Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak), meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya virus flu burung clade 2.3.4.4. yang sedang mewabah di dunia. Kewaspadaan ini juga sebagai tindaklanjut Surat Edaran Direktur Jenderal Peternakan Dan Kesehatan Hewan Nomor 16183/PK.320/F/01/2023 tanggal 16 Januari 2023, terkait peningkatan kewaspadaan HPAI (Highly Pathogenic Avian Influenza) sub tipe H5N1 clade 2.3.4.4.

Permintaan Paman Birin (sapaan khas Gubernur) ini langsung ditindaklanjuti Disbunnak bersama dinas yang menjalankan fungsi peternakan dan kesehatan hewan di masing-masing wilayah dan instansi terkait. Dalam hal ini Balai Veteriner Banjarbaru dan Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, dengan bergerak cepat melalukan koordinasi sebagai upaya kewaspadaan terhadap munculnya HPAI di peternakan unggas di Kalimantan Selatan.

Koordinasi juga dilakukan dengan jajaran Dinas Kesehatan, mengingat virus HPAI sub tipe H5N1 clade 2.3.4.4. memiliki risiko infeksi rendah pada manusia namun virus ini juga memiliki kecenderungan menjadi infeksi zoonosis.

“Upaya pencegahan terhadap munculnya HPAI yang telah dilakukan diantaranya meningkatkan biosekuriti, pembagian desinfektan pada sentra peternakan unggas, pembinaan, sosialisasi dan komunikasi, informasi edukasi (KIE) ke masyarakat mengenai HPAI, pengambilan sampel untuk uji laboratorium di Balai Veteriner Banjarbaru serta monitoring pasar unggas yang berada di Kalimantan Selatan. Pemantauan lalu lintas unggas antar provinsi dan kabupaten/kota juga ditingkatkan mengingat cukup tingginya lalu lintas ternak unggas”, ujar Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, Suparmi, dalam rilisnya yang diterima Abdi Persada pada Selasa (28/2).

Otoritas Veteriner dan Dokter Hewan Berwenang di masing-masing wilayah, juga terus memastikan setiap unggas yang dilalulintaskan merupakan unggas sehat dan tidak terkena HPAI.
(RIW-DISBUNNAKKALSEL/RDM/RH)

Exit mobile version