BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin menerima kedatangan Tim Visitasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta.
Kedatangan Rombongan Tim Visitasi Kemenkes RSPI Suliati Saroso yang dipimpin Teguh Sarry Hartono ini diterima Wakil Direktur Penunjang Non Medik Hukum dan Diklat Rusma Khazairin, beserta seluruh Tim Penanganan Penyakit Infeksi Emerging RSUD Ulin Banjarmasin, di Ruang Aula 1 Gedung Ulin Tower Lantai 7 RSUD Ulin Banjarmasin, Kamis (11/7).
Wadir Penunjang Non Medik Hukum dan Diklat RSUD Ulin Banjarmasin Rusma Khazairin
“Kedatangan Visitasi Kementerian Kesehatan RSPI Sulianti Saroso tersebut, untuk Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Pengampunan Layanan PIE atau Penyakit Infeksi Emerging) Tahun 2024,” jelas Wakil Direktur Penunjang Non Medik Hukum dan Diklat RSUD Ulin Banjarmasin Rusma Khazairin.
Rusma berharap, dengan adanya kegiatan ini RSUD Ulin Banjarmasin semakin lebih baik lagi, dalam penanganan dan memberikan layanan PIE kepada masyarakat di Banua.
Kedatangan Tim ini juga, dalam rangka RSUD Ulin Banjarmasin menuju penilaian paripurna untuk Layanan Penyakit Efeksi Emerging tersebut.
Sementara itu, Perwakilan Tim Visitasi Kementerian Kesehatan RSPI Sulianti Saroso, Teguh Sarry Hartono menjelaskan untuk menuju penilaian Paripurna tersebut. RSUD Ulin Banjarmasin diminta untuk dapat melengkapi fasilitas untuk peningkatan pelayanan PIE tersebut. Meski saat ini sudah dinilai baik dalam memberikan pelayanan PIE tersebut.
“Untuk mendapatkan nilai Paripurna tersebut, RSUD Ulin Banjarmasin diwajibkan menjadi Rumah Sakit Pengampuan untuk tiga rumah sakit lainnya di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.
Rumah Sakit daerah tersebut, yaitu RSUD Boejasin Kabupaten Tanah Laut, RSUD Ratu Zaleha Kabupaten Banjar serta RSUD Hasan Basri Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
“RSUD Ulin Banjarmasin diharapkan mampu memenuhi persyaratan tersebut, sehingga nilai Paripurna dapat diraih,”jelasnya.
Pada kegiatan ini turut hadir perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Arlan Prabowo. (SRI/NRH/RH)
BANJARBARU – Sebanyak 80 peserta dari 13 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) mengikuti pelatihan tahap ketiga dengan menggunakan Anggaran Perusahaan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2024 di Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Kalsel.
Pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam berbagai bidang khusus, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kompetensi serta mutu Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kerja.
Kepala BLK Provinsi Kalsel, Muhammad Yusfiansyah mengatakan pelatihan yang diselenggarakan oleh BLK Provinsi Kalsel merupakan upaya Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam menjadikan calon pencari kerja untuk menambah pengetahuan serta keahlian.
Kepala BLK Provinsi Kalsel, Muhammad Yusfiansyah saat diwawancara
“Pelatihan ini menjadi wadah untuk masyarakat supaya memiliki daya saing dan mampu berkompetensi di dunia kerja, apabila tidak bekerja di perusahaan para peserta dapat berkarir secara mandiri dengan memperdayakan SDM yang dapat mengurangi jumlah pengangguran,” katanya, Rabu (10/7).
Yusfiansyah mengungkapkan, pada tahap ketiga pelatihan ini, ada lima kejuaraan yang telah dibuka yakni Computer Operator Assistant, Teknisi Perawatan AC, Pemasangan Instalasi Listrik, Pemeliharaan Berkala Kendaraan Ringan Injeksi dan Teknisi Las 5W 3G.
“Pelatihan tahap ketiga APBN ini sudah dibuka pada 9 Juli dan kemudian para peserta akan melakukan pelatihan dengan total jam pelatihan selama 260 jam atau kurang lebih 2 bulan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Yusfiansyah menambahkan, setelah para peserta melaksanakan pelatihan di BLK Provinsi Kalsel, mereka akan mengikuti magang di perusahaan yang telah bekerja sama dengan pihaknya.
“Selain melakukan pelatihan teori dan lapangan, para peserta nantinya juga melakukan uji kompetensi yang mana apabila peserta berhasil maka langsung mendapatkan sertifikat yang dikeluarkan langsung oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” ucapnya.
Yusfiansyah berharap, pelatihan ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi peserta, dengan memperkuat kemampuan mereka dalam menghadapi persaingan pasar kerja yang semakin ketat.
“Untuk itu diharapkan, mereka bisa bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan agar yang didapatkan pada pelatihan ini bisa maksimal,” harapnya. (BDR/NRH/RH)
BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat (Muslam) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) tingkat SMP sederajat.
Kegiatan berpusat di Aula Auditorium Museum Lambung Mangkurat Kalsel, di Banjarbaru, selama tiga hari mulai 10 hingga 12 Juli 2024.
Dalam sambutan tertulis, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Muhammadun, mengatakan, museum merupakan wadah dalam mengembangkan kreatifitas dan edukasi bagi masyarakat tentang sejarah dan kebudayaan.
Muhammadun menilai LCCM sangat bermanfaat bagi generasi muda terutama pelajar Kalsel, sebagai ajang kompetisi mengasah kemampuan pengetahuan dalam bidang sejarah dan kebudayaan Indonesia.
Selain itu LCCM menurutnya, juga mendekatkan museum kepada masyarakat khususnya bagi generasi muda, dan menjalin kerjasama sinergi pembinaan kebudayaan yang ada di Kalsel.
Sementara itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar, menjelaskan LCCM 2024 diikuti oleh 13 SMP dari setiap Kabupaten/Kota di Kalsel.
Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar
“Setiap Kabupaten/Kota memang kita wajibkan mengirim satu SMP untuk berlomba.” katanya
Dengan mengusung tema Arunika yang merupakan akronim Asah Rasa Untuk Generasi Merdeka Berbudaya, kegiatan tahunan ini, lanjut Akbar, bertujuan untuk menguji dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analisa, serta memotivasi siswa untuk belajar dan berkembang.
“Sekaligus merupakan penjaringan peserta pewakilan Kalsel untuk mengikuti LCCM tingkat nasional di Jakarta,” jelasnya.
Akbar berharap LCCM bisa lebih meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kalsel, khususnya terkait pengetahuan tentang sejarah dan budaya di Indonesia.
Hal ini sejalan dengan keinginan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, untuk mewujudkan SDM yang unggul dalam berbagai bidang.
“Jadi kalau bisa setiap perwakilan Kabupaten/Kota nanti ikut ke Jakarta untuk melihat langsung LCCM tingkat Nasional, dengan harapan termotivasi untuk menjadi lebih baik dibanding daerah lain,” harapnya. (SYA/NRH/RH)
BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor mengharapkan para peserta Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI), dapat menjadi Jurnalis yang handal dan berintegritas.
Suasana Pembukaan SJI di Banjarmasin
Hal itu disampaikan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, dalam sambutannya pada acara pembukaan SJI Kalsel di Banjarmasin, Rabu (10/7)
Sahbirin Noor mengatakan, media massa dan jurnalisme memiliki peran yang sangat vital di masyarakat, tidak hanya bertugas memberikan informasi, tetapi juga membentuk opini publik, menjaga integritas dan memperkuat wawasan kebangsaan.
Foto bersama : Gubernur Kalsel, Ketua PWI Pusat dan Ketua PWI Kalsel
Paman Birin berharap, melalui Sekolah Jurnalisme Indonesia ini, para peserta dapat menjalin jaringan dan kolaborasi yang kuat. Mengingat, di era kecanggihan teknologi, tantangan yang para jurnalis semakin kompleks.
“Jurnalis perlu diperkuat integritas, wawasan kebangsaan, kemampuan multitasking dan berpikir kritis. Selain itu, jurnalis harus mampu menggali dan menyampaikan cerita yang memperkuat rasa persatuan dan kesatuan, menghargai keragaman dan mempromosikan nilai-nilai Pancasila,” pinta Paman Birin.
Tanggapan senada diungkapkan, Ketua PWI Pusat, Hendry CH Bangun. Menurutnya, dalam materi Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) ini, wartawan harus mampu mengatasi perkembangan zaman. Kemudian memiliki wawasan kebangsaan, karena PWI ini sebagai organisasi lahir di tengah perjuangan, harus sesuai dengan nilai-nilai kepentingan bangsa.
“Setiap materi-materi di SJI ini, dapat membuat peserta memahami dan mengelola informasi sesuai nilai-nilai jurnalistik,” jelasnya
Sementara itu, Ketua PWI Kalimantan Selatan, Zainal Helmi menambahkan, Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) ini diikuti sebanyak 30 wartawan dari media cetak, elektronik, dan online yang tersebar di kabupaten/kota di Kalsel.
Ia berharap, lulusan SJI akan menjadi Duta Pendidikan PWI Kalsel, dengan memiliki berbagai kemampuan tidak hanya menulis pemberitaan, tetapi menguasai berbagai aspek lain dalam jurnalisme.
“Bagi kawan-kawan yang sudah dipilih menjadi duta PWI, akan memberikan pendidikan ke daerah-daerah,” tutupnya
Untuk diketahui, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, dan difasilitasi sepenuhnya oleh PWI Kalsel. Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) dibuka secara resmi, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, selama empat hari mulai 10 – 13 Juli 2024, bertempat disalah satu Hotel Berbintang di Banjarmasin. (NHF/NRH/RH)
BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian Gubernur Kalsel terkait Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalsel Tahun Anggaran 2025.
Suasana Rapat Paripurna DPRD Kalsel Dengan Agenda Penyampaian Penjelasan Rancangan KUA PPAS APBD 2025
Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK ini bertempat di ruang rapat paripurna gedung A DPRD Kalsel, pada Rabu (10/07).
Dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan bahwa rancangan KUA PPAS APBD Tahun 2025 ini sangat penting untuk menjadi dasar dalam menyusun rencana dan anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada.
“KUA ini merupakan tahapan yang penting dalam proses penyusunan APBD. Sebagaimana kita ketahui, rancangan KUA menjadi dasar dalam penyusunan rancangan PPAS Tahun Anggaran 2025. Penyusunan rancangan KUA dan rancangan PPAS ini berpedoman pada dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2025, sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 12 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah,” katanya.
Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, mengungkapkan tema pembangunan Kalsel yaitu “Pemantapan Daya Saing Daerah Dengan Peningkatan Kualitas Sarana Prasarana untuk Mendukung Kalsel Sebagai Gerbang Logistik Kalimantan.”
Tema tersebut, lanjutnya, diangkat dari isu-isu strategis pembangunan antara lain meningkatkan SDM yang unggul dan berdaya saing, peningkatan kualitas sarana prasarana, optimalisasi sektor industri, UMKM, pertanian dan pariwisata, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang fokus pada pelayanan publik, meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup, serta mewujudkan kalsel sebagai gerbang IKN dan sebagai gerbang logistik Kalimantan.
“Adapun fokus pembangunan Provinsi Kalsel tahun 2025, diarahkan untuk pendidikan, kesehatan, dan sarana prasarana. Kemudian UMKM dan ketenagakerjaan, investasi hilirisasi industri, pertanian dan pariwisata, serta peningkatan pengelolaan lingkungan hidup untuk mendukung ketahanan bencana,” jelasnya.
Menurutnya, kebijakan perencanaan belanja daerah, diprioritaskan untuk mendanai urusan pemerintahan wajib yang terkait pelayanan dasar. Di samping itu belanja daerah juga harus mendukung target capaian prioritas pembangunan nasional tahun 2025, sesuai dengan kewenangan pemerintah provinsi. Dengan kata lain, penggunaannya lebih fokus terhadap kegiatan yang berorientasi produktif, serta memiliki manfaat untuk meningkatkan kualitas SDM, pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Paman Birin menambahkan struktur/postu APBD yang tertuang dalam rancangan KUA dan PPAS Tahun 2024 yaitu pendapatan daerah dianggarkan dengan proyeksi sebesar Rp.10.459.645.725.548,00, belanja daerah dianggarkan sebesar Rp11.554.645.725.548,00. Terjadi defisit anggaran sebesar Rp1.095.000.000.000,00.
“Pada posisi penerimaan pembiayaan dianggarkan sebesar Rp1.145.000.000.000,00 yaitu pada penggunaan sisa lebih perhitungan anggaran dan penerimaan kembali investasi non permanen. Untuk pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp50.000.000.000,00 digunakan untuk pengeluaran pembiayaan penyertaan modal pada BUMD,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Kalsel menyambut baik dan mengapresiasi segala gagasan Gubernur Kalsel yang dibacakan oleh Sekda Kalsel. Menurutnya, kesuksesan eksekutif tidak terlepas dari kesuksesan legislatif, begitu pula sebaliknya. Karenanya, sebagai nakhoda wakil rakyat “Rumah Banjar” dirinya mendukung segala kebijakan yang orientasinya kepada kesejahteraan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat “Banua”.
“Sebagai tahapan berikutnya, akan dilaksanakan rapat Badan Anggaran DPRD Kalsel,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Kalsel yang diwakili Sekdaprov Kalsel dan Ketua DPRD Kalsel melakukan penandatanganan pakta integritas Rancangan KUA PPAS APBD 2025. (ADV-NRH/RH)
BANJARMASIN – Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2024 digelar selama empat hari mulai 25 sampai 28 Juli 2024 di kawasan Kiram, Kabupaten Banjar.
Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Effendi menjelaskan, untuk pelaksanaan FASI Tingkat Provinsi sebelumnya direncanakan di Kabupaten Tanah Bumbu, namun karena ada masalah teknis maka dipindahkan ke Kawasan Kiram, Kabupaten Banjar.
“Untuk pelaksanaan FASI Tingkat Provinsi, rencana semula di Kabupaten Tanbu bergeser di Kiram, Kabupaten Banjar,” ungkapnya, Rabu (10/07).
Rokhyatin menuturkan FASI Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan ini diikuti peserta dari tingkat Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKA), tingkat Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) serta tingkat Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA) dengan 20 kategori yang dilombakan.
“Pada setiap tingkat tersebut, masing masing ada yang dilombakan, seperti tingkat TKA terdapat 8 kategori lomba, TPA terdapat 7 kategori lomba, serta TQA terdapat 7 kategori lomba,” terangnya.
Rokhyatin berharap FASI Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan ini bisa melahirkan juara-juara yang handal dan berkualitas agar dapat kembali mengharumkan nama Kalsel di tingkat nasional.
“Mengingat Provinsi Kalimantan Selatan pada pelaksanaan FASI Tingkat Nasional selalu meraih juara umum selama tiga kali berturut-turut,” pungkasnya. (SRI/NRH/RH)
BANJAR – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Ahmad Bagiawan, hadiri press release dan pelepasliaran burung hasil sitaan Operasi Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Mandiangin, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar pada Rabu (10/7) pagi.
Asisten II Pemprov Kalsel saat mewakili Gubernur Kalsel pada press release pelepasliaran burung di Tahura Sultan Adam
Pelepasliaran ini merupakan hasil dari operasi pemberantasan peredaran ilegal satwa liar yang digelar Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan wilayah Kalimantan.
Suasana pelepasliaran burung hasil sitaan Operasi Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar di Tahura Sultan Adam
Dalam operasi tersebut, pihaknya berhasil menangkap para pelaku dan menyita sebanyak 5.004 ekor burung dari 10 spesies yang berbeda.
Di Kalsel sendiri, terdapat 183 spesies burung, dengan 43 di antaranya merupakan spesies yang dilindungi.
Pelepasliaran ini dilakukan karena satwa liar seharusnya hidup di habitat alaminya, bukan sebagai binatang peliharaan, langkah ini juga penting untuk mencegah penularan penyakit dari satwa ke manusia, serta menghindari ancaman kepunahan populasi satwa akibat pembunuhan dan perdagangan ilegal.
Dalam sambutannya, Paman Birin menegaskan komitmennya, menjaga dan melestarikan kekayaan alam Indonesia, khususnya di Kalsel.
“Acara ini merupakan bukti nyata dari komitmen kita bersama, dalam menjaga dan melestarikan kekayaan alam Indonesia, khususnya di Kalsel,” ujar Ahmad Bagiawan saat mewakili membacakan sambutan Paman Birin.
Sebagai salah satu daerah yang memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, Paman Birin menekankan, bahwa melindungi hutan dan satwa liar menjadi sangat penting.
“Operasi peredaran hasil hutan, tumbuhan, dan satwa liar yang telah dilakukan menunjukkan komitmen kita, dalam memerangi perdagangan ilegal yang merusak alam,” jelasnya.
Lebih lanjut, Paman Birin menjelaskan bahwa Tahura Sultan Adam memiliki karakteristik yang sesuai dengan habitat alami berbagai jenis burung.
“Tahura Sultan Adam memiliki kawasan hutan yang luas dengan pepohonan yang rindang dan sumber air yang melimpah,” jelas Paman Birin.
Kondisi tersebut, menurut Paman Birin, sangat mendukung kelangsungan hidup burung yang dilepaskan kembali ke alam liar.
“Di sini, burung-burung ini dapat mencari makan, berlindung, dan berkembang biak dengan baik,” imbuhnya.
Pelepasliaran ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan kekayaan alam Indonesia, khususnya di Kalsel
Acara kemudian ditutup dengan pelepasliaran burung sebanyak 5.004 burung oleh Gubernur Kalsel melalui Asisten Administrasi Umum Setda Kalsel, Ahmad Bagiawan.
Turut hadir pada acara tersebut, Kepala Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan wilayah Kalimantan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalsel, Perwakilan Forkopimda Kalsel, Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Kalsel, Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Kepala UPTD Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam serta tamu undangan lainnya. (Biroadpim-RIW/NRH/RH)
BANJARMASIN – Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) menggelar pengukuhan dan pelantikan pengurus Provinsi Kalimantan Selatan, masa bakti 2024 – 2029 pada Selasa (9/7) malam di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Hadir langsung untuk mengukuhkan dan melantik pengurus PPAD Provinsi Kalsel ini, Sekjen PPAD Pusat, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Komaruddin Simanjuntak.
Turut hadir menyaksikan pengukuhan dan pelantikan ini, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, Ketua DPRD Provinsi, Supian HK, Danrem 101 Antasari, Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi, Muhammad Yani Helmi, Wakapolda Kalsel, para purnawirawan dan juga sejumlah tamu undangan lainnya.
Pada kesempatan ini, Gubernur yang biasa disapa Paman Birin, juga dilantik sebagai anggota kehormatan PPAD Provinsi Kalsel, oleh Sekjen PPAD Pusat. Pelantikan ditandai dengan pemakaian mut (topi) dan jaket PPAD, serta penyerahan seragam, pin PPAD dan kartu anggota kehormatan.
Dalam sambutannya, Komaruddin Simanjuntak menyampaikan, bahwa PPAD merupakan keluarga besar TNI-POLRI yang bersifat kejuangan meneruskan pengabdian di ujung usia.
“Kita teruskan perjuangan meskipun berbeda dengan saat berdinas dulu. Sekarang tugas PPAD daerah adalah membantu kepala daerah mensukseskan pembangunan Banua dan mempancasilakan masyarakat di daerah,” kata Komaruddin.
Sementara itu, Gubernur menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar PPAD Provinsi Kalimantan Selatan, yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk bergabung sebagai anggota kehormatan.
“Penghargaan ini merupakan sebuah kehormatan yang sangat besar bagi saya, dan saya merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari keluarga besar PPAD Kalimantan Selatan ini. Sebagai seorang gubernur dan juga sebagai anggota kehormatan PPAD Kalimantan Selatan, saya memahami betapa pentingnya peran yang diemban oleh PPAD dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah-tengah masyarakat kita,” ucapnya.
Saat memberikan sambutan, Gubernur juga menceritakan pengalamannya semasa muda, yang bercita-cita menjadi tentara, dan sempat mengikuti beragam pelatihan dan juga tes menjadi abdi negara tersebut. Sayangnya, orang nomor satu di Kalsel itu, gagal menjadi tentara.
“Ternyata, hasil psikotes dari tes masuk tentara yang pernah saya ikuti, menunjukkan bahwa saya tidak cocok jadi tentara. Hasilnya menunjukkan saya cocok berkarier sebagai Gubernur,” ucap Paman Birin yang disambut tepuk tangan seluruh tamu dan undangan.
Di akhir sambutannya, Paman Birin mengajak PPAD Kalsel dan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama terus memperkuat persatuan dan kesatuan, menjaga semangat kebangsaan, dan bekerja keras untuk mewujudkan Kalimantan Selatan yang lebih maju, makmur, sejahtera, dan berkelanjutan. (RIW/NRH/RH)
BANJARMASIN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan, kembali menggelar Rapat Koordinasi bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalsel.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalsel, diwakili Kabid Pembudayaan dan Olahraga Dispora Kalsel, Budiono, usai Rapat pada Selasa (9/7) sore mengatakan, Rakor ini sangat penting untuk mengetahui persiapan venue dan pertandingan, karena Pekan Olahraga Wartawan Nasional akan digelar tidak lama lagi, yakni tanggal 19 – 26 Agustus mendatang.
Kabid Pembudayaan dan Olahraga Dispora Kalsel, Budiono, saat memberikan komentar
“Rakor ini harus sering dijalin komunikasi yang intens,” ucapnya
Disampaikan Budiono, dari hasil Rapat Koordinasi untuk venue sudah dipersiapkan, begitupun teknikal meeting. Ia berharap, akhir Juli 2024 mendatang dapat dimatangkan, apalagi Kalimantan Selatan sendiri sebagai tuan rumah. Selain itu, beberapa cabang Olahraga sudah melaksanakan Tryout ke luar daerah, termasuk Karya Jurnalistik.
“Masih ada Cabor lain yang akan Tryout ke luar daerah, sebelum akhir Juli 2024,” jelasnya
Sementara itu, Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie menambahkan, Rakor ini merupakan jalinan sinergisitas sebagai bentuk kesiapan secara keseluruhan diantaranya venue, perangkat pertandingan, hotel untuk atlet dan transportasi. Ia berharap, seluruh perlengkapan dapat selesai pada pekan depan.
Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie, saat diwancara awak media
“Pihaknya akan menyampaikan surat resmi kepada Menteri Pemuda dan Olahraga RI, dan undangan secara khusus kepada Walikota Solo yang juga sebagai Wakil Presiden terpilih,” tutup Helmie
Untuk diketahui, Rakor dipimpin Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie didampingi Sekretaris PWI Kalsel Toto Fachrudin dan Ketua SIWO Kalsel Irwansyah, dihadiri langsung Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, Wakil Ketua Bidang, dan Para Koordinator Cabor, bertempat di Aula PWI Kalsel, Jalan Pangeran Hidayatullah Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Puluhan wartawan dari media cetak, media online dan media elektronik, berkumpul disalah satu hotel berbintang kawasan Nagasari Banjarmasin, pada Selasa (9/7) pagi. Para wartawan junior hingga senior ini berkumpul, untuk memenuhi undangan Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Selatan, mengikuti Sosialisasi Pilkada Tahun 2024, dengan tema Peran Media Massa Dalam Pilkada Tahun 2024. Sosialisasi satu hari ini, dibuka Kepala Badan Kesbangpol Provinsi, Heriansyah.
Para narasumber menerima souvernir berupa kaos dari penyelenggara Sosialisasi Pilkada Tahun 2024
Kepada wartawan usai membuka acara, Heriansyah mengucapkan terima kasih kepada para jurnalis yang mewakili medianya masing – masing, sudah bersedia hadir memenuhi undangan pemerintah provinsi.
“Kami mengundang wartawan, untuk membantu mensosialisasikan tahapan pilkada di Kalsel. Dengan harapan, angka partisipasi pemilih pada pilkada November nanti, akan meningkat,” ujar Heriansyah.
Hadir pada sosialisasi ini, tiga narasumber. Yakni Ketua PWI Provinsi Kalsel, Zainal Helmi, Ketua Bawaslu Provinsi Kalsel, Aries Mardiono dan juga Komisioner KPU Provinsi Kalsel, Muhammad Fahri Failasopa. Ketiganya memberikan materi, sesuai dengan wewenang dan kapasitasnya pada masing – masing lembaga.
Ketua PWI Provinsi Kalsel, memaparkan soal kesediaan media massa membantu kelancaran tahapan serta pelaksanaan pilkada serentak di Banua, Sedangkan narasumber dari KPU dan Bawaslu, masing – masing memaparkan tahapan penyelenggaraan yang sudah dijalankan di lembaga mereka.
Salah satunya untuk KPU Provinsi, fokus memaparkan terkait tahapan pilkada yang sedang dilakukan dan akan segera dilaksanakan. Yakni tahapan coklit, yang saat ini sudah mencapai 74 persen. (RIW/RDM/RH)