Gubernur Kalsel Terima Sertifikat Kekayaan Intelektual Sasirangan Komunal

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menerima sertifikat dan plakat Kekayaan Intelektual Sasirangan Komunal dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Sertifikat dan plakat tersebut diserahkan langsung oleh Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi, Lucky Agung Binarto kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam acara pembukaan Mobile IP Clinic di salah satu hotel berbintang, Selasa (13/6).

Suasana Pembukaan Klinik Kekayaan Intelektual Bergerak

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau yang akrab disapa Paman Birin menyampaikan terimakasih atas dicatatnya kain Sasirangan sebagai kekayaan intelektual Kalsel. Menurutnya, Kalsel memiliki budaya, tradisi, kuliner, karya dan inovasi dari masyarakat yang beragam.

“Ini perlu pencatatan sebagai kekayaan intelektual sehingga karya, kreativitas dan inovasi masyarakat Kalsel bisa dilindungi Undang-Undang,” katanya kepada wartawan.

Oleh karena itu, Paman Birin berharap agar kolaborasi dan sinergitas antara pihak-pihak terkait seperti Pemerintah baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota di Kalsel, Kemenkumham serta pihak swasta dapat terjalin dengan baik dalam rangka perlindungan hukum serta peluang pengembangan usaha

Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan beberapa penyerahan sertifikat, antara lain penyerahan 23 sertifikat merek IKM binaan dari Dinas Perindustrian Kalsel, penyerahan surat pencatatan ciptaan aplikasi Banjarmasin Pintar milik Pemko Banjarmasin, penyerahan Paten Granted sebanyak 23 permohonan yang terdiri dari 20 paten sederhana dan tiga paten biasa dari Universitas Lambung Mangkurat dan lain-lain. (NRH/RDM/RH)

Pergub Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan Disosialisasikan

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraganya, menggelar Sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Rencana Aksi Daerah Penyelenggaraan Kepemudaan, di salah satu hotel, di Kota Banjarmasin, pada Selasa (13/6). Sosialisasi dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, Politik Setdaprov Kalsel Sulkan mewakili Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar.

“Kegiatan ini merupakan hal positif dan mendasar sebagaimana yang disampaikan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, bahwa pemuda adalah penggerak pembangunan di Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkap Sulkan.

Staf Ahli Gubernur Setdaprov Kalsel Sulkan (Mengenakan Topi) bersama Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Effendi

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah mendukung kegiatan untuk pelaksanaan peningkatan peranan pemuda dalam pembangunan tersebut.

“Pembangunan Pemuda saat ini, sudah masuk kedalam rencana aksi pembangunan pemuda, dengan adanya peraturan gubernur tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Effendi mengatakan, digelarnya acaranya ini, untuk bersama sama meningkatkan peranan pemuda di Banua.

“Dengan adanya peraturan gubernur atau pergub tentang penyelenggaraan pelayanan kepemudaan. Sebelumnya, untuk pembangunan pemuda tersebut, dilaksanakan secara masing masing. Maka, kini pembangunan dapat dilakukan bersama,” ungkap Rokhyatin.

Dimana, lanjutnya, seluruh SKPD Dilingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan diminta untuk turut berperan aktif. Agar pembangunan pemuda dapat tercapai di Banua ini.

“Salah satunya, untuk peningkatan nilai Indeks Pembangunan Pemuda atau IPP di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya

Acara ini diikuti oleh perwalian 25 SKPD Dilingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, diantaranya Diskominfo Kalsel yang diwakili oleh Kabid Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kalsel Jajang Markoni, Kabid Informasi Publik dan Media Dinas Komunikasi dan Informatika Kalsel Tarwin Patik Mustafa, serta lainnya. (SRI/RDM/RH)

Paman Yani : Kolaborasi Pemerintah dan Wajib Pajak Perusahaan Penting, Untuk Membangun Banua

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi (Paman Yani) kembali menekankan tentang pentingnya membangun kolaborasi yang baik antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten kota se-Kalsel.

Hal ini diungkapkan anggota legislatif dari Dapil VI ini usai menghadiri rapat evaluasi pendapatan terhadap realisasi pajak daerah TA 2023 dan pencanangan zona integritas, yang digelar oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Selatan, di salah satu hotel di Tanah Bumbu, Senin (12/6).

“Kebetulan Bapenda menggelar rapat di Kabupaten Tanah Bumbu yang merupakan Dapil saya. Sehingga diundang,” ujarnya.

Adapun kolaborasi yang dimaksud politisi Golkar ini adalah untuk capaian target pendapatan daerah, terutama pajak air permukaan. Yang mana dalam beberapa tahun terakhir secara konsisten menyuarakan agar pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten kota serta wajib pajak yang notabenenya adalah perusahaan untuk duduk bersama sehingga target-target dapat tercapai.

“Para wajib pajak perusahaan harus dikumpulkan dan disosialisasikan bahwa kita satu semangat membangun Banua,” terangnya.

Adapun terkait rapat evaluasi ini, Paman Yani menyebut, merupakan langkah yang sangat baik yang dilakukan oleh Kepala Badan, agar kinerja dan langkah yang terukur untuk bisa dilaksanakan semaksimal mungkin dalam pencapaian target realisasi pendapatan.

“Melalui rapat ini, siapa tahu barangkali dalam pelaksanaannya terjadi sumbatan. Maka bisa dicairkan sumbatan tadi, sehingga monitoring perlu terus dilakukan, tutupnya. (ASC/RDM/RH)

Kerja Nyata, Paman Yani Bangga Batulicin Kini Miliki SMA Sendiri

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru, Muhammad Yani Helmi (Paman Yani) kembali melaksanakan reses guna menjaring aspirasi masyarakat, di Kabupaten Tanah Bumbu, tepatnya di Gang Karya Budaya RT. 06, Kelurahan kampung baru serta Jalan Gang Yudistira RT.13, Senin (12/6).

Foto Bersama Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi usai reses

Ratusan masyarakat pun begitu antusias untuk mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh politisi partai Golkar ini.

Dalam paparannya Paman Yani berbicara banyak hal tentang beberapa keberhasilan yang telah dicapai selama menjabat sebagai anggota DPRD Prov. Kalsel.

“Alhamdulillah berkat inisiasi, kerja nyata dan tidak hanya di belakang meja, Batulicin kini mempunyai SMA sendiri,” paparnya.

Diketahui sebelumnya di ibukota kabupaten Tanah Bumbu ini belum memiliki SMA bahkan sejak dilakukan pemekaran dari Kabupaten Kotabaru 18 tahun silam.

Selain itu, Paman Yani juga memberikan informasi mengenai adanya adanya pembebasan pajak kendaraan bermotor bagi masyarakat yang akan dilangsungkan selama tiga bulan terhitung sejak Juli hingga September mendatang.

Kemudian dalam menghadapi musim kemarau ini, Paman Yani juga menyoroti pentingnya kehadiran pemerintah bagi masyarakat agar tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.

Turut serta dalam pelaksanaan reses ini pejabat dilingkungan Pemprov Kalsel, seperti Kepala UPPD Samsat Batulicin, Kepala UPPD Samsat Kotabaru, Kepala Pelabuhan Batulicin, Kepala Pelabuhan Kotabaru, Direktur Abdi Persada FM serta lainnya. (ASC/RDM/RH)

Jelang Idul Adha, Inflasi Kalsel Turun Jadi 4,74 Persen

BANJARBARU – Inflasi di Kalsel pada Juni 2023 mengalami penurunan, dari sebelumnya sebesar 5,47 persen kini berada dikisaran 4,74 persen.

Turunnya inflasi di Kalsel tersebut, disampaikan langsung Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Suparmi, saat mengikuti rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi yang digelar secara virtual bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Repulik Indonesia, di Command Center (CC) Setdaprov Kalsel, pada senin (13/6).

Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Suparmi

Rakor yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian ini diisi dengan paparan dari sejumlah sektor terkait, yang membahas tentang kenaikan harga barang dan komoditas yang memerlukan perhatian menjelang hari raya Idul Adha pada Kamis (29/6) mendatang.

Saat memimpin rakor, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan, menjelang hari raya Idul Adha, pihaknya menghimbau agar masing-masing daerah dapat memonitor kenaikan harga bahan-bahan pokok. Serta melaksanakan antisipasi akan kemungkinan kebutuhan pangan yang akan naik, termasuk hewan qurban.

“Tolong monitor daerah masing-masing, terutama yang harganya terlalu tinggi, agar dapat distabilkan,” ucap Tito.

Sementara itu, Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Suparmi menyampaikan, inflasi bulanan Kalsel berada di angka 4,74 persen dan untuk nasional tetap di angka 4 persen. Dan penyumbang inflasi di Kalsel sama dengan di tingkat nasional yaitu daging dan telur ayam ras dan bawang merah.

“Alhamdulillah inflasi bulanan Kalsel kita berada di angka 4,74 dan untuk nasional tetap di angka 4,” ungkap Suparmi.

Ia melanjutkan, langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam pengendalian inflasi telah dilakukan, termasuk gerakan menanam cabai yang sudah berlangsung, termasuk dalam bentuk lomba menanam cabai tingkat SKPD.

“Kami berharap minggu ketiga dan keempat sampai dengan awal Juli inflasi di Kalsel dapat terus terkendali,” tutup Suparmi. (MRF/RDM/RH)

Rumah Hingga Alat Bantu Berjalan Jadi Hadiah Peringatan HLUN ke 27 di Kalsel

BANJARBARU – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, turut memberikan perhatian kepada lanjut usia (lansia) pada momen peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke 27. Alat bantu berjalan hingga rumah layak huni menjadi bingkisan bagi mereka.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat bercengkrama bersama lansia saat peringatan HLUN ke 27 di PPRSLU Budi Sejahtera Kalsel, Landasan Ulin, Lianganggang, Banjarbaru

“Semoga dengan diberikannya ini menjadi sebuah perhatian. Karena kita ketahui pemerintah juga berperan atau mempunyai kewajiban untuk memberikan perlindungan,” ungkapnya usai mengikuti peringatan HLUN ke 27, di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Kalsel, Senin (12/6).

Saat penyerahan bantuan kepada lansia dimomen peringatan HLUN ke 27

Orang nomor satu di Kalsel itu juga menilai keberadaan lansia tak hanya dilingkungan panti saja melainkan juga banyak terdapat di luar. Sehingga, perlu menjadi perhatian seluruh lapisan baik ditingkat pemerintah daerah atau masyarakat.

“Kita ketahui bersama masyarakat Banjar sangat menghormati orang tua. Maka dari itu, mereka harus terus mendapat perhatian dari kita semua termasuk yang berada di luar lingkungan panti,” ucapnya.

Sebagai implementasi, ia meminta agar Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Kalsel dapat memberikan pelayanan terbaik kepada lansia.

“Terutama yang perlu diperhatikan adalah kesehatan dan makanannya,” harapnya.

Sementara itu, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kalsel, Slamet Riyadi, menuturkan, selain merayakan hari lansia secara nasional itu tentu pihaknya tidak lupa untuk ikut turut berbagi kepada mereka.

“Jadi, selain kami memberikan pembinaan kepada lansia baik dilingkungan panti atau pun di luar panti. Tentu berbagi bantuan juga turut menjadi perhatian serius Dinsos Kalsel,” ungkapnya.

Menindaklanjuti arahan Gubernur Sahbirin Noor, dia membeberkan, Dinsos baik ditingkat provinsi atau pun kabupaten/kota juga sudah menerapkan layanan-layanan terbaiknya kepada lansia.

“Nah, selain membina di dalam panti kami juga turut memberikan perhatian kepada lansia yang berada di luar seperti home care dan lain-lain,” tuturnya. (RHS/RDM/RH)

Raperda Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi Telah Difinalisasi

BANJARMASIN – Pembahasan Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah, tentang Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi DPRD Banjarmasin telah finalisasi.

Suasana Rapat Pansus Raperda Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi, di ruang Komisi I DPRD Banjarmasin

Hal itu disampaikan, Ketua Pansus Raperda Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi DPRD Banjarmasin, Faisal Heriyadi, kepada sejumlah wartawan, pada Senin (12/6) sore.

Ketua Pansus Raperda Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi DPRD Banjarmasin, Faisal Heriyadi

Faisal mengatakan, guna mengembangkan minat baca bagi generasi muda, dan menjadikan perpustakaan lebih baik lagi, maka sangat tepat dibahas detail Raperda, tentang Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi, dari beberapa kali rapat pembahasan telah sepakat difinalisasi oleh seluruh anggota pansus.

“Alhamdulillah sudah finalisasi, kedepan minat baca digemari untuk membentuk generasi muda yang Intelektual,” ucapnya

Disampaikan Faisal, ada dua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yang berperan penting dalam kemajuan Raperda Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi, yaitu Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Banjarmasin. Pihaknya akan terus mensupport menyemarakkan gemar membaca serta memberikan sarana perpustakaan yang lebih bagus lagi di tengah lapisan masyarakat.

“Kehadiran Pojok Baca di masing-masing SKPD Banjarmasin, kemudian kampung literasi di Kecamatan dan Kelurahan, nantinya berdampak akan memudahkan warga dalam meningkatkan budaya literasi,” jelas Politisi PAN DPRD Banjarmasin ini.

Lebih lanjut Faisal menambahkan, peran serta masyarakat khususnya yang bergelut dibidang usaha, dapat membantu Pemerintah turut berpartisipasi dalam pengembangan budaya literasi di kota seribu sungai.

“Adanya CSR di kota ini, semoga semakin memajukan budaya literasi,” tutupnya

Untuk diketahui, pembahasan Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah tentang Peningkatan dan Pengembangan Budaya Literasi, bertempat di ruang Komisi I DPRD Banjarmasin. Rapat dipimpin Ketua Pansus Faisal Heriyadi, beserta anggota Pansus baik Legislatif dan Eksekutif, dihadiri perwakilan Dinas Perpustakaan dan Arsip, Dinas Pendidikan serta Bagian Hukum Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Tahun 2023, Digelar

BANJARMASIN – Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menggelar Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Tahun 2023, di salah satu hotel di Kota Banjarmasin, Senin (12/6). Dibuka Sekretaris Dispora Kalsel Fathul Bahri, mewakili Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalsel Hermansyah.

Sekretaris Dispora Kalsel Fathul Bahri

Dalam sambutannya ia mengatakan, Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi ini, digelar setiap tahun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraganya. Diikuti oleh 13 Kabupaten dan kota di provinsi ini.

“Pemilihan Pemuda Pelopor ini dilaksanakan secara berjenjang, dari pemilihan tingkat daerah kabupaten dan kota, kemudian pemilihan tingkat provinsi, selanjutnya pemilihan tingkat nasional,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Fathul, diharapkan pada pemilihan tingkat provinsi ini, terpilih Pemuda Pelopor yang dapat mewakili Provinsi ini dapat pemilihan tingkat nasional mendatang.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Kalimantan Anugrah mengatakan, pada pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Tahun 2023 ini, diikuti oleh 14 peserta dari 10 kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Plt Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Anugrah

“Peserta dari 10 kabupaten dan kota tersebut sudah dilakukan seleksi,” ucapnya.

Dari hasil tersebut, dihasilkan 14 peserta yang mewakili masing masing bidang, yang dilombakan pada Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi.

Bidang yang dilombakan, Bidang Pendidikan, Agama, Sosial, Budaya, Bidang Pangan, Bidang Sumber Daya Alam, Lingkungan, serta Pariwisata, dan Bidang Inovasi dan Teknologi. (SRI/RDM/RH)

Gusti Abidinsyah Dorong Pelaku UMKM Miliki Sertifikat Halal

BANJAR – Legislator Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Banjar agar memiliki sertifikat halal bagi produk-produk UMKM yang dihasilkan.

Hal itu disampaikan, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel Gusti Abidinsyah, kepada wartawan, usai melaksanakan kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila di aula kantor Kecamatan Kertak Hanyar, Sabtu (10/6).

Suasana Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila dan Penyerahan Sertifikat Halal oleh Anggota DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah

Ada sekitar 40 pelaku UMKM di Kabupaten Banjar yang mendapatkan sertifikat halal terhadap produk-produk usaha yang meliputi makanan ringan.

Gusti Abidinsyah menilai sertifikat halal ini sangat penting untuk menjamin kualitas produk agar merambah pangsa pasar yang lebih besar. Pasca mendapatkan sertifikat halal, ia berharap produk UMKM di Kabupaten Banjar bisa mengembangkan promosi penjualan hingga ke retail besar atau supermarket

“Kami juga akan berusaha kalau bisa seluruh pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Banjar ini, kita dorong untuk bisa mendapatkan label halal ini, karena dengan adanya label halal ini kita bisa memastikan kebersihan dan keamanannya,” jelasnya.

Dalam sosialisasi nilai-nilai Pancasila itu, Abidinsyah juga menekankan pentingnya rasa toleransi antar sesama pelaku usaha, guna menghindari terjadinya konflik.

“Pelaku usaha ini juga penggerak nilai-nilai Pancasila. Mereka juga terlibat dalam menggerakkan perekonomian bangsa yang diharapkan bisa mewujudkan kemandirian ekonomi negara,” terangnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut yaitu Ketua HIPMIKINDO Kabupaten Banjar, Sampurnawati yang memberikan pengarahan sebagai upaya peningkatan kualitas, termasuk kemasan, dari UMKM di Kabupaten Banjar. (NRH/RDM/RH)

BI Kalsel Gandeng BCA dan BSI Gelar Merchant Gathering dan Lomba QRIS Racing

BANJARMASIN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mengakselerasi pembayaran digital dengan memperluas adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Upaya itu dilakukan lewat kegiatan Merchant Gathering dan Lomba QRIS Racing selama dua hari di pusat perbelanjaan terbesar di Banjarmasin, akhir pekan lalu (10-11 Juni 2023).

Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel

Membuka rangkaian kegiatan, Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel Bimo Epyanto mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah memperluas adopsi dan penggunaan QRIS sebagai sarana transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal bagi warga Kalsel.

Seperti diketahui, Bank Indonesia mempunyai target 45 juta pengguna QRIS hingga akhir tahun 2023 secara nasional. Selain target pengguna, Bank Indonesia juga mencanangkan target volume transaksi sebesar 1 miliar transaksi, dan 70 ribu volume transaksi QRIS antarnegara.

“Di Kalsel, kami punya target penambahan pengguna QRIS baru sebanyak 290.572 pengguna, dan volume transaksi sebanyak 6.948.586 transaksi hingga akhir tahun 2023,” ungkap Bimo.

Bimo menambahkan, hingga April 2023, realisasi penambahan pengguna QRIS baru di Kalsel telah mencapai 35,21% dari target. Capaian itu lebih tinggi dibanding rerata realisasi penambahan pengguna QRIS baru di wilayah Kalimantan sebesar 32%, maupun nasional sebesar 34,10%.

Hanya saja, dari sisi volume transaksi QRIS, Kalsel masih tertinggal dibanding wilayah Kalimantan maupun nasional. Volume transaksi penggunaan QRIS di Kalsel baru mencapai 39,73% dari target. Sementara wilayah Kalimantan mencapai 48,16%, dan nasional mencapai 55,95%.

“Oleh karena itu, kami berharap, kegiatan ini akan membantu pencapaian target pengguna dan transaksi QRIS di Kalsel, meningkatkan pemahaman masyarakat, dan memberikan apresiasi kepada merchant yang telah mengampanyekan QRIS,” lanjut Bimo.

Untuk mempercepat akselerasi pembayaran digital lewat QRIS, BI Kalsel menggandeng dua Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) pada Merchant Gathering dan Lomba QRIS Racing kali ini. Mereka adalah BCA dan BSI, yang punya basis dan potensi merchant QRIS cukup besar di Kalsel.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Cabang Utama BCA Banjarmasin Cecep Sopwan Hadi mengatakan, pihaknya menghadirkan tidak kurang dari 75 merchant ritel utama QRIS yang punya potensi untuk terus dikembangkan.

“Lewat Merchant Gathering dan Lomba QRIS Racing ini, penggunaan QRIS oleh warga Kalsel akan semakin meningkat, terutama untuk transaksi bisnis ritel, sehingga membantu memperkuat pertumbuhan ekonomi Kalsel pasca pandemi,” ujar Cecep.

Pada kesempatan terpisah, sebelumnya Corporate Secretary Bank Syariah Indonesia (BSI) Gunawan Arif Hartoyo telah mengatakan pihaknya terus meningkatkan interaksi dan transaksi nasabah melalui QRIS lewat fitur di BSI Mobile.

“Saat ini, BSI punya lebih dari 177 ribu merchant QRIS di seluruh Indonesia yang bisa diakses nasabah untuk kemudahan bertransaksi. Baik di merchant food and beverages, fashion, pariwisata, ZISWAF, dan sektor lainnya,” ungkap Gunawan.

Merchant Gathering dan Lomba QRIS Racing selama 10-11 Juni 2023 ini, juga dimeriahkan berbagai macam kegiatan. Mulai dari lomba mewarnai, fashion show, pertunjukan musik, talkshow, hingga bazaar UMKM. (KPwBIKalsel-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version