Hewan Ternak Untuk Ibadah Kurban, di RPH Banjarmasin Kosong

BANJARMASIN – Saat ini hewan ternak untuk kebutuhan ibadah kurban, belum masuk ke Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Banjarmasin.

Kepala UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Banjarmasin Dokter Hewan Annang Dwijatmiko menjelaskan, tiga pekan sebelum pelaksanaan ibadah kurban mendatangkan, untuk hewan ternak seperti sapi masih kosong di tempat penampungan mereka.

Kepala UPT RPH Kota Banjarmasin drh Annang Dwijatmiko

“Untuk saat ini hewan ternak untuk kebutuhan ibadah kurban masih kosong di RPH,” ungkap Annang, kepada sejumlah wartawan, Selasa (28/5).

Menurut Annang, yang ada saat ini hewan ternak, untuk kebutuhan sehari hari warga Kota Banjarmasin.

“Stok hewan ternak sapi yang ada saat ini, untuk kebutuhan sehari hari warga Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Annang mengatakan, kosongnya hewan ternak tersebut, menurut pelaku usaha berdasarkan arus lalulintas dokumen dari hewan ternak tersebut, sehingga terjadi keterlambatan masuknya hewan ternak di RPH Kota Banjarmasin.

“Saat ini ada perubahan dokumen arus lalulintas hewan ternak, sehingga terjadi keterlambatan,” ucap Annang. (SRI/RDM/RH)

Optimalisasi Komunikasi Dalam bertugas, Lanal Banjarmasin Gelar Seminar Motivasi

BANJARMASIN – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin menggelar seminar motivasi dengan tema “Membangun Komunikasi Yang Baik Dalam Rangka Meningkatkan Kerjasama Guna Optimalisasi Tugas Di Lanal Banjarmasin” dengan menghadirkan narasumber yaitu DR Aqua Dwipayana, bertempat di gedung Mustafa Ideham Mako Lanal Banjarmasin, Rabu (22/5)

Seminar Motivasi di Lanal Banjarmasin

Kegiatan ini dihadiri oleh Komandan Lanal Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Agus Setyawan, didampingi Ketua Cabang 4 Korcab XIII DJA II, Desy Agus Setyawan beserta Prajurit dan PNS Lanal Banjarmasin serta diikuti secara daring oleh Posal-posal di jajaran Lanal Banjarmasin.

Pada kesempatan tersebut, Danlanal Banjarmasin, Agus Setyawan menyampaikan kegiatan motivasi ini memberikan manfaat besar agar seluruh prajurit dan keluarga besar Lanal Banjarmasin dapat memahami dan melaksanakan komunikasi yang baik guna mendukung tugas pokok TNI AL khususnya tugas pokok Lanal Banjarmasin.

“Bahwa pentingnya komunikasi dalam bertugas, baik di satuan terkecilpun karena komunikasi, koordinasi dan kolaborasi merupakan penting guna mengoptimalisasi tugas,” jelasnya.

Sementara itu, Motivator Nasional, Aqua Dwipayana menyatakan salut atas keteladanan Danlanal Banjarmasin dalam membina prajurit serta jalasenastri yang terlihat dari antusias prajurit dalam menyimak saat kegiatan berlangsung.

“Sebenarnya ini contoh bagaimana Pak Agus Setyawan sebagai Danlanal Banjarmasin bersama-sama dengan seluruh prajurit dan Jalasenastri memberikan yang terbaik bagi satuan Lanal dan masyarakat,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Penulis buku super best seller “Trilogi The Power of Silaturahim” ini juga menekankan tentang pentingnya komunikasi untuk para personel.

“Komunikasi efektif dan kemampuan komunikasi yang baik harus dimiliki Anggota Lanal dalam melaksanakan tugas memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

2024, Dinsos Kalsel Bakal Bangun 55 Unit RS-RTLH

Banjarmasin – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mengentaskan kemiskinan terus digencarkan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Selatan dengan membangun 55 unit bantuan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH).

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Provinsi Kalimantan Selatan, Gusnanda Effendi mengatakan bantuan RS-RTLH ini merupakan program unggulan dari Bidang Perlindungan dan Jamsos Dinsos Kalimantam Selatan.

Bantuan RS-RTLH tersebut adalah kegiatan rehabilitasi rumah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang rumahnya tidak layak untuk dihuni.

Kabid Perlindungan dan Jamsos Kalsel, Gusnanda Effendi

“Seperti tahun sebelumnya, di tahun 2024, kita melakukan perbaikan atau rehabilitasi rumah sebanyak 55 unit yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kalsel,” jelasnya, Jum’at (17/5).

Gusnanda menjelaskan program bantuan RS-RTLH ini melibatkan pemilik rumah KPM, warga/tetangga sekitar, Ketua RT, Pembakal dan Pendamping.

“Disebut rehabilitasi sosial karena dikerjakan bersama-sama,” terangnya.

Adapun komponen yang dikerjakan pada rehabilitasi rumah ini adalah Atap, Lantai, Dinding (Aladin) yang kondisinya sudah lapuk dan tidak layak lagi.

Selain itu, lanjut Gusnanda, program RS-RTLH ini juga menyediakan toilet karena hampir 90 persen masyarakat yang RTLH tidak memiliki toilet yang layak.

“Biaya bantuan sebesar Rp25 juta per unit yang digunakan untuk pembelian material dan lain-lain,” sebutnya.

Gusnanda berharap bantuan RS-RTLH yang diberikan ini bisa meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di Banua, khususnya yang berpenghasilan rendah. (NRH/RDM/APR)

Tingkatkan Kapasitas, Dinsos Kalsel Gelar Bimtek Pemutakhiran Datu Soban

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Selatan terus menunjukkan keseriusannya dalam menyediakan data-data Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) serta Potensi Dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) di 13 Kabupaten/Kota.

Hal tersebut dibuktikan dengan digelarnya Bimbingan Teknis Pemutakhiran Data Terpadu Sosial Banua (Datu Soban) se Kalimantan Selatan Tahun 2024 selama dua hari yaitu 16-17 Mei 2024 di salah satu hotel berbintang.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Gusnanda Effendi mengatakan kegiatan ini diikuti para supervisor, petugas data dan TKSK Kecamatan di kabupaten/kota di Kalsel.

“Kita ketahui, Datu Soban ini merupakan aplikasi berbasis web yang dimiliki Dinsos Kalsel yang berisi 26 PPKS dan 12 PPKS,” jelasnya, Jum’at (17/5).

Gusnanda berharap Datu Soban menyajikan data yang reliable (dapat diandalkan), up-to-date (terbaru), dan bisa dipertanggungjawabkan sehingga perlu dilakukan bimtek pemutakhiran data.

Mengingat, Datu Soban ini digunakan untuk membantu instansi maupun SKPD lain dalam membuat suatu program kegiatan. Selain itu, data tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang memerlukan.

“Bagaimana kita bisa menyalurkan bansos secara tepat sasaran kalau kita tidak memiliki data yang betul-betul bisa dipertanggungjawabkan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Data Dinsos Kalsel, Sugiyono, menjelaskan kegiatan bimtek ini dibagi menjadi empat kali kegiatan.

“Hari ini adalah kegiatan terakhir yang diikuti empat kabupaten yaitu dari Kabupaten Tapin, Banjarbaru, Tanah Laut dan Tanah Bumbu,” terangnya.

Sugiyono mengungkapkan bimtek ini bertujuan untuk memutakhirkan data-data PPKS yang diantaranya anak terlantar, anak dengan kedisabilitasan, lanjut usia terlantar, penyandang disabilitas, dan perempuan rawan sosial ekonomi.

“Materi yang disampaikan dari Dinsos Kalsel, Badan Statistik Pusat (BPS) dan Dinas Kominfo Kalsel terkait aplikasi yang kita terapkan pada Datu Soban,” ucapnya.

Sugiyono menambahkan supaya data-data lebih mutakhir, valid dan akurat, Datu Soban juga dilengkapi dengan foto dan titik koordinat dari PPKS tersebut.

Ia juga berharap melalui bimtek ini, para petugas data dapat melaksanakan tugas yang telah ditetapkan, tepat waktu dan menghasilkan data yang akurat serta bisa dipertanggungjawabkan. (NRH/RDM/APR)

Meski Refocusing, DPRD Banjarmasin Meminta Program Pembangunan Tetap Berkesinambungan

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif meminta meski terjadinya Refocusing, seluruh program pembangunan tetap dijalankan secara berkesinambungan.

Kepada sejumlah wartawan, Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, Muhammad Isnaini, pada Jumat (17/5) mengatakan, saat ini ada sebagian SKPD yang belum melaksanakan program pembangunan, dengan alasan terkendala keterbatasan anggaran, karena dampak dari refocusing anggaran 2023. Ia berharap, jangan sampai menjadi alasan di tahun 2024.

“Kami ingin pembangunan tetap berjalan optimal di lapangan,” ucapnya

Ia menyampaikan, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Banjarmasin mendapatkan anggaran APBD Kota Banjarmasin mencapai 2,1 Trilyun dalam rangka melaksanakan kegiatan tugas pokok dan fungsinya sebagai penyedia layanan publik. Sedangkan, Refocusing hanya 348 miliar, ini artinya masih banyak anggaran untuk merealisasi kegiatan pokok yang sudah diprogramkan.

“Refocusing bukan alasan tidak melakukan pekerjaan,” pintanya

Lebih lanjut Isnaini menambahkan, selama ini Pemerintah kota Banjarmasin juga telah menerima anggaran dari Pemerintah Pusat, maka dana itu dapat digunakan untuk belanja dalam melaksanakan pembangunan di kota seribu sungai. Namun, kalau masih belum bisa merealisasikan program, hendaklah segera digelar diskusi dengan pihak legislatif.

“Pembangunan di Banjarmasin ini harus semakin maju dan terdepan dari kota besar lainnya,” tutup Isnaini. (NHF/RDM/APR)

Pemko Banjarmasin Peringati Proklamasi Gubernur Tentara ALRI

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin Memperingati Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan atau Proklamasi 17 Mei 1949, di halaman Balaikota Banjarmasin, Jumat (17/5). Upacara dipimpin Sekretaris Dearah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman.

“Perjuangan Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan menjadi pedoman bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” ungkap Ikhsan kepada sejumlah wartawan, usai upacara.

Sekda Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman

Sehingga, lanjutnya, momen ini diingat kembali bagaimana kesadaran pejuang untuk bersedia, menyatakan diri untuk menjadi bagian NKRI.

“Semangat para pejuang tersebut, dapat menjadi panutan masyarakat saat ini, untuk membangun Kota Banjarmasin,” ujarnya lagi.

Pada kesempatan tersebut Pemerintah Kota Banjarmasin menandai Peringatan HUT Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan Ke 75, menjadi momentum penting Kalimantan sebagai Ibu Kota Negara Nusantara atau IKN.

“Peringatan HUT ALRI tahun ini sangat penting, karena mengukuhkan Kalimantan sebagai Ibu kota Nusantara,” ujarnya.

Maka, dengan itu membuktikan bahwa Kalimantan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI. (SRI/RDM/APR)

Pimpin FGD, Kadishut Kalsel Bahas Tindak Lanjut Hasil Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Sentra Kayu di Kalsel

Banjarmasin – Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Provinsi Kalsel Fathimatuzzahra, memimpin langsung Focus Group Discussion (FGD) Pembahasan Tindak Lanjut Hasil Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Sentra Kayu di Kalsel yang dilaksanakan di Kantor Pusat Pemasaran Hasil Hutan (PPHH) dijalan Gatot Subroto Banjarmasin, pada Kamis (16/5) pagi.

Kadishut Kalsel menyampaikan, bahwa diskusi ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama Usaha antara HTR Koperasi Tani Gemah Ripah dengan 7 industri pemegang PBPHH Skala Usaha Besar dalam rangka pembangunan sentra kayu di Areal Persetujuan Pengelolaan Perhutanan Sosial di Kalsel.

Kadishut Kalsel saat memimpin FGD

“Hasil dari kerjasama HTR Gemah Ripah dengan 7 industri dari PBPHH ini diharapkan dapat turut serta memenuhi kebutuhan sumber bahan baku industri bagi perusahaan yang melakukan kerjasama dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat melalui operasionalisasi persetujuan perhutanan sosial dalam hal ini Gapoktanhut HTR Gemah Ripah. Rapat hari ini dalam rangka pembahasan upaya tindak lanjut Hasil Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Sentra Kayu Kalsel,” kata Fathimatuzzahra.

Pada kesempatan yang sama, Kasi Iuran dan Penatausahaan Hasil Hutan (IPHH) Dishut Kalsel, Irvan menjelaskan, hasil kegiatan monitoring dan evaluasi yang telah dilaksanakan pada 8 Mei 2024 secara bersama – sama pada lokasi HTR Gemah Ripah di Desa Asam – asam Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut.

“Kesimpulannya, hasil dari monitoring dan evaluasi di lapangan kemarin secara bersama-sama ini menyimpulkan, bahwa berdasar evaluasi penilaian tim untuk oersentase tumbuh rata-rata pada keseluruhan blok yang dikerjasamakan adalah sebesar 75 persen dan selanjutnya agar terus diupayakan pelaksana, supaya capaian persentase tumbuh dari tanaman sesuai kesepakatan dapat mampu mencapai 100 persen, dan untuk itu masih diperlukan pemeliharaan tanaman lanjutan secara intensif berupa penyulaman tanaman serta pemeliharaan lanjutannya untuk meningkatkan persentase tumbuh tanaman,” kata Irvan.

Suasana FGD yang dipimpin Kadishut Kalsel

Lebih lanjut Irvan menjelaskan, bahwa agar kegiatan Pruning segera dilakukan dibeberapa blok yang belum dilakukan pruning.

“Sehingga tidak menggangu pertumbuhan tanamannya karena apabila percabangan terlalu banyak akan mempengaruhi kualitas dan harga jual di industri, begitu pula terhadap penggunaan herbisida agar lebih diperhatikan lagi, karena terlihat di beberapa jalur tanaman ada bagian tanaman yang terkena sehingga menjadi agak kekuningan,” kata Irvan.

Hasil Focus Group Discussion yang dihadiri 7 industri pemegang izin PBPHH, Pejabat Esselon Dishut Kalsel, KPH Tanah Laut dan UPT Kementerian LHK di Kalsel ini selanjutnya akan ditindak lanjuti kedua belah pihak yang bekerjasama melalui fasilitasi Dinas Kehutanan provinsi Kalimantan Selatan, untuk mewujudkan terbangunnya pembangunan sentra kayu di Kalimantan Selatan. (DISHUT.KALSEL-RIW/RDM/APR)

Peringati Hari Buku Nasional, Dispersip Kalsel Gelar Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi

Banjarmasin – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi di aula kantor Dispersip Kalsel, Kamis (16/5).

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani menyampaikan sosialisasi budaya baca dan literasi ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional yang jatuh pada 17 Mei 2024.

Dalam kegiatan ini, lanjutnya, Dispersip Kalsel menghadirkan narasumber yaitu Kepala Perpusnas RI Periode 2016-2023 yang kini menjabat sebagai Pustakawan Ahli Utama Muhammad Syarif Bando dan Penulis/Editor, Randu Alamsyah.

Peserta Sosialisasi Minat Baca dan Literasi di aula Dispersip Kalsel

“Jadi kita sangat perlu menggali ilmu dan pengalaman Beliau, bagaimana menumbuhkembangkan minat baca dan literasi di Banua,” jelasnya.

Kepala Dispersip Kalsel yang akrab disapa Bunda Nunung ini menambahkan tema yang diangkat pada kegiatan ini yaitu “Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Potensi Lokal” dengan harapan para peserta dapat memahami cara memanfaatkan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat di Kalsel.

“Selain itu, melalui kegiatan ini dapat selalu terpromosikan minat baca dan menulis serta perpustakaan di Kalsel,” harapnya.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI, Muhammad Syarif Bando mengungkapkan dalam kegiatan tersebut, rata-rata yang dikeluhkan antara lain kurangnya bahan bacaan. Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk berdiskusi terkait bagaimana menjadi penulis yang baik.

Sosialisasi Minat Baca dan Literasi di aula Dispersip Kalsel

“Mulai menulis dengan melatih para pemula dan juga menulis tentang apa yang paling dekat dengan kita, yaitu SDA, kebudayaan, kearifan lokal, dan ini menjadi modal yang potensial untuk menanamkan kesadaran dan kecintaan terhadap bangsa dan negara,” terangnya.

Syarif juga berharap agar pemerintah daerah lebih memperbanyak buku-buku tentang potensi SDA, budaya dan kearifan lokal agar masyarakat dapat belajar dengan sebaik-baiknya guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

Ratusan peserta dari kalangan pelajar mahasiswa dan masyarakat umum tampak antusias mengikuti sosialisasi budaya baca dan literasi yang dilaksanakan secara on-site dan juga ditayangkan melalui live streaming di channel YouTube Dispersip Prov Kalsel. (NRH/ RDM/APR)

Bus BRT Banjarbakula Beroperasi Kembali

BANJARMASIN – Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan saat ini, telah mengoperasikan kembali Bus BRT Banjarbakula.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan Fitri Hernandi menjelaskan, pada Selasa 14 Mei 2024 lalu, pihaknya sempat menghentikan operasional Bus BRT Banjarbakula, karena terjadi keterlambatan pengantaran biosolar ke SPBU.

Kadishub Kalsel Fitri Hernandi

“Sempat dihentikan operasional Bus BRT Banjarbakula, sebenarnya tidak karena kelangkaan BBM hanya terjadi keterlambatan pengantaran,” ungkapnya, Kamis (16/5).

Sehingga, lanjutnya, bus yang seharusnya beroperasi jam 9 pagi, tidak bisa dilakukan. Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Namun, pada Rabu 15 Mei 2024 bisa beroperasi kembali untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Fitri berharap, kejadian serupa tidak terulang kembali, dan bus dapat terus berjalan seperti biasanya.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap suplai biosolar terus terjaga, untuk angkutan umum massal di perkotaan di Banua,” ujarnya.

Fitri menjelaskan, untuk BBM yang digunakan bus BRT dan BTS jenis biosolar.

Sehingga tidak adalah terjadi keterlambatan ataupun kekosongan BBM tersebut.

Untuk ketersediaan biosolar akan dibicarakan dengan pihak Pertamina untuk mekanisme lebih lanjutnya.

“Saat ini kami terus melakukan upaya perbaikan perbaikan, untuk peningkatan pelayanan terhadap angkutan umum massal perkotaan tersebut,” ucap Fitri. (SRI/RDM/APR)

Peringati Hari Museum dan HUT Tentara ALRI, Museum Wasaka Kalsel Masuk Sekolah

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, di Bidang Kebudayaan Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, menggelar kegiatan Museum masuk Sekolah.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, melalui Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Arry Risfansyah, dalam pesan whatsAppnya pada Kamis (16/5) mengatakan, kegiatan Museum masuk sekolah ini, dalam rangka memperkenalkan Museum Wasaka, yaitu sebuah Museum Perjuangan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kemudian memperingati Hari Museum Internasional dan HUT ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan. Di mana,
sangat penting dikenal secara langsung oleh
para peserta didik di Banua.

“Ada empat sekolah yang dikunjungi dari 4 Kabupaten,” ucapnya

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, saat memberikan sambutan

Disampaikan Arry, empat sekolah yang dikunjungi yaitu SMAN 1 Kelumpang Hilir di Kabupaten Kotabaru, SMKN 1 Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, SMAN 1 Kabupaten Tanah Laut dan ke SMAN 1 Rantau
Kabupaten Tapin. Ia berharap, dengan digelarnya Museum masuk Sekolah ini, para generasi muda akan semakin mengenal sejarah perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan. Di mana, saat ini telah diabadikan melalui berdirinya Museum Wasaka, serta peninggalan berbagai benda-benda koleksi para pejuang Revolusi Fisik tahun 1945 – 1949, yang telah tersimpan dengan rapi di ruang pamer.

Salah satu benda koleksi yang dipamerkan, dalam kegiatan Museum masuk Sekolah

“Program ini menambah minat para generasi muda, untuk mengenal semua benda-benda bersejarah Museum Wasaka Kalsel,” pintanya

Lebih lanjut Arry menambahkan, dalam kunjungan ke empat sekolah ini, pihaknya membawa beberapa benda-benda koleksi yang terkait dengan perjuangan Revolusi Fisik diantaranya Jimat (Alquran kecil, baju bewafak dan rantai babi), peralatan markas (mesin ketik, radio), alat dapur (kenceng), senjata (tobak, pisau belati, pistol dan peluru batu). Kemudian peserta didik diberikan materi oleh Selamet Hadi Trianto.

“Semoga Museum masuk Sekolah ini, dapat semakin menambah wawasan dan pengetahuan oleh generasi muda tentang sejarah perjuangan di Kalsel,” tutupnya.
(MUSEUMWASAKA.KALSEL/NHF/RDM/APR)

Exit mobile version