Museum Lambung Mangkurat Kalsel Tingkatkan Kecintaan Masyarakat Terhadap Musik Panting

BANJARBARU – Musik tradisional Kalimantan Selatan (Kalsel) “Musik Panting” kurang mendapat respon dari masyarakat modern. Terlebih dari generasi muda saat ini. Padahal menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Muhammadun, musik panting merupakan salah satu warisan tak benda dari para pendahulu.

“Musik daerah Kalsel ini harus terus diwariskan untuk anak cucu di masa akan datang. Karena belum tentu ada musik seperti ini di negara lain,” ucapnya belum lama tadi.

Tak hanya dirinya, Muhammadun mengaku Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, pun sangat mencintai musik panting.

“Karena musiknya unik, ketika mendengar musik panting semangat menjadi meningkat,” tuturnya.

Berbagai macam upaya terus dilakukan oleh Pemprov Kalsel agar kesenian musik daerah ini dapat terus dicintai oleh masyarakat. Salah satunya dengan perlombaan musik panting yang diselenggarakan oleh Museum Lambung Mangkurat Kalsel, pada Sabtu (10/9) lalu, yang diikuti oleh 11 grup musik panting se Kalsel.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Taufik Akbar

“Kita sangat bangga terhadap antusias masyarakat dalam perlombaan ini. Ini membuktikan bahwa kecintaan terhadap musik panting masih melekat di hati warga Kalsel,” ucap Kasubbag Tata Usaha Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Taufik Akbar.

Perlombaan musik panting ini sengaja dilaksanakan di halaman depan Museum Lambung Mangkurat. Sebab menurut Akbar, hal itu bertujuan agar musik yang dimainkan didengar langsung oleh warga yang melintas di jalan.

“Supaya warga yang melintas juga ikut mendengarkan musik panting, karena ini musik daerah Kalsel. Ini juga sekaligus warga bisa mengetahui ada museum punya Pemprov Kalsel di sini,” terangnya.

Tak hanya bagi grup musik panting terbaik, Akbar mengaku perlombaan tersebut juga menilai skill individu pemain. Seperti vokal, biola, babun (gendang banjar), dan gitar panting.

“Kita ingin memberi apresiasi tersendiri untuk para pemain, jadi mereka lebih semangat,” ungkapnya.

Kedepannya, Akbar membeberkan, Museum Lambung Mangkurat Kalsel akan terus melakukan berbagai macam kegiatan yang bertujuan untuk mempertahankan warisan budaya Kalsel agar tidak punah digerus zaman.

“Insyaallah kita akan terus upayakan kegiatan semacam ini, semoga terlaksana dengan lancar,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Ciptakan Wartawan Multitasking, PWI Pusat Gelar Safari Jurnalistik

BANJARMASIN – Untuk menciptakan wartawan yang multitasking atau bisa segala hal, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, menggelar Safari Jurnalistik di Kalimantan Selatan, pada Senin (12/9).

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari mengatakan, saat ini kecanggihan teknologi harus mampu membuat wartawan mudah beradaptasi, dengan cara memiliki berbagai inovasi dalam menyajikan berita, agar tidak ditinggalkan masyarakat dan menjadi tontonan media terdepan.

Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari

“Wartawan harus serba cepat dan tanggap, dalam menyiarkan berita baik dalam bentuk audio dan visual,” ucapnya

Atal menjelaskan, dalam kegiatan Safari Jurnalistik ini, beberapa narasumber telah memberikan materinya. Mulai tentang peluang wartawan konten kreator di era dinamika platform, yang disampaikan Ahmed Kurnia, sebagai Direktur Sekolah Jurnalisme PWI Pusat Indonesia, dilanjutkan Direktur Eksekutif Komunikonten dengan tema menangkap peluang bisnis di media sosial yang disampaikan Hariqo Wibawa Satria, dan Merdi Sofansyah yang memberikan pemaparan sekaligus workshop Wartawan Masa Depan : Multitasking Journalist, ada pula sekapur sirih oleh Ketua Bidang Pendidikan PWI pusat Nurjaman Mochtar, serta dari PT Astra.

“Kita minta setelah hasil safari ini, wartawan mampu menerapkan nanti di lapangan,” pintanya.

Lebih lanjut Atal menambahkan, dengan suksesnya digelar Safari Jurnalistik di Kalimantan Selatan, melalui kerjasama dengan PT Astra, akan dijadwalkan untuk digelar kembali di seluruh wilayah di Indonesia.

“Kami apresiasi kegiatan ini diikuti puluhan wartawan baik dari media cetak elektronik dan online, serta Adpim Provinsi Kalsel, Bagprokompim Setda Kota Banjarmasin, Kominfo Banjarbaru, tak ketinggalan, Lembaga Pers Mahasiswa seperti dari Uniska UIN dan ULM,” tutupnya

Foto bersama PWI Pusat dan peserta Safari Jurnalistik

Untuk diketahui, kegiatan Safari Jurnalistik yang digelar dalam sehari ini, bertempat di salah satu hotel Berbintang di Banjarmasin. Dihadiri Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie yang terpilih kembali untuk periode 2022-2027. (NHF/RDM/RH)

Warga Yang Namanya Dicatut Parpol Diminta Melapor

BANJARMASIN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Selatan mengimbau kepada warga untuk melapor jika namanya dicatut Partai Politik (parpol) dalam akun yang didaftarkan di Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL). Pasalnya, saat ini, Bawaslu Kalsel sudah menerima sekitar 92 laporan dari warga yang namanya tercatat di parpol, namun ternyata bukan anggota parpol. Data tersebut didapati di akun SIPOL yang didaftarkan parpol untuk verifikasi administrasi.

“Untuk sementara ini, ada sekitar 92 orang yang melapor ke Bawaslu di Kabupaten/Kota masing-masing karena namanya ada di parpol, sedangkan dia bukan anggota parpol. Paling banyak ada di Tabalong, Banjarbaru dan Kabupaten lainnya,” kata Komisioner Bawaslu Kalsel, Nurkholis Majid kepada wartawan, usai menjadi narasumber dalam Sosialisasi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu terkait Tugas dan Wewenang Pengawas Pemilu yang dilaksanakan Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Suripno Sumas, pada Sabtu (10/9).

Suasana Sosialisasi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 oleh Anggota DPRD Kalsel Suripno Sumas

Nurkholis Majid menyebutkan saat ini pihaknya dalam tahap klarifikasi karena nama-nama itu mengaku bukan anggota partai politik. Selain itu, lanjutnya, Bawaslu juga banyak menemukan data ganda dimana ada satu warga yang tercatat sebagai anggota di dua parpol bahkan lebih.

“Berdasarkan data, jumlahnya mencapai 21.485 nama se Kalsel. Artinya itu menyebar di semua parpol. Tanggal 4 sampai 9 September kemarin, KPU melakukan proses klarifikasi keanggotaan ganda tersebut yang dituangkan dalam berita acara. Tidak diperkenankan melakukan video call,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel Suripno Sumas mengharapkan parpol mengikuti tahapan pemilu sesuai aturan. Termasuk memasukkan data keanggotaan di SIPOL secara real dan akurat.

“Saya berharap parpol yang mendaftarkan diri ke KPU untuk menjadi peserta Pemilu benar-benar memasukkan data keanggotaannya yang real anggota parpol tersebut agar tidak terjadi banyak komplain,” katanya.

Suripno juga berharap melalui sosialisasi ini, para peserta yang berasal dari Ketua RT maupun tokoh masyarakat di Kota Banjarmasin, dapat mengetahui dan memahami isi Undang-Undang tersebut sehingga nantinya mereka turut berpartisipasi dalam mengawasi pelaksanaan Pemilu agar dapat berjalan lancar, jujur dan adil. (NRH/RDM/RH)

Laksanakan Soswasbang, Paman Yani: Tinggikan Mimpi Meski Dalam Keterbatasan

TANAH BUMBU – Menjaga semangat persatuan bangsa dalam keberagaman latar belakang menjadi pesan yang terus disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Selatan Muhammad Yani Helmi dalam setiap kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Pembinaan Ideologi Pancasila. Tak terkecuali saat sosialisasi yang digelar di SMA Negeri 1 Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (12/9).

Pelaksanaan yang diikuti oleh tenaga pengajar dan peserta didik serta masyarakat ini menghadirkan narasumber dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Selatan, yakni Kasubbid Kelembagaan Partai Politik dan Fasilitasi Pemilu Harry Widhiyatmoko.

“Penting sekali untuk para siswa ini dapat terus menjaga kesatuan dalam keberagaman. Karena merekalah yang nantinya akan menjadi pemimpin di masa akan datang,” ujar Yani Helmi atau yang akrab disapa Paman Yani.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan Paman Yani untuk memberikan wejangan agar para siswa tidak takut untuk menggantungkan mimpi setinggi-tingginya meski dalam keterbatasan.

Namun demikian, ia tidak menampik akan banyaknya kendala yang dihadapi kaum milenial saat ini. Seperti kemajuan teknologi yang bisa saja menjerumuskan hingga banyaknya informasi yang simpang siur bahkan bohong atau hoaks.

“Itulah pentingnya filter dari tenaga pendidik, orang tua, serta pemangku kebijakan. Agar informasi yang mereka dapatkan tidak sembarang untuk disebar namun dicerna terlebih dahulu,” katanya.

Sementara itu, Kasubbid Kelembagaan Partai Politik dan Fasilitasi Pemilu Harry Widhiyatmoko, menyampaikan pentingnya toleransi di tengah masyarakat yang mempunyai keragaman latar belakang ini.

“Intoleransi adalah pangkal dari perpecahan. Oleh karenanya sangat penting untuk saling menghargai,” paparnya.

Terkait hadirnya wakil rakyat hingga pelosok ini mendapat apresiasi dari Kepala SMA Negeri 1 Kusan Hulu, Faisal Anwar. Ia berujar sangat berterimakasih atas kehadiran Paman Yani bersama rombongan. Bahkan ia menyebut ini merupakan anugerah yang luar biasa.

“Alhamdulillah hadirnya Paman Yani sangat berarti, semoga bisa menjadi pembelajaran bagi anak-anak agar lebih bersemangat dalam menimba ilmu,” ucapnya. (ASC/RDM/RH)

Paman Birin Ingatkan Pentingnya Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menghadiri dan membuka acara Gerakan Sikat Gigi Massal dan Bhakti Sosial dalam rangka Peringatan Hari Gigi Nasional tahun 2022 di SDIT Al Firdaus yang berlokasi di Jalan Sungai Gampa Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara, Senin (12/9).

Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) di Kalsel dan semua pihak terlibat dalam kegiatan sikat gigi massal HKN 2022 yang diikuti 720.000 anak di seluruh Indonesia, termasuk jatah Kalsel sebanyak 20.000 anak yang tersebar di 13 kabupaten/kota, untuk pencapaian rekor MURI tersebut.

Suasana Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut di SDIT Al-Firdaus Banjarmasin

Paman Birin mengingatkan pentingnya edukasi tentang pemeliharaan gigi, terutama untuk anak-anak. Mengingat, sektor kesehatan merupakan salah satu bagian terpenting dan menjadi sasaran utama pembangunan sehingga Pemerintah Provinsi Kalsel terus mengupayakan agar masyarakat hidup dalam keadaan yang sehat. Upaya-upaya tersebut, lanjutnya direalisasikan melalui program-program peningkatan kualitas dan jangkauan layanan kesehatan, program sosial, hingga kesehatan lingkungan.

“Saya menyadari, bukan perkara yang mudah dan sederhana untuk mewujudkan masyarakat yang sehat. Banyak persoalan yang harus terurai dalam mewujudkan masyarakat sehat, dari persoalan biaya, kultur, budaya, akses, dan yang utama adalah kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan,” jelasnya.

Paman Birin pun mendorong kegiatan seperti ini terus disebarluaskan secara lebih sering dan konsisten melalui seluruh kanal dan saluran informasi yang ada dan dekat dengan anak-anak. Ia juga tak lupa mengingatkan semua, bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati. Menjaga kesehatan tubuh, merupakan cara yang paling baik untuk mencegah datangnya berbagai penyakit.

“Kepada para orangtua, para guru dan tenaga pendidik lainnya, mari kita terus ingatkan dan beri contoh kepada anak-anak kita, bagaimana cara menjaga kesehatan gigi yang baik, bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar, sehingga menjadi kebiasaan anak-anak kita yang dibawa sampai mereka dewasa,” pesannya.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Wakil Wali Kota Banjarmasin Ariffin Noor, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.Muhammad Ramadhan serta Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum, Sulkan itu, melibatkan 145 siswa SDIT Al-Firdaus yang melakukan sikat gigi massal dan kegiatan serupa dilakukan di seluruh kabupaten/kota se Kalsel. (NRH/RDM/RH)

Warga Banua Dimudahkan Dengan Kehadiran QRIS

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, bekerjasama dengan Bank Indonesia melakukan peluncuran SIAP QRIS, di Kabupaten Tabalong, Sabtu (10/9).

Peluncuran SIAP QRIS di Kalsel, dilakukan oleh Gubernur Provinsi Kalsel Sahbirin Noor, diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Suparno, bersama Bupati Tabalong Anang Syakhfiani, dihadiri Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel Imam Subarkah.

Peluncuran QRIS di pasar tradisional

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani, kepada Abdi Persada FM, pada Senin (12/9), peluncuran QRIS di Kalsel, merupakan Program Bank Indonesia bekerjasama dengan Disdag Kalsel, tujuannya untuk memudahkan dalam berbelanja melalui sistem pembayaran Non Tunai, agar lebih aman dan praktis.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani

“Konsumen tidak perlu membawa uang yang banyak, pedagang merasa nyaman karena uang pembayaran langsung masuk rekening, sehingga tidak beresiko tindak kejahatan seperti pencopetan dan perampokan,” ucapnya

Disampaikan Birhasani, saat ini ada sebanyak 8 pasar yang menerapkan sistem pembayaran Non Tunai melalui QRIS yaitu, Pasar Bumi Cahaya Selamat di Martapura, Pasar Murakata dan Pasar Keramat Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Pasar Kemakmuran Kotabaru dan Duta Mall Banjarmasin, dilanjutkan di Kabupaten Tabalong yakni di Pasar Bauntung Tanjung, Pasar Kelua dan Pasar Mabuun.

“Rencananya akan dilanjutkan ke Pasar Tungging Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala,” jelasnya

Lebih lanjut Birhasani menambahkan, QRIS ini juga bisa digunakan untuk pembayaran retribusi, parkir, penyaluran sumbangan keperluan sosial, pembangunan masjid, dan membayar zakat melalui Badan Amil Zakat.

“Qris ini sangat banyak manfaat positif dalam bertransaksi,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Bank Kalsel Bersama Taspen, Tandatangani PKS Pembayaran ASN di Kalsel

BANJARMASIN – Sebagai upaya meningkatkan kemudahan dan fasilitas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Kalimantan Selatan, Bank Kalsel melakukan penandatanganan kerjasama dengan PT TASPEN (Persero) untuk secara resmi menjadi mitra pembayaran manfaat Peserta Taspen. Meliputi pembayaran Jaminan Hari Tua, Pensiunan, Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Penandatanganan di Gedung PT TASPEN (Persero) Jakarta ini, dilakukan Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya dan Branch Manager Taspen KC Banjarmasin, Valentino Situmorang. Turut mendampingi Direktur Operasional Taspen, Ariyandi dan Service and Marketing Division Head, Resi Lora, pada akhir pekan tadi.

Menanggapi Penandatanganan Kerjasama ini, Direktur Operasional Taspen, Ariyandi mengatakan bahwa Bank Kalsel merupakan mitra kerja yang diyakini mampu memberikan layanan secara mudah dan meningkatkan Kerjasama bagi Peserta Taspen, terkhusus di lingkup Kalimantan Selatan.

“Taspen berkomitmen untuk terus memudahkan para pesertanya dalam melakukan klaim manfaat pensiunannya. Kerja sama mitra bayar dengan Bank Kalsel ini merupakan inisiatif Taspen dalam memberikan kemudahan dan meningkatkan kenyamanan melakukan klaim, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan. Kami yakin bahwa Bank Kalsel dapat memberikan layanan yang setara dengan Taspen dan memberikan perhitungan manfaat yang amanah karena seluruh data peserta pensiunan telah diintegrasikan dengan sistem Taspen Online. Ke depan, kami berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi para peserta melalui kerja sama dengan mitra bayar lain di seluruh Indonesia,” ungkap Ariyandi.

Lebih lanjut, Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya menyampaikan apresiasi terhadap PT TASPEN (Persero) yang telah mempercayakan Bank Kalsel sebagai mitra bayar resmi.

“Apresiasi tertinggi kami berikan kepada Taspen atas kepercayaan kepada Bank kalsel untuk menjadi mitra bayar resmi Taspen. Terkait penyaluran manfaat bagi pensiunan ASN, Bank Kalsel membuka layanan khusus pengurusan klaim peserta Taspen mulai pukul 7 pagi pada tanggal 1-5 setiap bulannya. Bank Kalsel juga berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan optimal kepada peserta Taspen, antara lain dengan mempersilakan para peserta pensiunan untuk datang ke Bank Kalsel dan nantinya para teller atau customer service kami yang akan langsung datang melayani para pensiunan di kursi mereka. Kami berharap, dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan Kami agar sesuai dengan arahan dari Taspen,” tutur Hanawijaya.

Kerjasama ini, sebagai bentuk komitmen Bank Kalsel untuk senantiasa memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, sebagaimana tagline Setia Melayani, Melaju Bersama. Hal ini juga kian menegaskan Bank Kalsel sebagai entitas bisnis daerah yang senantiasa berupaya mendorong/berkontribusi terhadap pembangunan Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel dan KORMI Memperingati Hari Olahraga Nasional Tahun 2022

BANJARMASIN – Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terhadap peningkatan prestasi serta memasyarakatkan olahraga, maka Pemprov Kalsel turutserta memperingati Hari Olahraga Nasional Tahun 2022, di Gedung Serba Guna Voli Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mulawarman, Jumat (9/9).

Tema yang diangkat pada Peringatan Hari Olahraga Nasional tahun ini, adalah bersama cetak juara.

Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah, membacakan sambutan dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Zainuddin Hamali.

Kadispora Kalsel Hermansyah

Menpora mengucapkan, selamat memperingati Hari Olahraga Nasional Tahun 2022 ini, setelah 2 tahun dilanda Pandemi COVID-19.

“Kami mengucapkan selamat Hari Olahraga Nasional,” ucapnya.

Sehingga, lanjutnya, saat ini menjadi momentum Hari Peringatan Hari Olahraga Nasional, untuk cetak atlet berprestasi.

Sementara itu, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Kalimantan Selatan juga memperingati Hari Olahraga Nasional dengan senam sehat di hari yang sama.

Disampaikan Wakil Ketua Bidang Media, Promisi, dan Event KORMI Kalsel Yusni Hardi. Pada peringatan Hari Olahraga Nasional tahun ini, KORMI Provinsi Kalimantan Selatan melalui indorga senam sehat, berpartisipasi untuk menyemarakkan peringatan Hari Olahraga Nasional di Provinsi Kalimantan Selatan.

Wakil Ketua Bidang Media, Promisi, dan Event KORMI Kalsel Yusni Hardi

Pihaknya tidak hanya sekedar berpartisipasi tetapi juga menyemarakkan olahraga senam sehat ditengah tengah masyarakat di Banua ini.

“KORMI Provinsi Kalimantan Selatan saat ini turutserta bertanggung jawab untuk menyehatkan masyarakat, dengan berolahraga,” ucapnya.

Hadir pada Peringatan Hari Olahraga Nasional tersebut, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalimantan Selatan Subhan Nor Yaumil, Wakil Ketua Bidang Medi, Promosi, dan Event KORMI Kalsel Yusni Hardi, serta lainnya. (SRI/RDM/RH)

Kurangi Limbah, Rachmah Sosper Sekaligus Latih Peserta Ubah Minyak Jelantah Jadi Sabun

BATOLA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rachmah Norlias melaksanakan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Sampah.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta yang berasal dari guru-guru di bawah Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah Kalsel juga diberikan pelatihan mengubah limbah minyak jelantah menjadi sabun.

Ketua Komisi I DPRD Kalsel itu turut melibatkan Direktur Bank Sampah, Fatmawati untuk memberikan informasi tentang aturan dan tata cara pengelolaan sampah serta memilah sampah yang masih bisa didaur ulang dan dijual di bank sampah. Selain itu, menghadirkan Pengurus Wilayah Aisyiyah Kalsel, Tri Hariyani Sawitri untuk melatih para peserta mengubah limbah minyak jelantah menjadi sabun.

“Dari segi teorinya kita jelaskan isi Perda tersebut yang mengatur tata cara pengelolaan sampah. Disamping itu, kita mendatangkan narasumber untuk praktik pembuatan limbah minyak jelantah menjadi sabun. Jadi kita tidak hanya teori, tapi juga langsung praktik untuk pengelolaan sampah ini,” katanya kepada wartawan, Kamis (8/9).

Dengan pembuatan minyak jelantah menjadi sabun, Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu berharap limbah tersebut dapat bermanfaat dan bernilai ekonomis untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

Sementara itu, Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalsel, Tri Hariyani Sawitri menjelaskan selain dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh, limbah minyak jelantah ini juga dapat mencemari lingkungan jika dibuang sembarangan.

Suasana Sosper Anggota DPRD Kalsel, Rachmah Norlias

“Maka itu saya bersama kawan-kawan berinisiatif memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi sabun. Apalagi, bahan yang diperlukan tidak memerlukan modal dan biaya yang besar. Pemanfaatannya pun tidak hanya untuk mandi, melainkan bisa untuk mencuci pakaian dan mencuci piring,” ungkapnya.

Tri menambahkan pelatihan pembuatan limbah minyak jelantah menjadi sabun ini gencar disosialisasikan ke cabang-cabang organisasi di bawah PW Aisyiah Kalsel di 13 Kabupaten/Kota. (NRH/RDM/RH)

Penerapan Kurikulum Merdeka Diharapkan Memuat Mata Pelajaran Pendidikan Al-Qur’an

BATOLA – Penerapan Kurikulum Merdeka diharapkan memuat mata pelajaran Pendidikan Al-Qur’an. Mengingat Pendidikan Al-Qur’an sebagai bekal akhlak dan moral untuk para peserta didik.

Harapan itu disampaikan Guru Pendidikan Al-Qur’an, Damiri saat sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2009 Tentang Pendidikan Al-Qur’an yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel, Dewi Damayanti Said pada Kamis (8/9).

Suasana Sosper tentang Pendidikan Al-Qur’an oleh Anggota DPRD Kalsel, Dewi Damayanti Said

“Kalau Pendidikan Al-Qur’an tidak diajarkan, kita lihat sendiri di lapangan bahwa anak-anak perlu bimbingan membaca Al-Qur’an. Selain itu, berdampak terhadap ada kesempatan untuk orang-oranh yang bisa mengajar Al-Qur’an, sedangkan anak-anak tak sempat belajar karena sekolah sampai sore,” jelasnya.

Menanggapi harapan tersebut, Anggota DPRD Kalsel, Dewi Damayanti Said mengatakan dirinya akan menyampaikan aspirasi guru-guru tersebut kepada Komisi IV DPRD Kalsel yang membidangi juga masalah keagamaan. Pasalnya, menurut Politisi Partai Golkar ini, pendidikan Al-Qur’an ini sebagai salah satu bagian penting dalam pendidikan peserta didik.

“Keinginan mereka ini merupakan aspirasi yang akan disampaikan ke Komisi IV DPRD Kalsel. Nanti Komisi IV yang akan memfasilitasi mereka bertemu dengan Diknas. Mudah-mudahan kita bisa memfasilitasi keinginan masyarakat, khususnya dari kami para ibu rumah tangga pasti ingin anaknya mendalami Al-Qur’an,” ucapnya.

Sedangkan Pimpinan Lembaga Pendidikan Islam Madinatu Taqwa, Nurul Madinah menyambut positif kegiatan sosper ini. Dengan adanya sosialisasi Perda Nomor 3 Tahun 2009, pihaknya mengetahui dan memahami isi Perda tersebut.

“Alhamdulillah sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi guru-guru pendidikan Al-Qur’an. Yang belum tahu, sekarang jadi melek tentang Perda ini. Terimakasih kepada Ibu Dewi,” tambahnya.

Dalam sosialisasi ini, turut disampaikan isi dari payung hukum produk DPRD Kalsel mengenai hak dan kewajiban para pengajar al quran di Banua. Selain menyangkut pembelajaran, di dalam Perda diharapkan juga mengakomodir harapan para guru terkait kesejahteraan. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version