Pasca Libur Idul Fitri, Stok Ikan di Kota Banjarmasin Dipastikan Cukup

BANJARMASIN – Nelayan saat ini sudah kembali melaut usai libur lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah. Namun, untuk stok ikan masih mencukupi.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki mengatakan, karena nelayan baru melaut, maka saat ini tidak ada kapal nelayan yang sandar di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Akhmad Jaki

“Usai libur lebaran saat ini nelayan baru melaut,” ungkap Jaki, di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Kamis (18/4).

Karena, lanjutnya, kapal nelayan masih berada di laut, sehingga kapal pengangkut ikan belum masuk ke Pelabuhan Perikanan Banjarmasin.

“Kapal nelayan tersebut diperkirakan masuk ke Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, dalam beberapa hari kedepan,” ucap Jaki.

Namun, tambahnya, stok ikan di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin saat ini mencukupi.

“Meski saat ini para nelayan sedang melaut, namun stok ikan masih mencukupi,” ujarnya.

Menurut Jaki, tercukupinya kebutuhan ikan untuk wilayah Kota Banjarmasin dan sekitarnya ini, karena masih tersedianya ikan dalam penyimpanan di gudang mereka.

“Selain itu pasokan ikan melalui jalur darat pun masih masuk di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin,” ucap Jaki. (SRI/RDM/RH)

Dispersip Kalsel dan Dispersip Kotabaru Berkolaborasi Dalam Pembinaan Perpustakaan di Kotabaru

KOTABARU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Kotabaru menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Perpustakaan di aula kantor Dispersip Kotabaru, Kamis (18/4).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan dan Dispersip Kabupaten Kotabaru yang diikuti 50 peserta dari kalangan pengelola perpustakaan sekolah, desa dan instansi di Kotabaru.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani yang diwakili Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan, Adethia Hailina menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya perpustakaan yang sesuai Standar Nasional Perpustakaan agar bisa terakreditasi.

“Ada tahapan sembilan komponen yang harus diketahui oleh para peserta sosialisasi terutama yang berada di pelosok. Komponen mencakup Format Borang untuk pengisian sesuai SNP (Standar Nasional Perpustakaan). Apakah perpustakaan sudah mempunyai koleksi buku 1000 judul, 1000 eksemplar dan sudah mempunyai NPP atau belum dan harus mengisi borang baru dengan meunduh/memprint sertifikat NPP, pengisian data, kepengurusan dan pengisian jumlah buku, fasilitas yang tersedia, informasi kepala sekolah, pengelolaan, dan jumlah kelas,” jelasnya.

Harapannya, lanjut Adethia, melalui kegiatan sosialisasi ini, Indeks Prestasi Literasi Masyarakat dapat meningkat dan lebih banyak lagi perpustakaan yang terakreditasi.

Sementara itu, Kepala Dispersip Kabupaten Kotabaru, Kamirudin menekankan pentingnya akreditasi untuk pengisian borang dan data-data sebagai dasar utama setiap instansi atau lembaga untuk mencatat. Saat ini, lanjutnya, data perpustakaan kebanyakan hanya berupa entri berdasarkan nama atau nama perpustakaan saja. Namun, data perpustakaan yang baik harus mencakup profil perpustakaan yang menjelaskan seluruh kegiatan, mulai dari pengadaan koleksi hingga program kerja yang dilakukan.

“Data yang lengkap diperlukan untuk merumuskan kebijakan dan program kerja di masa mendatang,” pungkasnya. (DispersipKalsel-NRH/RDM/RH)

Atasi Stunting di Banua, BKKBN Kalsel Gelar Rakerda

BANJARMASIN – Guna mengatasi stunting di Banua, Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Selatan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin, pada Kamis (18/4).

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel, Ramlan mengatakan, Rapat dalam program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Kalimantan Selatan mengangkat tema “Kalsel Bergerak Optimalisasi Bonus Demografi dan peningkatan Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas tahun 2045”.

Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel, saat memberikan sambutan

Saat ini angka Stunting di Kalimantan Selatan harus ditekan, karena berdasarkan data SSGI tahun 2021 prevalensi Stunting sebesar 30 persen. Kemudian turun 24,6 persen tahun 2022 lalu. Dengan demikian harus mengejar angka 10,6 persen untuk mencapai target 14 persen di tahun 2024.

“Kami berharap, Rakerda dapat semakin tercipta kolaborasi dan sinergisitas untuk penguatan komitmen,” ucapnya

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar menyampaikan, kegiatan ini sangat penting, sebagai desain masa depan anak bangsa. Mengingat Indonesia akan memasuki fase puncak bonus demografi tahun 2035 hingga 2045. Dimana, baru bisa dimanfaatkan setelah terjadinya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Mengingat keluarga merupakan pintu utama untuk mewujudkan kesehatan, produktif dan berkualitas.

Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, saat memberikan sambutan

“Kami apresiasi digelarnya Rakerda dari BKKBN Kalsel,” ucap Sekdaprov Kalsel.

Sementara itu, Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo menambahkan, Presiden Joko Widodo, menargetkan penurunan angka stunting menjadi 14 persen pada 2024. Sehingga, seluruh pemegang kebijakan harus berkolaborasi memenuhi target. Mulai dari Kementerian, Lembaga Pemerintah, BKKBN pihak swasta serta seluruh sektor terkait.

“Semua pemangku kebijakan, mari tingkatkan kolaborasi di lapangan,” tutupnya

Rakerda BKKBN Kalsel, dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang diwakili Sekretaris Daerah Kalsel Roy Rizali Anwar, dengan melibatkan peserta dari berbagai Dinas yang menjadi mitra kerja se Kalimantan Selatan dan juga organisasi profesi.

Untuk diketahui, kegiatan Rakerda juga dirangkai dengan pengukuhan Bapak Asuh Anak Stunting, penandatanganan MoU dan perjanjian kerja BKKBN Kalsel bersama mitra stakeholder, dan penyerahan secara simbolis dana alokasi khusus kepada bupati/wali kota se-Kalsel, serta penyerahan penghargaan kepala Pemprov Kalsel kategori Mitra Bapak/ Bunda Asuh Anak Stunting 2023. Dengan
dihadiri Kepala Daerah dan perwakilan di 13 Kabupaten dan Kota. (NHF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Terus Benahi Wisma Amandit

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata Kalsel teru melakukan pembenahan untuk Wisma Amandit yang berlokasi di kawasan wisata Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, melalui rilisnya pada Kamis (18/4) mengatakan, saat ini pihaknya melakukan pembenahan seperti pembangunan ulang, dan akan dilanjutkan tahun 2024 ini membangun Aula berupa ruang pertemuan dan rapat. Renovasi ini dilakukan, dalam rangka meningkatkan kunjungan dan untuk memberi rasa aman serta nyaman bagi wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin

“Alhamdulillah meski belum selesai sepenuhnya, antusias pengunjung sangat tinggi untuk menginap,” katanya

Syarifuddin yang kini menjabat Pj Bupati Tapin menyampaikan, Wisma Amandit merupakan milik Pemerintah Provinsi Kalsel, dengan dilakukan pembenahan, tentu dapat memberikan kontribusi yang cukup bagus nantinya. Apalagi wisatawan yang berkunjung tidak hanya dari luar daerah juga mancanegara.

“Semoga dengan adanya kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara, dapat mempromosikan di media sosial masing-masing,” tutupnya
(DISPAR.KALSEL/NHF/RDM/RH)

Tingkatkan Komitmen Program, DPPPA KB Kalsel Gelar Rakenis

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPA KB) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana Provinsi Kalsel Tahun 2024, bertempat disalah hotel berbintang di Banjarmasin, Kamis (18/4).

Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, 18 – 19 April 2024 dalam rangka meningkatkan komitmen untuk melaksanakan program-program perlindungan anak dan kaum perempuan serta terbentuknya keluarga bahagia dan sejahtera.

Gubernur Kalsel yang diwakili Plt Kepala DPPPA KB Provinsi Kalsel, Fatimatuzzahra dalam sambutannya sekaligus membuka acara tersebut mengatakan, keluarga bahagia dan sejahtera merupakan dambaan bagi setiap orang kondisi demikian diharapkan memberikan kontribusi terhadap jalannya pembangunan yang berkelanjutan

Plt. Kepala DPPPA KB, Fatimatuzzahra, saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel

“Program keluarga berencana yang dilaksanakan pemerintah bertujuan tidak hanya untuk mengatur jumlah anak, akan tetapi agar terpenuhinya hak-hak anak dan anggota keluarga yang lain sehingga setiap individu dapat berkembang dan membangun masa depan yang lebih baik,” katanya.

Fatimatuzzahra menambahkan, Kaum perempuan dan anak salah satu yang mendapat perhatian khusus mengingat golongan ini sering menerima ketidakadilan dan mengalami kekerasan dalam kehidupan di masyarakat.

“Oleh karena itu, Rakernis ini diharapkan untuk mengevaluasi optimalisasi, efisiensi dan efektivitas kinerja program yang telah dilaksanakan selama ini,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ada beberapa regulasi yang telah diterbitkan Pemprov Kalsel seperti Peraturan Gubernur Kalsel Nomor 20 Tahun 2022 tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Pencegahan Perkawinan Anak di Kalsel 2021-2026 dan Peraturan Gubernur Kalsel Nomor 054 Tahun 2021 tentang RAD Perlindungan Perempuan dan Anak dari Tindak Kekerasan, hal itu adalah bentuk komitmen dan dukungan untuk mempercepat pencapaian indikator kinerja.

“Semua bertanggung jawab untuk menjaga dan memelihara hak-hak anak dan perempuan sebagai warga negara tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan dalam kondisi apapun serta menyediakan fasilitas dan aksesibilitas bagi mereka secara optimal dan terarah,” jelasnya.

Pada kegiatan ini juga diserahkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) secara simbolis dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kepada 14 organisasi atau lembaga yang bergerak dibidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan keluarga berencana di Provinsi Kalsel.

“Dana hibah ini diharapkan menjadi stimulan kegiatan yang sudah direncanakan sesuai proposal yang telah diajukan dengan tujuan pembangunan bidang tersebut dan guna tercapainya visi Kalsel Maju sebagai gerbang ibukota negara, Semoga segala upaya yang kita laksanakan dapat mendorong kualitas dan pencapaian kehidupan yang lebih berkualitas bagi masyarakat di Banua,” tutupnya.

Foto bersama usai pembukaan Rakernis

Untuk diketahui, turut hadir pada kegiatan tersebut perwakilan sejumlah SKPD di Lingkup Pemprov. Kalsel, perwakilan Kepala Badan Pembangunan Daerah di 13 Kabupaten/Kota di Kalsel serta tamu undangan lainnya. (BDR/RDM/RH)

Rakerda LPTQ, Paman Birin Tekankan Peran Krusial Jelang MTQ Nasional Kalsel ke-35

TAPIN – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin, menekankan peran krusial LPTQ, tidak hanya sebagai wadah pengembangan Tilawatil Qur’an, tetapi juga sebagai sarana syiar agama Islam dan pembinaan mental spiritual umat.

Suasana Rakerda LPTQ Kalsel di Tapin (Sumber foto: Biro Adpim)

Hal tersebut disampaikan Paman Birin melalui Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kalsel di Pendopo Galuh Bastari Rantau, Kamis (18/4).

“Eksistensi LPTQ sejatinya bukan sekadar wadah pengembangan Tilawatil Qur’an, LPTQ juga merupakan sarana yang sangat potensial untuk mensyi’arkan agama Islam dan membina mental spiritual umat,” ujar Paman Birin.

Sekdaprov berfoto bersama peserta Rakerda LPTQ Kalsel (Sumber foto: Biro Adpim)

Lebih lanjut, Paman Birin menjelaskan bahwa di era modern seperti sekarang ini, tantangan pengembangan Tilawatil Qur’an semakin berat. Oleh karena itu, tanggung jawab pengurus LPTQ tidak hanya bertumpu pada penyelenggaraan kompetisi atau pun melahirkan SDM-SDM yang cakap dalam Al-Qur’an.

“Pengurus LPTQ harus bekerja cepat, profesional, dan mandiri, serta memegang teguh prinsip keikhlasan dan kebersamaan, selain itu, LPTQ juga harus melakukan penataan kelembagaan dan peningkatan kualitas pengurus setiap tahunnya,” tegasnya.

Selain itu, Paman Birin juga menyampaikan harapannya kepada LPTQ Kalsel untuk terus meningkatkan pembinaan dan kualitas para kadernya, khususnya dalam menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-35 Tingkat Provinsi Kalsel tahun 2024 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Tapin.

“Melalui event bergengsi ini, akan lahir SDM-SDM hebat dan berkualitas untuk menjadi delegasi Kalsel pada MTQ Nasional yang akan dilaksanakan di Kaltim dan IKN September mendatang,” tuturnya.

Paman Birin pun memberikan apresiasi kepada pengurus LPTQ Kalsel atas dedikasinya dalam menyiapkan kader-kader terbaik serta menegaskan komitmen pemerintah Kalsel untuk terus mendukung LPTQ.

“Pemerintah dalam hal ini akan terus berupaya memberikan dukungan sesuai dengan sumber daya yang tersedia agar memberikan hasil yang maksimal nantinya,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris LPTQ Kalsel, Ahmad Bugdadi, dalam sambutannya memaparkan beberapa program kerja yang akan dibahas dalam rangka mendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional tingkat Provinsi Kalsel ke-35 di Kabupaten Tapin.

Rakerda yang dihadiri 123 utusan pengurus LPTQ provinsi, Kabupaten/Kota se-Kalsel serta Kementerian Agama ini, membahas berbagai materi terkait penguatan kader dan kebijakan Kementerian Agama dalam mendukung penyelenggaraan MTQ.

Bugdadi menyampaikan bahwa MTQ ke-35 tingkat Provinsi Kalsel akan diselenggarakan pada 24 April hingga 2 Mei 2024 mendatang, Sebanyak 11 cabang lomba akan diperlombakan dalam MTQ tersebut.

Lebih lanjut, Bugdadi menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kalsel yang telah memberikan perhatian penuh dan bimbingan sehingga menjadikan Provinsi Kalsel menjadi peringkat ke-3 nasional dari sebelumnya menduduki peringkat ke-24.

“Perhatian dan bimbingan dari Paman Birin sangat penting bagi kemajuan LPTQ di Kalsel,” ujar Bugdadi.

Diharapkan dengan Rakerda ini, LPTQ Kalsel dapat memperkuat koordinasi dan sinergi antar pengurus LPTQ di seluruh Kalsel, sehingga dapat mendukung pelaksanaan MTQ Nasional ke-35 di Tapin dengan sebaik-baiknya.

Pada pembukaan Rakerda LPTQ Kalsel tersebut tampak hadir PJ. Bupati Tapin, Muhammad Syarifuddin, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin, pengurus LPTQ Provinsi Kalsel serta Pengurus LPTQ Kabupaten/Kota se- Kalsel. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

BPBD Kalsel Sosialisasikan Mitigasi Gempa Digedung Bertingkat

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menginstruksikan agar BPBD Kalsel terus aktif melakukan sosialisasi mitigasi bencana gempa bumi di masyarakat. Hal ini penting dilakukan agar masyarakat tahu apa tindakan penyelamatan secara mandiri apabila bencana gempa terjadi.

Kepala BPBD Kalsel Suria Fadliansyah melalui Kabid Kesiapsiagaan dan pencegahan bencana Bambang Dedi Mulyadi menyampaikan, sesuai arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, BPBD Kalsel terus mengaktifkan tim KIE (Komunikasi informasi dan edukasi) kepada masyarakat terkait mitigasi gempa bumi yang baru kita rasakan terjadi di Kalsel sejak awal tahun 2024 ini. Setelah melakukan sosialisasi mitigasi gempa di kalangan siswa di berbagai jenjang sekolah ,BPBD Kalsel kembali melakukan sosialisasi ke gedung bertingkat baik yang ada di Banjarbaru maupun Banjarmasin.

“Sosialisasi dilakukan tim KIE BPBD Kalsel sejak awal April tadi dan telah menyasar belasan gedung berangkat baik sarana publik, perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan dan bangunan pelayanan publik lainnya,” ucap Bambang.

Dengan sosialisasi tersebut diharapkan masyarakat tahu bagaimana melakukan upaya evakuasi mandiri dan penyelamatan pertama apabila bencana gempa bumi terjadi secara mendadak.

“Diharapkan dengan masifnya sosialisasi tersebut dapat mengurangi dampak korban jiwa apabila gempa terjadi, ini sesuai harapan disampaikan Gubernur Kalsel Paman Birin,” lanjutnya.

Berdasarkan data, menurutnya telah terjadi 9 kali gempa bumi dalam skala kecil dirasakan masyarakat Kalsel sejak awal 2024 ini.

“Walau skalanya kecil namun patut diwaspadai apabila terjadi lagi ke depannya, karena bencana jenis ini memang hal baru terjadi di Pulau Kalimantan,” ucap Bambang.

BPBD Kalsel juga mengaktifkan sistem peringatan dini bencana secara berjenjang hingga tingkat desa. “BPBD Kalsel juga telah melengkapi alat pendeteksi dini gempa,” tambah Bambang.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan (BMKG) Goeroeh Tjiptanto mengatakan, anggapan Kalimantan bebas gempa ternyata keliru.

Berdasarkan data BMKG, sebelum gempa di Kabupaten Banjar dengan magnitudo 4,8 dengan kedalaman 10 Km pada 13 Februari 2024 ternyata Kalsel pernah diguncang gempa di Pulau Laut Kotabaru dengan berkekuatan magnitudo 5,8 pada 5 Februari 2008.

Bahkan Kalsel pernah mengalami Tsunami di wilayah Pulau Samber Gelap tanggal 16 Maret Tahun 1917 dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter yang menimbulkan kerusakan parah di Pantai Pagatan. (BPBD.KALSEL/MRF/RDM/RH)

Persiapan Hadapi Porwanas 2024, PWI Kaltim Uji Tanding ke PWI Kalsel

BANJARMASIN – Dalam rangka mempersiapkan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) tahun 2024, Persatuan Wartawan Indonesia Kaltim melakukan uji tanding ke PWI Kalsel.

Pemberian Cendramata dari Ketua PWI Kalsel, kepada Plt Ketua PWI Kaltim (memakai topi)

Kepada sejumlah wartawan, Plt Ketua PWI Kaltim, Achmad Sahab, ditemui usai pembukaan uji tanding di salah satu pusat olahraga di Banjarmasin, pada Kamis (18/4) mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk melakukan evaluasi terhadap para atlet wartawan yang sudah lolos seleksi. Sehingga, dapat diketahui berbagai kemampuannya masing-masing. Jumlah atlet dari berbagai cabang olahraga ada sekitar 50 orang.

“Pelaksanaan Porwanas nanti akan menurunkan 100 orang atlet,” ucapnya

Plt Ketua PWI Kaltim, didampingi Ketua PWI Kalsel (ki-ka)

Menanggapi hal tersebut, Ketua PWI Kalimantan Selatan, Zainal Helmie sangat berterima kasih uji tanding dari PWI Kalimantan Timur. Menurutnya, ini akan semakin mempererat jalinan silaturahmi. Ia menilai, ada beberapa evaluasi yang akan dibenahi dalam persiapan Porwanas 2024. Seperti wasit hingga perlengkapan dan keselamatan para atlet.

“Bentuk uji tanding untuk cabang lomba seperti Domino, Bridge, Catur, E-sport, Futsal, Badminton, Tenis Meja, Tenis lapangan dan Biliar,” katanya

Lebih lanjut Helmie menambahkan, uji tanding merupakan Try Out menuju Porwanas ini digelar, selama dua hari pada tanggal 17 – 18 April 2024. Sebelumnya dilaksanakan di Gedung PWI Kalsel, Jalan Pangeran Hidayatullah, dan dilanjutkan ke Borneo Futsal Jalan AMD Kecamatan Banjarmasin Utara.

“Semoga semakin mempererat jalinan silaturahmi,” tutupnya

Untuk diketahui, PWI Kaltim dan PWI Kalsel menggelar Try Out menuju Porwanas tahun 2024, dibuka secara resmi Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie, dihadiri Perwakilan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, Ketua SIWO PWI Kalsel Irwansyah, Perwakilan Koni Kalsel dan jajaran PWI Kalsel. (NHF/RDM/RH)

DPRD Kalsel Dorong Pemenuhan Kuota Disabilitas Pada Rekrutmen CASN

BANJARMASIN – Panitia Khusus IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat bersama Dinas Sosial Provinsi Kalsel di ruang Komisi IV DPRD Kalsel, Kamis (18/4).

Rapat dipimpin Wakil Ketua Pansus IV DPRD Kalsel, Gina Mariati didampingi Anggota Pansus IV dan turut hadir Pelaksana Tugas (Plt) Dinsos Kalsel, Muhammadun beserta jajarannya tersebut dalam rangka pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Tahun 2023.

Suasana Rapat Pansus IV DPRD Kalsel dan Dinsos Kalsel

Wakil Ketua Pansus IV DPRD Kalsel, Gina Mariati menyampaikan dalam rapat tersebut, pihaknya memberikan beberapa rekomendasi, khususnya yang berkaitan dengan penyandang disabilitas. Apalagi dalam waktu dekat, ada rencana perekrutan Calon Aparatur Sipil Negara (ASN). Oleh karena itu, Pansus IV DPRD Kalsel mengharapkan agar kuota penyandang disabilitas dalam perekrutan CASN tersebut bisa terpenuhi.

“Jangan sampai penyandang disabilitas di Kalsel merasa tidak diperhatikan oleh pemerintah,” katanya.

Gina mengungkapkan bahwa Pansus IV DPRD Kalsel menginginkan agar penyandang disabilitas diprioritaskan pada rekrutmen CASN. Adapun pemenuhan hak penyandang disabilitas tersebut diberikan pemerintah dengan kuota minimal dua persen untuk formasi khusus dari keseluruhan formasi CASN bagi penyandang disabilitas.

Menanggapi hal tersebut, Plt Dinsos Kalsel, Muhammadun menyatakan pihaknya siap membantu dan memberikan rekomendasi untuk penyandang disabilitas pada rekrutmen CASN, PKKK maupun Kepolisian.

“Kami siap memberikan rekomendasi kalau memang sudah sesuai formasinya yang diminta oleh instansi yang memerlukan,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut juga mengemuka terkait penanganan kemiskinan ekstrem, keberadaan taman lansia serta disediakannya rumah singgah bagi para lansia yang akan menjadi masukan dan rekomendasi dari Pansus IV DPRD Kalsel. (NRH/RDM/RH)

RSUD Ulin Banjarmasin Terima Kedatangan Tim Asesor LAM-PTKes Akreditasi Prodi Spesialis-1 Ilmu Penyakit Dalam

BANJARMASIN – Dalam rangka peningkatan akreditasi menuju unggul, Program Studi Spesialis-1 Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat, maka RSUD Ulin Banjarmasin menerima kedatangan Tim LAM-PTKES (Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia).

Tim Asesor LAM-PTKes Budi Yuli Setianto, serta Gusti Putu Suka Aryana mengatakan, kedatangan mereka tersebut, untuk melakukan penilaian secara langsung ke lapangan, dalam rangka membuktikan kebenaran yang telah disampaikan kepada pihaknya.

Tim Asesor LAM-PTKes Budi Yuli Setianto (Jas Hitam)

“Sebelumnya kami telah menerima laporan untuk peningkatan akreditasi unggul pada Program Studi Spesialis-1 Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat dan RSUD Ulin Banjarmasin,” ungkapnya.

Dan, lanjutnya, saat ini pihaknya melakukan peninjauan ke lapangan, untuk melakukan pengecekan terhadap laporan tersebut.

“Kami berharap, apa yang telah disampaikan tersebut dapat terbukti baik, sehingga akreditasi unggul dapat berikan,” jelasnya.

Sementara itu Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin mengatakan, pihaknya tentunya memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas akreditasi tersebut.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin

“RSUD Ulin Banjarmasin memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas akreditasi untuk penyakit dalam tersebut,” ucapnya.

Bentuk dukungan sendiri, berupa sarana dan prasarana untuk peningkatan mutu pendidikan Fakultas Kedokteran ULM di RSUD Ulin Banjarmasin ini.

“Kami berharap peningkatan akreditasi unggul ini dapat diraih oleh Departemen Penyakit Dalam RSUD Ulin Banjarmasin,” ucap Diauddin.

Kegiatan ini diikuti Rektor ULM Ahmad, Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan ULM, Direktur Rumah Sakit Jejaring RSUD Ulin Banjarmasin, seluruh Dokter Departemen Penyakit Dalam RSUD Ulin Banjarmasin, serta lainnya. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version